Claim Missing Document
Check
Articles

Relationship Between Environmental Sanitation And Flies Density Levels In The Inpres Market Bangkinang City Sofi Asri Rahayu; Dessyka Febria; Ade Dita Puteri
Excellent Health Journal Vol. 3 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v3i2.147

Abstract

According to the World Health Organization (WHO), more than 700,000 deaths are recorded every year worldwide, some of which are transmitted via fly vectors, which cause 17% of all infectious diseases. The aim of this research is to determine the relationship between environmental sanitation and the level of fly density at the Bangkinang City Presidential Market in 2023. This research is an observational research, with a cross sectional approach, the research was conducted on 25-30 November 2023. The population in this research was 58 chicken, fish and meat traders. The sampling technique was carried out by total sampling. The measuring tool used is an observation sheet and the fly density measuring tool is a flygrill. The analysis used is univariate and bivariate, processed using a computerized system. The data obtained were analyzed using the Chi-Square test. The results of the research show that there is a relationship between environmental sanitation p value = 0.002 and the level of fly density at Bangkinang Inpres Market. This research hopes that traders will pay more attention to the condition of the rubbish that is still lying around, especially vegetable traders, to throw rubbish in the right place so as not to cause flies to breed.
HUBUNGAN BEBAN KERJA DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP TURNOVER INTENTION PADA KARYAWAN SPBU WILAYAH KABUPATEN KAMPAR Nabela Suci Oktatalita; Dessyka Febria; Endang Mayasari
Journal of Integrated Knowledge and Innovation Vol. 1 No. 2 (2025): Vol.1 No.2 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tabusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecenderungan untuk mengundurkan diri dari pekerjaan atau turnover intention berkaitan dengan kemungkinan karyawan yang bisa berhenti kapan pun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan beban kerja, dan kepuasan kerja terhadap turnover intention karyawan SPBU wilayah kabupaten Kampar. Jenis penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian asosiatif kausal dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan SPBU bagian operator penbgisian BBM, yang terletak di empat kecamatan yaitu (kecamatan Kampa, Air Tiris, Salo dan Kuok) di wilayah kabupaten Kampar berjumlah 41 orang. Penelitian ini menggunakan teknik total sampling dengan sampelnya keseluruhan populasi yang berjumlah 41 orang. Variabel dalam penelitian ini adalah beban kerja dan kepuasan kerja. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian dengan uji statistik menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara beban kerja terhadap turnover intention karyawan SPBU wilayah kabupaten Kampar yaitu dengan (p value = 0,002), dan ada hubungan yang signifikan antara kepuasan kerja terhadap turnover intention karyawan SPBU wilayah kabupaten Kampar yaitu dengan (p value = 0,021). Rekomendasi perbaikan untuk mengurangi turnover intention adalah dengan cara menyediakan ruangan istirahat, memberikan tambahan waktu istirahat, memberikan perbaikan penjadwalan shift, menambahkan musik pengiring, dan melakukan kegiatan rekreasi bagi karyawan.
HUBUNGAN PERILAKU KERJA DENGAN KEJADIAN PENYAKIT AKIBAT KERJA PADA KARYAWAN DI PT. LUTVINDO nadanadhifahnarti nada; Dessyka Febria; Nizar Syarif Hamidi
Journal of Integrated Knowledge and Innovation Vol. 1 No. 2 (2025): Vol.1 No.2 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tabusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit akibat kerja adalah penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan, alat kerja, bahan, proses maupun lingkungan kerja. Pada tahun 2023 jumlah penyakit akibat kerja tercatat sebanyak 91 kasus namun secara global ada 2,3 juta kematian terkait pekerjaan setiap tahun, dengan mayoritas 2,0 juta penyakit akibat. Salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya penyakit akibat kerja yaitu perilaku kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perilaku kerja dengan kejadian penyakit akibat kerja pada karyawan di PT. Lutvindo Pekanbaru. Desain Penelitian ini adalah deskriptif dengan rancangan cross-sectional, yaitu setiap variabel diobservasi hanya satu kali saja. Populasi dan Sampel dalam penelitian seluruh karyawan  PT. Lutvindo yang berjumlah 171. Jumlah sampel dari penelitian adalah 40 orang yang diambil dari divisi aspal mixing plant dengan menggunakan teknik total sampling. Alat pengumpulan data kuesioner. Data ini dianalisa dengan analisa univariat dan analisa bivariat. Hasil penelitian diproleh Mayoritas 25 responden (62,5 %) pada kategori perilaku kerja positif, mayoritas 25 Responden (62,5 %) tidak mengalami penyakit akbat kerja. Hasil uji Chi Square didapatkan nilai p value 0,001 < α 0,05 yang artinya ada hubungan perilaku kerja dengan kejadian penyakit akibat kerja pada karyawan di PT. Lutvindo Pekanbaru. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai informasi dasar yang berkaitan dengan perilaku kerja serta penyakit akibat kerja yang terjadi sehingga PT. Lutvindo dapat memberikan edukasi terkait penyakit akibat kerja pada karyawan.
Parcipatory Action Research: Peningkatan Potensi Ekonomi Itak Kalamai Produk Khas Masyarakat Pujud Irfan, Andi; Febria, Dessyka; Wulandari, Renny; Atika Fadilah, Siti
ABDINE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): ABDINE : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Riau Pesisir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52072/abdine.v2i2.448

Abstract

Itak Kalamai merupakan oleh-oleh khas Kepenghuluan Teluk Nayang Kecamatan Pujud yang terbuat dari ketan, santan, gula, biasanya dilakukan menjelang hari raya idul fitri secara gotong royong. Akhir-akhir ini terjadi pergeseran makna dari itak kalamai menjadi nilai ekonomis, tetapi potensi ini belum mampu dimaksimalkan oleh pelaku usaha tersebut. Pengabdian dilakukan di Kepenghuluan Teluk Nayang Kecamatan Pujud dan menggunakan Participatory action research Metode ini dilaksanakan melalui empat tahapan, yaitu: Perencanaan (plan), tindakan (action), pengamatan (observe), refleksi (reflect). Dalam implementasinya dilaksanakan produksi, pengemasan dan pemasaran melalui berbagai media. Hasil dari pengabdian adalah masyarakat diberi pengetahuan terkait kemasan dan cara pemasaran yang mampu memasarkan produk secara luas. Harapan dari pengabdi adalah pelaku usaha mampu mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh untuk kemajuan usaha dan meningkatkan perekonomian keluarga menjadi lebih baik.
PENGOLAHAN SAMPAH MENJADI PUPUK ORGANIK DI KECAMATAN SALO Rizki Rahmawati Lestari; Dessyka Febria; Sri Hardianti
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.59558

Abstract

Berdasarkan realita bahwa Mitra Pengolahan sampah menjadi pupuk oranik ini, terdiri dari Mitra Karang taruna, yang berlokasi di Kecamatan Salo, Kabupaten Kampar. Sampah memiliki potensi yang besar jika dikelola dan diolah menjadi pupuk organik. Program ini dilaksanakan selama 8 bulan di Kecamatan Salo. Tujuan program ini adalah: a) Untuk memecahkan masalah pada Mitra agar mengerti dan menerapkan sistem pengelolaan sampah secara benar dan ramah lingkungan. b) Untuk memecahkan masalah pada Mitra agar memahami dan menerapkan beberapa teknik/metode pengolahan sampah menjadi pupuk organik secara tepat dan benar. c) Untuk memecahkan masalah pada Mitra agar memahami dan mengaplikasikan pupuk organik sebagai produk yang yang dapat meningkatkan produktivitas baik secara agronomi maupun ekonomi.Berkaitan dengan sistem pengelolaan sampah ini, sebagai solusinya adalah minimasi sampah, peningkatan daur ulang dan pemanfaatan sampah sebagai sumber energi. Metode untuk mencapai tujuan tersebut yaitu dengan memberikan pelatihan tentang pengelolaan sampah pada Mitra dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari Untuk sampah rumah tangga dibuat bak atau kotak dari bambu, kayu, paving blok,dan bata. Untuk mengatasi Mitra yang tidak menguasai sistem pengelolaan sampah secara benar dan ramah lingkungan , maka Mitra diberi pelatihan tentang pengolahan sampah menjadi pupuk organik dengan 4 metode yaitu metode Takamura , Drum Plastik, Express dan Bokashi.Target dan luaran dari proram ini adalah : a) Terciptanya teknik pengelolaan sampah yang benar dan ramah lingkungan. Terlibatnya peran serta masyarakat secara aktif dalam memecahkan masalah sampah dengan menyediakan wadah / tempat penampungan sampah sementara/akhir baik ditingkat keluarga, RT dan RW, sehingga tercipta suatu lingkungan yang nyaman dan terbebas dari pencemaran sampah. b) Terciptanya teknik /metode pengolahan sampah menjadi pupuk organik dengan 4 metode yaitu metode Takamura, Drum Plastik,, Express ,dan Bokashi. Dibuktikan dengan kemampuan memproduksi pupuk organik di Mitra ini sebesar 210 kg / bulan/petani,jika dibandingkan dengan sebelum kegiatan program ini.