Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Strategi SMPN 1 Cisarua Menjaga Lingkungan Sekolah Menjadi Sekolah Adiwiyata Thaliana Primawardani, Astried; Sigarlaki, Nadya Aurelya; Logayah, Dina Siti; Jupri, Jupri
Teaching, Learning, and Development Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : Education and Development Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62672/telad.v2i1.21

Abstract

Abstract: Adiwiyata school is a school that is running a program and implementing an education system that leads to awareness and culture of the school community towards the cleanliness of the school environment. This Adiwiyata award is an award given directly by the government to schools that have successfully implemented environmental education in schools. This award is also given as a form of appreciation to schools that have implemented the Adiwiyata program in accordance with the procedures provided by the government. The purpose of writing this article is to find out the strategies and methods used by SMPN 1 Cisarua in running the Adiwiyata school program. This research method uses a qualitative method with a description approach. The results of this study are that SMPN 1 Cisarua has a special way and strategy in running the Adiwiyata school program, so that it can win the award in 2022. Abstrak: Sekolah adiwiyata merupakan sekolah yang sedang menjalankan program dan melaksanakan sistem pendidikan yang mengarah kepada kesadaran dan budaya warga sekolah terhadap kebersihan lingkungan sekolah. Penghargaan adiwiyata ini, merupakan penghargaan yang diberikan langsung oleh pemerintah kepada sekolah yang telah berhasil menerapkan pendidikan lingkungan hidup di sekolah, penghargaan ini juga diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada sekolah yang sudah menjalankan program adiwiyata sesuai dengan prosedur yang diberikan pemerintah. Tujuan penulisan artikel ini, untuk mengetahui strategi, dan cara yang dilakukan oleh SMPN 1 Cisarua dalam menjalankan program sekolah adiwiyata. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskripsi. Hasil dari penelitian ini yaitu, SMPN 1 Cisarua memiliki cara dan strategi khusus dalam menjalankan program sekolah adiwiyata, sehingga dapat memenangkan penghargaan tersebut pada tahun 2022.
Pembiasaan Diri Warga Sekolah Melalui Program Adiwiyata Sebagai Upaya Mewujudkan Kecakapan Sosial Rosyidi, Ahmad Zain; Maryani, Enok; Logayah, Dina Siti
Sosio-Didaktika: Social Science Education Journal Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : Sosio-Didaktika: Social Science Education Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sd.v11i2.42809

Abstract

This research aims to trace and identify the entire series of self-habitualization activities wrapped in the Adiwiyata program at SMP Negeri 30 Jakarta. Each series of the Adiwiyata program at SMP Negeri 30 Jakarta studied has its own purpose and meaning of self-habitualization to strengthen the life skills of the school community implementing the Adiwiyata program. The research approach used in this study is qualitative with a phenomenological model. Data collection for this research was conducted through interviews, observations, and documentation studies. The results of the research on self-discipline practices in the implementation of the Adiwiyata program conducted by the residents of SMP Negeri 30 in Koja District, North Jakarta City, show that the school community had already been practicing self-discipline in preserving the school environment long before applying to become a candidate for the city-level Adiwiyata school. However, at the time SMP Negeri 30 Jakarta applied to become a candidate for the city-level Adiwiyata school. then there is a wider variety of activities within the adiwiyata program, and gradually, self-habits are formed as the residents of SMP Negeri 30 North Jakarta carry out the entire series of adiwiyata program activities within their school environment. One of its main objectives is to utilize the considerable human resources within the school environment to create a clean, safe, comfortable, and enjoyable school during the learning activities at SMP Negeri 30 North Jakarta, as well as to strengthen environmental care activities into social skills.
ANALISIS KUALITAS BUTIR SOAL GEOGRAFI Jati, Pramestyawati; Ruhimat, Mamat; Logayah, Dina Siti
Jurnal Pendidikan Geosfer Vol 8, No 2 (2023): Jurnal Pendidikan Geosfer
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jpg.v8i2.32500

Abstract

Pentingnya berpikir tingkat tinggi dalam proses pembelajaran mendorong guru untuk dapat membuat soal HOTS yang baik dan benar. Soal HOTS merupakan soal yang memenuhi standar kesukaran yang dapat menguji kemampuan siswa dalam berpikir kritis. Selain mengukur tingkat kesukaran, butir soal yang baik adalah butir soal yang valid, reliabel, memiliki daya pembeda yang baik, kesukaran yang pas, dan pengecoh yang berfungsi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas butir soal geografi yang diujikan kepada 13 responden. Populasi pada penelitian ini adalah siswa SMA kelas 12, adapun yang menjadi sampelnya adalah 13 siswa SMA. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan formulir online berisi 30 butir soal geografi. Jawaban siswa yang terkumpul kemudian dianalisis, diinterpretasi, kemudian disimpulkan. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) dari 30 butir soal hanya ada 20% yang valid dengan nilai reliabilitas 0,765; (2) 6,7% soal memiliki tingkat kesukaran mudah, 76,7% sedang, dan 16,7% mudah; (3) daya pembeda butir soal 16,7% soal jelek, 26,7% lemah, 26,7% sedang, 30% baik, dan 0% kuat; (4) dari 30 butir soal yang memiliki total 140 pilihan jawaban, terdapat 18 butir soal yang terdiri dari 22 opsi jawaban yang ditolak karena sedikitnya siswa yang memilih opsi tersebut.
Hubungan Pembelajaran Mitigasi Bencana Dengan Sikap Kesiapsiagaan Bencana Gempa Bumi Dalam Pembelajaran IPS Di SMP Negeri 2 Lembang Fitria, Neng Ani; Malik, Yakub; Logayah, Dina Siti
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 8 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.11114486

Abstract

Kondisi geologis wilayah Indonesia terletak pada pertemuan tiga lempeng yang menyebabkan Indonesia menjadi negara rawan terkena bencana alam gempa bumi. Jawa Barat menjadi salah satu Provinsi yang memiliki kerawanan bencana gempa bumi diakibatkan oleh patahan Lembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui integrasi pembelajaran mitigasi bencana dalam pembelajaran IPS di SMPN 2 Lembang yang berada di wilayah Patahan Lembang sebagai upaya pembetukan sikap kesiapsiagaan bencana. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 158 orang yang terdiri dari kelas VIII. Adapun Instrumen yang digunakan berupa tes pilihan majemuk dan pernyataan menggunakan skala likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi pembelajaran mitigasi bencana dalam pembelajaran IPS berada pada kategori sedang sebesar 51.2%, kemudian implementasi sikap kesiapsiagaan bencana gempa bumi termasuk pada kategori sedang sebesar 66.4% serta berdasarkan nilai signifikansi dapat diketahui Pembelajaran Mitigasi Bencana dan Sikap Kesiapsiagaan Bencana Gempa Bumi adalah sebesar 0.002 < 0.05 dengan memiliki nilai pearson Correlation sebesar 0.240 sehingga adanya hubungan yang signifikan dan positif dengan tingkat hubungan lemah antara Pembelajaran Mitigasi Bencana dengan Sikap Kesiapsiagaan Bencana Gempa Bumi dalam Pembelajaran IPS di SMP Negeri 2 Lembang.
PERSEPSI PESERTA DIDIK SMP KELAS VII TERHADAP PENGGUNAAN AUGMENTED REALITY SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN IPS Salira, Ade Budhi; Logayah, Dina Siti; Holilah, Mina; Rakhman, M. Arief; Tianti, Tri; Darmawan, Rizal Akbar; Kirani, Kirani
Jurnal Ilmiah WUNY Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah WUNY
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jwuny.v5i2.64955

Abstract

Penggunaan augmented reality marak digunakan dalam dunia pendidikan sebagai media pembelajaran hal tersebut dapat membantu dalam meningkatkan proses pembelajaran dan minat belajar peserta didik. Tujuan penelitian ini membahas mengenai persepsi peserta didik setelah menggunakan aplikasi augmented reality dismus selama pembelajaran berlangsung. Metode penelitian memakai deskriptif kuantitatif. Sampel yang dipakai dalam penelitian ini adalah satu kelas di setiap sekolah partisipan yaitu kelas VII-6 (SMP Negeri 51 Bandung), VII-H (SMP Negeri 13 Bandung), VII-C (SMP Labschool UPI) atau setara 80 orang dengan pengambilan data menggunakan angket yang disebar setelah proses pembelajaran berlangsung. Hasil penelitian ini menunjukkan indikator ke pertama hingga terakhir rata-rata peserta didik menjawab setuju sebanyak 55% dan berada pada kategori tinggi sedangkan pada kategori sedang dengan persentase 38% ialah menjawab sangat setuju. Hal ini menunjukkan bahwa augmented reality dismus dapat menjadi media pembelajaran IPS pada materi peninggalan kerajaan Hindu-Budha yang menarik dan inovatif.
Flocycle Project: Mengubah Sampah Botol Plastik Menjadi Simbol Kesadaran Ekologis Peserta Didik Rismawati, Kharina; Azzahra, Audree; Logayah, Dina Siti
El Banar : Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 8 No 2 (2025): El Banar: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : STAI Bani Saleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54125/elbanar.v8i2.1015

Abstract

Krisis lingkungan global akibat eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan menuntut pembelajaran yang mampu menumbuhkan kesadaran ekologis sejak dini. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Flocycle Project (bunga acrylic dari botol plastik bekas) sebagai model pembelajaran lingkungan berbasis proyek yang mengintegrasikan nilai-nilai keberlanjutan dan berpikir sistemik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan tahapan perencanaan, perancangan, pelaksanaan, serta refleksi dan evaluasi. Data diperoleh melalui lembar kerja peserta didik dan dokumentasi proses kegiatan. Hasil menunjukkan bahwa proyek daur ulang botol plastik menjadi bunga akrilik mampu meningkatkan kesadaran ekologis, kreativitas, kolaborasi, serta kemampuan refleksi nilai peserta didik. Peserta memahami keterkaitan antara bahan, proses produksi, dan dampak ekologis sebagaimana prinsip berpikir sistemik yang dikemukakan Meadows dalam The Limits to Growth. Kegiatan ini membuktikan bahwa pembelajaran berbasis proyek dapat menjadi sarana efektif dalam pendidikan untuk keberlanjutan.
ANALISIS BUTIR SOAL MULTIPLE CHOICE MATERI LINGKUNGAN BERKELANJUTAN XI: PENDEKATAAN EVALUASI PEMBELAJARAN UNTUK PEMBANGUNAN KARAKTER EKOLOGIS koswara, mara bira; tisani, salwa dhia; putri, imelda triana; ruhimat, mamat; logayah, Dina siti; triana, igna juli
Reskilling Vol. 1 No. 2 (2025)
Publisher : CV. AKIRA JAVA BULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menghadapi tantangan abad ke-21, pendidikan Indonesia menekankan penerapan soal Higher Order Thinking Skills (HOTS) untuk melatih kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan pemecahan masalah. Soal HOTS mencakup analisis (C4), evaluasi (C5), dan kreasi (C6), mendorong siswa tidak hanya menghafal tetapi juga memahami dan menyelesaikan masalah, termasuk isu lingkungan yang kompleks. Materi lingkungan berkelanjutan di kelas XI SMA penting untuk membangun kesadaran ekologis dan tanggung jawab siswa terhadap pelestarian alam. Penyusunan soal HOTS memerlukan langkah sistematis, mulai dari pemilihan Kompetensi Dasar, penyusunan indikator berbasis ABCD (audiens, perilaku, kondisi, derajat), hingga pembuatan kisi-kisi soal. Penelitian ini bertujuan menganalisis soal pilihan ganda materi lingkungan berkelanjutan bagi siswa kelas XI SMAN 1 Kandanghaur dan SMA Pesantren Unggulan AL-BAYAN. Pelaksanaan dilakukan pada April–Mei 2025 melalui platform Quizizz. Analisis soal mengacu pada prinsip indikator ABCD dan pedoman mutu evaluasi Sunartana (1986). Aspek yang dikaji meliputi validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya pembeda, dan efektivitas pengecoh. Selain itu, berdasarkan taksonomi Anderson dan Krathwohl (2001), soal dianalisis untuk mengukur pengetahuan, sikap, dan keterampilan secara utuh.
PENERAPAN ASESMEN FORMATIF DIGITAL BERBASIS GAMIFIKASI ZEP QUIZ PADA MATERI LITERASI FINANSIAL KELAS IX SMPN 1 CILIMUS Gumilar, Anggun; Logayah, Dina Siti
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v6i1.9047

Abstract

Conventional classroom practices require the use of digital, gamified assessment tools such as Zep Quiz to enhance students’ motivation and the accuracy of learning evaluation. This study focuses on examining the effectiveness of the Zep Quiz digital assessment in improving students’ motivation and the quality of evaluation in financial literacy learning. This research employed a qualitative method with a case study design through observations, interviews, documentation, interactive data analysis, and three procedural stages: preparation, implementation, and reporting. The findings indicate that formative assessment supported by gamification through Zep Quiz increases students’ engagement, motivation, and the quality of feedback in financial literacy learning at SMPN 1 Cilimus. Students actively participated in the assessment, understood their errors more quickly through instant feedback, and showed strong enthusiasm due to game elements such as points and leaderboards. Teachers obtained real-time learning achievement data that enabled them to adjust instruction based on students’ needs. From a gamification perspective, Zep Quiz stimulates both intrinsic and extrinsic motivation through challenges, competition, and digital rewards. Using Rogers’ diffusion of innovation framework, the adoption process of Zep Quiz is reflected in the stages of knowledge, persuasion, decision, implementation, and confirmation experienced by teachers and students. Nevertheless, the study also identifies challenges related to network stability, technical readiness, and students’ varying digital abilities. Overall, Zep Quiz is considered effective as an engaging, adaptive, and relevant formative digital assessment tool for enhancing students’ financial literacy understanding in social studies learning ABSTRAKPembelajaran yang masih konvensional menuntut adanya asesmen digital berbasis gamifikasi seperti Zep Quiz untuk meningkatkan motivasi dan akurasi evaluasi belajar siswa. Penelitian ini berfokus pada efektivitas asesmen digital Zep Quiz dalam meningkatkan motivasi dan kualitas evaluasi literasi finansial. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus melalui observasi, wawancara, dokumentasi, analisis data interaktif, serta prosedur penelitian tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan pelaporan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asesmen formatif berbasis gamifikasi melalui Zep Quiz mampu meningkatkan keterlibatan, motivasi, dan kualitas umpan balik dalam pembelajaran literasi finansial di SMPN 1 Cilimus. Siswa terlihat lebih aktif mengikuti asesmen, lebih cepat memahami kesalahan melalui umpan balik instan, serta menunjukkan antusiasme tinggi berkat elemen permainan seperti poin dan leaderboard. Guru memperoleh data capaian belajar secara real time sehingga dapat menyesuaikan pembelajaran sesuai kebutuhan siswa. Dari perspektif gamifikasi, Zep Quiz memicu motivasi intrinsik dan ekstrinsik melalui tantangan, kompetisi, dan reward digital. Melalui kerangka difusi inovasi Rogers, proses adopsi Zep Quiz terlihat melalui tahapan pengetahuan, persuasi, keputusan, implementasi, dan konfirmasi yang dilalui guru dan siswa. Kendati demikian, penelitian juga menemukan kendala seperti keterbatasan jaringan, kesiapan teknis, dan variasi kemampuan digital siswa. Secara keseluruhan, Zep Quiz efektif sebagai asesmen formatif digital yang menarik, adaptif, dan relevan untuk meningkatkan pemahaman literasi finansial dalam pembelajaran IPS.
Implementasi Penilaian Autentik Berbasis Proyek Pada Mata Pelajaran IPS Untuk Mengembangkan Kreativitas Siswa Hijriati, Faizah; Ruhimat, Mamat; Logayah, Dina Siti
J-PIPS (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial) Vol 12, No 1 (2025): JPIPS
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jpips.v12i1.34683

Abstract

This study aims to examine how the implementation of authentic project-based assessment supports the development of students’ creativity in Social Studies learning at the junior high school level. The research method uses a mixed method approach with a descriptive-exploratory design, this study involved 28 seventh grade students at SMP Negeri 29 Bandung as research subjects. Data were collected through observation, interviews, and project assessments using an authentic rubric based on Torrance’s four creativity indicators: fluency, flexibility, originality, and elaboration. The quantitative findings revealed that the students’ average creativity score was 11.8 out of a maximum of 16 (Good category), with originality showing the highest mean (M = 3.14) and flexibility the lowest (M = 2.79). Theoretically, these results reinforce Torrance’s model of creativity and Amabile’s componential theory within the context of social studies. Methodologically, this study introduces an authentic assessment rubric with high reliability (κ = 0.82). The novelty of this research lies in the application of authentic assessment through a three-dimensional physical project involving recycled materials, which integrates students' cognitive, social, and psychomotor aspects. In practice, the findings highlight the importance of designing contextual, sustainability-oriented projects to foster 21st-century competencies
ADOPSI ASESMEN AUTENTIK PADA PEMBELAJARAN DEEP LEARNING: KAJIAN PERSEPSI GURU BERDASARKAN ATRIBUT INOVASI ROGERS Hidayat, Devi; Logayah, Dina Siti; Ruhimat, Mamat
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i1.9098

Abstract

The implementation of deep learning requires assessment practices that are able to capture learning processes, higher-order thinking skills, and students’ performance in a meaningful way. In this context, authentic assessment is widely regarded as relevant; however, its adoption in schools has not yet been consistently realized. This study aims to explore teachers’ perceptions of authentic assessment adoption in deep learning by examining its characteristics through five innovation attributes: relative advantage, compatibility, complexity, trialability, and observability. A qualitative approach with a single case study design was employed in a public junior high school in Karawang Regency, Indonesia. Ten teachers from diverse subject areas were purposively selected as participants. Data were collected through in-depth interviews, classroom observations, and document analysis, and were analyzed thematically. The findings reveal that teachers perceive authentic assessment as advantageous for assessing learning processes, higher-order thinking skills, and student performance, particularly in practice-oriented subjects. Nevertheless, variations were found in terms of compatibility and observability across subjects, while implementation complexity emerged as a major constraint. Overall, authentic assessment adoption remains at an early stage and requires stronger school-level policy support, more structured assessment instruments, and continuous development of teachers’ assessment competence to ensure sustainable implementation. ABSTRAKPenerapan pembelajaran deep learning menuntut sistem asesmen yang mampu merepresentasikan proses belajar, kemampuan berpikir tingkat tinggi, dan capaian belajar siswa secara bermakna. Dalam konteks ini, asesmen autentik dipandang relevan, namun implementasinya di tingkat sekolah belum berlangsung secara konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi guru terhadap adopsi asesmen autentik dalam pembelajaran deep learning dengan menelaah karakteristik adopsinya melalui lima atribut inovasi, yaitu keunggulan relatif, kesesuaian, kompleksitas, kemungkinan dicoba, dan keteramatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal yang dilaksanakan di salah satu SMP negeri di Kabupaten Karawang. Informan penelitian terdiri atas sepuluh guru dari berbagai mata pelajaran yang dipilih secara purposive. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi pembelajaran, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memersepsikan asesmen autentik memiliki keunggulan dalam menilai proses belajar, kemampuan berpikir tingkat tinggi, dan unjuk kerja siswa, terutama pada mata pelajaran berbasis praktik. Namun demikian, tingkat kesesuaian dan keteramatannya bervariasi antar mata pelajaran, sementara kompleksitas penerapan menjadi hambatan utama. Secara keseluruhan, adopsi asesmen autentik masih berada pada tahap awal dan memerlukan dukungan kebijakan sekolah, ketersediaan perangkat asesmen yang terstruktur, serta penguatan kompetensi guru agar implementasinya berkelanjutan.