Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Kepatuhan Perawat dengan Penerapan Five moment di Ruang Instalasi Gawat Darurat di RSUD. Prof.Dr. H. Aloei Saboe Yunus, Pipin; Umar, Arifin; Walahe, Rahmawati
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 3 (2025): Volume 7 Nomor 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i3.18385

Abstract

ABSTRACT Five moment hand hygiene is an effective step in breaking the chain of cross infection, which can significantly reduce the incidence of nosocomial infections. The purpose of this study was to determine the relationship between nurse compliance and the application of five moments. The research design used descriptive quantitative with cross sectional. Sampling using total sampling with 33 respondents. Data collection using questionnaires and observation sheets. The results of the Chi square statistical test obtained a p value = .040 ≤? (0.05) which means that there is a relationship between nurse compliance and the application of five moments in the Emergency Room of Prof. Dr. H. Aloei Saboe Hospital. The conclusion is that the better the nurse's compliance, the more optimal the implementation of the five moments in the emergency room Prof. Dr. H. Aloei Saboe Hospital. Keywords: Hand Washing, Five Moment, Nurse Compliance, Emergency Room Installation  ABSTRAK Five moment hand hygiene atau 5 momen cuci tangan merupakan langkah efektif dalam memutus rantai infeksi silang, yang dapat signifikan mengurangi kejadian infeksi nosokomial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kepatuhan perawat dengan penerapan five moment. Desain penelitian menggunakan kuantitatif deskriptif dengan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden 33 orang. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner dan observasi. Hasil uji statisitic Chi square diperoleh nilai p value= .040 ≤ ? (0,05) yang berarti ada hubungan kepatuhan perawat dengan penerapan five moment di IGD RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe. Kesimpulannya semakin baik kepatuhan perawat maka semakin optimal pelaksanaan five moment  diIGD RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe. Kata Kunci: Cuci Tangan, Five Moment, Kepatuhan Perawat, Instalasi Gawat  Darurat
Hubungan Pengetahuan Perawat dengan Penanganan Awal Pasien Cidera Kepala di IGD RSUD M.M Dunda Limboto Yunus, Pipin; Umar, Arifin; Damansyah, Haslinda; Tangahu, Kristin
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 3 (2025): Volume 7 Nomor 3 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i3.18510

Abstract

ABSTRACT Head injury is a condition where there is an injury to the head which can cause damage to brain tissue due to trauma. Head injuries are the most common neurological disease among other neurological diseases which are usually caused by accidents. Handling head injuries requires good knowledge from nurses. Apart from that, age, gender, education and length of work are related to the initial treatment of head injuries. Objective: to determine the relationship between nurses' knowledge and initial treatment of head injury patients. Method: quantitative research design with analytical observational with a cross sectional approach, total population of 38 people with a total sample of 38 people or total sampling. Results: The results of the study showed that the highest knowledge of nurses was good knowledge at 34 people and the highest initial treatment for head injuries was good at 35 people with a value of pValue=0.000<0.05. Conclusion: there is a relationship between nurses' knowledge and the initial treatment of head injury patients, while there is no relationship between gender and length of work of nurses in the initial treatment of head injury patients. Suggestion: for nurses to increase their knowledge by attending several trainings in handling head injuries or exchanging information with fellow nurses to increase knowledge. Keywords: Head Injury, Knowledge, Initial Treatment  ABSTRAK Cedera kepala merupakan suatu kondisi terjadinya cedera pada kepala yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan otak akibat adanya trauma. Cedera kepala merupakan penyakit neurologis yang paling sering terjadi diantara penyakit neurologis lainnya yang biasa disebabkan oleh kecelakaan. Dalam penanganan cidera kepala membutuhkan pengetahuan yang baik dari perawat selain itu umur, jenis kelamin, pendidikan serta lama kerja berhubungan dengan penanganan awal cidera kepala. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan perawat dengan penanganan awal pasien cidera kepala. Desain penelitian kuantitatif dengan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional, jumlah populasi sebanyak 38 orang dengan jumlah sampel sebanyak 38 orang atau total sampling. Hasil: hasil penelitian menunjukan pengetahuan perawat tertinggi yaitu pengetahuan baik sebanyak 34 orang dan penanganan awal cidera kepala yang tertinggi yaitu baik sebanyak 35 orang  dengan nilai pValue=0.000<0.05. Kesimpulan: terdapat hubungan pengetahuan perawat dengan penanganan awal pasien cidera kepala sedangkan tidak terdapat hubungan jenis kelamin dan lama kerja perawat dalam penanganan awal pasien cidera kepala. Saran: untuk perawat agar dapat meningkatkan pengetahuan dengan cara mengikuti beberapa pelatihan dalam penanganan cidera kepala atau saling bertukar informasi dengan sesama perawat dalam meningkatkan pengetahuan. Kata Kunci: Cidera Kepala, Pengetahuan, Penanganan Awal
PENERAPAN FOOT MASSAGE TERHADAP STATUS HEMODINAMIK PADA PASIEN YANG TERPASANG VENTILATOR Yunus, Pipin; Mohamad, Indriani
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.37970

Abstract

Pasien yang terpasang ventilator membutuhkan pemantauan hemodinamik karena dapat menyebabkan ketidakstabilan hemodinamik sehingga membutuhkan tindakan untuk mencegah ketidakstabilan hemodinamik, salah satunya dengan Foot Massage. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh Foot Massage terhadap status hemodinamik pasien terpasang ventilator di Ruangan ICU ICU RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe. Desain penelitian pra eskperimen dengan one group pre-post test, populasi jumlah pasien ICU sebanyak 60 orang, sampel sebanyak 17 orang, teknik pengambilan sampel purposive sampling, variabel penelitian Foot Massage dan status hemodinamik, pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan data dianalisis dengan uji paired t-test dan wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan status hemodinamik pasien sebelum dan sesudah tindakan Foot Massage untuk MAP memiliki mean sebelum yaitu 98.65 mmHg dan sesudah 94.71 mmHg, heart rate memiliki mean sebelum 105.71x/menit dan sesudah 96.35x/menit, respiratory rate memiliki mean sebelum 22.76x/menit dan sesudah 20.76x/menit dan SpO2 memiliki mean sebelum 94.65% dan sesudah 96.41%. Berdasarkan hasil statistik parametrik dan non parametrik didapatkan yaitu MAP dengan p-value 0.041, heart rate dengan p-value 0.044, respiratory rate dengan p-value 0.028 dan SpO2 dengan p-value 0.000, dimana keseluruhan nilai p-value < α 0.05. Kesimpulannya yaitu ada pengaruh penerapan Foot Massage terhadap status hemodinamik pada pasien yang terpasang ventilator di ICU RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe.
FISIOTERAPI DADA PADA ANAK BRONKOPNEUMONIA TERHADAP KETIDAKEFEKTIFAN BERSIHAN JALAN NAFAS Damansyah, Haslinda; Yunus, Pipin; Abay, Yunthya Siti Rahmawati Zaitun
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.40337

Abstract

Anak-anak memiliki organ tubuh yang belum berfungsi optimal, sehingga rentan terhadap penyakit seperti bronkopneumonia. Penyakit ini menyerang saluran pernapasan dengan gejala mulai dari batuk, pilek, demam hingga sesak napas hebat. Ketidakmampuan membersihkan sekret pada saluran napas menjadi salah satu masalah utama. Intervensi seperti fisioterapi dada telah digunakan untuk membantu membersihkan saluran napas dan mencegah komplikasi pada pasien anak dengan bronkopneumonia. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif eksperimen dengan desain one group pre-post test. Sebanyak 18 responden, anak berusia 6-12 tahun dengan diagnosa bronkopneumonia, dipilih menggunakan rumus Slovin. Data dikumpulkan di RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo, dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang jelas. Uji statistik menggunakan paired sample t-test untuk menganalisis pengaruh fisioterapi dada terhadap kondisi pasien. Analisis univariat menunjukkan bahwa sebelum intervensi, semua pasien (100%) mengalami suara napas tambahan, tidak mampu mengeluarkan sputum, dan batuk. Setelah intervensi, terjadi peningkatan signifikan, yaitu suara napas tambahan berkurang (38.9% tidak ada), kemampuan mengeluarkan sputum meningkat (94.4% mampu), dan batuk berkurang (44.4% tidak ada). Analisis bivariat menunjukkan p-value signifikan pada semua variabel: suara napas tambahan (p=0.004), kemampuan mengeluarkan sputum (p=0.000), dan batuk (p=0.002), menunjukkan pengaruh fisioterapi dada yang signifikan. Fisioterapi dada efektif dalam mengatasi ketidakefektifan bersihan jalan napas pada anak usia 6-12 tahun dengan bronkopneumonia. Intervensi ini dapat menjadi langkah penting dalam meningkatkan kesehatan pernapasan anak dengan bronkopneumonia.
PENGARUH ORAL HYGIENE TERHADAP PENCEGAHAN VENTILATOR ASSOCIATED PNEUMONIA (VAP) DI RUANG ICU Yunus, Pipin; Damansyah, Haslinda; Talib, Ayu Sutraviani
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.41374

Abstract

Ventilator Associated Pneumonia (VAP) merupakan infeksi nosokomial yang terjadi setelah 48 jam pada pasien dengan bantuan ventilasi mekanik dan menjadi perhatian utama di ICU karena dapat meningkatkan angka morbiditas dan mortalitas. VAP dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor risiko, salah satunya lama penggunaan. Pada pasien dengan ventilator mekanik, insiden VAP meningkat seiring dengan lamanya ventilasi dari waktu ke waktu penggunaan ventilator mekanik sedikitnya 48 jam. Tujuan penelitian ini melihat Pengaruh oral hygiene terhadap pencegahan Ventilator Associated Pneumonia (vap) di  ruang ICU. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain quasy experiment menggunakan two group pre-test dan post-test design yang dilakukan pada 14 responden yang terbagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria inklusi yaitu pasien yang dirawat di ruang ICU menggunakan ventilator dengan lama rawat minimal >48 jam dan tidak terdapat kontraindikasi untuk dilakukan oral hygiene. Hasil penelitian menunjukkan pada kelompok intervensi terjadi penurunan kejadian VAP dari 85,7% sebelum intervensi menjadi 0% setelah dilakukan oral hygiene, sementara pada kelompok kontrol tidak terdapat perubahan dimana 71,4% responden tetap mengalami VAP. Berdasarkan uji paired t-test diperoleh nilai p-value 0,001 (p<0,05) yang menunjukkan terdapat pengaruh signifikan pemberian oral hygiene terhadap pencegahan VAP di ruang ICU RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo.
Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Pre-Hospital Delay pada Pasien Stroke Syamsuddin, Fadli; Arsyad, Alyatul Islamiah; Harun, Karmila; Mohammad, Magfira; Damansyah, Haslinda; Ayuba, Asni; Yunus, Pipin; Sudirman, Andi Nur Aina; Ismulail, Andi Muh Rifqi
Jurnal Keperawatan Florence Nightingale Vol 7 No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Stella Maris Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52774/jkfn.v7i2.310

Abstract

Pre-hospital delay is a medical term that refers to the time spent from the onset of the first symptoms or signs of stroke until the patient arrives at a medical service or hospital for treatment. There are several factors that influence the delay in treatment (prehospital delay) for stroke, including age, gender, residence status. educational factors, economic level, distance from residence, time of stroke, type of transportation, and family response. The aim of this research is to determine the factors that influence pre-hospital delay in stroke patients. The research design uses quantitative correlational with cross sectional. Sampling used probability sampling with the allocation proportional cluster random sampling technique with a total of 78 respondents. Data were collected using observation and questionnaires. Chi square test apply and multivariate using multiple logistic regression test. The results showed that the variable factors were age (p. 0.466 > 0.05), gender (p. 0.972 > 0.05), residence status (p. 0.000 < 0.05), education level (p. 0.000 < 0.05), economic level (p . 0.002 < 0.05), distance of residence (p. 0.003 < 0.05), time of attack (p. 0.000 < 0.05), transportation obtained (p. 0.000 < 0.05) and family response variables (p. 0.000 < 0.05). Multivariate analysis showed that the family response was OR=15.026, followed by the education variable OR=8.335, and the time of stroke OR=8.143. The conclusion is that the family response has a 15 times chance or is the most dominant influence on pre-hospital delay in stroke patients at the Gorontalo Provincial Regional Hospital
PENGARUH TEKNIK RELAKSASI AUTOGENIK TERHADAP PENURUNAN TINGKAT NYERI ABDOMEN DIRUANGAN IGD Damansyah, Haslinda; Yunus, Pipin; Monoarfa, Susanti; Nurlatifa, Nurlatifa
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.39791

Abstract

Abdominal pain, atau nyeri perut, merupakan gejala utama dari kondisi yang dikenal sebagai akut abdomen. Manajemen nyeri merupakan bagian penting dalam perawatan pasien, dan dapat dibagi menjadi dua pendekatan utama, yaitu farmakologis dan nonfarmakologis. Teknik relaksasi autogenik adalah suatu metode relaksasi yang bersumber dari diri sendiri dan melibatkan penggunaan kata-kata atau kalimat pendek, serta pikiran yang dapat memunculkan perasaan ketenangan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk melihat pengaruh teknik relaksasi autogenik terhadap penurunan tingkat nyeri abdomen. Metode penelitian kuantitatif eksperimen pre-post one group test, Populasi penelitian ini adalah pasien dengan nyeri abdomen yang dirawat di ruangan IGD dengan Sampel dalam 15 responden. Hasil penelitian menunjukkan, nyeri abdomen pre intervensi relaksasi autogenik menunjukkan kategori nyeri abdomen terbanyak yaitu nyeri berat terkontrol sebanyak 11 responden (73,3%), serta kategori nyeri sedang sebanyak 4 responden (26,7%), nyeri abdomen post intervensi relaksasi autogenik menunjukkan kategori nyeri abdomen terbanyak yaitu sedang sebanyak 10 responden (66,7%), kategori nyeri berat terkontrol sebangak 4 responden (26,7%) serta kategori nyeri ringan sebanyak 1 responden (6,7%), hasil statistik non parametrik didapatkan bahwa analisis bivariat nyeri abdomen pre dan post intervensi relaksasi autogenik yaitu  p-value 0,001 dimana < 0,05 yang artinya intervensi relaksasi autogenik memiliki pengaruh secara signifikan terhadap penurunan tingkat nyeri abdomen. Kesimpulannya teknik relaksasi autogenik memiliki efektivitas yang baik dalam menurunkan nyeri abdomen.
EFEKTIVITAS TERAPI HIPNOSIS LIMA JARI PADA PENURUNAN KECEMASAN PASIEN HIPERTENSI DI IGD Damansyah, Haslinda; Yunus, Pipin; Kasim, Salsabila
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.40681

Abstract

Dampak dari ansietas dapat mempengaruhi stimulasi sistem saraf simpatis, yang meningkatkan frekuensi darah, curah jantung dan tahanan vaskular perifer, selain itu memacu jantung berdenyut lebih cepat serta lebih kuat, sehingga tekanan darah akan meningkat. hipnosis 5 jari merupakan terapi generalis keperawatan di mana klien melakukan hipnotis diri sendiri dengan cara klien memikirkan pengalaman yang menyenangkan dengan media lima jari. Ansietas klien hipertensi semakin meningkat dengan kurangnya pengetahuan tentang perawatan penyakit hipertensi yang dideritanya. Penderita hipertensi yang mengalami ansietas akan memperlihatkan gejala somatis (timbul gejala pada tubuh) dan rasa gugup atau ketakutan. Tujuan penelitian yaitu untuk melihat efektivitas terapi hipnosis lima jari pada kecemasan pasien hipertensi di ruangan IGD. Desain Penelitian ini adalah kuantitatif eksperimen one group pre-post test dilakukan pada 15 pasien hipertensi di RSUD Toto Kabila dengan accidental sampling. Kriteria inklusi: pasien hipertensi sadar di IGD; eksklusi: pasien tidak bersedia dan yang tidak sadar. Analisis menggunakan paired sample t-test.Sebelum Terapi Dari 15 pasien hipertensi, 4 (26,7%) kecemasan ringan, 7 (46,7%) sedang, 4 (26,7%) berat. Tekanan darah: 8 (53,3%) derajat 1, 6 (40,0%) derajat 2, 1 (6,7%) derajat 3. Setelah terapi hipnosis, 4 (26,7%) tidak cemas, 5 (33,3%) kecemasan ringan, 4 (26,7%) sedang, 2 (13,3%) berat. Tekanan darah: 6 (53,3%) normal tinggi, 8 (40,0%) derajat 1, 1 (6,7%) derajat 2. Hasil Analisis Uji paired sample t-test menunjukkan penurunan kecemasan (-0,733, p = 0,001) dan tekanan darah (-0,867, p = 0,001). Terapi hipnosis efektif menurunkan kecemasan dan tekanan darah pasien hipertensi.
Pengaruh Penerapan Hand-Held Fan Terhadap Dypsnea Pasien Gagal Jantung Di Ruangan CVCU RSAS Aloesaboe Kota Gorontalo Yunita Mootalu; Pipin Yunus
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 10 No 2 (2025): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v10i2.24977

Abstract

ABSTRAK Yunita Mootalu,S.Kep, Pengaruh Penerapan Hand-Held Fan Terhadap Dypsnea Pasien Gagal Jantung Di Ruangan CVCU RSAS Aloesaboe Kota Gorontalo. Di bimbing oleh Ns. Pipin Yunus,M.Kep Dyspnea yang terjadi pada pasien CHF bisa berdampak pada kesehatan fisik, psikologis, dan emosional mereka. Hal ini juga bisa menyebabkan kecemasan pada keluarga dan pengasuh, sehingga memerlukan penanganan yang tepat (Mendoza et al., 2020). Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kipas angin bisa membantu mengurangi rasa sesak nafas dengan cara menstimulasi reseptor dingin pada saraf trigeminal cabang V2, sehingga mengurangi sensasi dyspnea. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis terhadap pengaruh penerapan Hand-Held Fan terhadap Dypsnea pasien gagal jantung di Ruangan CVCU RSAS Aloesaboe Kota Gorontalo. penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain pra- eksperiment dengan pendekatan one-group pra-post test design. Sampel yang digunakan dalam penelian ini berjumlah 15 Pasien Gagal Jantung Di Ruangan CVCU RSAS Aloesaboe Kota Gorontalo. teknik pengumpulan data yakni menggunakan studi dokumentasi, observasi, pemeriksaan fisik dan evaluasi. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu wawancara, rekam medis pasien, form pengkajia, SOP, Lembar obsevasi. Data di uji menggunakan Uji Statistik Paired Sample Test. Berdasarkan Hasil Penelitian bahwa dari 15 responden dilakukan analisis bivariat didapatkan nilai pretest dan posttest dimana nilai maen 2,27 pada pretest dan 1,20 pada posttest dengan standar deviation pretest 0,458 dan posttest 0,414. Hasil statistik P Value = 0.000 dengan tingkat signifikansi sebesar >0,05 dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat Pengaruh Penerapan Hand-Held Fan Terhadap Dypsnea Pasien Gagal Jantung Di Ruangan CVCU RSAS Aloesaboe Kota Gorontalo. Kata Kunci: Pengaruh, Hand-Held Fan, Dypsnea, Pasien Gagal Jantung
Penyuluhan Siaga Bencana Tanah Longsor pada Karang Taruna dan Kader di Desa Modelidu Kecamatan Telaga Biru Yunus, Pipin; Umar, Arifin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i8.21643

Abstract

ABSTRAK Bencana adalah rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan serta penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan atau faktor non-alam juga faktor manusia. Untuk mengetahui  Pengetahuan kader dan karang taruna mengenai siaga bencana tanah longsor di desa modelidu kecamatan telaga biru. Tehnik penyuluhan untuk mengetahui pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan yang diberikan kepada kader dan karang taruna tentang siaga bencana tanah longsor di desa modelidu. didapatkan dari 25  kader dan  karang taruna terdapat 18 orang pengetahuan kurang  dan 7 orang pengetahuan baik sedangkan setelah diberikan penyeluhan terdapat 20 orang dengan pengetahuan baik dan 5 orang pengetahuan kurang. Pengetahuan kader dan karang taruna dalam siaga bencana tanah longsor semakin meningkat dengan melakukan penanaman pohon dan dan tidak menebang pohon di daerah lereng gunung yang dapat beresiko tanah longsor Kata kunci: Karang Taruna dan Kader, Siaga Bencana, Tanah Longsor  ABSTRACT Disaster is a series of events that threaten and disrupt the lives and livelihoods of the community caused by both natural and non-natural factors as well as human factors. Objective: To determine the knowledge of cadres and youth organizations regarding landslide disaster preparedness in Modelidu Village, Telaga Biru District. Using counseling techniques to determine knowledge before and after Results: Counseling given to cadres and youth organizations about landslide disaster preparedness in Modelidu Village. It was found that out of 25 cadres and youth organizations, 18 people had poor knowledge and 7 people had good knowledge, while after being given counseling, there were 20 people with good knowledge and 5 people had poor knowledge. The knowledge of cadres and youth organizations in landslide disaster preparedness is increasing by planting trees and not cutting down trees in mountain slopes that can be at risk of landslides. Keywords: Youth Organization and Cadres, Disaster Preparedness, Landslide
Co-Authors Abay, Yunthya Siti Rahmawati Zaitun Abdul Rahman Karim Abdul Wahab Pakaya Afriani R. Mahmud Alan Yusuf Aldri Frinaldi Alfandi Usman Alkatiri, Ramlah Amelia Pakaya Ani Retni Anik Indarwati Apris Tilome Arief Y Salam Arifin Umar Arifin Umar Arifin Umar Arrizka R Saleh Arsyad, Alyatul Islamiah Ayuba, Asni B. Syukur, Sabirin Belawati Hadju Biu, Haikal Saputra Blongkod, Sartika Dali, Rahmawaty Damasnyah, Haslinda Deisy Cintiya Ismail Desi I. Yantiko Dewanti K Hasan Dewi Modjo Diah Amalia Mirzanti Djamil Djafar, Dian K Fadli Syamsuddin Fahrianto Djarumia Febriani Hinur Fidyawati Aprianti A Hiola Firli Friyani Ahmad Firmawati Firmawati Halidun Rauf Hamjati, Nirwati Abdulah Hardiyanto, Fillah Harismayanti, Harismayanti Harun, Karmila Haslinda Damansyah Hiola, Fidyawati Aprianti A Husain, Mohammad Ruslan Ibrahim K Abdullah Indrianingsih, Sofiyah Tri Indrianitami Lihu Irfan Ibrahim Ismulail, Andi Muh Rifqi Jerliawanti Tuna Kamasi, Satrio Kasim, Ical Kasim, Salsabila Lipantri Mobihu Lisatriani Kude Lutviana Agustina Abdullah Masi, Putri Regina Megawati Sumuri Mohamad, Arum Putri Mohamad, Indriani Mohammad, Magfira Monoarfa, Susanti Nadia M. Laukum Narti Pakaya Nggea, Karmila K. Nita M. Talib Noval Ismail Nur Oktaviani A. Datau Nur Rahmatia Mohamad Nurlatifa, Nurlatifa Oktafian Mutoneng Pango, Ramdan Potutu, Fandrian puspa mustapa Rajib Kasim, Vidrian Respi Yolanda Magaribu Rian Y. Kune Rifki Maulana Rivabzri Potale Rizal Husain Rustam Dahiba Sabirin B Syukur Sabirin B. Syukur Siti Nursela Pulogu Sudirman, Andi Nur Aina Suparjo Nasibu Susanti Monoarfa Susanti Monoarfa Susanti Monoarfa Susanti Monoarfa Syukur, Sabirin B Talib, Ayu Sutraviani Taliki, Verawaty Tangahu, Kristin Treziani Nurfadila Sopyan Tui, Lianti Umar, Arifin Vegita D. Imran Vidya Septiani Ali Wahyuningsih Wahyuningsih Walahe, Rahmawati Widya Fuji Astuti Sianu Windrawati Ismail Yahya, Aprilia Yudi Runtunuwu Yunita Mootalu Zulfikar A. Mokambu Zuriati Muhamad