Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Penggunaan Aplikasi Musescore 3 Dalam Melatih Kemampuan Sight Singing Pada Siswa Kelas VIII A SMP Negeri 12 Bandung Sinaga, Thessa Elisabeth; Gunara, Sandie; Gunawan, Iwan
SWARA - Jurnal Antologi Pendidikan Musik Vol 2, No 3 (2022): ANTOLOGI PENDIDIKAN MUSIK
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Musik UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/swara.v2i3.51323

Abstract

Dalam pembelajaran seni musik di SMP Negeri 12 Bandung khususnya dikelas VIII, memuat kompetensi dasar menyanyikan lagu daerah. Melalui ini, siswa akan dihadapkan dengan berbagai lagu daerah. Di kelas VIII A yang berjumlah 34 siswa ditemukan bahwa siswa dikelas tersebut tidak memiliki kemampuan untuk bisa mempelajari lagu daerah secara mandiri, rendahnya kepekaan siswa terhadap nada, dan juga dilatar belakangi dengan guru seni budaya yang tidak berasal dari pendidikan seni musik. Oleh karena itu peneliti menerapkan sight singing dikelas VIII A. Cara melatih atau mempelajari sight singing salah satunya bisa menggunakan aplikasi Musescore 3. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan aplikasi Musescore 3 dalam melatih kemampuan sight singing siswa kelas VIII A. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan kuantitatif melalui metode one group pretest-posttest, yang merupakan kegiatan penelitian yang memberikan tes awal (pretest) sebelum diberikan perlakuan, setelah diberikan perlakuan baru diberikan tes akhir (posttest). Analisis data dalam penelitian ini menggunakan statistik deskriptif. Adapun hasil dari pretest-posttest adalah pada pretest siswa memperoleh rata-rata 32,99 dan posttest 77,55 yang mana ditemukan pengaruh dari penggunaan aplikasi Musescore 3 dalam melatih sight singing siswa, adapun pengaruh yang terjadi adalah peningkatan kemampuan siswa.Kata Kunci: sight singing, aplikasi Musescore 3. 
Cymbal B20: Suatu Kajian Organologi Dimas Sunandar Asmara; Sandie Gunara; Febbry Cipta
Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni Vol. 7 No. 2 (2024): Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni
Publisher : Prodi Pendidikan Sendratasik FKIP UMTAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/magelaran.v7i2.5466

Abstract

Memahami bahan dasar yang digunakan dalam alat musik sangatlah penting, karena kualitas suara yang dihasilkan berpengaruh langsung pada pengalaman musikal. Hal ini juga mendukung performa optimal musisi saat mereka tampil di atas panggung. Artikel ini bertujuan mengkaji bahan dasar cymbal B20 sebagai bahan utamanya, mulai dari proses pembuatan dan karakter suara yang ditentukan oleh proses penempaan serta bentuk anatomi cymbal. Dengan menerapkan metode deskriptif kualitatif, penulis mengumpulkan data melalui wawancara dengan drummer profesional, serta pemilik perusahaan yang bergerak di bidang produksi cymbal. Selain itu observasi langsung ke tempat produksi, dilakukan untuk mengidentifikasi tema dan pola yang relevan guna memahami karakter suara cymbal berbahan B20 dan proses pembuatannya. Temuan menunjukkan bahwa dengan satu jenis bahan, yaitu B20, dapat dihasilkan berbagai karakter suara cymbal yang berkualitas dan dapat menjadi pilihan bagi para penggunanya untuk menyesuaikan dengan kebutuhan musikalnya.
PENGARUH MUSIK RELIGI TERHADAP PEMBENTUKAN AKHLAK SISWA MELALUI SENI MARAWIS: STUDI KASUS DI MTS AT-TAUFIQ CISURUPAN KABUPATEN GARUT Maulida, Salma Nurul; Sandie Gunara; Jenuri
Jurnal An-Nufus Vol. 6 No. 02 (2024): Juli-Desember 2024
Publisher : Prodi Tasawuf dan Psikoterapi, Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research explores the role of religious music media in forming morals through Marawis extracurricular activities at MTS At-Taufiq Cisurupan, Garut Regency. The research method used is qualitative with a case study approach. Data was obtained through participatory observation, in-depth interviews with resource persons (teachers) at the research locus. Analysis of research data uses content analysis techniques. Several research results show that religious music media called Marawis has a significant role in forming students' morals. Through practice, learning, and performance, students learn important values, such as discipline, cooperation, honesty, and perseverance. Religious music also helps them internalize the teachings of the Islamic religion and develop spiritual awareness. The implications of this research can be used as a basis for developing extracurricular programs in Islamic educational institutions.
Pendidikan Musik Berbasis Komunitas: Pendekatan Sekolah Alam untuk Pemberdayaan Anak Jalanan di Bandung Nursidqiyah, Ayusita Leonisfata; Gunara, Sandie
Musikolastika: Jurnal Pertunjukan dan Pendidikan Musik Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Program Studi Pendidikan Musik FBS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/musikolastika.v6i2.178

Abstract

Purpose: This article aims to describe the learning experience and determine the effectiveness of informal music education through nature classes conducted by Komunitas Musik Untuk Langit (KML) Bandung as an alternative education for street children and middle to lower economic communities amid the high cost of formal education, focusing on the learning experience and the resulting social impact on community members and society. Method: this research uses a descriptive qualitative method, data is collected through observation in the form of field research by interviews with community members, documentation and digital archives. Results and Discussion: the research includes a brief history of KML, the application of informal music education by KML which uses the concept of natural schools by utilizing natural open spaces as classes, in the process KML applies three learning models: a). discovery learning, b). experiential learning and c). cognitive learning, in addition to developing the potential for creativity in music, moral education and manners related to ethics and religious values are also carried out, as well as connecting them with elements of creativity which include; human resources, non-human resources and the results achieved. Conclusion: The results of this study indicate that informal music education organized by KML has succeeded in having a positive impact on street children by becoming a forum for those who are less capable so that they can learn and develop their creative potential in music, moral and manners provision is able to reduce the negative stigma of street children and increase public confidence in accepting their presence.
Peran Lagu “Pelukku untuk Pelikmu” pada Film ”Imperfect” Awaliyah, Mia Syifa; Gunara, Sandie
Journal of Music Science, Technology, and Industry Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Penelitian ini mengeksplorasi peran lagu “Pelukku untuk Pelikmu” karya Fiersa Besari dalam film “Imperfect” sebagai elemen integral dalam menciptakan pengalaman sinematik yang mendalam. Musik dalam pembuatan film masa kini tidak lagi sebatas pelengkap visual, namun sudah menjadi bahasa emosional yang mampu meresap dan mengungkapkan makna dan perasaan tokoh dalam cerita. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang terfokus pada film “Imperfect” dan lagu “Pelukku untuk Pelikmu.” Metode observasi dan rekam digunakan untuk mengumpulkan data observasi, dengan fokus pada reaksi penonton terhadap lagu tersebut selama pemutaran. Hasil dan pembahasan: Lagu tersebut tidak hanya berfungsi sebagai latar belakang sonik tetapi juga sebagai narator emosional yang memperkuat pesan film. Pencipta lagu, yaitu Fiersa Besari, menguatkan pemikiran bahwa menjadi diri sendiri adalah kunci kebahagiaan, dan lagu menjadi media penyampaian pesan dan motivasi positif. Implikasi: hasil penelitian ini dapat menjadi landasan untuk memahami lebih jauh peran musik dalam sinematografi dan berkontribusi pada penelitian tentang integrasi musik dalam konteks pembuatan film modern.
Kurikulum Musik dan Pengembangan Sosial-Emosional Siswa Ananda, Fazrin Sheila; Sukmayadi, Yudi; Gunara, Sandie
Tonika: Jurnal Penelitian dan Pengkajian Seni Vol 7 No 2 (2024): Volume 7 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/tonika.v7i2.756

Abstract

Sosial-emosional menjadi aspek yang minim diperhatikan dalam pembelajaran musik didasari atas fokus berlebih terhadap penguasaan alat musik dalam capaiannya. Penelitian ini mengeksplorasi peran kurikulum pendidikan musik dalam mendukung perkembangan sosial-emosional siswa di berbagai jenjang pendidikan. Melalui tinjauan literatur yang komprehensif, temuan menunjukkan bahwa musik berfungsi sebagai sarana ekspresi emosi yang efektif, membantu siswa menyalurkan dan mengelola perasaan mereka. Partisipasi dalam ansambel musik, seperti paduan suara dan orkestra, mengembangkan keterampilan sosial siswa, termasuk komunikasi dan kerjasama. Selain itu, keterlibatan dalam program musik berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan emosional siswa, mengurangi gejala depresi dan meningkatkan kebahagiaan. Strategi pengajaran yang mengintegrasikan pembelajaran sosial-emosional (SEL) dalam pendidikan musik terbukti efektif dalam mendukung perkembangan holistik siswa. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi hambatan signifikan dalam implementasi, seperti kurangnya pelatihan guru dan keterbatasan sumber daya. Implikasi dari temuan ini menekankan perlunya pengembangan kurikulum musik yang lebih inklusif dan holistik serta peningkatan pelatihan dan dukungan sumber daya bagi guru. Rekomendasi untuk pembuat kebijakan dan pendidik mencakup peningkatan pelatihan guru dalam pendekatan pengajaran yang mendukung sosial-emosional, alokasi sumber daya yang memadai untuk program musik, dan penelitian lebih lanjut tentang dampak jangka panjang pendidikan musik terhadap perkembangan sosial-emosional siswa. Dengan demikian, pendidikan musik dapat menjadi alat yang kuat untuk mendukung perkembangan emosional dan sosial siswa, menciptakan individu yang seimbang secara akademis dan emosional.
Silih Asah, Asih, Asuh: The Concept of Learner Character Building in Music Learning Maulana, Marsel Ridky; Sukmayadi, Yudi; Gunara, Sandie
Journal of Music Science, Technology, and Industry Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Purpose: Indonesia faces the challenge of globalisation that can erode cultural identity, especially among the younger generation. Technological developments and foreign cultural influences often cause a shift in values and threaten the sustainability of local wisdom. This study confirms the urgency of revitalising local wisdom values in music education as an effort to maintain the nation's cultural identity amid global dynamics. Research methods: This paper uses a qualitative descriptive method with an in-depth literature analysis approach. Data were collected from various academic sources such as books, scientific journals, and research articles both in print and online. The analysis process was conducted systematically by reviewing, interpreting, and synthesising various perspectives found in the literature in order to gain a more comprehensive understanding of the concept of Silih Asah, Asih, Asuh in music learning. Results and discussion: The concept of Silih Asah, Silih Asih, and Silih Asuh in Sundanese culture offers a fundamental approach to character building through music learning. Silih Asah encourages intellectual strengthening and creativity through musical exploration, Silih Asih instils the value of empathy and compassion through togetherness in music, while Silih Asuh fosters mutual guidance and responsibility in the learning process. Implication: By integrating the concepts of Silih Asah, Silih Asih, and Silih Asuh in music learning, education can be a strategic means to form a generation that is intellectually intelligent, has emotional sensitivity, and moral integrity. This study confirms the urgency of revitalising local wisdom values in music education as an effort to maintain the nation's cultural identity amid global dynamics.
Kurikulum Musik dan Pengembangan Sosial-Emosional Siswa: Sebuah Kajian Kurikulum Musik dalam Pendidikan Ananda, Fazrin Sheila; Sukmayadi, Yudi; Gunara, Sandie
Tonika: Jurnal Penelitian dan Pengkajian Seni Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/tonika.v7i2.756

Abstract

Sosial-emosional menjadi aspek yang minim diperhatikan dalam pembelajaran musik didasari atas fokus berlebih terhadap penguasaan alat musik dalam capaiannya. Penelitian ini mengeksplorasi peran kurikulum pendidikan musik dalam mendukung perkembangan sosial-emosional siswa di berbagai jenjang pendidikan. Melalui tinjauan literatur yang komprehensif, temuan menunjukkan bahwa musik berfungsi sebagai sarana ekspresi emosi yang efektif, membantu siswa menyalurkan dan mengelola perasaan mereka. Partisipasi dalam ansambel musik, seperti paduan suara dan orkestra, mengembangkan keterampilan sosial siswa, termasuk komunikasi dan kerjasama. Selain itu, keterlibatan dalam program musik berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan emosional siswa, mengurangi gejala depresi dan meningkatkan kebahagiaan. Strategi pengajaran yang mengintegrasikan pembelajaran sosial-emosional (SEL) dalam pendidikan musik terbukti efektif dalam mendukung perkembangan holistik siswa. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi hambatan signifikan dalam implementasi, seperti kurangnya pelatihan guru dan keterbatasan sumber daya. Implikasi dari temuan ini menekankan perlunya pengembangan kurikulum musik yang lebih inklusif dan holistik serta peningkatan pelatihan dan dukungan sumber daya bagi guru. Rekomendasi untuk pembuat kebijakan dan pendidik mencakup peningkatan pelatihan guru dalam pendekatan pengajaran yang mendukung sosial-emosional, alokasi sumber daya yang memadai untuk program musik, dan penelitian lebih lanjut tentang dampak jangka panjang pendidikan musik terhadap perkembangan sosial-emosional siswa. Dengan demikian, pendidikan musik dapat menjadi alat yang kuat untuk mendukung perkembangan emosional dan sosial siswa, menciptakan individu yang seimbang secara akademis dan emosional.
Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) Integration in Teaching Music : A Perception of High School Music Teacher Cipta, Febbry; Sukmayadi, Yudi; Milyartini, Rita; Kholid, Dody Mohamad; Gunara, Sandie
Jurnal Paedagogy Vol. 11 No. 2 (2024): April
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jp.v11i2.9624

Abstract

This study aims to describe the perceptions of TPACK integration among high school music teachers in Bandung, West Java province, Indonesia. This study used mixed-methods with a sequential explanatory design. The research subjects consist of 19 respondents. In the first phase, quantitative data were obtained through questionnaires and analyzed using descriptive and inferential statistical techniques. In the second phase, in an effort to explore the results of the questionnaire, qualitatively conducted interviews as well as observations. The findings of this study showed that integration of each TPACK domain in music teaching was perceived as high confidence. Each domain, from one to another, positively correlated with varied interpretations. Demographic characteristics, both gender and tenure, did not show contrasting differences in confidence. This perception is the impact of the teacher education process that has been experienced, involvement in a number of trainings that have been followed, support from stakeholders in the procurement and enrichment of educational and technological resources, and the dynamics of the times that force them to be adaptive and innovative towards technological developments.
Joyful Learning : An Effective Strategies for Interactive Drum Learning Sembiring, Piter; Sukmayadi, Yudi; Gunara, Sandie
Jurnal Paedagogy Vol. 12 No. 2 (2025): April
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jp.v12i2.14825

Abstract

This study aims to describe the application of the Joyful Learning method in drum lessons at Favore Music and to identify effective strategies in increasing student motivation and engagement. Using a qualitative descriptive approach with a participatory method, this study involved four drum students at Favore Music, Bandung City, through observation, structured interviews, and documentation. The data were analyzed through processes of data reduction, data display, and conclusion drawing, while method triangulation was applied to ensure research validity. The results showed that the application of Joyful Learning through rhythmic exploration, improvisation, and dynamic interaction was able to significantly increase student engagement. Learning strategies such as the use of backing tracks, variations in sticking exercises with various objects, and the challenge of tempo changes and fill-ins create a more interactive and enjoyable learning experience. This approach not only deepens students' musical understanding but also increases their confidence and consistency in practicing. This study contributes to innovation in private music education and provides new insights into the effectiveness of experiential learning in improving the quality of drum learning.