Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Pengaruh Edukasi melalui Media Audio-Visual terhadap Pengetahuan dan Perilaku Remaja dalam Pencegahan Anemia Penyebab Stunting Setiasih, Sri; Sundari, Ana; Rozikhan, Rozikhan
Journal of Language and Health Vol 5 No 2 (2024): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v5i2.3920

Abstract

Salah satu penyebab stunting adalah anak yang lahir dari ibu yang mengalami anemia. Inisiatif yang mungkin dilakukan adalah mempersiapkan generasi muda, dimulai dengan remaja sehat tanpa anemia, mendorong remaja putri untuk meminum obat penambah darah saat menstruasi, dan mendorong remaja putri untuk meminum satu tablet dalam seminggu. Hal ini termasuk melanjutkannya setidaknya selama 1 (satu) tahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi melalui media audiovisual terhadap pengetahuan dan perilaku konsumsi produk darah remaja pada mahasiswa UPP kampus Kendal. Responden penelitian ini adalah mahasiswa UPP Kampus Kendal yaitu 133 mahasiswi. Pendekatan yang digunakan adalah one group pretest- posttest design, yaitu melakukan pretest kepada mahasiswa, kemudian memberi perlakuan berupa video tentang pentingnya tablet tambah darah. Hasilnya ada pengaruh edukasi melalui media audiovisual terhadap pengetahuan remaja dengan p value .000. dan ada pengaruh edukasi melalui media audiovisual terhadap perilaku remaja dengan p value .000 karena media video melibatkan hampir semua indera seperti melihat dan mendengarkan, sehingga pemahaman pun meningkat dan mempengaruhi perilaku konsumsi tablet tambah darah. Kesimpulannya, terdapat peningkatan pengetahuan dan perilaku remaja tentang konsumsi tablet tambah darah. Ada pengaruh edukasi melalui media audiovisual terhadap pengetahuan dan perilaku remaja tentang konsumsi tablet tambah darah.
Pemberdayaan Ibu Menyusui dalam Pemanfaatan VCO untuk Meningkatkan Produksi ASI dan Perawatan Payudara sebagai Upaya Pencegahan Stunting Mursiti, Titi; Sundari, Ana; Setiasih, Sri; Isharyanti, Septalia; Widiastuti, Yuni Puji
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Juni 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i2.3848

Abstract

Rendahnya pemberian ASI Eksklusif, dapat menjadi ancaman bagi tumbuh kembang anak yang akan berpengaruh kualitas SDM secara umum termasuk sebagai salah satu pemicu rendahnya status gizi bayi dan balit. Hal ini disebabkan karena kurangnya produksi ASI dan timbulnya beberapa masalah selama menyusui seperti puting lecet. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah ini yaitu dengan penggunaan Virgin Cococnut Oil (VCO). Tujuan dari kegiatan PKM ini dalam rangka pemberdayaan ibu menyusui dalam pemanfaatan VCO untuk meningkatkan produksi ASI dan perawatan payudara sebagai upaya pencegahan stunting. Metode Pengabdian kepada Masyarakat melalui pendidikan kesehatan tentang Pemberdayaan Ibu Menyusui dalam pemanfaatan VCO untuk meningkatkan produksi ASI dan perawatan payudara sebagai upaya pencegahan stunting. Sasaran PKM adalah ibu menyusui di Desa Bandengan Kendal sebanyak 40 orang. Tempat pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat berjarak kira-kira 1 KM dari Poltekkes Kemenkes Semarang Kampus Kendal. Evaluasi dilakukan melalui pemberian Pre tes sebelum pemberian pendidikan kesehatan dan post tes dilaksanakan 3 hari setelah pendidikan kesehatan.Hasil dari pengabdian masyarakat ini adalah Ibu menyusui berdaya dalam pemanfaatan VCO untuk meningkatkan produksi ASI dan perawatan payudara. Luaran dari pengabdian masyarakat ini adalah leaflet dan poster yang digunakan untuk memberikan informasi seputar pemanfaatan VCO untuk meningkatkan produksi ASI dan perawatan payudara serta artikel dalam jurnal PKM. Setelah dilakukan pendidikan kesehatan terjadi peningkatan pengetahuan dan kemampuan ibu menyusui tentang Pemanfaata VCO untuk meningkatkan produksi ASI dan perawatan payudara guna mencegah stunting.
Peningkatan Konsumsi Olahan Ikan Laut dalam Rangka Pencegahan Stunting melalui Kader Kesehatan Setiasih, Sri; Mursiti, Titi; Isharyanti, Septalia
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 3 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: September 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i3.4221

Abstract

Beberapa upaya yang telah dilakukan di tahun 2024 di Kabupaten Kendal untuk menekan angka stunting, antara lain dengan membuat rumah desa sehat, membentuk Tim Percepatan Penanganan Stunting (TPPS), membiayai Kader Pembangunan Manusia (KPM) dengan insetif – insentif, gerakan minum tablet tambah darah bagi remaja, dan mewajibkan pemerintah desa untuk menganggarkan APBDesa untuk kegiatan stunting. Untuk mendukung dan mempercepat upaya pemerintah Kabupaten Kendal dalam menurunkan stunting, maka seluruh lapisan Masyarakat harus saling berkolaborasi, tidak hanya tenaga kesehatan dan pemerintah saja. Sehingga pembangunan kesehatan berbasis masyarakat merupakan solusi yang tepat. Upaya ini melibatkan seluruh lapisan masyarakat untuk ikut serta berperan dalam pembangunan kesehatan sehingga tugas kader sangatlah penting dalam pengembangkan masyarakat yang berperan dalam membantu kelancaran pelayanan kesehatan. Maka pengabdi memberikan edukasi kepada Kader untuk memvariasikan makanan yang bisa diajarkan kepada ibu – ibu balita – balita di Posyandu Kelurahan Bandengan agar menarik perhatian balita dan balita tidak merasa bosan dengan makanan yang bergizi tinggi dengan sumber daya melimpah di Kelurahan Bandengan. Tujuan dilakukannya Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah mengingatkan kembali (reminder) tentang risiko balita stunting dan memberikan pelatihan cara pengolahan makanan tambahan untuk balita dengan bahan dasar ikan laut. Pemberian materi dan pelatihan cara pengolahan ikan dilakukan di Kantor Kelurahan Bandengan dengan narasumber. Menu yang diberikan adalah Schotel Ikan Kembung dan Fishball Bubble kemudian Kader memberikan feedback kepada tim pengabdi. Untuk memastikan Kader telah menyosialisasikan menu kepada ibu – ibu balita di Posyandu, maka diadakan lomba memasak kembali (re-cook) pada 4 posyandu di Kelurahan Bandengan Kabupaten Kendal. Kegiatan ini diharapkan dapat memicu kreativitas kader maupun ibu – ibu balita dalam variasi makanan kaya sumber daya dalam mencegah stunting di Kelurahan Bandengan Kabupaten Kendal.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Pelatihan Pengolahan Daun Jati Belanda menjadi Teh untuk Menurunkan Kadar Cholesterol bagi Aseptor KB Hormonal Khobibah, Khobibah; Ruspita, Mimi; Isharyanti, Septalia; Setiasih, Sri
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 3 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: September 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i3.4274

Abstract

Kontrasepsi hormonal yang sering dipakai adalah Depo Medroxyprogesterone Acetate (DMPA), diberikan setiap 3 bulan melalui injeksi. Penggunaan DMPA mempengaruhi penambahan lemak, menggabungkan lemak visceral, serta hipoestrogenisme sehingga mengakibatkan peningkatan berat badan dan lemak tubuh. Fluktuasi berat badan menyebabkan obesitas, resistensi insulin, dan diabetes mellitus. Daun jati Belanda mempunyai kadar kuersetin cukup tinggi dan berkhasiat membantu penurunan kolesterol. Mayoritas masyarakat mengkonsumsi daun jati Belanda dengan direbus hingga mendidih atau diseduh pada suhu di atas 90o Celcius yang berdampak negatif zat dalam daun jati Belanda dan tidak efektif. Daun jati Belanda lebih bermanfaat jika dibuat dalam bentuk teh kombucha sebagai minuman kesehatan. Pemberdayaan merupakan proses mengembangkan, memandirikan, menswadayakan, masyarakat terhadap kekuatan-kekuatan di segala bidang dan sektor kehidupan. Tujuan kegiatan pengabdian untuk memberdayaan masyarakat dalam bentuk pelatihan pembuatan teh celup berbahan Daun Jati Belanda sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan dan tingkat ekonomi serta manfaat kesehatan untuk menurunkan kadar kolesterol. Kegiatan dilaksanakan selama 1 hari dengan 3 narasumber dan diikuti 17 kader di Kelurahan Bandengan. Hasil kegiatan berupa peningkatan pengetahuan tentang alat kontrasepsi suntik, manfaat daun Jati Belanda dan legalitas UMKM. Masyarakat juga mampu mempraktikan pembuatan daun Jati Belanda sebagai the celup. Kegiatan ini diharapkan dapat ditindaklanjuti dengan produksi teh celup berbahan daun Jati Belanda.
Implementasi Gerakan Remaja Siaga Cegah Pernikahan Dini Penyebab Stunting Ariyanti, Ida; Ngadiyono, Ngadiyono; Prastika, Dewi Andang; Setiasih, Sri
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 3 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: September 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i3.4277

Abstract

Pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi juga masih rendah dan kejadian kehamilan pada usia remaja masih tinggi yakni 16,7%. Padahal pelaksanaan kursus calon pengantin sudah dilaksanakan oleh Kementrian Agama bekerja sama dengan Dinas Kesehatan. Kehamilan yang terjadi pada perempuan dengan usia kurang dari 20 tahun akan menimbulkan banyak permasalahan, terutama kehamilan resiko tinggi yang akan berakibat pada kematian Ibu dan Bayi yang semakin meningkat. Untuk itu pencegahan terjadinya kehamilan di usia dini (kurang dari 20 tahun) perlu dilakukan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan pembentukan kelompok remaja Siaga Cegah Pernikahan Dini. Remaja dianggap kelompok social yang memungkinkan untuk mengajak sesama remaja untuk mencegah pernikahan dini yang akan berdampak pada kehamilan resiko tinggi. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah menurunkan Angka Stunting melalui Gerakan remaja Siaga mencegah pernikahan dini penyebab stunting dan meningkatkan pengetahuan remaja untuk mampu mengajak sesama remaja mencegah pernikahan dini. Sasaran Pengabdian ini adalah remaja yang berusia kurang dari 20 tahun yang dipilih oleh Kader per RW di Kelurahan Bandarhajo yang berjumlah 40 remaja dari 12 RW. 40 remaja ini nantinya diberi pelatihan secara teori, praktik dan praktik lapangan yang dibagi menjadi 3 (tiga) kali pertemuan. Pada saat praktik lapangan, masing – masing remaja perwakilan RW membawa 4 teman sebaya untuk diberi sosialisasi mencegah pernikahan dini. Dari hasil diskusi, remaja di Kelurahan Bandarharjo dapat mengadakan edukasi, motivasi atau refleksi pada saat pertemuan remaja atau Posyandu Remaja tentang stunting hubungannya dengan pernikahan dini dan bagaimana agar remaja memfokuskan pada perbaikan kualitas diri untuk meraih cita – cita. Diharapkan hasil pengabdian kepada masyarakat ini dapat menjadi wadah bagi remaja untuk pruduktif, aktif dan kreatif dalam menikmati masa remaja dan meraih cita – cita tanpa memikirkan pernikahan dini agar bisa berkontribusi mengurangi dan mencegah stunting di Kelurahan Bandarharjo.
Remaja Siaga Cegah Pernikahan Dini Penyebab Stunting Widiastuti, Yuni Puji; Ariyanti, Ida; Prastika, Dewi Andang; Ngadiyono, Ngadiyono; Setiasih, Sri
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 3 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: September 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i3.4312

Abstract

Dewasa ini, masalah kesehatan reproduksi pada remaja belum tertangani sepenuhnya. Hal ini terlihat dengan masih tingginya perkawinan usia dini, yaitu sebesar 46,7% (Riskesdas, 2010) dan masih tingginya kelahiran pada usia remaja (ASFR), yaitu sebesar 48 per 1000 wanita (SDKI, 2012). Pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi juga masih rendah dan kejadian kehamilan pada usia remaja masih tinggi yakni 16,7%. Metode pengabdian dengan penyuluhan, kepada para remaja dan kader serta membentuk Remaja Siaga. Sasaran pengabdian adalah kader kesehatan dan remaja. Wilayah yang digunakan untuk pengabdian adalah kelurahan Bandarharjo Kota Semarang yang berjarak kira-kira 15 KM dari Poltekkes Kemenkes Semarang. Pengabdian Masyarakat ini diikuti oleh 40 remaja yang masih berstatus pelajar Sekolah Menengah Atas / Kejuruan dengan proporsi 20 remaja perempuan dan 20 remaja laki – laki. Hasil dari pengabdian masyarakat ini adalah terbentuknya remaja siaga cegah pernikahan dini. Remaja ini nantinya akan menjadi kader bagi teman sebaya di lingkungan Kelurahan Bandarharjo untuk terus memberikan kaderisasi tentang bahaya pernikahan dini dalam rangka mencegah stunting. Luaran dari pengabdian masyarakat ini adalah leaflet dan booklet yang digunakan untuk memberikan informasi seputar pernikahan dini dan kaitannya dengan stunting.
The Potential of PMT Made from Anchovies to Increase the Growth of Toddlers who Experience Stunting Sapartinah, Titik; Setiasih, Sri; Isharyanti, Septalia; Astyandini, Budi
Jurnal Kebidanan Vol 13, No 1 (2024): February 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jk.13.1.2024.29-34

Abstract

Stunting is a condition that a person’s height is shorter than the height of other people in general. Adverse effects that can be caused by short-term stunting such as impaired brain development, intelligence, impaired physical growth and metabolic disorders in the body. This type of research is a quasi-experimental design with a nonequivalent control group design. The population is all stunting toddlers in Bandengan Village. A sample of 79 children under the age of 5 years 39 children as the case group and 40 children as the control group were given PMT 4 times a week for 1 month, the results of the study There were differences in height in the treatment group before and after treatment with ap value of 0.001, and there was a difference in height in the control group before and after treatment with ap value of 0.0001. However, in the different test between the two groups there was no difference in growth with ap value of 0.258. It is recommended that further research monitor other factors that affect stunting.
PENCEGAHAN STUNTING MELALUI PENDAMPINGAN DAN EDUKASI KESEHATAN GIGI IBU HAMIL KELURAHAN JABUNGAN Salikun, Salikun; Sukendro, Sulur Joyo; Qosim, Nanang; Nuratni, Ni Ketut; Setiasih, Sri
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v4i2.1629

Abstract

Berdasarkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Tahun 2019 dalam Riskesdas 2018 menyebutkan bahwa wanita di Indonesia memiliki prevalensi gingivitis sebesar 74% (periodontal). Prevalensi karies Ibu hamil di Indonesia sebesar 84,69%. Penyebab tingginya karies pada ibu hamil yaitu perubahan hormon, intensitas mual dan muntah serta faktor mengidam. Salah satu faktor resiko terjadinya stunting yaitu penyakit gigi dan mulut pada ibu hamil. Pendampingan dan edukasi tentang kesehatan gigi dan mulut diperlukan agar dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil, membentuk perilaku hidup sehat serta menyelamatkan ibu hamil dan mencegah kejadian stunting. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah menerapkan media promosi kesehatan Kartu Sehat Gigi Ibu Hamil (KASIH) dan media promosi kesehatan KASIH pada kegiatan kelas ibu hamil di Posyandu. Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan melakukan penyuluhan tentang kesehatan gigi dan mulut ibu hamil, pengisian KASIH, serta pengolesan vitamin gigi. KASIH merupakan Kartu Sehat Gigi Ibu Hamil yang bertujuan untuk mengedukasi ibu hamil tentang kesehatan gigi dan mulut. Pengabdian ini diharapkan dapat membantu peningkatan kesehatan gigi dan mulut ibu dan kesehatan janin agar terhindar dari stunting dan BBLR. Hal ini juga dapat sebagai data informasi tentang penyakit gigi dan mulut ibu hamil. Selain itu, juga dapat memberdayakan tenaga kesehatan gigi untuk dapat melakukan kegiatan untuk promosi kesehatan. Pengolesan vitamin gigi dilakukan bertujuan agar gigi ibu hamil menjadi lebih kuat dan tidak mudah terkena karies. Selain itu, dilakukan juga edukasi agar ibu hamil menggosok gigi sebelum tidur dan menggunakan vitamin gigi selama 21 hari berturut turut agar hasil yang didapat maksimal.
Manfaat Video ABPK (Alat Bantu Pengambilan Keputusan) bagi Calon Akseptor dalam Pemilihan Metode Kontrasepsi Khobibah, Khobibah; Setiasih, Sri; Sundari, Ana
Journal of Language and Health Vol 5 No 3 (2024): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v5i3.4349

Abstract

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal, di Kelurahan Bandengan terdapat wanita usia subur yang sudah menikah sebanyak 98 ibu yang belum menentukan alat kontrasepsi yang dipakai. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah Kabupaten Kendal untuk mensosialisasikan pentingnya alat kontrasepsi. Pemilihan media pendidikan kesehatan untuk mentransfer ilmu atau pengetahuan juga harus dipertimbangkan, yaitu menggunakan media yang paling efektif dan efesien, sehingga responden dapat memilih alat kontrasepsi yang rasional atau sesuai. Tujuan dari penelitian ini adalah bagaimana Video ABPK dapat bermanfaat bagi calon akseptor dalam menentukan pemilihan metode kontrasepsi. Sebelum dilakukan pembelajaran, responden diberikan kuesioner pretest tentang pengetahuan KB, kemudian Peneliti mengunakan Video ABPK (Alat bantu Pengambilan Ketupusan) Ber-KB untuk media pembelajaran. Setelah itu, responden akan kembali diberikan kuesioner post test yang sama tentang Pengetahuan KB dan pilihan KB yang diminati. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah one group pretest and posttest design, yaitu dengan melakukan pretest kepada responden, kemudian memberi perlakuan berupa video dan learning tentang macam – macam alat kontrasepsi, cara penggunaan, dan efek sampingnya. Penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon karena data pengetahuan berdistribusi tidak normal. Hasilnya, ada peningkatan pengetahuan dan perubahan perilaku responden sebelum dan setelah menyaksikan Video ABPK Ber-KB, terbukti dengan perbedaan yang signifikan antara rata-rata skor pretest sebesar 75,9 dan rata-rata skor posttest 89,8, berdasarkan Test Statistics pengetahuan hasil dari perhitungan Wilcoxon nilai Z yang didapat sebesar -2,354 dengan p value yaitu 0,021 < 0,05 ini membuktikan bahwa kemampuan dalam memahami alat – alat konstrasepsi meningkat setelah perlakuan berupa media video ABPK, kemudian untuk perilaku, hasil perhitungan uji t adalah didapatkan nilai Sig 2 tailed 0.883 yaitu lebih dari 0,05 yang artinya terdapat perubahan perilaku pada saat sebelum dan sesudah konseling Video ABPK Ber-KB.
Pregnant Women's Behavior in Stimulating the Fetus After Giving Education Through Audiovisual Media Sri Setiasih; Titi Mursiti; Rozikhan Rozikhan
EMBRIO: Jurnal Kebidanan Vol 15 No 2 (2023): EMBRIO: Jurnal Kebidanan (NOVEMBER)
Publisher : Program Studi S1 Kebidanan - Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/embrio.v15i2.7675

Abstract

National data from the Ministry of Health of the Republic of Indonesia in 2018, 11 percent of toddlers in Indonesia experience growth and development disorders. It is estimated that 1-3 percent experience delays in motor development. Efforts to maintain and increase intelligence potential during pregnancy are very important to prepare quality Indonesian human resources in an effort to increase the Human Development Index (IPM) of Indonesian society in the future. The purpose of this study is to ascertain how fetal stimulation knowledge and behavior among pregnant women in the Bandengan Subdistrict are related to education through audiovisual media. The research design is a quasi-experiment with a one-group pretest and posttest design technique. This research was conducted in Bandengan Village, Kendal District, Kendal Regency in September-December 2022. The population in this study were all pregnant women who were in Bandengan Village Trimesters 2 and 3 in October-December 2021, with a total of 73 pregnant women. In this study, the respondents were the total population of pregnant women in Bandengan village. The measurement tool used a questionnaire regarding the depth of fetal stimulation knowledge. The result of a statistical test using the Wilcoxon test show that there is a relationship between fetal stimulation in pregnant women through audiovisual media education with a p-value of 0.000, with a description of pregnant women's behavior regarding fetal stimulation after receiving education of 100 percent. For future researchers, other methods that are more perfect in the health education model can be used.