Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Pengaruh Penambahan Kromium Pikolinat pada Pakan terhadap Profil Darah Sidat (Anguilla bicolor) Dewi Nugrayani; Anandita Ekasanti; Emyliana Listiowati; Hamdan Syakuri
Sainteks Vol 20, No 2 (2023): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v20i2.19444

Abstract

Selain dapat meningkatkan pertumbuhan, kromium pikolinat juga dapat mempengaruhi profil darah ikan yang menjadi salah satu indikator untuk mengetahui status kesehatan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan kromium pikolinat pada pakan terhadap profil darah ikan sidat (Anguilla bicolor). Penelitian ini dilakukan secara eksperimen menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) terdiri atas 4 perlakuan dan 8 ulangan individu ikan, yang terdiri dari perlakuan kontrol tanpa kromium pikolinat (P0), dengan kromium pikolinat 1 mg/kg pakan (P1), 2 mg/kg pakan (P2), dan 3 mg/kg pakan (P3). Parameter yang diamati untuk melihat profil darah yaitu kadar glukosa darah, kadar hemoglobin, jumlah eritrosit, persentase limfosit, persentase monosit dan persentase polimorfonuklear. Hasil menunjukkan bahwa pemberian kromium pikolinat meningkatkan persentase limfosit sidat, khususnya dengan dosis 2 mg/kg pakan. Kromium pikolinat tidak mempengaruhi kadar glukosa, kadar hemoglobin, jumlah eritrosit, persentase monosit, dan polimorfonuklear. Hasil penelitian ini mengindikasikan pengaruh kromium pikolinat pada kesehatan sidat khususnya yang berkaitan dengan aktifitas limfosit.
Performa Pertumbuhan Nilem (Osteochilus vittatus) yang Diberi Pakan dengan Suplementasi Garam Syakuri, Hamdan; Pramono, Taufik Budhi; Ekasanti, Anandita; Nugrayani, Dewi; Listiowati, Emyliana
Sainteks Vol 21, No 1 (2024): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v21i1.21069

Abstract

Suplementasi garam dalam pakan ikan mempunyai peluang meningkatkan efisiensi produksi perikanan budidaya melalui peningkatan pertumbuhan ikan. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji performa pertumbuhan Nilem (Osteochilus vittatus) yang diberi pakan dengan suplemen garam. Penelitian eksperimen dilaksanakan menggunakan rancangan acak lengkap, terdiri atas lima perlakuan dan enam ulangan. Perlakuan berupa suplementasi garam dengan dosis 0% (kontrol), 1%, 2%, 3%, dan 4%. Benih ikan (2,3 ± 0,16 g) dipelihara dalam sistem resirkulasi menggunakan wadah berisi 40 liter air dengan kepadatan 15 ekor per wadah dan diberi pakan uji selama 30 hari. Pertumbuhan ikan dan kualitas air diamati secara periodik. Hasil penelitian menunjukkan kelompok ikan yang diberi suplementasi 3% garam memiliki pertumbuhan yang tidak signifikan lebih baik berdasarkan pertambahan berat, relative growth rate (RGR) dan specific growth rate (SGR). Ikan perlakuan 2% garam menunjukkan faktor kondisi yang cenderung lebih tinggi dibandingkan ikan perlakuan lain, namun tidak signifikan secara statistik. Suplementasi garam tidak meningkatkan pertumbuhan ikan secara nyata namun berpotensi dapat membuat produksi budidaya Nilem menjadi lebih efisien.
KERAGAMAN GENETIK GUPPY (Poecilia reticulata) MENGGUNAKAN METODE RAPD (Random Amplified Polymorphic DNA) Anandita Ekasanti; Hamdan Syakuri; Muslih Muslih; Emyliana Listiowati
Jurnal Perikanan Unram Vol 13 No 4 (2023): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v13i4.663

Abstract

Guppy (Poecilia reticulata) merupakan ikan hias yang memiliki variasi warna yang unik dan bentuk ekor yang menarik.  Puluhan bahkan mungkin ratusan strain sudah dihasilkan oleh pembudidaya di berbagai daerah.  Tujuan penelitian adalah mengetahui keragaman genetik beberapa strain Guppy dari Tangerang, Depok, dan Purwokerto.  Penelitian dilakukan dengan metode eksplorasi.  Lima belas individu Guppy dengan strain berbeda yaitu  Albino Full Red (AFR), Black Moscow, Lemongrass, HB Red, dan Platinum Red diamati keragaman genetiknya. Sampel Guppy diperoleh dari daerah Tangerang, Depok, dan Purwokerto.  Sampel DNA diekstraksi dari sirip ekor.  Analisis polimorfisme DNA menggunakan teknik RAPD dengan primer OPA-7 dan OPA-2.  Hasil RAPD-PCR dianalisis menggunakan software PyElph 1.4.   Hasil penelitian menunjukkan ukuran pita DNA pada primer OPA-7 berkisar 700-1300 bp dan primer OPA-2 berkisar 450-1500 bp.  Kedua primer menghasilkan masing-masing 5 pita DNA.  Analisis filogenetik pada kedua primer menghasilkan dua kelompok besar dan dua sub kelompok pada salah satu kelompok besar. Hasil analisis filogenetik menunjukkan distribusi strain secara acak dalam kelompok yang terbentuk.  Keragaman genetik ikan Guppy dengan teknik RAPD-PCR menggunakan primer OPA-7 dan OPA-2 pada penelitian ini belum dapat menghasilkan penanda genetik spesifik untuk kelima strain yang diteliti
Penilaian Ekonomi Ekosistem Mangrove di Desa Tritih Kulon dan Karangtalun, Kabupaten Cilacap Chairummah, Annis; Wisudyanti, Dewi; Riviani, Riviani; Ekasanti, Anandita; Listiowati, Emyliana; Nugrayani, Dewi; Pelamonia, Alamanda
MAIYAH Vol 3 No 3 (2024): Maiyah : Vol. 3 No. 3 September 2024
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.maiyah.2024.3.3.13144

Abstract

Mangrove forests function as a place for the survival of various marine biota such as fish, shrimp, and crabs, especially the mangrove forest area in Tritih Kulon and Karangtalun Villages, Cilacap Regency. Mangrove forests in the area also function as a place for the reproduction of living things that can support the economy of the local community. The purpose of this internship is to determine the economic potential of the mangrove ecosystem and to determine the economic impact of the existence of the mangrove ecosystem on the income of local communities in Tritih Kulon and Karangtalun Villages, Cilacap Regency. This internship was carried out by conducting interviews and distributing questionnaires to obtain data. The results of the internship showed that the economic potential of mangrove forests in the Tritih Kulon area is quite high, namely IDR 330,430,000 and IDR 53,700,000 in Karangtalun Village. The existence of mangrove forests in both locations brings economic value to the local community through tourism activities, fisheries, and home industry production. It is hoped that this research can be a reference in the development of mangrove ecosystems in the future.
Optimalisasi Pemanfaatan Lahan dan Sumber Air melalui Kombinasi Budidaya Dalam Ember dan Akuaponik untuk Peningkatan Gizi Masyarakat Desa Serayu Larangan, Kabupaten Purbalingga Emyliana Listyowati; Anjaini, Jefri; Hamdan Syakuri; Anandita Ekasanti; Dewi Nugrayani; Tohap Simangunsong; Nurchamidah; Widhiatmoko Herry Purnomo
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 4 (2024): Oktober-Desember 2024
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i4.9823

Abstract

Budikdamber (fish farming in buckets) and aquaponics are integrated farming technologies that integrate catfish with kale and mustard greens. catfish with kale and mustard greens. This system is implemented in Serayu Larangan Village, Purbalingga Regency, as an effort to improve food security and sustainable land utilization. and sustainable land utilization. The implementation of this program showed positive results, with optimal catfish growth and productive kale and mustard greens harvests. kale and mustard greens are productive in a short time. This integration utilizes fish organic waste as nutrients for plants, thus creating a mutually supportive ecosystem. creating a mutually supportive ecosystem. The success of this program opens up potential for the development of Budikdamber and aquaponics as a business opportunity for the Serayu Larangan Village community. In addition to supporting household food security household food security, this system offers an economical and environmentally friendly business alternative. environment. Based on the results of the implementation, the Budikdamber and aquaponics program can be concluded as a successful and innovative step. program can be concluded as a successful innovative step that can be adapted to other areas with similar conditions. adapted for other areas with similar conditions. This program is an example of application of integrated cultivation technology that is efficient and sustainable
Inventory of Pests and Parasites in the Cultivation of Hotate Shellfish (Patinopecten yessoensis) in Funka Bay, Hokkaido, Japan Belva Putri Merdeka, Kezia; Ekasanti, Anandita; Nugrayani, Dewi; Matsui Gyogyobu, Daisan
Journal Of Artha Biological Engineering Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : PT. Artha GenetikaLab Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62521/0je7xm44

Abstract

Hotate Shellfish Cultivation is the largest shellfish cultivation in the world, but many pests and parasites are found. This research aims to inventory the types of pests and parasites found in the cultivation of Hotate Shellfish (Patinopecten yessoensis) in Funka Bay, Hokkaido, Japan. The objects used for this research were 54 Hotate shellfish, consisting of three life stages of shellfish, namely seed shellfish, juvenile shellfish, and adult shellfish. This research was carried out using observation and random sampling methods to determine the types and percentages of pests and parasites present during the research. This research was carried out for seven months from 13 April to 6 December 2022 at the Daisan Matsui Company, Ohama, Oshamambe, Hokkaido, Japan. The results of this research show that there are four types of pests, namely Starfish, Purple Shellfish, Crustaceans, and Sea Pineapples as well as two types of parasites, namely Annelid Worms and Barnacles which attack shellfish cultivation. The percentage of shellfish at three life stages that were attacked by parasites was 75.93%. There are several factors that control the attachment of pests and parasites, including substrate availability, nutrient availability, and environmental considerations. The surfaces and nutrients provided by hotate culture facilities provide adequate conditions for pest settlement and growth.
Aplikasi Budidaya Ikan Dalam Ember (Budikdamber) Di Kelompok PKK Desa Sawangan Wetan, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas ekasanti, anandita; Dewi Nugrayani; Emyliana Listiowati; Dewi Wisudyanti Budi Hastuti; Hamdan Syakuri
Artha Imperium: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): 2024
Publisher : PT. Artha Genetikalab Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62521/fzhndj15

Abstract

Budidaya ikan dilakukan dengan menggunakan ember-emberyang dirancang untuk memelihara ikan sekaligus sayuransecara bersamaan. Tujuan kegiatan ini adalah memberikanpengetahuan dan keterampilan memelihara ikan dan sayurandalam ember kepada ibu-ibu kelompok PKK. Metode kegiatanyang digunakan adalah belajar sambil bekerja (learning bydoing). Pelaksanaan kegiatan dengan model pembelajaranorang dewasa (andragogik) dan partisipatif dalam empattahapan yang meliputi alih teknologi melaluisosialisasi/penyuluhan aplikasi budidaya ikan dalam ember,pelatihan dan percontohan, pendampingan, dan evaluasikegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 94,44% ibu-ibuPKK peserta pelatihan telah mengetahui teknik budidaya ikanlele dan kangkung dalam ember serta mampu untukmengaplikasikannya dengan baik. Setelah 4 minggupemeliharaan, tinggi tanaman kangkung berkisar 18-22 cmdan sudah bisa dipanen. Setelah 6 minggu pemeliharaan,berat ikan lele mencapai kisaran 38,33-55,33 gram dengantingkat kelangsungan hidup berkisar 80-85%.
GROWTH PERFORMANCE AND INTESTINAL Aeromonas spp. OF BONYLIP BARB (Osteochilus vittatus) AFTER RECEIVING DIET CONTAINING SALT AND HERBAL CONCOCTION SUPPLEMENTATION Syakuri, Hamdan; Soedibya, Petrus Hary Tjahja; Marnani, Sri; Ekasanti, Anandita; Kasprijo, Kasprijo; Kusuma, Rima Oktavia; Wijaya, Rudy; Nugrayani, Dewi; Listiowati, Emyliana; Palupi, Mustika
Indonesian Aquaculture Journal Vol 19, No 2 (2024): (December, 2024)
Publisher : Agency for Marine and Fisheries Extension and Human Resources

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/iaj.19.2.2024.111-122

Abstract

Salt and herbal supplementations in fish feed are expected to promote aquaculture productivity, including for slow-growing fish such as Bonylip barb (Osteochilus vittatus). The objective of this study was to evaluate the growth performance and occurrence of Aeromonas spp. in the intestine of Bonylip barb fed a diet supplemented with salt and herbs. This experiment was conducted using a completely randomized design with four treatments: 1) control, 2) salt 3% supplementation, 3) herbal supplementation, and 4) Salt 3% and herbal supplementation. Growth performance evaluation included weight gain, relative growth rate, and specific growth rate after 30 and 60 days of rearing.  Bacterial samples were isolated on trypticase soy agar (TSA) and glutamate starch phenol red agar (GSP) media. Yellow colonies on GSP were counted and confirmed as Aeromonas spp. via molecular identification based on 16S rDNA sequence. Results showed that herbal supplementation, either alone or in combination with 3% salt, insignificantly increased the fish growth performance in the short-term (30 days), but tended to decrease it over the long-term (60 days). Salt supplementation consistently decreased fish growth performance but improved fish survival rates. Aeromonas isolates comprised more than 60 % of the culturable intestinal bacteria in all treatments. Furthermore, herbal supplementation appeared to increase the percentage of Aeromonas spp. in the intestine, with identified species including Aeromonas veronii, Aeromonas caviae, and Aeromonas jandaei.
ISOLASI, IDENTIFIKASI, DAN ANALISIS EKSPRESI GEN PENGKODE GROWTH HORMONE PADA IKAN SIDAT (Anguilla bicolor) Syakuri, Hamdan; Wibowo, Satrio Haryu; Ekasanti, Anandita; Soedibya, Petrus Hary Tjahja; Marnani, Sri; Listiowati, Emyliana; Nugrayani, Dewi; Sukardi, Purnama
Jurnal Riset Akuakultur Vol 19, No 1 (2024): (Maret 2024)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Jembrana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jra.19.1.2024.69-83

Abstract

Gen hormon pertumbuhan (growth hormone, GH) perlu dipelajari untuk mendukung domestikasi ikan sidat Anguilla bicolor di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi gen pengkode GH serta menganalisis ekspresinya pada sampel ikan sidat A. bicolor. Primer untuk amplifikasi gen GH ikan sidat A. bicolor didesain berdasarkan sekuen gen GH dari beberapa spesies ikan sidat lain yang tersedia di GenBank. Sampel cDNA hipofisa dan otak ikan sidat digunakan untuk amplifikasi gen GH. Hasil amplifikasi disekuensing dan hasilnya dianalisis menggunakan analisis BLAST, multiple sequences alignment, hormon signature, dan filogenetik. Analisis ekspresi gen GH dilakukan menggunakan teknik realtime PCR dengan metode delta-delta CT pada 14 sampel ikan sidat (23,1 ± 19,6 g; 24,5 ± 4,2 cm). Fragmen DNA sepanjang 486 bp berhasil diamplifikasi dan disekuensing. Sekuen gen GH A. bicolor memiliki similaritas nukleotida sebesar 98,49-99,14% jika dibandingkan dengan gen GH ikan sidat A. anguilla, A. australis, dan A. japonica. Sekuen parsial tersebut secara in silico diketahui mengkode bagian dari protein GH sepanjang 155 asam amino (aa). Sekuen asam amino protein GH A. bicolor sangat mirip dengan sekuen spesies ikan sidat lain dengan hanya tiga perbedaan asam amino dan membentuk satu percabangan pada pohon filogenetik. Tingkat ekspresi gen GH pada sampel ikan sidat memiliki variasi yang tinggi. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar untuk studi selanjutnya khususnya berkaitan dengan peran gen GH dalam pertumbuhan ikan sidat A. bicolor.The growth hormone (GH) gene needs to be studied to support the domestication of the Anguilla bicolor eel in Indonesia. This study aimed to isolate and identify the GH coding gene and analyze its expression in samples of the eel A. bicolor. Primers for amplification of the GH gene of A. bicolor eels were designed based on GH gene sequences from several other eel species available in GenBank. Pituitary and brain cDNA samples of eel were used for GH gene amplification. The amplification results were sequenced and the results were analyzed using BLAST analysis, multiple sequence alignment, hormone signature, and phylogenetic analysis. The GH gene expression analysis was carried out using the real-time PCR technique with the delta-delta CT method on 14 eel samples (23.1 ± 19.6 g; 24.5 ± 4.2 cm). The 486 bp DNA fragment was successfully amplified and sequenced. The GH gene sequence of A. bicolor has a nucleotide similarity of 98.49-99.14% when compared with the GH gene of other eel species A. anguilla, A. australis, and A. japonica. This partial sequence was found in silico to code 155 amino acids (aa) GH protein. The amino acid sequence of the A. bicolor GH protein is very similar to that of other eel species with only three amino acid differences and forms one branch on the phylogenetic tree. The expression level of the GH gene in eel samples had high variations. The results of this study could be a basis for further studies, especially regarding the role of the GH gene in the growth of the eel A. bicolor.