Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Analisis Kebutuhan Pengembangan E-Module Biologi Dasar untuk Mendukung Pembelajaran Biologi Dasar secara Online Pratiwi, Andi Citra; Jamaluddin, Asham Bin; Azis, Andi Asmawati; Arifin, Arifah Novia; Dipalaya, Tismi
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 22 No. 3 (2022): ECOSYSTEM Vol. 22 No 3, September-Desember Tahun 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v22i3.1990

Abstract

Terjadinya Pandemi Covid-19 yang menyebabkan perubahan pola pembelajaran secara offline menjadi pembelajaran online, sehingga memberikan tantangan tersendiri bagi dunia Pendidikan tinggi, baik bagi mahasiswa maupun bagi dosen. Sebagai upaya peningkatan kualitas pembelajaran Biologi Dasar secara online, maka dinilai penting untuk menganalisis pengalaman mahasiswa selama mengikuti pembelajaran online Biologi Dasar, khususnya terkait jenis sumber belajar yang digunakan dan kendala yang dialami selama pembelajaran di masa Pandemi Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis sumber belajar yang dimanfaatkan mahasiswa selama pembelajaran Biologi Dasar secara online, kendala yang dialami mahasiswa selama pembelajaran Biologi Dasar secara online, dan persepsi mahasiswa terkait potensi penggunaan E-Module Biologi Dasar untuk mendukung pembelajaran online Biologi Dasar. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa Jurusan Biologi Angkatan 2021 yang telah mengikuti pembelajaran Biologi Dasar secara online. Sebanyak 60 mahasiswa berpartisipasi secagai responden dengan mengisi kuesioner yang diedarkan melalui google form. Hasil analisis data terkait pengalaman mahasiswa dalam Pembelajaran Biologi Dasar secara online menunjukkan bahwa jenis sumber belajar yang paling umum digunakan oleh responden adalah Buku Fisik/Text Book (47%), Internet (43%), dan Powerpoint (42%). Responden umumnya menggunakan satu atau dua jenis sumber belajar, hanya sedikit responden yang menggunakan lebih dari dua sumber belajar. Jaringan yang tidak stabil (40%) dan kesulitan memahami materi yang disampaikan secara online (21%) merupakan kendala yang paling banyak dialami oleh responden selama pembelajaran Biologi Dasar secara online. The occurrence of the Covid-19 Pandemic which caused the change in learning patterns from offline to online learning posed its own challenges for the world of higher education, both for students and for lecturers. As an effort to improve the quality of online General Biology learning, it is considered important to analyze students' experiences while participating in online Basic Biology learning, especially regarding the types of learning resources used and the obstacles experienced during the Covid-19 Pandemic. Therefore, this study aims to find out 1) Types of learning resources used by students during online General Biology learning, 2) Constraints experienced by students during online Basic Biology learning, and 3) Student perceptions regarding the potential use of General Biology E-Module to support online Biology learning. The population of this study were students majoring in Biology Class of 2021 who had taken online Basic Biology lessons. As many as 60 students participated as respondents by filling out a questionnaire which was distributed online via the Google form. The results of data analysis related to students' experiences in learning Basic Biology online show that the most common types of learning resources used by respondents are Physical Books/Text Books (47%), Internet (43%), and Powerpoint (42%). Respondents generally use one or two types of learning resources, only a few respondents use more than two learning sources. Unstable network (40%) and difficulty understanding material delivered online (21%) are the most common obstacles experienced by respondents during online General Biology learning.
Desain Prototipe Filter Air Bersih Berbasis Tenaga Surya Sariman, Syahrul; Swandi, Ahmad; Ratnawati, Ratnawati; Buraerah, Muh. Fikruddin; Dipalaya, Tismi
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 23 No. 2 (2023): Ecosystem Vol. 23 No 2, Mei - Agustus Tahun 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v23i2.2877

Abstract

Keterbatasan air bersih yang layak digunakan oleh masyarakat masih menjadi masalah dibeberapa tempat khususunya di daerah terpencil yang belum memiliki akses air dari PDAM dan menggunakan air baku dari sumur dan sungai. Tidak semua air dari mata air dapat langsung digunakan, perlu adanya proses penjernihan terlebih dahulu sebelum air tersebut disimpan didalam penampungan. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain prototipe penjernihan air baku menggunakan sistem filterasi berbasis tenaga surya. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan jenis pendekatan R&D. Dari hasil pengujian, prototipe ini mampu menjernihkan air dengan debit 1.368 liter/per jam. adapun data parameter air berupa suhu, TDS dan pH sebelum melalui proses filtraisi adalah masing-masing 28,3 0C, 263 ppm, 8,98. Dan setelah melalui filtrasi adalah masing-masing 27,0 0C, 109 ppm, 8,30. Sedangkan secara visual dan penciuman terjadi perubahan warna dan bau air setelah dan sebelum melewati sistem filterisasi. Tentu saja perlu pengukuran di laboratorium untuk memasikan kembali kandungan mineral atau zat-zat lainnya didalam air. Selain itu, dengan menggunakan panel surya 50 Wp, aki 12 volt 18 Ah dan pompa DC 50 watt, sistem ini dapat bekerja selama 2,8 jam dibawah sinar matahari. Tegangan, arus, daya listrik dan Efisiensi panel surya yang dihasilkan dipengaruhi oleh besar kecilnya intensitas cahaya matahari, jika intensitas matahari tinggi maka efisiensi yang dihasilkan tinggi begitu juga sebaliknya Limited clean water that is suitable for use by the community is still a problem in several places, especially in remote areas that do not have access to water from the PDAM and use raw water from wells and rivers. Not all water from springs can be used directly, there needs to be a purification process before the water is stored in the reservoir. This study aims to design a raw water purification prototype using a solar-powered filteration system. The research used an experimental method with a type of R&D approach. From the test results, this prototype is capable of purifying water with a debit of 1,368 liters/per hour. the water parameter data in the form of temperature, TDS and pH before going through the filtration process were respectively 28.3 0C, 263 ppm, 8.98. And after going through filtration are respectively 27.0 0C, 109 ppm, 8.30. Meanwhile, visually and smelling, there is a change in the color and smell of the water after and before it passes through the filtering system. Of course it needs measurements in the laboratory to reconfirm the content of minerals or other substances in the water. In addition, using a 50 Wp solar panel, 12 volt 18 Ah battery and a 50 watt DC pump, this system can work for 2.8 hours under the sun. Voltage, current, electric power and the efficiency of the resulting solar panels are affected by the size of the intensity of sunlight, if the intensity of the sun is high, the resulting efficiency will be high and vice versa
EKSPLORASI ETNOMATEMATIKA TERHADAP POLA GEOMETRI PADA RUMAH ADAT TONGKONAN DI TORAJA Jainuddin Jainuddin; Tismi Dipalaya; Elsiana Tappi Mangampang
KLASIKAL : JOURNAL OF EDUCATION, LANGUAGE TEACHING AND SCIENCE Vol 4 No 3 (2022): Klasikal: Journal of Education, Language Teaching and Science
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52208/klasikal.v4i3.328

Abstract

Geometri merupakan cabang ilmu yang mempelajari tentang hubungan antara titik-titik, garis- garis, dan bidang-bidang serta bangun datar dan bangun ruang. Dalam penerapan matematika geometri sangat membantu dalam kehidupan sehari-hari. Penerapan matematika khususnya geometri dalam kehidupan sehari-hari sangat banyak sekali. Peranan geometri yang bisa digunakan yaitu pada pembuatan rumah. Dalam perkembanganya, rumah sebagai tempat berlindung dan memiliki beragam bentuk, ukuran dan desain. Salah satunya adalah rumah panggung yang mempunyai sejumlah kelebihan, di antaranya sebagai anti banjir, aman terhadap binatang buas, halaman lebih luas, tahan gempa, kesan tradisional yang kuat, bentuknya unik, dan interior lebih sejuk. Salah satu peranan geometri pada rumah panggung yaitu rumah adat Toraja atau biasa disebut Tongkonan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hasil eksplorasi dan peran etnomatematika terhadap pola geometri pada rumah adat tongkonan di Toraja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi dengan pengambilan data berupa observasi, wawancara, catatan lapangan serta dokumentasi.
Tingkat Kesiapan Menjadi Guru Mahasiswa Kependidikan Universitas Bosowa Angkatan 2020 Rahim, Abdurrachman; Dipalaya, Tismi; Nurwidyayanti, Nurwidyayanti
Jounal of Primary Education Vol 4 No 2 (2024): Bosowa Journal of Education, Juni 2024
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/bje.v4i2.4640

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesiapan mahasiswa jurusan kependidikan Universitas Bosowa angkatan 2020 untuk menjadi guru. Penelitian dilakukan di Universitas Bosowa dengan subyek pada penelitian ini adalah mahasiswa jurusan kependidikan Universitas Bosowa angkatan 2020. Data dikumpulkan dengan menggunakan angket di mana indikator kesiapan menjadi guru yang digunakan pada penelitian ini ada empat yakni kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, kompetensi kepribadian, dan kompetensi sosial. Data kemudian diolah secara deskriptif dengan menggunakan rumus persentase. Adapun tingkat kesiapan menjadi guru bagi mahasiswa jurusan kependidikan berada dalam kategori sangat baik dengan persentase rata-rata 82,10%. Hal ini menunjukkan bahwa Universitas Bosowa telah mampu mempersiapkan mahasiswa calon guru dengan sangat baik untuk terjun dalam dunia kerja berprofesi sebagai guru. Kompetensi kepribadian memperoleh skor tertinggi yakni 84,69% yang berada dalam kategori sangat baik. Begitupula dengan kompetensi sosial dan kompetensi pedagogik yang masing-masing mempunyai skor 83,69% dan 80,15% yang masing-masing berada dalam kategori sangat baik juga. Hal yang masih perlu ditingkatkan adalah kompetensi profesional yang masih mempunyai skor sebesar 79,88% yang berada pada kategori baik. The purpose of this study is to assess the readiness level of students from the Educational Department at Universitas Bosowa, Class of 2020, to become teachers. The research was conducted at Universitas Bosowa, with the subjects being the students of the Educational Department from the Class of 2020. Data was collected using a questionnaire, where four indicators of teaching readiness were used: pedagogical competence, professional competence, personality competence, and social competence. The data was then analyzed descriptively using percentage formulas. The overall readiness level of the students to become teachers is categorized as very good, with an average percentage of 82.10%. This indicates that Universitas Bosowa has effectively prepared its students for a career in teaching. Personality competence received the highest score of 84.69%, placing it in the very good category. Similarly, social competence and pedagogical competence scored 83.69% and 80.15%, respectively, both also falling into the very good category. However, professional competence needs improvement, as it has a score of 79.88%, which falls into the good category.
Guided Inquiry Learning Model in Science Learning on Responsible Attitudes of Elementary School Students Hamid, Sundari; Muhammad Yunus; Ifa Safira; Satria; Tismi Dipalaya
MIMBAR PGSD Undiksha Vol. 11 No. 3 (2023): October
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpgsd.v11i3.59828

Abstract

The lack of students' responsible attitudes towards science subjects means that teachers must be able to design meaningful learning and maximize student involvement in the learning process, therefore the guided inquiry learning model is an alternative for trying to increase students' responsible attitudes in the learning process. This research was carried out with the aim of analyzing the effect of implementing the guided inquiry learning model on the responsible attitudes of fifth grade elementary school students. This type of research is quasi-experimental research using non-equivalent control group design. The population was 56 students so a total sampling of 56 students was used. The data in this study was collected using observation sheets and questionnaires, then analyzed using the SPSS version 20 program, data analysis consisted of normality tests, homogeneity tests, and paired sample T-tests. The results of the research are that there is a significant influence on the application of the guided inquiry learning model on the responsible attitude of fifth grade elementary school students in science subjects. It was concluded that the application of the guided inquiry learning model could improve the responsible attitude of fifth grade elementary school students in science subjects.
Pelatihan Pembuatan Alat Peraga Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal Di Kabupaten Jeneponto Rahim, Abdurrachman; Angreani, A. Vivit; Dipalaya, Tismi; Swandi, Ahmad; Putri, Fina Melani
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (MEDITEG) Vol. 9 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (MEDITEG)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/mediteg.v9i2.280

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam mengembangkan alat peraga yang sesuai dengan konteks budaya lokal, serta memperbaiki proses pembelajaran di SMPN 7 Turatea di wilayah tersebut. Melalui pendekatan PjBL yang berstandar emas, peserta pelatihan didorong untuk menerapkan metode proyek yang melibatkan eksplorasi, desain, dan implementasi alat peraga secara praktis dan kreatif. Pelatihan ini melibatkan sesi teori dan praktik yang dirancang untuk memfasilitasi pemahaman mendalam tentang pemanfaatan kearifan lokal dalam pendidikan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi 5 tahapan yaitu sosialisasi, pelatihan, pendampingan teknis, transfer teknologi, dan evaluasi penerapan alat peraga berbasis kearifan lokal dengan menggunakan model Gold Standart Project Based Learning. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilkan guru terhadap penggunaan Gold-Standard Project Based Learning Berbasis Kearifan Lokal sebesar N-Gain >0,5 dengan kategori sedang. Selain itu, jumlah paket perangkat pembelajaran berbasis kearifan lokal yang dihasilkan dari kegiatan ini dari 0 menjadi 10 perangkat berbasis kearifan lokal.
THE CORRELATION BETWEEN RESIDENTIAL TYPE AND ECOLOGICAL AWARENESS OF STUDENTS IN HIGHER EDUCATION Dipalaya, Tismi; Rahim, Abdurrachman; Fatma, Fatma
KLASIKAL : JOURNAL OF EDUCATION, LANGUAGE TEACHING AND SCIENCE Vol 6 No 2 (2024): Klasikal: Journal of Education, Language Teaching and Science
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52208/klasikal.v6i2.1183

Abstract

This study investigates the correlation between residential type (village, district, or city) and ecological awareness among students in higher education. Through a quantitative analysis, the research reveals that there are no statistically significant differences in ecological awareness across different residential backgrounds. The mean ecological awareness scores for students from villages, districts, and cities were 3.74, 3.81, and 3.70, respectively, suggesting that factors other than residential type may have a more substantial influence on ecological awareness. These findings challenge the strong version of place attachment theory, which posits that individuals in rural areas would have higher ecological awareness due to their closer proximity to nature. The study also notes the potential influence of other variables such as education level, media exposure, and personal values. Additionally, the research highlights the limitations posed by the small sample size, particularly for district residents, and calls for further studies with larger and more diverse samples to validate the findings. The results underscore the complexity of ecological awareness and the necessity of a multifaceted approach in understanding environmental attitudes and behaviors.
TEACHER PERCEPTIONS OF THE USE OF ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) IN SCIENCE LEARNING IN MAKASSAR CITY Arwien, Rizki Trisnawaty; Wirawan, Zose; Dipalaya, Tismi; Mutmainnah, Nurul
KLASIKAL : JOURNAL OF EDUCATION, LANGUAGE TEACHING AND SCIENCE Vol 7 No 1 (2025): Klasikal: Journal of Education, Language Teaching and Science
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52208/klasikal.v7i1.1338

Abstract

This study aims to analyze teachers' perceptions of the use of Artificial Intelligence (AI) in science learning (Ilmu Pengetahuan Alam/IPA) in Makassar City. The method used is descriptive quantitative, with data collected through a Likert-scale questionnaire distributed to 25 junior high school science teachers. The questionnaire was developed based on five main aspects: teaching experience, interest and motivation, benefits and impacts, challenges and obstacles, and expectations regarding the use of AI. The results of the study indicate that the majority of teachers have a positive perception of the integration of AI in science education. Teachers reported benefits in terms of increased student motivation, more innovative learning experiences, and easier explanations of abstract scientific concepts. However, several challenges remain, such as limited access to devices, internet connectivity, and technical skills. Despite these challenges, teachers demonstrate a high level of readiness and enthusiasm to participate in further training and express strong expectations for AI to be formally integrated into the science curriculum. The study recommends policy support, ongoing professional development, and infrastructure improvements to ensure the effective and equitable implementation of AI across schools
PEMANFAATAN PENGOLAHAN AIR BERSIH BERBASIS TENAGA SURYA PADA MATA PELAJARAN IPA MENGGUNAKAN MODEL PDEODE UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN AIR DAN MENINGKATKAN LITERASI SAINS GURU DAN SISWA DI PULAU PUTIANGIN Dipalaya, Tismi; Taking, Muh. Idris; Rizal, A.; Swandi, Ahmad; Putri, Fina Melani; Rahim, Abdurrachman
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2024): Vol. 5 No. 5 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i5.36726

Abstract

Program pengabdian ini bertujuan untuk menyediakan akses air bersih berbasis tenaga surya dan meningkatkan literasi sains pada guru dan siswa di Pulau Putiangin. Dengan memanfaatkan teknologi pengolahan air berbasis tenaga surya, program ini mengintegrasikan konsep sains dalam kehidupan sehari-hari, sehingga pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan relevan. Teknologi yang diperkenalkan adalah sistem pengolahan air dengan reverse osmosis yang didukung oleh tenaga surya, yang tidak hanya hemat energi tetapi juga ramah lingkungan dan berkelanjutan. Metode pelaksanaan PKM ini dibagi menjadi 5 tahap yaitu sosialisasi, pelatihan, pendampingan, evaluasi, dan keberlanjutan. Proses pelatihan dilakukan melalui pendekatan model pembelajaran PDEODE (Predict-Discuss-Explain-Observe-Discuss-Explain), yang melibatkan guru dan siswa secara langsung dalam eksplorasi dan diskusi ilmiah mengenai cara kerja teknologi pengolahan air. Dengan model ini, guru dan siswa diajak untuk memprediksi, mengamati, dan memahami prinsip-prinsip ilmiah di balik pengolahan air berbasis tenaga surya, sehingga literasi sains mereka dapat berkembang dengan lebih baik. Program ini tidak hanya berfokus pada penggunaan teknologi tetapi juga mendukung proses pembelajaran yang mendorong kemampuan berpikir kritis dan analitis. Hasil dari program ini menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terhadap konsep-konsep sains terkait energi terbarukan dan siklus air, serta peningkatan kemampuan guru dalam menggunakan model pembelajaran PDEODE dalam mata pelajaran IPA. Selain itu, sistem pengolahan air berbasis tenaga surya yang diterapkan mampu menyediakan air bersih yang memenuhi kebutuhan harian sekolah dan komunitas sekitar