Claim Missing Document
Check
Articles

MODEL TRANSAKSI DINAR DAN DIRHAM DALAM KONTEKS KEKINIAN (Studi Kasus Gerai Dinar ”Nur Dinar” Cirebon) ALVIEN SEPTIAN HAERISMA
Holistik Vol 12, No 2 (2011)
Publisher : LP2M IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.411 KB) | DOI: 10.24235/holistik.v12i2.83

Abstract

Mata uang emas (dinar) dan perak (dirham) sudah dikenal sebelum tiba agama Islam. Pada tahun 20 Hijriyah, sistem mata uang dinar dan dirhamini ditetapkan oleh sahabat Umar Ibn Khattab r.a. suatu perbandingan yangsifatnya tetap dalam berat dan kemurnian dinar dan dirham tersebut. Standarini dibakukan sampai saat ini oleh World Islamic Trading Organization (WITO).Nilai tukar dinar dan dirham relatif stabil sepanjang zaman, karena matauang ini memiliki nilai intrinsik sendiri. Melihat pentingnya juga kemanfaatantersebut, maka umat Islam seyogyanya mengetahui adanya lembaga atauinstitusi pergerakan dinar dan dirham sudah lama dan bergerak gunasolialisasi mata uang keduanya. Nur Dinar sebagai agen Gerai DinarJakartamerupakan lembaga yang mengambil sejumlah peran, yaknitempat pertukaran (money changer) dengan dinar, tempat penyimpanan(saving), serta sebagai modal produktif. Berangkat dari pemikiran danpembuktian diatas, maka rumusan masalahnya, diantaranya: (1) Apakahdefinisi dinar menurut Nur Dinar?, (2) Bagaimana model transaksi berbasisdinar di Nur Dinar?, (3) Apa motivasi penggunaan mata uang dinar di NurDinar?, dan (4) Apa strategi Nur Dinar dalam pengembangan dinar untukmasa yang akan datang?. Penelitian ini menggunakan pendekatan ataunaturalistic (qualitatif approach). Pendekatan ini mengangkat gambaranmengenai aktualitas, realitas sosial dan persepsi sasaran penelitian tanpatercemar oleh pengukuran formal. Sesuai fokus penelitian, sehingga sumberdan teknik pengumpulan data terdiri 3 bagian: (1) data tentang dinar, baikberupa jumlah dan peredaran dinar di Nur Dinar, data ini didapat dari datadokumentasi, (2) data sebagai sasaran penelitian dengan observasi daripartisipasi masyarakat yang menggunakan jasa layanan di Nur Dinar dan(3) data profil Nur Dinar diperoleh melalui wawancara dengan Owner NurDinar dan dokumen-dokumen lain menjadi the second data. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan ini dapat disimpulkan, sebagai berikut: (1) Nur Dinar dan konsumen dinar mendefinisikan dinar sama seperti ketetapan oleh Umar Ibn Khattab yaitu dinar seberat 4,25 gram emas 22 karat(berdiameter 23 milimeter), (2) Lembaga ini menerapkan transaksi jualbelidengan akad as-sharf, produk iQirad atau Tabungan Dinar menggunakanakad mudharabah dan produk M-Dinar dengan akad wadiah, (3) Motivasipenggunaan mata uang dinar dan dirham apa yang terkandung di dalamAl-Quran dan Al-Hadits sehingga muslim bertambah yakin bahwa matauang ini memiliki kestabilan guna menuju nilai keadilan dan kesejahteraan bagi penggunanya, dan (4) Strategi Nur Dinar dalam pengembangannya, melihat hasil instrumen analisis SWOT dapat memberikan rekomendasidalam kebijakan strategis (strategic policy) dan kebijakan teknis (technicalpolicy) yang diinginkan, maka penerapan mata uang dinar sama halnyadapat mengembalikan masa kejayaan dan kemakmuran umat sebagairahmatan lil’alamin.
KONSEPSI PEMIKIRAN DASAR EKONOMI ISLAM, EKONOMI PANCASILA DAN EKONOMI KERAKYATAN UNTUK KESEJAHTERAAN MASYARAKAT Alvien Septian Haerisma
Al-Mustashfa: Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jm.v4i2.5490

Abstract

AbstractNormatively, religious teachings can influence economic activity in the previous economic system. Meanwhile the Islamic economic system is far ahead which inspires the thinking of the two major economic systems, because the Islamic economic system is inspired by the Koran and al-Hadith. Meanwhile, Indonesia prioritizing the unification of the national economy which is characterized by the value of Pancasila and the 1945 Constitution which is based on the value of God. Using the literature study method, this research produced, first, the basic thinking of Islamic economics consisting of monotheism and brotherhood, work and productivity, ownership and equitable distribution. Pancasila economic principles consist of economic, social and moral integration, social equality, nationalistic spirit, cooperation, decentralization, and regional autonomy. The principle of the popular economy consists of the economy compiled the principle of kinship, the livelihood of the people is controlled by the state, all wealth is controlled by the state and used for the prosperity of the people. Second, the equality of the three reflects ethics, norms and morals, equality, nationalistic values, the role of micro institutions, decentralization and regional autonomy. The difference reflects ethics, norms, and morals by the philosophy of the Koran and al-Hadith, creating a prosperous country, prioritizing the value of hablum minallah and hablum minannas.Keywords: Islamic Economics, Pancasila Economics and Kerakyatan Economics. AbstrakSecara normatif bahwa ajaran agama dapat memberikan pengaruh terhadap aktivitas ekonomi pada sistem ekonomi sebelumnya. Sementara itu sistem ekonomi Islam jauh lebih dahulu yang memberikan inspirasi pemikiran kedua sistem ekonomi besar tersebut, karena sistem ekonomi Islam diilhami al-Quran dan al-Hadits. Sementara itu, di Indonesia memprioritaskan penyatuan ekonomi nasional yang bercirikan nilai pancasila dan UUD 1945 yang berasaskan nilai ketuhanan. Dengan menggunakan metode studi kepustakaan, penelitian ini menghasilkan, pertama, pemikiran dasar ekonomi Islam terdiri tauhid dan persaudaraan, bekerja dan produktivitas, kepemilikan dan distribusi berkeadilan. Prinsip ekonomi pancasila terdiri penyatuan ekonomi, sosial dan moral, kemerataan sosial, semangat nasionalistik, kerjasama, desentralisasi dan otonomi daerah. Prinsip ekonomi kerakyatan terdiri perekonomian disusun azas kekeluargaan, hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara, segala kekayaan dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk kemakmuran rakyat. Kedua, persamaan ketiganya mencerminkan etika, norma dan moral, kemerataan, nilai nasionalistik, peran lembaga mikro, desentralisasi dan otonomi daerah. Perbedaannya mencerminkan etika, norma dan moral sesuai filosofi al-Quran dan al-Hadits, mewujudkan negara yang makmur, mengedepankan nilai hablum minallah dan hablum minannas.Kata Kunci: Ekonomi Islam, Ekonomi Pancasila dan Ekonomi Kerakyatan.
TINJAUAN MAQASID SYARI’AH TERHADAP OBLIGASI SYARIAH (SUKUK) Alvien Septian Haerisma
Al-Mustashfa: Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (798.537 KB) | DOI: 10.24235/jm.v2i2.2154

Abstract

Abstract One of the instruments offered in the capital market, namely sharia bonds (sukuk). This has become a major attraction for both corporations and governments. With the acquisition of funds through the issuance of sukuk, corporations and the government means that there will be large funds available so as to increase the financing of sharia financial institutions. The need for companies or governments to build the infrastructure and expansion of private companies, this becomes one of the options in realizing alternative funding sources for the company and economic progress nationally. These five needs are aimed at fulfilling the following objectives: (1) Dharuriyah, which is the mandatory requirement to fulfill the needs of the world and the hereafter, (2) Hajj is the need which alleviates the burden of the masyaqah (difficulties) of every human being, (3) Tahsinat, complementary needs. The purpose of this study, trying to outline the benefits of the issuance of sukuk country to the nation and state of Indonesia, also see how the view of maqasid syariah about the benefits of Islamic bonds (sukuk). Keywords: Syariah Bond, Maqasid Syariah, Capital Market Instruments. Abstrak Salah satu instrumen yang ditawarkan di pasar modal, yaitu obligasi syariah (sukuk). Hal ini telah menjadi daya tarik utama bagi korporasi maupun pemerintah. Dengan diperolehnya dana melalui penerbitan sukuk, korporasi maupun pemerintah berarti akan tersedia dana yang besar sehingga dapat meningkatkan pembiayaan lembaga keuangan syariah. Kebutuhan perusahaan atau pemerintah guna membangun infrastruktur dan ekspansi perusahaan swasta, hal ini menjadi salah satu pilihan dalam mewujudkan sumber dana alternatif bagi perusahaan dan kemajuan ekonomi secara nasional. Kelima kebutuhan ini bertujuan memenuhi tujuan-tujuan berikut, yaitu: (1) Dharuriyah, yaitu kebutuhan wajib agar terpenuhinya kebutuhan dunia dan akhirat, (2) Hajiyat, yakni kebutuhan yang meringankan beban masyaqah (kesulitan) setiap manusia, (3) Tahsinat, ialah kebutuhan pelengkap. Tujuan dari penelitian ini, mencoba menjabarkan manfaat atas penerbitan sukuk negara bagi bangsa dan negara Indonesia, juga melihat bagaimana pandangan maqasid syariah tentang manfaat obligasi syariah (sukuk).  Kata Kunci: Obligasi Syariah, Maqasid Syari’ah, Instrument Pasar Modal.
PASAR MU’AMALAH DAN REKONSTRUKSI PENGGUNAAN DINAR, DIRHAM DAN FULUS SEBAGAI ALAT TUKAR DI CIREBON Zaenal Masduqi; Alvien Septian Haerisma
Al-Mustashfa: Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jm.v6i2.8974

Abstract

Sistem transaksi dinar dan dirham sudah dikenal cukup lama di Indonesia, akan tetapi belum banyak masyarakat yang sadar untuk menggunakan dari dinar dan dirham sebagai alat transaksi. Dalam bidang pasar mu’amalah banyak dari kaum muslimin tidak tahu bahkan tidak memperdulikan bahwa Islam memiliki seperangkat nilai dan aturan yang dahsyat dan komprehensif bila difahami dan dilaksanakan. Hal ini dilatarbelakangi karena tidak banyak dari ulama dan tokoh masyarakat Islam yang mensosialisasikan teori dan praktek perdagangan secara Islam, disamping tertunduknya nilai dan aturan perdagangan Islam itu kepada kepentingan ekonomi kapitalis global.Media transaksi ini diwadahi oleh pasar mu’amalah dengan menggunakan sistem pasar danpada kegiatan ekonomi itu mengacu kepada konsep maslahat dan menjunjung tinggi asas-asaskeadilan. Hal ini dapat dilihat dari jumlah pedagang dan pengguna dinar dan dirham saat ini pada jaringan perdagangan pasar mu’amalah yang pada perkembangan dari awal dibentuk pada tahun 2009 sampai dengan saat ini. Penelitian ini bertujuan memotret praktek sistem perdagangan Islam beserta manfaat-manfaatnya melalui pasar mu’amalah dengan alat tukar dinar, dirham dan fullus berbasis tanah wakaf.Kata Kunci: Pasar Mu’amalah, Alat Tukar, Wakaf, Kapitalis Global
PENGEMBANGAN PARIWISATA HALAL DI INDONESIA TINJAUAN ETIKA BISNIS ISLAM Alvien Septian Haerisma
Al-Mustashfa: Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.068 KB) | DOI: 10.24235/jm.v3i2.3679

Abstract

Abstract Halal industry becomes a global trend and business opportunities in various countries. Halal industry brings benefits to the Indonesian economy in terms of products. The scope of the halal industry in the midst of today's global economy includes several aspects: Financial services industry, food and beverage industry, pharmaceutical and pharmaceutical industry, cosmetic beauty industry, hospitals and tourism industry, and fashion and lifestyle industries. Halal tourism market becomes the future of a nation's economic resources. The demand for world halal tourism shows positive growth so that all countries in the world must prepare their infrastructure and become business opportunity as foreign exchange of the country. Economic activity is time to incorporate ethical values in various business branches. There are five key axioms governing Islamic business ethics in it consisting of unity, balance and equilibrium, free will, and responsibility and benevolence. Islamic business ethics in the development of halal tourism in Indonesia has been done by the government, businessmen or managers of tourism or the wider community as consumers and other stakeholders. Keywords: Halal Industry, Halal Tourism, and Islamic Business Ethics. Abstrak Industri halal menjadi tren global dan peluang bisnis diberbagai negara. Industri halal membawa kemanfaatan bagi perekonomian Indonesia dilihat dari sisi produk. Ruang lingkup industri halal di tengah perekonomian global saat ini mencangkup beberapa aspek, diantaranya: Industri pelayanan keuangan, industri makanan dan minuman, industri farmasi dan obat-obatan, industri kecantikan kosmetik, industri rumah sakit dan pariwisata, dan industri fashion dan lifestyles. Pasar pariwisata halal menjadi masa depan sumber ekonomi suatu bangsa. Permintaan pariwisata halal dunia menunjukkan pertumbuhan positif sehingga seluruh negara belahan dunia harus menyiapkan infrastrukturnya dan menjadi peluang bisnis sebagai devisa negara tersebut. Aktivitas ekonomi sudah saatnya untuk memasukkan nilai-nilai etik diberbagai cabang bisnis. Terdapat lima aksioma kunci mengatur etika bisnis Islami didalamnya terdiri: kesatuan (unity), keseimbangan dan kesejajaran (equilibrium), kehendak bebas (free will), dan tanggungjawab (responsibility) dan kebajikan (benevolence). Etika bisnis Islam dalam pengembangan pariwisata halal di Indonesia sudah dilakukan oleh pemerintah, pengusaha atau pengelola pariwisata atau juga masyarakat luas sebagai konsumen dan stakeholder lainnya. Kata Kunci: Industri Halal, Pariwisata Halal, dan Etika Bisnis Islam.
Cryptocurrency in The Perspective of Maqasid Al-Shariah Wartoyo Wartoyo; Alvien Septian Haerisma
Afkaruna: Indonesian Interdisciplinary Journal of Islamic Studies Vol 18, No 1: June 2022
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/afkaruna.v18i1.14164

Abstract

This study explains the Islamic economic perspective on cryptocurrency, in this case, in the light of maqashid shariah. This research was a literature study and qualitative in nature. The data analysis applied a descriptive-analytical technique with a normative juridical approach to Islamic law. The results of this study conclude that cryptocurrency has a much greater element of mafsadah than maslahah. It is an investment commodity rather than a currency with a very high level of risk and volatility that reflects the mafsadah. This is the attraction of a new investment model because it only follows the trend of global market developments that are far from the function and benefits of currency in the perspective of Islamic economics.
Application of Sharia Accounting in Recognizing Income on Murabahah Financing and Compliance with PSAK 102 at Bank Syariah Indonesia Nurul Aini Azizah; Diana Djuwita; Alvien Septian Haerisma
Journal of Management, Economic, and Financial Vol. 1 No. 01 (2023): Journal of Management, Economic and Financial
Publisher : Politeknik Siber Cerdika Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Murabahah financing products at Bank Syariah Indonesia have increased, this is because murabahah financing is consumptive and flexible financing. The treatment of Islamic accounting which includes recognition, measurement, presentation, and disclosure in murabahah financing based on Statement of Financial Accounting Standards (PSAK) 102. The amount of profit obtained by Bank Syariah Indonesia from murabahah financing depends on the method of income recognition used by referring to the applicable standards. This study aims to determine the application of PSAK 102 to the treatment of murabahah accounting and income recognition methods used by Bank Syariah Indonesia. The method used in this study is a qualitative method with a case study approach. The results of this study as a whole the treatment of sharia accounting in murabahah transactions at Bank Syariah Indonesia are in accordance with PSAK 102 concerning murabahah accounting both in terms of recognition, measurement, presentation and disclosure. Meanwhile, the recognition of its income by Bank Syariah Indonesia uses the annuity method because it is considered more aggressive and more profitable.
The Influence of Marketing Communication and Service Quality on Customer Decisions at BJB Syariah KCP Sumber Cirebon Alvien Septian Haerisma; Abdul Ghoni; Dian Lestari
El-Qish: Journal of Islamic Economics Vol. 4 No. 1 (2024): El-Qish: Journal of Islamic Economics
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/elqish.v4i1.8019.2024

Abstract

Various studies have explored the impact of marketing communications and service quality on customer decisions. In carrying out its operational activities, Sharia banking has several factors that can influence the public to decide to use the products and services offered, these two factors include marketing communications and service quality. Therefore, this research aims to determine the influence of marketing communications and service quality on customers' decisions to use Wadiah IB Maslahah savings. The type of research used is survey research using a quantitative approach. The number of samples in this research was 70 samples. By using the Slovin formula, the standard error used is 0.1 or 10%. The data analysis techniques used are validity tests, reliability tests, classical assumption tests, multiple linear regression tests, multiple coefficient tests, and hypothesis tests in the form of t-tests (partial) and F-tests (simultaneous), where all testing processes use IBM SPSS. The results of this research show that there is a partial positive and significant influence between marketing communication variables on customer decisions. Then there is a significant influence between service quality variables on customer decisions. And simultaneously marketing communication variables and service quality influence customer decision variables.
PENGARUH PEMBIAYAAN MUDHARABAH, MURABAHAH, DAN IJARAH TERHADAP RETURN ON ASSET PADA BANK MUAMALAT INDONESIA Ambarwati, Egy; Septian Haerisma SEI, MSI, Alvien; Wahyuningsih SE,MM, Nining
Islamic Economic and Business Journal Vol. 6 No. 1 (2024): Islamic Economic and Business Journal
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/iebjournal.v6i1.6623

Abstract

Berdasarkan data dari laporan publikasi triwulan Bank Muamalat Indonesia pada 5 tahun terakhir 2019-2023 menunjukkan bahwa produk pembiayaan Mudharabah, Murabahah serta Ijarah pada Bank Muamalat Indonesia mengalami fluktuasi setiap tahunnya sampai dengan 2023. Bank Muamalat Indonesia pada 2023 memiliki aset 61,4 triliun dan pertumbuhan aset sebesar 4,2%. Namun Bank Muamalat Indonesia hanya memiliki nilai ROA sebesar 0,09%, hal ini menunjukkan bahwa angka ROA memiliki nilai dibawah standar rata-rata. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pengaruh pembiayaan Mudharabah, Murabahah dan Ijarah terhadap peningkatan ROA pada Bank Muamalat Indonesia. Dalam penelitian ini yang diperoleh dari data sekunder yang berupa data time series dengan rentan waktu 5 tahun mulai dari tahun 2019 hingga 2023. Pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi dan studi pustaka, data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda dengan alat pengolahandata SPSS 22. Pengaruh pembiayaan mudharabah terhadap ROA menunjukkan nilai positif. Sedangkan pembiayaan murabahah dan ijarah menunjukkan nilai negatif terhadap ROA. Based on data from Bank Muamalat Indonesia's quarterly publication report for the last 5 years 2019-2023, it shows that Mudharabah, Murabahah and Ijarah financing products  at Bank Muamalat Indonesia fluctuate every year until 2023. Bank Muamalat Indonesia in 2023 has assets of 61.4 trillion and asset growth of 4.2%. However, Bank Muamalat Indonesia only has an ROA value of 0.09%, this shows that the ROA figure has a value below the average standard. This study aims to measure the effect of Mudharabah, Murabahah and Ijarah financing  on increasing ROA at Bank Muamalat Indonesia. In this study, which was obtained from secondary data in the form of time series data with a vulnerable time of 5 years starting from 2019 to 2023. Data collection using documentation methods and literature studies, the collected data was analyzed using multiple linear regression analysis with SPSS 22 data processing tools. The effect of mudharabah financing on ROA shows positive value. Meanwhile, murabahah and ijarah financing show a negative value to ROA.
ANALISIS PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO DALAM MENYALURKAN PEMBIAYAAN AKAD MUSYARAKAH (Studi Kasus BSI KCP Cirebon Sisingamangaraja) Fitriyatun Napisah, Nida; Eka Setiowati, Nur; Septian Haerisma, Alvien
Islamic Economic and Business Journal Vol. 6 No. 1 (2024): Islamic Economic and Business Journal
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/iebjournal.v6i1.6759

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami penerapan kontrak pembiayaan musyarakah, penggunaan prinsip 5C dalam penyaluran pembiayaan dengan kontrak musyarakah, serta dampak prinsip 5C terhadap manajemen risiko di BSI KCP Sisingamangaraja Cirebon. Penelitian ini bersifat kualitatif, dengan data yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif.Hasil penelitian ini meliputi: Pertama, mekanisme pembiayaan modal kerja dengan akad musyarakah dimulai dari pengajuan pembiayaan oleh calon nasabah, diikuti oleh analisis dan penilaian agunan oleh bank untuk memastikan keaslian dokumen yang diberikan. Setelah melalui beberapa tahap analisis dan pertimbangan berbagai aspek, bank memutuskan apakah permohonan pembiayaan disetujui atau ditolak. Kedua, manajemen risiko diterapkan menggunakan prinsip 5C oleh BSI KCP Sisingamangaraja Cirebon sebelum memberikan pembiayaan. Karakter nasabah dinilai dari kedisiplinannya, kepribadian yang diketahui dari orang-orang terdekatnya, dan data pinjaman dari BI Checking. Kapasitas dinilai dari keuntungan usaha dan laporan keuangan nasabah, seperti pemasukan dan pengeluaran. Modal nasabah dipertimbangkan cukup kuat jika jumlah modal yang dimiliki besar. Ketiga, persentase pembiayaan bermasalah (Non-Performing Financing/NPF) di BSI KCP Sisingamangaraja Cirebon di bawah 0,5%, menunjukkan efektivitas penyaluran pembiayaan. This study aims to understand the application of musharakah financing contracts, the use of 5C principles in the distribution of financing with musharakah contracts, and the impact of 5C principles on risk management at BSI KCP Sisingamangaraja Cirebon. This research is qualitative, with data collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed using descriptive methods.The results of this study include: First, the mechanism of working capital financing with a musharakah contract starts from the application for financing by prospective customers, followed by analysis and collateral assessment by the bank to ensure the authenticity of the documents provided. After going through several stages of analysis and consideration of various aspects, the bank decides whether the financing application is approved or rejected. Second, risk management is implemented using the 5C principle by BSI KCP Sisingamangaraja Cirebon before providing financing. The customer's character is judged by his discipline, known personality from the people closest to him, and loan data from BI Checking. Capacity is assessed from business profits and customer financial statements, such as income and expenses. Customer capital is considered strong enough if the amount of capital owned is large. Third, the percentage of non-performing financing (NPF) at BSI KCP Sisingamangaraja Cirebon is below 0.5%, indicating the effectiveness of financing distribution.