Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

FORMULASI DAN UJI STABILITAS FISIK LULUR TRADISIONAL AMPAS KOPI (Coffea sp.) DAN BUAH GAMBAS (Luffa Acutangula L.) Maemunah, Salsa Nabila; Riyanta, Aldi Budi; Amananti, Wilda
Jurnal Insan Cendekia Vol 12 No 1 (2025): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jic.v12i1.1423

Abstract

Introduction: Coffee grounds and gambas fruit have the potential to be used as preparations for making traditional body scrubs. Coffee grounds contain caffeine that can tighten blood vessels, while gambas fruit is rich in antioxidants that can cleanse and brighten the skin. Objective: This study aims to determine the stability of traditional body scrubs made from coffee grounds and luffa fruit that meet the requirements. Method : The luffa fruit used comes from Pemalang Morning Market. The luffa fruit preparation method with a drying process using direct sunlight is continued with a grinding and sieving process using mesh 44. Coffee grounds powder is obtained from the Az-Zakhra shop then the grinding process is carried out using a blender and sieving using mesh 44. Results: Next, the stability test process was carried out with storage for 4 weeks with physical tests every week, the physical tests that were tested were organoleptic tests, homogeneity tests, pH tests, spreadability tests, and adhesion tests. The physical properties of the scrub test included organoleptic tests, homogeneity tests, pH tests, which were produced to meet the standards, while in the spreadability and adhesion tests there were formulas that did not meet the standards. Storage of the scrub preparation at room temperature until the 4th week. Conclusion: Based on the physical stability test, formula I and formula II are formulas that meet the physical stability test standards, the stability test shows that storing the scrub from week 0 to week 4 does not affect the preparation.
PENGARUH SUHU PENGERINGAN JAHE (ZINGIBER OFFICINALE ROSC) TERHADAP EFEK ANTIINFLAMASI MINYAK URUT JELANTAH TERADSROBSI Baety, Nur; Riyanta, Aldi Budi; Susiyarti, Susiyarti
Jurnal Insan Cendekia Vol 12 No 1 (2025): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jic.v12i1.1424

Abstract

Pendahuluan: Minyak jelantah menjadi salah satu sampah rumah tangga yang dapat mencemari lingkungan. Dengan dilakukan adsorbsi minyak jelantah dimanfaatkan sebagai minyak urut dengan campuran jahe. Jahe memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, fenolik, flavonoid, triterpenoid dan juga saponin. Senyawa flavonoid dalam jahe memiliki manfaat salah satunya sebagai antiinflamasi. Tujuan : untuk mengetahui pengaruh suhu pengeringan jahe terhadap efek antiinflamasi pada minyak urut. Metode : metode eksperimental dengan hewan uji mencit sebanyak 25 ekor yang diinduksi karagenan kemudian dibagi menjadi 5 kelompok. Kelompok 1 diberi perlakuanminyak jelantah, kelompok 2 diberi perlakuan gel natrium diklofenak, serta kelompok 3, 4 dan 5 diberi perlakuan minyak urut jelantah teradsorbsi (F1, F2, F3), masing-masing perlakuan diberikan secara topikal. Diameter radang dan volume radang diukur menggunakan jangka sorong digital dilakukan setiap 30 menit selama 6 jam. Data dianalisis menggunakan uji one way ANOVA (analysis of variance). Hasil : Berdasarkan hasil rata-rata ketebalan udem telapak kaki mencit pada perlakuan suhu pengeringan 60°C memiliki rata-rata ketebalan udem yang mendekati kontrol positif, dengan diperoleh hasil persentase daya hambat inflamasi sebesar 76,36% pada suhu pengeringan 60°C (F1), dan memiliki persentase sebesar 69,09% pada suhu pengeringan 70°C (F2), serta persentase sebesar 49,09% pada suhu pengeringan 80°C (F3). Hasil analisis uji one way ANOVA menunjukkan nilai signifikan (p<0,05). Kesimpulan : Suhu pengeringan jahe berpengaruh terhadap efek antiinflamasi pada minyak urut jelantah teradsorbsi.
Analisis Kadar Flavonoid dari Ekstrak Lengkuas Putih (Alpinia galanga L.) sebagai Inhibisi pada Enzim Lipase Pankreas Badriyah, Lailatul; Rahayu, Nila Rusdy; Mutripah, Siti; Vifta, Rissa Laila; Riyanta, Aldi Budi
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 6, No 1 (2026): Generics : Journal of Research in Pharmacy
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/genres.v6i1.30312

Abstract

Kesehatan adalah faktor utama dalam keberlangsungan hidup dalam menunjang berbagai aktivitas. Oleh karena itu, perlu dijaga melalui hidup sehat, dimulai dari pola makan dan olahraga. Salah satu inisiasi timbulnya berbagai penyakit adalah obesitas. Obesitas salah satu bentuk penumpukan lemak di dalam organ tubuh, yang menjadikan hambatan tubuh dalam melakukan metabolisme, sehingga menimbulkan penyakit seperti diabetes dan jantung. Pengobatan dapat dilakukan secara kimia dan herbal. Namun karena secara herbal menimbulkan efek samping jika dikonsumsi mas panjang, maka pengobatan alami lebih aman dan minim resikonya. Salah satu bahan alam yang ada di sekitar kita adalah tanaman lengkuas putih. Masyarakat banyak memanfaatkan dalam berbagai masakan, tetapi sejauh ini belum memahami manfaat lain selain penambah rasa umami dalam masakan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kemampuan lengkuas putih dalam menunjang penghambatan obesitas secara in vitro, yaitu melalui enzim lipase pankreas. Metode yang digunakan adalah ekstraksi secara maserasi bahan alam dengan pelarut etanol. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kandungan flavonoid sebanyak 2,524 ppm. Disisi lain, ekstrak lengkuas putih menunjukkan daya inhibisi lipase pankreas sebesar 63,48%. Hal ini dapat diasumsikan bahwa lengkuas putih mampu menghambat kinerja penyerapan lemak, sehingga lemak yang diserap oleh tubuh lebih sedikit.
Analisis Kadar Flavonoid dari Ekstrak Lengkuas Putih (Alpinia galanga L.) sebagai Inhibisi pada Enzim Lipase Pankreas Badriyah, Lailatul; Rahayu, Nila Rusdy; Mutripah, Siti; Vifta, Rissa Laila; Riyanta, Aldi Budi
Generics: Journal of Research in Pharmacy Vol 6, No 1 (2026): Generics : Journal of Research in Pharmacy
Publisher : Faculty of Medicine, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/genres.v6i1.30312

Abstract

Kesehatan adalah faktor utama dalam keberlangsungan hidup dalam menunjang berbagai aktivitas. Oleh karena itu, perlu dijaga melalui hidup sehat, dimulai dari pola makan dan olahraga. Salah satu inisiasi timbulnya berbagai penyakit adalah obesitas. Obesitas salah satu bentuk penumpukan lemak di dalam organ tubuh, yang menjadikan hambatan tubuh dalam melakukan metabolisme, sehingga menimbulkan penyakit seperti diabetes dan jantung. Pengobatan dapat dilakukan secara kimia dan herbal. Namun karena secara herbal menimbulkan efek samping jika dikonsumsi mas panjang, maka pengobatan alami lebih aman dan minim resikonya. Salah satu bahan alam yang ada di sekitar kita adalah tanaman lengkuas putih. Masyarakat banyak memanfaatkan dalam berbagai masakan, tetapi sejauh ini belum memahami manfaat lain selain penambah rasa umami dalam masakan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kemampuan lengkuas putih dalam menunjang penghambatan obesitas secara in vitro, yaitu melalui enzim lipase pankreas. Metode yang digunakan adalah ekstraksi secara maserasi bahan alam dengan pelarut etanol. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kandungan flavonoid sebanyak 2,524 ppm. Disisi lain, ekstrak lengkuas putih menunjukkan daya inhibisi lipase pankreas sebesar 63,48%. Hal ini dapat diasumsikan bahwa lengkuas putih mampu menghambat kinerja penyerapan lemak, sehingga lemak yang diserap oleh tubuh lebih sedikit.
Penetapan Kadar Flavonoid Total Pada Ekstrak Etanol Daun Bandotan Dengan Metode Spektrofotometri Uv-Vis Nuraini, Intan Adelia; Riyanta, Aldi Budi; Febriyanti, Rizki
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v9i1.24774

Abstract

Abstrak. Indonesia memiliki hutan hujan tropis yang kaya dengan sekitar 30.000 spesies tumbuhan obat, namun potensinya belum dimanfaatkan maksimal. Bandotan (Ageratum conyzoides L.) merupakan salah satu tanaman liar yang banyak tumbuh di wilayah tropis, termasuk di Indonesia terutama di lahan pertanian seperti sawah, ladang, perkebunan, dan tepi jalan. Tanaman ini dikenal sebagai gulma, namun secara tradisional dimanfaatkan untuk mengobati berbagai penyakit. Salah satu senyawa bioaktif utama dari tanaman ini adalah flavonoid, yang memiliki aktivitas biologis penting termasuk kemampuan menangkal radikal bebas sehingga berpotensi dikembangkan sebagai bahan obat herbal. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar flavonoid total dalam ekstrak etanol daun bandotan, mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder, serta mengetahui aktivitas antioksidan melalui uji DPPH. Metode ekstraksi yang digunakan adalah secara maserasi dengan pelarut etanol 96% selama 5 hari. Identifikasi metabolit sekunder dilakukan terhadap fenol, flavonoid, tanin, dan steroid. Penetapan kadar flavonoid dan uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH berbasis spektrofotometri UV-Vis untuk menentukan persen inhibisi/IC₅₀. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa ekstrak etanol daun bandotan mengandung metabolit sekunder yaitu fenol, flavonoid, tanin dan steroid. Hasil total flavonoid diperoleh yaitu 218,85 mgQE/g, dan mempunyai aktivitas antioksidan yang sangat kuat dengan nilai IC₅₀ sebesar 14,21 ppm.  Kata Kunci : Antioksidan, Bandotan, Flavonoid, Metabolit Sekunder
PENENTUAN KADAR FLAVONOID TOTAL DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN FRAKSI DARI EKSTRAK BAWANG DAUN (Allium fistulosum L.) Napsari, Alfiyah Syafira; Riyanta, Aldi Budi; Purgiyanti, Purgiyanti
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v9i1.23660

Abstract

Bawang daun (Allium fistulosum L.) merupakan tanaman sayuran yang terbatas bahan untuk penyedap rasa (bumbu) dan bahan campuran lainnya. Namun kandungan flavonoid bawang daun mempunyai banyak manfaat salah satunya antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar flavonoid tertinggi dan aktivitas antioksidan paling tinggi berdasarkan pada fraksi n-heksana, etil asetat, dan etanol 96%. Metode ekstraksi dilakukan dengan sokhletasi menggunakan pelarut etanol 70% kemudian difraksinasi dengan pelarut n-heksana, etil asetat, dan etanol 96%. Uji kualitatif flavonoid dan antioksidan dilakukan dengan spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi etil asetat, n-heksana, dan etanol 96% secara berurutan yaitu 391,341%, 261,783%, 156,923%. Sementara nilai IC50 fraksi etanol 96%, n-heksana, dan etil asetat secara berurutan yaitu 2,294 µg/mL, 4,069 µg/mL, 15, 389 µg/mL. Sehingga pada penelitian ini menunjukkan bahwa flavonoid yang paling tinggi berada pada fraksi etil asetatdan antioksidan yang paling tinggi pada fraksi etanol 96%.
Pengaruh Waktu Pertumbuhan terhadap Kadar Flavonoid Total pada Ekstrak Bayam Merah (Amarathus Tricolor L.) Khotimah, Nurul; Riyanta, Aldi Budi; Muldiyana, Tya
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6733

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh waktu pertumbuhan terhadap kadar flavonoid total pada ekstrak bayam merah (Amaranthus tricolor L.) serta menentukan waktu panen yang optimal. Metode yang digunakan adalah penelitian eksperimental laboratorium dengan variasi waktu panen pada minggu ke-1 hingga minggu ke-4. Proses ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Selanjutnya, analisis kuantitatif kadar flavonoid total ditetapkan menggunakan spektrofotometri UV-Vis dengan kuersetin sebagai standar pada panjang gelombang maksimum 370 nm. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kadar flavonoid seiring dengan bertambahnya umur tanaman. Kadar flavonoid total pada minggu ke-1 sebesar 7,28%, minggu ke-2 sebesar 8,35%, minggu ke-3 sebesar 9,01%, dan minggu ke-4 sebesar 9,68%. Persamaan regresi kurva baku yang diperoleh adalah y = 0,005x + 0,1416 dengan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,9846, yang menunjukkan linearitas yang baik antara konsentrasi dan absorbansi. Data tersebut membuktikan bahwa waktu pertumbuhan berpengaruh terhadap kadar flavonoid total pada ekstrak bayam merah. Berdasarkan hasil tersebut, waktu panen optimal diperoleh pada minggu ke-4 karena menghasilkan kadar flavonoid tertinggi dibandingkan minggu lainnya. Dengan demikian, penelitian ini memberikan informasi bahwa peningkatan umur tanaman berkorelasi dengan peningkatan kadar flavonoid total secara signifikan dan konsisten. Hasil penelitian ini berpotensi menjadi dasar dalam pengembangan pangan fungsional serta bahan baku herbal berbasis bayam merah.
Empowering Students through Education and Training on the Production of Foot Sanitizer from Tea Leaf Waste Riyanta, Aldi Budi; Purgiyanti, Purgiyanti; Amananti, Wilda
Journal of Community Service and Empowerment Vol. 7 No. 1 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jcse.v7i1.41385

Abstract

Tea leaf waste (TLW) is a household waste that can be processed into foot sanitizer to eliminate foot odor that is becoming increasingly popular. Applied products from the Pharmacy study program need to be disseminated to vocational school students as training products to enhance entrepreneurial knowledge and skills. SMK Al-Ikhlas Kota Tegal is Vocational High School one of the targets of the service activities because it aligns with the efforts to implement the School P5 program and the efforts to develop students' entrepreneurship. The aims of this service is to provide knowledge and improve skills in making foot sanitizer from tea waste for entrepreneurship skills. The activity method starts with a Focuss Group Discussion (FGD) to formulate the form of activities, followed by implementation in the form of education accompanied by direct training for students. The activity is concluded with an evaluation of the responses from the school and students in the form of pre-test, post-test, and questionnaire results of the activities. The results of this activity have been successfully carried out with the involvement of the twelfth-grade students of SMK Al-Ikhlas in educational and training activities. Evaluation of the pre-test and post-test also showed an increase in knowledge and skills. The activity was able to provide education and increase students' knowledge in processing TLW into foot sanitizer preparations in an effort to support P5 activities and SDGs efforts with an increased understanding of 48.73%. The evaluation of the activities was also assessed as very good with results reaching 94,4-100% response from students based on aspects of material, facilities, presenters, and participants' implementation responses, and it is hoped that similar activities will continue in the future.