Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Analisis Kualitas Video Pembelajaran Berdasarkan Teori Multimedia Mayer Atya Anindita Lukman Putri; Agus Lestari
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of digital technology has encouraged the use of multimedia as an effective learning strategy. However, the effectiveness of multimedia is greatly influenced by its suitability to the cognitive principles described in Mayer's Cognitive Theory of Multimedia Learning (CTML). This study aims to analyze how Mayer's multimedia principles are applied in an educational video titled "Indonesian Expository Text Grade 10 | Structure & Language" from YouTube. The research method used is descriptive qualitative with content analysis techniques, where the video is observed and compared with Mayer's 12 multimedia design principles. The results show that several principles, such as personalization, voice, multimedia, and cues, are applied quite well in the video. However, several other principles, such as segmentation, coherence, and redundancy, are not yet fully optimal due to the large amount of text displayed and the lack of grouping of information into smaller segments. These findings confirm that although the video has fulfilled some multimedia principles, improvements are needed so that information can be processed more effectively by students. This study has implications for teachers and media creators to pay more attention to multimedia theory in designing digital learning content. Keywords: Mayer Multimedia; Instructional Video; Descriptive Analysis; Mayer; Media Quality Abstrak Perkembangan teknologi digital telah mendorong pemanfaatan multimedia sebagai salah satu strategi pembelajaran yang efektif. Namun, efektivitas multimedia sangat dipengaruhi oleh kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip kognitif yang dijelaskan dalam Cognitive Theory of Multimedia Learning (CTML) oleh Mayer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana prinsip-prinsip multimedia Mayer diterapkan dalam sebuah video pembelajaran berjudul “Teks Eksposisi Bahasa Indonesia Kelas 10 | Struktur & Kebahasaan” dari YouTube. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi, di mana video diobservasi dan dibandingkan dengan 12 prinsip desain multimedia Mayer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa prinsip seperti personalisasi, voice, multimedia, dan signaling diterapkan dengan cukup baik pada video. Namun, beberapa prinsip lain seperti segmentasi, koherensi, dan redundansi belum sepenuhnya optimal karena adanya tampilan teks yang cukup banyak dan kurangnya pengelompokan informasi dalam segmen yang lebih kecil. Temuan ini menegaskan bahwa meskipun video telah memenuhi sebagian prinsip multimedia, diperlukan penyempurnaan agar informasi dapat diproses lebih efektif oleh peserta didik. Penelitian ini memberikan implikasi bagi guru dan pembuat media agar lebih memperhatikan teori multimedia dalam merancang konten pembelajaran digital. Kata kunci : Multimedia Mayer; Video Pembelajaran; Analisis Deskriptif; Mayer; Kualitas Media
Pengaruh Penguatan (Reinforcement) Terhadap Partisipasi Belajar Mahasiswa Devita Deltiara; Agus Lestari
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the impact of reinforcement on student learning participation. This research is conducted through a literature review and empirical studies, which are analyzed thematically. The results indicate that reinforcement, whether in the form of praise, rewards, or simple incentives, contributes to increased motivation, behavioral engagement, discipline, and creativity among students. Motivation emerges as a mediating factor that strengthens the relationship between reinforcement and learning participation. Overall, these findings emphasize that reinforcement strategies, when provided consistently and relevantly, are effective in encouraging student participation across various learning contexts.KEYWORDS: Reinforcement, Learning Participation, Students Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penguatan reinforcement terhadap partisipasi belajar mahasiswa. Penelitian ini melalui kajian literatur dan penelitian empiris terdahulu yang dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reinforcement, baik berupa pujian, peghargaan, maupun insentif sederhana, berkontribusi pada peningkatan motivasi, keterlibatan perilaku, kedisiplinan, serta kretivitas mahasiswa. Motivasi muncul sebagai factor mediasi yang memperkuat hbuungan antara reinforcement dan partisipasi belajar. Secara keseluruhan, temuan ini menegaskan bahwa strategi reinforcement yang diberikan secara konsisten dan relevan efektif untuk mendorong partisipasi mahasiswa dalam berbagai konteks pembelajaran. KATA KUNCI: Reinforcement, Partisipasi Belajar, Mahasiswa
Analisis Sistematis Literatur Pengaruh Model Project Based Learning (PJBL) Terhadap Keterampilan Abad Ke-21 Mahasiswa Di Indonesia Dian Ayu Cahyaningrum; Agus Lestari
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The demands for global competencies in the 21st century require a transformation in pedagogy in higher education, making the development of creativity, critical thinking, and collaboration skills a top priority. The Project-Based Learning (PjBL) model has emerged as an effective framework to achieve these goals, thus necessitating a systematic synthesis of empirical evidence. This Systematic Literature Review (SLR) aims to analyze the effectiveness of PjBL in improving student learning outcomes and 21st-century skills, as well as identifying patterns of strengths and challenges in its implementation within Indonesian higher education institutions. This SLR synthesizes 15 relevant articles published between 2016 and 2025. The analysis process includes structured data extraction and narrative synthesis to categorize key findings and consistent challenges. Consistently, PjBL has proven to be highly effective in developing students' creativity and collaboration skills, supported by significant improvements in motivation and academic abilities, such as writing scientific articles. This model successfully creates a constructive and student-centered learning environment. However, the findings also identify key challenges related to time management and friction in team dynamics, showing that PjBL’s effectiveness is not uniform across all variables, such as in the case of scientific attitudes. PjBL is highly recommended for widespread implementation in the Merdeka Campus curriculum. Future research should focus on developing structured scaffolding models to mitigate managerial and group risks in project implementation. Keywords: Project-Based Learning (PjBL), Creativity, Collaboration, 21st Century Skills, Systematic Literature Review.   Abstrak : Tuntutan kompetensi global abad ke-21 menuntut transformasi pedagogi di pendidikan tinggi, menjadikan pengembangan keterampilan kreativitas, berpikir kritis, dan kolaborasi sebagai prioritas utama. Model Project-Based Learning (PjBL) muncul sebagai kerangka yang efektif untuk mencapai tujuan ini, sehingga diperlukan sintesis sistematis terhadap bukti-bukti empirisnya. Tinjauan Literatur Sistematis (SLR) ini bertujuan menganalisis efektivitas PjBL dalam meningkatkan hasil belajar dan keterampilan abad ke-21 mahasiswa, serta mengidentifikasi pola kelebihan dan tantangan implementasinya dalam konteks perguruan tinggi di Indonesia. SLR ini mensintesis 15 artikel relevan yang dipublikasikan antara tahun 2016 hingga 2025. Proses analisis meliputi ekstraksi data terstruktur dan sintesis naratif untuk mengkategorikan temuan kunci dan tantangan yang konsisten. Secara konsisten, PjBL terbukti sangat efektif dalam mengembangkan kreativitas mahasiswa dan keterampilan kolaborasi, yang didukung oleh peningkatan signifikan pada motivasi serta kemampuan akademik seperti menulis artikel ilmiah. Model ini berhasil menciptakan lingkungan belajar yang konstruktif dan berpusat pada mahasiswa. Namun, temuan ini juga mengidentifikasi tantangan utama yang terkait dengan manajemen waktu dan friksi dalam dinamika kerja tim, serta menunjukkan bahwa efektivitas PjBL tidak merata untuk semua variabel, seperti pada kasus sikap ilmiah. PjBL sangat direkomendasikan untuk diimplementasikan secara luas dalam kurikulum Kampus Merdeka. Penelitian selanjutnya perlu diarahkan pada pengembangan model scaffolding terstruktur untuk mitigasi risiko manajerial dan kelompok dalam pelaksanaan proyek.   Kata kunci : Project-Based Learning (PjBL), Kreativitas, Kolaborasi, Keterampilan Abad ke-21, Tinjauan Literatur Sistematis.
PERAN AI DALAM MENDUKUNG PEMBELAJARAN KOLABORATIF DI PERGURUAN TINGGI Tari Esa Agustina Damanik; Agus Lestari
Journal of Golden Generation Economic Vol. 1 No. 1 (2025): AGUSTUS 2025 : Journal of Golden Generation Economic
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jggeconomic.v1i2.118

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Artificial Intelligence (AI) dalam mendukung pembelajaran kolaboratif di perguruan tinggi melalui literature review terhadap tiga belas publikasi ilmiah terkini. Fokus kajian meliputi kontribusi AI terhadap literasi akademik, personalisasi pembelajaran, efektivitas interaksi kelompok, serta tantangan implementasinya. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR), yang mencakup proses penelusuran, seleksi, ekstraksi, dan analisis tematik terhadap artikel yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa AI dapat memperkuat pemahaman materi oleh mahasiswa, meningkatkan koordinasi dan produktivitas kelompok, serta mendukung terciptanya lingkungan belajar yang lebih adaptif. Namun, penelitian ini juga menemukan tantangan berupa ketergantungan teknologi, risiko bias algoritmik, isu privasi data, serta kesenjangan literasi digital. Temuan ini menekankan pentingnya regulasi penggunaan AI dan peningkatan kapasitas pengguna agar teknologi dapat dimanfaatkan secara etis, efektif, dan berkelanjutan. Penelitian ini memberikan dasar teoretis dan praktis untuk pengembangan model pembelajaran kolaboratif berbasis AI di perguruan tinggi.
Relevansi Teori Behavioristik dalam Pembelajaran Berbasis Teknologi Digital M. Iqbal Ramadhiansyah; Agus Lestari
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of digital technology in the field of education has driven significant changes in the learning process. One theoretical approach that remains relevant in supporting technology-based learning is behaviorism theory, which emphasizes the relationship between stimulus and response as the foundation for the formation of learning behavior. This study uses a literature review method on ten selected articles to analyze the relevance of behaviorism theory in the digital learning ecosystem. The findings indicate that technologies such as interactive multimedia, e-learning applications, Computer Adaptive Instruction, and audio-visual media are capable of reinforcing behavioristic principles through structured stimuli, material repetition, and automatic feedback as a form of positive reinforcement. The use of technology has been proven to enhance motivation, focus, and learning outcomes of students. However, several challenges were identified, such as the risk of passive students, dependence on technological infrastructure, and the readiness of teachers to implement digital approaches. Overall, the literature review confirms that behaviorism theory remains relevant as a foundation for the design of technology-based learning, especially when combined with other approaches to create a more adaptive and effective learning process. Keywords: Behaviorism theory, educational technology, learning multimedia   Abstrack Perkembangan teknologi digital dalam dunia pendidikan telah mendorong perubahan signifikan dalam proses pembelajaran. Salah satu pendekatan teoretis yang masih relevan dalam mendukung pembelajaran berbasis teknologi adalah teori behavioristik, yang menekankan hubungan antara stimulus dan respons sebagai dasar terbentuknya perilaku belajar. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur terhadap sepuluh artikel terpilih untuk menganalisis relevansi teori behavioristik dalam ekosistem pembelajaran digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa teknologi seperti multimedia interaktif, aplikasi e-learning, Computer Adaptive Instruction, serta media audio-visual mampu memperkuat prinsip-prinsip behavioristik melalui pemberian stimulus yang terstruktur, pengulangan materi, serta umpan balik otomatis sebagai bentuk penguatan positif. Penggunaan teknologi terbukti meningkatkan motivasi, fokus, dan hasil belajar peserta didik. Namun demikian, beberapa tantangan ditemukan, seperti risiko pasifnya siswa, ketergantungan pada infrastruktur teknologi, serta kesiapan guru dalam menerapkan pendekatan digital. Secara keseluruhan, temuan literatur mengonfirmasi bahwa teori behavioristik tetap relevan sebagai landasan perancangan pembelajaran berbasis teknologi digital, terutama ketika dikombinasikan dengan pendekatan lain untuk menghasilkan proses belajar yang lebih adaptif dan efektif. Kata Kunci: Teori behavioristik,teknologi pendidikan, multimedia pembelajaran
Pendekatan Konstruktivisme untuk Meningkatkan Kolaborasi Mahasiswa Aida Nurindah Silalahi; Agus Lestari
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2025): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article aims to explore various ways constructivism can help students collaborate in college learning. Traditional teaching methods remain a major issue in this research. This method makes students passive recipients of information, which hinders interaction and group work. Using a literature study methodology, this research investigates a number of scientific articles published between 2010 and 2024. These articles were found thru the Google Scholar, ScienceDirect, Scopus, and ERIC databases. The research results indicate that the constructivist approach has the ability to enhance social interaction among students, active learning mechanisms, group discussions, and opportunities for independent knowledge construction. Additionally, research has shown that strategies such as problem-based learning, project-based learning, and inquiry-based learning, which are based on constructivism, have the potential to create a conducive learning environment. Furthermore, previous research has indicated that strategies like problem-based learning, project-based learning, and inquiry-based learning, rooted in constructivism, have the capacity to foster a more collaborative and participatory learning environment. Therefore, this research confirms that the constructivist approach is a useful theoretical foundation for promoting student collaboration and supporting 21st-century skills. Keywords: Constructivism,Collaborative Learning, Student Collaboration, Higher Education, Active Learning   Abstrak Artikel ini beertujuan untuk mempelajari berbagai cara konstruktivisme dapat membantu siswa bekerja sama dalam pembelajaran di perguruan tinggi. Metode pembelajaran tradisional masih menjadi masalah utama dalam penelitian ini. Metode ini membuat siswa menjadi penerima informasi pasif, yang menghambat interaksi dan kerja sama kelompok. Menggunakan metodologi studi literatur, penelitian ini menyelidiki sejumlah artikel ilmiah yang dipublikasikan antara tahun 2010 dan 2024. Artikel-artikel ini ditemukan melalui basis data Google Scholar, ScienceDirect, Scopus, dan ERIC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan konstruktivisme memiliki kemampuan untuk meningkatkan interaksi sosial antar siswa, mekanisme pembelajaran aktif, diskusi kelompok, dan kesempatan untuk membangun pengetahuan secara mandiri. Selain itu, penelitian telah menunjukkan bahwa strategi seperti pembelajaran berbasis masalah, pembelajaran berbasis proyek, dan pembelajaran berbasis pertanyaan yang berbasis konstruktivisme memiliki kemampuan untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang kondusif. Selain itu, penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa strategi seperti pembelajaran berbasis masalah, pembelajaran berbasis proyek, dan pembelajaran berbasis pertanyaan berbasis konstruktivisme memiliki kemampuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih kolaboratif dan partisipatif. Oleh karena itu, penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan konstruktivisme merupakan landasan teoretis yang berguna untuk mendorong kolaborasi siswa dan mendukung kemampuan abad ke-21. Kata kunci: Konstruktivisme, Pembelajaran Kolaboratif, Kolaborasi Mahasiswa, Pendidikan Tinggi, Pembelajaran Aktif.
Implementasi Problem Base Learning (PBL) dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Chairunisa; Agus Lestari
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/drbfd443

Abstract

Keterampilan berpikir kritis di kalangan siswa Indonesia menunjukkan tingkat yang masih rendah, meskipun memiliki signifikansi yang tinggi untuk pendidikan abad ke-21. Di sisi lain, Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Base Learning - PBL) menunjukkan potensi yang besar, meskipun hasilnya bervariasi tergantung pada konteks yang berbeda. Tinjauan Pustaka Sistematis (Systematic Literature Review - SLR) ini bertujuan untuk memaparkan hasil implementasi PBL, dampaknya terhadap pemikiran kritis, penerapannya di berbagai tingkatan, serta faktor-faktor yang mendukung dan menghambat studi tahun 2015-2025. Metode SLR memanfaatkan data dasar Google Scholar, ResearchGate, dan SINTA dengan kata kunci "berpikir kritis PBL", "implementasi Pembelajaran Berbasis Masalah", dan "hambatan PBL", yang menghasilkan penyaringan 25 studi relevan dari total 90 artikel awal melalui protokol PRISMA. Temuan utama menunjukkan bahwa PBL secara signifikan meningkatkan kemampuan berpikir kritis di berbagai jenjang pendidikan, termasuk dasar, menengah pertama, kejuruan, dan tinggi. Proses ini berlangsung melalui tahap orientasi masalah dan kolaborasi, meskipun terdapat hambatan yang berasal dari keterbatasan waktu dan kesiapan guru. Implikasi praktisnya mencakup pelatihan guru yang mendalam dan penyesuaian kurikulum untuk memaksimalkan PBL dalam pengembangan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi (Higher Order Thinking Skills - HOTS).
MENERAPKAN TEORI MULTIMEDIA LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KUALIATAS PEMBELAJARAN Naila Aryani; Agus Lestari
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 12 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/4cvx8h18

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong penggunaan new media dan multimedia dalam pembelajaran, yang terbukti dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa di era digital ini. Multimedia interaktif mencakup unsur animasi, teks, gambar, dan audio, yang memungkinkan pemrosesan informasi secara simultan melalui saluran verbal dan visual, sejalan dengan teori Multimedia Learning (TMM) yang dikembangkan oleh Mayer. Desain ini krusial untuk memastikan bahwa pembelajaran interaktif dapat meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa, yang merupakan prasyarat penting bagi keberhasilan akademik. Kajian ini bertujuan untuk meninjau literatur secara sistematis (Systematic Literature Review/SLR) mengenai penerapan prinsip-prinsip desain multimedia, pengaruhnya terhadap motivasi belajar, dan dampaknya terhadap kemampuan berpikir kritis serta hasil belajar siswa di berbagai jenjang pendidikan. Proses pencarian literatur untuk tinjauan sistematis umumnya dilakukan melalui basis data akademik utama seperti Google Scholar, ERIC, dan DOAJ, dengan kombinasi kata kunci seperti “multimedia pembelajaran,” “interactive multimedia learning,” “Mayer’s Principles,” dan “motivasi belajar” . Rentang studi yang disertakan dalam tinjauan literatur berfokus pada publikasi sepuluh tahun terakhir untuk menjaga kebaruan temuan, termasuk studi-studi yang berfokus pada efektivitas multimedia interaktif dalam meningkatkan kemampuan belajar siswa. Temuan utama dari sintesis literatur menunjukkan bahwa penerapan prinsip desain kognitif seperti kontiguitas dan modalitas sangat penting untuk mengelola beban kognitif (cognitive load) dan meningkatkan efisiensi belajar, serta mengurangi extraneous cognitive load . Selain itu, multimedia interaktif, terutama yang diimplementasikan melalui model Problem-Based Learning (PBL) atau mobile learning, terbukti secara signifikan meningkatkan motivasi, minat, dan hasil belajar peserta didik, bahkan dalam konteks perguruan tinggi. Implikasinya, guru dan pengembang media harus menguasai model pengembangan multimedia dan teori kognitif agar media yang dihasilkan tidak hanya inovatif tetapi juga efektif secara pedagogis dalam menciptakan pembelajaran yang inovatif.
PEMBELAJARAN AKHLAQ LIL BANIN DALAM PEMBINAAN AKHLAK MULIA SISWA: DI MADRASAH TSANAWIYAH AN-NUR TANGKIT MUARO JAMBI Yudo Handoko; Agus Lestari
Muróbbî: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Bani Fattah Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/murobbi.v7i1.1329

Abstract

The purpose of this research was to find out the process of developing morals in learning akhlaq lil banin at MTs An-Nur Tangkit Muaro Jambi, the factors that influence students' moral development in learning akhlaq lil banin at MTs An-Nur Tangkit Muaro Jambi, to find out the obstacles in the process fostering student morals in learning akhlaq lil banin at MTs An-Nur Tangkit. This research used a qualitative approach from the perspective of the moral akhlaq lil banin teacher’s in educating students of MTs An-Nur Tangkit. The results of this research indicate the process of learning the book of akhlaq lil banin in fostering noble character at MTs An-Nur Tangkit through a) transinternalization and b) habituation in the dormitory. The material in learning akhlaq lil banin that is taught in schools can be directly practiced and accustomed to in everyday life in the dormitory under the supervision of caregivers and administrators. There are 3 factors that influence the learning of akhlaq lil banin fostering noble character, namely a) intelligence factors, b) factors environment and c) disciplinary factors. While the obstacles to learning akhlaq lil banin in fostering students' noble character at MTs An-Nur Tangkit are internal obstacles and external obstacles.
Penyusunan Rencana Kegiatan Sekolah dan Rencana Anggaran Kegiatan Sekolah di SDIT Robbani Cendekia Ponorogo Agus Lestari
YASIN Vol 3 No 5 (2023): YASIN: Jurnal Pendidikan dan Sosial Budaya
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/yasin.v3i5.1543

Abstract

Budgeting activities have two important aspects, namely revenue or revenue planning and expenditure. Thus, the budget of an institution can depict the activities or programs that will be or have been implemented, as well as the amount of expenses incurred, enabling the assessment of the effectiveness and efficiency of the programs listed in the budget. In this research, we focus on the financial management aspect of Education, specifically the issues related to the preparation of activity plans and school financing plans at SDIT Robbani Cendekia Ponorogo. This study adopts a qualitative approach, employing the field research method. The researchers actively gather data regarding the preparation of school activity plans and school budget plans through participant observation and interviews. The procedure for obtaining informants involves using purposive sampling techniques. Researchers then conduct on-site descriptions and undertake a literature study, examining various literatures, documents, and other works to refine this research. The process of preparing the School Activity Plan and the School Activity Budget Plan is carried out through an annual working meeting attended by all foundation officials and educational institution administrators (TPAIT, PGIT, TKIT, and SDIT), the school principal, teachers, and staff. During the budget preparation process, priority scales are set for the implementation of school programs. Additionally, consultations are held to reach a consensus on the required budget and the amount of funds that need to be raised from the community to execute the school programs. These consultations take place through commission meetings, and the outcomes are presented together at a plenary meeting to obtain approval from all organizational elements. Subsequently, all parents are invited to participate in a socialization event to inform them about the educational programs for the upcoming year.