Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Reading Aloud as a Language Intervention Strategy: A Case Study of Children with Functional Speech Delay at Rumah TIA Special Needs School in Sawahlunto City Indah Mugianti; Damri; Antoni Tsaputra; Elsa Efrina; Rahmahtrisilvia
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 02 (2026): April 2026, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v10i02.8224

Abstract

Functional speech delays affect children's communication skills, necessitating appropriate language intervention. This study aimed to examine the effectiveness of reading aloud in improving the speech skills of children with speech delays. A qualitative case study approach was used, involving five children at the Rumah TIA Special Needs School in Sawahlunto City. The intervention was delivered over four weeks, three times per week, with structured sessions tailored to each child's needs. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and were analyzed thematically. The results showed increases in vocabulary mastery, pronunciation accuracy, and verbal participation following the intervention. All participants showed positive development, with variations influenced by age and initial conditions. These findings indicate that reading aloud is an effective and practical language intervention strategy. This activity is recommended for routine implementation in schools and homes as a fun method of language stimulation to support children's communication development. Keywords: reading aloud, speech delay, language intervention, child language development, case study
Pengalaman Regulasi Emosi Guru dalam Pembelajaran Murid Disabilitas di SLB YPAC Sumatera Barat: Studi Fenomenologi Hana Salsabila; Antoni Tsaputra; Rahmatrisilvia Rahmatrisilvia; Safaruddin Safaruddin
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 16 No. 4 (2026): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v16i4.4994

Abstract

Guru Sekolah Luar Biasa (SLB) menghadapi tuntutan emosional yang tinggi dalam mendampingi murid disabilitas sehingga kemampuan meregulasi emosi menjadi kompetensi penting untuk menjaga efektivitas pembelajaran dan profesionalisme. Namun, sebagian besar penelitian sebelumnya lebih menitikberatkan pada hubungan antarvariabel dan pengalaman subjektif guru dalam meregulasi emosi masih jarang dikaji. Penelitian ini bertujuan memahami pengalaman regulasi emosi guru selama proses pembelajaran di SLB YPAC Sumatera Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi transendental dengan melibatkan lima guru yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan metode Colaizzi. Hasil penelitian mengidentifikasi tujuh tema, yaitu ragam emosi yang muncul selama pembelajaran, faktor pemicu emosi, tuntutan pekerjaan, dan kondisi pribadi, pengaruh kondisi emosional terhadap interaksi dan proses belajar, pengalaman psikologis serta fisiologis akibat tekanan emosional, strategi regulasi emosi melalui refleksi diri, pengendalian diri, dan nilai spiritual, sumber dukungan regulasi emosi dari rekan kerja, keluarga, dan lingkungan sekolah, serta makna regulasi emosi sebagai wujud kesabaran, empati, dan profesionalisme dalam mendampingi murid disabilitas. Temuan menunjukkan bahwa regulasi emosi merupakan kompetensi esensial yang mendukung kesejahteraan guru, terciptanya lingkungan belajar yang kondusif, dan peningkatan kualitas layanan pendidikan khusus.
Understanding Inclusive School Culture Through the Index for Inclusion: Empirical Findings from Primary Schools in Asahan Regency, Indonesia Nicki Andrina Sari; Damri Damri; Mega Iswari; Antoni Tsaputra; Rahmahtrisilvia Rahmahtrisilvia; Risca Amani
Jurnal Kependidikan : Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran Vol. 12 No. 3 (2026): September (IN PRESS)
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jk.v12i3.21124

Abstract

This study aims to examine the culture dimension of the Index for Inclusion in public primary schools implementing inclusive education in Asahan Regency, Indonesia. Employing a quantitative descriptive survey approach, the investigation involved 35 teachers selected through purposive sampling from seven designated inclusive public primary schools (UPTD SDN) based on their direct instructional experience in inclusive classrooms. Data were collected using an adapted questionnaire measuring Dimension A (Creating Inclusive Cultures) of the Index for Inclusion and analyzed through descriptive statistics. The findings revealed that the participating schools demonstrated a relatively strong inclusive culture, with descriptive statistical analyses revealed that the participating schools demonstrated a high level of inclusive culture, with an overall composite mean score of 1.91 (SD = 0.28) on a three-point scale (ranging from 0.00 to 2.00). Across subdimensions, Building Community achieved a higher mean score (M = 1.93, SD = 0.24), led by peer assistance (M = 1.97, SD = 0.17), whereas Establishing Inclusive Values scored slightly lower (M = 1.88, SD = 0.33), with institutional anti-discrimination practices recording the lowest mean (M = 1.85, SD = 0.36). These empirical findings indicate that principles of participation, equity, and respect for diversity are well-integrated into the school culture, while underscoring the necessity of reinforcing family engagement and explicit anti-discrimination initiatives within primary schools.
Peningkatan Kompetensi Guru Sekolah Dasar Dalam Mengidentifikasi Anak Berkebutuhan Khusus Melalui Workshop Di Nagari Jaho, Kabupaten Tanah Datar   Endang Sri Handayani; Yosa Yulia Nasri; Elsa Efrina; Johandri Taufan; Rahmahtrisilvia Rahmahtrisilvia; Arisul Mahdi; Antoni Tsaputra; Safaruddin Safaruddin; Damri Damri; Rilla Muspita; Mardhatillah Zulpiani; Salwa Nur Salsabila; Hafizh Farezi
ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Al-Matani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/2w81cm22

Abstract

Keberhasilan penyelenggaraan pendidikan inklusif sangat ditentukan oleh kompetensi guru dalam mengidentifikasi anak berkebutuhan khusus (ABK) sejak dini. Namun, masih banyak guru sekolah dasar, khususnya di daerah, yang memiliki keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam mengenali karakteristik peserta didik berkebutuhan khusus. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengidentifikasi anak berkebutuhan khusus melalui workshop di Nagari Jaho, Kabupaten Tanah Datar. Kegiatan diikuti oleh 10 guru dari tiga sekolah dasar, yaitu SDN 25 Tambangan, SDN 04 Jaho, dan SDN 11 Tambangan. Metode yang digunakan berupa penyampaian materi mengenai jenis dan karakteristik murid disabilitas, konsep pendidikan inklusif, serta praktik identifikasi disabilitas di sekolah inklusif. Efektivitas kegiatan dievaluasi menggunakan desain pretest-posttest terhadap pemahaman peserta. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti workshop. Rata-rata nilai peserta meningkat dari 23,5 pada saat pretest menjadi 27,8 pada saat posttest, dengan rata-rata peningkatan sebesar 4,3 poin. Delapan dari sepuluh peserta mengalami peningkatan skor, sedangkan dua peserta mempertahankan skor maksimal yang telah dicapai pada saat pretest. Hasil tersebut menunjukkan bahwa workshop efektif dalam meningkatkan kompetensi guru dalam mengidentifikasi anak berkebutuhan khusus sebagai langkah awal implementasi pendidikan inklusif. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas guru dalam memberikan layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik serta mendukung terwujudnya pendidikan inklusif di Nagari Jaho. Ke depan, kegiatan serupa perlu dilaksanakan secara berkelanjutan dengan cakupan peserta yang lebih luas agar dampaknya terhadap implementasi pendidikan inklusif semakin optimal