Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

A SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK PENATAAN PENGEMBANGAN AGROFORESTRY DESA RAMBAHAN, BATANGHARI: Sistem Informasi Geografis Utama, Hari Wiki; Heriberta, Heriberta Heriberta
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 7 No. 3 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v7i3.481

Abstract

Sistem Informasi Geografis merupakan salah satu dasar pemetaan berbasis digital dan juga upaya untuk mengetahui potensi suatu lahan untuk penataan kembali area Agroforestry Aren. Penggunaan digitalisasi informasi geografis dengan visualisasi berupa peta melalui penaatan pengembangan dokumentasi Aren merupakan bentuk pemanfaatan lahan yang dikembangkan untuk memberikan manfaat ekonomi dan sosial sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui Sistem Informasi Geografis menjadikan salah satu upaya untuk menata kembali kegunaan lahan. Tujuannya adalah memberi pengetahuan tentang cara pemanfaatan lahan secara optimal dengan menerapkan sistem Agroforestry berbasis Aren. Oleh kArena itu perlu adanya pembentukan pemahaman dalam proses pembangunan sistem Agroforestry Aren berbasis Sistem Informasi Geografis di lahan perkebunan. Selanjutnya akan dibuat rumah bunda dimana nanti nya rumah bunda ini akan membantu ibu-ibu untuk meningkatkan skill mereka. Untuk Kegiatan dilakukan dari Mei-September di Sesa Rambahan Kabupaten Batanghari, kegiatan yang dilakukan adalah penyuluhan, demontrasi dan melakukan penandaan melalui Sistem Informasi Geografis terhadap tanaman Aren yang nanti akan digunakan untuk pembuatan peta sebagai penataan kembali tanaman Agroforestry Aren
PELATIHAN OPERASIONAL MICRO-XRF DI LABORATORIUM TEKNIK KEBUMIAN FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITASI JAMBI Utama, Hari Wiki; Aulia, Mega
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v8i2.499

Abstract

Di era globalisasi saat ini kebutuhan akan hasil penelitian yang detail, cepat, dan akuisisi di bidang ilmu dan teknologi pada era globalisasi saat ini sangat dibutuhkan, terutama dalam riset sumber daya alam. Penentuan adanya potensi dan indikasi dari keberadaan logam dasar seperti emas, logam tanah jarang dan logam jejak yang merupakan mineral kritis merupakan salah satu target temuan saat ini yang membutuhkan metode analisis yang akurat. Dengan metode analisis micro-XRF (μ-XRF) yang dapat mengidentifikasi unsur dari material ataupun mineral yang terkandung pada suatu objek dapat terdeteksi dengan baik, meliputi penyebaran dan persentase kehadirannya dengan teknik analisis yang menggunakan Sinar-X untuk mengetahui komposisi kimia suatu sampel. Sehingga dengan metode ini dapat menjadi solusi yang tepat digunakan untuk mengindentifikasi suatu material. Dengan demikian seiring meningkatnya riset di bidang material dengan kebutuhan analisis unsur-unsur yang sulit teridentifikasi yang dulunya menjadi krusial, namun saat ini sudah terjawab dengan menggunakan metode analisis micro-XRF. Pelaksanaan kegiatan pelatihan operasional ini dilakukan dengan beberapa tahapan, meliputi tahapan materikulasi, preparasi dan jenis sampel, tahapan selanjutnya operasional penggunaan alat, dan tahapan terakhir adalah evaluasi dari kegiatan yang dilakukan. Kegiatan ini dilaksanakan di Laboratorium Teknik Kebumian, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Jambi dengan peserta berasal dari teknisi dan analisis (laboran) di semua laboratorium yang berada di Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Jambi. Dalam melaksanakan pelatihan ini, Laboratorium Kebumian didukung oleh narasumber utama dari PT. Dynatech Internasional untuk memberikan pelatihan operasional dari micro-XRF. Alat yang digunakan dalam pelatihan ini adalah micro-XRF dari Bruker dan Dynatech, satu set komputer yang telah dilengkapi dengan perangkat lunak micro-XRF di dalamnya. Peralatan yang digunakan sebelumnya sudah dilakukan instalasi, artinya peralatan yang digunakan untuk pelatihan ini siap untuk dioperasikan. Alat ini sudah terhubung dengan satu set perangkat komputer untuk melihat objek yang akan diamati melalui monitor komputer yang tersedia. Bahan yang digunakan dalam pelatihan ini berupa sampel batuan yang telah diratakan di bagian atasnya, serbuk batuan, chip komputer, lem perekat sampel, parafin, kertas karbon, mortar dan stampler, dan wadah sampel.
GEOPARK GOES TO SCHOOL DI SMAN 03 KOTA JAMBI DAN SMK MUHAMMADIYAH KOTA JAMBI Utama, Hari Wiki; Siregar, Anggi Deliana; Ritonga, D.M. Magdalene; Juventa, Juventa; Amin, Sarwo Sucitra
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v8i2.503

Abstract

Geopark dikenal juga sebagai taman bumi yang secara geografis memiliki warisan geologi, dengan keanekaragaman geologi bernilai tinggi, termasuk di dalamnya kenaekaragaman biologi, dan keanekaragaman. Geopark didesain dengan fokus pada tiga komponen utama, yaitu perlindungan dan konservasi, pembangunan infrastruktur yang berkaitan dengan pariwisata, dan pembangunan sosial-ekonomi menggunakan pengembangan wilayah berkelanjutan. Geopark sendiri adalah sebutan bagi kawasan yang memiliki unsur-unsur geologi di mana masyarakat setempat diajak berperan serta untuk melindungi dan meningkatkan nilai warisan alam, termasuk nilai arkeologi, ekologi, dan budaya yang ada di dalamnya, secara berkelanjutan. Kata Geopark adalah singkatan dari geological park atau disebut juga sebagai taman bumi. UNESCO Global Geopark Merangin Jambi (UGGp MJ) terletak di wilayah administratif Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, dan menempati ¾ dari luas wilayah administratif tersebut. Lokasi inilah yang membuat Geopark Merangin Jambi dikenal sebagai lokasi fenomena geologi bumi dengan fosil yang berumur 300 Juta Tahun Lalu. Hal ini tentunya tidak lepas dari kondisi di permukaan bumi tersebut yang tersimpan banyak jejak kehidupan sejak jutaan tahun lalu, seperti fosil kayu, tumbuh-tumbuhan dan kerang-kerangan yang memfosil di batu endapan lava dan abu vulkanik yang dilontarkan oleh gunung api purba. Geopark Goes to school adalah program pengabdian Dosen Teknik Geologi Universitas Jambi, yang bertujuan untuk memperkenalkan dan mensosialisasikan tentang Geopark Merangin di kalangan Siswa SMA supaya dapat mengetahui dan mengenalkan bahwa ada Geopark di Provinsi Jambi. Pengabdian tahun ini berlanjut ke beberapa sekolah yang ada di kota Jambi dengan Judul Geopark Goes to School Series 2. SMK Muhammadiyah Kota Jambi dan SMAN 3 Kota Jambi merupakan salah satu mitra dalam pengabdian tahun 2023, dengan tujuan siswa/i mendapat pengetahuan mengenai UNESCO Global Geopark Merangin Jambi. Geopark Merangin Jambi divalidasi sebagai UNESCO Global Geopark Merangin Jambi, agar dapat mendapat pengakuan global, serta mendapat perlindungan hukum internasional untuk dapat menjaga segala potensi dan kelestarian bumi, flora dan fauna serta budaya.
Petrogenesis and Geological Structure of Tantan Granitoid in Sungai Manau District, Merangin Regency, Jambi Province Ariani, Rizky Putri; Utama, Hari Wiki
EKSPLORIUM Vol. 43 No. 2 (2022): NOVEMBER 2022
Publisher : BRIN Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/eksplorium.2022.43.2.6415

Abstract

Tantan granitoids are Late Triassic–Early Jurassic age intrusive rocks that are quite extensive and can be partially found in Sungai Manau Sub-district, Merangin Regency, Jambi Province. Tantan granitoids are found in the Barisan Hills physiography, a magmatic arc line on Sumatra Island. Tantan granitoids are interesting to observe to explain rock formation. The petrographic and XRF analyses can provide insight into the intrusive rock type, its relationship to the tectonic framework, and magmatism. The trend of potential mineral resources can be interpreted based on the granitoid-type approach. The Tantan Granitoid Intrusion has two types of rocks: granite and quartz monzodiorite. Granite and quartz monzodiorite are sub-alkaline magma types, with the granitoid type being I-type metaluminous, which tends to have potential with base metal minerals associated with hornblende minerals from observations or petrographic analysis. Based on the TAS diagram of Na2O+K2O vs. SiO2 shows that the sub-alkaline magma type is a calc-alkaline series type in the K2O vs. SiO2 diagram and a calc-alkaline type in the AFM diagram. This data analysis shows that the tectonic formation of the Tantan Granitoid magma was formed from orogenic results in the form of a Continental Arc. This type can be associated with Meso-Thetic subduction activities against the West Sumatra Sundablock during the Late Triassic–Early Jurassic. Structures in the study area include northwest-southeast trending horizontal faults, including Batang Tantan Fault, Tiangko Fault, Sei Tengko Fault, and Serik Fault, then northeast–southwest trending regional faults, and relatively downward trending faults, namely Serik Fault and Betung Fault. The formation of fault structures is believed to result from subduction tectonic processes during this period.
Geodiversity on the Great Sumatran Fault on Sungai Penuh Aspiring for the Geopark Designation, Jambi, Indonesia Utama, Hari Wiki; Heriberta, Heriberta; Adriadi, Ade; Emilia
Journal of Geoscience, Engineering, Environment, and Technology Vol. 10 No. 3 (2025): JGEET Vol 10 No 03 : September (2025)
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jgeet.2025.10.3.16610

Abstract

Sungai Penuh is a municipality in Jambi Province which is located in the westernmost part of the administrative region. Naturally, this region has natural beauty as a tourist attraction, where landscape on the Great Sumatran Fault in the Barisan Ranges Zone. The existence of faults plays an important role as the main actor that causes deformation of rocks and natural landscapes, so that it can produce geodiversity. Thus, conditions like this can be used as an important role in the presence of geodiversity for the identification of sustainable geotourism development. The aim of this study is to provide the latest information regarding the existence of the geodiversity in the Great Sumatran Fault for aspiring geopark designation. Research methods for conducting geodiversity features of lithology, stratigraphy, geological structure, and landscape. Then, qualitative assessment of geodiversity includes of education, scientific, and tourism of geodiversity site. Stratigraphically in the research area is composed of pyroclastic Bandan, Sheared Basalt, Sungai Penuh Granodiorite, pyroclastic Pengasih, andesitic lava and volcanic breccia of Mt. Lumut, andesitic lava and volcanic breccia of Mt. Tarasih, andesitic lava and volcanic breccia of Mt. Talang, andesitic lava and volcanic breccia of Mt. Kebongsong, andesitic to basaltic lava and volcanic breccia of Mt. Raya. It has geodiversity that can be used as a geotourism site such as Peak Depati VII Coffee, Dissected Mountains Granitoid Sungai Penuh, Ancient Lake Kerinci, Khayangan Volcanic Plateu, Sungai Penuh Cold Spring, Lake Volcano-tectonic Kerinci. These conditions provide demands for the geotourism loving community to preserve geological heritage in the concept of geological conservation to be proposed as a geological site in the geotourism aspect. So that this role can later have a positive impact on the local community around geotourism objects based on sustainable geotourism development aspiring geopark designation.
IDENTIFIKASI LITOLOGI DAN KONDISI BAWAH PERMUKAAN GEDUNG B FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS JAMBI MENGGUNAKAN METODE RESISTIVITAS KONFIGURASI WENNER DAN SCHLUMBERGER Arafat, Rakhmatul; Utama, Hari Wiki; Amin, Sarwo Sucitra
JOURNAL ONLINE OF PHYSICS Vol. 11 No. 1 (2025): JOP (Journal Online of Physics) Vol 11 No 1
Publisher : Prodi Fisika FST UNJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jop.v11i1.49987

Abstract

Pembangunan infrastruktur yang masif di Universitas Jambi, khususnya pada Gedung B Fakultas Sains dan Teknologi (FST), memerlukan informasi kondisi litologi bawah permukaan untuk mendukung perencanaan yang tepat serta mitigasi risiko geoteknik di masa mendatang. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kondisi litologi bawah permukaan di area Gedung B FST yang secara geologi berada di atas Formasi Muara Enim. Metode geolistrik-resistivitas digunakan dengan dua konfigurasi, yaitu Wenner dan Schlumberger. Pengukuran dilakukan pada dua lintasan sepanjang 240 meter. Hasil inversi menunjukkan bahwa konfigurasi Wenner mampu memetakan kondisi bawah permukaan hingga kedalaman ±20 meter, sedangkan konfigurasi Schlumberger mencapai kedalaman 145–199 meter, sehingga lebih unggul dalam resolusi vertikal. Kedua konfigurasi mengidentifikasi urutan litologi yang relatif serupa, yakni lapisan tanah penutup atau material timbunan di bagian atas (310–3485 Ω·m), diikuti oleh batuan sedimen Formasi Muara Enim. Batupasir menunjukkan nilai resistivitas sedang (25–688 Ω·m), sementara batulempung memiliki resistivitas rendah (1,59–15,9 Ω·m). Interpretasi litologi bawah permukaan ini penting sebagai dasar perencanaan desain pondasi, evaluasi stabilitas struktural, serta potensi identifikasi sumber air bersih untuk mendukung pengembangan infrastruktur di lingkungan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Jambi