Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

EFEKTIVITAS SPRAY GEL BINAHONG (ANREDERA CORDIFOLIA) TERHADAP LUKA PASCA BERSALIN PADA KELINCI (ORYCTOLAGUS CUNICULUS) Chikmah, Adevia Maulidya; Riyanta, Aldi Budi; Nisa, Juhrotun
Indonesia Jurnal Kebidanan Vol 3, No 2 (2019): INDONESIA JURNAL KEBIDANAN
Publisher : STIKES Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijb.v3i2.739

Abstract

Kondisi terputusnya jaringan lunak, baik saraf, otot, kulit, hingga pembuluh darah akan menimbulkan luka disertai dengan keluarnya darah dari bagian tersebut. Luka yang terbuka menyebabkan jaringan rusak hingga darah terus mengalir. Bagian yang luka perlu ditutup untuk menghentikan proses tersebut salah satunya dengan menggunakan gel spray. Salah satu bentuk pengembangan sediaan gel sebagai penutup luka adalah dalam bentuk semprot (spray). Bentuk ini memiliki keuntungan dimana dengan teknik semprot memungkinkan sediaan yang akan dihantarkan ke luka tanpa melalui kontak dengan kapas, sehingga dapat meminimalkan limbah serta mengurangi kemungkinan kontaminasi atau infeksi. Disisi lain, Daun binahong memiliki kandungan minyak atsiri dan asam arkobat dan senyawa aktif alkaloid, saponin, dan flavonoid yang sangat berguna untuk menutup luka dan memberikan antiseptic alami. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji fisik basic spray gel binahong dan melakukan uji aktivitas luka pada kelinci. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan subjek kelinci. Hasil: uji sifat fisik spray gel binahong didapatkan bahwa carbopol memiliki stabilitas fisika yang paling baik. Uji aktivitas pada spray gel binahong dengan basic carbopol dibutuhkan waktu 13,25 detik dari keluarnya darah sampai darah berhenti.Kata Kunci: gel spray, binahong, luka
Pemanfaatan Limbah Tulang Ikan Kurisi (Nemipterus nematophorus) Sebagai Sumber Kalsium dalam Sediaan Crackers Tiara, Najwa Mega; Purgiyanti, Purgiyanti; Riyanta, Aldi Budi
Jurnal Kesehatan Rajawali Vol 14 No 01 (2024): Jurnal Kesehatan Rajawali
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54350/jkr.v14i01.430

Abstract

The growing consumption of fish among the public has resulted in significant growth in the fishing industry, causing uncontrolled disposal of production waste. One type of waste from the fishing industry is fish bones, which can be used to make flour. Flour derived from Kurisi fish bones has a high calcium and phosphorus content compared to other calcium sources. The aim of this research is to determine the potential of Kurisi fish bone waste as a source of calcium in cracker preparations and to determine the determination of water content and ash content in cracker preparations using the water content and ash content testing method as well as calcium testing. This research was carried out using qualitative methods for organoleptic testing and calcium levels, as well as quantitative methods for testing the water content and ash content of Kurisi fish bone crackers. Based on research data, it shows that kurisi fish bone waste can be processed into fish bone meal for making crackers. This represents the conversion of waste into valuable products, reducing waste and increasing resource efficiency. The addition of Kurisi fish bone meal affects the water content, ash content, and sensory quality of the crackers (color, aroma, shape, taste). In making these crackers, the best treatment was obtained for the F1 sample, namely the addition of 10% Kurisi fish bone flour.
Penentuan Flavonoid Total Dan Nilai IC50 Fraksi Dari Ekstrak Bunga Telang Nadzifah, Faizatun; Riyanta, Aldi Budi; Purgiyanti, Purgiyanti
Justek : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 7, No 1 (2024): Maret
Publisher : Unversitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/justek.v7i1.21615

Abstract

Abstract:  Telang flowers or blue flowers have many health benefits, one of which is as an antioxidant. This study aims to determine the highest flavonoid content and the most active antioxidant activity based on IC50 values in n-hexane, ethyl acetate, and 96% ethanol fractions with telang flower samples from Tegal City, Central Java. The extraction method was carried out by maceration using 96% ethanol solvent, which was then fractionated in stages with n-hexane, ethyl acetate, and 96% ethanol solvents. Quantitative flavonoid and antioxidant tests were carried out by UV-Vis spectrophotometry. The results showed that the ethyl acetate, n-hexane and 96% ethanol fractions were 59,23% ; 50,06% ; 1.73%, respectively. Meanwhile, the IC50 values of 96% ethanol, ethyl acetate and n-hexane fractions were 25,84 µg/mL ; 29,51 µg/mL ; 34,01 µg/mL.  So this result shows that the largest flavonoids are in the ethyl acetate fraction and the most active antioxidants in the 96% ethanol fraction.Abstrak: Bunga telang atau bunga biru mempunyai banyak manfaat untuk kesehatan, salah satunya sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar flavonoid tertinggi dan aktivitas antioksidan paling aktif berdasarkan nilai IC50 pada fraksi n-heksana, etil asetat, dan etanol 96% dengan sampel bunga telang yang berasal dari Kota Tegal, Jawa Tengah. Metode ekstraksi dilakukan dengan maserasi menggunakan pelarut etanol 96%, yang kemudian di fraksinasi bertingkat dengan pelarut n-heksana, etil asetat, dan etanol 96%. Uji kuantitatif flavonoid dan antioksidan dilakukan dengan spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi etil asetat, n-heksana dan etanol 96% secara berurutan yaitu 59,23% ; 50,06% ; 1,73%. Sementara pada nilai IC50 secara berurutan fraksi etanol 96%, etil asetat dan n-heksana sebesar 25,84 µg/mL ; 29,51 µg/mL ; 34,01 µg/mL.  Sehingga pada penelitian ini menunjukkan bahwa flavonoid terbesar berada pada fraksi etil asetat dan antioksidan paling aktif pada fraksi etanol 96%.
PENINGKATAN MUTU MINYAK GORENG BEKAS DENGAN PROSES ADSORPSI KARBON AKTIF UNTUK DIBUAT SABUN PADAT Riyanta, Aldi Budi
PSEJ (Pancasakti Science Education Journal) Vol. 1 No. 1 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan IPA, FKIP Universitas Pancasakti (UPS) Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.799 KB) | DOI: 10.24905/psej.v1i1.62

Abstract

Proses pemurnian akan meningkatkan mutu minyak goreng bekas. Penelitian ini, minyak goreng bekasdilakukan proses pemurnian atau penghilangan bumbu (despicing) dengan menggunakan alat kertas saring,netralisasi minyak goreng bekas dengan mereaksikan NaOH dan proses pemucatan (bleaching) denganmenggunakan karbon aktif kemudian digunakan sebagai bahan baku pembuatan sabun padat. Mutu minyakgoreng dilihat dari kejernihan, kandungan bilangan peroksida, bilangan asam dan bau. Uji kandungan peroksida dan bilangan asam menggunakan metode titrasi, kejernihan menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis sedangkan uji bau dengan indera pembau. Minyak goreng bekas kemudian dibuat sabun dengan metode semi pemanasan.Hasil percobaan menunjukkan proses adsorpsi menggunakan karbon aktif dengan konsentrasi 0,1;0,2 dan 0,3dapat meningkatkan kejernihan minyak goreng bekas hingga 74,1;82,1 dan 86,3% transmitansi. Bilangan peroksida hingga 60% dan bilangan asam dapat berkurang hingga 34,38% dan bau yang ditimbulkan mendekati normal minyak goreng baru.
Anti-Inflammatory Activity Test of Ethanol Extract of Kencur Rhizome (Kaempferia galanga L.) on Male White Mice (Mus musculus L.) Induced Carrageenan Khasanah, Nisfi Lailatul; Riyanta, Aldi Budi; Susiyarti, Susiyarti
Journal of Experimental and Clinical Pharmacy (JECP) Vol 4, No 1 (2024): February 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jecp.v4i1.949

Abstract

Inflammation needs to be addressed, considering that inflammation is a local protective response caused by tissue damage. This condition can indeed be overcome by consuming chemical drugs, one of which is in the NSAIDS group, namely diclofenac sodium, but chemical drugs have many negative effects, including nonsteroidal anti-inflammatory drugs and steroids. Therefore, there has been the creation of anti-inflammatory drugs using natural ingredients, especially plants. For generations, Indonesian people have used kencur as an edema medicine. This study aims to examine the anti-inflammatory properties of kencur ethanol extract rhizomes. This study tested anti-inflammatory activity through regeninduced suppression of foot edema in male white mice. In this study, 15 eligible mice aged 2–3 months and weighing 20–30 grams were divided into 5 treatment groups. Three separate doses of galangal rhizome extract—50 mg/kgBW, 150 mg/kgBW, and 250 mg/kgBW—were used in the test. Ethanol extract of kencur rhizomes at a dose of 250 mg/kgBW can reduce edema in male white mice produced by carrageenan by 1% and show possible anti-inflammatory properties, according to the results of studies tested by measuring edema using a digital caliper.
Edukasi tentang Pemilihan Kosmetik Aman melalui Pengenalan Cara Uji Kualitatif Hidrokuinon pada Produk Skincare pada Siswi SMK Muhammadiyah Lebaksiu Tegal Susiyarti, Susiyarti; Febriyanti, Rizki; Mahardika, Muladi Putra; Riyanta, Aldi Budi
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada Vol. 6 No. 1 (2024): Juni: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Wahana Usada
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan KESDAM IX/Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47859/wuj.v6i1.334

Abstract

Latar belakang: Perilaku remaja di Indonesia mengalami perubahan seiring dengan perubahan zaman. Masyarakat di Indonesia terutama para remaja putri sekarang lebih mempercayai produk perawatan kulit ataupun skincare yang memberi janji wajah berubah semakin putih bersih untuk tampilan yang lebih menarik. Produk skincare yang digunakan oleh para remaja saat ini, lebih banyak mengandung hidrokuinon dan merkuri. Hidrokuinon dan merkuri merupakan zat yang telah dilarang digunakan dalam kosmetik. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan kesehatan kulit siswi SMK Muhammadiyah Lebaksiu dengan pemahaman tentang pemilihan kosmetik yang aman. Metode yang digunakan adalah 1) penyuluhan 2) sosialisasi bahaya merkuri dan hidrokuinon 3) praktek uji kualitatif kandungan hidrokuinon. Hasil peserta kegiatan pengabdian masyarakat diikuti oleh 84 siswi. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang baik dilihat dari nilai rata-rata pre test peserta sebesar 66,07% dengan kategori cukup. Setelah dilakukan penyuluhan didapatkan nilai rata-rata post test 94,28% termasuk dalam kategori baik. Simpulan: Diharapkan dari kegiatan penyuluhan ini peserta akan lebih selektif dalam memilih dan menggunakan skincare demi kesehatan kulit.  
Training on making handwash Ag nanoparticle of Sesbania leaf extract for Fatayat NU Amananti, Wilda; Kusnadi, K.; Perwita Sari, Meliyana; Fatmawati, Nur Alfia; Riyanta, Aldi Budi
Journal of Community Service and Empowerment Vol. 4 No. 3 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jcse.v4i3.28275

Abstract

In order to strengthen the skills and creativity of Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) members, Handwash soap making training is a useful activity.  Soap making training can provide Fatayat NU members with the opportunity to acquire new skills. In this training, participants will learn various techniques and methods in making quality soap. This community service activity can also provide information and knowledge to Fatayat NU women about making Sesbania leaf extract nanoparticle handwash soap. Based on the evaluation results, it shows an increase in the knowledge of Fatayat NU about making handwash. With an increase in the average value of pretest results from 40 and posttest 75 This community service is an effective means of disseminating information and knowledge about hygiene, health, and the importance of washing hands with soap.
Increasing knowledge and skills in processing orange peel waste into eco enzymes for senior high school students Amananti, Wilda; Riyanta, Aldi Budi; Tivani, Inur; Susiyarti, S.
Journal of Community Service and Empowerment Vol. 5 No. 2 (2024): August
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jcse.v5i2.32633

Abstract

Environmental education and awareness of sustainability are becoming a major focus in educational curricula around the world. This article discusses an innovative approach to environmental learning for high school students through the creation of ecoenzymes. Ecoenzym, is a mixture of fermented organic materials that has the ability to clean and recycle organic waste, as well as improve soil and water quality. The results of ecoenzyme training activities for high school students based on the pretest and posttest results are that the training has a positive impact on students' understanding of ecoenzymes and their ability to apply them in practice. The posttest results showed a significant increase in students' knowledge and skills after participating in the training, compared to the pretest results. In this training, students are given a deeper understanding of ecoenzymes. Students get the opportunity to participate in practical activities involving the use of ecoenzymes, which can increase their understanding of the concept. In conclusion, ecoenzyme training is an effective strategy in increasing the knowledge and skills of high school students in this regard. This suggests that practical, hands-on approaches such as this training can be an effective method in educating students about complex scientific concepts such as ecoenzymes.
Peningkatan Kualitas Hidup dan Persiapan Potensi Pandemi Dengan “Markimja” di Kelurahan Sumurpanggang Nurcahyo, Heru; Prabandari, Sari; Santoso, Joko; Riyanta, Aldi Budi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v7i2.5705

Abstract

Pembangunan kesehatan Indonesia diarahkan guna mencapai pemecahan masalah kesehatan untuk hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang optimal sehingga akan meningkatkan angka harapan hidup. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatan pengetahuan dan pemahaman dalam menggunakan herbal yang komprehensif secara etnomedicine agar mampu berkontribusi dalam meningkatkan usia harapan hidup yang dikemas dalam markimja “mari kita minum jamu”. Pelaksanaan kegiatan bagi 50 peserta ibu-ibu PKK kelurahan Sumur Panggang yang dihadiri ketua penggerak PKK Kecamatan margadana, koramil dan babinsa sehingga membentuk sinergi yang positif dalam rangka bina lingkungan. Kegiatan pengabdian berupa pemberian materi, edukasi dan diskusi menarik terkait obat herbal dimana hasil kegiatan diakhiri dengan kegiatan posttest yang meberikan dampaka signifikan peningkatan pengetahuannya dari peserta yang rata-rata pretest mendapatkan nilai 50 meningkat menjadi 85 dari 50 peserta yang hadir.
Education on making pace leaf extract hand sanitizer to improve junior high school students' knowledge Riyanta, Aldi Budi; Amananti, Wilda; Andari, Istiqomah Dwi
Journal of Community Service and Empowerment Vol. 5 No. 3 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jcse.v5i3.33380

Abstract

In the wake of the ongoing global pandemic, maintaining hand hygiene has become paramount to prevent disease transmission. Hand sanitizer serves as a practical solution in situations where access to water and soap is limited, especially in school environments. This article outlines a training program designed for junior high school students participating in the Adiwiyata program, aimed at enhancing their understanding of hand hygiene and empowering them to independently produce hand sanitizer using readily available ingredients. The training program incorporates various steps, including a pre-test to gauge students' initial knowledge, educational sessions highlighting the importance of cleanliness and proper hand hygiene practices, hands-on practice sessions for students to craft hand sanitizer, and post-training evaluation to assess knowledge retention and practical skills. Results indicate a significant improvement in students' knowledge and practical abilities in hand sanitizer production, as well as a heightened awareness of the importance of hand hygiene in disease prevention. By equipping students with the skills to create their own hand sanitizer, the training not only promotes individual health but also aligns with the objectives of the Adiwiyata program by reducing reliance on commercial products containing potentially harmful chemicals and fostering a cleaner, healthier school environment.