Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Effectiveness of Smoke-Free Area (KTR) Policy in Schools: A Study on High School and Vocational School Students in Padang City Iqbal, Wira; Azmi, Fadilla
Qawwam : The Leader's Writing Vol. 6 No. 2 (2025): December
Publisher : Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah Insitut Agama Islam Negeri Kerinci

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/qawwam.v6i2.505

Abstract

Adolescent smoking behavior poses a serious challenge to public health. This study aims to analyze the effectiveness of the Smoke-Free Area (SFA) policy in two high schools in Padang City. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation involving 37 students from Senior High School X and Vocational High School Y West Sumatera. The study findings revealed that although most students support the SFA policy, there is still inconsistency between their attitudes and actual behavior, mainly due to the lack of teacher role models and limited visibility of the policy. This study concludes that the success of the SFA policy depends not only on formal regulations but also on consistent implementation and active involvement of the entire school community. Participatory approaches and behavioral modeling are the main strategies for the policy's success in the educational environment.
Peran Faktor Pendukung dalam Hubungan Efektivitas Implementasi dan Kepatuhan Kawasan Tanpa Rokok Iqbal, Wira; Gusti, Aria; Kinanti, Puan Gadih; Tulzahra, Afifah
ARKESMAS [Arsip Kesehatan Masyarakat] Vol 10 No 2 (2025)
Publisher : UHAMKA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/arkesmas.v10i2.21221

Abstract

ABSTRAK Kawasan Tanpa Rokok (KTR) merupakan kebijakan strategis dalam upaya pengendalian konsumsi tembakau dan perlindungan masyarakat dari paparan asap rokok. Namun, efektivitas implementasi kebijakan ini di tingkat pemerintahan lokal masih bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara efektivitas implementasi kebijakan KTR, faktor pendukung dan penghambat, serta kepatuhan terhadap kebijakan di lingkungan kantor camat. Desain penelitian yang digunakan adalah potong lintang dengan jumlah responden sebanyak 101 orang, terdiri dari pegawai dan pengunjung kantor camat di Kota Padang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis secara deskriptif, bivariat, serta multivariat dengan uji regresi jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas implementasi KTR berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan individu (p < 0,001) dan sebagian pengaruh tersebut dimediasi oleh faktor pendukung seperti pengawasan, sanksi tegas, serta dukungan pimpinan. Faktor pendukung juga memperkuat hubungan antara efektivitas implementasi dan kepatuhan terhadap KTR. Temuan dari pertanyaan terbuka menunjukkan adanya tiga isu utama yang menghambat implementasi KTR, yaitu lemahnya pengawasan, tidak konsistennya penegakan sanksi, dan masih kuatnya budaya merokok di sekitar area kantor. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan kontekstual dan dukungan kelembagaan dalam keberhasilan penerapan kebijakan KTR di instansi publik. Kata kunci: Kawasan Tanpa Rokok, Efektivitas Kebijakan, Kepatuhan, Pengawasan, Dukungan Pimpinan
PROGRAM GERAKAN PEDULI SAMPAH SEBAGAI LANGKAH EDUKASI DALAM UPAYA PENANGGULANGAN SAMPAH DI KELURAHAN BATANG ARAU KOTA PADANG Wira Iqbal; Fri Gadil; Dinda Azati; Haula Wafda Hafiyya; Khadijah Attairah; Silvani Aulia Rahma
BULETIN ILMIAH NAGARI MEMBANGUN Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM (Institute for Research and Community Services) Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/bina.v7i2.579

Abstract

Sampah yang dihasilkan di daerah perkotaan telah meningkat selama bertahun-tahun karena pertumbuhan populasi, perkembangan ekonomi lokal dan perubahan perilaku konsumen dan gaya hidup masyarakat. Dirjen Pengelolan Sampah, Limbah, dan B3 KLHK menyatakan bahwa seluruh jumlah sampah Indonesia pada tahun 2019 mencapai 68 juta ton dimana perkiraan sekitar 9,52 juta ton atau kisaran 14 persennya merupakan sampah plastik. Tujuan dilakukannya program kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan mengenai pemilahan sampah melalui edukasi Gerakan Peduli Sampah (GPS). Metode yang digunakan adalah ceramah, Emotional Demonstration (Emo-Demo), dan penyuluhan door to door serta pemberdayaan. Hasil dari kegiatan ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan dan perubahan perilaku oleh siswa SDN 29 Pebayan Penggalangan dan warga sekitar sekolah. Hal ini membuktikan bahwa pendekatan Komunikasi Antar Kelompok dan Individu dengan penerapan metode ceramah, Emotional Demonstration, dan penyuluhan door to door dalam peningkatan pengetahuan siswa dan masyarakat mengenai sampah sudah efektif.
UPAYA PENCEGAHAN PEROKOK PEMULA MELALUI PROGRAM SIAGA (SATU IKATAN AKSI GERAKAN ANTI ROKOK) DI SMPN 23 PADANG Wira Iqbal; Erle Mabel; Jihan Muqsithoh Masand; Rahma Aulya; Syafa’ati Dzikra Prijan; Rezi Fatrima Surya
BULETIN ILMIAH NAGARI MEMBANGUN Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM (Institute for Research and Community Services) Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/bina.v8i1.702

Abstract

Today's adolescents face serious challenges related to smoking behavior. This is a crucial issue that requires immediate action through effective educational methods. An interactive educational approach that actively involves adolescents is considered more successful in addressing this issue. This community service activity aims to increase motivation to quit smoking and prevent students of SMPN 23 Padang from starting to smoke for the first time. The aim is to enhance students' understanding of the dangers of smoking through an engaging educational approach. The program will be implemented from October to December 2024, adopting interactive methods such as counseling, emotionally arousing demonstrations, group discussions, experiments, and educational games. The active involvement of students, teachers, and school student organizations (OSIS) will ensure the creation of a school environment that supports a healthy lifestyle. The success of this program is expected to be seen from the high enthusiasm of students and the active participation of teachers. To ensure sustainability, Anti-Smoking Ambassadors will be established, who will continue the prevention and education efforts after the main program ends. The results of this initiative show that a participatory education approach is a practical strategic solution in reducing smoking prevalence among adolescents. It is also an essential step in creating a smoking-free younger generation. It is hoped that this program can be continued sustainably. In addition, it is hoped that this activity can be developed and implemented in the broader area to provide a greater positive impact in preventing smoking among adolescents.
Edukasi Partisipatif Bahaya Merokok Untuk Meningkatkan Pengetahuan Dan Mencegah Perokok Pemula Di SMP Sima Kota Padang Wira Iqbal; Kamal Kasra; Frima Elda; Aria Gusti; Fadilla Azmi
BULETIN ILMIAH NAGARI MEMBANGUN Vol. 8 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM (Institute for Research and Community Services) Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/bina.v8i3.767

Abstract

Adolescent smoking behavior remains a significant public health issue, contributing to the increased risk of non-communicable diseases and reduced quality of life. Schools play a strategic role as a locus for educational interventions in smoking prevention. This community service activity aimed to enhance the knowledge and awareness of students at SIMA Junior High School, Padang, regarding the dangers of smoking through a school-based education program. The method employed was a participatory community-based approach involving 30 students. The program consisted of socialization, interactive counseling, and the distribution of educational media in the form of an educational video. Evaluation was conducted using pre-test and post-test to measure changes in students’ knowledge before and after the intervention. The results showed an increase in the mean knowledge score from 71.99 in the pre-test to 76.0 in the post-test. A paired t-test yielded p=0.002 (<0.05), indicating a statistically significant improvement in students’ knowledge about the dangers of smoking after the intervention. Although the distribution of the “high knowledge” category slightly decreased, the overall increase in mean scores suggests that the educational program effectively strengthened students’ understanding. In conclusion, the school-based educational program proved effective in improving students’ knowledge about the dangers of smoking. Program sustainability requires periodic updating of educational materials and active collaboration among schools, teachers, parents, and the community. Such efforts are expected to prevent the emergence of novice smokers and support the establishment of a healthy, smoke-free school environment.
Komponen Fisik Rumah yang Berhubungan dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Akut pada Nelayan Aria Gusti; Wira Iqbal; Fitrahul Afifah
Jurnal Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan Vol. 6 No. 1 (2025): Januari - Juni 2025
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jk3l.6.1.10-18.2025

Abstract

Tingkat kejadian infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) di wilayah pesisir cenderung lebih tinggi dibanding daerah lain karena kondisi lingkungan fisik rumah yang kurang memadai. Penelitian ini betujuan untuk menganalisis pengaruh kondisi fisik rumah terhadap kejadian ISPA pada keluarga nelayan di Kelurahan Psie Nan Tigo Kota Padang. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah keluarga nelayan di Kelurahan Pasie nan Tigo. Sebanyak 100 orang nelayan dipilih menjadi responden dengan teknik purposive sampling. Pengolahan data menggunakan uji univariat dan bivariat dengan alpha 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 22% responden mengalami kejadian ISPA. Hasil analisis bivariat menjunjukkan bahwa yang berhubungan dengan kejadian ISPA adalah jendela kamar (p=0,03), langit-langir (p=0,016), pencahayaan (p=0,09) dan ventilasi dapur (p=0,034). Ada hubungan antara jendela kamar, langit-langit, pencahayaan dan ventilasi dapur dengan kejadian ISPA pada nelayan di Kelurahan Pasie Nan Tigo Kota Padang. Diharapkan kepada pemerintah daerah untuk memberikan perhatian khusus pada perbaikan kondisi fisik rumah terutama pada komunitas nelayan yang rentan.   
Penyakit Berbasis Lingkungan dan Kerja serta Faktor Sosiodemografi pada Petani Sayuran di Nagari Koto Laweh Kabupaten Tanah Datar Aria Gusti; Wira Iqbal; Fitrahul Afifah
Jurnal Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan Vol. 6 No. 2 (2025): Juli-Desember 2025
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jk3l.6.2.178-186.2025

Abstract

Petani sayuran merupakan kelompok pekerja yang memiliki risiko tinggi terhadap penyakit berbasis lingkungan dan kerja akibat paparan pestisida, posisi kerja tidak ergonomis, serta higienitas yang kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kejadian penyakit berbasis lingkungan dan kerja serta hubungannya dengan umur, jenis kelamin, dan pendidikan pada petani sayuran di Nagari Koto Laweh, Kabupaten Tanah Datar. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional terhadap 254 petani sayuran yang dipilih secara acak. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dan pemeriksaan fisik, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluhan musculoskeletal disorders (MSDs) merupakan penyakit terbanyak (72%), diikuti penyakit kulit (24%), gangguan pernapasan (15,4%), kecacingan (3,5%), dan keracunan pestisida (4,3%). Terdapat hubungan signifikan antara umur (p=0,014) dan jenis kelamin (p=0,026; POR=1,94; CI 95%: 1,12–3,39) dengan kejadian MSDs, serta antara pendidikan dengan kejadian kecacingan (p=0,000) dan penyakit kulit (p=0,006). Penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor sosiodemografi berpengaruh terhadap penyakit berbasis lingkungan dan kerja pada petani sayuran. Diperlukan program promotif dan preventif berupa edukasi ergonomi, pelatihan penggunaan alat pelindung diri, peningkatan perilaku higienitas, serta pemeriksaan kesehatan berkala bagi petani untuk menurunkan risiko penyakit akibat kerja di sektor pertanian dataran tinggi.
PEMBERDAYAAN KADER DAN KELUARGA MELALUI IMPLEMENTASI MODEL HOME CARE SERVICE UNTUK PASIEN DIABETES MELITUS Defrima Oka Surya; Vivi Syofia Sapardi; Wira Iqbal; Ria Desnita; Dimas Prayoga; Rima Ermayanti; Syifa Satiaranada; Muthia Adwa Salsabil
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 6 (2025): Vol. 6 No. 6 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i6.51470

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengelolaan berkelanjutan melalui perawatan mandiri dan dukungan keluarga. Keterbatasan pengetahuan dan keterlibatan keluarga seringkali menjadi hambatan utama dalam pencapaian kontrol glikemik pasien. Mitra dalam kegiatan ini adalah kader Posyandu RW 02 Kelurahan Kalumbuk dan keluarga pasien DM. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader dan keluarga dalam melaksanakan perawatan pasien DM di rumah melalui implementasi Model Home Care Service. Metode pelaksanaan meliputi edukasi, pelatihan, dan pendampingan kepada keluarga pasien serta kader kesehatan di RW 02 Kelurahan Kalumbuk. Kegiatan ini juga dilengkapi dengan penyusunan dan distribusi flipbook panduan perawatan DM berbasis keluarga. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan kader dan keluarga mengenai aspek perawatan DM, meliputi pengaturan diet, pemantauan glukosa darah dan pencegahan komplikasi. Sebelum pelaksanaan PKM hanya 33,3% kader dan keluarga yang memiliki pengetahuan baik dan setelah kegiatan didapatkan semua (100%) kader dan keluarga memiliki pengetahuan baik tentang perawatan DM. Selain itu, terjadi peningkatan partisipasi keluarga dalam pendampingan pasien dan peningkatan kemampuan kader dalam melakukan edukasi berkelanjutan. Program ini berhasil memperkuat peran keluarga dan kader sebagai komponen utama dalam sistem home care berbasis komunitas. Diharapkan model ini dapat diimplementasikan secara berkelanjutan oleh Puskesmas dan menjadi rujukan dalam pengembangan program manajemen penyakit kronis di tingkat keluarga.
OPTIMALISASI PERAN SUAMI DALAM PERAWATAN IBU POST PARTUM DI RUMAH Viki Yusri; Yulia Arifin; Wira Iqbal; Defrima Oka Surya; Dimas Prayoga; Rima Ermayanti; Ratu Widuri; Rizki Ami Naila
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 6 (2025): Vol. 6 No. 6 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i6.52549

Abstract

Masa postpartum merupakan periode kritis yang membutuhkan dukungan keluarga, terutama suami, untuk memastikan pemulihan fisik dan psikologis ibu berlangsung optimal. Namun, keterlibatan suami dalam perawatan postpartum masih sering terbatas akibat minimnya literasi kesehatan, norma budaya, dan kurangnya intervensi edukatif yang berfokus pada pasangan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan keterlibatan suami dalam perawatan ibu pada masa nifas melalui edukasi yang terprogram. Kegiatan dilaksanakan di Praktik Mandiri Bidan Netti dengan metode edukasi dan demonstrasi keterampilan perawatan nifas. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest untuk menilai peningkatan pengetahuan suami. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan suami mengenai perawatan nifas dimana saat pretest hanya 13,3% suami yang memiliki pengetahuan baik dan saat posttest 86,7% suami memiliki pengetahuan baik. Dapat disimpulkan bahwa edukasi pada suami ibu post partum meningkatkan pengetahuan serta partisipasi suami dalam perawatan ibu post partum. Bagi bidan dan perawat, diharapkan secara aktif mengembangkan program edukasi yang melibatkan suami sejak masa antenatal hingga postpartum melalui kelas persiapan persalinan, konseling pasangan, dan kunjungan rumah yang berfokus pada tanda bahaya, dukungan emosional, serta praktik perawatan ibu dan bayi.