Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

EFFECTS OF MAGGOT MEAL AND GONGGONG SHELL MEAL ON MOLTING AND GROWTH PERFORMANCE OF MUD CRAB (Scylla serrata) Sinaga, Daniel; Nasmi , Jannesa; Manullang , Benny
Jurnal Perikanan Unram Vol 15 No 6 (2025): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v15i6.1989

Abstract

Efisiensi pakan dan kecukupan mineral untuk mendukung molting serta pertumbuhan merupakan kendala utama dalam budidaya kepiting bakau (Scylla serrata). Penelitian ini bertujuan untuk menilai pengaruh suplementasi tepung maggot (Hermetia illucens) dan tepung cangkang gonggong dalam formulasi pakan terhadap frekuensi molting, pertumbuhan, dan kelangsungan hidup kepiting bakau. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri atas tiga perlakuan, yaitu A (kontrol pakan rucah), B (pakan + 5% tepung maggot + 1% tepung cangkang gonggong), dan C (pakan + 10% tepung maggot + 3% tepung cangkang gonggong), masing-masing dengan lima ulangan. Pemeliharaan dilakukan selama 30 hari dengan pemberian pakan sebanyak 5% biomassa per hari. Parameter yang diamati meliputi pertambahan bobot mutlak, laju pertumbuhan spesifik (SGR), frekuensi molting, kelangsungan hidup, analisis proksimat pakan, dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan C memberikan hasil pertumbuhan tertinggi (bobot mutlak 39,00 g; SGR 1,30%/hari) dibandingkan dengan perlakuan B (18,00 g; 0,60%/hari) dan A (6,60 g; 0,22%/hari). Analisis proksimat menunjukkan peningkatan kandungan protein (36,42%) dan abu (12,35%) pada formulasi dengan tambahan cangkang gonggong. Kelangsungan hidup kepiting tetap tinggi dengan nilai A = 100%, B = 87%, dan C = 93%, sementara tidak terdapat individu yang mengalami molting selama masa penelitian. Secara keseluruhan, suplementasi 10% tepung maggot dan 3% tepung cangkang gonggong mampu meningkatkan pertumbuhan kepiting bakau, namun belum efektif dalam merangsang proses molting.
Transformasi Digital Sekolah Piloting: Pengembangan dan Pelatihan Website Profil sebagai Media Informasi dan Promosi di SDN 012 Tanjungpinang Kota Irawan, Feri; Efranda, Nolan; Slam, Berta Erwin; Herikson, Rifaldi; Fahmitra, Novrizal Fattah; Magfira, Fortia; Pertiwi, Marisha; Sinaga, Daniel
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/060b5j02

Abstract

Pemanfaatan teknologi informasi di lingkungan sekolah dasar menjadi langkah strategis dalam meningkatkan efektivitas kegiatan belajar dan administrasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di SD Negeri 012 Tanjungpinang Kota dengan tujuan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan Sistem Informasi Manajemen Sekolah (SIMS) yang dapat membantu dalam pengelolaan data akademik, kehadiran siswa, jadwal pelajaran, serta administrasi guru dan staf. Permasalahan yang dihadapi sekolah sebelumnya adalah proses administrasi yang masih dilakukan secara manual, sehingga menghambat efisiensi dan akurasi pengelolaan data. Melalui kegiatan ini, tim pengabdian melakukan analisis kebutuhan, perancangan sistem berbasis web, serta pelatihan penggunaan sistem bagi guru dan tenaga kependidikan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan SIMS mampu meningkatkan kecepatan akses informasi, mempermudah proses pencatatan dan pelaporan, serta mendukung transparansi dalam pengelolaan administrasi sekolah. Selain itu, guru menjadi lebih terbiasa dalam memanfaatkan teknologi digital untuk menunjang kegiatan belajar mengajar. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi dalam mendorong transformasi digital di lingkungan pendidikan dasar dan memperkuat kapasitas sekolah dalam pengelolaan informasi secara efektif dan berkelanjutan.
Comparative growth performance of Kappaphycus striatus and the green variety of Kappaphycus alvarezii under longline cultivation Muzahar, Muzahar; Raza’I, T. Said; Viruly, Lily; Wulandari, Rika; Miranti, Shavika; Putri, Dwi Septiani; Yulianto, Tri; Bakkara, Okto Rimandi; Irawan, Henky; Sinaga, Daniel; Nasmi, Jannesa; Andia, Bherly; Saputra, Rio; Bahri, Samsul; Lovina, Ronaldy; Darmawan, David; Syafiq, R. Muhammad
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica, Vol. 12: No. 3 (December, 2025)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v12i3.21565

Abstract

This study compares the growth of two seaweed species, Kappaphycus striatus and Kappaphycus alvarezii (green variety), using the longline method in the waters of Pelakak Village, Lingga Regency. This research aims to identify differences in daily growth rates and environmental factors affecting the productivity of both seaweed species. The study was conducted over 45 days using a randomized block design with two treatments and four replications. Measured parameters included absolute weight growth, specific growth rate, and water quality. The results showed that K. alvarezii (green variety) exhibited a higher daily growth rate (0.55% weight/day) compared to K. striatus (0.31% weight/day). Environmental factors such as temperature (28–30°C), salinity (30–31 ppt), and pH (7.1–7.4) were within the optimal range, but the current velocity (0.4–0.5 m/s), which exceeded the standard, potentially inhibited growth an increased the risk of talus damage. The t-student test indicated no significant difference in growth between the two seaweed species (p>0.05). These findings suggest that K. alvarezii (green variety) is more adaptive to local environmental conditions than K. striatus, although current velocity and pest presence remain challenges in seaweed cultivation. This study contributes to optimizing seaweed farming strategies in coastal areas. Keywords: Growth; Kappaphycus striatus; Kappaphycus alvarezii Green Variety; Longline
Efektivitas Pupuk Anorganik Yang Berbeda Untuk Substtusi Urea Sebagai Sumber Nitrogen Pada Nutrien Kultur Nannochloropsis sp. Ilyas, Muhammad Ilyasya; Ilyasya, Muhammad; Irawan, Henky; Sinaga, Daniel
Jurnal Intek Akuakultur Vol. 8 No. 1 (2026): Intek Akuakualtur
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nitrogen is one of the nutrients needed by Nannochloropsis sp., but there has been no determination of fertilizer dosage based on fertilizer nitrogen sources. This study aims to determine the provision of inorganic fertilizers capable of substituting urea in the culture nutrients of Nannochloropsis sp. and to find out inorganic fertilizers that are effective for use as a nitrogen source for the Nannochloropsis sp. cell population. This study used a Completely Randomized Design (CRD) with 1 control and 3 treatments, namely: Control (Urea 50 mg / L Urea, Za, TSP, EDTA), treatment A (NPK Fertilizer 16 16 16, Za, TSP, EDTA), treatment B (Calcium Nitrate Fertilizer, ZA, TSP, EDTA), treatment C (Calcium Ammonium Nitrate Fertilizer, ZA, TSP, EDTA), each with 3 replications. The parameters observed included daily density, peak population, doubling time, water quality and light intensity. The results showed that during 7 days of maintenance, the highest daily density of Nannochloropsis sp. cells was found on D-5 of maintenance with the highest growth in treatment C (Calcium Ammonium Nitrate Fertilizer) which was 18,528,611 cells/ml with the fastest doubling time in treatment C (Calcium Ammonium Nitrate Fertilizer) which was 37.04 cells/hour and the lowest growth in treatment A (NPK 16 16 16 Fertilizer) which was 17,128,611 cells/ml with the longest doubling time in the control (Urea Fertilizer) which was 46.6 cells/hour. The peak population for the control and all treatments was found on D-5 of maintenance. The light intensity during the study ranged from 6,357 lux. These results indicate that NPK 16 16 16, Calcium Nitrate and Calcium Ammonium Nitrate fertilizers are able to substitute urea as a nitrogen source in the nutrient culture of Nannochloropsis sp. and the three organic fertilizers are effective in being used as a nitrogen source for the Nannochloropsis sp. cell population.