Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Pelatihan Penyusunan Pembuatan Soal-Soal Higher Order Thinking Skill (HOTS) Guru SD di Kota Samarinda Sandy, Aisyah Trees; Khotimah, Khusnul; Hari, Muhammad Akbar; Agustang, Agustang; Akbar, Muhammad Ali
DEDIKASI Vol 25, No 2 (2023): JURNAL DEDIKASI
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/dedikasi.v25i2.56071

Abstract

Abstrak – Higher Order Thinking Skill (HOTS) merupakan salah satu instrument yang digunakan untuk memotret kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa. Kemampuan pemikiran tingkat tinggi tentunya memerlukan kemampuan mengelola informasi untuk mencapai jawaban dalam situasi baru. HOTS sebagai proses transfer dalam konteks pembelajaran adalah melahirkan belajar bermakna (meaningfull learning), yakni kemampuan peserta didik dalam menerapkan apa yang telah dipelajari ke dalam situasi baru tanpa arahan atau petunjuk pendidik atau orang lain. Berdasarkan pemaparan di atas, maka pelaksanan kegiatan  pengabdian masyarakat yang akan dilakukan adalah pelatihan penyusunan soal-soal evaluasi berbasis higher order thinking skill (HOTS) pada guru SD di Kota Samarinda. Pelaksanaan kegiatan PKM ini berfokus kepada pelatihan yang terbagi dalam beberapa sesi yaitu persiapan, pelaksanaan pelatihan dengan 3 materi (konsep evaluasi pembelajaran, konsep evaluasi berbasis HOTS dan pembuatan soal HOTS), evaluasi. Pelaksanaan PKM  di pusatkan di SDN 007 Kota Samarinda dengan jumlah peserta 35 orang. Peserta kegiatan sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini karena 78% guru menyatakan pentinganya soal HOTS untuk diterapkan di sekolah dan 76% guru menyatakan perlu diadakan kegiatan pelatihan. Kata kunci : Pelatihan, Soal HOTS, Sekolah Dasar, Samarinda, Guru
ANALISIS KRITIS SYARAT DAN KETENTUAN SHOPEE & TOKOPEDIA: MENYOROTI KETIDAKSEIMBANGAN POSISI KONSUMEN DALAM KERANGKA HUKUM INDONESIA Akbar, Muhammad Ali; Mubarak, Husni; Hidayat, AR; Zikra, Andi Anzanul; Fettyana, Fettyana; Allo, Nugra Tasik; Maniar, Jacklyn Preselia
SUPREMASI: Jurnal Pemikiran, Penelitian Ilmu-ilmu Sosial, Hukum dan Pengajarannya Volume 20, Nomor 2 (Oktober 2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/supremasi.v20i2.74725

Abstract

Perdagangan digital Indonesia, yang didominasi oleh Shopee dan Tokopedia, telah merevolusi ekonomi, namun menyisakan persoalan fundamental terkait perlindungan konsumen. Penelitian ini menyajikan analisis yuridis normatif terhadap Syarat dan Ketentuan (T&C) kedua platform, dengan tolok ukur utama Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (UUPK) dan peraturan turunannya. Argumen sentral penelitian ini adalah T&C yang berlaku saat ini, melalui mekanisme klausula baku, menciptakan ketidakseimbangan kekuasaan yang sistemik. Platform secara kontraktual memposisikan diri sebagai perantara pasif untuk mengalihkan tanggung jawab, sebuah tindakan yang berpotensi bertentangan dengan larangan eksplisit dalam Pasal 18 UUPK dan mandat sebagai fasilitator aktif dalam Peraturan Pemerintah No. 80 Tahun 2019. Klausula-klausula ini, yang mencakup hak sepihak untuk mengubah perjanjian dan membatasi ganti rugi, secara de jure berpotensi batal demi hukum, namun secara de facto tetap berlaku karena asimetri informasi dan sumber daya antara platform dan konsumen. Analisis diperkuat dengan studi kasus nyata, termasuk sengketa konsumen dan investigasi oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), yang mengilustrasikan bagaimana T&C tersebut diterjemahkan menjadi kerugian riil. Penelitian ini menyimpulkan bahwa mekanisme penyelesaian sengketa internal platform seringkali bersifat ilusi, sementara lembaga eksternal seperti Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) terbukti tidak efektif. Sebagai solusi, direkomendasikan reformasi regulasi dan pengembangan kerangka kerja Online Dispute Resolution (ODR) nasional yang independen dan aksesibel untuk menyeimbangkan kembali neraca kekuasaan dan membangun ekosistem digital yang adil.
Peran Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Dalam Pembangunan Desa di Desa Pasir Ringgit Kecamatan Lirik Kabupaten Indragiri Hulu Akbar, Muhammad Ali; Sujianto, Sujianto
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 5, No 1 (2026): January 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v5i1.6985

Abstract

Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) adalah mitra pemerintah desa dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengawasi pembangunan partisipatif. Ketua LPM memiliki peran strategis sebagai fasilitator, mediator, motivator, dan dinamisator dalam pemberdayaan masyarakat serta peningkatan pembangunan desa. Penelitian ini bertujuan mengetahui peran ketua LPM di Desa Pasir Ringgit, Kecamatan Lirik, Kabupaten Indragiri Hulu, serta faktor penghambatnya. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan peran ketua LPM masih belum optimal, terutama dalam menjaring aspirasi, merencanakan pembangunan partisipatif, dan mendorong keterlibatan warga. Hambatan yang muncul meliputi keterbatasan pemahaman tugas, kurangnya pelatihan, ketiadaan insentif, serta lemahnya koordinasi dengan pemerintah desa. Penelitian merekomendasikan penguatan kapasitas LPM melalui pelatihan, pendampingan, dan dukungan anggaran agar ketua LPM berperan lebih maksimal dalam pembangunan desa yang inklusif dan berkelanjutan.
Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Pelanggan dengan Mediasi Kinerja Manajemen di Perusahaan Jasa Transportasi (GOJEK) Anidia, Tisna; Nurhayati, Aan; Septia, Calista Nur; Akbar, Muhammad Ali
JURMATIS (Jurnal Manajemen Teknologi dan Teknik Industri) Vol. 8 No. 1 (2026): January
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jurmatis.v8i1.6320

Abstract

This study aims to examine the effect of Service Quality on Customer Satisfaction with the mediation of Management Performance in a transportation service company (Gojek). The research problem addressed is whether service quality has a direct and indirect effect on customer satisfaction, and how the role of quality management contributes to this relationship. Since the population is considered infinite, the sample size was determined using Lemeshow's formula, resulting in 96 respondents. This study uses a quantitative approach with mediation regression analysis based on the method proposed by F. Hayes, involving active users of Gojek services as respondents. The results show that Service Quality significantly influences Customer Satisfaction, both directly and through the mediation of Quality Management Performance. The indirect effect value of 0.5209 with a confidence interval of [0.3889–0.6733] confirms the significance of the mediation. These findings indicate that improving service quality must be supported by an effective management system in order to have a maximal impact on customer satisfaction.
High-stakes English test preparation among Indonesian university graduates: A thematic analysis Abidin, Azwar; Muthalib, Lian Mulyani; Akbar, Muhammad Ali
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 19 No. 1 (2026)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdbwv19i1.14093

Abstract

While institutional coaching currently dominates the discourse on high-stakes English test preparation, existing literature consistently neglects the strategic complexities faced by a substantial population of candidates relying exclusively on autonomous self-study methodologies. To address this critical gap, this study utilizes self-determination theory and Vygotskian sociocultural frameworks to evaluate independent test preparation. Specifically, the study operationalizes these paradigms to interrogate the intrinsic motivation and self-regulated learning strategies of non-institutional candidates. Employing an interpretive qualitative design, the investigation utilizes thematic analysis to examine the recorded narratives of 27 diverse Indonesian university graduates. The extracted thematic findings demonstrate that successful independent candidates deploy asynchronous digital platforms to mediate comprehensible input. Rather than passively consuming information, these learners construct personalized zones of proximal development to substitute for formal peer scaffolding. Furthermore, the evidence suggests that maintaining deep intrinsic motivation remains essential for sustaining long-term autonomous preparation routines. This study theoretically extends established sociocultural paradigms into digital self-study environments.
Pilgrimage, Memory, and Identity at Majeluk Heroes Cemetery, Mataram Akbar, Muhammad Ali; Hafsah; Isnaini
Moestopo International Review on Social, Humanities, and Sciences Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/mirshus.v6i1.168

Abstract

The tradition of visiting heroes’ graves in Majeluk Heroes Cemetery, Mataram, is a cultural practice that integrates ritual and historical commemoration. However, previous studies have largely emphasized its spiritual and social aspects, with limited analysis of its role in shaping collective memory and cultural identity in urban contexts. This study aims to examine how pilgrimage practices contribute to memory formation, cultural education, and identity construction. A qualitative field approach was employed through in-depth interviews with seven informants, participant observation, and documentation, analyzed using data reduction, categorization, and interpretative analysis. The findings show that rituals such as grave cleaning, flower scattering, and collective prayers, particularly during national and religious events, function as structured practices that reproduce historical narratives. These activities also facilitate the transmission of moral values and strengthen intergenerational engagement, especially through student participation. Analytically, the cemetery functions as a cultural space where memory, education, and identity are continuously constructed through social practice. This study demonstrates that local pilgrimage traditions operate as integrated mechanisms of memory reproduction, cultural learning, and identity formation in urban society.