Claim Missing Document
Check
Articles

Perencanaan Sumur Resapan Untuk Mereduksi Limpasan Permukaan Pada Perumahan Mangga Raya Residence Tenayan Raya Pekanbaru Arneni, Arneni; Suprayogi, Imam; Sasmita, Aryo
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Teknik dan Sains Vol 8 (2021): Edisi 1 Januari s/d Juni 2021
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Teknik dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The increasing number of people in the new Pekanbaru city caused land ordinance changes,resulting ina reduction of water in the region so that when rainfall increased and drainage capacity were not optimum, surface could be impended. A region that had similar problems in 2017 Mangga Raya Residence is severe surface runoff asa result of rainfall according to the fact that in September to Desember ,reducing existing housing to a level was reduced because the nonoptimum cotton wedges in the study were done in order to minimize the surface runoff in the region,building receipts for each housimg to reduce runoff and in an effort to raise water from the calculation and imaging of the planning of the resply wells from 1 m(8m) in diameter,it is a maximum diameter of the requirements for the planning of the picket wells issued by SNI-2017 and permeable value permeable bags 0,0000556 m/dtk. The permeable wells is divided into 2 wells for 1 house with 4 meters each in depth ,according to what is named in a SNI-8456-2017,a well and a water repellate trench after your plan the charge that comes out to 0,88 m³/dt is draining his discharge out of neither more than drainage capacity 0,9 m³/dt.fees needed to be spent for the gouging wlls with a depth of 8 m are devided into 2 in 1 house is Rp.9.570.193. Keywords: Reduction Runoff, Reenactment Wells,Mangga Raya Residence
Analisis Lahan Sektor Pertanian Di Kabupaten Kampar, Riau Zustika, Rizki; Sasmita, Aryo; Isnaini, Isnaini
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Teknik dan Sains Vol 7 (2020): Edisi 1 Januari s/d Juni 2020
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Teknik dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Agriculture is widely consists of several sectors including agriculture, plantation and livestock. The aim of research was to agricultural sector land analysis in Kampar District Province of Riau. The instruments used in this study are the Microsoft Excell Software 2010 and ArcMap Software 10.3 The data used is secondary data. The result is the agricultural land area consists of three commodities in Kampar district namely rice, crops and horticultural. The highest land area is derived from rice commodities covering an area of 9,159 ha.   Keywords: agriculture, agricultural sector land analysis,  Kampar District.
Analisis Kadar Air, Kadar Abu, Volatil Dan Fixed Carbon Pada Biochar Cangkang Sawit Dengan Variasi Suhu Pirolisis Almira, Ulimaz; Sasmita, Aryo; Isnaini, Isnaini
Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Teknik dan Sains Vol 8 (2021): Edisi 2 Juli s/d Desember 2021
Publisher : Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Bidang Teknik dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Palm shell has the potential as a biochar raw material because it contains hemicellulose, cellulose and lignin. The purpose of this study is to study the influence of pyrolysis temperature on the characteristics of biochar produced in accordance with SNI 06-3730-1995. Palm shell biochar is pyrolysis with temperature variations of 500 oC and 600 oC for 1 hour and activated using NaOH. Biochar palm shell has met SNI 06-3730-1995 for water content and volatile levels, while ash levels and fixed carbon levels are not in accordance with the requirements.Keywords : Biochar, palm shell, moisture, ash, vollatile, fixed carbon
Analisis Emisi CH4 dan Potensi Energi dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Muara Fajar 2 Kota Pekanbaru Sasmita, Aryo; Asmura, Jecky; Nurmaida, Betharia
Rekayasa Vol 15, No 1: April 2022
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/rekayasa.v15i1.13284

Abstract

The city of Pekanbaru as an economic center and a destination for urbanization in Riau province has also experienced an increase in population. This is the cause of the increase in the amount of waste that enters the Muara Fajar 2 TPA Pekanbaru City. Solid waste that is stockpiled in the TPA undergoes a degradation process resulting in greenhouse gases in the form of CH4 which contribute to global warming, but have the potential to be utilized as alternative energy. The purpose of this study was to calculate CH4 emissions from landfilling activities at TPA 2 Muara Fajar Pekanbaru City and the potential energy produced. The method for calculating landfill gas emissions uses the IPCC 2019 method. The amount of waste that goes to the TPA in 2011-2020 is obtained from the Pekanbaru City Environment and Forestry Office. The highest estimated values of CH4 gas emissions resulting from landfilling activities at the Muara Fajar 2 TPA Pekanbaru City occurred in 2049 with CH4 emissions of 34,847 Mg/year and CH4 volume of 48,560,479 m3/year. The daily electricity generated is 52,052.84 kWh which can meet the electricity needs of 9,362 households in Pekanbaru City.
Analisis Sistem Proteksi Kebakaran Gedung Laboratorium Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Riau Muhammad Reza; Aryo Sasmita; Ery Laksono Sadewo
JURNAL KAJIAN TEKNIK MESIN Vol 5, No 1 (2020): Jurnal Kajian Teknik Mesin
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.128 KB) | DOI: 10.52447/jktm.v5i1.2427

Abstract

Sistem proteksi kebakaran digunakan untuk mendeteksi dan memadamkan kebakaran sedini mungkin dengan menggunakan peralatan yang digerakkan secara manual dan otomatis. Laboratorium Teknik Mesin Fakultas Teknik Universtias Riau merupakan salah satu bangunan yang memiliki potensi akan terjadinya kebakaran,  jika tidak memiliki sistem proteksi kebakaran yang memadai. Laboratorium tersebut memiliki mesin-mesin  yang  jika  tidak  dikelola  dengan baik akan menjadi pemicu terjadinya kebakaran. Menurut Badan  Litbang  Pekerjaan Umum, 2005 tentang Pemeriksaan  Keselamatan  Kebakaran  Gedung, setiap gedung  memiliki  4  komponen  utilitas,  yaitu Kelengkapan Tapak, Sarana Penyelamatan, Sistem Proteksi Aktif, dan Sistem Proteksi Pasif. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan survei kondisi eksisting dan mencari data kepada kelembagaan atau instansi terkait. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana penerapan Sistem Proteksi Kebakaran di Fakultas Teknik Universitas Riau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode  deskriptif  kuantitatif  dengan  desain studi kasus, hasil penelitian yang kemudian diolah dan dianalisis untuk diambil kesimpulannya. Penilaian kondisi keseluruhan sistem proteksi kebakaran Laboratorium Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Riau yaitu sebesar 72.5%. Menurut Pemeriksaan Keselamatan Kebakaran Bangunan Gedung tahun 2005 menunjukan bahwa kondisi sistem proteksi kebakaran pada bangunan Laboratorium Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Riau dalam kondisi cukup. Dengan kondisi yang ada ini diharapkan sistem proteksi dapat berfungsi dengan baik saat dibutuhkan bila sewaktu-waktu terjadi bahaya kebakaran.
Pengolahan Tanah Tercemar Logam Berat Pb dan Cd Menggunakan Biochar Sekam Padi dengan Variasi Ukuran Partikel Harsena Hayas Fika; Shinta Elystia; Aryo Sasmita
JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN Vol. 7 No. 1 (2021): JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN
Publisher : LPPM Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jstl.v7i1.215

Abstract

Soil contamination by heavy metals lead (Pb) and cadmium (Cd) is a form of pollution that is very dangerous for living things. One of the efforts to cultivate polluted soil is the remediation method using biochar from rice husks. The purpose of this study was to analyze the effect of biochar particle size variations on the removal of heavy metals Pb and Cd on contaminated soil. Biochar is made by pyrolysis at 500 0C for 1 hour and flows 0.1 L / minute of N2 gas. This study used a variety of biochar particle sizes of 100 mesh, 60 mesh, 40 mesh and testing time every 10 days for 1 month. The results of this study were the highest Pb and Cd removal in the addition of biochar with a particle size of 100 mesh, namely with a Pb concentration of 91.32 mg / kg and a removal efficiency of 54.05% ; Cd concentration of 10.47 mg / kg and a removal efficiency of 47.36%. Based on the results obtained, it can be stated that the smaller the biochar particle size, the efficiency of heavy metal removal will increase.
EVALUASI TINGKAT KEBISINGAN SEBAGAI UPAYA PENGELOLAAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) DI UNIT PLTD/G TELUK LEMBU PT PLN PEKANBARU DENGAN METODE NIOSH Aryo Sasmita; Shinta Elystia; Jecky Asmura
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 15, No 2 (2016): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.874 KB) | DOI: 10.31258/jst.v15.n2.p34-42

Abstract

Kebisingan tidak dapat dipisahkan dari perkembangan industri karena hampir semua proses produksi di industri akan menimbulkan kebisingan. Kebisingan juga dapat menyebabkan gangguan yang berpotensi mempengaruhi kenyamanan dan kesehatan terutama berasal dari kegiatan operasional peralatan pabrik. Pekerja lapangan PLTD/G setiap hari berhubungan dengan mesin-mesin pembangkit listrik yang memiliki tingkat kebisingan yang tinggi. Risiko kerusakan pendengaran (damage risk on hearing) pada pekerja dapat disebabkan oleh bising yang tinggi atau waktu kumulatif paparan yang berlebihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kebisingan yang ada dilokasi penelitian dan mengetahui waktu pemaparan maksimal yang diperbolehkan untuk bepekerja berada pada lokasi kerja. Metode penelitian yang digunakan adalah melakukan perhitungan tingkat kebisingan yang terjadi di PT. PLN (Persero) Unit PLTD/G Teluk Lembu Pekanbaru berdasarkan KepMenLH Nomor 48 Tahun 1996 dan SNI 7231-2009 kemudian melakukan evaluasi waktu maksimal pekerja terpapar kebisingan yang ditimbulkan berdasarkan metode perhitungan NIOSH. Dari hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat empat titik yang berada dibawah Nilai Ambang Batas (NAB) Kepmenaker No. 51 Tahun 1999 sedangkan sisanya diatas NAB. Waktu terlama pemaparan yaitu titik 2 dengan waktu pemaparan maksimal selama 88,89jam, sedangkan waktu pemaparan paling singkat yaitu titik 13 dengan lama pemaparan diperbolehkanhanya selama 5,68 menit
PENGENDALIAN KEBISINGAN DENGAN METODE CONCEPTUAL MODEL DI PABRIK KELAPA SAWIT PT. TUNGGAL PERKASA PLANTATIONS Aryo Sasmita; Jecky Asmura; Nandia Rian Ambarwati
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 17, No 2 (2018): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.955 KB) | DOI: 10.31258/jst.v17.n2.p61-68

Abstract

Untuk menunjang proses produksi guna memenuhi tuntutan peningkatan produktivitas,maka pabrik kelapa sawit telah menerapkan sistem mekanisasi pada alat dan mesin industri pengolahan buah sawit. Dengan penerapan mekanisasi produksi, dapat menimbulkan dampak kurang baik bagi kesehatan tenaga kerja, salah satunya adalah gangguan kebisingan saat bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan alternatif solusi permasalahan kebisingan di lokasi penelitian menggunakan conceptual model. Metode penelitian yang dilakukan adalah dengan melakukan pengukuran kebisingan yang diambil pada 139 titik di areal produksi dan loading ramp, kemudian dibandingkan dengan batas maksimum intensitas kebisingan yang diperbolehkan di tempat kerja dan melakukan perhitungan lamanya pekerja boleh terpapar kebisingan. Dari hasil penelitian diketahui bahwa ada 43 titik yang melebihi baku mutu dan kebisingan tertinggi dititik 69 dengan 99,7 dB. Lama pemaparan maksimal dititik tersebut diperbolehkan hanya 16,08 menit jika tidak menggunakan Alat Perlindungan Diri. Pengendalian kebisingan dengan conceptual model dapat dilakukan secara internal yaitu dengan pengendalian di sumber, di perantara ataupun di penerima. Adapun pengendalian secara eksternal dilakukan dengan melakukan pemeriksaan kesehatan rutin, pelatihan K3 dan pemasangan rambu penanda kebisingan.
PEMETAAN SEBARAN PARTIKULAT DARI PEMBAKARAN LIMBAH PADAT INDUSTRI PENGOLAHAN SAWIT, DI KABUPATEN KAMPAR, RIAU aryo sasmita; David Andrio
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 18, No 2 (2019): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1161.258 KB) | DOI: 10.31258/jst.v18.n2.p57-67

Abstract

Penggunaan boiler dan incinerator pada industri pengolahan sawit akan memberikan kontribusi polutan berupa partikulat (PM2.5 dan PM10) yang jumlahnya cukup besar. Partikulat merupakan polutan yang memiliki tingkat toksisitas tinggi sehingga bisa membahayakan kesehatan manusia dan lingkungan sekitar. Pemetaan sebaran partikulat perlu dilakukan sebagai salah satu usaha untuk memecahkan masalah dalam memantau dan mengevaluasi sebaran gas buang yang berbahaya terhadap masyarakat maupun lingkungan, sehingga strategi penanganan dampak pencemaran udara yang berasal dari pabrik kelapa sawit bisa ditentukan secara akurat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besaran polutan yang berasal dari pabrik kelapa sawit serta memetakan pola penyebarannya pada lingkungan. Untuk dapat menggambarkan pola penyebaran polutan, dimulai dengan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi penyebaran polutan tersebut seperti besaran polutan yang dihasilkan, stabilitas atmosfer, arah dan kecepatan angin. Data-data tersebut diperolah dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Kota Pekanbaru. Untuk menggambarkan penyebaran polutan partikulat digunakan model simulasi yang telah diintegrasikan dalam software aermod. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa arah sebaran emisi untuk polutan PM2.5 dan PM10 dari hasil simulasi model cenderung mengarah ke arah tenggara dan utara dari sumber. Nilai konsentrasi PM2.5 hasil simulasi untuk 24 jam tertinggi untuk yaitu 9,26 µg/m3, untuk 1 tahun tertinggi yaitu 1,48 µg/m3. Nilai konsentrasi PM10 hasil simulasi untuk 24 jam tertinggi untuk yaitu 18,23 µg/m3, untuk 1 tahun tertinggi yaitu 2,87 µg/m3. Hasil simulasi tersebut menunjukkan konsentrasi polutan PM2.5 dan PM10 yang berasal dari boiler dan insinerator berada dibawah baku mutu masing masing polutan.The form of particulates (PM2.5 and PM10) which are quite significant. Particulates are pollutants that have a high level of toxicity that can endanger human health and the surrounding environment. Mapping of particulate distribution needs to be done as an effort to solve problems in monitoring and evaluating the distribution of hazardous gases to the community and the environment, so that the strategy for handling the effects of air pollution originating from palm oil mills can be determined accurately. This study aims to determine the amount of pollutants originating from palm oil mills as well as mapping the distribution patterns in the environment. To be able to describe the pattern of pollutant spread, it starts by identifying the factors that influence the spread of pollutants such as the amount of pollutants produced, atmospheric stability, wind direction and speed. These data were obtained from the Meteorology and Geophysics Agency of Pekanbaru City. To describe the spread of particulate pollutants, a simulation model is used which has been integrated into the AERMod software. The results of the study show that the direction of the distribution of emissions for pollutants PM2.5 and PM10 from the simulation model results tend to point southeast and north from the source. The PM2.5 concentration value for the 24-hour simulation results was highest for 9.26 µg / m3, the highest for 1 year was 1.48 µg / m3. The highest value of PM10 concentration simulation results for 24 hours is 18.23 µg / m3, the highest 1 year is 2.87 µg / m3. The simulation results show the concentration of pollutants PM2.5 and PM10 originating from boilers and incinerators are below the quality standards of each pollutant.
ANALISIS NILAI KEBISINGAN DARI KEGIATAN TRANSPORTASI DI KOTA PEKANBARU Aryo Sasmita; Elvi Yenie
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 12, No 2 (2013): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.404 KB) | DOI: 10.31258/jst.v12.n2.p%p

Abstract

Pertumbuhan pesat perekonomian Pekanbaru menyebabkan peningkatan jumlah kendaraan. Dalam satu hari sepedamotor bertambah lebih dari 600 unit, bahkan untuk Propinsi Riau secara keseluruhan pertambahan kendaraan di Riaumencapai 20.000-30.000 unit per bulan. Meningkatnya jumlah kendaraan tersebut menyebabkan meningkatnya tingkatkebisingan yang mengganggu masyarakat. Tingkat kebisingan dari lalu lintas jalan raya yang melebihi baku mutu dapatmenyebabkan penyakit jantung, kelelahan mental dan fisik, gangguan psikomatis, serta mengakibatkan kerusakan danpenurunan daya pendengaran. Oleh sebab itu maka perlu dilakukan analisis tingkat kebisingan kota Pekanbaru untukmengetahui apakah tingkat kebisingan di kota Pekanbaru telah melebihi baku mutu atau tidak yang berpotensimenyebabkan gangguan kesehatan. Dalam penelitian ini dilakukan pengukuran kebisingan pada 18 ruas jalan di kotaPekanbaru sebagai titik sampel nilai kebisingan pada jalan raya. Dipilihnya 18 titik tersebut terdiri dari beberapa jalanarteri, jalan kolektor, dan jalan lokal, sehingga dianggap telah mampu merepresentasikan kondisi kebisingan di jalanpada kota Pekanbaru. Kemudian dilakukan perhitungan data tingkat kebisingan dari setiap titik sampel, dandibandingkan dengan baku mutu kebisingan pada Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. Kep-48/MENLH/11/1996.Dari hasil perhitungan data, jika dianggap jalan arteri dan jalan kolektor digunakan sebagai kawasan perdagangan danjasa, sedangkan jalan lokal digunakan sebagai kawasan perumahan dan pemukiman, diketahui bahwa seluruh jalanyang menjadi titik sampel memiliki nilai kebisingan yang telah melebihi baku mutu.kata kunci : kebisingan, transportasi ,jalan raya
Co-Authors Achmad Noerkhaerin Putra Adillah, Muhammad Iqbal Agustriani, Rina Aini, Keke Nur Alfarobi, Muhammad Hardi Almira, Ulimaz Amalia Syakinah Amalia Syakinah Maharani Budaya Ambarwati, Nandia Rian Aminuyati Andesgur, Ivnanaini Arga Aflyn Febrina H Arhamny Arhamny Arief Rachman Widyanto Arneni, Arneni Arsy Dian Puspita Sari Aulia, Syarifah Rizky Aurelia, Keyla Ayu Juwita Piani Ayu Putri Permata MS Berliani Osmeiri Berliani Osmeiri Chaniago Chaniago David Andrio Deassy Amelia Denisa Nurmalia Dewi Fitria Edward Edward Edward Hs Edward HS Edward, Edward Edward, Edward Eko Hendi Saputra, Eko Hendi Elvi Yenie, Elvi Ery Laksono Sadewo Ery Laksono Sadewo Etty Pratiwi Fajri, Sandra Monica Fariz Anzhari Kwanda Fatatulkhairani Fatatulkhairani Fatatulkhairani Fatatulkhairani Fatatulkhairani, Fatatulkhairani Fatiha Rizqa Febri Maharani Putri Febrian Maulana Gitamy Anggraini Hafidawati, Hafidawati Handayani, Devi Tri Hardyan, Rici Harimurti, M. Arief Harlen Yosep Sitinjak Harsena Hayas Fika Harsena Hayas Fika Hasdania, Annisa Meidiany Herfi Rahmi Hidayat, Hafizhul Hiqma Aulia Imalatunil Khaira Imalatunil Khaira Imam Suprayogi Iqbal Perdana Putra Isnaini Isnaini Isnaini Isnaini Isnaini Isnaini Ivnaini Andesgur Jecky Asmura Jecky Asmura Jordi Rifaldi Karina Yolanda Karina Yolanda Keke Nur Aini Khairani, Syafrida Khatami Achmad Lilya Irsianti Fadlilah Lita Darmayanti M. Hardi Alfarobi M. Iwan Fermi Mardhatillah, Annisa MIFTAHUL JANNAH Miftahul Ulum Mareta Milanna, Puji Annur Miska Alemina Ginting Muhammad Fajri Chaniago Muhammad Reza Muhammad Reza Muhammad Reza Muhammad Taslim Mutiara Zikron Nabil Abidin Nabila Noor Aliffia Nadya Dwi Permatasari Vionola Nandia Rian Ambarwati Nia Ramadhani Haryadi Nora Aprilin Noviyani Puji Nurmaida, Betharia Okthasia Indra Parlaungan Hasibuan Prabowo, Noor Arief Praja, Silvany Mutiara Prilianto, Danuardi Restu Priyambada, Gunadi PURWANTI PURWANTI Putra, Iqbal Perdana Putri Elisa S Putriani Putriani Rahmadini Setianingsih Ramadhan, Gentha Rezka Rahayu Febri Ribka Yunila Rifad Andrian Saragih Rika Lestari Rikhatul A’ini Riki Ablan Yusandre Risma Nopita Risma Nopita Rizka Agnestianova Rizki Zustika Robi Mulyadi Rodesia Mustika Rozi Rodesia Mustika Rozi Rosyanti, Vasella Dwi Rudea Faddhisrah Syahbana Rudhi Andreas Komang, Rudhi Andreas Sandra Monica Fajri Santi Dwi Putri Saputra, Ricko Adi Shinta Elystia Sintong Getsemani Situmeang, David Prinata Suci Hartina Fani Putri Syafrida Khairani Syahbana, Rudea Faddhisrah Syarah Adriana Syarah Adriana Triliani, Ana Aulia Ulfa Septianda Ulfatun Nisa Ulfatun Nisa, Ulfatun Ulimaz Almira Urip Rifani Violla Dwivannie Wahyu Akmal Wahyu Akmal Rinaldi Wan Dea Vianda Wanda Lestari, Wanda Winda Yani Christian S Yohanes Yohanes Yohanes Yohanes Yohanes Yohanes Yohanes Yohanes Yohannes Yohannes Yulya Yulya Zoebar, M. Arif Yutaro Zustika, Rizki