Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN ANTARA JENIS KELAMIN DAN MOTIVASI KERJA DENGAN KINERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT JIWA PROF. DR. V. L. RATUMBUYSANG PROVINSI SULAWESI UTARA Soeprodjo, Raden R. O. K.; Mandagi, Chreisye K. F.; Engkeng, Sulaemana
KESMAS Vol 6, No 4 (2017): Volume 6, Nomor 4, Juli 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

LATAR BELAKANG : Salah satu faktor individual yang mempengaruhi kinerja adalah karakteristik jenis kelamin, umur, tingkat pendidikan, masa kerja, dan status perkawinan. RSJ Prof. Dr. V. L Ratumbuysang Sulawesi Utara merupakan rumah sakit jiwa pusat manado kelas A, sebagai unit pelaksana teknik direktorat jendral pelayanan medic departemen kesehatan RI yang mampu memberikan pelayanan kedokteran spesialis dan subspesialis luas.. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui hubungan jenis kelamin dan motivasi kerja dengan kinerja perawat di RSJ Prof. Dr. V. L. Ratumbuysang Provinsi Sulawesi utaraMETODE PENELITIAN : Jenis penelitian ini survei analitik desain cross sectional study. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September – Oktober 2016.Populasi penelitian ini adalah jumlah perawat yang bekerja di rumah sakit yaitu 40 perawat, , cara pengambilan sampel dengan metode total sampling pada perawat. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner. Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-suare.HASIL : Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan kinerja perawat (p = 0,917), dan terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi dengan kinerja perawat (p =0,003). KESIMPULAN :Tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin dengan kinerja perawat, akan tetapi terdapat hubungan antara motivasi dengan kinerja perawat. Sebagai saran agar terus mempertahankan serta meningkatkan Motivasi kerja pegawai Rumah sakit pegawai agar pelayanan kesehatan lebih optimal.Kata Kunci : Jenis Kelamin, Motivasi , KinerjaABSTRACTBACKROUND : One of the individual factors a influence performance is the characteristics of gender, age, education level, tenure, and marital status. RSJ Prof. Dr. V. L. Ratumbuysang North Sulawesi is a mental hospital in the center of Manado Class A, as a unit of a medical engineering directorate general medic services of the health department of the Republic of Indonesia which is able to provide specialist and subspecialist medical services. The aim of the research is to know the relationship of gender and performance motivation with the performance nurses at the RSJ Prof. Dr. V. L. Ratumbuysang North Sulawesi Province. RESEARCH METHODS : This research was a cross sectional design cross-sectional study. This research was conducted in September-October 2016. The population of this research is the nurses who work in the hospital that is 40 nurses, the research sampling with the method on the nurses. The research instrument used a questionarrie. Data analysis was performed using a chi-square test. RESULTS : The results showed that there was no significant relationship between gender and nurse performance (p= 0,0917), and there was a significant correlation between motivation and nurse performance (p= 0,003). CONCLUSSION : There is no relationship between gender and performance nurse, but there is a relationship between motivation and performance nurse. As a suggestion to continue to maintain and improve employee motivation employee hospital for healthy services more optimal.Keywords : Gender, Motivation, Performance
PROMOSI KESEHATAN TENTANG PENGETAHUAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA PADA PELAJAR DI SMA NEGERI 1 AMURANG KABUPATEN MINAHASA SELATAN Sumoked, Ade Diana; Engkeng, Sulaemana; Tucunan, Ardiansa
KESMAS Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyalahgunaan narkoba merupakan masalah yang paling sering menjadi sorotan dewasa ini, khususnya di kalangan remaja, berdasarkan data dari Badan Kesehatan Dunia diperkirakan 150.000 remaja di Indonesia terlibat penyalahgunaan narkoba. perilaku beresiko penyalahgunaan narkoba pada remaja di Indonesia berhubungan signifikan terhadap pengetahuan, sikap, umur, jenis kelamin, pendidikan status ekonomi, akses terhadap media informasi, komunikasi dengan orang tua, dan adanya yang berperilaku beresiko. Jenis penelitian ini menggunakan metode pre-eksperimental design. Populasi penelitian ini berjumlah 300 siswa. Sampel dalam penelitian ini menggunakan Total Sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan ada pengaruh promosi kesehtaan terhadap pengetahuan pelajar tentang penyalahgunaan narkoba. Kata Kunci : Pengetahuan dan Narkoba ABTRACTDrug abuses is the most highlighted issue lately, especially among teenagers, based on the data provided from the World Health Organization (WHO) it is estimated that 150.000 teenagers in Indonesia are involved in drug abuse situation. The behavior of teenagers in Indonesia that risk of becoming drug abuse is significantly related to knowledge, attitude, age, gender, economic education status, access to media information, communication with parents, and the presence of those who at risk behavior. This type of research uses a pre-experimental design method. The population of this research is 300 students. The sample using in this study is Total Sampling. The result of this study showing that there is an influence of health promotion toward the knowledge of the students about drug abuse. Keywords: Knowledge and Drugs
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI DENGAN PERILAKU SEKSUAL REMAJA DI SMP NEGERI 4 SATAP LIKUPANG TIMUR KABUPATEN MINAHASA UTARA Pakaja, Jeifisa C.; Engkeng, Sulaemana; Tumurang, Marjes
KESMAS Vol 8, No 4 (2019): Volume 8, Nomor 4, Mei 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja merupakan salah satu sasaran program kesehatan reproduksi. Pada masa remaja perubahan emosi menjadi sensitif serta perilaku ingin mencoba hal-hal yang baru. Perilaku ini jika tidak didasari dengan pengatahuan dan sikap yang tidak benar maka dapat merugikan remaja tersebut, seperti perilaku seksual beresiko terhadap kehamilan yang tidak diinginkan dan dapat berlanjut pada aborsi serta penularan penyakit menular seksual. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap tentang kesehatan reproduksi dengan perilaku seksual remaja di SMP Negeri 4 Satap Likupang Timur Kabupaten Minahasa Utara. Dalam penelitian ini menggunakan survei analitik dengan rancangan penelitian cross sectional study yang dilaksanakan di SMP Negeri 4 Satap Likupang Timur pada bulan Oktober 2018-Maret 2019. Populasi seluruh siswa kelas VI, VII, dan IX berjumlah 88 remaja. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling dengan menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi berjumlah 84 remaja. Instrument penelitian yang digunakan adalah kuesioner. Analisis bivariat menggunakan uji chi-square dengan CI = 95%, α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dengan perilaku seksual yaitu nilai p = 0,000 serta tidak terdapat hubungan antara sikap tentang kesehatan reproduksi dengan perilaku seksual yaitu nilai p = 0,403. Kata Kunci : Remaja, Kesehatan Reproduksi, Perilaku Seksual ABSTRACTAdolescents are one of the targets of the reproductive health program. In adolescence emotional changes become sensitive and behavior wants to try new things. This behavior if it is not based on knowledge and incorrect attitudes can harm the adolescents, such as sexual behavior at risk of unwanted pregnancy and can continue to abortion and transmission of sexually transmitted diseases. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge and attitudes about reproductive health with adolescent sexual behavior at SMP Negeri 4 Satap Likupang Timur Kabupaten Minahasa Utara. In this study using analytical surveys with research designs cross sectional study implemented at SMP  Negeri 4 Satap Likupang Timur Kabupaten Minahasa Utara. In October 2018 - March 2019. Population of all class students VI, VII, and IX amount 88 adolescents. The sampling technique is total sampling using inclusion and exclusion criteria amount 84 Adolescents. The research instrument used was a questionnaire. Bivariate analysis using the test chi-square with CI = 95%, α = 0,05. The results showed that there was a relationship between knowledge about reproductive health and sexual behavior, namely value p = 0,000. and there is no relationship between attitudes about reproductive health and sexual behavior, namely value p = 0,403. Keywords : Adolescents, Reproductive Health, Sexual Behavior
PERBEDAAN SEBELUM DAN SESUDAH PENYULUHAN KESEHATAN TERHADAP PERILAKU PERSONAL HYGIENE SAAT MENSTRUASI PADA PELAJAR PUTRI DI SMP NEGERI 14 KOTA MANADO Bontong, Novira Emanuela; Engkeng, Sulaemana; Asrifuddin, Afnal
KESMAS Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyuluhan kesehatan merupakan sarana untuk meningkatkan kemampuan masyarakat agar mendorong dirinya dalam bidang kesehatan dalam melaksanakan cara hidup sehat dan dapat berperan aktif. perilaku personal hygiene saat menstruasi pada pelajar putri di SMP Negeri 14 Manado sebelum penyuluhan di dapat hasil pengetahuan baik berjumlah 29 (76,3%) kurang baik berjumlah 9 (23,7%). Sesudah penyuluhan pengetahuan dengan jumlah baik sebanyak 37 (97,4%) kurang baik (2,6%). Sikap pelajar putri sebelum penyuluhan baik jumlah 29 (76,3%) kurang baik berjumlah 9 (23,7%). Dan hasil sikap pelajar putri sesudah penyuluhan baik berjumlah 34 (89,5%)kurang baik berjumlah 4 (10,5%). Hasil tindakan pelajar putri sebelum penyuluhan di baik dengan jumlah 17 (44,7%) tindakan kurang baik dengan jumlah 21 (55,3%). Dan hasil tindakan pelajar putri sesudah penyuluhan baik dengan jumlah 26 (68,4%) dan tindakan kurang baik berjumlah 12 (31,6%). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah penyuluhan kesehatan terhadap perilaku personal hygiene saat menstruasi.. Jenis penelitian ini menggunakan quasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest posttest. Sampel yang diambil yaitu keseluruhan populasi yang dijadikan sebagai sampel. Analisis data dilakukan dengan pengujian statistic yaitu Uji Paired t-Test. Hasil analisis dengan menggunakan uji t sampel berpasangan di peroleh nilai t hitung pengetahuan sebelum sesudah penyuluhan 3,698 p value 0,001 , t hitung sikap sebelum sesudah penyuluhan yaitu 5,909 p value 0,000 dan hasil t hitung tindakan sebelum sesudah penyuluhan yaitu 3,857 p value 0,000. Hal ini mempunyai arti bahwa terdapat perbedaan yang signifikan tentang perilaku personal hygiene saat menstruasi sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan kesehatan.Kata kunci : penyuluhan kesehatan, perilaku personal hygiene, menstruasiABSTRACTHealth education is a means to improve the ability of the society to encourage themselves in the field of health, in implementing a healthy way of life and playing an active role. Personal hygiene behavior during menstruation on female students in state junior high school 14, Manado before counseling obtained the result: good knowledge was amounted to 29 (76,3%), deficient knowledge was amounted to 9 (23,7%). After counseling, good knowledge was amounted to 37 (97,4%), deficient knowledge (2,6%). The attitude of female students before counseling: good was amounted to 29 (76,3%) deficient amounted to 9 (23,7%). And the result of female student's attitude after counseling: good was amounted to 34 (89,5%), deficient amounted to 4 (10,5%). The result of the female student's action before the counseling: good was amounted to 17 (44,7%), bad actions with the amount of 21 (55,3%). And the result of female student's action after counseling: good with the amount of 26 (68,4%) and bad action amounted to 12 (31,6%). The purpose of this research was to determine the significant differences between before and after health counseling towards personal hygiene behavior during menstruation. The type of research used was quasi experimental research with one-group pretest posttest approach. The samples taken were the entire population used as the sample. Data analysis was conducted by statistic test, namely Paired t-Test. The result of the analysis used was paired t-test, this obtained the t value of knowledge before and after counseling 3,698 p value of 0,001, t count of attitude before and after counseling was 5,909 p value of 0,000 and t count of action before and after counseling was 3,857 p value of 0,000. This indicated that there was a significant differences in the personal hygiene behavior during menstruation before and after health counseling.Keywords: health counseling, personal hygiene behavior, menstruationPenyuluhan kesehatan merupakan sarana untuk meningkatkan kemampuan masyarakat agar mendorong dirinya dalam bidang kesehatan dalam melaksanakan cara hidup sehat dan dapat berperan aktif. perilaku personal hygiene saat menstruasi pada pelajar putri di SMP Negeri 14 Manado sebelum penyuluhan di dapat hasil pengetahuan baik berjumlah 29 (76,3%) kurang baik berjumlah 9 (23,7%). Sesudah penyuluhan pengetahuan dengan jumlah baik sebanyak 37 (97,4%) kurang baik (2,6%). Sikap pelajar putri sebelum penyuluhan baik jumlah 29 (76,3%) kurang baik berjumlah 9 (23,7%). Dan hasil sikap pelajar putri sesudah penyuluhan baik berjumlah 34 (89,5%)kurang baik berjumlah 4 (10,5%). Hasil tindakan pelajar putri sebelum penyuluhan di baik dengan jumlah 17 (44,7%) tindakan kurang baik dengan jumlah 21 (55,3%). Dan hasil tindakan pelajar putri sesudah penyuluhan baik dengan jumlah 26 (68,4%) dan tindakan kurang baik berjumlah 12 (31,6%). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah penyuluhan kesehatan terhadap perilaku personal hygiene saat menstruasi.. Jenis penelitian ini menggunakan quasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest posttest. Sampel yang diambil yaitu keseluruhan populasi yang dijadikan sebagai sampel. Analisis data dilakukan dengan pengujian statistic yaitu Uji Paired t-Test. Hasil analisis dengan menggunakan uji t sampel berpasangan di peroleh nilai t hitung pengetahuan sebelum sesudah penyuluhan 3,698 p value 0,001 , t hitung sikap sebelum sesudah penyuluhan yaitu 5,909 p value 0,000 dan hasil t hitung tindakan sebelum sesudah penyuluhan yaitu 3,857 p value 0,000. Hal ini mempunyai arti bahwa terdapat perbedaan yang signifikan tentang perilaku personal hygiene saat menstruasi sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan kesehatan.Kata kunci : penyuluhan kesehatan, perilaku personal hygiene, menstruasiABSTRACTHealth education is a means to improve the ability of the society to encourage themselves in the field of health, in implementing a healthy way of life and playing an active role. Personal hygiene behavior during menstruation on female students in state junior high school 14, Manado before counseling obtained the result: good knowledge was amounted to 29 (76,3%), deficient knowledge was amounted to 9 (23,7%). After counseling, good knowledge was amounted to 37 (97,4%), deficient knowledge (2,6%). The attitude of female students before counseling: good was amounted to 29 (76,3%) deficient amounted to 9 (23,7%). And the result of female student's attitude after counseling: good was amounted to 34 (89,5%), deficient amounted to 4 (10,5%). The result of the female student's action before the counseling: good was amounted to 17 (44,7%), bad actions with the amount of 21 (55,3%). And the result of female student's action after counseling: good with the amount of 26 (68,4%) and bad action amounted to 12 (31,6%). The purpose of this research was to determine the significant differences between before and after health counseling towards personal hygiene behavior during menstruation. The type of research used was quasi experimental research with one-group pretest posttest approach. The samples taken were the entire population used as the sample. Data analysis was conducted by statistic test, namely Paired t-Test. The result of the analysis used was paired t-test, this obtained the t value of knowledge before and after counseling 3,698 p value of 0,001, t count of attitude before and after counseling was 5,909 p value of 0,000 and t count of action before and after counseling was 3,857 p value of 0,000. This indicated that there was a significant differences in the personal hygiene behavior during menstruation before and after health counseling.Keywords: health counseling, personal hygiene behavior, menstruation
PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP PELAJAR TENTANG PENYAKIT MENULAR SEKSUAL DI SMK TRINITA MANADO Kalangi, Regina; Engkeng, Sulaemana; Asrifuddin, Afnal
KESMAS Vol 7, No 3 (2018): Volume 7, Nomor 3, Mei 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyuluhan kesehatan yaitu meningkatkan kemampuan masyarakat untuk mendorong dirinya sendiri dalam bidang kesehatan dalam melaksanakan cara hidup sehat dan dapat berperan aktif dalam upaya kesehatan. Menurut WHO Lebih dari satu juta Penyakit Menular Seksual terjadi setiap harinya di seluruh dunia. Setiap tahunnya, diduga 131 juta orang terinfeksi chlamydia, 78 juta terinfeksi gonorrhea, dan 5,6 juta terinfeksi syphilis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap tingkat pengetahuan dan sikap pelajar di SMK Trinita Manado.Jenis penelitian ini menggunakan Quasi Eksperimen dengan pendekatan One Group Pre test-Post Test. Populasi dalam penelitian ini adalah pelajar kelas X dan XI berjumlah 101 pelajar yang dijadikan sampel. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2017-juli 2018 lokasi penelitian di SMK Trinita Manado. Hasil penelitian menunjukan dari 101 responden berpengetahuan baik sebelum dilakukan penyuluhan 39 (38,6%) kurang baik 62 (61,4%). sesudah dilakukan penyuluhan berpengetahuan baik 98 (97,0%) kurang baik 3 (3,0%). Bersikap baik sebelum dilakukan penyuluhan 39 (38,6%) bersikap kurang baik 62 (61,4%) dan sesudah dilakukan penyuluhan meningkat menjadi bersikap baik 96 (95,0%) dan sikap kurang baik 5 (5,0%). Hasil Uji Paired Sample T-Test diperoleh nilai t hitung pengetahuan 11,913 dan nilai t hitung sikap 22,782. Kesimpulan: Penyuluhan kesehatan memberikan pengaruh yang signifikan pada pengetahuan dan sikap pelajar tentang penyakit menular seksual di SMK Trinita Manado dengan nilai Pengetahuan P value 0,000 dan sikap P value 0,000.Kata Kunci : Peyuluhan Kesehatan ,Pengetahuan, Sikap, Penyakit Menular Seksual.ABSTRACTBy Health Counseling the community's ability to encourage itself in implementing healthy lifestyles and play an active role in health efforts can be improved.According to the WHO More than one million sexually transmitted diseases occur every day throughout the world. Every year, it is estimated that 131 million people are infected with chlamydia, 78 million are infected with gonorrhea, and 5.6 million are infected with syphilis. Research purpose this is to determine the influence of health education on the level of knowledge and attitude of students in SMK Trinita Manado. The study was a Quasi Experiment with One Group Pretest-Post Test approach. The population was 10thand 11th grade students, and all of them with total of 101 students were treated as sample. The study was carried out in December 2017 until July 2018 in Trinita Manado vocational high school. The study found that before the counselling 39 students (38.6%) have good knowledge and 62 students (61.4%) have poor knowledge. After the counselling students with good knowledge increased to 98 (97%) and student with poor knowledge decrease to 3 (3%). Thirty-nine students 39 (38.6%) were found with good attitudes and 62 (61.4%) students were found with poor attitudes before the counselling. Change occurred after the counselling in which number of students with good attitudes increased to 96 (95%) and only 5 (5%) with poor attitudes. The t value measured using Paired Sample T-Test for knowledge was 11.913 and for attitudes was 22.782. Conclusions: The study showed that health counselling has a significant effect on the knowledge (p = 0.000) and attitudes (p = 0.000) of students about sexually transmitted disease in Trinita Manado vocational high school.Keywords : health counselling, knowledge, attitudes, sexually transmitted diseases.
HUBUNGAN ANTARA KEBIASAAN KONSUMSI ALKOHOL DENGAN KUALITAS HIDUP PENDUDUK DI KELURAHAN KOLONGAN KECAMATAN TOMOHON TENGAH KOTA TOMOHON Wagiu, Megi Irene; Sekeon, Sekplin; Engkeng, Sulaemana
KESMAS Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas hidup manusia yang berhubungan dengan kesehatan dapat diartikan sebagai respon terhadap aktivitas yang dijalani seperti aktivitas sosial, emosional, pekerjaan berhubungan dengan keluarga, rasa senang atau bahagia, harapan dan kenyataan yang diinginkan, adanya kepuasan dalam melakukan kegiatan fisik itu yang menjadikan kesejahteraan hidup manusia semakin bertambah. Kebiaasaan mengkonsumsi minuman beralkohol yang berlebihan, seseorang memiliki potensi yaitu meningkatkan kualitas hidup yang kurang baik misalnya terjadi perilaku menyimpang seperti perkelahian, pencurian dan perbuatan kriminal serta melakukan hubungan bebas. Tujuan penelian adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara kebiasaan konsumsi alkohol dengan kualitas hidup pada penduduk di Kelurahan Kolongan Kecamatan Tomohon Tengah Kota Tomohon. Jenis penelitian ini adalah analitik desain cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 96 responden yang di ambil dengan menggunakan multistage random sampling. Analisis data dilakukan dengan uji chi-square. Hasil menunjukkan bahwa responden yang mengkonsumsi alkohol dengan kualitas hidup baik (50,0%) dan kualitas hidup kurang baik (50,0%). Sedangkan responden dengan kualitas hidup kurang baik yang tidak mengkonsumsi alkohol (18,8%) dan responden dengan kualitas hidup baik yang tidak mengonsumsi alkohol (81,3%). Terdapat hubungan antara kebiasaan konsumsi alkohol dengan kualitas hidup pada penduduk di Kelurahan Kolongan kecamatan Tomohon Tengah Kota Tomohon (p=0,003).Kata kunci : Kualitas hidup, kebiasaan, konsumsi alkoholABSTRACTHuman quality of life related to health can be interpreted as a response to the activities of social activity such as living, emotional, family-related work, a sense of happy or unhappy, hopes and the fact that it wants, there is a satisfaction in doing physical activities that makes human life growing prosperity. Previous research results that there is a relationship between the habits of alcohol consumption with quality of life. Kebiaasaan consume excessive alcohol, someone has potential that is improving the quality of life outcomes aberrant behavior as occurs for example, fighting, theft and Criminal deeds and relations free. The purpose of the research to find out whether there is a relationship between the habits of alcohol consumtion with the quality of life of the residents in the village Kolongan Sub-district Of Central City Of Tomohon. Type of this research is to design analytical cross sectional. The number of samples in this study were 96 respondents who are in grab using multistage random sampling. Data analysis was done with chi-square test. The results indicate that respondents who consume alcohol with a good quality of life (50.0%) and quality of life outcomes (50.0%). While respondents with less good quality of life that does not consume alcohol (18.8%) and respondents with good quality of life that is not consuming alcohol (81.3%). There is a relationship between the habits of alcohol consumption with the quality of life of the residents in the village Kolongan sub-district of central city of Tomohon Tomohon (p = 0.003).Keywords: quality of life, habits, alcohol consumption
PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN PELAJAR TENTANG PENYALAHGUNAAN NARKOBA DI SMA NEGERI 1 MANADO Toar, Azriel Elisabeth; Adam, Hilman; Engkeng, Sulaemana
KESMAS Vol 8, No 7 (2019): Volume 8, Nomor 7, NOVEMBER 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Penyuluhan  kesehatan adalah upaya yang direncanakan untuk memengaruhi orang lain baik individu, kelompok atau masyarakat sehingga dapat melakukan seperti yang diharapkan oleh pelaku penyuluh kesehatan. Masalah penyalahgunaan narkoba merupakan masalah yang sering menjadi sorotan dewasa ini, khususnya di kalangan remaja, berdasarkan data dari WHO di perkirakan 150.000 remaja di Indonesia terlibat penyalahgunaan narkoba. Berdasarkan data dari polisi resort Kota Manado menunjukan bahwa kasus penyalahgunaan narkoba meningkat secara terus-menurus dan dari tahun-ketahun. Pada tahun 2015 terdapat satu kasus dengan jumlah tersangka tujuh orang dan pada tahun 2016 terdapat delapan tersangka,pada tahun 2017 terdapat sembilan tersangka, pada tahun 2018 terdapat 22 tersangka dan pada awal 2019 terdapat 10 tersangka, maka dari data tersebut dilihat terjadi peningkatan kasus jenis narkoba dari tahun 2015-2018, sedangkan pada tahun 2019 terjadi penurunan kasus penyalagunaan jenis narkoba. Tujuan Penelitian: untuk mengetahui pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap pengetahuan pelajar di SMA Negeri 1 Manado terhapa bahaya penyalahgunaan narkoba. Metode penelitia ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan tru eksperimen dengan pendekatan one group pre-test post-test. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah pelajar kelas XI IPA 7 dan kelas XI IPA 8 dengan jumlah 80 pelajar. Hasil penelitian:  Menunjukkan ada pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap pengetahuan pelajar kelompok eksperimen dengan nilai (p=0,018) dan tidak ada pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap pengetahuan pelajar kelompok kontrol dengan nilai (p=0,643). Kesimpulan: Terdapat pengaruh penyuluhan kesehatan pada pelajar kelompok eksperimen dan tidak terdapat pengarh penyuluhan kesehtan pada pelajar kelompok kontrol.  Kata Kunci: Pengetahuan Penyalahgunaan Narkoba ABSTRACTBackground: Health education is a planned effort to influence others, whether individuals, groups or communities, so that they can do as expected by the health educator. The problem of drug abuse is a problem that is often in the spotlight today, especially among adolescents, based on data from the World Health Organization, it is estimated that 150,000 adolescents in Indonesia are involved in drug abuse. Based on data from the Manado City resort police shows that drug abuse cases are increasing steadily and year after year. In 2015 there were one case with seven suspects and in 2016 there were eight suspects, in 2017 there were nine suspects, in 2018 there were 22 suspects and in early 2019 there were 10 suspects. So from these data seen an increase in cases of drug types from 2015-2018, while in 2019 there was a decrease in cases of drug abuse. Research Objective: To find out the effect of health education on students' knowledge in Manado 1 High School about the dangers of drug abuse. Research method is a quantitative study using experimental groups with one group pre-test post-test approach. The population and sample in this study were students of class XI Natural Sciences 7 and 8 with a total of 80 students. Results: There was an effect of health education on the knowledge of experimental group students with a value (p = 0.018) and there was no effect of health education on the knowledge of control group students with a value (p = 0.643). Conclusion: There is an effect of health education on experimental group students and there is no effect on health education on control group students. Keywords:Knowledge, Drug Abuse
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU KONSUMSI JAJANAN PADA PELAJAR DI SEKOLAH DASAR NEGERI 16 DAN SEKOLAH DASAR NEGERI 120 KOTA MANADO Wowor, Prisca; Engkeng, Sulaemana; Kalesaran, Angela F. C
KESMAS Vol 7, No 5 (2018): Volume 7, Nomor 5, September 2018
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku jajanan pada anak, yaitu berasal dari dalam diri pelajar dan dari luar atau lingkungan pelajar. Untuk itu orang tua dan guru perlu memberikan keteladanan, pendampingan, pemantauan dan tindakan yang nyata kepada anak dalam mengkonsumsi makanan jajanan yang sehat. Selain itu, lemahnya pengetahuan gizi dan kondisi sosial ekonomi yang juga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku jajanan pada anak. Berdasarkan hal tersebut maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku konsumsi jajanan pada pelajar SDN 16 dan SDN 120 Kota Manado.  Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode survei, dan dengan pendekatan cross sectional dimana variabel independen (sikap terhadap makanan, pengetahuan gizi, pengaruh teman sebaya, kebiasaan membawa bekal, kebiasaan sarapan) dan dependen (perilaku konsumsi jajanan) di teliti secara bersamaan. Dengan populasi adalah seluruh pelajar kelas 4, 5, dan 6 di SDN 16 dan SDN 120 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, maka didapatkan jumlah responden sebanyak 89 pelajar Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa adanya hubungan antara sikap terhadap makanan (p = 0,000), pengetahuan (p = 0,000), pengaruh teman sebaya (p = 0,020), kebiasaan membawa bekal (p = 0,000), kebiasaan sarapan pagi (p = 0,003) dengan perilaku konsumsi jajanan.  Adanya hubungan antara sikap terhadap makanan jajanan, pengetahuan gizi, pengaruh teman sebaya, kebiasaan membawa bekal, kebiasaan sarapan pagi dengan perilaku konsumsi jajanan pada pelajar SDN 16 dan SDN 120 Kota Manado. Kata Kunci: Perilaku konsumsi, Jajanan ABSTRACTFactors that influence hawker behavior in children, which come from within the student and from outside or the student environment. For this reason parents and teachers need to provide exemplary, mentoring, monitoring and concrete actions for children to consume healthy snacks. In addition, weak knowledge of nutrition and socio-economic conditions are also one of the factors that influence snack behavior in children. Based on this, the purpose of this study was to determine the factors associated with snack consumption behavior for students of SDN 16 and SDN 120 Kota Manado. The research design used in this study is quantitative research using survey methods, and with a cross sectional approach where the independent variables (attitudes toward food, knowledge of nutrition, peer influence, habits of carrying lunch, breakfast habits) and dependence (snack consumption behavior) in carefully simultaneously. With the population are all students in grades 4, 5, and 6 in SDN 16 and SDN 120 who meet the inclusion and exclusion criteria, then the number of respondents is 89 students. The results in this study indicate that there is a relationship between attitudes towards food (p = 0,000), knowledge (p = 0,000), peer influence (p = 0,020), habit of carrying lunch (p = 0,000), breakfast habits (p = 0.003) with snacks consumption behavior. There is a relationship between attitudes toward snack foods, knowledge of nutrition, peer influence, habit of carrying lunch, breakfast habits with snacks consumption behavior for students of SDN 16 and SDN 120 Kota Manado. Keywords: Consumption behavior, snacks
PENGARUH PROMOSI KESEHATAN TERHADAP PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA PELAJAR DI SMA KATOLIK KARITAS KOTA TOMOHON Watugigir, Angle T.G; Engkeng, Sulaemana; Maddusa, Sri Seprianto
KESMAS Vol 8, No 4 (2019): Volume 8, Nomor 4, Mei 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada tatanan lingkungan sekolah adalah usaha pemberdayaan di lingkungan sekolah untuk pelajar, guru, dan masyarakat agar tahu, mau dan mampu menerapkan PHBS. Promosi kesehatan merupakan  upaya pembelajaran diri untuk meningkatkan kemampuan agar dapat menolong diri sendiri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh promosi kesehatan terhadap PHBS pada pelajar di SMA Katolik Karitas Kota Tomohon.  Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian true eksperimen yang menggunakan pre-test dan  post-test dengan kontrol grup. Jumlah pelajar kelas X berjumlah  84 dan kelas XI yaitu 85 pelajar dengan jumlah keseluruhan responden 169. Dapat disimpulkan dalam penelitian ini terdapat pengaruh  promosi kesehatan yang signifikan terhadap perilaku hidup bersih dan sehat pada pelajar sebelum dan sesudah diberikan promosi kesehatan dengan nilai p Value < 0,005. Saran bagi sekolah untuk dapat menerapkan PHBS pada pelajar di sekolah dan untuk pelajar agar dapat meningkatkan dan mempraktikan PHBS dalam kehidupan sehari-hari terutama dalam lingkungan sekolah. Kata Kunci: Promosi Kesehatan, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat ABSTRACTClean and Healthy Lifestyle Habits (CHLH) within school organization is an effort of empowerment in school area targeting students, teachers and publics in order to be aware, willing and able to implement CHLH. Health promotion is an attempt of self-learning to improve capabilities; hence, ones can protect themselves. This study aims to discover the influence of health promotion towards clean and healthy lifestyle habits on students of Catholic Karitas Senior High School in Tomohon. This study utilizes true experiment research method that uses pre-test and post-test with control group. The total students of grade X are 84 and grade XI are 85, the total of respondents are 169 respondents. This study concludes that there is significant impact of health promotion towards clean and healthy lifestyle habits on high school students before and after being information about health promotion with the value of p Value < 0,005. School is recommended to implement clean and healthy lifestyle habits on students, whereas students are expected to improve and apply this way of living in daily lives mainly in the school environment. Keywords: Health Promotion, Clean and Healthy Lifestyles Habits
PENERAPAN DAN PERNYATAAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA TATANAN RUMAH TANGGA KELURAHAN BAILANG KECAMATAN BUNAKEN KOTA MANADO Irianto, Erliena E.; Tompunu, Fransien; Engkeng, Sulaemana
KESMAS Vol 6, No 4 (2017): Volume 6, Nomor 4, Juli 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PHBS adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar tahu, mau dan mampu melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat. PHBS di Rumah Tangga dilakukan untuk mencapai Rumah Tangga Sehat (World Health Organization, 2012). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Penerapan dan Pernyataan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Kelurahan Bailang Kecamatan Bunaken Kota Manado tentang menggunakan air bersih, mencuci tangan menggunakan air bersih dan sabun, menggunakan jamban sehat, makan buah dan sayur setiap hari, tidak merokok di dalam rumah. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode survei deskriptif. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni-Agustus tahun 2017 di Lingkungan 4 Kelurahan Bailang Kecamatan Bunaken Kota Manado. Sampel dalam penelitian ini yaitu 76 ibu rumah tangga. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dengan analisis deskriptif melalui aplikasi statistik komputer. Hasil penelitian yang dilakukan didapat 76 ibu setuju dengan pernyataan PHBS menggunakan air bersih, mencuci tangan menggunakan air bersih dan mengalir, menggunakan jamban sehat, 64 ibu setuju dengan pernyataan PHBS makan buah dan sayur setiap hari, 43 ibu setuju dengan pernyataan PHBS tidak merokok di dalam rumah. 76 ibu menerapkan PHBS menggunakan air bersih serta PHBS mencuci tangan dengan air bersih dan sabun, 73 ibu menerapkan PHBS menggunakan jamban sehat, 74 ibu menerapkan PHBS makan buah dan sayur setiap hari, dan 54 ibu menerapkan PHBS tidak merokok di dalam rumah.Penerapan dan pernyataan PHBS pada Tatanan Rumah Tangga di Kelurahan Bailang Kecamatan Bunaken sudah baik. Tetapi masih ada yang kurang baik di pernyataan PHBS makan buah dan sayur setiap hari, pernyataan PHBS tidak merokok di dalam rumah, penerapan PHBS menggunakan jamban sehat, penerapan PHBS tidak merokok di dalam rumah.Kata Kunci: Penerapan, PHBS, Rumah TanggaABSTRACTCHLB in Households is an effort to empower household members to determine, willing and able to implement clean and healthy living behavior as well as to play an active role in the health movement in the community. CHLB in Households is conducted to achieve Healthy Household (World Health Organization, 2012). This study aims to find out the Application and Statement of Clean and Healthy Living Behavior in Bailang Sub-District, Bunaken District, Manado about using clean water, washing hands using clean water and soap, using healthy toilets, eating fruits and vegetables every day, not smoking at home. The research type was quantitative research with descriptive survey method. The research was conducted from June to August 2017 in Environment 4, Bailang Sub-District, Bunaken District, Manado. The sample in this research were 76 housewives. The research instrument used was questionnaire with descriptive analysis through computer statistic application. From the research conducted, 76 mothers agreed with CHLB statement to use clean water, to wash hand by using clean and flowing water, to use healthy toilets, 64 mothers agreed with CHLB statement to eat fruits and vegetables every day, 43 mothers agreed with CHLB statement for not smoking at home. 76 mothers applied CHLB by using clean water and CHLB by washing their hands with clean water and soap, 73 mothers applied CHLB by using healthy toilets, 74 mothers applied CHLB by eating fruits and vegetables every day, and 54 mothers applied CHLB by not smoking at home. The implementation and statement of CHLB in Household Orders of Bailang Sub-District, Bunaken District was categorized as propitious. But there was several lacks in CHLB statement of eating fruits and vegetables every day, CHLB statement for not smoking at home, the implementation of CHLB to use healthy toilets, the implementation of CHLB for not smoking at home.Keywords: Implementation, CHLB, Household
Co-Authors A. J.M Rattu, A. J.M Adam, Hilman Adam, Reski Eka Pratiwi Adisti A. Rumayar, Adisti A. Akili, Rahayu H Ali, Christania Cindy Natasya Ardiansa A.T Tucunan, Ardiansa A.T Asep Rahman Asrifudin, Afnal Avriline, Yossie B H. R. Kairupan Bontong, Novira Emanuela Boseke, Mikael Billy bowonseet, Priska Budi T. Ratag Chreisye K.F Mandagi, Chreisye K.F Chreisye Mandagi, Chreisye Christian R. Tilaar, Christian R. Clara, Karwur Regina Claudio Dalending, Intania Chimylova Daslety, Vindhy Daud, Juwita Demar, Angellina I. Egeten, Esri Andrew Koresa Egeten, Evita Christiani Febi Kolibu, Febi Ghufron, Deisy Trihandayana Hasiru, Febrianti Herdy Munayang Hermawan, Lestari Amaliadi Irianto, Erliena E. Iyong, Elvira Aprelia Jacob, Firginya K. Jeanvili Jenifer Anti, Berliana Brighitta Jumria Kadi, Nurhaliza Kalangi, Regina Kalesaran, Angela Fitriani Clementine Kantohe, Stefanus Karawanep, Cesilia M. Kawatu, Paul A.T Kimati, Rahmawati Kolibu, Febi K. Korompis, Grace Esther Caroline Laode, Alya Laurensia, Veronika Lempoy, Jimmy Junior Limbat, Rio Daniel Christovel Linelejan, Monalisa Lumenta, Prisilia Gloria Maddusa, Sri Seprianto Maino, Irny E. Malonda, Nancy S.H Mambo, Hizkia Mamengko, Venezha A.L. Mandagi, Chreisye K. F. Manongga, Wiendra Nicodemus Maramis, F R Raymond Maureen I. Punuh, Maureen I. Mawitjere, Mega Putri Belia Medila, Kristy Mino, Zety Salasabilah Mokodompit, Pratiwi Munayan, Herdy Nancy S. H. Malonda Nancy S.H. Malonda, Nancy S.H. Nayoan, Listiowati Neu, Cicilia Nurmidin, M Fadel Nusu, Servitia Nusu, Servitia Ointu, Nadya Ondang , Tesalonika Ondang, Maya Marini Pabiaran, Anita Pakaja, Jeifisa C. Palar, Trianda A. L. Pandey, Lestari Angraina Pangemanan, Kimiko Intan Strysi Paraso, Saskia Parengkuan, Virginia Parinding, Reva Paul A. T. Kawatu, Paul A. T. Pertiwi, Chrismy Maharani Putri Ponimin, Priska Bella Vionie Punuh, Maureen I Punuh, Maureen Irinne Rahayu Akili, Rahayu Rahayu H. Akili, Rahayu H. Ratag, Budi. T. Rattu, A. J.M. Rattu, Angelheart Joy Maynart Ratu, Rifkha Elisabeth Raule, Jean H. Renaldi S. Sondakh, Renaldi S. Renaldi, Brian Riyandi, Muhamad Rumengan, Prisckylla Runia, Buamona Runtuwene, Herty Utari Sagai, Seska Shinta Sagune, Novanda Sri Regina Salamu, Sri Maharani Sanger, Paulus Ezra Sari, Intan Iman Sari, Nur Imas Sekeon, Sekplin Sekeon, Sekplin S. Seko, Militia Kristi Sinundeng, Oktavian M. Soeprodjo, Raden R. O. K. Sonjaya, Kurnia Herdalita Sudiyono, Tri Setiawati Sumoked, Ade Diana Sunkudon, Stephanie D. Suoth, Visi Supit, Rinny P. Supit, Rinny P. Tambuwun, Nieke Vinka Tambuwun, Soviany R. Tanggang, Stela Tebisi, Dwi Ayu Ningsi Tiara, Chasandra Tiwa, Madeline Gracia Toar, Azriel Elisabeth Tompunu, Fransien Tulangow, Ralfi R. Tumurang, Marjes Tumurang, Marjes N Umboh, Elisabeth Marselina Umboh, Tirsa Wagiu, Megi Irene Walangitan, Vrischa F. Walesasi, Intan Permata Sari Watugigir, Angle T.G Watulangkow, Enggelin Chelin Wawointana, Ivana Putri Youlma Wenas, Crifianny P. Wowiling, Majesty Wowor, Prisca Wulan P. J. Kaunang Yolanda Anastasia Sihombing Yulianty Sanggelorang