Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Exploring Science Teacher Prospective Misconception in Hydrocarbon: a Diagnostic Three Tiers Test Hayati, Muriani Nur; Riyanta, Aldi Budi
Unnes Science Education Journal Vol. 14 No. 2 (2025): August 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/usej.v14i2.22026

Abstract

Chemistry learning is considered a difficult and complex subject for some students and prospective science teachers. For this reason, it is necessary to know the understanding related to chemistry learning, especially on hydrocarbon materials so as not to cause misconceptions. The aim of this research is to identify organic chemistry misconceptions among prospective science teacher students regarding hydrocarbon material, namely the characteristics of hydrocarbons and isomers of chemical compounds. This research approach was qualitative using descriptive analyze combined with systematic literarature review and bibliometric. Determining misconceptions using a modified three tiers diagnostic test.  The research subjects were 12 students and the questions tested were 10 essay questions. The results of the research showed that high misconceptions (81.2%)  regarding naming, chemical reactions,  isomers, and chirality, highlighting the prevalence of misconceptions in basic concepts. This research emphasizes the importance of good concept understanding to prevent misconceptions among prospective science teachers.
POTENSI TEPUNG TULANG IKAN KURISI (NEMIPTERUS NEMATHOPORUS) SEBAGAI SUMBER KALSIUM PADA SEDIAAN CRACKERS Salsabila Utami, Hanum; Purgiyanti, Purgiyanti; Riyanta, Aldi Budi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.25462

Abstract

Indonesia adalah negara yang terdiri dari ribuan pulau. Oleh karena itu, tidak menutup kemungkinan perekonomian Indonesia tercipta dari hasil para nelayan, khususnya di wilayah pesisir. Ikan kurisi merupakan salah satu komoditas nelayan di wilayah Kota Tegal. Ikan ini biasanya dijadikan ikan fillet oleh industri rumahan yang ada di sekitar pelabuhan. Di wilayah pesisir, kita dapat menemukan pelabuhan-pelabuhan yang banyak terkonsentrasi industri fillet ikan. Namun akibat adanya pabrik fillet ikan, banyak ditemukan sisa tulang ikan di TPU sehingga membuat kawasan tersebut terlihat kotor dan berbau tidak sedap. Penanggulangan dampak pencemaran dari limbah tulang ikan dapat dilakukan dengan cara mengolah limbah tulang ikan menjadi produk yang bernilai ekonomis. Tujuan dari penelitian kali ini adalah memanfaatkan limbah tulang ikan kurisi untuk dijadikan tepung yang kaya akan kalsium guna mengurangi penumpukkan limbah tulang ikan didaerah pesisir. Tepung tulang ikan ini akan dijadikan bahan tambahan dalam pembuatan snack crackers. Metode yang digunakan pada penelitian kali ini adalah metode analisis kuantitatif dilakukan secara eksperimental laboratorium Politeknik Harapan Bersama dengan menggunakan spektrofotometri UV-Vis dan dibantu dengan menggunakan Microsoft excel dalam menentukan kurva baku.  Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa uji kalsium pada crackers tulang ikan kurisi sebesar 2,424%. Crackers yang terbuat dari bahan campuran tepung tulang ikan kurisi terbukti mengandung kalsium yang cocok digunakan untuk memenuhi pertumbuhan anak-anak.
PENGARUH PENGARUH METODE EKSTRAKSI TERHADAP SIFAT FISIK DAN STABILITAS FORMULA FOOT SANITIZER SPRAY EKSTRAK ETANOL KENCUR (KAEMPFERIA GALANGA) DAN EKSTRAK ETANOL JAHE (ZINGIBER OFFICINALE) Kurota, Nadia; Riyanta, Aldi Budi; Amananti, Wilda
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.25511

Abstract

Bau kaki perlu ditanggulangi segera mengingat bau merupakan indikasi adanya mikroba ataupun parasit lain seperti bakteri dan jamur yang hinggap di kaki seseorang. Kondisi ini memang bisa ditanggulangi dengan mencuci kaki namun cara ini dinilai kurang efektif sehingga diperlukan inovasi penghilang bau kaki dan juga mengurangi kuman yang hinggap. Jahe dan kencur diketahui memiliki khasiat menghilangkan bau kaki yang efektif. Selain itu, jahe dan kencur diketahui memiliki efek antimikroba yang baik. Salah satu inovasi yang dibuat yaitu foot sanitizer spray dari kombinasi jahe dan kencur. Sediaan foot sanitizer spray adalah sediaan dengan konsep sebagai pembunuh bakteri pada permukaan kulit dengan cepat. Foot sanitizer spray cocok sediaan yang akan dibuat karena sasaranya berupa permukaan kulit kaki dengan reaksi yang cepat. Dengan   Sediaan foot sanitizer spray kombinasi jahe dan kencur memiliki potensi untuk menghilangkan bau kaki. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui bagaimana sifat fisik dan stabilitas formula kombinasi jahe dan kencur sebagai sediaan foot sanitizer ditinjau dari metode ekstraksi yang digunakan. Metode ekstraksi yang digunakan yaitu membandingkan ekstraksi cara dingin seperti maserasi dan perkolasi menggunakan solvent alkohol 70%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ekstraksi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap sifat fisik dan stabilitas dari sediaan foot sanitizer spray. Sehingga pemilihan metode ekstraksi bergantung terhadap sifat fisik dan stabilitas sediaan yang akan dibuat.
PENGARUH LAMA PENGOVENAN JAHE (Zingiber Officinale Rosc) TERHADAP MINYAK JELANTAH TERADSORPSI KARBON AKTIF RANTING KELOR SEBAGAI MINYAK URUT ANTIINFLAMASI aulia, firda; Riyanta, Aldi Budi; Prabandari, Sari
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.37946

Abstract

Minyak goreng yang telah digunakan biasa disebut dengan minyak jelantah (wasle cooking oil). Minyak jelantah mengandung senyawa yang bersifat karsinogenik yang terjadi selama proses penggorengan. Minyak jelantah dengan perubahan sifat ini tidak dapat digunakan sebagai bahan makanan. Minyak jelantah akan menjadi limbah yang berbahaya jika tidak didaur ulang. Oleh karena itu, pada penelitian ini bertujuan untuk mengolah limbah minyak jelantah menjadi bahan baku pembuatan minyak herbal yang teradsorpsi karbon aktif ranting kelor dengan modifikasi tumbuhan alami lainnya yaitu jahe sebagai antiinflamasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode oven. Untuk mengetahui lama pengeringan jahe yang baik, guna menghasilkan efektivitas minyak herbal sebagai antiinflamasi. Lama pengeringan jahe yang digunakan yaitu 12 jam, 24 jam dan 36 jam. Uji minyak herbal dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa minyak herbal berbahan dasar jahe dengan waktu pengovenan 24 jam menunjukkan efektivitas antiinflamasi terbaik, ditandai dengan pengurangan volume edema yang signifikan pada uji mencit.
Pengaruh Basis Kombinasi Gliserin dan Propilenglikol Terhadap Sifat Fisik dan Stabilitas Formula Foot Sanitizer Spray Ekstrak Rimpang Kencur (Kaempferia Galanga L.) Kombinasi Rimpang Jahe (Zingiber Officinale) Zehan, Mercyta; Riyanta, Aldi Budi; Santoso, Joko
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i2.13422

Abstract

ABSTRACT Foot odor is part of a disorder of the apocrine sweat glands and is called bromhidrosis. Bromhidrosis is a condition in which a person's body emits excessive foul odor produced by the apocrine sweat glands, this can be overcome by keeping the feet dry such as wiping the feet after washing, sprinkling powder on the feet and changing socks as often as possible, but this is less effective, given the different conditions of people's feet. So it needs innovation to overcome foot odor more effectively such as footsanitizer spray and use ingredients from galangal rhizome and ginger rhizome as extracts. The purpose of this study is to determine how the effectiveness of the combination of two bases, namely glycerin and propylenglingkol, which is used as a moisture barrier (humectant) used as a dosage diversification and maintain skin against redness due to dryness. The research method used in this study uses experiments in the laboratory and the type of data is qualitative and quantitative. A number of formulations were carried out to find which formulation yielded the results we wanted.  With the formulations, namely: F1 (Propylenglycol 5% and Glycerin 5%), F2 (Propylenglycol 5% and Glycerin 10%), F3 (Propylenglycol 5% and Glycerin 15%). Then the results of the three formulations show that F1 is a suitable and eligible formulation, because it can be seen from the physical properties and stability that will be used in footsanitizer spray. Based on the results of the research, data analysis and discussion, it can be concluded based on the research that has been carried out that the combination of two bases, namely glycerin and propylcellol as a moisture retainer (humectant) is used as a diversified preparation and maintains hand skin against redness due to dryness. . The results showed that in terms of physical stability in formula 1 that met the requirements. Keywords: Foot Odor, Footsanitizer, Glycerin, Propylenglycol  ABSTRAK Bau kaki merupakan bagian dari kelainan kelenjar keringat apokrin dan disebut bromhidrosis. Bromhidrosis adalah suatu kondisi di mana tubuh seseorang mengeluarkan bau busuk berlebihan yang dihasilkan oleh kelenjar keringat apokrin, hal ini dapat diatasi dengan menjaga kondisi kaki tetap kering seperti mengelap kaki setelah dicuci, menaburkan bedak pada kaki dan mengganti kaus kaki sesering mungkin, tetapi hal ini kurang efektif, mengingat kondisi kaki orang yang berbeda-beda. Sehingga perlu inovasi penanggulangan bau kaki yang lebih efektif seperti footsanitizer spray dan menggunakan bahan dari rimpang kencur dan rimpang jahe sebagai ekstraknya. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui bagaimana kefektifan dari kombinasi dua basis yaitu gliserin dan propilenglingkol yang digunakan sebagai penahan lembap (humektan) yang digunakan sebagai diversivitas sediaan dan memelihara kulit terhadap kemerahan akibat kering. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan eksperimen di labolatorium dan jenis data bersifat kualitatif dan kuantitatif. Sejumlah formulasi dilakukan untuk mencari formulasi mana yang hasilnya sesuai yang kita inginkan.  Dengan formulasi, yaitu : F1 (Propilenglikol 5% dan Gliserin 5%), F2 (Propilenglikol 5% dan Gliserin 10%), F3 (Propilenglikol 5% dan Gliserin 15%). Kemudian didapatkan hasil dari ketiga formulasi tersebut yang menunjukan bahwa F1 adalah formulasi yang sesuai dan memenuhi syarat, karena terlihat dari sifat fisik dan kestabilan yang akan digunakan pada footsanitizer spray. Berdasarkan hasil penelitian, analisis data dan pembahasan, dapat diambil kesimpulan berdasarkan penelitian yang telah dilakukan bahwa kombinasi dua basis yaitu gliserin dan propilengkol sebagai penahan lembap (humektan) yang digunakan sebagai diversivitas sediaan dan memelihara kulit tangan terhadap kemerahan akibat kering. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari segi kestabilan fisik pada formula 1 yang memenuhi syarat. Kata Kunci: Bau Kaki, Footsanitizer, Gliserin, Propilenglikol
FORMULASI DAN UJI STABILITAS FISIK LULUR TRADISIONAL AMPAS KOPI (Coffea sp.) DAN BUAH GAMBAS (Luffa Acutangula L.) Maemunah, Salsa Nabila; Riyanta, Aldi Budi; Amananti, Wilda
Jurnal Insan Cendekia Vol 12 No 1 (2025): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jic.v12i1.1423

Abstract

Introduction: Coffee grounds and gambas fruit have the potential to be used as preparations for making traditional body scrubs. Coffee grounds contain caffeine that can tighten blood vessels, while gambas fruit is rich in antioxidants that can cleanse and brighten the skin. Objective: This study aims to determine the stability of traditional body scrubs made from coffee grounds and luffa fruit that meet the requirements. Method : The luffa fruit used comes from Pemalang Morning Market. The luffa fruit preparation method with a drying process using direct sunlight is continued with a grinding and sieving process using mesh 44. Coffee grounds powder is obtained from the Az-Zakhra shop then the grinding process is carried out using a blender and sieving using mesh 44. Results: Next, the stability test process was carried out with storage for 4 weeks with physical tests every week, the physical tests that were tested were organoleptic tests, homogeneity tests, pH tests, spreadability tests, and adhesion tests. The physical properties of the scrub test included organoleptic tests, homogeneity tests, pH tests, which were produced to meet the standards, while in the spreadability and adhesion tests there were formulas that did not meet the standards. Storage of the scrub preparation at room temperature until the 4th week. Conclusion: Based on the physical stability test, formula I and formula II are formulas that meet the physical stability test standards, the stability test shows that storing the scrub from week 0 to week 4 does not affect the preparation.
PENGARUH SUHU PENGERINGAN JAHE (ZINGIBER OFFICINALE ROSC) TERHADAP EFEK ANTIINFLAMASI MINYAK URUT JELANTAH TERADSROBSI Baety, Nur; Riyanta, Aldi Budi; Susiyarti, Susiyarti
Jurnal Insan Cendekia Vol 12 No 1 (2025): Jurnal Insan Cendekia
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jic.v12i1.1424

Abstract

Pendahuluan: Minyak jelantah menjadi salah satu sampah rumah tangga yang dapat mencemari lingkungan. Dengan dilakukan adsorbsi minyak jelantah dimanfaatkan sebagai minyak urut dengan campuran jahe. Jahe memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, fenolik, flavonoid, triterpenoid dan juga saponin. Senyawa flavonoid dalam jahe memiliki manfaat salah satunya sebagai antiinflamasi. Tujuan : untuk mengetahui pengaruh suhu pengeringan jahe terhadap efek antiinflamasi pada minyak urut. Metode : metode eksperimental dengan hewan uji mencit sebanyak 25 ekor yang diinduksi karagenan kemudian dibagi menjadi 5 kelompok. Kelompok 1 diberi perlakuanminyak jelantah, kelompok 2 diberi perlakuan gel natrium diklofenak, serta kelompok 3, 4 dan 5 diberi perlakuan minyak urut jelantah teradsorbsi (F1, F2, F3), masing-masing perlakuan diberikan secara topikal. Diameter radang dan volume radang diukur menggunakan jangka sorong digital dilakukan setiap 30 menit selama 6 jam. Data dianalisis menggunakan uji one way ANOVA (analysis of variance). Hasil : Berdasarkan hasil rata-rata ketebalan udem telapak kaki mencit pada perlakuan suhu pengeringan 60°C memiliki rata-rata ketebalan udem yang mendekati kontrol positif, dengan diperoleh hasil persentase daya hambat inflamasi sebesar 76,36% pada suhu pengeringan 60°C (F1), dan memiliki persentase sebesar 69,09% pada suhu pengeringan 70°C (F2), serta persentase sebesar 49,09% pada suhu pengeringan 80°C (F3). Hasil analisis uji one way ANOVA menunjukkan nilai signifikan (p<0,05). Kesimpulan : Suhu pengeringan jahe berpengaruh terhadap efek antiinflamasi pada minyak urut jelantah teradsorbsi.