Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

The Nutritional Content of Egg and Blood's Lipid Profile of Layer Fed by Kepok Banana Meal (Musa paradisiaca L.) as Feed Supplement Leke, Jein Rinny; Wantasen, Erwin; Siahaan, Ratna; Sompie, Florencia
ANIMAL PRODUCTION Vol. 24 No. 2 (2022)
Publisher : Faculty of Animal Science, Jenderal Soedirman University in associate with the Animal Scientist Society of Indonesia (ISPI) and the Indonesian Association of Nutrition and Feed Science (AINI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jap.2022.24.2.115

Abstract

This study was aimed to evaluate the nutritional of content of egg and the fat profile of layers by feeding of kepok Banana flour (Musa paradisiaca formantypica) as feed supplement. A total of 200 laying 58-week-old hens were used in the study, with 5 treatments and 5 replications, each of which was filled with 8 chickens. The treatments were applied in a completely randomized design, continued with Duncan’s test. The treatments given by kepok banana flour were 0%, 5%, 10%, 15% and 20% substitution of corn flour. This research was conducted for 8 weeks. The parameters measure included egg crude protein (%), egg crude fat (%), egg white crude protein (%), egg yellow fat (%), egg cholesterol (mg/100 g), blood cholesterol (mg/dl), blood LDL cholesterol (mg/dl), and blood HDL cholesterol (mg/dl) of the laying hens. The results showed that the utilization of kepok banana flour up to 20% substitution of yellow corn had a highly significant effect on egg protein content, egg white protein, egg fat content, egg cholesterol content, chicken blood cholesterol, chicken blood HDL, chicken blood LDL and triglycerides of chicken blood. It was concluded that kepok banana flour substitution of up to 20% as a feed source can increase the nutritional content of chicken eggs and the fat profile of laying hens.
Supply Chain Analysis and Development Strategy of Goat Milk Processing at Maleosan Farm, North Sulawesi Wantasen, Erwin; Umboh, Sintya, J.K; Leke, Jein Rinny
Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan Vol. 35 No. 2 (2025): August 2025
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jiip.2025.035.02.13

Abstract

Maleosan Farm is the only goat milk processing facility in North Sulawesi, producing pasteurized milk from Etawa Crossbreed goats. This study analyzed the supply chain flow, value-added generation, and formulated development strategies for pasteurized goat milk production. Using purposive sampling, we collected data from 55 partner farmers, 18 milk collectors, and key stakeholders through structured interviews and observations between January and February 2025. Supply chain mapping, Hayami value-added analysis, and Key Success Factor Analysis were employed. The results showed that the supply chain involved six main actors with bidirectional information flow. Value-added ratios ranged from 36.34% (chocolate), 36.84% (strawberry), to 37.63% (original flavor), generating profits of IDR 17,810-18,656 per liter. Government support emerged as the primary driving factor (TWV=2.89), while limited capital was the main constraint (TWV=2.80). Establishing a cooperative-based partnership system is recommended to address capital limitations and optimize government support for sustainable development.
Minat Usaha Pemuda dalam Beternak Sapi Potong di Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulaweai Utara Wantasen, Erwin; Umboh, Sintya J.K; Leke, Jein R.
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 4 No. 10 (2025): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v4i10.4781

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor sosial ekonomi apa saja yang mempengaruhi minat pemuda dalam beternak sapi sehingga dapat mendorong minat mereka untuk beternak sapi sekaligus meningkatkan produktivitas ternak sapi dan pengembangan industri sapi potong di wilayah Kabupaten Minahasa Tenggara. Penelitian  dilaksanakan di Kabupaten Minahasa Tenggara dimana sampel lokasi dipilih secara purposive di Kecamatan Belang dan Kecamatan Tombatu Timur sebagai Kecamatan dengan populasi sapi potong terbanyak yaitu masing masing 888 ekor dan 678 ekor. Sebanyak 106 orang pemuda yag terdiri atas 37 orag yang beternak sapi dan 69 orang tidak beternak sapi dan  berumur 16-30 tahun dipilih secara acak sebagai sampel responden   dari 265 populasi pemuda yang beternak sapi dan yang tidak beternak sapi dengan menggunakan formulasi dari Slovin. Analisis data menggunakan model regresi linier berganda dimana variabel minat pemuda beternak sapi potong dan variabel yang mempengaruhinya di ukur dengan menggunakan skala likert berjenjang  satu sampai tiga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat pemuda beternak sapi potong di Kabupaten Minahasa Tenggara, Indonesia dipengaruhi oleh faktor sosial ekonomi seperti persepsi terhadap pendapatan,  lingkungan masyarakat, status sosial dan pemilikian lahan pertanian untuk tanaman pakan ternak sedang kan faktor lingkungan keluarga tidak berdampak  signifikan terhadap minat pemuda beternak sapi potong.  Karena itu faktor faktor tersebut perlu menjadi perhatian dari pengambil kebijakan di wilayah penelitian agar pemuda yang beternak terus mendapatkan pengetahuan berupa cara beternak sapi potong yang menguntungkan dengan biaya seminimal mungkin sedangkan untuk pemuda yang belum beternak diberikan bantuan bibit sapi potong untuk memulai usahanya yang tentunya diikuti dengan pendampingan untuk mencegah penyalahgunaan ternak sapi oleh pemuda peternak.
Risk analysis and production dynamics of smallholder pig farming in rural areas of North Sulawesi Santa, Nansi Margret; Rorimpandey, Boyke; Lainawa, Jolyanis; Wantasen, Erwin; Subagja, Hariadi
Jurnal Ilmu Peternakan Terapan Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Ilmu Peternakan Terapan
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jipt.v9i1.6363

Abstract

Smallholder pig farming in rural areas of North Sulawesi important role in food security, household economy, and socio-cultural of local communities. However, this sector faces various risks. The aims to analyze production dynamics and identify risk factors that affect the sustainability of smallholder pig farming in rural areas. The research employed a quantitative approach through a survey of 604 farmers (having 3-4 sows/farmer). Data analyzed using multiple linear regression. The results showed that labor, the cage area, quantity of medicines, farm model, and farm location in rural areas significantly influenced pig production. The breeding model resulted in higher production than the combined pig farming model and tended to have lower production risks. Pig production in rural areas is also higher than in suburban areas. Disease risk is the main cause of losses, with production and income declines reaching 182.9% in the breeding model and 303.4% in the combined model. In conclusion, the breeding model resulted in higher production and tends to have lower production risks, particularly disease-related risks that directly affect productivity and farm continuity. These risks significantly reduce household production and income, highlighting the strong relationship between production dynamics, risk levels, and the economic stability of rural pig farmers.
Struktur biaya produksi usaha budidaya maggot Black Soldier Fly (studi kasus) Sinaga, J.; Santa, N.M; Wantasen, E
ZOOTEC Vol. 46 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35792/zot.46.1.2026.66386

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menganalisis struktur biaya produksi usaha budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) pada Pusat Penyelamatan Satwa Tasikoki (PPST), Minahasa Utara, sebagai bagian dari pengelolaan limbah organik dan penyediaan pakan alami (enrichment) bagi satwa rehabilitasi. Penelitian dilaksanakan pada 1 September–31 Oktober 2025 menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi pada satu siklus produksi (43 hari), kemudian dianalisis secara deskriptif dan matematis untuk menghitung biaya tetap, biaya variabel, dan total biaya produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur biaya produksi terdiri atas biaya tetap (bibit dan penyusutan aset) serta biaya tidak tetap (biaya operasional). Total biaya produksi per siklus sebesar Rp2.119.176, yang tersusun dari biaya tetap Rp675.426 (31,87%) dan biaya tidak tetap Rp1.443.750 (68,13%). Temuan ini menunjukkan bahwa biaya produksi didominasi oleh biaya variabel, sehingga pengendalian biaya operasional menjadi faktor kunci dalam meningkatkan efisiensi usaha budidaya maggot BSF. Selain aspek ekonomi, pemanfaatan budidaya maggot BSF di PPST memberikan manfaat lingkungan dan konservasi, yaitu berkontribusi pada pengelolaan sampah organik melalui proses biokonversi, menyediakan pakan alami bagi satwa rehabilitasi, serta menghasilkan residu biokonversi (kasgot) yang berpotensi dimanfaatkan sebagai pupuk organik. Penelitian ini diharapkan menjadi rujukan bagi pengembangan budidaya maggot BSF pada unit usaha sejenis yang mengintegrasikan efisiensi biaya, pengelolaan limbah, dan keberlanjutan. Kata kunci : maggot Black Soldier Fly (BSF), struktur biaya produksi, biaya tetap, biaya variabel, biokonversi limbah organik.
Analisis pendapatan usaha ternak ayam kampung di desa kawangkoan kecamatan kalawat kabupaten minahasa utara Tiow, R. A.; Manese, M.A.V; Wantasen, E
ZOOTEC Vol. 46 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha ternak ayam kampung merupakan salah satu kegiatan ekonomi rakyat yang berpotensi memberikan kontribusi terhadap peningkatan pendapatan masyarakat pedesaan, khususnya di Desa Kawangkoan, Kecamatan Kalawat, Kabupaten Minahasa Utara. Namun, fluktuasi harga pakan dan hasil penjualan seringkali memengaruhi pendapatan peternak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pendapatan usaha ternak ayam kampung, dengan fokus pada pengaruh biaya pakan, harga jual, dan jumlah ayam yang dipelihara. Metode yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dengan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui survei terhadap 40 responden peternak ayam kampung yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan peternak sebesar Rp6.016.618 per tahun dengan rata-rata jumlah ayam yang dipelihara sebanyak 65 ekor per tahun. Model regresi yang diperoleh memiliki nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,86, yang berarti 86% variasi pendapatan dapat dijelaskan oleh biaya pakan, harga jual, dan jumlah ayam. Koefisien regresi menunjukkan bahwa biaya pakan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pendapatan (p < 0,01), sedangkan jumlah ayam berpengaruh positif dan sangat signifikan (p < 0,01). Harga jual berpengaruh positif namun tidak signifikan secara statistik (p = 0,062). Kesimpulannya, pendapatan peternak ayam kampung sangat dipengaruhi oleh efisiensi biaya pakan dan jumlah ayam yang dipelihara. Oleh karena itu, upaya peningkatan pendapatan dapat dilakukan melalui pengendalian biaya pakan serta optimalisasi populasi ayam kampung dalam usaha ternak.