Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Perbedaan Daya Tahan Aerobik Mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Cendrawasih Setelah Melakukan Tari Yospan Yohanis Manfred Mandosir; Junalia Muhammad; Sopater Asyena Pais; Budi Kristanto; Nasruddin
Indonesian Journal of Kinanthropology (IJOK) Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Pendidikan Kesehatan dan Rekreasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1373.879 KB) | DOI: 10.26740/ijok.v2n2.p95-100

Abstract

Background: Yospan dance is a form of participation to protect Papuan cultural values and can be used to improve student fitness. The purpose of this study was to determine whether the Yospan dance had an effect on the aerobic endurance of FIK-2019 students Methods: This study is a quasi-experimental study with one group pretest and posttest design, with variables: 1. Yospan dance performed to the accompaniment of wasimba song and 2. Aerobic endurance measured by running 2.4 km. The population in this study were all FIK Uncen students and the sample was FIK students class 2019 who contracted the Yospan course totaling 14 respondents. Results: The results of the study were analyzed using paired t-tests and the result was that there was no effect of Yospan dance on the aerobic endurance of FIK 2019 students, as evidenced by the value of Sig = 0.20 > 0.05 Conclusions: Based on the results of the Paired T test and the discussion above, the conclusion that can be drawn from this study is that there is no difference in the aerobic endurance of FIK Uncen students before and after the Yospan dance practice.
The Effect of Red Fruit Oil on Maximum Physical Activity on Leukocyte Counts Yohanis Manfred Mandosir; I Putu Eka Wijaya Putra; Budi Kristanto
Formosa Journal of Science and Technology Vol. 2 No. 4 (2023): April 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/fjst.v2i4.3901

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of giving red fruit oil on maximum physical activity and the number of leukocytes. This type of research is quasi-experimental with a randomized pretest and posttest design. The sample for this research is 10 (ten) people who are students of the Sports Science Study Program at the Faculty of Sports Science, University of Cenderawasih. Furthermore, the data were processed with statistics at a significance level of 5% with the help of the SPSS version 22 program. The results showed that: 1) in the group given red fruit oil, there was an increase in the number of leukocytes, which was less before maximum exercise than in the group not given red fruit oil; and 2) in the group given red fruit oil, there was a decrease in the number of leukocytes after maximal exercise compared to the group not given red fruit oil.
PAPEDA: Pelatihan Penyusunan Menu Seimbang bagi Pelatih Olahraga dan Atlet di SMANKOR Jayapura Papua Evi Sinaga; Yohanis Manfred Mandosir; Eva Sinaga; Tri Setyo Guntoro; Rodhi Rusdianto Hidayat
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i6.9634

Abstract

ABSTRAK Gizi merupakan komponen penting yang mendukung pencapaian prestasi olahraga. Ketersediaan ahli gizi olahraga masih sangat terbatas di Papua. Hal ini menyebabkan kebanyakan pelatih di daerah merangkap sebagai ahli gizi. Namun, pelatih maupun atlet memiliki pengetahuan dan keterampilan yang terbatas mengenai pengaturan gizi yang sesuai dengan kebutuhan atlet. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan mengenai pemilihan menu seimbang pada pelatih olahraga dan atlet.  Kegiatan ini tersusun dalam rangkaian proses kegiatan persiapan kegiatan dan pelaksanaan kegiatan. Metode pelaksanaan kegiatan yaitu edukasi dan pendampingan. Edukasi atau penyampaian materi menggunakan metode ceramah, diskusi, praktek serta evaluasi. Sebanyak 48 peserta (41 siswa dan 6 orang guru/pelatih) mengikuti kegiatan yang berlangsung selama 1 hari pada Pukul 09.00 – 12.00 WIT. Peserta mengikuti materi dengan antusias hingga akhir kegiatan.  Kegiatan ini berjalan lancar dan peserta mampu memahami materi dan mempraktekkan pemilihan menu bagi atlet. Harapannya, secara berkelanjutan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan bagi dirinya sendiri ataupun bagi atletnya. Kata Kunci: Menu Seimbang, Pelatih, Atlet, Papua  ABSTRACT Nutrition is an important component that supports sports achievements. The availability of sports nutritionists is still limited in Papua. This led coaches in the regions to also serve as nutritionists. Coaches and Athletes also have limited knowledge and skilss regarding nutritional arrangements that suit the needs of athletes. The purpose of this service was to provide knowledge and skills regarding selecting a balanced menu for coaches and athletes. This activity was conducted in a series of activities of preparation of activities and the implementation. The method used in the implementation were education and mentoring. Education or delivery of material using lecture, discussion, practice and evaluation methods. A total of 48 participants (41 students and 6 teachers/trainers) took part in the activity which lasted for 1 day at 09.00 – 12.00 WIT.  Participants followed the material enthusiastically until the end of the activity. This activity ran smoothly and the participants were able to understand the material and practice selecting menus for athletes. Hopefully, on an ongoing basis the knowledge and skills acquired might be applied to themselves or to their athletes. Keywords: Balanced Menu, Coaches, Athletes, Papua
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Kegemukan Pada Anak Taman Kanak-Kanak (TK) di TK Kartika VI-6 Bucen III Waena Tahun 2013 Lyri Anita; I Rai Ngardita; Maxsi Irmanto; Sarni Bella; Yohanis Mandosir; Samuel Piter Irab
SPORT-Mu: Jurnal Pendidikan Olahraga Vol 2, No 1 (2021): SPORT-Mu JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.188 KB) | DOI: 10.32528/sport-mu.v2i1.9040

Abstract

Pada era globalisasi saat ini, usia 5-15 tahun merupakan usia yang cukup rentan untuk menderita kegemukan sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui genetik, asupan energi, asupan protein, aktivitas fisik, hubungan genetik, asupan energi, asupan protein, serta aktivitas fisik, dan faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian kegemukan pada anak TK di TK Kartika VI-6 Bucen III Waena. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan cross sectional terhadap 50 anak TK Kartika VI-6 Bucen III. Data di uji dengan menggunakan teknik uji Chi Square dan analisis multivariat dengan uji regresi logistik ganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa anak TK yang mengalami kegemukan sebanyak 26 orang (52%), genetik dari orang tua positif sebanyak 40 orang (80%), asupan energi berlebih sebanyak 31 orang (62%), asupan protein berlebih sebanyak 42 orang (84%), aktivitas ringan sebanyak 25 orang (50%). Hasil uji chi-square menunjukkan bahwa ada hubungan antara genetik (p-value=0,004), asupan energi (p-value=0,000), dan aktivitas fisik (p-value=0,011) dengan kejadian kegemukan pada anak TK, sedangkan hubungan antara asupan protein dengan kejadian kegemukan tidak menunjukkan adanya hubungan (p-value=0,132). Hasil uji regresi logistik ganda menunjukkan bahwa variabel yang paling berpengaruh terhadap kejadian obesitas adalah asupan energi (OR = 38,357).
PELATIHAN GIZI OLAHRAGA BAGI SISWA, GURU, DAN PELATIH SMA NEGERI KEBERBAKATAN OLAHRAGA PAPUA Daniel Womsiwor; Yohanis M. Mandosir
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023): Volume 4 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i4.19650

Abstract

Siswa Sekolah Menengah Atas Negeri Keberbakatan Olahraga (SMANKOR) Papua, selain pelajar mereka juga adalah atlet beberapa cabang olahraga seperti; sepakbola, tinju, dayung, atletik dan bola voli sehingga wajib mendapatkan materi pelatihan gizi olahraga termasuk guru dan pelatih. Sehingga setelah dilaksanakan kegiatan ini maka diharapkan penerapan gizi olahraga yang baik dan benar dapat dilaksanakan. Adapun metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut adalah 1) ceramah dan diskusi, 2) praktek menghitung kebutuhan energi dan zat gizi, dan 3) Evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa Pelatihan gizi olahraga bagi siswa, guru dan pelatih Sekolah Menengah Atas Negeri Keberbakatan Olahraga (SMANKOR) Papua berjalan lancar sesuai dengan waktu yang direncanakan dengan antusias dan umpan balik yang baik oleh siswa, guru maupun pelatih. Sebagai rekomendasi, penyampaian materi gizi olahraga sebaiknya diberikan juga kepada pengelola makanan di asrama baik itu perencana anggaran, pengelola menu makanan dan tenaga pengolah bahan makanan mengingat siswa Sekolah Menengah Atas Negeri Keberbakatan Olahraga (SMANKOR) Papua termasuk sekolah berpola asrama yang mendapatkan pelayanan makan.
Profile of Energy Consumption Levels, Protein, Infectious Diseases, and Nutritional Status of Toddlers at Abepura Community Health Center, Kota Baru Urban Village Rosmin M. Tingginehe; Suriani Korwa; Samuel Piter Irab; Nova F. Rumaropen; Yohanis M. Mandosir; Sarni Rante Allo Bela; Evi Sinaga; Budi Kristanto
Formosa Journal of Science and Technology Vol. 2 No. 11 (2023): November 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/fjst.v2i11.6814

Abstract

Nutritional status is a measure of the success of fulfilling nutrition in children which is shown through the achievement of weight for age. The nutritional status of toddlers is very significant as a starting point for physical certainty in adulthood. This research method is quantitative research using a descriptive approach. The research involved a population of 420 toddlers and 111 samples of toddlers at the Abepura Community Health Center, Kota Baru Urban Village, taken using the purposive sampling method. The research results showed that the dominant level of energy consumption among respondents was in the good category, 80 respondents (72.1%), while in the poor category there were 31 (27.9%).
Hubungan Aktivitas Fisik dan Asupan Nutrisi dengan Status Gizi Mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan: Hubungan Aktivitas Fisik dan Asupan Nutrisi dengan Status Gizi Mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan Islam, Syahrizal; Manfred Mandosir, Yohanis; Sinaga, Evi
JURNAL OLAHRAGA PAPUA Vol 5 No 1 (2023): JUNE
Publisher : Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/jop.v5i1.3950

Abstract

This study aims to: (1) Determine the relationship between physical activity and nutrional status in 2018 and 2019 Students of the Faculty of Sport Science Cenderawasih University. (2) Find out the relationship between intake of nutrients and nutrional status of 2018 and 2019 students of the faculty of sport science Cenderawasih University. (3) Determine the relationship between physical activity and intake of nutrients with the nutrion status of 2018 and 2019 Students of the Faculty of Sport Science Cenderawasih University. The method used in this research was correlation. The variable in this study were (1) physical activity (2) intake of nutrients (3) nutrion status. The sample of study was the Students of the Faculty of Sport Science Class of 2018 and 2019 which amounted to 48 people. The data analysis technique used normality test, and hypothesis testing used spearman rank and multiple correlation test with the help of SPSS Version 25. From the result of data analysis obtained: (1) Rank Spearman test results show a significance value of less than P= 0,049 < 0,05, meaning that the hypothesis was accepted. (2) rank spearman that result show a signifinance value more than P=0,837 < 0,05, meaning that the hypothesis is rejected. (3) the result of multiple correlations show that the significance value was more than P= 0,414 > 0,05, meaning that the hypothesis was rejected.
Kualitas Pembelajaran PENJASORKES (IMT, Kebugaran dan Keefektifan Pembelajaran) di Kota Jayapura Mandosir, Yohanis Manfred; Prima Putra, Miftah Fariz
Jurnal Segar Vol. 5 No. 1 (2017): Jurnal SEGAR, Volume 5 Nomor 1, November 2017
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.178 KB) | DOI: 10.21009/segar.0501.05

Abstract

Abstrak. Penelitian ini diarahkan untuk mengungkap IMT siswa, tingkat kebugaran siswa, dan keefektifan pembelajaran penjasorkes di SMA se-Wilayah Kota Jayapura serta untuk mengetahui hubungan antara IMT dan tingkat kebugaran dengan keefektifan pembelajaran penjasorkes. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah SMA di wilayah Kota Jayapura. Dengan teknik samplingMultistages Random Sampling(MRS)diperoleh4 SMA yang sesuai dengan tujuan peneltian, yaitu: SMA Negeri 1 Jayapura, SMK Negeri 5 Jayapura, SMA Muhammadiyah Jayapura, SMA YPPK Teruna Bhakti Jayapura. Sampel guru sebanyak 4 orang sedangkan sampel siswa sebanyak 155 siswa. Untuk pengumpulan data digunakan tiga instrumen, yaitu dokumentasi, tes, dan Formative Class Evaluation (FCE). Dokumentasi digunakan untuk mendapatkan data tentang gambaran visual siswa serta proses pembelajaran penjasorkes. Tes digunakan untuk mendapatkan data tentang IMT dan tingkat kebugaran siswa. Untuk mengetahui keefektifan pembelajaran penjasorkes akan digunakan FCE. Teknik analisis data yang digunakan ada dua, yaitu deskriptif dan regresi linier sederhana yang dikerjakan dengan bantuan program SPSS versi 21. Hasil penelitian menemukan (1). 70% IMT siswa SMA di wilayah Kota Jayapura berkategori normal, (2). 54,74%tingkat kebugaran siswa SMA di wilayah Kota Jayapura berkategori kurang, (3) Keefektifan pembelajaran penjasorkes di sekolah SMA di wilayah Kota Jayapura menunjukkan hasil yang sangat baik, (4) Ada hubungan antara IMT, tingkat kebugaran dengan keefektifan pembelajaran penjasorkes. Kata Kunci: IMT, tingkat kebugaran, keefektifan pembelajaran penjasorkes
The Effect Of Basic Movement Training Methods On Increasing Badminton Forehand Long Service Hitting Ability In PB Children FIK Muhammad, Junalia; Charlos Fredo Rahanyaan, Onri; Nasruddin, Nasruddin; wandik, yos; Sari Gracia Sinaga, Friska; Manfred Mandosir, Yohanis; CS, Ansar; Mawo Paisei, Alfius; Meage, Ferans
Indonesian Journal of Physical Activity Vol. 4 No. 1 (2024): November-April
Publisher : PT Mediatama Zayna Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59734/ijpa.v4i1.51

Abstract

Permainan bulutangkis sangat digemari oleh anak-anak sebagai sarana untuk bermain. Proses latihan bulutangkis bagi anak lebih kepada peningkatan keterampilan gerak dasar serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya seperti disiplin, kerjasama, sportivitas, dan menghargai lawan. Dengan demikian, anak bisa bermain dan belajar. Namun, salah satu teknik dasar yang harus dikuasai dengan baik agar bisa bermain adalah servis, karena servis merupakan serangan awal yang dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan poin atau angka. Servis dapat dilakukan melalui servis panjang maupun servis pendek. Namun kebanyakan anak tergolong pemula, maka jenis servis yang pertama dilatih adalah servis panjang forehand. Servis panjang forehand adalah pukulan servis dalam permainan tunggal yang dicirikan servis yang tinggi dan jauh kebelakang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh dari pemberian metode latihan gerak dasar terhadap peningkatan kemampuan servis panjang forehand bulutangkis pada anak-anak PB.FIK. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian Eksperimen Kuasi dengan model One Group Pretest Posttest Design. Variabel dalam penelitian terdiri atas dua variable yaitu variable bebas adalah metode latihan gerak dasar, dan variable terikat adalah servis panjang forehand. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 6 anak. Adapun Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uji Deskriptif, Uji Normalitas, dan Uji t Dependent (berpasangan) dengan bantuan SPSS Version 21 & 22.
Strategi peningkatan nutrisi bagi pesilat muda melalui pemberdayaan pelatih dan wali pesilat di Kota Jayapura Saharuddin Ita; Rodhi Rusdianto Hidayat; Agus Zainuri; Evi Sinaga; Miftah Fariz Prima Putra; Ermelinda Yersin Putri Larung; Yos Wandik; Yohanis Manfred Mandosir; Kurdi Kurdi; Junalia Muhammad; Nasruddin Nasruddin; I Putu Eka Wijaya Putra; Muhammad Fitrah Mubarak; Irfan Deny Oktavian; Meilani Paulina Lewier; Raihan Ramadhan Abdullah; Jems R. Awantano
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.28788

Abstract

AbstrakPencak Silat sebagai warisan budaya Indonesia memiliki potensi besar untuk dikembangkan, termasuk melalui peningkatan kualitas nutrisi atlet muda. Namun, di Kota Jayapura, rendahnya pemahaman pelatih dan wali pesilat mengenai prinsip nutrisi olahraga menjadi hambatan bagi optimalisasi performa dan kesehatan atlet. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan nutrisi pelatih dan wali pesilat muda di Perguruan Persinas ASAD Kota Jayapura. Dengan melibatkan 82 peserta yang terdiri dari 10 pelatih, 25 wali pesilat, dan 47 pesilat muda, program ini dilakukan selama enam bulan melalui lokakarya, pelatihan, pendampingan, serta penggunaan aplikasi Calorie Counter Easy Fit Pro. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan nutrisi sebesar 46,8% pada semua kelompok peserta berdasarkan skor pre-test dan post-test. Pelatih pria mencatat skor post-test tertinggi (87,1), sementara wali pesilat mencapai skor 76,3. Pendampingan aplikasi berhasil meningkatkan keterampilan peserta dalam merencanakan diet dan memantau kebutuhan gizi atlet. Hambatan utama berupa keterbatasan akses teknologi dan variasi tingkat pengetahuan awal berhasil diatasi dengan strategi pelatihan adaptif. Program ini memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesadaran nutrisi, kemandirian pelatih dan wali, serta kesehatan dan performa pesilat muda. Keberhasilan ini menunjukkan potensi replikasi program pada komunitas olahraga lain. Evaluasi lebih lanjut diperlukan untuk memastikan keberlanjutan dan pengembangan program ini. Kata kunci:  nutrisi olahraga; pencak silat ; pemberdayaan; aplikasi manajemen nutrisi; pesilat muda. AbstractPencak Silat, as Indonesian cultural heritage, holds significant potential for development, including through improving the nutritional quality of young athletes. However, in Jayapura City, the low understanding of coaches and parents of Pencak Silat athletes regarding sports nutrition principles hinders the optimization of athletes' performance and health. This community service program aimed to increase the nutrition knowledge of coaches and parents of young athletes at Persinas ASAD Pencak Silat School in Jayapura City. Involving 82 participants consisting of 10 coaches, 25 parents, and 47 young athletes, this program was conducted over six months through workshops, training, mentoring, and the use of the Calorie Counter Easy Fit Pro application. The results showed an average increase in nutrition knowledge of 46.8% across all participant groups based on pre-test and post-test scores. Male coaches recorded the highest post-test score (87.1), while parents of athletes achieved a score of 76.3. Application mentoring successfully improved participants' skills in planning diets and monitoring athletes' nutritional needs. The main obstacles in the form of limited access to technology and variations in initial knowledge levels were successfully overcome with adaptive training strategies. This program made a real contribution to increasing nutritional awareness, the independence of coaches and parents, as well as the health and performance of young athletes. This success demonstrates the potential for replicating the program in other sports communities. Further evaluation is needed to ensure the sustainability and development of this program. Keywords: sports nutrition; encak silat; empowerment; nutrition management application; young athletes.