Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Discrabble: Permainan Kata Sebagai Media Literasi Penerapan Karakter Pancasila Melalui Merdeka Belajar yang Interaktif Bagi Anak Disleksia Nickyta Yudhisaputri; Dian Novita Sari; Sayidatun Nisa Sunjaya; Salha Hamidah; Muhamad Arzak Hidayatullah; Rusiana, Rusiana
JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v5i1.1683

Abstract

Kemajuan bangsa dilihat dari kualitas sumber daya manusianya. Kegiatan membaca merupakan salah satu aspek penting dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia. Berdasarkan Program for International Student Assessment (PISA) tahun 2019, Indonesia berada di peringkat 72 dari 77 dengan tingkat literasi rendah. Pada kondisi khusus, anak mengalami ketidakmampuan belajar akibat kesulitan membaca dan menulis yang disebabkan oleh gangguan otak dalam memproses informasi yang diterima yang dikenal dengan istilah disleksia. Hal ini memerlukan perlakuan khusus melalui memori kerja. Seperti yang terjadi di Sekolah Disleksia Cendekia Kudus ditemukan kemampuan membaca siswa yang rendah dan hiperaktif. Namun guru kesulitan menyediakan media yang sesuai dengan kebutuhan dan pembelajaran siswa. Berdasarkan permasalahan tersebut maka diperlukan solusi melalui Discrabble: Permainan Kata Sebagai Media Literasi Penerapan Karakter Pancasila melalui Kebebasan Belajar Interaktif di Sekolah Disleksia Cendekia Kudus. Program dilaksanakan selama 5 bulan dengan tahapan analisis masalah, persiapan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi. Keberhasilan program terlihat dari persentase peningkatan pada setiap indikator seperti semangat 50%, pembelajaran interaktif dan bervariasi 73%, fokus siswa selama pembelajaran 42%, pemahaman siswa dalam membaca 60%, dan penerapan karakter Pancasila 64%, kreativitas guru dalam membuat media 50%.
Book Clubs as a Pedagogical Tool for Developing Critical Thinking: Evidence from an English Education Program in Indonesia Rusiana, Rusiana; Nuraeningsih, Nuraeningsih; Sulistyowati, Titis; Syafei, Muh; Romadlon, Farid Noor; Nurcahyo, Agung Dwi; Agulan, Loreen P.; Thongmark, Natthanan; Anna, Sibhekinkosi; Kurt-Taşpınar, Havva; Milad, Abdurahman Ahmed
Indonesian Journal on Learning and Advanced Education (IJOLAE) Vol. 6, No. 3, September 2024
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ijolae.v6i3.23663

Abstract

In higher education, critical thinking skills are essential for students to develop their ability to explore problems, questions, or situations, find a solution, and justify their positions. Such skills can be cultivated through sustained, authentic dialogue with peers or in groups. To provide a supportive environment for dialogue and interaction among students, a book club was utilized as an alternative and extension activity of Extensive Reading course within the English Education Study Program at a private university in Indonesia. The book club enables students to connect with others, expressing and exchanging ideas and thoughts, thereby sharpening their critical thinking skills. This mixed-method study investigated the students’ reading and critical thinking skills after participating in the book club, the effectiveness of book club in developing these skills, and the ways in which the book club fostered critical thinking skills. Twenty-three freshmen from one class participated in the study. The instruments used were a reading test, a survey of critical thinking skills, and students’ work. The reading test and  critical thinking survey were administered sequentially after the treatment, while  students’ work was qualitatively analyzed. The findings reveal that book club is effective in developing student’s critical thinking skills,  particularly  in terms of creating alternative t endings to a given story.
Pelatihan English for Tourism Berbasis Role Play dan Communication Games untuk Paguyuban Duta Kabupaten Kudus Paguduwiku), Saka Pariwisata Kwarcab Kudus dan Staf Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus Romadlon, Farid Noor; Rismiyanto, Rismiyanto; Syafei, Muh; Suryani, Fitri Budi; Rusiana, Rusiana
Jurnal Muria Pengabdian Masyarakat Vol 1, No 2 (2024): Juli
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jmpm.v1i2.13179

Abstract

Kabupaten Kudus sebagai salah satu kabupaten di Jawa Tengah Indonesia mempunyai potensi wisata yang cukup tinggi, baik wisata alam, wisata religi, maupun wisata kuliner. Kabupaten Kudus memiliki kondisi geologi yang dikelilingi pegunungan sehingga terdapat banyak lokasi wisata yang indah dan potensial. Selain itu, latar belakang kota wali menjadikan Kabupaten Kudus memiliki banyak tempat religi yang selalu dikunjungi oleh para peziarah. Jumlah wistawan baik dalam negeri maupun manca negara yang datang ke Kabupaten Kudus terus meningkat setiap tahunnya. Akan tetapi, potensi wisata yang sedemikian besar belum diimbangi dengan sumber daya pariwisata yang baik. Masih banyak staf dan karyawan yang bekerja di daerah wisata belum memiliki kemampuan bahasa Inggris yang memadai untuk berinteraksi dengan wisatawan manca negara. Sedangkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus tidak sepenuhnya mempunyai sumber daya untuk meningkatkan kemampuan staf mereka. Oleh karena itu, diperlukan solusi untuk memecahkan masalah tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris terutama English for Tourism Paguyuban Duta Kabupaten Kudus Paguduwiku), Saka Pariwisata Kwarcab Kudus dan Staf Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus melalui pelatihan bahasa Inggris English for Tourism berbasis Role Play Communication Games. Kegiatan pengabdian  dilaksanakan dalam lima tahap, yaitu pre-test English proficiency, pelatihan English for Tourism berbasis Role Play Communication Games, praktek lisan on the spot, posts test English proficiency, dan evaluasi. Melalui kegiatan pelatihan English for Tourism berbasis Role Play dan Communication Games ini diharapkan para staf  Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus akan memiliki kemampuan bahasa Inggris English for Tourism yang baik sehingga mereka dapat berinteraksi dengan wisatawan manca negara dan dapat meningkatkan pariwisata di Kabupaten Kudus. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa para peserta pelatihan dari unsur-unsur Paguyuban Duta Kabupaten Kudus Paguduwiku), Saka Pariwisata Kwarcab Kudus dan Staf Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus sangat memerlukan pelatihan semacam ini. Kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris untuk menyambut wisatawan manca negara sangat dibutuhkan. Hal ini senada dengan usaha yang dilakukan untuk menginternasionalkan aset-aset wisata di Kabupaten Kudus.
Sosialisasi Pentingnya Peran Orang Tua dalam Pemenuhan Gizi pada Anak Usia Dini di TK Terpadu Rejo Sari Maryumi, Maryumi; Wally, Acani; Hastati, Hastati; Harni, Wa; Suriyati, Suriyati; Rumbia, Nursia; Warti, Wa Ode; Rusiana, Rusiana; Nurhayani, Nurhayani; Yusuf, Ode Yahyu Herliany; Febrianty, Lanri; Rizadman Rahia, Dino
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3517

Abstract

AbstrakPemenuhan Gizi yang seimbang pada Anak Usia Dini masih dianggap sepele oleh orang tua terutama dalam menyiapkan sarapan anak. Padahal memberikan nutrisi dan gizi yang baik sangat mempengaruhi aktifitas fisik anak-anak sebelum melakukan kegiatan belajar mengajar. Metode pelaksanaan program kreativitas mahasiswa ini dilakukan menggunakan tiga tahapan, antara lain: pelaksanaan kegiatan sosialisasi, tahap pelaksanaan, dan tahapan monitoring atau evaluasi. Hasil kegiatan ini menunjukan bahwa semakin tinggi pendidikan terakhir orang tua akan makin baik pula cara pengasuhan anak sehingga perkembangan anak terpengaruh berjalan secara positif. Sebaliknya semakin rendah tingkat pendidikan orang tua akan kurang baik dalam mengasuh anak.Kata Kunci: Sosialisasi, Pemenuhan Gizi, Anak Usia Dini AbstractThe fulfillment of balanced nutrition in early childhood is still considered trivial by parents, especially in preparing children's breakfast. In fact, providing good nutrition and nutrition greatly affects the physical activities of children before carrying out teaching and learning activities. The method of implementing this student creativity program is carried out using three stages, including: the implementation of socialization activities, the implementation stage, and the monitoring or evaluation stage. The results of this activity show that the higher the last education of parents, the better the way of childcare so that the child's development is affected runs positively. On the contrary, the lower the level of education of parents, the less good it will be in parenting.Keywords: Socialization, Nutrition Fulfillment, Early Childhood
Improving Students’ Vocabulary Mastery through TPR Storytelling Nuraeningsih, Nuraeningsih; Rusiana, Rusiana
IJELTAL (Indonesian Journal of English Language Teaching and Applied Linguistics) Vol 1, No 1 (2016): Indonesian Journal of English Language Teaching and Applied Linguistics
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/ijeltal.v1i1.3

Abstract

Teaching English for primary school students highly emphasizes on vocabulary. It is understandable since they are at the first stage of learning the language. Unfortunately, in many teaching practices, vocabulary is taught in an isolated way without the presence of meaningful context. Vocabularies are often given in the form of long list to be memorized. Actually, the aim of learning vocabulary is to equip the students to be ready to use the language (i.e. speaking). Therefore, here, Total Physical Response Storytelling (TPRS) is to meet with the students’ need. TPR Storytelling is one of foreign language teaching methods proposed by Blaine Ray of Bakersfield, California. Using TPR Storytelling (TPRS), teachers told two stories, Crocodile Tears and The Very Hungry Caterpillar and students acted those stories out. The research was conducted to know the influence of TPR Storytelling on the student’s vocabulary mastery. It elaborates what works and what does not work in implementing Total Physical Response Storytelling to teach vocabulary. To achieve the purpose of this research, a Classroom Action Research consisting of two cycles was conducted. The subjects of the research were Second Graders of SD in Kudus, Centra Java, Indonesia, with the number of 20 students. Three instruments were used to collect the data, i.e.: test, observation, & questionnaire. The result of the research shows that the use of TPRS can improve the students’ vocabulary mastery. The students’ responses on the use of TPRS are also positive. Therefore, teachers are expected to make use of other stories by considering vocabularies that meet with the syllabus and the students’ need with the support from the institution.