Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Gambaran Pengetahuan, Sikap, Dan Tindakan Pekerja Terhadap Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) Di Tambang Emas Pt Bulawan Daya Lestari Kabupaten Bolaang Mongondow Sulawesi Utara Sindi Claudia Mokodongan; Christian Bertom Pajung; Bukroanah A. Makkau; Richard Andreas Palilingan; Bintang Sri Rezeki Panjaitan; Syafriani Syafriani
Jurnal Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum Vol. 4 No. 2 (2026): Juni : Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum
Publisher : STIKES Columbia Asia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62027/praba.v4i2.898

Abstract

Occupational Safety and Health (OSH) is a fundamental component of mining operations, given the high risk of occupational accidents. The use of Personal Protective Equipment (PPE) is an essential strategy for preventing work-related accidents. However, low compliance with PPE use remains a concern at the gold mining site of PT Bulawan Daya Lestari, Bolaang Mongondow Regency, North Sulawesi. This study aimed to describe workers’ knowledge, attitudes, and practices regarding PPE use at the gold mining site of PT Bulawan Daya Lestari, Bolaang Mongondow Regency, North Sulawesi. A quantitative descriptive study with a cross-sectional approach was conducted. A total of 150 respondents were selected from a population of 240 workers using simple random sampling, with the sample size determined using the Slovin formula (5% margin of error). Data were collected using an observation sheet to assess practices and questionnaires to measure knowledge and attitudes. The data were analyzed using univariate analysis presented as frequency distributions and percentages. The findings showed that 144 respondents (96%) had good knowledge of PPE use. Regarding attitudes, 102 respondents (68%) demonstrated moderate attitudes, while 47 respondents (31.3%) demonstrated good attitudes. Furthermore, 142 respondents (94%) demonstrated good PPE use practices in the workplace. In conclusion, workers at PT Bulawan Daya Lestari had good knowledge, moderate attitudes, and good practices regarding PPE use. The company is encouraged to strengthen OSH education programs, provide more ergonomic PPE, and improve supervision systems to promote better attitudes and sustained compliance with PPE use.
Analisis Penerapan Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Puskesmas Wolaang Kecamatan Langowan Timur Grevia Syalomita Wuon; Richard Andreas Palilingan; Bintang Sri Rezeki Panjaitan; Ilham Salam; Fentje Welliam Langitan; Jilly Toar
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1036

Abstract

Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama seperti puskesmas masih menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait kebijakan, perencanaan, dan evaluasi yang belum optimal sesuai Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) No. 52 Tahun 2018. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan manajemen K3 di Puskesmas Wolaang serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap 8 informan yang terdiri dari Kepala Puskesmas, Koordinator K3, dokter, perawat, bidan, petugas farmasi, dan petugas loket. Analisis data dilakukan dengan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan K3 di Puskesmas Wolaang belum memiliki dokumen formal khusus seperti Surat Keputusan (SK) Tim K3, meskipun tim dan koordinator K3 telah dibentuk. Perencanaan dan evaluasi K3 dilaksanakan secara rutin melalui kegiatan mini lokakarya dan apel pagi, namun belum berbasis identifikasi bahaya dan penilaian risiko yang formal. Pelaksanaan K3 seperti penggunaan alat pelindung diri (APD) dan hand hygiene telah berjalan namun belum merata di seluruh unit kerja. Kendala utama yang ditemukan adalah belum tersedianya tenaga kesehatan yang mendapat pelatihan khusus K3, keterbatasan sarana pendukung seperti air bersih, serta kelalaian individu dalam kepatuhan penggunaan APD. Faktor pendukung meliputi kerja sama tim dan komitmen pimpinan puskesmas. Dapat disimpulkan bahwa penerapan manajemen K3 di Puskesmas Wolaang belum sepenuhnya sesuai dengan Permenkes No. 52 Tahun 2018, sehingga diperlukan pelatihan K3 bagi tenaga kesehatan, penyusunan kebijakan formal, serta peningkatan sarana pendukung K3.
Hubungan Antara Pengetahuan Dengan Sikap Tentang Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Pada Siswa Di SDN 15 Bintauna Fahria Radjiku; A.A.J Telew; Alva Supit; Bukroanah Amir Makkau; Bintang Sri Rejeki Panjaitan; Fredrik A. Makadada
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1318

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan salah satu indikator penting dalam peningkatan derajatkesehatan anak usia sekolah. Survei pendahuluan di SDN 15 Bintauna menemukan masalah seperti siswa tidakmencuci tangan dengan sabun, membuang sampah sembarangan, dan kurangnya kesadaran menjaga kebersihanfasilitas sekolah. Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 mencatat hanya 41,8% penduduk SulawesiUtara mencuci tangan dengan benar, dan pada kelompok usia 10-14. Tahun hanya 46%. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan, gambaran sikap, serta hubungan antara pengetahuan dengansikap tentang PHBS pada siswa SDN 15 Bintauna. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional menggunakan uji chi-square. Penelitian dilaksanakan pada bulan April-Mei 2026 dengan populasisekaligus sampel sebanyak 41 siswa kelas 4, 5, dan 6 menggunakan teknik total sampling. Instrumen yangdigunakan adalah kuesioner yang diadaptasi dari Nurhidayah (2021), terdiri dari 15 item pengetahuan dan 13item sikap. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitianmenunjukkan sebagian besar siswa memiliki pengetahuan cukup (43,9%), diikuti baik (34,1%), dan kurang(22,0%). Dari sisi sikap, 56,1% siswa bersikap positif dan 43,9% bersikap negatif terhadap PHBS. Hasil uji Chi-Square diperoleh p-value = 0,020 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan bermakna antara pengetahuandengan sikap tentang PHBS pada siswa SDN 15 Bintauna, di mana siswa berpengetahuan baik cenderungbersikap positif (85,7%).