Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI FOOT SANITIZER EKSTRAK ETANOL KOMBINASI LADA PUTIH (PIPERIS ALBI) DAN DAUN TEH HIJAU (CAMELLIA SINENSIS) TERHADAP BAKTERI STAPHYLOCOCCUS EPIDERMIDIS Purnamasari, Dela; Riyanta, Aldi Budi; Tivani, Inur
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.42967

Abstract

Foot sanitizer ini dibuat karena lada putih memiliki aktivitas biologis sebagai antibakteri, antivirus dan flavonoid dan daun teh hijau digunakan sebagai antibakteri karena daun teh hijau mengandung antioksidan yang dapat digunakan sebagai penghilang bau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi aktivitas antibakteri staphylocooccus epidermidis dan mengetahui formulasi yang paling baik pada sediaan foot sanitizer. Metode penelitian ini yaitu eksperimen. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling dengan metode ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%.  Sediaan foot sanitizer dibuat sebanyak tiga formulasi dengan konsentrasi ekstrak lada  putih 5%, 10%, 10% dan daun teh hijau 10%, 10%, 5%. Analisis data yang meliputi uji pH, organoleptis, uji kejernihan, uji bobot jenis, uji viskositas ostwold dan uji aktivitas antibakteri staphylococcus epidermidis. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa ada pengaruh perbedaan konsentrasi berdasarkan FI 5%, 10%, FII 10%, 10% dan FIII 10%, 5%. Sedangkan aktivitas antibakteri stapylococcus epidermidis dengan zona hambat masing-masing formulasi I, II, dan III yaitu 129,55 mm2, 152,02 mm2, dan 152,52 mm2.. Dan dari semua formulasi I, II dan III yang memiliki uji aktivitas antibakteri adalah formulasi III karena memiliki zona hambat yang paling tinggi.
PENGARUH KOMBINASI EKSTRAK BIJI KOPI DAN RIMPANG JAHE TERHADAP SIFAT FISIK SEDIAAN FOOT SANITIZER SPRAY Riyanta, Aldi Budi; Febriyanti, Rizki
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 7, No 2 (2018): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v7i2.983

Abstract

Kaki dalam keadaan tertutup akan menghasilkan keringat yang dapat menimbulkan bau akibat penumpukan bakteri. Kopi memiliki kandungan aroma yang kuat yang berkhasiat untuk menghilangkan bau. Disisi lain jahe memiliki kandungan yang ampuh untuk antimikroba. Penelitian ini dimaksudkan untuk membuat footsanitizer dari kombinasi kopi dan jahe untuk menghasilkan foot sanitizer yang mampu menghilangkan baud an berkhasiat antimikroba yang memiliki sifat fisik yang sesuai dan disukai responden. Metode ekstraksi yang digunakan yaitu maserasi. Sediaan foot sanitizer diuji fisik dengan dilihat homogenitasnya dengan menggunakan indera penglihatan, pH dengan pH stick, viskositas dengan metode otswald dan tanggapan kesukaan oleh responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan masih terdapat butir kasar sehingga terlihat kurang jernih, pH sediaan adalah 5, bobot jenis formula I, formula II dan Formula III masing-masing 0,9899, 0,9208; 0,9128; dengan viskositas 1,6280; 1,4220;  1, 3244. Tanggapan responden terhadap formula I, formula II dan formula III berturut-turut 37%,20%,43 %.
Efek Rasio Minyak dan Rimpang Jahe (Zingiber Officinale Rosc) terhadap Laju Reaksi Antiinflamasi Minyak Urut Tradisional dari Minyak Jelantah Teradsorpsi Riyanta, Aldi Budi; Pratiwi, Rosaria Ika; Aulia, Firda; Baety, Nur
MPI (Media Pharmaceutica Indonesiana) Vol. 7 No. 1 (2025): JUNE
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/mpi.v7i1.7211

Abstract

Minyak jahe mengandung sejumlah minyak atsiri yang diketahui memiliki efek anti inflamasi. Minyak atsiri dapat diperoleh dengan cara adsorpsi rimpang jahe menggunakan minyak jelantah teradsorpsi. Rasio rimpang dengan pelarut dapat mempengaruhi jumlah minyak atsiri yang dihasilkan serta kecepatan reaksi anti inflamasi. Tujuan dari penelitian ini yaitu melakukan optimasi waktu kontak dan formula minyak urut dengan berbagai rasio minyak jelantah dan rimpang jahe untuk menghasilkan kualitas minyak urut terbaik berdasarkan kandungan metabolit yang diperoleh, serta mengidentifikasi karakteristik kinetika reaksi terhadap efek anti inflamasinya. Metode analisis kandungan senyawa minyak urut pada penelitian ini menggunakan GC-MS, efek anti inflamasi diukur dengan pengukuran volume inflamasi pada hewan uji, dan analisis kinetika dengan pendekatan model arrhenius. Peningkatan waktu kontak minyak jelantah dengan rimpang jahe menghasilkan 4 komponen yaitu asam oleat, camphene, eucalyptol dan gingerol yang meningkat seiring bertambahnya waktu kontak dengan orde reaksi 1. Perbedaan rasio minyak jelantah dan waktu kontak dengan rimpang jahe menghasilkan perbedaan kandungan minyak jahe yang diadsorpsi dengan nilai orde reaksi 1 untuk formula minyak urut. Hasil menunjukkan bahwa adsorpsi minyak jahe menggunakan minyak jelantah mampu meningkatkan kualitas minyak urut dengan membandingkan waktu kontak dan rasio minyak jelantah. Ginger oil contains a number of essential oils that are known to have anti-inflammatory effects. Essential oils can be obtained by adsorbing ginger rhizomes using adsorbed used cooking oil (UsO). The yield of essential oils can be affected by the ratio of solvents and ginger rhizomes used along with the rate of anti-inflammatory reactions. The objective of this research was to optimize the contact time and formula of massage oil with various ratios of UsO and ginger rhizome to produce the best-quality massage oil based on the metabolite content obtained, as well as to identify the reaction kinetics characteristics related to its anti-inflammatory effects. The method of analyzing the content of massage oil compounds in this study used GC-MS, with the anti-inflammatory effect measured by assessing the volume of inflammation in test animals, and the kinetic analysis carried out using the Arrhenius model approach. The increase in the contact time of UsO with ginger rhizomes produces 4 components, namely oleic acid, camphene, eucalyptol and gingerol which increase with the increase in contact time with reaction order 1. The difference in the ratio of UsO and the contact time with the ginger rhizome resulted in a difference in the content of adsorbed ginger oil with a reaction order value of 1 for the massage oil formula. The results showed that the adsorption of ginger oil using Uso was able to improve the quality of massage oil by comparing the contact time and ratio of used cooking oil. Submitted: 07-01-2025, Revised: 28-03-2025, Accepted: 08-05-2025, Published regularly: June 2025
PEMBERDAYAAN POTENSI SISWA DAN GURU SMK AMANAH HUSADA PEMALANG MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN SABUN CAIR Nurcahyo, Heru; Santoso, Joko; Riyanta, Aldi Budi; Pratiwi, Rosaria Eka
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v3i2.1785

Abstract

Banyaknya home industri yang menjual gorengan di daerah Pemalang Jawa Tengah, dimana menghasilkan sisa minyak goreng yang umumnya masih dapat digunakan lagi untuk menggoreng. Minyak goreng yang digunakan untuk menggoreng lebih dari dua kali akan bersifat karsinogenik, dimana dapat memicu penyakit kardiovaskuler. Pengolahan limbah minyak tersebut menjadi produk sabun merupakan solusi yang tepat, dimana kebutuhan sabun diera pandemi sangat tinggi untuk pencegahan Covid-19. Tujuan pengabdian ini untuk memberikan pelatihan pembuatan sabun berbasis limbah minyak jelantah. Pemberdayaan Siswa dan Guru SMK Amanah Husada sebagai mitra pengabdian dalam kegiatan ini untuk mendorong terciptanya produk unggulan sekolah, dimana kegiatan dilaksanakan dengan metode observasi, presentasi, pelatihan, pretest dan posttest. Hasil pelatihan terbagi dalam 3 kelompok yang menghasilkan produk sesuai formula dan diperoleh peningkatan pemahaman tentang pembuatan sabun cair sebesar 26 %. Hasil dari kuesioner seperti: materi pelatihan, penyampaian informasi dan komunikasi, Keilmuan oleh tim, dan Interaksi pelatihan, responden terbanyak memberikan apresiasi sangat baik
PENINGKATAN PENGETAHUAN IBU PKK MELALUI EDUKASI DAN PELATIHAN PEMBUATAN STIK DURI IKAN Riyanta, Aldi Budi; Nurcahyo, Heru; Santoso, Joko
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.26115

Abstract

Abstrak: Masyarakat Kelurahan Muarareja sebagian besar bermata pencaharian sebagai nelayan dengan produksi perikanan tradisional yang menghasilkan produksi tangkapan ikan yang fluktuatif sehingga diperlukan upaya untuk mengatasi kondisi perekonomian nelayan setempat. Salah satu metode yang dapat dilaksanakan adalah memanfaatkan limbah duri ikan untuk dijadikan komoditi pengolahan yang bernilai jual. Meningkatan pengetahuan tentang pengolahan limbah tulang ikan menjadi stik tulang dan dapat meningkatkan skill sebagai interpreuner. Metode yang dilakukan yaitu dengan memberikan peatihan pembuatan stik duri ikan dan evaluasi dilakukan dengan metode pretest dan posttest. Dari 19 peserta diberikan pre-test dan post-test untuk kemudian data diolah menggunakan MS. Excel dan dinterpretasikan dengan hasil menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan cara mengolah limbah ikan menjadi stik duri ikan hingga 45,79%. Stik duri ikan merupakan salah satu upaya diversifikasi untuk meningkatkan nilai jual dari limbah duri ikan selain itu dapat digunakan sebagai upaya startup bisnis dikalangan masyarakat dan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini mampu meningkatkan keterampilan peserta hingga 45,79%.Abstract: The people of Muarareja Village mostly work as fishermen with traditional fisheries production that produces fluctuating fish catch production so that efforts were needed to overcome the economic conditions of local fishermen. One method that can be implemented was to utilize fish bone waste to become a valuable processing commodity. Increase knowledge about processing fish bone waste into bone sticks. The method used was to provide training in making fish spines sticks and evaluation was carried out using the pretest and posttest method. The participants were given a pretest and posttest. The results showing that there was an increased knowledge on how to process fish waste into fish sticks by 45.79%. Fish thorn sticks are one of the diversification efforts to increase the selling value of fish thorn waste, besides that it can be used as a business start-up effort among the community and this Community Service activity is able to increase participant skills by 45.79%.
Exploring Science Teacher Prospective Misconception in Hydrocarbon: a Diagnostic Three Tiers Test Hayati, Muriani Nur; Riyanta, Aldi Budi
Unnes Science Education Journal Vol. 14 No. 2 (2025): August 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v14i2.22026

Abstract

Chemistry learning is considered a difficult and complex subject for some students and prospective science teachers. For this reason, it is necessary to know the understanding related to chemistry learning, especially on hydrocarbon materials so as not to cause misconceptions. The aim of this research is to identify organic chemistry misconceptions among prospective science teacher students regarding hydrocarbon material, namely the characteristics of hydrocarbons and isomers of chemical compounds. This research approach was qualitative using descriptive analyze combined with systematic literarature review and bibliometric. Determining misconceptions using a modified three tiers diagnostic test.  The research subjects were 12 students and the questions tested were 10 essay questions. The results of the research showed that high misconceptions (81.2%)  regarding naming, chemical reactions,  isomers, and chirality, highlighting the prevalence of misconceptions in basic concepts. This research emphasizes the importance of good concept understanding to prevent misconceptions among prospective science teachers.
POTENSI TEPUNG TULANG IKAN KURISI (NEMIPTERUS NEMATHOPORUS) SEBAGAI SUMBER KALSIUM PADA SEDIAAN CRACKERS Salsabila Utami, Hanum; Purgiyanti, Purgiyanti; Riyanta, Aldi Budi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.25462

Abstract

Indonesia adalah negara yang terdiri dari ribuan pulau. Oleh karena itu, tidak menutup kemungkinan perekonomian Indonesia tercipta dari hasil para nelayan, khususnya di wilayah pesisir. Ikan kurisi merupakan salah satu komoditas nelayan di wilayah Kota Tegal. Ikan ini biasanya dijadikan ikan fillet oleh industri rumahan yang ada di sekitar pelabuhan. Di wilayah pesisir, kita dapat menemukan pelabuhan-pelabuhan yang banyak terkonsentrasi industri fillet ikan. Namun akibat adanya pabrik fillet ikan, banyak ditemukan sisa tulang ikan di TPU sehingga membuat kawasan tersebut terlihat kotor dan berbau tidak sedap. Penanggulangan dampak pencemaran dari limbah tulang ikan dapat dilakukan dengan cara mengolah limbah tulang ikan menjadi produk yang bernilai ekonomis. Tujuan dari penelitian kali ini adalah memanfaatkan limbah tulang ikan kurisi untuk dijadikan tepung yang kaya akan kalsium guna mengurangi penumpukkan limbah tulang ikan didaerah pesisir. Tepung tulang ikan ini akan dijadikan bahan tambahan dalam pembuatan snack crackers. Metode yang digunakan pada penelitian kali ini adalah metode analisis kuantitatif dilakukan secara eksperimental laboratorium Politeknik Harapan Bersama dengan menggunakan spektrofotometri UV-Vis dan dibantu dengan menggunakan Microsoft excel dalam menentukan kurva baku.  Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa uji kalsium pada crackers tulang ikan kurisi sebesar 2,424%. Crackers yang terbuat dari bahan campuran tepung tulang ikan kurisi terbukti mengandung kalsium yang cocok digunakan untuk memenuhi pertumbuhan anak-anak.
PENGARUH PENGARUH METODE EKSTRAKSI TERHADAP SIFAT FISIK DAN STABILITAS FORMULA FOOT SANITIZER SPRAY EKSTRAK ETANOL KENCUR (KAEMPFERIA GALANGA) DAN EKSTRAK ETANOL JAHE (ZINGIBER OFFICINALE) Kurota, Nadia; Riyanta, Aldi Budi; Amananti, Wilda
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.25511

Abstract

Bau kaki perlu ditanggulangi segera mengingat bau merupakan indikasi adanya mikroba ataupun parasit lain seperti bakteri dan jamur yang hinggap di kaki seseorang. Kondisi ini memang bisa ditanggulangi dengan mencuci kaki namun cara ini dinilai kurang efektif sehingga diperlukan inovasi penghilang bau kaki dan juga mengurangi kuman yang hinggap. Jahe dan kencur diketahui memiliki khasiat menghilangkan bau kaki yang efektif. Selain itu, jahe dan kencur diketahui memiliki efek antimikroba yang baik. Salah satu inovasi yang dibuat yaitu foot sanitizer spray dari kombinasi jahe dan kencur. Sediaan foot sanitizer spray adalah sediaan dengan konsep sebagai pembunuh bakteri pada permukaan kulit dengan cepat. Foot sanitizer spray cocok sediaan yang akan dibuat karena sasaranya berupa permukaan kulit kaki dengan reaksi yang cepat. Dengan   Sediaan foot sanitizer spray kombinasi jahe dan kencur memiliki potensi untuk menghilangkan bau kaki. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui bagaimana sifat fisik dan stabilitas formula kombinasi jahe dan kencur sebagai sediaan foot sanitizer ditinjau dari metode ekstraksi yang digunakan. Metode ekstraksi yang digunakan yaitu membandingkan ekstraksi cara dingin seperti maserasi dan perkolasi menggunakan solvent alkohol 70%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ekstraksi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap sifat fisik dan stabilitas dari sediaan foot sanitizer spray. Sehingga pemilihan metode ekstraksi bergantung terhadap sifat fisik dan stabilitas sediaan yang akan dibuat.
PENGARUH LAMA PENGOVENAN JAHE (Zingiber Officinale Rosc) TERHADAP MINYAK JELANTAH TERADSORPSI KARBON AKTIF RANTING KELOR SEBAGAI MINYAK URUT ANTIINFLAMASI aulia, firda; Riyanta, Aldi Budi; Prabandari, Sari
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.37946

Abstract

Minyak goreng yang telah digunakan biasa disebut dengan minyak jelantah (wasle cooking oil). Minyak jelantah mengandung senyawa yang bersifat karsinogenik yang terjadi selama proses penggorengan. Minyak jelantah dengan perubahan sifat ini tidak dapat digunakan sebagai bahan makanan. Minyak jelantah akan menjadi limbah yang berbahaya jika tidak didaur ulang. Oleh karena itu, pada penelitian ini bertujuan untuk mengolah limbah minyak jelantah menjadi bahan baku pembuatan minyak herbal yang teradsorpsi karbon aktif ranting kelor dengan modifikasi tumbuhan alami lainnya yaitu jahe sebagai antiinflamasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode oven. Untuk mengetahui lama pengeringan jahe yang baik, guna menghasilkan efektivitas minyak herbal sebagai antiinflamasi. Lama pengeringan jahe yang digunakan yaitu 12 jam, 24 jam dan 36 jam. Uji minyak herbal dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa minyak herbal berbahan dasar jahe dengan waktu pengovenan 24 jam menunjukkan efektivitas antiinflamasi terbaik, ditandai dengan pengurangan volume edema yang signifikan pada uji mencit.
Pengaruh Basis Kombinasi Gliserin dan Propilenglikol Terhadap Sifat Fisik dan Stabilitas Formula Foot Sanitizer Spray Ekstrak Rimpang Kencur (Kaempferia Galanga L.) Kombinasi Rimpang Jahe (Zingiber Officinale) Zehan, Mercyta; Riyanta, Aldi Budi; Santoso, Joko
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i2.13422

Abstract

ABSTRACT Foot odor is part of a disorder of the apocrine sweat glands and is called bromhidrosis. Bromhidrosis is a condition in which a person's body emits excessive foul odor produced by the apocrine sweat glands, this can be overcome by keeping the feet dry such as wiping the feet after washing, sprinkling powder on the feet and changing socks as often as possible, but this is less effective, given the different conditions of people's feet. So it needs innovation to overcome foot odor more effectively such as footsanitizer spray and use ingredients from galangal rhizome and ginger rhizome as extracts. The purpose of this study is to determine how the effectiveness of the combination of two bases, namely glycerin and propylenglingkol, which is used as a moisture barrier (humectant) used as a dosage diversification and maintain skin against redness due to dryness. The research method used in this study uses experiments in the laboratory and the type of data is qualitative and quantitative. A number of formulations were carried out to find which formulation yielded the results we wanted.  With the formulations, namely: F1 (Propylenglycol 5% and Glycerin 5%), F2 (Propylenglycol 5% and Glycerin 10%), F3 (Propylenglycol 5% and Glycerin 15%). Then the results of the three formulations show that F1 is a suitable and eligible formulation, because it can be seen from the physical properties and stability that will be used in footsanitizer spray. Based on the results of the research, data analysis and discussion, it can be concluded based on the research that has been carried out that the combination of two bases, namely glycerin and propylcellol as a moisture retainer (humectant) is used as a diversified preparation and maintains hand skin against redness due to dryness. . The results showed that in terms of physical stability in formula 1 that met the requirements. Keywords: Foot Odor, Footsanitizer, Glycerin, Propylenglycol  ABSTRAK Bau kaki merupakan bagian dari kelainan kelenjar keringat apokrin dan disebut bromhidrosis. Bromhidrosis adalah suatu kondisi di mana tubuh seseorang mengeluarkan bau busuk berlebihan yang dihasilkan oleh kelenjar keringat apokrin, hal ini dapat diatasi dengan menjaga kondisi kaki tetap kering seperti mengelap kaki setelah dicuci, menaburkan bedak pada kaki dan mengganti kaus kaki sesering mungkin, tetapi hal ini kurang efektif, mengingat kondisi kaki orang yang berbeda-beda. Sehingga perlu inovasi penanggulangan bau kaki yang lebih efektif seperti footsanitizer spray dan menggunakan bahan dari rimpang kencur dan rimpang jahe sebagai ekstraknya. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui bagaimana kefektifan dari kombinasi dua basis yaitu gliserin dan propilenglingkol yang digunakan sebagai penahan lembap (humektan) yang digunakan sebagai diversivitas sediaan dan memelihara kulit terhadap kemerahan akibat kering. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan eksperimen di labolatorium dan jenis data bersifat kualitatif dan kuantitatif. Sejumlah formulasi dilakukan untuk mencari formulasi mana yang hasilnya sesuai yang kita inginkan.  Dengan formulasi, yaitu : F1 (Propilenglikol 5% dan Gliserin 5%), F2 (Propilenglikol 5% dan Gliserin 10%), F3 (Propilenglikol 5% dan Gliserin 15%). Kemudian didapatkan hasil dari ketiga formulasi tersebut yang menunjukan bahwa F1 adalah formulasi yang sesuai dan memenuhi syarat, karena terlihat dari sifat fisik dan kestabilan yang akan digunakan pada footsanitizer spray. Berdasarkan hasil penelitian, analisis data dan pembahasan, dapat diambil kesimpulan berdasarkan penelitian yang telah dilakukan bahwa kombinasi dua basis yaitu gliserin dan propilengkol sebagai penahan lembap (humektan) yang digunakan sebagai diversivitas sediaan dan memelihara kulit tangan terhadap kemerahan akibat kering. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari segi kestabilan fisik pada formula 1 yang memenuhi syarat. Kata Kunci: Bau Kaki, Footsanitizer, Gliserin, Propilenglikol