p-Index From 2021 - 2026
11.752
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Jurnal Kreativitas PKM Manuju : Malahayati Nursing Journal Jambura Journal of Health Sciences and Research PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat JURNAL PENELITIAN PERAWAT PROFESIONAL Kampurui Jurnal Kesehatan Masyarakat Jurnal Kesehatan Tambusai Intan Husada : Jurnal Ilmiah Keperawatan JOURNAL LA MEDIHEALTICO International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Medical Journal of Al-Qodiri : Jurnal Keperawatan dan Kebidanan Jurnal Keperawatan Florence Nightingale Jurnal Kolaboratif Sains Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Jurnal Keperawatan Klinis dan Komunitas (Clinical and Community Nursing Journal) Journal Nursing Care Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Gorontalo Zaitun :Jurnal Ilmu Kesehatan Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan (JURRIKES) Jurnal Rumpun Ilmu Kesehatan Jurnal Sains dan Kesehatan Journal of Community Health Provision Journal of Universal Community Empowerment Provision Jurnal Nurse Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Dan Kedokteran Klinik: Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi Journal of Educational Innovation and Public Health Detector: Jurnal Inovasi Riset Ilmu Kesehatan Promotor: Jurnal Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi Nursing Applied Journal Mohuyula : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Poltekita: Jurnal Ilmu Kesehatan Borneo Nursing Journal
Claim Missing Document
Check
Articles

Mitigasi Bencana Dalam Mempersiapkan Kader Siaga Bencana di Desa Bondaraya Kecamatan Suwawa Selatan Kabupaten Bone Bolango Yunus, Pipin; Syukur, Sabirin B
Mohuyula : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/mohuyula.3.2.59-64.2024

Abstract

Kesiapsiagaan mencakup proses mengidentifikasi bencana mana yang rentan dialami masyarakat dan merencanakan cara yang tepat untuk mengatasi kejadian bencana. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui mitigasi bencana dalam mempersiapkan kader siaga bencana. Metode yang digunakan dalam penengabdian ini adalah observasi dengan desain pre dan post pengetahuan kader siaga bencana. Kader siaga bencana dengan kategori baik menunjukkan pemahaman yang memadai tentang risiko bencana, langkah evakuasi, dan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Sementara itu, kader yang berada di kategori cukup hanya memahami sebagian dasar-dasar kesiapsiagaan, seperti cara mengamankan barang dan jalur evakuasi, tetapi belum menguasai perencanaan tanggap darurat secara menyeluruh. Kader dengan pengetahuan yang kurang menunjukkan minimnya pemahaman terhadap langkah-langkah konkret dalam situasi darurat dan lebih cenderung terbatas pada konsep dasar saja. Pengetahuan kesiapsiagaan bencana banjir di dasarkan pada beberapa indikator yang meliputi pengetahuan terkait pengertian bencana alam, pemahaman bencana banjir, dampak yang ditimbulkan banjir.
Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Pre-Hospital Delay pada Pasien Stroke Syamsuddin, Fadli; Arsyad, Alyatul Islamiah; Harun, Karmila; Mohammad, Magfira; Damansyah, Haslinda; Ayuba, Asni; Yunus, Pipin; Sudirman, Andi Nur Aina; Ismulail, Andi Muh Rifqi
Jurnal Keperawatan Florence Nightingale Vol 7 No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Stella Maris Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52774/jkfn.v7i2.310

Abstract

Pre-hospital delay is a medical term that refers to the time spent from the onset of the first symptoms or signs of stroke until the patient arrives at a medical service or hospital for treatment. There are several factors that influence the delay in treatment (prehospital delay) for stroke, including age, gender, residence status. educational factors, economic level, distance from residence, time of stroke, type of transportation, and family response. The aim of this research is to determine the factors that influence pre-hospital delay in stroke patients. The research design uses quantitative correlational with cross sectional. Sampling used probability sampling with the allocation proportional cluster random sampling technique with a total of 78 respondents. Data were collected using observation and questionnaires. Chi square test apply and multivariate using multiple logistic regression test. The results showed that the variable factors were age (p. 0.466 > 0.05), gender (p. 0.972 > 0.05), residence status (p. 0.000 < 0.05), education level (p. 0.000 < 0.05), economic level (p . 0.002 < 0.05), distance of residence (p. 0.003 < 0.05), time of attack (p. 0.000 < 0.05), transportation obtained (p. 0.000 < 0.05) and family response variables (p. 0.000 < 0.05). Multivariate analysis showed that the family response was OR=15.026, followed by the education variable OR=8.335, and the time of stroke OR=8.143. The conclusion is that the family response has a 15 times chance or is the most dominant influence on pre-hospital delay in stroke patients at the Gorontalo Provincial Regional Hospital
Pengaruh VAP Bundle Intervention Dalam Pencegahan VAP Pada Pasien Terpasang Ventilator Mekanik Di Ruangan ICU RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo Damasnyah, Haslinda; Yunus, Pipin; Monoarfa, Susanti; Taliki, Verawaty
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 9 No 3 (2024): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v9i3.22696

Abstract

Objective: Patients who are on a mechanical ventilator can increase the risk of nosocomial infections because this is a potential complication that can occur, including patients experiencing Ventilator Associated Pneumonia (VAP). The aim of this study was to analyze the effect of VAP bundle intervention in preventing VAP in patients on mechanical ventilators in the ICU Room at Prof. Hospital. Dr. H. Aloei Saboe Gorontalo City. Methods: The research method used is pre-experimental research with one group pre-post test design to carry out CPIS (Clinical Pulmonary Infection Score) measurements to diagnose VAP. Results: The results of this study were obtained before the VAP bundle intervention in patients on mechanical ventilators in the ICU, the average CPIS score was 4.75. After the VAP bundle intervention, the patient was placed on a mechanical ventilator in the ICU Room at Prof. Hospital. Dr. H. Aloei Saboe, Gorontalo City, the average CPIS score is 3.42. The results of the Wilcoxon statistical test obtained a p-value of 0.001 (<α 0.05), meaning that there is an influence of VAP bundle intervention in preventing VAP in patients on mechanical ventilators in the ICU room at the Regional Hospital Prof. Dr. H. Aloei Saboe Gorontalo City. Conclusion: From this research data, the implementation of VAP prevention measures and the patient's disease condition is supported by the provision of pharmacological therapy according to the dose.Elevation of the head 30-45° can reduce the occurrence of oropharyngeal and gastrointestinal aspiration and increase the patient's lung volume and lung ventilation. Oral hygiene with antiseptic chlorhexidine 0.02% as an inhibitor of dental plaque formation and gingivitis.
Pelatihan Evakuasi Bencana Longsor dan Pertolongan Pertama di Desa Ulapato B Umar, Arifin; Yunus, Pipin
Mohuyula : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/mohuyula.3.2.65-70.2024

Abstract

Longsor merupakan bencana alam yang sering terjadi di daerah pegunungan, khususnya saat musim hujan. Tanah longsor dapat didefinisikan sebagai pergerakan massa batuan atau tanah yang disebabkan oleh pengaruh gaya gravitasi atau terganggunya keseimbangan gaya pada suatu lereng. Tujuan untuk mengetahui pengetahuan evakuasi dan keterampilan pertolongan pertama karang taruna di desa ulapoato B. Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan one group pre-test and post-test design. pengetahuan masyarakat setelah diberikan pelatihan evakuasi dan pertolongan pertama bencana tanah longsor didapatkan yang berpengetahuan berpengetahuan cukup 9 orang (29%), berpengetahuan baik 22 orang (71%). Pentingnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesiapsiagaan dan evakuasi bencana masih perlu ditingkatkan.
Hubungan Pengetahuan Masyarakat Nelayan dengan Perilaku Pertolongan Pertama Korban Tenggelam di Danau Limboto Mohamad, Arum Putri; Yunus, Pipin; Damansyah, Haslinda
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 3 (2025): Volume 7 Nomor 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i3.18384

Abstract

ABSTRACT The provision of first aid is crucial to prevent death. Knowledge about handling drowning victims plays a significant role in determining the success of rescue behavior in preventing and reducing mortality. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge and the behavior of fishing communities in the first aid of drowning victims. The research design used quantitative correlation with cross sectional. Sampling using probability sampling with allocation proportional cluster sampling technique with 79 respondents. Data collection using a questionnaire sheet. The results showed that the majority of fishermen's knowledge level was sufficient, 31 people (39.2%) with 16 poor behaviors (20.3%), and the lowest was poor knowledge (26.6% with good behavior of 2 people (2.5%), with the results of static analysis showing (p. value = 0.000 <0.05) with moderate correlation strength (45.2%), which means that there is a relationship between the knowledge of the fishing community and the first aid behavior of drowning victims at Lake Limboto, Limboto District, with moderate correlation strength.  In conclusion, the level of knowledge and behavior of the community is good in carrying out first aid for drowning victims in Lake Limboto, Limboto District. Keywords: Knowledge, Behavior, First Aid, Fisherman Knowledge  ABSTRAK Pemberian pertolongan pertama menjadi krusial untuk mencegah kematian. Pengetahuan tentang penanganan korban tenggelam memainkan peran signifikan dalam menentukan kesuksesan perilaku pertolongan dalam mencegah dan mengurangi mortalitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan perilaku masyarakat nelayan pada pertolongan pertama korban tenggelam. Desain penelitian menggunakan kuantitatif korelasional dengan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan probability sampling dengan teknik allocation propotional cluster sampling dengan jumlah responden 79 orang. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas tingkat pengetahuan nelayan adalah cukup sejumlah 31 orang (39.2%) dengan 16 perilaku kurang (20.3%), dan yang terendah adalah pengetahuan kurang (26.6% dengan perilaku baik sejumlah 2 orang (2.5%), dengan hasil analisis statisk menunjukkan (p. value = 0.000 < 0.05) dengan kekuatan korelasi hubungan sedang (45.2%), yang artinya terdapat hubungan pengetahuan Masyarakat nelayan dengan perilaku pertolongan pertama korban tenggelam di Danau Limboto Kecamatan Limboto, dengan kekuatan korelasi sedang.  Kesimpulannya tingkat pengetahuan dan perilaku masyarakat baik dalam melakukan pertolongan pertama korban tenggelam di Danau Limboto Kecamatan Limboto. Kata Kunci: Pengetahuan, Perilaku, Pertolongan Pertama, Pengetahuan Nelayan
Hubungan Kepatuhan Perawat dengan Penerapan Five moment di Ruang Instalasi Gawat Darurat di RSUD. Prof.Dr. H. Aloei Saboe Yunus, Pipin; Umar, Arifin; Walahe, Rahmawati
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 3 (2025): Volume 7 Nomor 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i3.18385

Abstract

ABSTRACT Five moment hand hygiene is an effective step in breaking the chain of cross infection, which can significantly reduce the incidence of nosocomial infections. The purpose of this study was to determine the relationship between nurse compliance and the application of five moments. The research design used descriptive quantitative with cross sectional. Sampling using total sampling with 33 respondents. Data collection using questionnaires and observation sheets. The results of the Chi square statistical test obtained a p value = .040 ≤? (0.05) which means that there is a relationship between nurse compliance and the application of five moments in the Emergency Room of Prof. Dr. H. Aloei Saboe Hospital. The conclusion is that the better the nurse's compliance, the more optimal the implementation of the five moments in the emergency room Prof. Dr. H. Aloei Saboe Hospital. Keywords: Hand Washing, Five Moment, Nurse Compliance, Emergency Room Installation  ABSTRAK Five moment hand hygiene atau 5 momen cuci tangan merupakan langkah efektif dalam memutus rantai infeksi silang, yang dapat signifikan mengurangi kejadian infeksi nosokomial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kepatuhan perawat dengan penerapan five moment. Desain penelitian menggunakan kuantitatif deskriptif dengan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden 33 orang. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner dan observasi. Hasil uji statisitic Chi square diperoleh nilai p value= .040 ≤ ? (0,05) yang berarti ada hubungan kepatuhan perawat dengan penerapan five moment di IGD RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe. Kesimpulannya semakin baik kepatuhan perawat maka semakin optimal pelaksanaan five moment  diIGD RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe. Kata Kunci: Cuci Tangan, Five Moment, Kepatuhan Perawat, Instalasi Gawat  Darurat
Hubungan Pengetahuan Perawat dengan Penanganan Awal Pasien Cidera Kepala di IGD RSUD M.M Dunda Limboto Yunus, Pipin; Umar, Arifin; Damansyah, Haslinda; Tangahu, Kristin
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 3 (2025): Volume 7 Nomor 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i3.18510

Abstract

ABSTRACT Head injury is a condition where there is an injury to the head which can cause damage to brain tissue due to trauma. Head injuries are the most common neurological disease among other neurological diseases which are usually caused by accidents. Handling head injuries requires good knowledge from nurses. Apart from that, age, gender, education and length of work are related to the initial treatment of head injuries. Objective: to determine the relationship between nurses' knowledge and initial treatment of head injury patients. Method: quantitative research design with analytical observational with a cross sectional approach, total population of 38 people with a total sample of 38 people or total sampling. Results: The results of the study showed that the highest knowledge of nurses was good knowledge at 34 people and the highest initial treatment for head injuries was good at 35 people with a value of pValue=0.000<0.05. Conclusion: there is a relationship between nurses' knowledge and the initial treatment of head injury patients, while there is no relationship between gender and length of work of nurses in the initial treatment of head injury patients. Suggestion: for nurses to increase their knowledge by attending several trainings in handling head injuries or exchanging information with fellow nurses to increase knowledge. Keywords: Head Injury, Knowledge, Initial Treatment  ABSTRAK Cedera kepala merupakan suatu kondisi terjadinya cedera pada kepala yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan otak akibat adanya trauma. Cedera kepala merupakan penyakit neurologis yang paling sering terjadi diantara penyakit neurologis lainnya yang biasa disebabkan oleh kecelakaan. Dalam penanganan cidera kepala membutuhkan pengetahuan yang baik dari perawat selain itu umur, jenis kelamin, pendidikan serta lama kerja berhubungan dengan penanganan awal cidera kepala. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan perawat dengan penanganan awal pasien cidera kepala. Desain penelitian kuantitatif dengan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional, jumlah populasi sebanyak 38 orang dengan jumlah sampel sebanyak 38 orang atau total sampling. Hasil: hasil penelitian menunjukan pengetahuan perawat tertinggi yaitu pengetahuan baik sebanyak 34 orang dan penanganan awal cidera kepala yang tertinggi yaitu baik sebanyak 35 orang  dengan nilai pValue=0.000<0.05. Kesimpulan: terdapat hubungan pengetahuan perawat dengan penanganan awal pasien cidera kepala sedangkan tidak terdapat hubungan jenis kelamin dan lama kerja perawat dalam penanganan awal pasien cidera kepala. Saran: untuk perawat agar dapat meningkatkan pengetahuan dengan cara mengikuti beberapa pelatihan dalam penanganan cidera kepala atau saling bertukar informasi dengan sesama perawat dalam meningkatkan pengetahuan. Kata Kunci: Cidera Kepala, Pengetahuan, Penanganan Awal
PENERAPAN FOOT MASSAGE TERHADAP STATUS HEMODINAMIK PADA PASIEN YANG TERPASANG VENTILATOR Yunus, Pipin; Mohamad, Indriani
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.37970

Abstract

Pasien yang terpasang ventilator membutuhkan pemantauan hemodinamik karena dapat menyebabkan ketidakstabilan hemodinamik sehingga membutuhkan tindakan untuk mencegah ketidakstabilan hemodinamik, salah satunya dengan Foot Massage. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh Foot Massage terhadap status hemodinamik pasien terpasang ventilator di Ruangan ICU ICU RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe. Desain penelitian pra eskperimen dengan one group pre-post test, populasi jumlah pasien ICU sebanyak 60 orang, sampel sebanyak 17 orang, teknik pengambilan sampel purposive sampling, variabel penelitian Foot Massage dan status hemodinamik, pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan data dianalisis dengan uji paired t-test dan wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan status hemodinamik pasien sebelum dan sesudah tindakan Foot Massage untuk MAP memiliki mean sebelum yaitu 98.65 mmHg dan sesudah 94.71 mmHg, heart rate memiliki mean sebelum 105.71x/menit dan sesudah 96.35x/menit, respiratory rate memiliki mean sebelum 22.76x/menit dan sesudah 20.76x/menit dan SpO2 memiliki mean sebelum 94.65% dan sesudah 96.41%. Berdasarkan hasil statistik parametrik dan non parametrik didapatkan yaitu MAP dengan p-value 0.041, heart rate dengan p-value 0.044, respiratory rate dengan p-value 0.028 dan SpO2 dengan p-value 0.000, dimana keseluruhan nilai p-value < α 0.05. Kesimpulannya yaitu ada pengaruh penerapan Foot Massage terhadap status hemodinamik pada pasien yang terpasang ventilator di ICU RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe.
FISIOTERAPI DADA PADA ANAK BRONKOPNEUMONIA TERHADAP KETIDAKEFEKTIFAN BERSIHAN JALAN NAFAS Damansyah, Haslinda; Yunus, Pipin; Abay, Yunthya Siti Rahmawati Zaitun
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.40337

Abstract

Anak-anak memiliki organ tubuh yang belum berfungsi optimal, sehingga rentan terhadap penyakit seperti bronkopneumonia. Penyakit ini menyerang saluran pernapasan dengan gejala mulai dari batuk, pilek, demam hingga sesak napas hebat. Ketidakmampuan membersihkan sekret pada saluran napas menjadi salah satu masalah utama. Intervensi seperti fisioterapi dada telah digunakan untuk membantu membersihkan saluran napas dan mencegah komplikasi pada pasien anak dengan bronkopneumonia. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif eksperimen dengan desain one group pre-post test. Sebanyak 18 responden, anak berusia 6-12 tahun dengan diagnosa bronkopneumonia, dipilih menggunakan rumus Slovin. Data dikumpulkan di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo, dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang jelas. Uji statistik menggunakan paired sample t-test untuk menganalisis pengaruh fisioterapi dada terhadap kondisi pasien. Analisis univariat menunjukkan bahwa sebelum intervensi, semua pasien (100%) mengalami suara napas tambahan, tidak mampu mengeluarkan sputum, dan batuk. Setelah intervensi, terjadi peningkatan signifikan, yaitu suara napas tambahan berkurang (38.9% tidak ada), kemampuan mengeluarkan sputum meningkat (94.4% mampu), dan batuk berkurang (44.4% tidak ada). Analisis bivariat menunjukkan p-value signifikan pada semua variabel: suara napas tambahan (p=0.004), kemampuan mengeluarkan sputum (p=0.000), dan batuk (p=0.002), menunjukkan pengaruh fisioterapi dada yang signifikan. Fisioterapi dada efektif dalam mengatasi ketidakefektifan bersihan jalan napas pada anak usia 6-12 tahun dengan bronkopneumonia. Intervensi ini dapat menjadi langkah penting dalam meningkatkan kesehatan pernapasan anak dengan bronkopneumonia.
PENGARUH ORAL HYGIENE TERHADAP PENCEGAHAN VENTILATOR ASSOCIATED PNEUMONIA (VAP) DI RUANG ICU Yunus, Pipin; Damansyah, Haslinda; Talib, Ayu Sutraviani
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.41374

Abstract

Ventilator Associated Pneumonia (VAP) merupakan infeksi nosokomial yang terjadi setelah 48 jam pada pasien dengan bantuan ventilasi mekanik dan menjadi perhatian utama di ICU karena dapat meningkatkan angka morbiditas dan mortalitas. VAP dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor risiko, salah satunya lama penggunaan. Pada pasien dengan ventilator mekanik, insiden VAP meningkat seiring dengan lamanya ventilasi dari waktu ke waktu penggunaan ventilator mekanik sedikitnya 48 jam. Tujuan penelitian ini melihat Pengaruh oral hygiene terhadap pencegahan Ventilator Associated Pneumonia (vap) di  ruang ICU. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain quasy experiment menggunakan two group pre-test dan post-test design yang dilakukan pada 14 responden yang terbagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria inklusi yaitu pasien yang dirawat di ruang ICU menggunakan ventilator dengan lama rawat minimal >48 jam dan tidak terdapat kontraindikasi untuk dilakukan oral hygiene. Hasil penelitian menunjukkan pada kelompok intervensi terjadi penurunan kejadian VAP dari 85,7% sebelum intervensi menjadi 0% setelah dilakukan oral hygiene, sementara pada kelompok kontrol tidak terdapat perubahan dimana 71,4% responden tetap mengalami VAP. Berdasarkan uji paired t-test diperoleh nilai p-value 0,001 (p<0,05) yang menunjukkan terdapat pengaruh signifikan pemberian oral hygiene terhadap pencegahan VAP di ruang ICU RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo.
Co-Authors Abay, Yunthya Siti Rahmawati Zaitun Abdul Rahman Karim Abdul Wahab Pakaya Adam, Aqsal Machdi Ade Sri Ariyani Baso Afriani R. Mahmud Alan Yusuf Aldri Frinaldi Alfandi Usman Alkatiri, Ramlah Amelia Pakaya Ameliya Pratiwi Panigoro Ani Retni Anik Indarwati Apris Tilome Arief Y Salam Arifin Umar Arifin Umar Arifin Umar Arrizka R Saleh Arsyad, Alyatul Islamiah Ayuba, Asni Belawati Hadju Biu, Haikal Saputra Blongkod, Sartika Dali, Rahmawaty Damasnyah, Haslinda Deisy Cintiya Ismail Desi I. Yantiko Dewanti K Hasan Dewi Modjo Diah Amalia Mirzanti Djamil Djafar, Dian K Fadli Syamsuddin Fahrianto Djarumia Fandrian Potutu Febriani Hinur Fifi Ishak Fillah Hardiyanto Firli Friyani Ahmad Firmawati Firmawati Halidun Rauf Hamjati, Nirwati Abdulah Harismayanti, Harismayanti Harun, Karmila Haslinda Damansyah Hiola, Fidyawati Aprianti A Ibrahim K Abdullah Indrianingsih, Sofiyah Tri Indrianitami Lihu Inne Ariane Gobel Irfan Ibrahim Ismulail, Andi Muh Rifqi Jerliawanti Tuna Kamasi, Satrio Kasim, Ical Kasim, Salsabila Lasanuddin, Hamna Vonny Lendy Kurniawan Lipantri Mobihu Lisatriani Kude Lutviana Agustina Abdullah Masi, Putri Regina Megawati Sumuri Moha, Sri Vidyanti S. Mohamad, Arum Putri Mohamad, Indriani Mohammad Ruslan Husain Mohammad, Magfira Monoarfa, Susanti Nadia M. Laukum Narti Pakaya Nggea, Karmila K. Nita M. Talib Noval Ismail Nunu Novita Lanur Nur Oktaviani A. Datau Nur Rahmatia Mohamad Nurlatifa, Nurlatifa Oktafian Mutoneng Pango, Ramdan puspa mustapa Respi Yolanda Magaribu Retni, Ani Rian Y. Kune Rifki Maulana Rini Asnawati Rivabzri Potale Rizal Husain Rustam Dahiba Sabirin B Syukur Sabirin B. Syukur Siti Nursela Pulogu Sudirman, Andi Nur Aina Suparjo Nasibu Susanti Monoarfa Susanti Monoarfa Susanti Monoarfa Susanti Monoarfa Syukur, Sabirin B Talib, Ayu Sutraviani Taliki, Verawaty Tangahu, Kristin Treziani Nurfadila Sopyan Tui, Lianti Umar, Arifin Vegita D. Imran Vidrian Rajib Kasim Vidya Septiani Ali Wahyuningsih Wahyuningsih Walahe, Rahmawati Widya Fuji Astuti Sianu Windrawati Ismail Yahya, Aprilia Yolanda R. Yusuf Yudi Runtunuwu Yunita Mootalu Zulfikar A. Mokambu Zuriati Muhamad