Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Pengarahan Metode Pelaksanaan Pengecoran pada Lahan SDIK Nurul Quran Rahman, Aulia; Alvisyahri, Alvisyahri; Masrura, Delfian; Malia, Rezqi; Parmitalia Dinda, Raina
GIAT : Teknologi untuk Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Program Studi Sistem Informasi Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/giat.v4i1.11437

Abstract

SDIK (Sekolah Dasar Islam Karakter) Yayasan Nurul Qur’an berlokasi Kabupaten Aceh Besar merupakan sekolah dasar yang memiliki prasarana Ruang Kelas Belajar (RKB) sejumlah 8 ruang dan belum mencukupi untuk kegiatan belajar mengajar. Oleh karena itu, perlu dibangun Ruang Kelas Belajar (RKB) yang baru untuk kelancaran aktivitas sehari-hari. Kawasan Sekolah ini merupakan lahan persawahan yang telah dilakukan pembangunan dan pengembangan kawasan. pada pengabdian ini penulis menggunakan sebagai pengabdian masyarakat untuk Tri Dharma Perguruan Tinggi bagi Dosen. Tujuan ingin dicapai secara umum adalah pembangunan Ruang Kuliah Belajar (RKB) untuk kegiatan belajar mengajar untuk menunjang program kegiatan SDIK Nurul Qur’an. Manfaat kegiatan ini memberikan sarana pendidikan berbasis Islam karakter, khususnya pendidikan karakter bagi generasi muda dan anak-anak bangsa. Hasilnya, metode penyampaian dilakukan dengan tinjauan survei dan pelaksanaan ke lokasi pekerjaan, hasil print out dibagikan kepada peserta, penggambaran dilakukan dengan spidol di kertas tempel di dinding. Pekerja merupakan para tukang yang telah bekerja di atas 5 tahun, pemahaman penyampaian mudah ditanggapi dan dipahami sehingga sosialisasi pendampingan ini berjalan sukses.
Optimized Plant Productivity by evaluating the Performance and Capacity of the Primary Channel at the Irrigation Area (I.A.) Jeuram In Nagan Raya Regency Hasdanita, Fitry; Nasution, Anisah; Masrura, Delfian; Safriani, Meylis
ASTONJADRO Vol. 14 No. 3 (2025): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v14i3.18700

Abstract

The development and improvement of irrigation infrastructure serve as the primary source of water supply during the growing season, which can significantly enhance agricultural production. This research aims to evaluate the performance of irrigation systems and the capacity of irrigation channels, this is essential to minimize water loss during the distribution of irrigation water, ensuring that the water needs of rice fields are met and optimizing crop productivity. The research was conducted in Irrigation Area (I.A) Jeuram. This research method is carried out by inventorying the existing conditions of physical and non-physical infrastructure. Then, was evaluates of irrigation area performance, based on the irrigation performance index. The hydraulic analysis to evaluate the channel using HEC-RAS software. The performance of the physical infrastructure of I.A. Jeuram is 26.38% of the optimal condition is 35%. This condition is categorized as moderately to severely damaged. Crop productivity stands is 9.64% of the optimal level of 12.5%. The overall performance index of I.A. Jeuram is 59.32% of its optimal condition, which is 77.5%, indicating that it is in desperate need of attention. While the primary channels can still accommodate the required discharge, its condition is also classified as moderately to severely damaged, compounded by issues of uncontrolled sedimentation. The physical and non-physical infrastructure adversely affects crop productivity and the overall service area of the Jeuram irrigation region. Therefore, it is essential to initiate repairs and ensure regular or periodic operation and maintenance of the irrigation system.
Pengarahan Metode Pelaksanaan Pengecoran pada Lahan SDIK Nurul Quran Rahman, Aulia; Alvisyahri, Alvisyahri; Masrura, Delfian; Malia, Rezqi; Parmitalia Dinda, Raina
GIAT : Jurnal Teknologi untuk Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Program Studi Sistem Informasi Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/giat.v4i1.11437

Abstract

SDIK (Sekolah Dasar Islam Karakter) Yayasan Nurul Qur’an berlokasi Kabupaten Aceh Besar merupakan sekolah dasar yang memiliki prasarana Ruang Kelas Belajar (RKB) sejumlah 8 ruang dan belum mencukupi untuk kegiatan belajar mengajar. Oleh karena itu, perlu dibangun Ruang Kelas Belajar (RKB) yang baru untuk kelancaran aktivitas sehari-hari. Kawasan Sekolah ini merupakan lahan persawahan yang telah dilakukan pembangunan dan pengembangan kawasan. pada pengabdian ini penulis menggunakan sebagai pengabdian masyarakat untuk Tri Dharma Perguruan Tinggi bagi Dosen. Tujuan ingin dicapai secara umum adalah pembangunan Ruang Kuliah Belajar (RKB) untuk kegiatan belajar mengajar untuk menunjang program kegiatan SDIK Nurul Qur’an. Manfaat kegiatan ini memberikan sarana pendidikan berbasis Islam karakter, khususnya pendidikan karakter bagi generasi muda dan anak-anak bangsa. Hasilnya, metode penyampaian dilakukan dengan tinjauan survei dan pelaksanaan ke lokasi pekerjaan, hasil print out dibagikan kepada peserta, penggambaran dilakukan dengan spidol di kertas tempel di dinding. Pekerja merupakan para tukang yang telah bekerja di atas 5 tahun, pemahaman penyampaian mudah ditanggapi dan dipahami sehingga sosialisasi pendampingan ini berjalan sukses.
ANALISA PERILAKU SAMBUNGAN BALOK-KOLOM SESUAI PBI 1971 TERHADAP BEBAN SIKLIK MASRURA, DELFIAN
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 10 No. 2 (2020): Volume 10 Nomor 2 September 2020
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v10i2.340

Abstract

Abstrak Kolom dan balok adalah komponen struktur utama yang berfungsi menyangga beban struktur lainnya untuk sebuah bangunan. Daerah pada sambungan (joint) balok-kolom harus didesain dengan akurat sehingga mampu menyebarkan energi yang diterima dengan baik pada saat terjadi gempa. Sebagai komponen struktur dengan peran dan fungsi tersebut, kolom dan balok menempati posisi penting dalam bangunan. Kemampuan joint balok kolom untuk berdeformasi terhadap beban siklik dapat memberikan struktur yang baik. Kegagalan joint balok-kolom berpengaruh langsung pada komponen struktur lain yang berhubungan dengannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari kemampuan struktur bangunan pada elemen joint balok kolom dalam menahan beban siklik sesuai dengan peraturan PBI 1971. Benda uji yang dibuat adalah benda uji dengan panjang penyaluran tulangan tidak berkait sesuai PBI 1971, dengan mutu beton 23,02 MPa. Balok berukuran 120 x 30 x 40 cm dan kolom berukuran 30 x 30 x 200 cm menggunakan tulangan 8Ø14 mm dengan tegangan leleh (fy) 310,03 MPa dan tulangan sengkang Ø10-100 mm dengan tegangan leleh (fy) 374,59 MPa. Pengujian dilakukan dengan memberikan beban siklik di ujung balok dengan pembebanan 2,5 ton; 5 ton; 7,5 ton dan monotonik yaitu beban hingga benda uji hancur. Hasil yang dicapai pada penelitian ini adalah sambungan balok kolom yang berdasarkan PBI 1971 mampu menahan kapasitas beban siklik sampai dengan 7,47 tf untuk beban tekan dan 5,19 tf untuk beban tarik pada displacement 24 mm. Kata Kunci:  Sambungan Balok-Kolom, PBI 1971, Beban Siklik.  Abstract Columns and beams are the main structural components that serve to support the burden of other structures for a building. The beam-column areas must be designed accurately in order to be able to distribute the received energy properly when an earthquake occurs. Columns and beams occupy important positions in buildings as structural components with these roles and functions. The ability of column-beam joints to deform cyclic loads provides a good structure. The beam-column joint failure has a direct effect on other structural components associated with it. The purpose of this study was to study the ability of building structures on beam-column joint elements in holding cyclic loads in accordance with PBI 1971. The specimen was created with length of unbalanced reinforcement distribution in accordance with PBI 1971, with 23.02 MPa of concrete quality. Beams measuring 120 x 30 x 40 cm and columns measuring 30 x 30 x 200 cm using reinforcement 8Ø14 mm with melting stress (fy) 310.03 MPa and stirrup reinforcement Ø10-100 mm with melting stress (fy) 374.59 MPa. The test is carried out by giving cyclic load to the end of the beam with a load of 2.5 tf; 5.0 tf; 7.5 tf; and monotonic that is the load until the test object is destroyed. The results achieved in this study as the specimen is able to hold the maximum load 7.47 tf to pressure loads and 5.19 tf to strain loads in the displacement of 24 mm Keywords: Joint Beam-Column, PBI 1971, Cyclic Load.
Sosialisasi Komunikasi Informasi dan Edukasi Daerah Rawan Bencana di SMP Negeri 2 Meureubo, Kabupaten Aceh Barat Fazlina, Rita; Dinda, Raina Parmitalia; Idris, Fadli; Fachruddin, Fachruddin; Amir, Astiah; Veranita, Veranita; Sari, Dewi Purnama; Malia, Rezqi; Febrianti, Dian; Farizal, Teuku; Alvisyahri, Alvisyahri; Rinaldy, Rinaldy; Zulyaden, Zulyaden; Agusmaniza, Roni; Rahman, Aulia; Yusra, Andi; Masrura, Delfian
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Vol 6, No 2 (2024): Juli-Desember
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/baktiku.v6i2.10427

Abstract

The Socialization of Communication, Information, and Education (KIE) for Disaster-Prone Areas in Aceh Barat Regency in 2024 aims to enhance public understanding and preparedness for various natural disasters, such as fires, earthquakes, and tsunamis. This activity is a collaboration between the Regional Disaster Management Agency (BPBD) of Aceh Barat and the Civil Engineering Department lecturers from the Faculty of Engineering, Universitas Teuku Umar. The socialization took place at SMP Negeri 2 Meureubo, with students as the main participants. The program included educational presentations about the risks and mitigation measures for different types of disasters and concluded with an earthquake simulation. The students participated enthusiastically, showing an intense interest in understanding how to protect themselves and respond correctly during a disaster. The earthquake simulation provided participants with the opportunity to practice their ability to react to emergency situations directly. The results of the activity demonstrated an increase in students' awareness and understanding of the importance of disaster preparedness. It is hoped that this program will be continuously implemented in other schools across Aceh Barat to help build a more resilient community in facing future disaster threats.
Penanaman Mangrove Sebagai Upaya Perluasan Ekosistem Pesisir di Peunaga Cut Ujong, Aceh Barat Lisdayanti, Eka; Najmi, Nurul; Rahmawati, Rahmawati; Hasdanita, Fitry; Masrura, Delfian
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 8 No 1 (2024): Volume 8 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v8i1.21084

Abstract

Damage to mangroves on the West Aceh coast due to the disaster tsunami and the increasing utilization of economic activities towards the beach area makes mangrove planting activities necessary. Service activities aim to support the benefits of conservation and expansion of mangrove ecosystems on the Coas of Peunaga Cut Ujong, Meurebo District, West Aceh Regency. This planting activity is a collaborative activity between industry players, academics, and the surrounding community which was initiated by PT MIFA Bersaudara as a form of concern for the environment and concrete action in contributing to coastal ecosystem conservation, especially for achieving the SDGs. The types of mangroves planted were Rhizophora apiculata and Rhizophora mucronate. This planting uses a planting method with artificial regeneration which involves planting seeds, propagules, or mangrove seedlings by moving the seedlings to a new location. Mangrove planting activities in Peunaga Cut Ujong managed to get attention and attention from the village community. Not only involved directly in mangrove planting activities but also committed to the maintenance and monitoring of the planted mangroves. In addition, the success of mangrove planting is also evident from the low mortality rate (5%) of the seedlings. The addition of more leaves, height, and mangrove roots that have begun to appear in some mangrove stands was observed seven months after planting.
Revitalisasi Sistem Drainase Perkotaan dalam Upaya Keberlanjutan Sosial Ekonomi Daerah Pesisir melalui Implementasi Eco-Drainase Masrura, Delfian; Rahmawati, Rahmawati; Hasdanita, Fitry; Fahmi, Nadya Yunisa
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 7, No 2 (2025): December
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v7i2.275

Abstract

     AbstractKuta Padang Village, situated in West Aceh Regency, experiences drainage issues that result in flooding reaching the road surface during periods of heavy rainfall. This condition occurs due to waste accumulation in the drainage channels, overgrown vegetation obstructing flow along the channels, and sedimentation leading to siltation. The objective of this study are to analyze the total flood discharge that the existing drainage system can accommodate and to design an eco-drainage system using infiltration wells. The data used in this research consist of primary data (measurements of drainage dimensions, flow direction, and existing drainage conditions) and secondary data, including rainfall data, topographic maps, land use maps, and drainage network maps, which were processed using hydrological and hydraulic analyses. A Hydraulic analysis was conducted to evaluate the capacity of the drainage channels required in the eco-drainage planning through the use of plastic drum infiltration wells. Based on data processing and analysis results, the rainfall with a 5-year return period was found to be 201.27 mm/hour. The comparison between the planned flood discharge and the capacity of the existing drainage channels at three sample points—channels 2, 20, and 40—showed that channels 20 and 40 can still accommodate the planned flood discharge, while channel 2 is insufficient since its capacity is lower than the flood discharge. Mitigation efforts include normalizing the channels that are still functional, while for channel 2, the implementation of an eco-drainage system is proposed through the construction of nine infiltration wells, each with a radius of 0.3 m and a height of 1 m. Keywords:flooding, eco-drainage, infiltration well      AbstrakDesa Kuta Padang yang berada di Kabupaten Aceh Barat merupakan wilayah yang memiliki permasalahan drainase sehingga menyebabkan genangan hingga ke badan jalan pada saat curah hujan tinggi. Kondisi ini terjadi akibat adanya sampah pada saluran, rumput yang menghambat sepanjang saluran, dan sedimentasi yang menyebabkan pendangkalan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis besarnya debit total banjir yang dapat ditampung oleh saluran drainase eksisting dan perencanaan desain sistem eco-drainage melalui sumur resapan. Data yang digunakan adalah data primer (pengukuran dimensi drainase), arah aliran, kondisi drainase eksisting, dan data sekunder berupa data curah hujan, peta topografi skala dan tata guna lahan, serta peta jaringan drainase yang diolah menggunakan analisis hidrologi dan analisis hidrolik. Analisis hidrolika diperlukan untuk mengevaluasi kapasitas saluran drainase yang diperlukan dalam perencanaan eko-drainase sumur resapan menggunakan drum plastik. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh curah hujan dengan kala ulang 5 tahun sebesar 201,27 mm/jam. Hasil perbandingan debit banjir rencana dengan kapasitas debit saluran eksisting pada tiga titik sampel saluran 2, saluran 20, dan saluran 40, diketahui bahwa saluran 20 dan saluran 40 masih mampu menampung debit banjir rencana, sedangkan saluran 2 tidak mencukupi karena kapasitas saluran lebih kecil daripada debit banjir. Upaya penanganan dilakukan dengan normalisasi saluran untuk saluran yang masih berfungsi baik, sementara pada saluran 2 direncanakan penerapan sistem eko-drainase melalui pembangunan sembilan unit sumur resapan dengan dimensi radius 0,3 m dan tinggi 1 m.     Kata Kunci:            genangan, eko-drainase, sumur resapan
Penguatan kapasitas nelayan teradisional dalam penanganan pasca panen melalui edukasi teknologi cold chain dan higiene di Desa Lhok Kuala Bubon Muhammad Arif; Akbardiansyah Akbardiansyah; Delfian Masrura; Rahmawati Rahmawati; Thaib Rizwan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i6.34320

Abstract

Abstrak Sektor perikanan merupakan sumber pangan dan pendapatan utama bagi masyarakat pesisir, termasuk nelayan tradisional di Desa Lhok Kuala Bubon. Namun, keterbatasan pemahaman terkait penanganan pasca panen, sanitasi, dan penerapan sistem cold chain menyebabkan kualitas ikan menurun, cepat rusak, dan harga jual rendah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan edukasi dan pendampingan kepada nelayan agar mampu menjaga mutu hasil tangkapan melalui penerapan cold chain serta praktik higiene yang benar. Metode pelaksanaan terdiri dari tiga tahap, yaitu sosialisasi, pendampingan, serta evaluasi dan feedback. Sosialisasi dilakukan dengan presentasi, diskusi, dan pemutaran video untuk memperkenalkan prinsip penanganan ikan yang baik. Pendampingan berfokus pada praktik langsung, penggunaan es, cool box, serta kebersihan alat tangkap. Evaluasi menggunakan pre-test dan post-test guna mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan nelayan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman sebesar 25% dengan nilai rata-rata post-test lebih tinggi dari pre-test. Nelayan yang menerapkan cold chain melaporkan ikan lebih segar, tahan lebih lama, serta harga jual meningkat sekitar 5–10%. Dampak langsung kegiatan ini terlihat pada meningkatnya kesadaran dan keterampilan nelayan dalam menjaga kualitas hasil tangkapan, meski keterbatasan akses es dan fasilitas pendingin masih menjadi kendala utama. Program edukasi dan pendampingan cold chain terbukti efektif dalam meningkatkan mutu hasil perikanan dan pendapatan nelayan. Implikasinya, dukungan infrastruktur dan kebijakan dari pemerintah sangat diperlukan agar penerapan teknologi ini dapat berlanjut secara berkesinambungan. Kata kunci: kualitas ikan; nelayan tradisional; penanganan pasca panen; rantai dingin; sanitasi dan higiene Abstract The fisheries sector is a vital source of food and income for coastal communities, including traditional fishers in Lhok Kuala Bubon Village. However, limited knowledge of post-harvest handling, sanitation, and the application of the cold chain system has led to a decline in fish quality, rapid spoilage, and reduced market value. This community engagement program aimed to provide education and assistance to fishers in maintaining catch quality through the implementation of cold chain practices and proper hygiene. The program was carried out in three stages: socialization, mentoring, and evaluation with feedback. Socialization was delivered through presentations, discussions, and educational videos introducing proper fish handling practices. Mentoring emphasized hands-on training in fish handling, the use of ice and cool boxes, and maintaining equipment hygiene. Evaluation was conducted using pre-tests and post-tests to measure improvements in fishers’ knowledge and skills. The results indicated a 25% increase in understanding, with post-test scores significantly higher than pre-test scores. Fishers who adopted cold chain practices reported that their fish remained fresher, lasted longer, and achieved a price increase of around 5–10%. This program had a direct impact on enhancing awareness and skills in maintaining fish quality, although limited access to ice and adequate cooling facilities remains a key challenge. Overall, the cold chain education and mentoring program proved effective in improving fish quality and increasing fishers’ income. Keywords: fish quality; traditional fishers; post-harvest handling; cold chain; sanitation and hygiene