Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Formulation of Ethyl p-Methoxycinnamate (EPMC) Clay Mask as an Anti-Acne Agent Using a Box–Behnken Design Andriyannto, Adit; Legowo, Wahyu Priyo; Firmansyah, Adang; Rachmaniar, Revika
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 13, No 2 (2026)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ijpst.v13i2.68948

Abstract

Jerawat merupakan gangguan kulit yang umum terjadi dan memengaruhi sekitar 80–85% remaja serta dewasa muda di Indonesia. Pada penelitian sebelumnya, ethyl p-methoxycinnamate (EPMC) merupakan senyawa utama dari rimpang kencur (Kaempferia galanga L.) yang memiliki aktivitas antibakteri dengan konsentrasi hambat minimum (KHM) sebesar 1,2% b/v terhadap Cutibacterium acnes, bakteri utama penyebab jerawat. Dalam upaya meningkatkan kemudahan penggunaan dan potensi terapinya, dikembangkan sediaan masker clay sebagai sistem penghantaran topikal yang inovatif. Penelitian ini bertujuan memperoleh formula masker clay yang teroptimasi menggunakan Desain Box–Behnken, dengan kaolin (15–30% b/b), bentonit (1–2% b/b), dan xanthan gum (0,5–1% b/b) sebagai faktor, serta respon yang dievaluasi meliputi pH, viskositas, dan waktu mengering. Optimasi menghasilkan formula optimum yang mengandung 26,925% b/b kaolin, 1,808% b/b bentonit, dan 0,854% b/b xanthan gum dengan nilai desirabilitas 1,000. Masker clay optimum memiliki pH 7,560 ± 0,0899, viskositas 20.583,33 ± 650,85 mPa·s, waktu mengering 25,58 ± 1,36 menit, daya sebar 4,038 ± 0,096 cm, daya lekat 8,80 ± 1,018 detik dan uji antibakteri menunjukkan zona hambat sedang sebesar 6,969 ± 0,896 mm, lebih besar dibandingkan EPMC murni. Secara keseluruhan, formula optimum masker clay EPMC menunjukkan sifat fisik yang baik serta aktivitas antibakteri dalam kategori sedang yang berpotensi mendukung terapi jerawat.
Penyuluhan dan Pemeriksaan Kesehatan: Upaya Skrining Penyakit Tidak Menular di Desa Neglasari, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung Irma Erika Herawati; Eky Septian Pradana; Wempi Eka Rusmana; Deby Tristiyanti; Novi Irwan Fauzi; Falerina Puspita; M. Hilmi Fathurrahman; Nia Kurnia Sari; Maria Ulfah; Wahyu Priyo Legowo; Melvia Sundalian
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i4.23564

Abstract

ABSTRAK Kesehatan merupakan aspek fundamental dalam kehidupan manusia yang perlu senantiasa dijaga serta diperhatikan.  Penyakit tidak menular (PTM) saat ini merupakan masalah dalam kesehatan yang menyebabkan keprihatinan nasional dan global. Yang termasuk ke dalam PTM dan penyebab morbiditas dan mortalitas di Indonesia seperti hipertensi, diabetes melitus, dan penyakit jantung koroner. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk melakukan penyuluhan dan skrining kesehatan terhadap penyakit diabetes melitus, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai PTM. Metode yang digunakan adalah pemeriksaan berat badan, tekanan darah, kadar glukosa darah sewaktu, penyuluhan mengenai penyakit diabetes mellitus dan hipertensi melalui flyer, juga pemeriksaan kesehatan oleh dokter, disertai pemberian informasi obat oleh apoteker. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada hari sabtu, 13 September 2025 di tempat mitra yaitu Apotek Walitama yang dihadiri oleh 100 peserta. Hasil skrining kesehatan yang dilakukan, terdapat 49 peserta yang menderita hipertensi dan 4 orang yang menderita diabetes melitus.  Dari kegiatan skrining kesehatan didapatkan hasil pemeriksaan tekanan darah dan kadar glukosa sewaktu dengan hasil sebagian besar adalah normal. Semua peserta merasakan manfaat dari kegiatan skrining penyakit tidak menular, sehingga tujuan skrining kesehatan sebagai upaya peningkatan kesadaran terhadap penyakit tidak menular dapat tercapai. Kata Kunci: Skrining, Kesehatan, Diabetes, Hipertensi .  ABSTRACT Health is a fundamental aspect of human life that needs to be constantly maintained and paid attention to. Non-communicable diseases (NCDs) are currently a health problem that causes national and global concern. Included in NCDs and causes of morbidity and mortality in Indonesia are hypertension, diabetes mellitus, and coronary heart disease. The purpose of this community service activity is to conduct health education and screening for diabetes mellitus, to increase public awareness about NCDs. The methods used are checking body weight, blood pressure, random blood glucose levels, education about diabetes mellitus and hypertension through flyers, as well as health checks by doctors, accompanied by the provision of drug information by pharmacists. This community service activity was carried out on Saturday, September 13, 2025 at a partner location, namely Walitama Pharmacy, which was attended by 100 participants. The results of the health screening carried out, there were 49 participants suffering from hypertension and 4 people suffering from diabetes mellitus. From the health screening activity, the results of blood pressure and random glucose levels were obtained with the results being mostly normal. All participants felt the benefits of non-communicable disease screening activities, so that the goal of health screening as an effort to increase awareness of non-communicable diseases could be achieved.  Keywords: Screening, Health, Diabetes, Hypertension.
MOLECULAR WEIGHT MODIFICATION OF CARRAGEENAN USING ALPHAAMYLASE ENZYME TO ENHANCE FUNCTIONALITY AND INDEPENDENCE OF PHARMACEUTICAL RAW MATERIALS Ferdiansyah, Rival; Legowo, Wahyu Priyo
Jurnal Farmasi Kryonaut Vol 5 No 2 (2026): JFK
Publisher : LPPM STIKES BULELENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59969/jfk.v5i2.123

Abstract

Karagenan merupakan salah satu polimer dengan rantai molekul panjang yang berkontribusi pada bobot molekulnya yang relatif besar. Karakteristik ini membatasi potensi penggunaan karagenan sebagai bahan tambahan dalam formulasi obat. Oleh karena itu, diperlukan modifikasi bobot molekul untuk meningkatkan sifat fungsionalnya, sehingga penggunaannya dalam aplikasi farmasi dapat diperluas. Salah satu metode untuk mengubah bobot molekul karagenan adalah melalui hidrolisis enzimatis. Dalam penelitian ini, enzim yang digunakan adalah alfa-amilase. Proses hidrolisis dilakukan dengan menginkubasi larutan karagenan selama 3 jam pada suhu 37°C dengan pH 5,6, dan dilakukan pengamatan setiap 10 menit. Pengukuran bobot molekul dilakukan berdasarkan viskositas intrinsik menggunakan persamaan Mark-Houwink. Hasil penelitian menunjukkan bahwa durasi inkubasi yang lebih lama menyebabkan penurunan bobot molekul karagenan. Penurunan bobot molekul yang paling signifikan terjadi pada menit ke-30, yang turut memengaruhi hasil uji fisik padatan.