Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

TRANSFORMATION OF SOCIO-POLITICAL COMMUNICATION IN THE 2024 REGIONAL ELECTIONS IN SOUTH SULAWESI Hasruddin Nur; Najamuddin; Hasanudin Kasim
SOSIOEDUKASI Vol 15 No 1 (2026): SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/sosioedukasi.v15i1.7576

Abstract

The 2024 regional elections in South Sulawesi reflect a significant transformation in socio-political communication, marked by the growing dominance of digital media as the primary arena for political engagement. This study investigates the transition from conventional, elite-centered campaign models to digitally networked forms of interaction, and analyzes how candidates strategically construct and disseminate political messages across online platforms. Employing a qualitative design, the research integrates framing theory with multimodal digital discourse analysis to examine campaign materials circulated on major social media platforms during the 2024 electoral period. Data were collected through systematic documentation of textual posts, images, videos, and interactive exchanges between candidates and citizens. The analysis focuses on narrative framing, symbolic representation, and patterns of audience engagement. The findings reveal a clear shift from hierarchical, one-way communication toward more participatory, dialogic, and interactive political exchanges. Candidates increasingly relied on multimodal resources combining text, visuals, audio, and short-form video to craft persuasive narratives, shape public perception, and mobilize voters. In addition, platform algorithms and interactive features reshaped the dynamics of influence between political elites and the electorate. Overall, socio-political communication in the 2024 elections demonstrates a hybrid digital model that redefines campaign strategies, public deliberation, and democratic participation at the regional level.
Pengaruh Media Flipbook Digital sebagai Inovasi Pembelajaran terhadap Minat Belajar Peserta Didik Hasanudin Kasim; Jalal Jalal; Arfenti Amir; Muh. Reski Salemuddin
DIAJAR: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/diajar.v5i2.7175

Abstract

This study aimed to: (1) examine the implementation of flipbook-based instructional media in Social Studies learning at Amanah Nusantara Junior High School; (2) describe students’ learning interest when using flipbook media in Social Studies instruction; and (3) analyze the effectiveness of flipbook-based learning in enhancing students’ learning interest. The study employed an experimental approach using a pre-experimental design, specifically a one-group pretest–posttest design. Data analysis procedures included prerequisite tests (normality and homogeneity tests), paired sample t-test, linearity test, and simple linear regression analysis. The findings revealed that the use of flipbook instructional media was effective in improving students’ learning interest, as indicated by a significant increase in mean scores from the pretest (70.37) to the posttest (76.23). Statistical analysis further demonstrated a strong and significant linear relationship between the use of flipbook media and students’ learning interest, with a contribution value of 65% and a strong correlation coefficient (R = 0.806). The paired t-test results confirmed a significant difference between pretest and posttest scores, with a calculated t-value of −10.956 exceeding the critical t-value of 2.045 (absolute value), indicating a meaningful effect of flipbook media on students’ learning interest. Moreover, the F-test result (F = 51.939; p = 0.000) indicated that the regression model was statistically feasible for predicting learning interest. Overall, the findings confirm that flipbook-based instructional media exert a significant influence on enhancing students’ learning interest in Social Studies learning.
Kontrol Sosial Orang Tua Terhadap Anak Kecanduan Game Online Di Kelurahan Pa’baeng-Baeng Kecamatan Tamalate Kota Makassar Ferdinandus Jebarus; Arfenti Amir; Muh. Reski Salemuddin; Sriwahyuni; Hasanudin Kasim
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN BUDAYA Vol 3 No 1 (2023): April (EDULEC)
Publisher : CV. Eureka Murakabi Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56314/edulec.v3i1.117

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kontrol sosial orang tua terhadap anak kecanduan game online di Kelurahan Pa’abaeng-baeng Kecamatan Tamalate Kota Makassar. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskripsi kualitatif dengan penentuan informan terdiri dari 12 informan yang dipilih dengan teknik purposive sampling dengan kriteria anak kecanduan game online, orang tua anak kecanduan game online dan pemerintah setempat di Kelurahan Pa’abaeng-baeng Kecamatan Tamalate Kota Makassar. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukan bahwa: kontrol sosial orang tua terhadap anak kecanduan game online di kelurahan Pa’abaeng-baeng Kecamatan Tamalate Kota Makassar lebih kepada cara preventif a) membatasi waktu penggunaan handphone, dimana anak bermain game online dengan memberikan batasan waktu 1-2 jam bersama handphone; b) pengawasan dalam penggunaan handphone, dimana penggunaan handphone pada anak dengan selalu mengawasi anak-anak dalam penggunaan handphone-nya, terutama untuk permainan game online; c) menasehati anak dalam penggunaan handphone, orang tua perlu dalam menasehati anak dalam penggunaan handphone yang berlebihan dan saat menggunakan handphone meminta izin terlebih dahulu jika ingin menggunakannya.
Analisis Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Dalam Film “Sepatu Dahlan” Karya Benni Setiawan dan Manfaatnya Dalam Pembelajaran Sosiologi di SMA Abdul Malik Iskandar; Jalal; Hasanudin Kasim
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN BUDAYA Vol 3 No 3 (2023): December (EDULEC)
Publisher : CV. Eureka Murakabi Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56314/edulec.v3i3.179

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam film Sepatu Dahlan Karya Benni Setiawan dan manfaatnya dalam pembelajaran sosiologi di SMA. Jenis pendekatan pada penelitian ini merupakan pendekatan kualitatif metode deskriptif analisis dengan objek Film Sepatu Dahlan Karya Benni Setiawan sebagai sumber datanya. Teknik pengumpulan data yaitu teknik dokumentasi. Analisis data adalah analisis isi dengan menerapkan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat lima nilai pendidikan karakter dalam Film Sepatu Dahlan Karya Benni Setiawan yaitu nilai karakter dalam hubungannya dengan Tuhan Yang Maha Esa (Religius), nilai perilaku manusia dalam hubungannya dengan diri sendiri, nilai perilaku manusia dalam hubungannya dengan sesama manusia, nilai perilaku manusia dalam hubungannya dengan lingkungan dan nilai perilaku manusia dalam hubungannya dengan kebangsaan. Sedangkan manfaatnya terhadap pembelaran sosiologi di SMA, diantaranya: memvisualisasikan konsep-konsep sosiologi, Pemahaman nilai-nilai sosial, Pembelajaran karakter, Peningkatan keterlibatan sosial, Pengenalan peran individu dalam masyarakat.
Peran Guru Dalam Membangun Karakter Siswa Kelas X IPS 1 di SMA Nasional Makassar Arfenti Amir; Akhiruddin; Gusti Rani; Hasanudin Kasim
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN BUDAYA Vol 4 No 1 (2024): Vol. 4 No. 1 (2024): April (EDULEC)
Publisher : CV. Eureka Murakabi Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56314/edulec.v4i1.215

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1. Peran guru dalam membangun karakter siswa kelas X IPS 1 SMA Nasional Makassar, 2. Strategi apa yang dilakukan oleh guru dalam membangun karakter siswa 3. Dampak positif dan negatif dalam membangun karakter siswa. Dengan menggunakan penelitian kualitatif yang datanya berupa kata, tertulis uraian dari responden. Dengan informan yang ditentukan dengan teknik purposive sampling adalah (1). Informan kunci yaitu kepala sekolah, (2). Informan utama yaitu Guru sosiologi 1 orang , Guru Bk 1 orang, Guru Agama 1 orang dan Orang tua murid kelas X IPS 1, dan (3). Informan pendukung yaitu Siswa 5 orang kelas X IPS 1. Teknik Pengumpulan data yang dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian di SMA Nasional Makassar tentang peran guru dalam membangun karakter siswa meliputi guru sebagai pendidik, guru sebagai pengajar, guru sebagai motivator, guru sebagai demonstrator, dan guru sebagai inspiratory. Dalam membangun karakter siswa yang baik, guru menggunakan berbagai strategi yang berbeda-beda seperti guru berceramah, guru memberi nasehat/pemahaman, dan demonstrasi. Adapun dampak dalam membangun karakter siswa yaitu dampak positif dan dampak negatif. Dampak positif dalam membangun karakter siswa yaitu Meningkatnya pengetahuan tentang moral, Meningkatnya perasaan sikap moral siswa, dan Meningkatnya tindakan/perbuatan moral siswa. Sedangkan Dampak negatifnya dikarenakan ada beberapa faktor yang mempengaruhi, diantaranya adalah masalah lingkungan/pergaulan dan faktor kurangnya perhatian dari keluarga/orang tua.
KOHABITASI DI KALANGAN MAHASISWA (Studi Kasus Kumpul Kebo di Kalangan Mahasiswa Pendatang Kost “X” dan Kost “Y” di Jalan Ujung Bori dan Jalan Borong Kelurahan Bitoa Kecamatan Manggala Kota Makassar) Uluwia Leko; Sriwahyuni Sriwahyuni; Kasman Sinring; Jalal Jalal; Hasanudin Kasim
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN BUDAYA Vol 4 No 2 (2024): August (EDULEC)
Publisher : CV. Eureka Murakabi Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56314/edulec.v4i2.250

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor pendorong Mahasiswa Pendatang untuk melakukan pergaulan bebas perilaku kumpul kebo di Kelurahan bitoa Kecamatan Manggala Kota Makassar. Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang di tentukan secara purposive sampling dengan informan yaitu mahasiswa pendatang yang melakukan penyimpangan atau kumpul kebo yang terdiri dari tuju orang terdapat dari lima orang pelaku yaitu mahasiswa pendatang dan dua orang sebagai informan tambahan yaitu masyarakat sekitar. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara obserfasi lansung, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan secara kualitatif. Peneliti menggunakan member chek untuk memperoleh keabsahan data. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa faktor pendorong mahasiwa pendatang melakukan pergaulan bebas perilaku kumpul kebo di Kelurahan Bitoa Kecamatan Manggala Kota Makassar yaitu didorong oleh faktor keingginan mereka sendiri, faktor ekonomi dan faktor lingkungan kost yang agak bebas. Dampak yang terjadi dalam pergaulan bebas kumpul kebo di kalangan mahasiswa pendatang di Kelurahan Bitoa Kecamatan Manggala Kota Makassar yaitu hamil diluar nikah dan dinilai kurang baik oleh masyarakat sekiatar karena pandangan masyarakat pada umumnya mahasiswa merupakan generasi-generasi intelektual yang seharusnya memberikan hal-hal yang positif dilingkungan masyarakat.
PENCITRAAN DIRI MAHASISWA MELALUI MEDIA SOSIAL (Studi Dramaturgi Perilaku Mahasiswa Pendidikan Sosiologi FKIP Universitas Megarezky) Kristina Ahung; Jalal Jalal; Kasman Sinring; Muh. Reski Salemuddin; Hasanudin Kasim
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN BUDAYA Vol 4 No 3 (2024): December (EDULEC)
Publisher : CV. Eureka Murakabi Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56314/edulec.v4i3.270

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: Mengetahui bagaimana pencitraan diri yang dilakukan oleh Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Megarezky. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik informan snowball sampling. Teknik pengumpulan data mengunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengolahan data dan analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa: Dalam melakukan pencitraan diri dimedia sosial Mahasiswa Pendidikan Sosiologi FKIP Universitas Megarezky perlu adanya sebuah panggung sebagai tempat yang dapat dibagi dua yakni panggung depan (Front stage) dan panggung belakang (Back stage).
Dampak Psikologis pada Pekerja Seks Waria di Kawasan Sawerigading, Makassar Alfa Caesar De Alexio Kase; Sriwahyuni Sriwahyuni; Muh. Reski Salemuddin; Muh Indrabudiman; Hasanudin Kasim
SOSMANIORA: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 3 (2025): September 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sosmaniora.v4i3.6158

Abstract

Transgender sex workers often experience discrimination, social stigma, psychological pressure, and limited access to employment, education, and legal protection. Therefore, this study aims to reveal the psychological impacts on transgender sex workers, based on interviews with four informants in the Sawerigading area of Makassar City, selected through purposive sampling. This research employs a qualitative case study approach using interviews and observations to understand the psychological impacts in a deep and contextual manner. Data were analyzed thematically through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings show that transgender sex workers in Sawerigading experience psychological pressure due to stigma, discrimination, and economic demands. The conflict between self-acceptance and social rejection generates stress, anxiety, and the use of defense mechanisms. The lack of social support worsens their mental condition, indicating the need for serious attention to create a fair, inclusive, and humane environment. Therefore, it is crucial to improve access to mental health services, public education to reduce stigma, strengthen social support, and develop inclusive policies that protect the rights and dignity of transgender individuals.
Influence Deep Learning Approach Framework Merdeka Curriculum towards Realization of Character Education Students at Amanah Nusantara High School Andi Alviadi Nur Risal; Sriwahyuni Sriwahyuni; Hasanudin Kasim; Sujarwo Sujarwo; Vivit Rosmayanti; Akhiruddin Akhiruddin
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 8 No. 3 (2025): September - Desember 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.8.3.2025.7378

Abstract

This study aims to analyze the influence of implementing a deep learning approach within the Merdeka Curriculum framework on the character development of students at Amanah Nusantara High School. The urgency of this research arises from the growing national demand for educational practices that not only strengthen students’ cognitive mastery but also cultivate character values aligned with the Profile of Pancasila Students an area where empirical evidence remains limited, particularly in digital era learning contexts. This study employs a mixed-methods design using a one-group pretest–posttest model. The research participants consist of 29 eleventh-grade students and two Sociology teachers. Quantitative data were collected through a character education questionnaire encompassing responsibility, honesty, care, social awareness, and work ethic, while qualitative data were obtained through in-depth interviews and observations of classroom activities. Descriptive analysis indicates an improvement in the mean character education score from 72.3 (SD = 8.9) in the pretest to 78.9 (SD = 7.4) in the posttest. The Shapiro–Wilk test confirmed normal data distribution (p > 0.05), and a paired-samples t-test showed a significant increase, t(28) = 4.12, p = 0.0003, with a medium-to-large effect size (Cohen’s d = 0.76). Qualitative findings further reveal that the deep learning approach enhances student participation, moral value reflection, and collaborative work, especially during activity-based learning. However, several challenges emerged, including time limitations and the absence of comprehensive character assessment instruments. Overall, the findings confirm that the deep learning approach is effective in cultivating students’ character through reflective, collaborative, and project-based activities aligned with the principles of the Merdeka Curriculum and the Pancasila Student Profile. The study highlights an urgent need for systematic teacher training and the development of character assessment frameworks to support sustainable deep learning practices in Indonesian schools.
Strengthening Digital-Based Education to Prevent Sexual Violence Against Students through Higher Education Hasruddin Nur; Suardi; Hasanudin Kasim; Besse Wulandari Aziz
Mimbar Ilmu Vol. 30 No. 3 (2025): December
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mi.v30i3.104250

Abstract

Sexual violence persists as a significant and pervasive challenge within higher education, necessitating urgent, systemic, and evidence-based interventions. This study evaluates the effectiveness of digital- based education for the prevention and management of sexual violence in Indonesian universities. Employing a mixed-methods approach, the research integrates quantitative surveys from 735 respondents, Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM), and qualitative thematic analysis of stakeholder interviews to examine institutional performance across three key dimensions: policy dissemination, value promotion, and training. The findings demonstrate that digital policy dissemination exerts a significant influence on perceived institutional effectiveness, while value promotion and training, although positively received, do not show statistical significance in shaping these perceptions. Thematic analysis underscores the critical roles of inclusive communication, accountable leadership, contextually relevant training, and victim-centered response mechanisms. The study concludes that digital education can be transformative when implemented through participatory, culturally sensitive, and structurally embedded practices. The novelty of this research lies in its empirical validation of a digital preventive framework adapted to the socio-cultural realities of Indonesian higher education, thereby contributing unique insights from the Global South to global discourses on campus safety and offering guidance for the development of equity-driven, survivor- responsive digital interventions within academic institutions.