Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

The Psychological Condition of Parents with Children Addicted to Glue: Emotional Tension and Parental Guilt Malsya, Regi; Sujadi, Eko; Indra, Syaiful; Wahyudi, Iqmal
Al Musyrif: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Vol 8 No 2 (2025): October
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38073/almusyrif.v8i2.2763

Abstract

Adolescent glue addiction is a deviant behavior that adversely affects not only adolescents but also their parents, often leading to severe psychological distress. This study aims to explore the psychological conditions of parents with glue-addicted children, focusing on emotional strain and parental guilt. Employing a qualitative narrative approach, the research involved four parents from Kerinci Regency, Jambi, whose children exhibited glue addiction behaviors. Data were collected through semi-structured interviews and analyzed using thematic analysis. The findings reveal that parents experience considerable psychological distress, with emotional strain manifesting as stress, sleep disturbances, anxiety, and feelings of hopelessness. Parental guilt is reflected in self-blame, perceived failure in parenting, and prolonged internal conflict. These psychological challenges negatively influence parents’ daily functioning and their relationships with their children. The study underscores the need for psychological support, particularly family counseling that incorporates supportive and narrative approaches, to assist in emotional regulation, enhance parent–child communication, and restore parental self-efficacy. Overall, the findings provide a basis for developing guidance and counseling programs that integrate family-centered interventions in addressing adolescent addiction cases.
Penerapan program konseling kelompok dalam perencanaan masa hadapan anak-anak Panti Asuhan Permata Camar di Kuantan, Pahang Ula, Nazratul; Novita, Nelda; Khairunisa, Khairunisa; Indra, Syaiful; Jarnawi, Jarnawi
Connection : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2023): Oktober
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/connection.v3i2.7657

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membantu klien dalam menyelesaikan permasalahanya dan memberikan pemahaman melalui dinamika kelompok yang membahas mengenai perencanaan masa depan anak dengan latar belakang keluarga dan kecerdasan yang berbeda-beda. Metode yang digunakan adalah melakukan sosialisasi serta diskusi manfaat pelayanan bimbingan dan konseling, dan penerapan layanan konseling kelompok. Hasil pengabdian ini adalah terwujudnya perubahan pemikiran anak-anak panti dalam menentukan pilihan masa depan yang tepat tanpa memikirkan latar belakang keluarganya. Serta menciptakan tekat dan strategi pemilihan pendidikan yang linier dengan keinginan dan kemampuanya.
Exploring gender differences in self-confidence related to entering the workforce among Muslim college students Indra, Syaiful; Fitri, Silvia; Azhari, Azhari; Mahdi, Mahdi; Sujadi, Eko; Andriyani, Juli
ENLIGHTEN: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol 7 No 2 (2024): July-December
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam IAIN Langsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32505/enlighten.v7i2.7707

Abstract

Self-confidence is an essential component of an individual's psychological well-being, shaped by various factors, including gender. While differences in self-confidence exist, both men and women seek positive self-understanding to navigate life's challenges. Recognizing these differences is crucial for supporting the development of healthy and positive self-confidence. This study investigates the self-confidence levels of male and female students and compares their confidence in entering the workforce. Utilizing a quantitative descriptive approach, the study found that, on average, women exhibited higher levels of self-confidence than men. However, the comparison of self-confidence regarding entry into the workforce revealed no significant gender differences. These findings suggest that the educational environment fosters equal conditions, preparing students to face career challenges irrespective of gender. This research emphasizes the importance of an inclusive and equitable educational approach, where the development of relevant skills and competencies for the workforce is prioritized alongside the enhancement of self-confidence, a vital factor in achieving professional success. The implications of this study contribute to career counseling services in higher education, highlighting the need to focus on gender-neutral strategies that build students' self-confidence and equip them for future professional roles.
POLA PENGASUHAN PADA KONTEKS KEMATANGAN EMOSIONAL IBU SINGLE PARENT Julia, Holta; Jarnawi, Jarnawi; Indra, Syaiful
Indonesian Journal of Counseling and Development Vol. 1 No. 1 (2019): July 2019
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kerinci, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.295 KB) | DOI: 10.32939/ijcd.v1i1.370

Abstract

Setiap orangtua memiliki gaya pengasuhan tersendiri dalam mengasuh anak, begitu pula dengan orangtua single parent tentu memiliki gaya pengasuhan tersendiri dalam mengasuh anaknya. Sebagai orangtua single parent yang menjalani tanggung jawab yang seharusnya dijalankan oleh dua orang, tentu sangat memberatkan selain harus mengasuh anak mereka juga harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis dengan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (Field Research). Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Dalam penelitian ini pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan empat ibu single parent dan empat orang anak. Dari hasil penelitian diketahui satu responden dari keempat ibu single parent menerapkan pola asuh yang mengarah pada pola asuh permisif didalam mendidik anak, dikarenakan kesibukannya sebagai single parent yang menjalankan sebagai dua peran sehingga tidak banyak waktu dalam membimbing dan memperhatiakan kegiatan anak, sedangkan tiga ibu single parent lainya menerapkan pola asuh yang mengarah kepada pola asuh demokratis saling terbuka dengan anak, perduli, dan juga memberikan kasih sayang yang cukup serta bertanggung jawab kepada anak walaupun sebagai single parent. Adapun hambatan yang dihadapi oleh single parent antara lain terdiri dari dua hambatan yaitu internal dan eksternal, yang sering terjadi dalam sebuah keluarga kurang komunikasi dengan anak dan kurangnya berinteraksi dengan masyarakat.
The Effect of Coping Strategy on Academic Procrastination in Completing Student Assignments Rusmaniar, Rusmaniar; Indra, Syaiful; NK, Mahdi; Sujadi, Eko
Indonesian Journal of Counseling and Development Vol. 2 No. 1 (2020): July 2020
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kerinci, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/ijcd.v2i01.869

Abstract

Abstract. Terdapat dua faktor utama yang mempengaruhi prokrastinasi yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal adalah faktor-faktor yang berasal dari individu yang turut membentuk prilaku prokrastinasi yang meliputi faktor fisik dan psikologis. Faktor eksternal yaitu faktor yang berasal dari luar individu dapat berupa tugas yang banyak (overloaded tasks) yang menuntut penyelesaian yang hampir bersamaaan. Hal ini diperparah apabila lingkungan mendukung prokrastinasi. Pelaku prokrastinasi (prokrastinator) cenderung melakukan prokrastinasi karena adanya rasa takut akan gagal, tidak suka pada tugas yang diberikan, menentang dan melawan kontrol, mempunyai sifat ketergantungan dan kesulitan membuat keputusan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi coping terhadap prokrastinasi akademik mahasiswa dalam menyelesaikan tugas perkuliahan. Pendekatan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan jumlah responden 84 orang mahasiswa Bimbingan dan Konseling Islam angkatan 2016. Dalam penelitian ini mengunakan alat ukur berupa skala strategi coping dan skala prokrastinasi akademik dengan metode analisis regresi sederhana berganda dengan hasil koefisien korelasi problem focused coping yakni -1,189 dan p = 0,000 (p<0,05). Sedangkan emotional focused coping yaitu -089 p = 0,611 (p˃0,05). Problem focused coping Berpengaruh negatif artinya Semakin efektif penggunaan problem focused coping, maka prokrastinasi akademik semakin rendah. Sebaliknya apabila semakin tidak efektifnya penggunaan strategi problem focused coping, maka prokrastinasi akademik akan semakin tinggi. Koefisien determinasi menunjukkann problem focused coping secara simultan dapat menjelaskan perubahan prokrastinasi akademik sebesar 18,47%.
Peranan Pendamping Sosial dalam Penanganan Kasus Kekerasan terhadap Anak pada Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Maulida, Maulida; Yusuf, M. Jamil; Indra, Syaiful
Indonesian Journal of Counseling and Development Vol. 2 No. 1 (2020): July 2020
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kerinci, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/ijcd.v2i01.871

Abstract

Abstrak. Kekerasan terhadap anak dapat diartikan sebagai setiap perbuatan terhadap anak yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, mental, seksual, psikilogis, termasuk penelantaran dan merendahkan martabat anak Dalam menjalankan kehidupannya, banyak diantara anak-anak yang mendapatkan haknya dan dapat tumbuh berkembang dengan baik, namun masih ada anak-anak yang tidak terpenuhi haknya sehingga mereka mengalami tindak kekerasan, maka untuk itu peneliti ingin meneliti lebih lanjut peranan pendamping sosial dalam penanganan kasus kekerasan terhadap anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) kompetensi pendamping sosial pada P2TP2A Kabupaten Aceh Selatan; (2) bentuk-bentuk kekerasan yang dihadapi oleh anak pada P2TP2A Kabupaten Aceh Selatan; (3) prosedur pendampingan sosial yang harus dilakukan oleh pendamping sosial dalam penanganan kasus kekerasan terhadap anak pada P2TP2A Kabupaten Aceh Selatan. penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yang bersifat kualitatif dengan menggunakan metode studi deskriptif untuk menggali informasi supaya dapat memenukan penjelasan mengenai peranan pendamping sosial dalam penanganan kasus KTA. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini berjumlah dua orang dengan rincian satu orang kutua devisi pendidikan dan pelayanan pendampingan kasus dan satu orang pendamping sosial yang ada di P2TP2A Kabupaten Aceh Selatan ditentukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Adapun teknik pengolahan data dan analisis data dilakuakan dengan tiga langkah yaitu: data reduction, data display dan conclusion drawing/verification. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) kompetensi pendamping sosial ditinjau dari segi jenjang pendidikan, standar kompetensi seorang pendamping sosial belum tercapai karena latar belakang pendidkan; (2) bentuk-bentuk kekerasan terhadap anak yang terjadi di P2TP2A adalah kekerasan fisik, psikis, seksual dan penelantaran, kasus inilah yang sering pendamping sosial damping; (3) Prosedur pendampingan yang di berikan oleh pihak P2TP2A terhadap korban/klien sudah berjalan dengan baik, dilihat dari prosedur dan layanan yang diberikan oleh pendamping sosial terhadap klien dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi klien tersebut. Maka dari itu dapat dikatakan bahwasanya perenan pendamping sosial sangat dibutuhkan untuk membantu klien dalam menyelesaikan permasalahannya.
Identifikasi Sikap Empati Pengasuh pada Anak Binaan Panti Asuhan Ulya, Rauzatul; Yusuf, M. Jamil; Indra, Syaiful
Indonesian Journal of Counseling and Development Vol. 2 No. 1 (2020): July 2020
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kerinci, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32939/ijcd.v2i01.874

Abstract

Abstrak. Empati adalah kemampuan merasakan emosi orang lain baik secara fisiologis maupun mental yang terbangun pada berbagai keadaan batin orang lain. Perubahan biologis ini akan muncul ketika individu berempati dengan orang lain. Hal yang tidak sesuai dengan diharapkan adanya pengasuh yang cuek, tidak peduli dan antipati, sehingga membuat anak asuh tidak berani berkomunikasi langsung dengan pengasuhnya sehingga membuat anak asuh kurang nyaman dan betah tinggal di panti asuhan. Oleh karena itu yang menjadi tujuan umum penelitian ini yaitu: untuk mengetahui identifikasi sikap empati pengasuh pada anak binaan pada Panti Asuhan Bumi Moro Kecamatan Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar. Sedangkan tujuan khususnya yaitu: untuk mengetahui bentuk-bentuk empati pengasuh dalam pengasuhan anak binaan, untuk mengetahui sikap pengasuh yang menunjukkan empati pada anak binaan dilihat dari verbal dan non verbal, untuk mengetahui respon anak binaan terhadap empati yang diberikan oleh pengasuh. Metode yang digunakan adalah deskriptif pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi dan wawancara dengan teknik purposive sampling dengan 5 kriteria dan 7 orang responden, teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil yang di peroleh dalam penelitian ini meliputi: (1) Bentuk-bentuk empati pengasuh dalam pengasuhan anak binaan sudah berhasil dilakukan dengan cara memeluk, meranggkul dan mengusap kepala anak asuh ketika mendengarkan persoalan yang dialami anak asuh di panti asuhan. (2) Sikap pengasuh yang menunjukkan empati pada anak binaan dilihat dari verbal dan non verbal pengasuh sudah memberikan perhatikan terhadap anak asuh dengan cara menjenguk anak asuh ke kamar, duduk bersama anak asuh, ikut makan bersama dan sebagainya sehingga anak asuh merasa ada yang peduli terhadap dirinya. (3) Respon anak binaan terhadap empati yang diberikan oleh pengasuh diketahui bahwa anak asuh bahagia dan nyaman tinggal di panti asuhan karena memiliki pengasuh yang lemah lembut dan perhatian terhadap diri anak asuh. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sikap empati pengasuh dapat membantu mengetahui perasaan dan kondisi yang dialami oleh anak binaan.
PERAN TOKOH ADAT DALAM MEMBERI NASEHAT NEKHAHKEN UNTUK MEMBANTU KEMATANGAN EMOSIONAL CALON PENGANTIN DI DESA KUTARIH KECAMATAN BABUSSALAM Umaiyah, Salsabila; NK, Mahdi; Indra, Syaiful
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v5i4.7849

Abstract

The Marriage is not merely the union of two individuals but also a social bond rich in cultural and religious values. In many regions of Indonesia, particularly among the Gayo community in Kutarih Village, Babussalam Subdistrict, this tradition holds profound significance. This study aims to analyze the role of traditional leaders in the nasehat nekhahken tradition for prospective brides and grooms in Kutarih Village, Babussalam Subdistrict. The research employs a descriptive qualitative method with an ethnographic approach through interviews, observations, and documentation. The findings reveal that traditional leaders play a central role as guardians of moral values, mediators between Islamic teachings and local wisdom, and social educators through the oral art of tangis dilo. The tradition serves not only as premarital advice but also as a medium for character education and social control that fosters emotional readiness among couples. However, modernization and weak regeneration have led to shifts in the role of traditional leaders, necessitating innovation in delivery methods and media. The relevance of nasehat nekhahken remains strong due to its universal values and regional regulatory support. Therefore, revitalization and digitalization of this tradition are essential to sustain its socio-cultural function as a moral and familial resilience instrument in the modern era. ABSTRAK Pernikahan bukan hanya penyatuan dua insan, tetapi juga ikatan sosial yang sarat nilai budaya dan agama. Di banyak daerah di Indonesia, khususnya masyarakat Gayo di Desa Kutarih Kecamatan Babussalam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran tokoh adat dalam tradisi nasehat nekhahken kepada calon pengantin di Desa Kutarih, Kecamatan Babussalam. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografis melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh adat memiliki peran sentral sebagai penjaga nilai moral, mediator antara ajaran Islam dan kearifan lokal, serta pendidik sosial melalui seni tutur tangis dilo. Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai nasihat pranikah, tetapi juga sebagai sarana pendidikan karakter dan kontrol sosial yang membentuk kesiapan emosional calon pengantin. Namun, modernisasi dan lemahnya regenerasi menyebabkan pergeseran peran tokoh adat, sehingga diperlukan inovasi dalam metode dan media penyampaian. Relevansi nasehat nekhahken tetap terjaga karena nilai-nilainya yang universal dan didukung oleh regulasi daerah. Oleh karena itu, revitalisasi dan digitalisasi tradisi ini penting untuk menjaga keberlanjutan fungsi sosial-budayanya sebagai instrumen pembinaan moral dan ketahanan keluarga di era modern.
Dampak Fatherless Terhadap Perkembangan Emosional Remaja Fiza Fatmila; Ismiati; Syaiful Indra
Al-Isyrof: Jurnal Bimbingan Konseling Islam Vol. 7 No. 2 (2025): Al-Isyrof: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam
Publisher : PRODI BIMBINGAN KONSELING ISLAM INSTITUT AGAMA ISLAM SUNAN KALIJOGO MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/isyrof.v7i2.4376

Abstract

Fatherless menjadi suatu fenomena yang sangat sering ditemukan pada kalangan anak-anak remaja. Fenomena fatherless dapat disebabkan oleh perceraian dan kematian. Kondisi ini dapat mengganggu dan akan menjadikan suatu hambatan dalam proses perkembangan emosional pada remaja. Keadaan ini juga bisa membuat remaja kesulitan dalam mengontrol emosi dan menjalin hubungan sosial yang sehat. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui dampak fatherless terhadap perkembangan emosional remaja. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Adapun subjek penelitian ini adalah remaja pada usia 12-15 tahun yang mengalami fatherless disebabkan oleh perceraian dan kematian. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa kondisi fatherless sangat berpengaruh terhadap perkembangan emosi remaja. Adapun dapat dilihat dari ketika ia kesulitan dalam mengontrol emosi, perasaan sedih, iri, sebagian ada yang menunjukkan perasaan lebih mampu dalam mengelola emosinya karena adanya dukungan dari keluarga seperti ibu. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan manfaat dan menjadikan rujukan yang dapat berkontribusi secara ilmiah dan praktis baik bagi orang tua, pendidik, konselor maupun pembuat kebijakan untuk mendukung remaja yang mengalami fatherless dalam kesejahteraan emosi dan sosial yang sehat.
Peran Keluarga dalam Membangun Kesadaran Ibadah Pasien Rawat Inap: Sebuah Pendekatan Fenomenologis: Penelitian Nadila, Ayu; Mahdi, Mahdi; Indra, Syaiful
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.3766

Abstract

This study aims to explore the role of families in building religious awareness among patients undergoing treatment at Datu Beru Takengon Regional General Hospital, while also exploring various factors that support or hinder this process during hospitalization. The research method used a qualitative design with a phenomenological approach, involving eight patients and their family members selected purposively, as well as three nurses as additional sources of information. Data were collected through field observations, semi-structured interviews, and documentation, then analyzed using descriptive methods that focused on the dynamics of the experiences of patients and families. The findings revealed that families played a significant role in accompanying patients spiritually, acting as encouragers, reminders of prayer times, and religious motivators during hospitalization. The forms of support provided included reminding patients to pray, assisting with wudu or tayamum, reciting the Qur'an, and strengthening patients' religious motivation. The role of the family has been proven to have a positive impact, such as increasing inner peace, motivation, and awareness of worship in patients. However, this process is not without obstacles, including the physical weakness of patients, the family's limited understanding of worship in sick conditions, and limited visiting hours at the hospital.