Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Seminar Nasional Hasil Penelitian LP2M UNM

Karakteristik Batako Menggunakan Pozolan Organik Dalam Menciptakan Green Material Nur Anny S. Taufieq; Irma Aswani Ahmad; Akshari Tahir Lopa
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2021 : PROSIDING EDISI 10
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1271.628 KB)

Abstract

Abstract.  One of the wastes that can be utilized is Rice Husk Ash (ASP). Rice husk ash is a waste material from processing rice into rice in rice mills, which is not used for further processing. As a waste material for processing mills, rice husk ash is an alternative additive that can substitute for cement. This study aims to determine the characteristics of Rice Husk Ash (ASP) as a cement substitution material in making bricks and to determine the characteristics of rice husk ash (ASP) as a cement substitution material. The results showed that the specimens with ASP 3% contained high SiO2 compounds, namely 60.81%. The test object with 5% ASP contains 40.32% CaO compound. And the test object with ASP 7% contains CaO compound of 32.58%.Keywords: Brick, rice husk ash (ASP)
Sifat Workability Beton Ramah Lingkungan Irma Aswani Ahmad; Nurlita Pertiwi; Nur Anny Suryaningsih Taufieq
Seminar Nasional LP2M UNM 2017
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.376 KB)

Abstract

Salah satu sifat dari beton segar yang mempengaruhi kualitas beton ramah lingkungan yaitu workability dikaji dalam penelitian ini. Beton ramah lingkungan yang diteliti adalah jenis beton yang menggunakan limbah abu sekam padi (ASP) sebagai pengganti sebagian semen.Penelitian ini adalah penelitian eksperimental yang dilakukan pada Laboratorium Uji Bahan Jurusan PTSP FT UNM. Benda uji beton segar dibuat berdasarkan rancangan campuran mutu beton 20 MPa dengan fas 0.45. Persentase ASP yang digunakan adalah 0% , 5% dan 7.5% dari berat semen.Sifat workability ini diukur dengan 3 parameter yaitu hasil dari uji slump, faktor kepadatan dan bleeding. Berbeda dengan penelitian lain, semen yang digunakan adalah tipe Portland Composite Cement. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi persentase ASP, maka nilai slump, faktor kepadatan dan bleeding semakin rendah. Hasil penelitian ini memberikan gambaran jelas mengenai pengaruh persentase abu sekam padi terhadap workability. Hal ini bermanfaat dalam penentuan jumlah air sehingga mendapatkan workability yang layak dalam menciptakan beton ramah lingkungan. Kata kunci: workability, ramah lingkungan, bleeding, faktor kepadatan, slump
Karakteristik campuran abu sekam padi dan slag sebagai cementituous materials Irma Aswani Ahmad; Heru Winarno; Andi Yusdy Dwiasta
Seminar Nasional LP2M UNM Prosiding Edisi 2
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Raw material in cement production is a source of natural wealth that is not renewable, namely limestone, silica sand, clay and iron sand. This situation causes the cement productions damage environmental sustainability. Based on this phenomenon, the researchers tried to find other materials that are like cement (cementitious material). According to previous researchers, rice husk ash and slag contain silica in sufficient quantities so that it can be used as a substitute for cement. Therefore the purpose of this research is to use both organic and inorganic waste materials as cementitious materials that are like cement. The research conducted was experimental research. Rice husk ash and slag as cementitious material are examined for chemical characteristics and physics. Test specimens in the form of cement paste are divided into two types, namely control specimens (without rice husk ash and slag) and treatment specimens (husk ash and slag as much as 2.5% - 15% of the weight of cement). Tests performed on cement paste are normal consistency and setting time. Based on the results of normal consistency and setting time, the mixture of rice husk ash and slag can be categorized as cementitious material.
Pemanfaatan Abu Sekam Padi sebagai Bahan Tambah Pada Pembuatan Batu Bata Ringan Ahmad, Irma Aswani; Rauf, Bakhrani A; Asrib, Ahmad Rifqi; Tenreng, Ramdani
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2024 : PROSIDING EDISI 3
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) kuat tekan batu bata ringan dengan bahan tambah abu sekam padi sebanyak 0%, 7,5%, 12,5%, dan 17,5%, (2) penyerapan air batu bata ringan dengan bahan tambah abu sekam padi sebanyak 0%, 7,5%, 12,5%, dan 17,5%, dan (3) kategori kuat tekan dan penyerapan air batu bata ringan berdasarkan SNI No: 15-2094-2000. Metode yang digunakan adalah melakukan pengambilan bahan dasar pembuatan batu bata dan bahan tambah abu sekam padi yang diperoleh dari industri batu bata di kelurahan Uluale Kecamatan Watang Pulu Kabupaten Sidenreng Rappang. Lalu membuat benda uji dengan menggunakan cetakan yang dipakai oleh industri kecil sebanyak 60 biji setiap kelompok. Benda uji dibagi menjadi empat kelompok masing-masing kelompok A dengan bahan tambah abu sekam  sebanyak 0%, kelompok B sebanyak 7,5%, kelompok C sebanyak 12,5%, dan kelompok D sebanyak 17,5%, pengeringan dengan sinar matahari dan dibakar menggunakan sekam padi di lokasi industri. Kemudian melakukan pengujian kuat tekan dan penyerapan air di Laboratorium Uji Bahan Jurusan Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar. Selanjutnya melakukan analisis data untuk mengetahui kuat tekan, penyerapan air, dan kategori kuat tekan batu bata berdasarkan Standar Nasional Indonesia No: 15-2094-2000. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) nilai kuat tekan batu bata produksi keempat kelompok industri, tidak memenuhi salah satu kelas yang dipersyaratkan dalam Standar Nasional Indonesia  No: 15-2094-2000, baik kelas 50, kelas 100, maupun kelas 150, (2) nilai penyerapan air batu bata produksi keempat kelompok industri, telah memenuhi  Standar Nasional Indonesia  No: 15-2094-2000, (3) kategori kuat tekan batu bata yang dihasilkan tidak memenuhi salah satu kelas yang ada dalam Standar Nasional Indonesia  No: 15-2094-2000, sedangkan penyerapan airnya telah memenuhi  Standar Nasional Indonesia  No: 15-2094-2000. Pada penambahan abu sekam padi sebanyak 17,5% menghasilkan batu bata yang lebih ringan dibanding pada penambahan abu sekam padi 7,5% dan 12,5%.Kata kunci: Kuat Tekan, Penyerapan Air, Batu Bata 
Analisis Perbedaan Sifat Mekanik Batu Bata Produksi Industri Kecil di Kabupaten Sidenreng Rappang Sampebua, Onesimus; Rauf, Bahkhrani A.; Ahmad, Irma Aswani
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2024 : PROSIDING EDISI 6
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) kuat tekan batu bata, (2) penyerapan air batu bata, dan (3) perbedaan sifat mekanik batu bata. Metode yang digunakan: (1) melakukan pengambilan sampel pada tiga kelompok industri kecil batu bata sebanyak 60 biji pada setiap kelompok industri kecil batu bata, (2) melakukan pengujian batu bata untuk pengambilan data kuat tekan dan penyerapan air, (3) melakukan analisis data untuk mengetahui kuat tekan dan penyerapan air, kaitannya dengan Standar Nasional Indonesia No: 15-2094-2000, dan (4) melakukan analisis data untuk mengetahui perbedaan sifat mekanik batu bata.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) nilai kuat tekan rata-rata batu bata yang diproduksi oleh industri kecil: kelompok A sebesar 29,50 kg/cm2, kelompok B sebesar 24,04 kg/cm2, dan kelompok C sebesar 8,29 kg/cm2. Nilai kuat tekan rata-rata batu bata produksi ketiga kelompok industri kecil adalah sebesar 20,61 kg/cm2. Batu bata tidak memenuhi SNI No: 15-2094-2000, baik kelas 50, kelas 100, maupun kelas 150, (2) nilai penyerapan air rata-rata batu bata yang diproduksi oleh industri kecil: kelompok A sebesar 14,59%, kelompok B sebesar 11,29 %, dan kelompok C sebesar 22,86%.   Nilai penyerapan air rata-rata batu bata produksi ketiga kelompok industri kecil adalah sebesar 16,46%. Batu bata memenuhi SNI No: 15-2094-2000, yakni penyerapan air maksimum 20%, dan (3) terdapat perbedaan sifat mekanik batu bata yang diproduksi oleh ketiga kelompok industri kecil, baik dilihat dari aspek kuat tekan maupun aspek penyerapan air. Kata Kunci: Sifat Mekanik, Industri Kecil, Batu Bata 
Potensi Pemanfaaatan Serbuk Kayu Sebagai Bahan Subtitusi ‎Pasir dalam Campuran Beton Ahmad, Irma Aswani; Sampebua, Onesimus; Romadhani, Noor Fadilah; Sitorus, Mentari S
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2025 : PROSIDING EDISI 2
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Pemanfaatan limbah biomassa menjadi fokus penting dalam upaya pengembangan material konstruksi berkelanjutan. Salah satu limbah potensial adalah serbuk kayu hasil sisa pembuatan kapal Phinisi di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dan berpotensi mencemari lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik mikrostruktur dan komposisi kimia serbuk kayu sebagai dasar penilaian kelayakan penggunaannya sebagai bahan substitusi pasir dalam campuran beton. Penelitian ini merupakan tahap awal dari rencana pengembangan produk bata ringan ramah lingkungan berbasis limbah kayu lokal. Pengujian dilakukan secara deskriptif menggunakan analisis Scanning Electron Microscopy (SEM) untuk mengamati morfologi permukaan dan Energy Dispersive Spectroscopy (EDS) untuk mengidentifikasi unsur penyusun material. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa serbuk kayu memiliki struktur berpori dengan serat halus yang masih mempertahankan bentuk alami lignoselulosa. Komposisi unsur yang didominasi oleh boron, karbon, oksigen, dan bromin menunjukkan adanya potensi interaksi kimia dengan sistem ikat semen. Berdasarkan hasil tersebut, serbuk kayu dinilai layak dipertimbangkan sebagai bahan pengganti sebagian pasir pada beton ringan, serta memiliki prospek pengembangan sebagai bahan dasar pembuatan bata ringan ramah lingkungan.Kata Kunci: Serbuk kayu, Mikrostruktur, SEM-EDS, Beton, Bata ringan
Potensi Pemanfaaatan Serbuk Kayu Sebagai Bahan Subtitusi ‎Pasir dalam Campuran Beton Ahmad, Irma Aswani; Sampebua, Onesimus; Romadhani, Noor Fadilah; Sitorus, Mentari S
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2025 : PROSIDING EDISI 3
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Pemanfaatan limbah biomassa menjadi fokus penting dalam upaya pengembangan material konstruksi berkelanjutan. Salah satu limbah potensial adalah serbuk kayu hasil sisa pembuatan kapal Phinisi di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dan berpotensi mencemari lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik mikrostruktur dan komposisi kimia serbuk kayu sebagai dasar penilaian kelayakan penggunaannya sebagai bahan substitusi pasir dalam campuran beton. Penelitian ini merupakan tahap awal dari rencana pengembangan produk bata ringan ramah lingkungan berbasis limbah kayu lokal. Pengujian dilakukan secara deskriptif menggunakan analisis Scanning Electron Microscopy (SEM) untuk mengamati morfologi permukaan dan Energy Dispersive Spectroscopy (EDS) untuk mengidentifikasi unsur penyusun material. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa serbuk kayu memiliki struktur berpori dengan serat halus yang masih mempertahankan bentuk alami lignoselulosa. Komposisi unsur yang didominasi oleh boron, karbon, oksigen, dan bromin menunjukkan adanya potensi interaksi kimia dengan sistem ikat semen. Berdasarkan hasil tersebut, serbuk kayu dinilai layak dipertimbangkan sebagai bahan pengganti sebagian pasir pada beton ringan, serta memiliki prospek pengembangan sebagai bahan dasar pembuatan bata ringan ramah lingkungan.Kata Kunci: Serbuk kayu, Mikrostruktur, SEM-EDS, Beton, Bata ringan