Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatan Efisiensi Dan Kualitas Simplisia Herbal Melalui Teknologi Solar Dryer Dome Berbasis Iot Di Cv Timoer Sentosa Ramadhan, Galang; Darmawan, Ilham Catur; Puspitojati, Endah; Lufti A’yuni, Nur Rohmah
Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian Vol. 22 No. 1 (2025): Juli
Publisher : UPPM Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36626/jppp.v22i1.1319

Abstract

CV Timoer Sentosa merupakan produsen jamu tradisional yang menghadapi kendala dalam proses pengeringan simplisia akibat penggunaan metode pengeringan konvensional yang tidak konsisten dan sering kali tidak memenuhi standar kualitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan teknologi Solar Dryer Dome (SDD) berbasis Internet of Things (IoT) dalam meningkatkan efisiensi dan kualitas pengeringan simplisia di CV Timoer Sentosa. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data primer melalui observasi lapangan dan wawancara mendalam dengan pemilik serta kepala bagian produksi sedangkan data sekunder dari literatur pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknologi SDD berbasis IoT mampu menurunkan waktu pengeringan dari 3–5 hari menjadi 1–2 hari, mengurangi kadar air bahan hingga <10%, serta meningkatkan konsistensi mutu simplisia. Dengan pengendalian suhu 40–60°C secara otomatis, kandungan bioaktif tetap terjaga, dan risiko kontaminasi mikroba menurun. Secara keseluruhan, penerapan teknologi ini berkontribusi terhadap peningkatan efisiensi energi, stabilitas mutu, dan daya saing produk herbal perusahaan.
Studi Komparasi Pasca Panen Kapulaga (Amomum cardamomum): Desain dan Penerapan SOP, Kualitas Fisik dan Ekonomi Simplisia Kapulaga Budiyatul Aliyah; Endah Puspitojati; Siti Astuti
JURNAL TRITON Vol 15 No 1 (2024): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v15i1.558

Abstract

Standard Operating Procedures (SOP) pasca panen kapulaga ialah panduan/acuan tertulis yang berisikan rangkaian kegiatan pengelolaan hasil panen kapulaga menjadi bentuk simplisia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui langkah-langkah membuat desain Standard Operating Procedures (SOP) pasca panen kapulaga, mengetahui perbedaan kegiatan pasca panen, kualitas, dan nilai tambah ekonomi simplisia kapulaga yang menerapkan dan tidak menerapkan SOP pasca panen. Penelitian ini dilaksanakan di P4S Menoreh Herbal Magelang dengan menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif (mixed methods). Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain SOP pasca panen kapulaga dibuat menggunakan metode plan, do, check, dan action (PDCA). Terdapat perbedaan kegiatan pasca panen kapulaga yang menerapkan dan tidak menerapkan SOP pasca panen yaitu pada tahap pencucian dan penirisan, pengeringan, penyortiran dan penimbangan akhir, serta pengemasan dan pelabelan. Kualitas simplisia kapulaga yang menerapkan dan tidak menerapkan SOP pasca panen berbeda signifikan secara organoleptik (warna, bau, rasa, dan tekstur). Simplisia kapulaga yang menerapkan SOP pasca panen berwarna putih, berbau khas menyengat kapulaga, dan memiliki tekstur berkerut sesuai standar kapulaga yang baik. Sedangkan simplisia kapulaga yang tidak menerapkan SOP berwarna kecoklatan dan berbau segar kurang menyengat. Kualitas organoleptik simplisia kapulaga yang menerapkan SOP pasca panen lebih tinggi dibandingkan simplisia kapulaga yang tidak menerapkan SOP pasca panen. Kadar air simplisia kapulaga menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara simplisia kapulaga yang menerapkan dan tidak menerapkan SOP pasca panen. Simplisia kapulaga yang menerapkan SOP pasca panen memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan yang tidak menerapkan SOP pasca panen.
Minat Petani Dalam Penerapan Pupuk Organik Bokashi Di Desa Gumelar Kecamatan Gumelar Kabupaten Banyumas Kusworo, Kusworo; Puspitojati, Endah; Hartati, Puji
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 30 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55259/jiip.v30i1.20

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat minat petani dalam penerapan pupuk bokashi kotoran ternak untuk tanaman padi di Desa Gumelar Kecamatan Gumelar Kabupaten Banyumas. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2022 sampai dengan Januari 2023. Metode yang digunakan pada kajian ini adalah metode deskriptif kuantitatif . Metode pengumpulan data penelitian ini menggunakan wawancara, kuesioner, dan obeservasi. Penelitian ini menggunakan 47 sampel petani yang diperoleh secara Proportional Random Sampling dari 7 kelompok tani di Desa Gumelar. Data dianalisis secara deskriptif dan diukur menggunakan skala Likert dengan variabel yaitu kesenangan, ketertarikan, perhatian dan keterlibatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pencapaian pada aspek kesenangan adalah 72,3% yang termasuk pada kategori sedang, tingkat pencapaian pada aspek ketertarikan adalah 70,4% yang termasuk pada kategori sedang, tingkat pencapaian pada aspek perhatian adalah 97,2% yang termasuk pada kategori tinggi, dan tingkat pencapaian pada aspek keterlibatan adalah 68,4% yang termasuk pada kategori sedang. Desain pemberdayaan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan petani terhadap penggunaan pupuk organik bokashi pada tanaman padi. Hasil pemberdayaan menunjukkan bahwa rata-rata sasaran meningkat 26% pada aspek pengetahuan, 36% pada aspek sikap, dan 44% pada aspek keterampilan.
The Potential of Telang Flower (Clitoria ternatea) in Functional Food Diversification in Indonesia Puspitojati, Endah
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 31 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian Desember
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55259/jiip.v31i2.36

Abstract

The telang flower (Clitoria ternatea) has been traditionally utilized as a natural dye and culinary component in numerous Asian countries, including Indonesia. Interest in telang flowers has surged in recent years because of its bioactive chemicals, particularly anthocyanins, which offer numerous potential health advantages. This article intends to thoroughly examine the use of telang flowers in Indonesia's food industry, emphasizing their nutritional properties, applications in diverse food and beverage products, and their potential to advance the functional food and nutraceutical sectors. This article discloses a recent study indicating that telang flowers have the potential to serve as a natural food with abundant health advantages, including antioxidant, anti-inflammatory, neuroprotective, antibacterial, and anti-asthmatic qualities. Moreover, telang flowers have been utilized in various foods, including tea, functional drinks, ice cream, etc, showcasing their adaptability in the culinary business. Nonetheless, other obstacles persist, including the absence of standardization in the production process, variability in the concentration of active chemicals attributable to environmental factors, and insufficient regulatory frameworks. This study aimed to explain comprehensive insights into the opportunities and challenges associated with optimizing telang flowers as an important element in the diversification of functional foods in Indonesia while also promoting further innovation in tcreatingnutraceutical products derived from natural ingredients.
Pengaruh Personal Selling dan Brand Image terhadap Penjualan Jamu Modern di PT Naturindo Surya Niaga Ashari , Muhammad Hanif; Puspitojati, Endah; Hermawan, Hermawan
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 31 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55259/jiip.v31i1.40

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh personal selling dan brand image terhadap tingkat penjualan produk jamu modern di PT Naturindo Surya Niaga. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Maret 2023 sampai dengan bulan Juni 2023 di PT Naturindo Surya Niaga di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Tujuan penelitian ini adalah: 1) Mengetahui tingkat penjualan produk di PT Naturindo Surya Niaga; 2) Mengetahui tingkat personal selling dan brand image perusahaan; 3) Mengetahui secara parsial pengaruh variabel personal selling dan brand image terhadap tingkat penjualan produk jamu modern;4) Mengetahui secara simultan pengaruh variabel personal selling dan brand image terhadap tingkat penjualan produk jamu modern di perusahaan. Metode penelitian yang dilakukan adalah deskriptif kuantitatif dengan alat analisis regresi linear berganda. Sumber data yang digunakan berupa data primer dan data sekunder. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan maka didapatkan hasil bahwa tingkat penjualan produk masih rendah dan dari dua variabel (personal selling) dan (brand image) yang telah diuji membuktikan bahwa keduanya tidak berpengaruh secara parsial dan simultan terhadap tingkat penjualan. Ruang lingkup variabel yang sempit menjadi faktor utama mengapa keduanya tidak berpengaruh meskipun dalam pelaksanaannya kedua variabel telah dijalankan dengan baik.
BAURAN PROMOSI OLAHAN DAUN KELOR (STUDI KASUS KWT NGUDI REJEKI DESA TRIRENGGO KECAMATAN BANTUL KABUPATEN BANTUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA) Puspitojati, Endah
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 28 No. 2 (2021): Desember
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55259/jiip.v28i2.67

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan secara desriptif promosi online dan offline olahan daun kelor KWT Ngudi Rejeki ditinjau dari faktor produk, pasar, pelanggan dan anggaran. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2020 - Juni 2021 di Kalurahan Trirenggo Kapanewon Bantul Kabupaten Bantul. Metode penelitian menggunakan wawancara dan kuisioner. Kajian ini melibatkan 30 responden yang terdiri atas produsen dan konsumen olahan kelor yang dipilih secara sampling jenuh dan accidental sampling. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor produk, faktor pasar, faktor pelanggan dan faktor anggaran dalam promosi offline sedikit lebih tinggi dari promosi online, sehingga tingkat promosi yang lebih efektif mempengaruhi bauran promosi adalah promosi secara offline. Rendahnya promosi online menunjukkan bahwa perlu adanya sosialisasi tentang promosi online menggunakan facebook agar dapat meningkatkan promosi online.
IMPLEMENTASI SANITATION STANDARD OPERATING PROCEDURE (SSOP) PADA PRODUKSI MANISAN CARICA DI KECAMATAN BANJARMANGU KABUPATEN BANJARNEGARA Utami, Anisya Restu; Puspitojati, Endah; Setiawati, Bernadetta Budi; Rahayu, Novia Aristi
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 27 No. 2 (2020): Desember
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55259/jiip.v27i2.85

Abstract

Sanitation Standard Operating Procedure (SSOP) merupakan prosedur yang penting dalam menjaga kualitas dan mutu suatu produk makanan serta menjamin keamanan pangan dari suatu produk. Tujuan dari kajian ini yaitu untuk mengevaluasi penerapan SSOP produksi manisan carica pada UD. Eni Herbal yang berlokasi di Kecamatan Banjarmangu, Kabupaten Banjarnegara. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data primer diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data pada penelitian menggunakan analisis data kualitatif dengan mengkaji penerapan delapan kunci SSOP yang meliputi keamanan air, kebersihan permukaan yang kontak dengan produk, pencegahan kontaminasi silang, kebersihan pekerja, perlindungan dari adulterasi, pelabelan, pengendalian kesehatan karyawan, dan pemberantasan hama. Evaluasi penerapan SSOP dilakukan dengan membandingkan penerapan SSOP di objek penelitian dengan SSOP yang baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa delapan kunci SSOP sudah dilaksanakan dengan baik namun terdapat kekurangan pada dua kunci yaitu kontaminasi silang dan pelabelan/penyimpanan tepat. Tata ruang produksi dan ruang penyimpanan yang tidak diberi sekat sehingga memungkinkan terjadinya resiko kontaminasi silang. Pada proses pelabelan sudah diterapkan pemberian label berdasarkan tanggal produksi, namun penyimpanan produk sebagian masih dilakukan di bawah atau kontak langsung dengan lantai karena keterbatasan tempat.
OPTIMASI SUBTITUSI BEKATUL PADA PEMBUATAN NASI JAGUNG INSTAN Puspitojati, Endah
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 22 No. 2 (2015): Desember
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The easiness of rice processing is a challenge for the processed instant corn rice so the consumers can easily cook corn rice. In order to increase value added of corn rice as functional food, then rice bran can be added. The aims of this research were to determine the optimal composition of rice bran substitution in the production of instant rice bran- corn rice and to determine the characteristic of instant rice bran-corn rice. This research used Respond Surface Methods (Design Expert 9 Programs) which obtained 13 running formula. The formula provided an optimal solution at 0,900 level of desirability which treatment amount of rice brand by 9% and no soaking treatment. According to solution of program, resulted the characteristic of instant rice bran - corn rice with water content 2.58%, bulk density 45.9 %, porosity 87.3%, development volume 254% dan water absorption 206%.
OPTIMASI FERMENTASI PADA PEMBUATAN EKSTRAK TEMULAWAK SEBAGAI BAHAN BAKU ES KRIM (OPTIMATION OF FERMENTATION ON PRODUCING TEMULAWAKS EXTRACT AS RAW MATERIAL OF ICE CREAM) Puspitojati, Endah; Santoso, Hadi
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 16 No. 2 (2012): Desember
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Temulawak has a distinctive image of a bitter taste that causes some people are not willing to consume it. Though it contains an active compound such as curcumi-noids which has many health benefits for our bodies. This study aimed to minimize the bitter taste of temulawak through optimization of fermentation using yeast and to utilize the optimum one as raw material for temulawaks ice cream. The methods used in this study is the Response Surface Methods using Design Expert Version 8.0 program that generated into 13 running formula. From the total formula obtained optimum fermen-tation of temulawaks extracts which required yeast as much as 15 grams and 24 hours of fermentation time with curcuminoids content of 1.979%, 2.54 score of taste, 3.35 score of color, 2.78 score of flavor. Desirability of the product value reached 68.0%. Formula elected to use as raw material for producing ice cream. The result of ice cream showed that it had better quality of ice cream than used extracts without fermen-tation with an average hedonic score (a level of preference) at 3.98 and content of curcuminoids reached to 0.221%.
EVALUASI MUTU YOGURT FORMULASI SUSU JAGUNG MANIS KEDELAI Setiawati, Bernadetta Budi; Puspitojati, Endah
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 7 No. 1 (2011): Juli
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Yoghurt is a fermented food product produced worldwide using co-cultures of two species of lactic acid bacteria; streptococcus thermophilus and Lactobacillus bulgaricus. Study was carried out to evaluate the quality in chemical and sensory characteristics of plain yoghurt produced from sweet corn-soybean milk mixing during 15 days refrigerated storage. The reduction in pH can be due to breakdown of lactose into lactic acid. The lag time for the pH decrease during storage reflected the acidification rate of the culture involved. Yoghurt quality is therefore affected due to microbial growth. The pH value was 4 - 4,15. Organoleptic examination showed that yoghurt produced from sweet corn-soybean milk mixing in t ; l formulation had the highest acceptable degree in color, flavor, taste and consistency. The most favored yoghurt was then observed for its nutrient contents consisting water, ash, fat, protein, fiber, totat sucrose, vitamin C, vitamin A, and minerals. The water content of yoghurt was lower than soyghurt, meaning yoghurt had higher total solids, indicating that it was more nutritious than soyghurt. The fat content in the corn-soybean milk mix yoghurt was 0.44 I o%, therefore suitable in supporting diet programs. The results showed that Na content of the sweet corn-soybean milk mixing yoghurt was I146,54 ppm and Fe content was 10,075 ppm.