Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Warisan Kuliner Randang Baluik sebagai Potensi Ekonomi di Nagari Pagaruyung Kabupaten Tanah Datar Najmi, Najmi; Naldi, Hendra; Afriani, Rini; Silva, Ray; Nasution, Annisa Annida; Abianza, Erza
Jurnal Kronologi Vol 6 No 4 (2024): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jk.v7i2.909

Abstract

Nagari Pagaruyung which is located in Tanah Datar Regency is famous for producing rendang, especially "Randang Baluik" (Rendang Eel). On average, Nagari Pagaruyung women can cook this special food. Randang Baluik itself is made from eels and typical leaves that are used as a complement to its manufacture. The difference is that with other rendang such as meat rendang, eel rendang contains more typical leaves of eel rendang than the eel itself. The leaves for making rendang are very easy to find, especially in the Pagaruyung area. The process of making eel rendang is not much different from meat rendang, only the ingredients are different. The taste is also different. In addition, cooking randang baluik has become a hereditary tradition for the people of Pagaruyung and Tanah Datar in general. However, the community has not widely understood that randang baluik is an inherent cultural identity and as an economic source for the community. This is the researcher's finding and will find a solution for the community so that this cultural identity belongs to the community and is not lost to the times. The specific purpose of this research is to provide solutions to the government and the community about the importance of the cultural identity of randang baluik and as a source of additional income for the community. In addition, offering a solution, namely making Pagaruyung a country that produces randang baluik and later becomes a tourism potential, especially culinary tourism. This research will use a descriptive method of analysis using a historical approach. In addition, it also uses the literature method, namely by looking at sources such as previous studies that also discuss rendang and will also use the interview method with several sources.
Kepemimpinan Pemuda dalam Pelestarian Sejarah Lokal : Analisis Peran Rio Tampati Putra sebagai Founder Museum Perang Sintuk Naldi, Hendra; Najmi, Najmi; Silva, Ray; Veronika, Mutiara Rejani; Andeskoli, Oriza
Jurnal Kronologi Vol 6 No 4 (2024): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jk.v7i2.911

Abstract

This research is motivated by awareness of the important role of youth in preserving local history and culture. The Sintuk War Museum exists because of the enthusiasm of a young man from Nagari Sintuk named Rio Tampati Putra. Proving that youth leadership and initiative can be key in preserving and reviving local history. This research is qualitative research that uses historical research methods. Several stages in the Historiography process involve steps such as Heuristics (data collection), Verification (source criticism), Interpretation (interpretation), and historiography (historical writing). The results of this research show that Rio Tampati Putra's background in establishing the Sintuk War Museum was to teach the younger generation about the great struggle of Indonesia's ancestors in gaining independence. Through visionary and collaborative leadership, Rio Tampati Putra succeeded in making the Sintuk War Museum a source of historical learning for students and forming a community that is beneficial for the younger generation through collaboration with various parties.
IMPLIKASI KECERDASAN DALAM PEMBELAJARAN PAI DI SD IT PERADABAN KOTA SERANG Najmi, Najmi; Kholili, Ahmad; Dirjo, Dirjo; Maslihah, Maslihah
ATTA`DIB Vol. 7 No. 2 (2023): JUNI
Publisher : Program Studi PGMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/at-tadib.v7i2.19518

Abstract

Proses pembelajaran yang efektif harus memperhatikan seluruh aspek kecerdasan yang dimiliki siswa. Untuk itu penelitian ini bertujuan mengungkap keterlibatan kecerdasan dalam pembelaja-ran yang harus diperhatikan oleh guru dalam pembelajaran PAI d SD IT Peradaban, agar proses pembelajaran dapat berjalan sesuai pada tingkat kebutuhan dan kemampuan siswa. Kualitatif menjadi pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini dengan jenis penelitian studi lapangan untuk mengkaji data yang diperoleh di lingkungan SD IT Peradaban sebagai sumber primer dan beberapa sumber buku yang relevan sebagai data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah wawancara. Berdasarkan analisis data melalui tahap reduksi, penyajian dan veri-fikasi serta penarikan kesimpulan maka dihasilkan penelitian ini yaitu mengungkapkan adanya implikasi kecerdasan dalam pembelajaran yang harus diterapkan oleh guru dengan memberikan pelayanan kepada siswa yang focus terhadap kecerdasan majemuk dengan memberikan fasilitas proses pembelajaran yang menunjang bagi perkembangan kecerdasannya. Kesimpulan penelitian ini mengungkapkan bahwa kecerdasan dan pembelajaran merupakan dua unsur yang sudah pasti terlibat dalam proses pembelajaran, karena seseorang dapat cerdas jika ia belajar dan seseorang dapat belajar jika ia menggunakan kecerdasannya dengan maksimal. Maka dari itu peran guru yang sangat vital dalam memberikan pembelajaran yang terimpilakasi dengan kecerdasan.
PERALIHAN HAK MILIK ATAS TANAH KARENA PEWARISAN TERHADAP TANAH GANGGAM BAUNTUAK Wahyudi, Wahyudi; Najmi, Najmi
Lambung Mangkurat Law Journal Vol. 4 No. 2 (2019): September
Publisher : Program magister Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32801/abc.v4i2.90

Abstract

Ganggam bauntuak merupakan metode pembagian tanah milik kaum ke­pada anggota kaum. Pemegang hak ganggam bauntuak bukan hanya berstatus pe­makai, akan tetapi juga sebagai pemilik dalam kepemilikan bersama oleh anggota kaum. Pendaftaran tanah ganggam bauntuak menghasilkan sertipikat hak milik, dengan mendaftarkan tanah ganggam bauntuak akan mempertegas status kepemi­likannya sebagai tanah milik adat yang komunal selama didaftarkan atas nama kaum, akan tetapi dalam pelaksanaanya tanah ganggam bauntuak lebih banyak didaftarkan atas nama perorangan. Metode penelitian yang digunakan adalah yuri­dis empiris, yaitu dengan memperhatikan norma-norma hukum yang berlaku lalu membandingkannya dengan kenyataan atau fakta yang terjadi di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadinya ganggam bauntuak atas pusaka tinggi di Kota Bukittinggi diawali dengan musyawarah kaum untuk membagi pengelolaan pusaka tinggi. Setelah adanya kesepakatan kaum, mamak kepala waris memberikan ganggam bauntuak kepada masing-masing jurai. Pewarisan terhadap tanah pu­saka tinggi yang sudah ganggam bauntuak adalah dilanjutkan pengelolaannya oleh ahli waris pemegang hak ganggam bauntuak yang sajurai menurut garis keturunan ibu (Matrilineal). Proses pendaftaran peralihan hak milik atas tanah ganggam bauntuak karena pewarisan dilakukan berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku sesuai dengan Pasal 42 Peraturan Pemerintah No. 24 Tahun 1997 tentang Pendaf­taran Tanah, dan secara khusus diatur dalam Pasal 111 PMNA/K-BPN Nomor 3 Tahun 1997
Perkembangan Olahraga Pacu Jawi: Dari Tradisi Budaya hingga Organisasi di Kabupaten Tanah Datar (1990-2024) Medri, Laura; Najmi, Najmi
Jurnal Kronologi Vol 7 No 3 (2025): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jk.v7i3.981

Abstract

Pacu Jawi is a traditional agrarian festivity of the Minangkabau community that has undergone a significant transformation into a formally organized traditional sport, particularly in Tanah Datar Regency. This study aims to explain the development of Pacu Jawi from 1990 to 2024, tracing its evolution from a post-harvest ritual tradition to the establishment of a formal institution, namely the Persatuan Olahraga Pacu Jawi (PORWI). This research applies historical methods, including the stages of heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. Data were collected through literature review, interviews with traditional leaders and PORWI administrators, and documentation of Pacu Jawi events. The findings reveal that the transformation of Pacu Jawi has been influenced by modernization, tourism promotion, and local cultural preservation efforts by the community and local government. Since the formation of PORWI in 2000 and its official recognition in 2021, the governance of Pacu Jawi has undergone structural reform, including the establishment of organizational systems, implementation of procedural standards, and increased financial support from the government. Challenges such as the COVID-19 pandemic and natural disasters were met with adaptive institutional strategies grounded in Minangkabau customary values. Today, Pacu Jawi serves not only as a sporting and cultural performance but also as a symbol of Minangkabau cultural identity and a growing source of local economic potential. This study contributes to the discourse on the history of traditional sports and the dynamics of cultural institutions in Indonesia.
Implementation of Merdeka Curriculum in the Form of Culinary Training for Teachers and Students at UPT. SKB 1 Tanah Datar Najmi, Najmi; Anggraini, Ezi; Salam, Abdul; Fitriah, Rahmuliani; Nasution, Annisa Annida; Abianza, Erza
TRANSFORMASI : JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT Vol 5, No 1 (2025): April
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/transformasi.v5i1.26696

Abstract

Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) 1 Tanah Datar, located in Nagari Pagaruyung, Tanjung Emas District, Tanah Datar Regency, is a strategic educational institution with great development potential. Despite having adequate facilities and the support of committed educators, SKB 1 Tanah Datar faces obstacles in curriculum implementation, especially in the Pancasila Student Profile program. The implementation of this community service program aims to improve the competence of students and tutors at SKB 1 Tanah Datar, with a focus on culinary training. The implementation method includes coordination with the UPT SKB 1 Tanah Datar, theory and practice-based training, and evaluation to ensure the quality of training. Through the transfer of knowledge, sustainability, and income generation approaches. This training is expected to improve learners' skills, strengthen teachers' competencies, and create new business opportunities that support the economic welfare of especially learners (package B and C). The evaluation showed that despite challenges in teacher competence and curriculum understanding, this activity had a positive impact on developing the skills of learners and student teachers at SKB 1 Tanah Datar
Usaha Durian di Desa Barung-barung Balantai Kecamatan Koto XI Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan Tahun 2012 - 2024 Salsabila, Ahada; Najmi, Najmi
Jurnal Kronologi Vol 7 No 4 (2025): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jk.v7i4.1002

Abstract

Durian (Durio zibethinus Murr.) is an exotic tropical fruit plant with a distinctive taste and aroma. This fruit is known as the "king of fruits" and is loved by various levels of society because of its uniqueness. This study aims to analyze the background of Mr. Zulfikal's durian business in Barung - Barung Balantai village, Koto XI Tarusan District, Pesisir Selatan Regency in 2012 - 2024, as well as the development of Mr. Zulfikal's durian business. This study uses a historical method with heuristic stages, source criticism, interpretation, and historiography. Data were collected through literature studies, observations, and direct interviews with durian business owners. The results show that Mr. Zulfikal began his life journey as a street vendor because that was the only source of income to meet his family's needs. Over time, each durian season brought an increase in income that continued to grow every year, Zulfikal's durian business grew rapidly, from a street vendor to a large-scale durian processing entrepreneur with peeled durian products (dulpas) marketed outside West Sumatra. From a socio-economic perspective, this business has created jobs for the local community and increased the income of the owners and workers. The conclusion of this study is that Mr. Zulfikal's durian business has experienced rapid growth, going from a small-scale vendor to a large-scale durian enterprise. This business not only increases revenue but also creates jobs and positively contributes to the local economy.
Literasi Finansial dan Digitalisasi UMKM di Desa Ponduowae: Strategi Peningkatan Kapasitas Masyarakat Melalui Program Pendidikan Non-Formal Sutrisna, Saleh; Kada, Marselino Sambo; Usman, Auliah; Najmi, Najmi; Zahirah, Zahirah; Indra, Indra; Amalia, Tiara; Faizi, Besse Nur; Murni, Murni; Putri, Nabila; Parman, Imelda Aulia; Rajab, Vira Ardianti; Suci, Syahra Deviena Khien
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 4 No 3: Oktober (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v4i3.1756

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas program pendidikan non-formal dalam meningkatkan literasi finansial dan digitalisasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Pondouwae, Kecamatan Polinggona, Kabupaten Kolaka. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi lapangan (field research), melibatkan 25 pelaku UMKM yang mengikuti pelatihan berbasis praktik langsung. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pendidikan non-formal yang mengintegrasikan literasi finansial dan digitalisasi usaha secara signifikan meningkatkan kapasitas pelaku UMKM. Rata-rata skor literasi finansial meningkat dari 55% menjadi 78%, sedangkan literasi digital naik dari 48% menjadi 74%. Peserta mulai menerapkan pencatatan keuangan secara rutin, menggunakan metode pembayaran digital, serta memanfaatkan media sosial dan marketplace sebagai sarana promosi. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris terhadap pengembangan model pemberdayaan berbasis masyarakat melalui pendidikan non-formal yang partisipatif dan kontekstual. Hasilnya memperkuat teori Difusi Inovasi dan Capability Approach, serta menawarkan model integratif yang dapat direplikasi untuk meningkatkan daya saing dan kemandirian ekonomi UMKM di era digital.
Migrasi Suku Batak Toba ke Daerah Palas, Kota Pekanbaru 1952-2000 Purnawarman, Yoel Agung; Najmi, Najmi
YASIN Vol 5 No 5 (2025): OKTOBER
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/yasin.v5i5.7067

Abstract

Pekanbaru City, the capital of Riau Province, has long been a major migration hub in Sumatra, attracting diverse ethnic groups since the early years of Indonesia’s independence. This study aims to trace the migration history of the Batak Toba people to the Palas area from the initial phase through the fourth period, and to analyze their socio-cultural adaptation strategies in the new environment. Employing historical research methods encompassing the stages of heuristics, source criticism, interpretation, and historiography, this study explores the dynamics of population mobility and intercultural interaction. The findings indicate that the migration of the Batak Toba to Palas was driven not only by economic factors but also by cultural values such as marserak, the Dalihan Na Tolu customary system, and the ethos of hamoraon, hagabeon, and hasangapon. The HKBP Church played a pivotal role in strengthening solidarity, preserving community identity, and facilitating adaptation to new social, cultural, and economic contexts. This study concludes that Batak Toba migration is a complex historical process with a significant impact on the formation of social networks and community integration in multicultural urban areas such as Pekanbaru. These findings underscore the importance of cultural values and community institutions in fostering successful social integration in urban settings.
ASPEK HUKUM TERHADAP PERJANJIAN EKSTRADISI ANTARA INDONESIA-SINGAPURA DALAM HUKUM INTERNASIONAL Magdariza, Magdariza; Najmi, Najmi; Zahara, Zahara
UNES Journal of Swara Justisia Vol 6 No 4 (2023): Unes Journal of Swara Justisia (Januari 2023)
Publisher : Program Magister Ilmu Hukum Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/ujsj.v6i4.301

Abstract

Perjanjian ekstradisi merupakan perjanjian internasional yang dilakukan antar negara dan isinya berkaitan dengan ekstradisi terhadap tersangka atau pelaku kejahatan termasuk kejahatan ekonomi. Sebagai perjanjian internasional maka perjanjian ekstradisi mempunyai kekuatan hukum yang mengikat sesuai dengan hukum internasional. Perjanjian ekstradisi pada umumnya dirafikasi oleh negara. Perjanjian ekstradisi antara Indonesia-Singapura jika akhirnya dapat terwujud dan diratifikasi oleh negara maka mempunyai kekuatan hukum kuat dan mengikat di tinjau dari hukum internasional. Sehingga kedua negara harus menjalankan dan melaksanakan isi perjanjian dengan itikad baik. Indonesia-Singapura saat ini sedang melakukan perundingan lebih lanjut untuk membahas perjanjian ekstradisi dalam rangka penanggulangan kejahatan ekonomi. Selama ini tersangka atau pelaku kejahatan ekonomi di Indonesia banyak yang melarikan diri ke Singapura beserta dengan sejumlah uang dan modal yang besar. Sedangkan hukum Indonesia tidak dapat menjangkau ke wilayah Singapura. Jika perjanjian ekstradisi Indonesia-Singapura dapat terwujud maka membawa prospek besar diantaranya tersangka atau pelaku kejahatan ekonomi tersebut dapat dibawa kembali ke Indonesia untuk dijatuhi hukuman sesuai dengan aturan hukum yang berlaku, begitupun sebaliknya bagi Singapura.