Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Sosialisasi Perlindungan Konsumen dan Manajemen Kualitas Produk dalam Meningkatkan Kepercayaan Pengunjung Pasar Kamu Pantai Labu Syamsul Bahri Arifin; Jenda Ingan Mahuli; Nurhalimah Sibuea; Teja Rinanda; Marihot Manullang; Dian Kemala Dewi
Journal Liaison Academia and Society Vol 5 No 4: Desember 2025
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v5i4.1167

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pedagang dan pengelola Pasar Kamu Pantai Labu mengenai prinsip-prinsip perlindungan konsumen dan manajemen kualitas produk sebagai upaya membangun kepercayaan pengunjung pasar wisata. Sosialisasi dilakukan melalui metode ceramah, diskusi interaktif, demonstrasi, dan pendampingan langsung kepada pelaku usaha. Materi sosialisasi mencakup hak dan kewajiban konsumen dan pelaku usaha, standar keamanan dan higienitas produk, teknik pengemasan yang baik, hingga etika pelayanan dalam transaksi jual beli. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan terhadap pengetahuan dan kesadaran pedagang mengenai pentingnya menyediakan produk yang aman, transparan, dan berkualitas. Para pedagang juga menunjukkan perubahan perilaku positif dalam praktik usaha, seperti peningkatan kebersihan lapak, penataan produk yang lebih rapi, serta penyampaian informasi yang lebih jelas kepada pengunjung. Pengunjung pasar merespons secara positif perubahan ini dengan meningkatnya rasa nyaman dan kepercayaan terhadap produk yang dijual. Kegiatan ini juga memperkuat citra Pasar Kamu Pantai Labu sebagai pasar wisata yang mengutamakan keselamatan dan kepuasan pengunjung. Dengan demikian, sosialisasi perlindungan konsumen dan manajemen kualitas produk terbukti efektif sebagai strategi pemberdayaan pedagang sekaligus peningkatan kualitas layanan pasar. Keberlanjutan program edukasi dan pendampingan sangat dianjurkan untuk memastikan perubahan perilaku dapat berjalan konsisten dan berdampak jangka panjang bagi pengembangan pasar wisata lokal.
Pemberdayaan Kelompok Tani melalui Edukasi Manajemen Agribisnis, Literasi Keuangan, Perlindungan Hukum, dan Komunikasi Bahasa Inggris di Era Digital Yusri Yusri; Frederick Rudy Sentosa Rajagukguk; Jenda Ingan Mahuli; EIli Afrida; Doni Efrizah; Mohd. Idris Dalimunthe; Fider Lumban Batu
Journal Liaison Academia and Society Vol 6 No 2: Juni 2026
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v6i2.1355

Abstract

Pemberdayaan kelompok tani menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan di era digital yang ditandai dengan perubahan sistem ekonomi dan teknologi yang sangat cepat. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kelompok tani melalui edukasi manajemen agribisnis, literasi keuangan, perlindungan hukum, dan komunikasi bahasa Inggris dalam menghadapi tantangan globalisasi dan digitalisasi sektor pertanian. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif edukatif melalui pelatihan dan pendampingan yang dilakukan secara daring dan interaktif. Materi yang diberikan mencakup pengelolaan usaha tani berbasis agribisnis, pencatatan dan pengelolaan keuangan usaha, pemahaman dasar hukum pertanian, serta pengenalan istilah bahasa Inggris dalam konteks agribisnis global. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam mengelola usaha pertanian secara lebih profesional, terstruktur, dan berorientasi pasar. Peserta juga menunjukkan peningkatan kesadaran akan pentingnya literasi keuangan dan perlindungan hukum dalam menjaga keberlanjutan usaha tani. Selain itu, kemampuan komunikasi bahasa Inggris dasar mulai berkembang sebagai bekal menghadapi pasar global. Metode pelatihan berbasis partisipatif dinilai efektif dalam meningkatkan keterlibatan dan pemahaman peserta. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan kelompok tani yang berkelanjutan dalam mendukung transformasi pertanian modern di era digital.