Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PENERAPAN INTEGRATED FARMING SYSTEM MELALUI INOVASI SILASE PAKAN TERNAK BERBASIS BATANG PISANG UNTUK MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN DI DESA ADOLANG KABUPATEN MAJENE Irmayanti, Irmayanti; Haloho, Ruth Dameria; Sari, Dwi Ratna; Herilimiansyah, Herilimiansyah; Suardi, Suardi; Armayanti, Armayanti; Wahid, Abd.; Bulan, Rispa Embong
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 11 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i11.3139

Abstract

Ketersediaan pakan ternak yang berkelanjutan merupakan salah satu tantangan utama dalam pengembangan peternakan rakyat, khususnya di Desa Adolang yang mayoritas masyarakatnya berprofesi sebagai petani dan peternak. Pada musim kemarau, peternak sering mengalami kesulitan memperoleh pakan hijauan sehingga berdampak pada penurunan produktivitas ternak. Desa Adolang memiliki potensi limbah pertanian berupa batang pisang yang melimpah, namun belum dimanfaatkan secara optimal sebagai sumber pakan alternatif. Berdasarkan kondisi tersebut, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak melalui penerapan Integrated Farming System dengan pemanfaatan batang pisang sebagai bahan baku utama pembuatan silase, sehingga mampu mendukung ketahanan pangan lokal. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi persiapan, penyuluhan, pelatihan, pendampingan, evaluasi, dan monitoring. Penyuluhan dilaksanakan untuk memberikan pemahaman mengenai manfaat pakan silase. Pelatihan dilakukan dengan pendekatan learning by doing melalui praktik langsung pembuatan silase batang pisang yang dicampur dengan dedak padi dan molases. Selanjutnya, pendampingan dilakukan melalui kunjungan lapangan guna memantau hasil fermentasi dan memberikan Solusi terkait kendala teknis. Evaluasi dilakukan untuk menilai peningkatan pengetahuan, keterampilan, serta kualitas silase yang dihasilkan, sedangkan monitoring dilakukan untuk menjamin keberlanjutan kegiatan. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kapasitas peternak pengetahuan dan keterampilan sebesar 90.43%. Peserta mampu memahami konsep dasar silase, terampil melakukan proses pembuatan, dan menghasilkan produk silase. Selain itu, peternak menjadi lebih mandiri dalam memanfaatkan limbah batang pisang sebagai cadangan pakan. Program pengabdian masyarakat berbasis Integrated Farming System melalui pembuatan silase batang pisang terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan peternak, menyediakan pakan alternatif yang berkelanjutan, serta mendukung peningkatan produktivitas ternak kambing di Desa Adolang.
Pemberdayaan peternak melalui pembuatan pupuk organik integrasi kakao-kambing Desa Tinambung Kecamatan Pamboang Kabupaten Majene Irmayanti Irmayanti; Suyono Suyono; Ruth Dameria Haloho; Ilham Ilham; Jisril Palayukan; Suriansyah Suriansyah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 2 (2025): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i2.29970

Abstract

Abstrak Pelaksanaan pemberdayaan masyarakat melalui transfer teknologi embuatan pupuk organik merupakan upaya untuk memanfaatkan potensi bahan lokal sekitar yaitu kotoran ternak kambing. Pupuk adalah salah satu unsur strategis yang berperan dalam meningkatkan produktivitas tanaman dan menjadi bagian penting yang tidak dapat dipisahkan dari sistem usaha tani. Desa Tinambung memiliki potensi perkebunan seperti tanaman kakao dan peternakan kambing yang tinggi. Ketersediaan pupuk yang terbatas sehingga dilakukan upaya untuk beralih  kepenggunaan pupuk organik. Tujuan kegiatan ini untuk memanfaatkan potensi desa Tinambung dan memberikan dampak positif untuk masyarakat Desa Tinambung, utamanya dalam memanfaatkan limbah kotoran Kambing menjadi pupuk organik untuk menunjang ketersediaan pupuk bagi tanaman kakao sehingga dapat meningkatkan produksi tanaman kakao. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu metode society parcipatory peningkatan wawasan dan keterampilan terhadap inovasi teknologi pengolahan limbah ternak dan  pembuatan pupuk organik berbasis kotoran hewan kambing, dan metode persuasive approach yaitu  penyuluhan  pemanfaatan  limbah kotoran kambing menjadi  produk  baru  yang  bermanfaat  seperti  pupuk organik kompos. Metode  kegiatan  dilakukan dengan  empat tahap,  yaitu  tahap survey, tahap penyuluhan,  pelatihan pembuatan  pupuk  organik, dan monitoring dan evaluasi kegiatan. Hasil dari kegiatan pelatihan pembuatan pupuk organik telah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak sebesar 87,29% berdasarkan hasil pre test dan post test. Hal ini menunjukkan bahwa pelatihan ini telah membantu mitra menjadi lebih mandiri utamanya dalam menghadapi masalah pemanfaatan kotoran hewan kambing melalui pembuatan pupuk organik untuk meningkatkan produktivitas ternak. Program ini berhasil membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan limbah dan pertanian organik, yang tercermin dari tingginya tingkat partisipasi dan kepuasan peserta. Kata kunci: pupuk organik; integrasi; kotoran kambing. AbstractThe implementation of community empowerment through the transfer of technology for producing organic fertilizer aims to utilize local resources, such as goat manure. Fertilizer is a strategic element that plays a significant role in enhancing plant productivity and is an integral part of farming systems. Tinambung Village has substantial potential in cocoa farming and goat husbandry. Due to the limited availability of fertilizer, efforts were made to transition to the use of organic fertilizers. This initiative aims to harness the potential of Tinambung Village and provide positive impacts for the community, especially by converting goat manure into organic fertilizer to support the availability of nutrients for cocoa plants and thereby increase cocoa production. The methods utilized in this activity include Society participatory method: enhancing awareness and skills in applying technological innovations for processing livestock waste and producing organic fertilizer from goat manure. Persuasive approach method: Educating the community on turning goat manure waste into valuable products, such as compost-based organic fertilizer. The activities were conducted in four stages: Survey stage, Education stage, Training on organic fertilizer production, Monitoring and evaluation stage. The results of the organic fertilizer production training showed an 87.29% increase in knowledge and skills among farmers, based on pre-test and post-test results. This indicates that the training successfully helped partners become more independent, especially in addressing the challenge of utilizing goat manure through the production of organic fertilizer to boost agricultural productivity. This program effectively raised community awareness about the importance of waste management and organic farming, as reflected in the high levels of participation and satisfaction among the participants. Keywords: organic fertiliser; integration; goat manure.
KLASIFIKASI PENYAKIT DAUN KAKAO BERDASARKAN EKSTRAKSI FITUR WARNA TEKSTUR DENGAN ALGORITMA SUPPORT VECTOR MACHINE Irmayanti; Nurhikma Arifin; Chairi Nur Insani
Jurnal Informatika Teknologi dan Sains (Jinteks) Vol 8 No 2 (2026): EDISI 28
Publisher : Program Studi Informatika Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51401/jinteks.v8i2.7291

Abstract

Penyakit daun kakao merupakan salah satu faktor penurunan kualitas serta produktifitas tanaman apabila tidak terindetifikasi sejak dini. Oleh karena itu, diperlukan metode untuk membantu identifikasi penyakit secara otomatis. Penelitian ini bertujuan mengklasifikasikan daun kakao ke dalam tiga kategori, yaitu daun sehat, becak daun dan VSD, menggunakan pendekatan pengolahan citra digital. Dataset terdiri dari 300 citra daun, dibagi 80% sebagai data latih dan 20% data ujii. Tahapan penelitian meliputi Pre-Procssing, segmentasi menggunakan ruang warna HSV untuk memisahkan objek dari latar belakang, serta ekstraksi fitur warna HSV dan L*a*b serta tekstur GLCM dan LBP. Klasifikasi dilakukan menggunaka SVM kernel RBF melalui variasi parameter C(1, 5, 10) dan gamma (0.1, 0.01, 0.001, 0.0001, 0.00001). Hasil menunjukkan C=5 dan gamma=0,1 mengahasilkan akurasi tertinggi sebesar 100%. Akurasi tersebut diperoleh pada fitur tunggal LBP maupun kombinasi L*a*b-LBP, GLCM-HSV-LBP, GLCM-L*a*b-LBP, HSV-L*a*b-LBP, serta GLCM-HSV-L*a*b-LBP. Hasil ini menunjukan LBP efektif merepresentasikan tekstur daun serta menegaskan pentingnya pemilihan kombinasi fitur dan parameter dalam klasifikasi citra daun kakao.