Heliati Fajriah, Heliati
Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Published : 42 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Metode Pembiasaan dalam Membentuk Karakter Tanggung Jawab pada Anak Dewi, Rahmatika; Fajriah, Heliati
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v6i2.1558

Abstract

Metode pembiasaan dalam membentuk karakter tanggung jawab sangat penting diterapkan untuk membentuk rasa tanggung jawab dalam diri anak. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan di TKIT Syeikh Abdurrauf, peneliti menemukan guru telah menerapkan metode pembiasaan dalam membentuk karakter dalam diri anak salah satunya karakter tanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis lebih lanjut mengenai metode pembiasaan dalam membentuk karakter tanggung jawab pada anak di TKIT Syeikh Abdurrauf. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang melibatkan dua orang guru dikelas B3 di TKIT Syeikh Abdurrauf sebagai subjek penelitian. Data yang dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi, pedoman wawancara dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan penyajian data, reduksi data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan di TKIT Syeikh Abdurrauf telah menerapkan metode pembiasaan secara rutin dalam membentuk karakter tanggung jawab pada anak seperti: menggunakan jurnal harian dan bekerja sama dengan orang tua, konsisten guru dalam membiasakan anak merapikan alat tulis dan mainan, mengikuti aturan secara tertib, kebersihan menjaga, memberikan contoh (modeling) langsung dan penguatan positif dengan memberikan pujian tepuk tangan kepada anak. Pembiasaan yang dilakukan guru dengan melibatkan anak dalam kegiatan sehari-hari secara konsisten akan membentuk karakter tanggung jawab dalam diri anak.
Pengembangan APE Box Hijaiyah untuk Meningkatkan Bacaan Huruf Hijaiyah Anak Usia 5-6 Tahun Wati, Widia; Fajriah, Heliati; Faridy, Faizatul
Jurnal Raudhah Vol 11, No 2 (2023): RAUDHAH
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/raudhah.v11i2.2354

Abstract

Sebagian besar anak di TK Anugrah tidak mengenal simbol, dan juga hubungan antara bunyi dan bentuk huruf hijaiyah dikarenakan tidak adanya APE yang dapat meningkatkan bacaan huruf hijaiyah anak usia 5-6 tahun. Berdasarkan masalah tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan APE box hijaiyah untuk meningkatkan bacaan huruf hijaiyah pada anak usia 5-6 tahun di kelas B TK Anugrah Desa Sapik, Kecamatan Kluet Timur, Aceh Selatan. Adapun metode penelitian ini menggunakan metode R&D (Research and Development), dengan model ADDIE (Analysis) analisis, (Design) desain, (Development) pengembangan, (Implementation) implementasi, (Evaluation) evaluasi. Berdasarkan hasil validasi oleh ahli materi maka didapati skor sebanyak 3.0, serta ahli media sebanyak 2,8. Sehingga APE box hijaiyah dinyatakan layak digunakan untuk meningkatkan bacaan huruf hijaiyah pada anak usia 5-6 tahun. Berdasarkan analisis penggunaan APE Box Hijaiyah di kelas B TK Anugrah didapati hasil akhir sebanyak 96% anak sudah mampu meningkatkan bacaan huruf hijaiyahnya dengan baik dan benar.
Program Pengembangan Interaksi Sosial Anak di TKIT Baitusshalihin: Children's Social Interaction Development Program at Baitusshalihin Kindergarten Nadia Fadila; Heliati Fajriah; Muthmainnah
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v7i2.4048

Abstract

TKIT Baitusshalihin is one of the institutions that implements social interaction development programs through various activities, but there are still some children who are still alone during the learning process. This study aims to describe the form of social interaction development programs and the factors that hinder the children's social interaction development program at TKIT Baitusshalihin. Social interaction is an important aspect in early childhood development, because it is the basis for the formation of communication skills, cooperation, and building interpersonal relationships. The research method used is a descriptive qualitative method. The subjects in this study were children aged 5-6 years (grade B). Data collection techniques in this study were observation, interviews and documentation. Observations include programs that exist in the school, the study conducted interviews with class B5 teachers and the principal. In the documentation stage, the researcher took photos related to the social interaction development program. The results of the study indicate that the social interaction development program for children at TKIT Baitusshalihin is divided into two programs: an internal school program and an outing class program. The internal school program includes 10 centers (natural materials center, physical exercise, origami, worship, gardening, art, painting, numeracy, literacy, and design) and extracurricular activities. The outing class is a field trip activity.   ABSTRAK  TKIT Baitusshalihin merupakan salah satu lembaga yang melaksanakan program pengembangan interaksi sosial melalui berbagai kegiatan, tetapi masih ada sebagian anak yang masih menyendiri ketika proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk program pengembangan interaksi sosial dan faktor kendala program pengembangan interaksi sosial anak di TKIT Baitusshalihin. Interaksi sosial merupakan aspek penting dalam perkembangan anak usia dini, karena menjadi dasar bagi terbentuknya kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, dan membangun hubungan interpersonal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah anak-anak usia 5-6 tahun (kelas B). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini observasi, wawancara dan dokumentasi. Observasi memuat program-program pengembangan interaksi sosial yang ada di sekolah, wawancara dilakukan dengan guru kelas B5 dan kepala sekolah. Pada tahap dokumentasi peneliti melakukan pengambilan foto yang berkaitan dengan program pengembangan interaksi sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pengembangan interaksi sosial anak di TKIT Baitusshalihin dibagi menjadi dua program yaitu program internal sekolah dan program outing class yaitu  program internal sekolah meliputi 10 sentra (sentra bahan alam, olah tubuh, origami, ibadah, berkebun, seni, melukis, numerasi, literasi, rancang bangun) dan ekstrakurikuler. Adapun outing class yaitu kegiatan field trip.
IMPLEMENTASI METODE TALAQQI DALAM MENGHAFALKAN JUZ ‘AMMA DI RA AHLUL QUR’AN Maghfirah, Rizkiana; Ismail, Muthmainnah; Fajriah, Heliati; Faisal, Muhammad
Jurnal Buah Hati Vol. 12 No. 1 (2025)
Publisher : Department of Early Childhood Education, Universitas Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/buahhati.v12i1.3308

Abstract

Metode talaqqi merupakan metode yang melibatkan interaksi langsung antara guru dan anak serta memiliki urgensi yang berkualitas dalam menghafal Al-Qur’an sesuai dengan tajwid dan makharijul. RA Ahlul Qur’an Banda Aceh memiliki anak-anak yang mampu menghafal juz ‘amma dengan menggunakan metode talaqqi sesuai dengan kurikulum RA. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi metode talaqqi dalam menghafalkan juz ‘amma serta kelebihan dan kekurangannya. Kajian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analisis studi kasus. Subjek penelitian terdiri dari 2 orang guru, kepala sekolah dan anak RA Ahlul Qur’an Banda Aceh. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara, kemudian dianalisis melalui tiga tahap yaitu, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sehingga hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi metode talaqqi dilakukan dengan; 1) guru membacakan potongan ayat secara langsung dan berkolaborasi dengan gerakkan yang memaknai potongan ayat tersebut; 2) anak membacakan potongan ayat dan guru mendengarkannya serta memperbaikinya jika terdapat kesalahan. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa implementasi metode talaqqi tidak hanya dapat menghafalkan Juz ‘Amma. Namun dapat memastikan bacaan sesuai makharijul huruf dan tajwidnya. Akan tetapi penggunaan metode ini membutuhkan waktu yang lama, sehingga menjadi sebuah kekurangan dalam penerapan metode talaqqi untuk menghasilkan tujuan hafalan Al-Qur’an tercapai dengan baik.AbstractThe talaqqi method is a method that involves direct interaction between teachers and children and has a quality urgency in memorizing the Qur'an according to tajwid and makharijul. RA Ahlul Qur'an Banda Aceh has children who are able to memorize Juz 'Amma using the talaqqi method according to the RA curriculum. This study aims to analyze the implementation of the talaqqi method in memorizing Juz 'Amma and its advantages and disadvantages. This study uses a qualitative method with a descriptive-analysis case study approach. The research subjects consisted of 2 teachers, the principal and children of RA Ahlul Qur'an Banda Aceh. Data collection techniques used observation and interviews, then analyzed through three stages, namely, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. So the results of the study show that the implementation of the talaqqi method is carried out by; 1) the teacher reads a piece of verse directly and collaborates with movements that interpret the piece of verse; 2) the child reads a piece of verse and the teacher listens to it and corrects it if there are errors. Based on the results of the study, it can be concluded that the implementation of the talaqqi method can not only memorize Juz 'Amma. However, you can ensure that the reading is in accordance with the makharijul letters and tajwid. However, using this method requires a long time, so it becomes a drawback in applying the talaqqi method to achieve the goal of memorizing the Qur'an well.
Reward Board Design to Stimulate Early Childhood Worship Behavior Susanti, Yeni; Fajriah, Heliati; Muthmainnah, Muthmainnah
Journal of English Language and Education Vol 10, No 4 (2025)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jele.v10i4.1310

Abstract

The learning media used to stimulate worship behavior in early childhood is very minimal based on the analysis of the need that this media is very important and based on market analysis is still relatively rare so it needs to be developed. This research uses a Research and Development (RD) approach with the ADDIE (Analisys, Design, Development, Implementation, Evaluation) model. The research sample amounted to 20 children aged 5-6 years. Data collection techniques include media expert validation and material expert validation as well as direct observation of children's involvement in using reward board media. The results of the study showed that the reward board was very feasible to use, with a media expert score of 92% and a material expert score of 100%. The results of the child's response test showed results ranging from 80% to 94.29%. This study shows that reward board media can effectively stimulate early childhood worship behavior.
PENGARUH PEMBELAJARAN SAINS TERHADAP PENGENALAN TAUHID PADA ANAK TK B DI PAUD-IT CENDEKIA ACEH BESAR Amelia, Lina; Shalihah, R.A Maratun; Fajriah, Heliati
SELING: Jurnal Program Studi PGRA Vol. 11 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Program Studi PGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengenalan tauhid pada penelitian ini adalah mengenal Keesaan Allah melalui kegiatan sains sederhana yang mudah dipahami oleh anak. Berdasarkan hasil observasi di PAUD-IT Cendekia Darussalam pengenalan tauhid sudah dikenalkan pada anak namun masih dalam bentuk formalitas dalam memuncukan indicator Nilai Agama dan moral anak. Tujuan penelitian ini Pengaruh Pembelajaran Sains Terhadap Pengenalan adalah ingin mengetahu Tauhid Pada Anak TK B di PAUD-IT Cendekia Aceh Besar. Pada penelitian ini bentuk pengenalan tauhid yang diperkenalkan untuk anak melalui pembelajaran sains yang menyenangkan serta dihubungkan dengan sifat Allah yaitu (Wujud, Qudrah, Iradah). Percobaan sains yang yang dilaksanakan dalam penelitian ini yaitu percobaan gunung meletus, percobaan pelangi, dan percobaaan gerhana. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian One Group Pretest Posttest Design. Populasinya yaitu semua siswa kelas B dengan jumlah 42 anak di PAUD-IT Cendekia Darussalam. Penentuan sampel menggunakan teknik random sampling, sehingga sampel yang terpilih adalah kelas B2 dengan jumlah 14 anak. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi. Teknik analisis data yang digunakan dengan uji normalitas dan uji hipotesis. Berdasarkan hasil yang telah dilakukan dapat dibuktikan dengan nilai signifikansi yaitu 0,000 0,05 dan nilai t memperoleh nilai Thitung sebesar 6,928 dan hasil dari uji Ttabel sebesar 1,770 dapat dilihat bahwa dari nilai signifikan dan nilai Thitung nilai Ttabel yang artinya bahwa H0 ditolak Ha diterima, hasil penelitian tersebut menggunakan SPSS 20. Dengan demikian maka Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti pembelajaran sains berpengaruh terhadap pengenalan tauhid pada anak TK B di PAUD-IT Cendekia Darussalam.
THE EFFECT OF FINGER PAINTING ON THE DEVELOPMENT OF CHILDREN’S CREATIVITY Hayati, Zikra; Fajriah, Heliati; Jarmita, Nida; Oviana, Wati; Ovalia, Riska
Bunayya Vol 10 No 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/bunayya.v10i1.22902

Abstract

Based on the results of observations carried out at PAUD Ceria in August 2023, it was found that there were children aged 5-6 years who had problems with the development of creativity which were identified when the children were not able to complete the drawing task with the free theme given, when the drawing activity was in progress. progressing, the child does not look enthusiastic, and the child will imitate the example of the teacher's drawing shown, the child is not yet able to create different work from his friends. This research aims to find out whether there is an influence of finger painting in developing the creativity of children aged 5-6 years at PAUD Ceria Sabena Kids II Aceh Besar. The research uses a quantitative type with experimental methods, research design "Pre-test and Post-test one group designs". The population in this study was 46 children and the sample was 26 children using purposive sampling technique. The results of this research obtained a pretest score of 57.38 and a post-test of 74.42, the significance value obtained in the normality test in the pretest was 0.066 > 0.0, in the posttest 0.002 > 0.05 it can be stated that the two data are normally distributed. The obtained value of tcount > ttable is 8.8 > 1.708, thus there is a rejection of Ho and acceptance of Ha, which means that there is an influence of finger painting on the development of creativity in children aged 5-6 years at PAUD Ceria.
INTRODUCTION TO PRAYER MOVEMENTS: EFFECTIVENESS OF TWO-DIMENSIONAL TEACHING AIDS AT AL-RAHMAH SUBULUSSALAM KINDERGARTEN, ACEH Ismail, Muthmainnah; Amelia, Lina; Fajriah, Heliati; Faisal, Muhammad; Aisyah, Siti
Bunayya Vol 10 No 1 (2024): Januari
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/bunayya.v10i1.23389

Abstract

Prayer is an important act of worship that must be introduced from an early age. Based on initial observations at TKN Al-Rahmah, children are not yet able to recognize prayer movements well, because the introduction does not use interesting props. So this research aims to determine whether or not the introduction of prayer movements using two-dimensional teaching aids at TKN is effective. Experimental type quantitative research with a one-group pretest-posttest design was carried out on 20 class B children as samples and used observation and documentation sheets for data collection. Data analysis has proven that the pre-test score is 46% and the post-test 70.25%. So the results of the hypothesis test showed that the tcount ˃ttable is 78.22 ˃ 1.729, meaning that Ha is accepted and Ho is rejected. Based on these data, it can be concluded that the use of two-dimensional teaching aids is effective in introducing prayer movements to children at TKN PKK Al-Rahmah Subulussalam.
Pengembangan Lagu Islami Berbasis Multimedia Untuk Mengembangkan Nilai Agama Pada Anak Usia Dini Hijriati, Hijriati; Fajriah, Heliati; Mughniy, Nurul; Amalia, Dina; Saptiani, Saptiani
Jurnal Anak Usia Dini Holistik Integratif (AUDHI) Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Prodi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jaudhi.v6i2.2687

Abstract

Salah satu kegiatan yang dapat mengembangkan nilai agama yaitu kegiatan bernyanyi lagu Islami. Lagu Islami dikaitkan dengan Agama Islam, maksudnya lagul yang selsulai ajaran Agama Islam dan biasanya dijadikan sarana ulntulk belrdakwah selrta melnyampaikan nilai dan ajaran yang telrkandulng dalam Agama Islam. Berdasarkan hasil observasi awal, permasalahan yang ada di TK Al-Muhajirin adalah kurangnya media untuk mengembangkan nilai agama, hanya tersedia poster Rukun Islam, Rukun Iman, dan poster nama-nama 25 nabi. Lagu yang tersedia juga berupa lagu dasar PAUD, tidak ada lagu untuk mengembangkan nilai agama. Ketersediaan media tersebut belrdampak pada pelrkelmbangan agama anak selhingga banyak yang melnggulnakan kata kasar, kata eljelkan, dan tidak melngelnal kalimat yang baik (Islami). Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kelayakan media lagu Islami berbasis multimedia dalam mengembangkan nilai agama pada anak usia dini. Jenis penelitian adalah R&D (Research & Development) dengan menggunakan model ADDIE. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar validasi, observasi, dan wawancara. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah 10 orang anak di TK Al-Muhajirin Aceh Besar. Berdasarkan hasil penilaian kelayakan yang dilakukan oleh ahli materi dan ahli media sebanyak 2 kali diperoleh persentase 80% dengan kriteria layak. Sedangkan lembar observasi digunakan sebanyak 2 kali dan mendapat persentase 90% dengan kriteria sangat layak. Berdasarkan hasil uji coba di TK Al-Muhajirin dengan anak berjumlah 10 orang diperoleh nilai 67.9% dan masuk kategori berkembang sesuai harapan (BSH). Dapat disimpulkan bahwa lagu Islami berbasis multimedia untuk mengembangkan nilai agama pada anak usia dini “Layak” untuk digunakan
Pengembangan Multimedia Interaktif Untuk Mengenalkan Sains Pada Anak Usia 5-6 Tahun Hijriati, Hijriati; Fajriah, Heliati; Mulhamah, Mulhamah
Hadlonah: Jurnal Pendidikan dan Pengasuhan Anak Vol. 5 No. 1 (2024): Hadlonah: Jurnal Pendidikan dan Pengasuhan Anak
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Tarbiyah UI BBC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengenalan sains dalam pembelajaran yang dilakukan belum dijalankan secara optimal, dibuktikan dengan pengenalan sains yang diajarkan di sekolah hanya sebatas menggunakan media konvesional saja, tidak ada media lain yang bisa digunakan untuk mengenalkan sains pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan multimedia interaktif untuk mengenalkan sains pada anak usia 5-6 tahun serta melihat kelayakan multimedia interaktif yang dikembangkan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian R&D dengan model ADDIE yang terdiri dari lima tahapan, yaitu analisys (menganalisis permasalahan dan kebutuhan untuk kemudian menawarkan solusi), design (merancang desain multimedia Interaktif), development (pengembangan produk), Implementation (uji coba produk), dan evaluate (evaluasi hasil penelitian). Berdasarkan hasil penilaian kelayakan yang dilakukan oleh ahli materi sebanyak dua kali berada pada ketegori sangat layak dengan skor nilai 94 %, oleh ahli media dilakukan sebanyak dua kali validasi dengan skor 86,15 % berada pada kategori sangat layak, sedangkan ahli lembar observasi dilakukan sebanyak satu kali dengan skor 75,15 berada pada kategori layak. Hasil uji coba yang dilakukan di TK Dharma Wanita Bukit Gadeng pada anak usia 5-6 tahun secara keseluruhan memperoleh hasil penilaian anak masuk kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa multimedia interaktif layak digunakan sebagai media ajar dalam mengenalkan sains pada anak usia 5-6 tahun.