Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

ANALISIS USAHA PEMASARAN IKAN HIAS TOKO BINTANG BARU AQUARIUM KOTA SAMARINDA Dara Desi Maharani; Helminuddin; Muhammad Syafril
Jurnal Pembangunan Perikanan dan Agribisnis Vol 10 No 2 (2023): edisi online
Publisher : 2339-1324

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jppa.v10i2.224

Abstract

This study aims to analyze the net profit and business feasibility of ornamental fish at the Bintang Baru Aquarium Store seen from the RCR value. The sampling technique used is purposive sampling. The results of this study indicate that the net profit received is Rp. 9,974,510/month. The profit is obtained from the difference between the total revenue (TR) of Rp. 51,074,000/month with the total cost (TC) of Rp. 41,099,490/month. The Feasibility of the Ornamental Fish Shop at Bintang Baru Aquarium seen from the value of the Revenue Cost Ratio (RCR) obtained is 1.24, which means that if there is an expenditure of Rp. 1 million will get an income of Rp. 1.24 million, meaning that the business being carried out is profitable and can be said to be feasible to be continued or developed.
Analisis Usaha Pengolahan Amplang Ikan Bandeng (Chanos chanos) Di Kelurahan Muara Sembilang Kecamatan Samboja Kabupaten kutai Kartanegara Eko Wahyudi; Helminuddin; Wahyu Fahrizal
Jurnal Pembangunan Perikanan dan Agribisnis Vol 10 No 2 (2023): edisi online
Publisher : 2339-1324

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jppa.v10i2.259

Abstract

Eko Wahyudi, 2022. Analysis of Milkfish Amplang Processing Business in Muara Sembilang Village, Samboja District, Kutai Kartanegara Regency (Supervised by Prof. Dr. Ir. H. Helminuddin.,MM and Wahyu Fahrizal, S.Pi.,M.P). The purpose of this study is to determine the profit of milkfish amplang processing business (Chanos chanos) based on business analysis which includes: Revenue Cost Ratio (RCR), Price Break Event Point, Sales Point Break Event, Production Point Break Event, Payback Period, Return On Investment and knowing the factors that become obstacles and drivers of milkfish amplang processing business. This research was conducted from March 2022 to June 2022. The type of research data used is qualitative data with primary data sources obtained from interviews using questionnaires that are guided by a list of questions made according to the research objectives. The results showed that the value of RCR = 2.33, the breakeven point of the price was Rp. 10,000/pack < actual price of Rp. 4.285/pack, the break-even point of sales is Rp. 9.057.326/month < actual sales of Rp. 45,000,000 per month, the break-even point of production is 889 packs/month < the actual production is 4500 packs/month, the payback period is 3 months, and the results of the ROI analysis are 224%. The results of the overall business analysis show that the milkfish amplang (Chanos chanos) processing business in Muara Sembilang Village, Samboja District, Kutai Kartanegara Regency is profitable and feasible to run. Keywords: Amplang Processing, Milkfish, Business Feasibility.
Peningkatan Kapasitas Pelaku Usaha Perikanan di Desa Pela Kabupaten Kutai Kartanegara Melalui Penyuluhan Manajemen Strategi Pemasaran Fitriyana Fitriyana; Helminuddin Helminuddin; Said Abdusysyahid; Irman Irawan; Wahyu Fahrizal; Yulianti Yulianti; Dwi Larasati; Sudewi Sudewi; Baiq Sulistiyorini; Rudi Yakob
Jurnal Kabar Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2024): Agustus : JURNAL KABAR MASYARAKAT
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54066/jkb.v2i3.2352

Abstract

Marketing of fishery business products is technically a little different from non-fisheries, this is because the marketing flow time from producer to consumer must be shorter, this is done in order to maintain freshness and optimal protein content in the fish. Therefore, efforts are needed to provide technical guidance for business marketing management. Lack of knowledge of the importance of groups is an obstacle in providing assistance to fishermen. so it is necessary to provide ongoing assistance by related agencies and academics to change the mindset and fate of fishermen towards a better standard of living. Extension activities were carried out on Saturday, May 11 2024 in Pela Village, Kota Bangun District, Kutai Kartanegara Regency. The approach method used is mapping potential locations, counseling, training and assistance with business marketing management. The result of community service is that fishing communities can understand the importance of joining or forming groups to achieve the same goals, and fishermen understand the importance of marketing management in an effort to increase income and economic welfare.
ANALISIS USAHA DAN PEMASARAN IKAN KERING NOMEI (HARPADON NEHEREUS) DI KELURAHAN JUATA LAUT KECAMATAN TARAKAN UTARA KOTA TARAKAN Sugiarti, Wiwi; Helminuddin; Juliani
Jurnal Riset Rumpun Ilmu Ekonomi Vol. 2 No. 1 (2023): April : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Ekonomi
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1539.21 KB) | DOI: 10.55606/jurrie.v2i1.872

Abstract

Ikan Nomei menjadi bagian dari hasil tangkapan para Nelayan, sehingga dapat dijadikan sumber pasokan bahan baku. Masyarakat di Kelurahan Juata Laut Kecamatan Tarakan Utara. Biaya perlu dikeluarkan untuk menghasilkan permintaan. Biaya dikeluarkan untuk produksi, promosi, pemasaran dan usaha pengolahan Ikan kering. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menghitung nilai keuntungan dan kelayakan usaha ikan kering Nomei dengan parameter (RCR, Payback period dan BEP) serta mendeskripsikan dan menghitung pola saluran pemasaran, share pemasaran, margin pemasaran, dan efeisensi pemasaran. Jumlah responden 2 Pengepul dan 10 pengecer, oleh karena itu peneliti menggunakan teknik Purposive Sampling dan Snowball Sampling Nilai keuntungan dibagi menjadi 2 yakni pada saluran I senilai Rp97,257 per kilo dan saluran II senilai Rp71,815 per kilo, jumlah RCR dalam usaha ini menghasilkan 3,515 laba dan Payback period menunjukkan senilai 0,637. Pemasaran ikan kering Nomei di Kelurahan Juata laut Kecamatan tarakan utara Kota Tarakan pada tingkat saluran I dan saluran II. Hasil perhitungan marjin pemasaran saluran I memiliki Rp80,000 per kilo sedangkan saluran II memiliki Rp60,000 per kilo, share margin pada saluran I memiliki 71,42% dan saluran II memiliki 60,71% dan nilai Efisiensi dalam usaha ini adalah saluran pemasaran I yakni sebesar 26,13% Hal ini disebabkan karena biaya yang dikeluarkan pada saluran pemasaran I lebih kecil dibanding dengan saluran pemasaran lainnya
ANALISIS FINANSIAL USAHA PENGOLAHAN IKAN ASIN KENDIA (Thynnichthys vaillanti) DI KECAMATAN TERING KABUPATEN KUTAI BARAT Permatasari, Rina; Helminuddin; Haqiqiansyah, Gusti
Jurnal Pembangunan Perikanan dan Agribisnis Vol 11 No 2 (2024): edisi online
Publisher : 2339-1324

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to find out what factors are faced by the kendia salted fish processing business and to find out financially the feasibility of the kendia salted fish processing business with analytical tools such as Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Net Benefit Cost Ratio (Net B⁄C Ratio), and Payback period (PP). The type of research data used quantitative data and primary data was obtained by interviewing using a questionnaire. The results showed that with an NPV value of Rp. 94,169,118, IRR of 320%, Net B/C Ratio of 11.75, and Payback Period of 0.43 years 5.1 months 153 days. The results of the financial analysis show that the kendia salted fish processing business is profitable and feasible.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN IKAN LAYANG (Decapterus spp) DI KOTA SAMARINDA Helminuddin Helminuddin; Nurul Ovia Oktawati
Jurnal Perikanan Unram Vol 13 No 1 (2023): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v13i1.455

Abstract

Ikan Layang (Decapterus spp) menjadi satu di antara ikan yang selalu ada di setiap kegiatan pemasaran di Kota Samarinda, hal ini terlihat diberbagai pasar, baik pasar besar, pasar kecil, pasar malam maupun pedagang keliling yang hampir selalu menawarkan jenis ikan layang. penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh faktor pendapatan, jumlah keluarga dan harga terhadap permintaan ikan Layang (Decapterus spp) di Kota Samarinda. Pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling, yaitu ibu rumah tangga yang bekerja. Analisis data yang digunakan yaitu analisis regresi linier berganda. Hasil analisis regresi diperoleh persamaan = -.664 + 0,0000001.941 X1 - 0.040 X2 - 3.454X3, dimana pengaruh variabel pendapatan terhadap permintaan ikan layang, semakin tinggi pendapatan makan permintaan juga meningkat. Uji F menunjukkan bahwa secara serempak variabel X (pendapatan, jumlah keluarga dan harga) berpengaruh secara signifikan terhadap variabel Y (permintaan ikan Layang). Uji adjusted R2 sebesar 0.326 atau 32%, yang menunjukkan bahwa variabilitas variabel dependen yang dapat dijelaskan oleh variabilitas variabel independent sebesar 32%, sedangkan sisanya 68% dipengaruhi oleh variabel lain diluar model penelitian.
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHA PERIKANAN TUNA (Thunnus spp) DI KELURAHAN BERBAS PANTAI KECAMATAN BONTANG SELATAN KOTA BONTANG Tamara Putri Caesari; Helminuddin Helminuddin; Muhammad Syafril
Jurnal Perikanan Unram Vol 13 No 2 (2023): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v13i2.503

Abstract

Ikan tuna merupakan komoditi perikanan bernilai ekonomis tinggi yang termasuk kategori produk ekspor dari Indonesia. Usaha penangkapan ikan tuna didukung oleh aspek finansial yaitu modal investasi, modal kerja, dan skala produksi. Nilai ekonomis tinggi sebagai harga jual ikan tuna tidak selalu memberikan keuntungan yang signifikan disebabkan oleh berbagai kendala dan permasalahan seperti cuaca buruk yang tidak menentu berimbas terhadap skala produksi dan penerimaan yang tidak tetap sehingga dibutuhkan analisis finansial untuk keberlanjutan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan usaha penangkapan ikan tuna (Thunnus spp) di Kelurahan Berbas Pantai Kecamatan Bontang Selatan Kota Bontang dengan indikator kriteria investasi yaitu Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C Ratio), dan Payback Period. Penelitian ini dilaksanakan sejak September 2022 hingga April 2023. Sampel yang digunakan yaitu nelayan yang berjumlah 5 nelayan pemilik dengan menggunakan metode pengambilan sampel yang bertujuan (purposive sampling) dan sensus, sampel pedagang berjumlah 3 pedagang perantara dengan menggunakan metode pengambilan sampel rujukan berantai (snowball sampling). Data akan dianalis dengan menggunakan analisis finansial dan dibahas secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha penangkapan ikan tuna menguntungkan dan layak untuk diusahakan dengan melihat indikator kriteria investasi Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C Ratio), dan Payback Period.   Kata kunci: Kelayakan usaha, Penangkapan tuna, Pendapatan, Produksi  
ANALISIS USAHA DAN SALURAN PEMASARAN KERUPUK KEPITING BAKAU (Scylla serrata) PRODUKSI MULIA SUMBER REZEKI DI DESA MUARA BENGALON KECAMATAN BENGALON KABUPATEN KUTAI TIMUR Dhea Fhernanda B Baharuddin; Helminuddin Helminuddin; Elly Purnamasari
Jurnal Perikanan Unram Vol 13 No 2 (2023): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v13i2.518

Abstract

Usaha Kerupuk Kepiting ini tidak dapat terlepas dari aspek kelayakan yang meliputi biaya investasi, biaya operasional, produksi dan harga jual. Aspek tersebut sangat mempengaruhi kelayakan usaha. Tujuan penelitian untuk menganalisis kelayakan usaha pengolahan kerupuk kepiting bakau (Scylla serrata) Produksi Mulia Sumber Rezeki di Desa Muara Bengalon Kecamatan Bengalon dengan indikator R/C Ratio, Break Even Point (BEP) dan Payback Period (PP). Penelitian ini dilaksanakan sejak September 2022 sampai dengan April 2023 di Desa Muara Bengalon Kecamatan Bengalon Kabupaten Kutai Timur. Sampel yang digunakan sebanyak 2 responden dengan menggunakan metode pengambilan sampel jenuh (sensus sampling). Hasil penelitian ini menunjukkan pada usaha olahan kerupuk kepiting bakau produksi Mulia Sumber Rezeki di Desa Muara Bengalon Kecamatan Bengalon Kabupaten Kutai Timur berdasarkan analisis kelayakan usaha menguntungkan dan layak untuk dijalankan dengan melihat indikator R/C Ratio, Break Even Point (BEP), Payback Period (PP).
Analisis Permasalahan dan Pendapatan Usaha Budidaya Ikan Nila di Kecamatan Loa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara Baiq Sulistyo Rini; Helminuddin Helminuddin; Fitriyana Fitriyana; Elly Purnamasari; Etik Sulistyowati Ningsih
JURNAL RISET RUMPUN ILMU HEWANI Vol. 4 No. 1 (2025): April : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Hewani
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aimed of this research was to analyzing the problems and income of fish farming businesses in Loa Kulu District, Kutai Kartanegara Regency. This study used qualitative descriptive analysis methods and income analysis. The results of the study showed that the problems faced by fish farmers in Loa Kulu District, Kutai Kartanegara Regency related to fish farming (tilapia fish breeding and enlargement) were the problem of uncertain water quality in the Mahakam River, flooding in fish seed cultivation ponds, and lack of information on disease control in cultivation activities and complaints about slow fish growth in several cultivation locations. The amount of income from 19 fish farmers who carried out seed farming businesses was in the interval of IDR 48,131,090.48 / year to IDR 767,232,756.71 / year with an average of IDR 260,778,413.40 / year per respondent or IDR 21,731,534.45 / month per respondent. The amount of income from 23 fish farmers who run fish farming businesses is in the interval of IDR 81,245,257.14/year to IDR 2,908,679,785.71/year with an average of IDR 1,153,670,371.64/year per respondent or IDR 96,139,197.64/month per respondent.
Fish Farmers' Perceptions of the Role of Fisheries Extension Workers in Developing Aquaculture Businesses in Loa Kulu Baiq Sulistyo Rini; Helminuddin Helminuddin; Fitriyana Fitriyana
International Journal of Information Engineering and Science Vol. 2 No. 2 (2025): May : International Journal of Information Engineering and Science
Publisher : Asosiasi Riset Teknik Elektro dan Infomatika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/ijies.v2i2.243

Abstract

The aim of this research was to analyze the perception of fish farmers towards the role of fisheries extension workers in fostering fish farming businesses in Loa Kulu District, Kutai Kartanegara Regency. This study used the method of analyzing the level of perception of fish farmers; analysis of the profile and characteristics of fish farmers; and Spearman Rank correlation analysis. The results showed that the level of perception of fish farmers towards the role of fisheries extension workers as educators, facilitators, motivators, innovators, advocates, organizers and evaluators was included in the high/good category. The fish farmers in this study consisted of 37 men and 5 women with different characteristics. Internal factors (age, income and land area) and external factors (interaction with extension workers; interaction with traders; availability of market information and availability of aquaculture science and technology) were significantly correlated with the perception of fish farmers towards fisheries extension workers