Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Realizing Sustainable Development Goals (SDGs) by Reviving Mosque Functions in Family Guidance M. Ilham Muchtar; Muktashim Billah
Journal of Family Law and Islamic Court Vol 1, No 1 (2022): Journal of Family Law and Islamic Court
Publisher : Family Law Study Program (Ahwal Syakhshiyah), Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jflic.v1i1.8461

Abstract

Mosques have a great deal of potential for supporting Muslim families. However, there are still a lot of mosques that do not fully utilize this excellent opportunity. In order to shed light on this issue, a literature review titled " Realizing Sustainable Development Goals (SDGs) by Reviving Mosque Functions in Family Guidance" was conducted. The problem stated in this paper is "How to revive the mosque's role in family formation." This study seeks to explain the idea of creating a Muslim family centered around a mosque. The methodology utilized is qualitative, and the literature or books that are relevant to the topic of the conversation are used as data sources. This study demonstrates that by maximizing mosques' contributions to the development of Muslim households, helping the government achieve the Sustainable Development Goals (SDGs), especially those that relate to a healthy, prosperous living and high-quality education. Re-actualizing mosque management and congregational coaching techniques is important to maximize the mosques' contribution to the upbringing of Muslim families. The management side comes first; every mosque needs a mission and vision that are both distinct and measurable. Particularly when it comes to achieving one of the most crucial tasks, which is the development of Muslim families. Mosques should offer more welcoming facilities for the congregation. so that parents can watch events at the mosque in safety and comfort. Next: elements of the coaching approach For the purpose of making the guidance materials more efficient, organized, and focused on the desired vision, a guidance on guidance materials is required. These resources cover several facets of faith, worship, and muamalah in addition to tazkiyatun nafs and other resources. The following techniques are utilized to put the notion into practice: lectures, question-and-answer sessions, group discussions, demonstrations, assignments, and field trips. -- Masjid memiliki potensi sangat besar dalam pembinaan keluarga muslim berbasis masjid. Namun masih banyak masjid yang tidak memanfaatkan potensi besar tersebut. Maka untuk mengungkap persoalan tersebut dilakukan penelitian pustaka dengan judul “Revitalisasi Fungsi Masjid dalam Pembinaan Keluarga Mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)”. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimana revitalisasi fungsi masjid dalam pembinaan keluarga”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep pembinaan keluarga muslim berbasis masjid. Metode yang dipakai adalah kualitiatif dengan sumber data yang digunakan berupa buku-buku atau literatur yang berkaitan dengan pembahasan. Penelitian ini menunjukkan bahwa; optimalisasi peran masjid dalam pembinaan keluarga muslim berbasis masjid, mendukung pemerintah dalam mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)/Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek kehidupan sehat dan sejahtera, dan pendidikan berkualitas. Guna optimalisasi peran masjid dalam pembinaan keluarga muslim perlu dilakukan reaktualisasi pada aspek manajemen masjid dan metode pembinaan jamaah: Pertama: aspek manajemen, yakni setiap masjid seyogyanya mempunyai visi dan misi yang jelas dan terukur. Terutama dalam pembinaan keluarga muslim sebagai salah satu misi penting yang akan dicapai. Masjid hendaknya memiliki fasilitas yang lebih friendly dengan para jamaahnya. Sehingga orang tua merasa aman dan nyaman mengikuti kegiatan di masjid. Kedua: aspek metode pembinaan, diperlukan adanya Panduan Materi Pembinaan sehingga lebih efektif, sistematis dan terarah sesuai visi yang dituju. Materi-materi dimaksud meliputi aspek akidah, ibadah dan muamalah serta tazkiyatun nafs dan materi lainnya. Adapun metode yang dipakai dalam implementasi konsep dimaksud antara lain; metode ceramah, metode tanya jawab, metode diskusi, metode demosntrasi, metode penugasan dan metode karya wisata.
Patterns of Qur'anic Study Approaches for Preventing Radicalism in Singapore M. Ilham Muchtar; Saifuddin Amin; Jumadil
QOF Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Keiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/qof.v8i1.2184

Abstract

This study explores the paradigms and approaches employed in Quranic studies to mitigate radicalism in Singapore. A qualitative descriptive methodology was utilised to examine the patterns of Quranic study. The primary and secondary data sources comprised the Muslim community in the country, alongside relevant literature including books, journals, and research reports. Data collection methods included interviews, documentation, and observation, with subsequent analysis conducted using qualitative data analysis techniques. The findings reveal that while the Muslim community generally enjoys the freedom of religious practice and access to Islamic educational institutions and organisations, the government has instituted regulations to ensure that Quranic study promotes moderate thought, openness, and interreligious harmony. Although the city provides a conducive environment for Quranic studies, measures are in place to maintain social harmony and prevent potential radicalisation. The Majlis Ugama Islam Singapura (MUIS) mandates requirements for preachers, including obtaining permits, demonstrating speaker competency, ensuring appropriate content, providing security assurance, and securing location permits. MUIS employs three main approaches in Quranic study: 1) categorising preachers based on their knowledge, experience, and skills; 2) using interpretive methods such as thematic, linguistic analysis, historical, and comparative approaches, which are regularly evaluated; and 3) monitoring the content of the material through reporting mechanisms and documentation from the start to the end of activities. The study concludes that the approach to Quranic study in the country plays a significant role in shaping understanding and the application of Islamic teachings, underpinned by the values of moderation and religious tolerance.
STRATEGI PENYIAR DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBERITAAN DI RADIO INSANIA 100,8 FM MAKASSAR Maladewi, Sukma; Muchtar, Muhammad Ilham; Yasin, Muhammad
PILAR Vol 15, No 1 (2024): JURNAL PILAR: JUNI 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap strategi penyiar dalam meningkatkan kualitas pemberitaan di radio Insania Makassar dan  mengungkap faktor pendukung dan penghambat penyiar dalam strategi meningkatkan kualitas pemberitaan di radio Insania Makassar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan tahapan identifikasi masalah yang diteliti, menyusun proposal, tahap pengumpulan data, analisa data, dan penelitian laporan. Teknik pengumpulan data di lakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyiar dituntut  beradaptasi dengan perkembangan zaman dan daya saing di era modern dengan platform digital seperti TV dan Handphone, penyiar dituntut maksimal untuk melakukan fungsi dan tanggungjawab mereka dalam meningkatkan pemberitaannya dengan segmen berita terupdate, faktual, relevan dan menarik, mendatangkan narasumber dan melibatkan pendengar langsung dan sumber berita didapatkan dari media ANTARA.NEWS dan RRI serta kejadian yang sedang hits. Faktor pendukung: jaringan sudah menggunakan internet Network Digital yang dapat diakses melalui aplikasi, Persediaan sarana dan prasarana serta dana yang memadai, Faktor teknis (jaringan)  dan non-teknis (kualitas penyiar), Siaran radio mengalami evolusi di era digital mulai dari saluran analog (suara) ke Network Digital (transmisi suara dan data) yang diakses melalui aplikasi. Sedangkan faktor penghambat yaitu: Jaringan internet yang kadang bermasalah, Ketersediaan berita dari sumber dua media lama, seperti ANTARA.NEWS dan RRI, Faktor teknis (jaringan) cuaca dan alat yang rusak dan non-teknis (kualitas penyiar) dan sebagian pendengar tidak dapat mengakses ke internet karena adanya transisi dari siaran analog ke digital.Kata kunci: Strategi, Penyiar, Kualitas, Pemberitaan, Radio.
Implementasi Program Asrama dalam Peningkatan Kemampuan Berbahasa Arab Mahasiswi Ma’had Al-Birr Universitas Muhammadiyah Makassar Risnawati Risnawati; M. Ilham Muchtar; Nasruni Nasruni
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 10: September 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fokus utama dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi program asrama dalam peningkatan kemampuan berbahasa Arab mahasiswi Ma’had Al-Birr Universitas Muhammadiyah Makassar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan analisis deskriptif yang mengambil lokasi di Ma’had Al-Birr Universitas Muhammadiyah Makassar. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi (pengamatan), wawancara (interview) dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program asrama pada peningkatan kemampuan berbahasa Arab mahasiswi Ma’had Al-Birr Universitas Muhammadiyah Makassar adalah dengan; 1) kewajiban berbahasa Arab di area kampus dan asrama, 2) pemberian mufrodat secara rutin tiap hari, 3) wajib membawa buku saku mufrodat Bahasa Arab setiap saat. Faktor pendukung keberhasilan implementasi program asrama dalam peningkatan kemampuan berbahasa Arab mahasiswi, diantaranya adalah faktor lingkungan Bahasa yang kondusif, aturan dan tata tertib yang mendukung praktek berbahasa Arab, penerapan sanksi bagi yang melanggar program Bahasa, serta kontrol dan evaluasi yang terus dilakukan oleh para pembina dan dosen ma’had Al-Birr Unismuh Makassar. Sedangkan yang menjadi faktor penghambat, antara lain yaitu; banyaknya mahasiswi belum mampu membaca Alqur’an secara tartil, serta pengaruh dari mahasiswi non-asrama.
Analisis Prinsip Komunikasi Islami dalam Membangun Keluarga Harmonis Menurut Alqur’an Ilham Muchtar; Erfandi AM; Zainal Abidin; Aliman Aliman; Ramli Ramli; Dahlan Lama Bawa
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 10: September 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v2i10.2220

Abstract

Komunikasi merupakan bagian integral dari kehidupan keluarga. Komunikasi bukan hanya alat bertukar informasi, tetapi juga sarana untuk mengungkapkan rasa sayang, mempererat tali silaturahmi dan menciptakan keharmonisan dalam keluarga. Tulisan ini bertujuan untuk mengungkap prinsip-prinsip komunikasi Islam dalam membangun keluarga harmonis menurut Alqur’an. Kajian ini akan menjadi landasan teori yang kokoh untuk menerapkan prinsip-prinsip komunikasi Islam dalam kehidupan keluarga muslim sesuai ajaran Alqur’an. Prinsip-prinsip komunikasi Islam yang bersumber dari Alqur'an dan Hadits menekankan pentingnya bahasa yang baik, kejujuran, mendengarkan dengan penuh perhatian, menghindari fitnah, dan memberi nasehat dengan lemah lembut. Dengan menerapkan konsep komunikasi Islam setiap anggota keluarga dapat merasakan kehangatan dan kedamaian yang terpancar dari harmoni dalam berinteraksi satu sama lain. Islam mendorong anggota keluarga untuk menghindari bahasa kasar, menghina, atau merendahkan satu sama lain. Komunikasi dalam Islam harus dilandasi dengan kelembutan dan rasa hormat agar tidak menyakiti perasaan atau menciptakan permusuhan. Keharmonisa keluarga dapat dnilai dari kesiapan setiap anggota keluarga menerima perbedaan dengan lapang dada dan saling menghormati perbedaan pendapat dan pandangan orang lain. Prinsip-prinsip komunikasi yang penting dalam membina hubungan keluarga yang harmonis, antara lain; Kejujuran, kelembutan berbicara, saling memaafkan, penuh perhatian, menghindari ghibah, saling menasehati, menjaga rahasia, saling mendukung dan memotivasi antara satu dengan yang lain.
Integrasi Pembelajaran Bahasa Arab Melalui Buku Silsilah Ta’līm Al-Lugah dan Al-‘Arabiyyah Bayna Yadayka di Ma’had Al-Birr Unismuh Makassar Muchtar, Muhammad Ilham; Samad, Lukman Abd; Bakri, Muhammad Ali
Al-Fashahah: Journal of Arabic Education, Linguistics, and Literature Vol 5, No 1 (2025): Al-Fashahah: Journal of Arabic Education, Linguistics, and Literature
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/al-fashahah.v5i1.51465

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tentang integrasi pembelajaran Bahasa Arab melalui buku Silsilah Ta’lim al-Lugah dan Al-Arabiyah Bayna Yadaika (ABY). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif diawali dengan sebuah upaya eksplorasi melalui observasi terhadap berbagai realitas sistem pembelajaran bahasa Arab di Ma’had Al-Birr Unismuh Makassar dalam penggunaan buku Silsilah dan ABY. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembelajaran bahasa Arab yang dikembangkan di Ma’had Al-Birr adalah lebih kepada metode langsung (al-tariqah al-mubasyarah). Penerapan metode ini menganut prinsip pembelajaran bahasa Arab secara langsung tanpa menggunakan bahasa kedua (bahasa perantara atau bahasa ibu) sebagai bahasa pengantar dan itulah yang menjadi keunggulan dan ciri khas Ma’had dalam sistem pembelajarannya. Sedang integrasi kitab silsilah dan ABY dalam pembelajaran bahasa Arab di Ma’had Al-Birr mampu memadukan antara keahlian berbahasa dan unsur-unsurnya; memberikan perhatian pada sistem suara dalam bahasa Arab; memperhatikan proses tadarruj (bertahap) dalam menyampaikan materi pelajaran; memperhatikan perbedaan-perbedaan individu diantara para pelajar; menggunakan sistem unit pelajaran dalam menyampaikan materi; menampilkan setiap kosa kata dan ungkapan-ungkapan yang terdapat dalam setiap kitab; memanfaatkan berbagai pengalaman khusus dalam menyusun materi-materi khusus pelajaran bahasa Arab dan bahasa-bahasa lain; menampilkan nilai-nilai budaya dengan cara yang menarik serta menggunakan banyak gambar.
STRATEGI PENYIAR DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBERITAAN DI RADIO INSANIA 100,8 FM MAKASSAR Maladewi, Sukma; Muchtar, Muhammad Ilham; Yasin, Muhammad
PILAR Vol. 15 No. 1 (2024): JURNAL PILAR: JUNI 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/yknrhh58

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap strategi penyiar dalam meningkatkan kualitas pemberitaan di radio Insania Makassar dan  mengungkap faktor pendukung dan penghambat penyiar dalam strategi meningkatkan kualitas pemberitaan di radio Insania Makassar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan tahapan identifikasi masalah yang diteliti, menyusun proposal, tahap pengumpulan data, analisa data, dan penelitian laporan. Teknik pengumpulan data di lakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyiar dituntut  beradaptasi dengan perkembangan zaman dan daya saing di era modern dengan platform digital seperti TV dan Handphone, penyiar dituntut maksimal untuk melakukan fungsi dan tanggungjawab mereka dalam meningkatkan pemberitaannya dengan segmen berita terupdate, faktual, relevan dan menarik, mendatangkan narasumber dan melibatkan pendengar langsung dan sumber berita didapatkan dari media ANTARA.NEWS dan RRI serta kejadian yang sedang hits. Faktor pendukung: jaringan sudah menggunakan internet Network Digital yang dapat diakses melalui aplikasi, Persediaan sarana dan prasarana serta dana yang memadai, Faktor teknis (jaringan)  dan non-teknis (kualitas penyiar), Siaran radio mengalami evolusi di era digital mulai dari saluran analog (suara) ke Network Digital (transmisi suara dan data) yang diakses melalui aplikasi. Sedangkan faktor penghambat yaitu: Jaringan internet yang kadang bermasalah, Ketersediaan berita dari sumber dua media lama, seperti ANTARA.NEWS dan RRI, Faktor teknis (jaringan) cuaca dan alat yang rusak dan non-teknis (kualitas penyiar) dan sebagian pendengar tidak dapat mengakses ke internet karena adanya transisi dari siaran analog ke digital.Kata kunci: Strategi, Penyiar, Kualitas, Pemberitaan, Radio.