Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

UJI EFEKTIVITAS ANTIBIOTIK EKSTRAK ETANOL DAUN KAYU MANIS (CINNAMOMUM BURMANNII) TERHADAP STAPHYLOCOCCUS AUREUS SECARA IN VITRO Reja Aulia Siregar; Ira Cinta Lestari; Irma Yanti Rangkuti; Siti Kemala Sari
Jurnal Kedokteran STM (Sains dan Teknologi Medik) Vol. 6 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/stm.v6i2.389

Abstract

Staphylococcus aureus adalah bakteri gram positif yang merupakan bakteri pathogen bagi manusia. Bakteri ini dapat menyebabkan infeksi pada manusia terutama infeksi pada kulit. Daun kayu manis (Cinnamomum burmannii) memiliki efek antibiotik terhadap bakteri. Kandungan flavonoid, saponin, alkaloid, dan tannin pada daun kayu manis diketahui dapat menghambat bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas antibiotik ekstrak etanol daun kayu manis (Cinnamomum burmannii) terhadap pertumbuhan Staphyloccous aureus secara in vitro. Jenis penelitian deskriptif dengan metode eksperimental dilakukan menggunakan ekstrak etanol daun kayu manis 25%, 50%, 75% dan 100% terhadap biakan Staphyloccous aureus. Rerata daya hambat pertumbuhan bakteri dianalisa dengan uji ANOVA dan uji post hoc Bonferroni. Konsentrasi 100% ekstrak paling efektif dalam menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus dengan respon hambat intermediet.
DETEKSI POLIMORFISME GENE MTHFR C677T MENGGUNAKAN RFLP HINF I Lestari, Ira Cinta; Pakaya, David
Jurnal Kedokteran STM (Sains dan Teknologi Medik) Vol. 7 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/stm.v7i2.589

Abstract

Latar Belakang: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya polimorfisme C677T pada gene yang mengkode enzim Methylene tetrahydrofolate reductase (MTHFR) manusia yang berperan penting pada siklus metilasi. Metode: Digunakan 5 sampel DNA. DNA diisolasi dari darah tepi dengan metode saturated salt. Genotyping MTHFR C677C dan C677T ditunjukkan dengan (Polymerase Chain Reaction) PCR dan Restriction Fragment Length Polymorphism (RFLP) gene MTHFR menggunakan enzim retriksi Hinf I. Hasil: Terdapat 2 sampel dengan genotipe wild type C677C dan 3 sampel dengan genotipe poliformisme C677T. Kesimpulan: Polimorfisme C677T terjadi pada sebagian besar populasi dan berkaitan dengan faktor resiko berbagai penyakit.
ASUPAN ZAT GIZI MAKRO DENGAN STATUS GIZI REMAJA PUTRI SMP NEGERI 2 LAUBALENG: MACRONUTRIENT INTAKE AND NUTRITIONAL STATUS OF ADOLESCENT GIRLS OF SMP NEGERI 2 LAUBALENG Perangin-Angin, Pricillia Adenit Gracia Br; Darungan, Tezar Samekto; Lestari, Ira Cinta; Ain, Nurul
Jurnal Kedokteran STM (Sains dan Teknologi Medik) Vol. 8 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/stm.v8i1.661

Abstract

Nutrition is a major problem in Indonesia, based on Basic Health Research in 2018, there are still teenagers aged 13-15 years who have insufficient and excessive nutritional status and the same thing also happens in North Sumatra. The aim of this research was to determine the relationship between macronutrient intake and the nutritional status of young women at SMP Negeri 2 Laubaleng. This type of research is analytical observational research with a cross-sectional with a simple random sampling method of 41 samples. Data obtained from the 24 hour Food Recall questionnaire for three weeks. Data analysis used the Sommer's D correlation test, week 1, 2 and 3 macronutrient carbohydrate consumption with week 1, 2 and 3 nutritional status acquire value (p=0.048), (p=0.000), and (p=0.043) , week 1, 2 and 3 macronutrient protein consumption with week 1, 2 and 3 nutritional status acquire value (p=0.004), (p=0.000), and (p=0.043), week 1, 2 and 3 macronutrient fat consumption with nutritional status nutrition week 1, 2 and 3 acquire value (p=0.000), (p=0.000), and (p=0.048). There was a significant relationship in the 3 weeks of observation between macronutrient intake and nutritional status in young women at SMP Negeri 2 Laubaleng. AbstrakGizi menjadi masalah utama di Indonesia, berdasarkan Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 masih ada remaja usia 13- 15 tahun yang memiliki status gizi kurang dan berlebih. Hal yang sama juga terjadi di Sumatera Utara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Asupan Zat Gizi Makro dengan Status Gizi Remaja Putri di SMP Negeri 2 Laubaleng. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional analitik, desain potong lintang dengan metode simple random sampling sebanyak 41 sampel. Data diperoleh dari kuesioner Food Recall 24 jam selama 3 minggu. Analisis data menggunakan uji korelasi Sommer’s D, konsumsi zat gizi makro (karbohidrat) minggu 1, 2 dan 3 dengan status gizi minggu 1, 2 dan 3 memperoleh nilai (p=0.048), (p=0.000), dan (p=0.043), konsumsi zat gizi makro (protein) minggu 1, 2 dan 3 dengan status gizi minggu 1, 2 dan 3 memperoleh nilai (p=0.004), (p=0.000), dan (p=0.043), konsumsi zat gizi makro (lemak) minggu 1, 2 dan 3 dengan status gizi minggu 1, 2 dan 3 memperoleh nilai (p=0.000), (p=0.000), dan (p=0.048). Penelitian ini mendapatkan hubungan yang signifikan pada 3 minggu pengamatan antara Asupan Zat Gizi Makro dengan Status Gizi pada Remaja Putri di SMP Negeri 2 Laubaleng.
ABNORMALITAS SELULER DAN MOLEKULER PADA RETT SYNDROME YANG DIPENGARUHI MUTASI GEN MeCP2: CELLULAR AND MOLECULAR ABNORMALITIES IN RETT SYNDROME INFLUENCED BY MUTATION IN THE MeCP2 GENE Lestari, Ira Cinta; Suryani Eka Mustika
Jurnal Kedokteran STM (Sains dan Teknologi Medik) Vol. 8 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/stm.v8i1.763

Abstract

Rett Syndrome (RTT) is a postnatal neurological developmental disorder linked to the X chromosome, caused by mutations in the gene encoding methyl-CpG binding protein 2 (MeCP2). MeCP2 acts as a transcription regulator, functioning both as a repressor and an activator of its target genes, playing a crucial role in maintaining cellular homeostasis in the nervous system. Dysfunction in MeCP2 leads to various neuropsychiatric abnormalities, including developmental, motor, and cognitive impairments characteristic of RTT. Studies suggest that MeCP2 defects are not permanent, presenting opportunities to restore normal function through targeted therapeutic strategies. Molecular-level interventions aim to correct gene expression and related protein functions, thereby improving nervous system function and the quality of life for patients. This article reviews the molecular mechanisms underlying RTT, including abnormalities in neuronal structure and function, as well as recent therapeutic advancements such as gene therapy, epigenetic modulation, and pharmacological approaches to mitigate the effects of MeCP2 dysfunction. These studies offer new hope for the development of personalized therapies for RTT patients. AbstrakRett Syndrome (RTT) adalah gangguan perkembangan neurologis pasca kelahiran yang terkait dengan kromosom X, disebabkan oleh mutasi pada gen yang mengkode methyl-CpG binding protein 2 (MeCP2). MeCP2 berfungsi sebagai regulator transkripsi, baik sebagai penghambat maupun aktivator gen targetnya, sehingga memiliki peran penting dalam menjaga homeostasis fungsi seluler di sistem saraf. Disfungsi MeCP2 mengarah pada berbagai abnormalitas neuropsikiatrik, termasuk gangguan perkembangan, motorik, dan kognitif yang menjadi ciri khas RTT. Berbagai studi menunjukkan bahwa defek pada MeCP2 tidak bersifat permanen, memberikan peluang untuk mengembalikan fungsi normal melalui strategi terapi yang ditargetkan. Intervensi pada tingkat molekuler bertujuan memperbaiki ekspresi gen dan fungsi protein terkait, sehingga meningkatkan fungsi sistem saraf dan kualitas hidup pasien. Artikel ini meninjau mekanisme molekuler yang mendasari RTT, termasuk abnormalitas pada struktur dan fungsi neuron, serta upaya terapi terbaru, seperti penggunaan terapi gen, modulasi epigenetik, dan pendekatan farmakologis untuk memitigasi dampak gangguan MeCP2. Studi-studi ini membuka harapan baru dalam pengembangan terapi personal untuk penderita RTT.
UJI EFEKTIFITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL RIMPANG KUNYIT (CURCUMA DOMESTIC VAL) TERHADAP PERTUMBUHAN VIBRIO CHOLERA SECARA IN VITRO : ANTIBACTERIAL EFFECTIVENESS OF TURMERIC RHIZOME ETHANOL EXTRACT (CURCUMA DOMESTICA VAL) AGAINST VIBRIO CHOLERAE GROWTH IN VITRO Siregar, Agus Maruli Tua; Lestari, Ira Cinta; Rangkuti, Irma Yanti; Oktaria, Selly
Jurnal Kedokteran STM (Sains dan Teknologi Medik) Vol. 8 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/stm.v8i1.801

Abstract

Vibrio cholerae is a Gram-negative, anaerobic bacterium. Cholera is an intestinal infection caused by Vibrio cholerae or contact with a cholera carrier. Turmeric rhizome (Curcuma domestica Val) extract is known to have antibacterial properties. Active compounds such as flavonoids, saponins, alkaloids, and tannins in turmeric rhizomes have been shown to inhibit the growth of Vibrio cholerae. This study aimed to evaluate the antibacterial effectiveness of turmeric rhizome extract (Curcuma domestica Val) against the growth of Vibrio cholerae in vitro. The research used a descriptive approach with experimental methods, conducted at the Microbiology and Organic Chemistry Laboratory, University of Sumatera Utara (USU). Extraction was performed using the maceration method. The study employed four different concentrations of turmeric rhizome extract: 25%, 50%, 75%, and 100%. Data collection involved treating Vibrio cholerae cultures with the extracts and measuring the diameter of the inhibition zones using a caliper. Data analysis was conducted using ANOVA and a Post Hoc Bonferroni test. Results showed that the 100% concentration of turmeric rhizome extract was the most effective in inhibiting the growth of Vibrio cholerae, with a p-value of 0.000, an average inhibition zone diameter of 22.2 ± 0.49 mm, and a categorization of "susceptible" response. AbstrakVibrio cholerae adalah bakteri Gram-negatif yang bersifat anaerob. Kolera merupakan penyakit infeksi usus yang disebabkan oleh bakteri Vibrio cholerae atau kontak dengan carrier kolera. Perasan rimpang kunyit (Curcuma domestica Val) diketahui memiliki efek antibakteri terhadap bakteri. Kandungan flavonoid, saponin, alkaloid, dan tanin pada rimpang kunyit terbukti dapat menghambat pertumbuhan Vibrio cholerae. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas antibakteri ekstrak rimpang kunyit (Curcuma domestica Val) terhadap pertumbuhan Vibrio cholerae secara in vitro. Penelitian ini menggunakan Designed of Experiment (DoE)/Eksperimen Terancang di Laboratorium Mikrobiologi dan Kimia Organik Universitas Sumatera Utara (USU). Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi, dan penelitian dirancang dengan empat perlakuan konsentrasi ekstrak rimpang kunyit, yaitu 25%, 50%, 75%, dan 100%. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan perlakuan pada bakteri Vibrio cholerae, kemudian mengukur diameter zona hambat pertumbuhan menggunakan jangka sorong. Analisis data dilakukan menggunakan uji ANOVA dan uji Post Hoc Bonferroni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak rimpang kunyit paling efektif dalam menghambat pertumbuhan Vibrio cholerae adalah 100%, dengan nilai p = 0,000. Konsentrasi ini menghasilkan rata-rata diameter zona hambat sebesar 22,2 ± 0,49 mm, dengan kategori respon hambat susceptible (rentan).
PERBEDAAN FAKTOR RISIKO PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UISU DENGAN MIOPIA RINGAN DAN MIOPIA SEDANG-BERAT Leri Susmanto; Lestari, Ira Cinta
Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Vol. 12 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jkin.v12i2.572

Abstract

Miopia atau rabun jauh adalah kelainan refraksi mata yang disebabkan oleh multifaktorial. Faktor risiko seperti riwayat keluarga, lama waktu untuk belajar dengan jarak pandang dekat, posisi membaca, bisa memicu perkembangan miopia pada mahasiswa kedokteran yang banyak melakukan aktivitas membaca buku dan media elektronik lainnya. Dampak miopia bagi mahasiswa dapat dirasakan secara langsung maupun tidak langsung terhadap prestasi akademik dan produktivitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan faktor risiko pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara (FK UISU) yang menderita miopia ringan dan miopia sedang-berat. Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan desain cross-sectional. Jumlah 112 sampel diambil dengan menggunakan metode simple random sampling, dan pengumpulan datanya menggunakan Snellen Chart dan kuesioner. Analisis univariat dan bivariat menggunakan chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang mengalami miopia ringan 36 orang (32,1%) dan yang mengalami miopia sedang-berat 76 orang (67,9%). Hasil uji chi-square terdapat perbedaan yang signifikan antara faktor resiko jenis kelamin (p=0,003), riwayat keluarga (p=0,002), dan aktivitas jarak pandang dekat (p=0,001) pada penderita miopia ringan dan miopia sedang-berat. Dapat disimpulkan bahwa jenis kelamin, riwayat keluarga yang menderita miopia, dan penglihatan dekat merupakan faktor risiko yang menyebabkan terjadinya miopia sedang-berat pada mahasiswa FK UISU.
HUBUNGAN ASUPAN PROTEIN DENGAN TEKANAN DARAH PADA REMAJA DI SMAS AL-MANAR MEDAN JOHOR: THE RELATIONSHIP BETWEEN PROTEIN INTAKE AND BLOOD PRESSURE IN ADOLESCENTS IN SMAS AL-MEDAN JOHOR Mohammad Atha Nabil; Lestari, Ira Cinta
Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Vol. 13 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jkin.v13i2.702

Abstract

Asupan protein berperan penting untuk pertumbuhan pada masa remaja. Asupan protein yang tidak seimbang dapat mengakibatkan masalah gizi seperti status protein kurang atau lebih pada remaja, status asupan gizi yang tidak seimbang dapat menyebabkan berbagai gangguan terutama gangguan sirkulasi tekanan darah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat hubungan asupan protein dengan tekanan darah pada remaja di SMAS Al-Manar Medan Johor. Penelitian bersifat analitik cross sectional. Jumlah sampel penelitian 45 orang yang diambil menggunakan metode non-probability sampling. Data terkumpul merupakan data primer hasil kuesioner. Analisis univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Sommers’d. Hasil penelitian dari 45 sampel berjenis kelamin laki-laki dengan asupan protein kurang dari angka kecukupan gizi (15,6%), asupan protein besar atau sama dengan angka kecukupan gizi (84,4%), tekanan darah hipotensi (8,9%), tekanan darah normal (75,6%), tekanan darah hipertensi (15,6%). Hasil uji korelasi didapati p value = 0,005 (p<0,05) dan r=-0,248 dengan kesimpulan terdapat hubungan yang signifikan antara asupan protein dengan tekanan darah pada remaja di SMAS Al-Manar Medan Johor.
GAMBARAN PERILAKU KONSUMTIF PADA MAHASISWA KO-ASISTEN UNIVERSITAS X Lubis, Annisa Fitri; Ira Aini Dania; Meri Susanti; Surya Akbar; Lestari, Ira Cinta
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 24 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v24i1.660

Abstract

Teknlogi yang saat ini terus berkembang semakin maju, telah mengubah kehidupan manusia kian cepat dan praktis. Hal tersebut terlihat dari cara pemenuhan kebutuhan hidup yang kini dapat dilakukan via daring. Ketersediaan layanan-layanan online tersebut mendorong munculnya perilaku konsumtif, dimana mencakup pembelian suatu barang tanpa asas memenuhi kebutuhan pokok, tetapi menekankan kepada kepuasan dan kesenangan semata. Pola perilaku konsumtif ini dapat terjadi kepada siapa pun, termasuk mahasiswa yang saat ini berada tahap proses pencarian jati diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku konsumtif pada mahasiswa ko-asisten universitas X. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan studi observasional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan Purposive Sampling dengan jumlah sampel sebesar 62 orang. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner perilaku konsumtif. Berdasarkan hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 35 orang (56.5%) berada dalam kategori perilaku konsumtif tinggi dan 27 orang (43.5%) berada dalam kategori perilaku konsumitf rendah. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah bahwa mayoritas mahasiswa ko-asisten universitas X memiliki perilaku konsumtif tinggi.
PENGARUH KONSUMSI MAKANAN LAUT TERHADAP KASUS HIPERTENSI DI DESA AIR BANGIS : THE EFFECT OF SEAFOOD CONSUMPTION ON HYPERTENSION CASES IN AIR BANGIS VILLAGE Maharani, Sonia; Lestari, Ira Cinta; Siregar, Julahir Hodmatua; Sari, Siti Kemala
Jurnal Kedokteran STM (Sains dan Teknologi Medik) Vol. 8 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/stm.v8i2.825

Abstract

Hypertension is a major risk factor for cardiovascular diseases and global mortality, and is often referred to as the 'silent killer' due to its lack of symptoms. One of the risk factors is excessive sodium intake, which is abundant in seafood. This study aims to examine the impact of seafood consumption on hypertension cases in Air Bangis Village, Sungai Beremas District, Pasaman Barat Regency. The research design used is analytical with a cross-sectional method, involving 95 respondents selected through consecutive sampling. Data were analyzed using univariate and bivariate analysis with Somers' d test. The results show a p-value of 0.947 (>0.05), indicating that there is no significant effect of seafood consumption on hypertension cases in Air Bangis Village, Sungai Beremas District, Pasaman Barat Regency. The correlation coefficient is 0.008, indicating a very weak correlation. Seafood consumption cannot be used as a definitive indicator of hypertension, as other factors such as gender, age, BMI, and lifestyle also play a role. AbstrakHipertensi adalah faktor risiko utama penyakit kardiovaskular dan kematian global yang dapat dicegah, serta dikenal sebagai 'silent killer' karena sering tanpa gejala. Salah satu faktor risiko adalah konsumsi natrium berlebih, yang banyak terdapat pada makanan laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsumsi makanan laut terhadap kasus hipertensi di Desa Air Bangis, Kecamatan Sungai Beremas, Kabupaten Pasaman Barat. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik dengan metode cross sectional, melibatkan 95 responden melalui teknik consecutive sampling. Data dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Somers'd. Hasil penelitian menunjukkan nilai p-value 0,947 (>0,05), yang menunjukkan tidak terdapat pengaruh konsumsi makanan laut terhadap kasus hipertensi di Desa Air Bangis, Kecamatan Sungai Beremas, Kabupaten Pasaman Barat. Koefisien korelasinya 0,008, yang menunjukkan korelasi sangat lemah. Konsumsi makanan laut tidak dapat dijadikan indikator pasti seseorang terkena hipertensi, karena adanya faktor lain yang berperan seperti faktor lain seperti jenis kelamin, usia, IMT, dan gaya hidup.
Perbandingan Deteksi Proliferasi Sel Dengan Imunohistokimia BrdU dan PCNA Pada Ovarium Tikus Lestari, Ira Cinta
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i1.8714

Abstract

Deteksi sel yang mengalami proliferasi dapat digunakan untuk mengetahui efek inhibisi atau aktivasi suatu agent atau growth factor, dilakukan dengan melakukan identifikasi diferensiasi dan migrasi sel yang membelah pada satu waktu tertentu. Deteksi sintesis DNA menggunakan 5-Bromo-2'-deoxyuridine (BrdU) dan deteksi Proliferating Cell Nuclear Antigen (PCNA) merupakan metode yang rutin digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengamati struktur ovarium pada tikus dengan pewarnaan hematoksilin eosin dan membandingkan deteksi sel yang berproliferasi pada ovarium tikus dengan metode imunohistokimia BrdU dan PCNA. Pengamatan dilakukan pada irisan jaringan yang dianalisis secara kualitatif meliputi struktur mikroskopis ovarium tikus dan distribusi sel yang berproliferasi pada ovarium tikus dengan antibodi primer anti PCNA dan anti BrdU. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa imunohistokimia BrdU memberikan gambaran yang lebih spesifik pada sel yang berada pada fase S siklus sel.