UMKM Hokonimi Eatery di Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang menghadapi keterbatasan kapasitas produksi akibat penggunaan mixer 4 L dan dua oven listrik dengan kapasitas total 4 loyang per siklus, serta pemasaran digital yang belum terintegrasi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan keterkendalian proses produksi sekaligus memperkuat pemasaran digital melalui pendekatan Participatory Action Research. Evaluasi dilakukan menggunakan lembar observasi kinerja alat, checklist kompetensi operator, serta catatan kanal digital dan dashboard pesanan. Hasil menunjukkan kapasitas mixer meningkat dari 4 L menjadi 10 L (+150%) dan kapasitas pemanggangan dari 4 menjadi 12 loyang per siklus (+200%). Proses produksi diterapkan dalam enam tahapan sekuensial semi-otomatis, yaitu mixing, preheating, loading, monitoring suhu, pemanggangan berbasis timer, dan pemeriksaan mutu. Pada aspek pemasaran, empat kanal digital—Instagram, Facebook/Meta Ads, Google Business Profile, dan WhatsApp Business—telah diintegrasikan dengan dashboard yang merekam campaign, lead, booking, order, pembayaran, omzet, dan ROAS. Monitoring Juni–Agustus 2026 menunjukkan tren peningkatan follower dan order, meskipun persentase pertumbuhan tidak dihitung karena data lintas-platform belum sepenuhnya direkonsiliasi. Program meningkatkan kapasitas produksi, keteraturan proses, dan ketertelusuran pemasaran mitra.