Claim Missing Document
Check
Articles

Sosialisasi dan Pelatihan Pengolahan Sampah Organik Rumah Tangga Menjadi Kompos dengan Teknologi Komposter terhadap Masyarakat RT 01 RW 03 Desa Rejosari Kecamatan Tenayan Raya M. Reza; Shinta Elystia; Aryo Sasmita; Gunadi Priyambada; David Andrio; Jecky Asmura
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 2 No 1 (2022): JAMSI - Januari 2022
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.908 KB) | DOI: 10.54082/jamsi.140

Abstract

Desa Rejosari memiliki 17 RW 70 RT dengan 4.888 KK. Potensi sampah yang dihasilkan cukup tinggi. Hal ini terlihat dari tumpukan sampah di beberapa tempat yang ada di lingkungan RT 01 RW 03. Hasil observasi tim pengabdian diketahui tidak adanya sistem pengangkutan sampah dari pemerintah, sehingga masyarakat membakar sampah, membuang sampah di lahan kosong, dan dibuang ke sungai. Munculnya masalah yaitu sampah-sampah yang dapat mencemari lingkungan dan menyebabkan timbulnya wabah penyakit. Padahal sampah-sampah tersebut dapat dimanfaatkan untuk menjadi produk-produk yang bermanfaat seperti menjadi pupuk kompos serta barang kerajinan yang bernilai ekonomi. Melihat kondisi ini tim pengabdian dengan berkoordinasi dengan pejabat setempat (Ketua RT 01) menyusun jadwal pelaksanaan kegiatan Sosialisasi & Pelatihan Pengolahan Sampah Organik Rumah Tangga menjadi Kompos dengan Teknologi komposter. Kegiatan sosialisasi dan pelatihan dilakukan dengan metode penyuluhan dan demonstrasi pembuatan pupuk kompos oleh tim dan warga masyarakat sekitar. Kegiatan ini dihadiri narasumber berasal dari dosen Teknik Lingkungan Universitas Riau dan warga masyarakat di wilayah RT 01 RW 03 Desa Rejosari Kecamatan Tenayan Raya. Manfaat yang diperoleh peserta dari kegiatan PKM ini antara lain warga masyarakat dapat mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos dengan teknologi komposter serta meningkatnya pengetahuan dalam pengelolaan dan pengolahan sampah sehingga lingkungan menjadi lebih bersih dan nyaman serta bisa meningkatkan perekonomian.
Analisis Dispersi Karbonmonoksida (CO) dari Transportasi di Jalan HR. Soebrantas Pekanbaru dengan Model Gaussian Line Source M. Iwan Fermi; Aryo Sasmita; Shinta Elystia; M. Hardi Alfarobi
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 5, No 3 (2021)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v5i3.218-227

Abstract

ABSTRAKJalan HR. Soebrantas diklasifikasikan sebagai jalan arteri yang difungsikan untuk aktifitas pelayanan jasa dan distribusi masyarakat didalam kota. Aktifitas kendaran dijalan ini akan mempengaruhi besarnya emisi gas pencemar udara yang dihasilkan dari kendaraan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengestimasi emisi karbon monoksida (CO) dan memetakan pola dispersinya dari kendaraan yang melintasi Jalan HR. Soebrantas. Metode yang digunakan yaitu mengukur konsentrasi CO, kecepatan dan arah angin, ketinggian knalpot, menghitung jumlah kendaraan (traffic counting) yang melintasi jalan HR. Soebrantas dan dimodelkan dengan Gaussian Line Source. Hasil penelitian ini menunjukkan konsentrasi CO dari jumlah kendaraan yang diprediksi dengan model Gaussian tertinggi pada hari Senin pukul 16.00-17.00 WIB dengan nilai 5,27x10-8 ppm di titik I dan terendah pada hari Minggu pukul 10.00-11.00 WIB dengan nilai 5,21x10-13 ppm di titik III. Berdasarkan pemetaan model Gaussian, konsentrasi CO tertinggi ditandai dengan area berwarna merah dengan jumlah kendaraan mencapai 10.911 unit/jam.Kata kunci: Kota Pekanbaru, Emisi Transportasi, Dispersi COABSTRACTHR. Soebrantas street is classified as a arterial road that used to service and public distribution activities in the city. Traffic activity at this street will affect the amount of gas pollutant emissions generated from the vehicles. The purpose of this study is to estimate the carbon monoxide (CO) emissions emitted from vehicles and mapping its distribution pattern of from the traffic counting of vehicle at HR. Soebrantas Street. The method used is measuring the concentration of CO, speed and wind directions, exhaust height, traffic counting at HR. Soebrantas Street and modelled by Gaussian Line Source. The results of this study show that the CO concentrations from traffic counting predicted by the Gaussian model is the highest on Monday at 04.00-05.00 P.M with value of 5,27x10-8 ppm at point I and the lowest is on Sunday at 10.00- 11.00 A.M with value of 5,21x10-13 ppm at the point III. Based on mapping from the Gaussian model, the highest CO concentrations is marked with red area with vehicle increasing until 10.911 units/hour.Keywords: Pekanbaru City, Transportation emission, CO dispersion
Penyisihan Logam Berat Pb pada Tanah dengan Penambahan Biochar Sekam Padi Aryo Sasmita; Shinta Elystia; Sandra Monica Fajri
Jurnal Riset Teknologi Industri Vol.15 No.2 Desember 2021
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26578/jrti.v15i2.6942

Abstract

Logam berat yang dihasilkan dari kegiatan perbengkelan, dapat mencemari tanah sehingga membahayakan kehidupan organisme dan lingkungan. Untuk menghindari hal tersebut, perlu adanya usaha pembenahan tanah, salah satunya dengan pemanfaatan biochardarilimbah pertanian. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh penambahan biochar sekam padi terhadap penyisihan logam berat Pb pada tanah tercemar.Biochardibuat menggunakan mesin pirolisis dengan temperatur pembakaran 500oC selama 1 jam dan diaktivasi dengan ZnCl210%. Variasi dosisbiochar yang ditambahkanke tanah adalah 10%; 12,5%; dan 15% (w/w) dengan lama inkubasi 30 hari. Dari hasil penelitian diketahui bahwa penambahan biochar dari sekam padi pada tanah memberikan pengaruh signifikan terhadap penyisihan logam Pb. Penyisihanlogam berat Pb tertinggi terjadi pada penambahan dosis biochar 15% dengan efisiensi penyisihan 51,71% yang lebih besar daripada tanpa penambahan biochar yang hanya sebesar 0,88%. Kata kunci:biochar, logamPb, sekampadi, tanahtercemar
Pengaruh Rasio Penambahan Air Terhadap Produksi Biogas dari Sampah Kampus Bina Widya Universitas Riau dengan Metode Wet Anaerobic Digestion Aryo Sasmita; Shinta Elystia; Robi Mulyadi
Rekayasa Hijau : Jurnal Teknologi Ramah Lingkungan Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/jrh.v6i2.117-126

Abstract

ABSTRAKSampah yang dihasilkan dari kegiatan kampus setiap harinya di Universitas Riau memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai energi alternatif berupa biogas. Beberapa penelitian sebelumnya belum menganalisis variasi rasio penambahan air untuk melihat pengaruhnya terhadap produksi biogas. Tujuan penelitian ini mengetahui bagaimana potensi produksi biogas dari sampah Kampus Bina Widya Universitas Riau dan pengaruh variasi rasio penambahan air terhadap produksi biogas yang dihasilkan menggunakan metode wet biodigester anaerob. Pada penelitian ini dilakukan variasi rasio penambahan air 50%, 100%, dan 150% terhadap sampah masukan (w/w). Penelitian ini menggunakan Reaktor berukuran 60 L, volume sampah organik sebesar 5 Kg, Penambahan mikroba EM4 sebesar 9% dengan waktu tinggal reaktir selama 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan produksi volume biogas terbesar terdapat dalam perlakuan A2 yaitu campuran sampah organik kampus dan air (100% : 100%) sebesar 14 ml dan produksi biogas per hari tertinggi terdapat pada perlakuan A2 campuran sampah: air (150% : 100%) dan A3 campuran sampah dan air (100%:150%) yaitu sebesar 1,5 ml/hari. Produksi biogas sangat dipengaruhi oleh konsentrasi substrat yaitu campuran sampah organik dan air. Di mana konsentrasi rasio yang seimbang akan menghasilkan biogas yang lebih banyak.ABSTRACTWaste generated from campus activities every day at Riau University has the potential to be used as alternative energy in the form of biogas. Several previous studies have not analyzed variations in the ratio of addition of water to see its effect on biogas production. The purpose of this study was to analysed the potential for biogas production from the Binawidya Campus waste, Riau University and the effect of the ratio of addicted of water to the production of biogas produced using the anaerobic wet biodigester method. In this study, variations in the ratio of the addition of water to 50%, 100%, and 150% of the input waste (w/w). This study used a reactor measuring 60 liter, the volume of organic waste was 5 Kg, the addition of EM4 microbes was 9% with a reactor residence time of 28 days. This research showed that the largest biogas production volume was found in treatment A2, namely a mixture of campus organic waste and water (100%: 100%) of 14 ml and the highest biogas production per day was found in treatment A2, a mixture of waste: water (150%: 100%) and A3. a mixture of waste and water (100%:150%) which is 1.5 ml/day. Biogas production is strongly influenced by the substrate concentration, namely a mixture of organic waste and water. Where a balanced concentration ratio will produce more biogas.
Analisis Emisi Gas Buang dari Mesin Diesel Modifikasi Dipengaruhi Daya Mesin dan Bahan Bakar Campuran Oli Bekas dan Dexlite Aryo Sasmita; Yohanes Yohanes; Karina Yolanda
Semesta Teknika Vol 25, No 2 (2022): NOVEMBER 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/st.v25i2.13748

Abstract

Salah satu bahan bakar alternatif yang potensial adalah oli pelumas bekas. Pemanfaatan oli pelumas bekas dapat mengurangi limbah dari aktivitas perbengkelan. Pemanfaatan oli pelumas bekas telah dilakukan sebelumnya menggunakan mesin diesel modifikasi di Laboratorium Teknologi Produksi Universitas Riau, namun emisi gas buang masih melebihi baku mutu pada daya pembebanan 2.000 W. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis emisi gas buang dari mesin diesel modifikasi menggunakan variasi campuran oli pelumas bekas dan dexlite. Variasi tersebut adalah D10 (90% oli pelumas bekas dan 10% dexlite), D20 (80% oli pelumas bekas dan 20% dexlite), D30 (70% oli pelumas bekas dan 30% dexlite). Emisi gas buang diujikan pada variasi beban daya kondisi idle, 1.000, dan 2.000 Watt. Hasil penelitian menunjukkan campuran bahan bakar terbaik adalah D10, pada daya pembebanan 2.000 Wmenghasilkan emisi CO, HC, dan Opasitas masing-masing sebesar 1,94%, 0,43 ppm, dan 21,53% yang berada di bawah baku mutu. Pada campuran D20, nilai opasitas sudah melebihi baku mutu pada daya pembebanan 2.000 W, sementara campuran D30 nilai opasitas melebihi baku mutu pada daya pembebanan 1.000 W dan 2.000 W.
Pelatihan Pemanfaatan Maggot Black Soldier Fly (BSF) untuk Pengolahan Sampah Organik sebagai Alternatif Pakan Ternak pada Santri Pondok Pesantren Syekh Burhanuddin Kuntu, Kab. Kampar, Prov. Riau David Andrio; Shinta Elystia; Gunadi Priyambada; M. Reza; Aryo Sasmita; Jecky Asmura
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 3 No 1 (2023): JAMSI - Januari 2023
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.583

Abstract

Pondok Pesantren Syekh Burhanuddin berada di Desa Kuntu Kabupaten Kampar. Dengan bertambah jumlah santri setiap tahunnya menyebabkan semakin banyak sampah di lingkungan pesantren. Pengelolaan sampah dipesantren belum baik, sampah hanya dikumpulkan di satu tempat lalu dibakar. Pembakaran dapat menyebabkan pencemaran udara dan akan berdampak pada lingkungan sekitar pesantren. Sesuai Motto yang telah digariskan oleh pendiri Pesantren adalah Tafaqquh Fiddin (mendalami ilmu agama) disamping penguasaan ilmu pengetahuan, juga diperlukan keterampilan. Pondok pesantren mengadakan inovasi/terobosan baru dalam mengembangkan ilmu dan keterampilan yang Tafaqquh Fiddin dengan beberapa program keterampilan life skill. Salah satu keterampilan life skill yang bisa dilakukan yaitu inovasi pengolahan sampah organik sebagai media budidaya Maggot Black Soldier Fly (BSF). Hal tersebut dimulai dari identifikasi masalah bersama dengan para santri, diskusi dan pemberian solusi serta pelatihan budidaya maggot dengan secara interaktif dengan melibatkan teori dan praktek bersamaan agar lebih mudah difahami. Kegiatan pengabdian secara keseluruhan dapat dikatakan baik dan berhasil, dilihat dari ketercapaian tujuan pelatihan (85%), ketercapaian target materi yang telah direncanakan (100%), dan kemampuan peserta dalam penguasaan materi (75%). Tujuan utama dari kegiatan ini sudah tercapai yaitu pengolahan sampah organik untuk mengurangi jumlah sampah di sekitar lingkungan sebagai pakan larva lalat BSF. Selain itu dapat juga memberikan tambahan pendapatan para santri.
PENGARUH PENAMBAHAN BIOCHAR TERHADAP PENURUNAN KADAR TOTAL PETROLEUM HYDROCARBON (TPH) PADA TANAH TERCEMAR MINYAK BUMI Aryo Sasmita; Amalia Syakinah; Ulfatun Nisa
Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan Vol. 8 No. 2 (2021)
Publisher : Departemen Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.622 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtsl.2021.008.2.12

Abstract

Hydrocarbons are compounds produced as a result of the activities of the petroleum industry, which can pollute the soil and waters. Due to the amount of waste, biochar from agricultural waste could potentially be used as a soil amendment agent for hydrocarbon contamination. The high lignocellulose in oil palm shells and empty bunches makes them potential raw materials for biochar. The purpose of this study was to explore the effect of biochar application on petroleum-contaminated soil to reduce Total Petroleum Hydrocarbon (TPH) levels. In this study, the dosage of biochar was added to the soil contaminated with petroleum with a variation of 3%, 5%, and 7% (w/w) and control without the addition of biochar. The parameters analyzed were TPH levels by gravimetric method every week for four weeks. The results showed that the addition of biochar had an effect on the degradation of TPH. The greater the dose of biochar used, the higher the percentage of TPH degradation. The highest decrease in TPH levels occurred at the addition of biochar dose by 7%, where the empty shell was 60.65%, and empty bunches was 54.1% which was greater than without the addition of biochar by 32.79%.
PENGARUH PENAMBAHAN BIOCHAR CANGKANG SAWIT DENGAN VARIASI SUHU PIROLISIS TERHADAP EMISI CO2 DARI TOP SOIL Aryo Sasmita; Isnaini Isnaini; Ulimaz Almira
Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan Vol. 9 No. 2 (2022)
Publisher : Departemen Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.079 KB) | DOI: 10.21776/ub.jtsl.2022.009.2.25

Abstract

Soil respiration activity is one of the contributors to carbon dioxide (CO2) emissions from the agricultural sector. The agricultural sector can also reduce the CO2 emissions it produces, one of which is by making biochar from agricultural waste. Palm shells have potential as raw materials for biochar because they contain hemicellulose, cellulose and lignin. The purpose of this study was to study the effect of adding biochar with variations in pyrolysis temperature on CO2 emissions resulting from the soil respiration process. Palm shell biochar was pyrolyzed with temperature variations of 500 oC and 600 oC for 1 hour and activated using NaOH. Biochar was then added to the soil at a dose of 10% and incubated for 25 days which was tested once every five days. The results showed that the highest CO2 emissions occurred from soil respiration activities with the addition of palm shell biochar at a temperature of 600 oC at an incubation time of 5 days, which was 37 mg CO2. This value was 22.95% greater than the control treatment without the addition of biochar.
Variasi Penambahan Dosis Biochar Cangkang Kelapa Sawit Terhadap Emisi Karbon Dioksida di Topsoil Aryo Sasmita; Ulfa Septianda
Jurnal Rekayasa Bahan Alam dan Energi Berkelanjutan Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.rbaet.2022.006.02.02

Abstract

Respirasi tanah merupakan salah satu penyumbang emisi CO2 ke atmosfer sehingga meningkatkan pemanasan global. Salah satu upaya untuk menguranginya adalah dengan pengaplikasian biochar dari limbah pertanian untuk menurunkan nilai CO2 dari proses respirasi tanah. Cangkang kelapa sawit berpotensi menjadi biochar, karena mengandung hemiselulosa, selulosa dan lignin. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh penambahan variasi dosis biochar cangkang kelapa sawit terhadap emisi CO2 yang dihasilkan dari proses respirasi tanah dan mendapatkan karakteristik biochar yang dihasilkan sesuai dengan persyaratan SNI 06-3730-1995. Biochar cangkang sawit dipirolisis dengan suhu 600°C selama 1 jam dan diaktivasi menggunakan NaOH. Biochar kemudian ditambahkan ke tanah dengan variasi dosis 0, 8, 10, dan 12% lalu diinkubasi selama 10 hari. Emisi CO2 dari laju respirasi tanah diukur dengan metode titrasi asam basa. Dari penelitian ini diketahui bahwa biochar cangkang sawit terbuat telah mematuhi syarat untuk kadar air, kadar abu, dan kadar volatil dan kadar fixed carbon sesuai SNI. Pada perlakuan penambahan dosis 12% biochar cangkang sawit menghasilkan emisi CO2 terbesar pada waktu inkubasi hari ke-2 yaitu 0,0384 mgCO2-C/g tanah. Nilai ini lebih besar 75% jika dibandingkan tanah tanpa penambahan biochar.
Teknologi Pengolahan Air Bersih sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Masyarakat di Desa Bunga Raya, Kabupaten Siak Shinta Elystia; Gunadi Priyambada; M. Reza; Aryo Sasmita; David Andrio; Jecky Asmura
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 3 No 3 (2023): JAMSI - Mei 2023
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.792

Abstract

Salah satu sumber air bersih yang digunakan masyarakat Desa Bunga Raya, Kec. Bunga Raya Kab. Siak untuk mandi, mencuci, masak, dan minum adalah air tanah. Air tanah digunakan bersumber dari sumur gali maupun sumur bor. Dari hasil wawancara dan pengamatan langsung di lapangan warna air sumur masyarakat kuning seperti sirup lemon, baunya seperti bau karat dan bau telur busuk jika baru di pompa, rasanya jika untuk kumur-kumur seperti agak asam dan ngilu di gigi, sehingga jika ini dikonsumsi dan berlangsung dalam jangka waktu yang panjang tanpa tindak lanjut dapat membahayakan masyarakat desa setempat. Melihat kondisi ini tim pengabdian dengan berkoordinasi dengan pejabat setempat (Ketua RT) menyusun jadwal pelaksanaan kegiatan Sosialisasi & Pelatihan Teknologi Pengolahan Air Bersih sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Masyarakat di Desa Bunga Raya, Kec. Bunga Raya Kabupaten Siak. Kegiatan sosialisasi dan pelatihan dilakukan dengan metode penyuluhan dan demonstrasi pembuatan teknologi pengolahan air bersih oleh tim PKM, Mahasiswa Kukerta UNRI, dan warga masyarakat sekitar. Manfaat yang diperoleh peserta dari kegiatan PKM ini antara lain warga masyarakat dapat menjernihkan air secara mandiri dengan teknologi pengolahan air, tercukupi kebutuhan akan air bersih yang sehat, tidak berwarna, tidak berbau dan tidak berasa sebagai bagian dari kebutuhan dasar setiap manusia. Kegiatan pengabdian secara keseluruhan dapat dikatakan baik dan berhasil, dilihat dari ketercapaian tujuan pelatihan (95%), ketercapaian target materi yang telah direncanakan (100%), dan kemampuan peserta dalam penguasaan materi (85%). Teknologi filter pengolahan air yang dirancang menjadi solusi dalam membantu memperbaiki kualitas air sumur gali dan sumur bor sehingga sesuai dengan standar air bersih yang dipersyaratkan.
Co-Authors Achmad Noerkhaerin Putra Adillah, Muhammad Iqbal Agustriani, Rina Aini, Keke Nur Alfarobi, Muhammad Hardi Almira, Ulimaz Amalia Syakinah Amalia Syakinah Maharani Budaya Ambarwati, Nandia Rian Aminuyati Andesgur, Ivnanaini Arga Aflyn Febrina H Arhamny Arhamny Arief Rachman Widyanto Arneni, Arneni Arsy Dian Puspita Sari Aulia, Syarifah Rizky Aurelia, Keyla Ayu Juwita Piani Ayu Putri Permata MS Berliani Osmeiri Berliani Osmeiri Chaniago Chaniago David Andrio Deassy Amelia Denisa Nurmalia Dewi Fitria Edward Edward Edward HS Edward Hs Edward, Edward Edward, Edward Eko Hendi Saputra, Eko Hendi Elvi Yenie, Elvi Ery Laksono Sadewo Ery Laksono Sadewo Etty Pratiwi Fajri, Sandra Monica Fariz Anzhari Kwanda Fatatulkhairani Fatatulkhairani Fatatulkhairani Fatatulkhairani Fatatulkhairani, Fatatulkhairani Fatiha Rizqa Febri Maharani Putri Febrian Maulana Gitamy Anggraini Hafidawati, Hafidawati Handayani, Devi Tri Hardyan, Rici Harimurti, M. Arief Harlen Yosep Sitinjak Harsena Hayas Fika Harsena Hayas Fika Hasdania, Annisa Meidiany Herfi Rahmi Hidayat, Hafizhul Hiqma Aulia Imalatunil Khaira Imalatunil Khaira Imam Suprayogi Iqbal Perdana Putra Isnaini Isnaini Isnaini Isnaini Ivnaini Andesgur Jecky Asmura Jecky Asmura Jordi Rifaldi Karina Yolanda Karina Yolanda Keke Nur Aini Khairani, Syafrida Khatami Achmad Lilya Irsianti Fadlilah Lita Darmayanti M. Hardi Alfarobi M. Iwan Fermi M. Yogi Riyantama Isjoni Mardhatillah, Annisa MIFTAHUL JANNAH Miftahul Ulum Mareta Milanna, Puji Annur Miska Alemina Ginting Muhammad Fajri Chaniago Muhammad Reza Muhammad Reza Muhammad Reza Muhammad Taslim Mutiara Zikron Nabil Abidin Nabila Noor Aliffia Nadya Dwi Permatasari Vionola Nandia Rian Ambarwati Nia Ramadhani Haryadi Nora Aprilin Noviyani Puji Nurmaida, Betharia Okthasia Indra Parlaungan Hasibuan Prabowo, Noor Arief Praja, Silvany Mutiara Prilianto, Danuardi Restu Priyambada, Gunadi PURWANTI PURWANTI Putra, Iqbal Perdana Putri Elisa S Putriani Putriani Rahmadini Setianingsih Ramadhan, Gentha Rezka Rahayu Febri Ribka Yunila Rifad Andrian Saragih Rika Lestari Rikhatul A’ini Riki Ablan Yusandre Risma Nopita Risma Nopita Rizka Agnestianova Rizki Zustika Robi Mulyadi Rodesia Mustika Rozi Rodesia Mustika Rozi Rosyanti, Vasella Dwi Rudea Faddhisrah Syahbana Rudhi Andreas Komang, Rudhi Andreas Sandra Monica Fajri Santi Dwi Putri Saputra, Ricko Adi Shinta Elystia Sintong Getsemani Situmeang, David Prinata Suci Hartina Fani Putri Syafrida Khairani Syahbana, Rudea Faddhisrah Syarah Adriana Syarah Adriana Triliani, Ana Aulia Ulfa Septianda Ulfatun Nisa Ulfatun Nisa, Ulfatun Ulimaz Almira Urip Rifani Violla Dwivannie Wahyu Akmal Wahyu Akmal Rinaldi Wan Dea Vianda Wanda Lestari, Wanda Winda Yani Christian S Yohanes Yohanes Yohanes Yohanes Yohanes Yohanes Yohanes Yohanes Yulya Yulya Zoebar, M. Arif Yutaro Zustika, Rizki