Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

ANALYSIS OF DETERMINANTS OF STUNTING AMONG CHILDREN AGED 24-59 MONTHS IN PAMENANG VILLAGE, PAGELARAN SUB-DISTRICT, PRINGSEWU DISTRICT Abdullah, Abdullah; Dian Khairani, Masayu; Akhriani, Mayesti; Rica Pratiwi, Amali; Nurhayati, Aftulesi
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 10, No 1 (2025): March
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jika.v10i1.2919

Abstract

The problem of malnutrition in Indonesia is currently being aggressively carried out various prevention and control efforts by involving all sectors, namely the problem of stunting. The determinants of stunting are lack of nutritional intake, infectious diseases, food availability, parenting, environmental health and health services. In addition, demographic and educational factors contribute to stunting. The purpose of this study was to determine the relationship between the characteristics of parents and toddlers with stunting of toddlers aged 24-59 months. This study is an observational study with a quantitative approach and uses a cross sectional research design in Pamenang Village, Pagelaran District, Pringsewu Regency. The sample in this study were toddlers aged 24-59 months totaling 151 toddlers. The results of the study found stunting toddlers as much as 29.8%. The results of statistical analysis showed no significant relationship between age (p = 0.640) gender (p = 0.354), history of disease (p = 0.326), mother's education level (p = 0.090) and father's education level (p = 0.225) with stunting. Suggestions that can be given are that the prevention and handling of stunting is prioritized in toddlers aged 36-59 months.
Relationship Between Pre-Pregnancy Body Mass Index (BMI), Number of Pregnancies, and Number of Nutrition Education Participation with Circumference Upper Arm (LILA) of Pregnant Women Aldisurya, Asep Afandi; Akhriani, Mayesti; Wati , Desti Ambar; Dewi, Afiska Prima
Indonesian Journal of Health Research and Development Vol. 1 No. 2 (2023): Indonesian Journal of Health Research and Development (November)
Publisher : CV Media Inti Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58723/ijhrd.v1i2.99

Abstract

Pregnant women's nutritional condition is determined by their Mid-Upper Arm Circumference (MUAC), which measures the body's state of balance. Factors influencing pregnant women's nutritional status include a history of body mass index before pregnancy, the number of pregnancies, and the number of participations in nutrition education. This study sought to discover the link between the history of body mass index before pregnancy, the number of pregnancies, and the number of participations in nutrition education with Mid- Upper Arm Circumference (MUAC) of pregnant women in the Working Area of the Tanjung Bintang Inpatient Public Health Center in 2022. The type of research is observational, analytic design, and cross-sectional, conducted from November to December 2022. The population in the study was 286, and the total sample was 80 respondents using the basic method of random sampling. The instrument used is a questionnaire. The data analysis used is the Spearman Correlation test. The results showed that the average Mid- Upper Arm Circumference (MUAC)of pregnant women was 25.54 with a standard deviation of 3.01, the average respondent's history of BMI was 22.272 kg/m2, the average number of respondents' pregnancies was 2.31 times, the average participation in nutrition education respondents as much as 2.93 times. The data analysis results showed a relationship between body mass index (p=0.0001) and the number of pregnancies (p=0.004) with the Mid- Upper Arm Circumference (MUAC)of pregnant women. There was no correlation between the number of participants in nutrition education (p=0.698) and the Mid- Upper Arm Circumference (MUAC)of pregnant women. It is hoped that the results of this study can add to knowledge about the relationship between the history of body mass index before pregnancy, the number of pregnancies, and the number of participants in nutrition education with MUAC for pregnant women.
Hubungan Pola Konsumsi Sumber Protein Hewani, Riwayat Penyakit Infeksi dan Tingkat Pengetahuan Gizi Ibu dengan Kejadian Stunting Balita 12-59 Bulan Saputri, Ervina Ayu; Abdullah, Abdullah; Akhriani, Mayesti; Marthalena, Yenny
JURNAL RISET GIZI Vol. 13 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v13i1.12525

Abstract

Latar Belakang: Stunting adalah balita yang memiliki panjang atau tinggi badan kurang dibandingkan dengan anak seumurannya. Secara global 148,1 juta balita mengalami stunting pada tahun 2022. SKI 2023 melaporkan Kabupaten Pringsewu memiliki prevalensi stunting diatas target nasional sebesar 15,8%. Pada bulan Juni 2024 Puskesmas Banyumas melaporkan prevalensi tertinggi stunting terjadi di Pekon Sukamulya (16,3%). Pemahaman terhadap keterkaitan pola konsumsi protein hewani, riwayat penyakit infeksi, dan pengetahuan gizi ibu penting dalam mendukung upaya pencegahan stunting pada balita.Tujuan: Menjelaskan hubungan pola konsumsi sumber protein hewani, riwayat penyakit infeksi dan pengetahuan gizi ibu dengan kejadian stunting balita 12-59 Bulan di Pekon Sukamulya Kabupaten Pringsewu.Metode Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan kuantitatif analitik dengan design penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling. Subjek ditentukan dengan rumus ukuran sampel untuk memperkirakan proporsi populasi dengan presisi mutlak penelitian sebanyak 80 balita usia 12-59 bulan. Data diperoleh menggunakan kuesioner Food frequency Questionnaire (FFQ), kuesioner riwayat penyakit infeksi dan pengetahuan ibu. Analisis hasil penelitian menggunakan uji chi-square.Hasil: Hasil penelitian menunjukan 76.3% memiliki status gizi normal, sementara 23.8% nya mengalami stunting. Responden memiliki pengetahuan gizi baik sebanyak 71.3%, kurang 17.5%, dan cukup 11.3%. 80% Responden tidak pernah mengalami penyakit infeksi dalam 3 bulan terakhir, sementara 20% lainnya pernah mengalaminya. Kategori pola konsumsi protein hewani 53.8% responden dalam kategori baik, sedangkan 46.3% lainnya dalam kategori yang kurang.Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pola konsumsi protein hewani (p-value = 0,001 < 0,05), riwayat penyakit infeksi (p-value = 0,001< 0,05) dan pengetahuan gizi ibu (p-value = 0,003 < 0,05) dengan kejadian stunting. Diharapkan puskesmas meningkatkan program penjaringan skrining TBC pada balita. Ibu balita juga harus menerapkan PHBS di tatanan keluarga serta lebih rutin dalam mengikuti kelas pengasuhan.
Hubungan Pola Konsumsi Sumber Protein Hewani, Riwayat Penyakit Infeksi dan Tingkat Pengetahuan Gizi Ibu dengan Kejadian Stunting Balita 12-59 Bulan Saputri, Ervina Ayu; Abdullah, Abdullah; Akhriani, Mayesti; Marthalena, Yenny
JURNAL RISET GIZI Vol. 13 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v13i1.12525

Abstract

Latar Belakang: Stunting adalah balita yang memiliki panjang atau tinggi badan kurang dibandingkan dengan anak seumurannya. Secara global 148,1 juta balita mengalami stunting pada tahun 2022. SKI 2023 melaporkan Kabupaten Pringsewu memiliki prevalensi stunting diatas target nasional sebesar 15,8%. Pada bulan Juni 2024 Puskesmas Banyumas melaporkan prevalensi tertinggi stunting terjadi di Pekon Sukamulya (16,3%). Pemahaman terhadap keterkaitan pola konsumsi protein hewani, riwayat penyakit infeksi, dan pengetahuan gizi ibu penting dalam mendukung upaya pencegahan stunting pada balita.Tujuan: Menjelaskan hubungan pola konsumsi sumber protein hewani, riwayat penyakit infeksi dan pengetahuan gizi ibu dengan kejadian stunting balita 12-59 Bulan di Pekon Sukamulya Kabupaten Pringsewu.Metode Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan kuantitatif analitik dengan design penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling. Subjek ditentukan dengan rumus ukuran sampel untuk memperkirakan proporsi populasi dengan presisi mutlak penelitian sebanyak 80 balita usia 12-59 bulan. Data diperoleh menggunakan kuesioner Food frequency Questionnaire (FFQ), kuesioner riwayat penyakit infeksi dan pengetahuan ibu. Analisis hasil penelitian menggunakan uji chi-square.Hasil: Hasil penelitian menunjukan 76.3% memiliki status gizi normal, sementara 23.8% nya mengalami stunting. Responden memiliki pengetahuan gizi baik sebanyak 71.3%, kurang 17.5%, dan cukup 11.3%. 80% Responden tidak pernah mengalami penyakit infeksi dalam 3 bulan terakhir, sementara 20% lainnya pernah mengalaminya. Kategori pola konsumsi protein hewani 53.8% responden dalam kategori baik, sedangkan 46.3% lainnya dalam kategori yang kurang.Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pola konsumsi protein hewani (p-value = 0,001 < 0,05), riwayat penyakit infeksi (p-value = 0,001< 0,05) dan pengetahuan gizi ibu (p-value = 0,003 < 0,05) dengan kejadian stunting. Diharapkan puskesmas meningkatkan program penjaringan skrining TBC pada balita. Ibu balita juga harus menerapkan PHBS di tatanan keluarga serta lebih rutin dalam mengikuti kelas pengasuhan.
Hubungan Pola Konsumsi Sumber Protein Hewani, Riwayat Penyakit Infeksi dan Tingkat Pengetahuan Gizi Ibu dengan Kejadian Stunting Balita 12-59 Bulan Saputri, Ervina Ayu; Abdullah, Abdullah; Akhriani, Mayesti; Marthalena, Yenny
JURNAL RISET GIZI Vol. 13 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v13i1.12525

Abstract

Latar Belakang: Stunting adalah balita yang memiliki panjang atau tinggi badan kurang dibandingkan dengan anak seumurannya. Secara global 148,1 juta balita mengalami stunting pada tahun 2022. SKI 2023 melaporkan Kabupaten Pringsewu memiliki prevalensi stunting diatas target nasional sebesar 15,8%. Pada bulan Juni 2024 Puskesmas Banyumas melaporkan prevalensi tertinggi stunting terjadi di Pekon Sukamulya (16,3%). Pemahaman terhadap keterkaitan pola konsumsi protein hewani, riwayat penyakit infeksi, dan pengetahuan gizi ibu penting dalam mendukung upaya pencegahan stunting pada balita.Tujuan: Menjelaskan hubungan pola konsumsi sumber protein hewani, riwayat penyakit infeksi dan pengetahuan gizi ibu dengan kejadian stunting balita 12-59 Bulan di Pekon Sukamulya Kabupaten Pringsewu.Metode Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan kuantitatif analitik dengan design penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling. Subjek ditentukan dengan rumus ukuran sampel untuk memperkirakan proporsi populasi dengan presisi mutlak penelitian sebanyak 80 balita usia 12-59 bulan. Data diperoleh menggunakan kuesioner Food frequency Questionnaire (FFQ), kuesioner riwayat penyakit infeksi dan pengetahuan ibu. Analisis hasil penelitian menggunakan uji chi-square.Hasil: Hasil penelitian menunjukan 76.3% memiliki status gizi normal, sementara 23.8% nya mengalami stunting. Responden memiliki pengetahuan gizi baik sebanyak 71.3%, kurang 17.5%, dan cukup 11.3%. 80% Responden tidak pernah mengalami penyakit infeksi dalam 3 bulan terakhir, sementara 20% lainnya pernah mengalaminya. Kategori pola konsumsi protein hewani 53.8% responden dalam kategori baik, sedangkan 46.3% lainnya dalam kategori yang kurang.Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pola konsumsi protein hewani (p-value = 0,001 < 0,05), riwayat penyakit infeksi (p-value = 0,001< 0,05) dan pengetahuan gizi ibu (p-value = 0,003 < 0,05) dengan kejadian stunting. Diharapkan puskesmas meningkatkan program penjaringan skrining TBC pada balita. Ibu balita juga harus menerapkan PHBS di tatanan keluarga serta lebih rutin dalam mengikuti kelas pengasuhan.
Hubungan Indeks Massa Tubuh dan Persen Lemak Total Dengan Kadar Gula Darah Sewaktu Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II di UPTD Puskesmas Kotaagung Tahun 2024 Nuzila Meysa Rhasetia; Wati, Desti Ambar; Akhriani, Mayesti; Lestari, Lara Ayu
Media Gizi Kesmas Vol 14 No 2 (2025): MEDIA GIZI KESMAS (DECEMBER 2025)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v14i2.2025.194-200

Abstract

Background: The chronic metabolic condition known as type There is a positive correlation between the risk of developing type 2 diabetes mellitus and Body Mass Index (BMI) and body fat percentage. Signs of type 2 diabetes mellitus are hyperglycemia caused by insulin resistance or insulin deficiency. Pro-inflammatory adipokines are produced as adiposity increases, which interferes with insulin sensitivity, causing blood glucose to accumulate. As a result, the body has difficulty absorbing blood sugar. When blood sugar continues to rise, diabetes develops. Objectives: This study aimed to determine the correlation between Body Mass Index (BMI), total body fat percentage, and random blood glucose levels in individuals with Type 2 Diabetes Mellitus. Methods: This study used a cross-sectional approach, an analytical design, and quantitative methodology. The research was conducted at the Kotaagung Public Health Centre from October to December 2024 with a population of 87 and a research sample of 58 Diabetes Mellitus patients using the method of random sampling. A questionnaire was employed as the research tool, measuring body weight and body fat percentage with a Karada scan tool, measuring height using a microtome, and measuring blood sugar levels with a glucometer. Data analysis used the Pearson test. Results: The respondent characteristics by gender showed 19 men (32.8%) and 39 women (67.2%). The mean Body Mass Index (BMI) was 22.23±3.25 kg/m² for men and 25.36±3.58 kg/m² for women. For total body fat percentage, the mean was 20.93±2.95% for men and 36.65±5.82% for women. The mean Random Blood Glucose (RBG) level was 211.00±67.4 mg/dL for men and 258.05±96.24 mg/dL for women. Conclusion: In type 2 diabetes patients treated at Kotaagung Health Center, there was a correlation between random blood sugar levels with body mass index and body fat percentage, with a p-value=0.000.
Faktor Determinan Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan Di Puskesmas Ketapang Kecamatan Sungkai Selatan Kabupaten Lampung Utara Maharani, Intan; Khairani, Masayu Dian; Akhriani, Mayesti; Wahyudi, Dian Arif
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan suatu kondisi kronis terhambatnya pertumbuhan karena mengalami malnutrisi dalam jangka waktu yang lama. Anak di diagnosis mengalami stunting apabila Panjang Badan menurut Umur (PB/U) atau Tinggi Badan menurut Umur (TB/U) dengan nilai z-score -3 SD sampai dengan <-2 SD. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor determinan apa saja yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di Puskesmas Ketapang Kecamatan Sungkai Selatan Kabupaten Lampung Utara. Setelah menerima etichal clearance dari Universitas Aisyah Pringsewu kemudian dilaksanakan penelitian dengan metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif menggunakan desain Cross-Sectional. Total Populasi 132 Balita, sampel 65 Balita dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Cluster Random Sampling. Penelitian ini dilakukan dari tanggal 6 Januari sampai 27 Januari. Tempat penelitian dilakukan di Puskesmas Ketapang. Instrument yang digunakan adalah Microtois, buku foto makanan, formulir food recall 2x24 jam dan kuisioner. Analisis data pada penelitian ini menggunakan Uji Gamma. Berdasarkan hasil recall 2x24 jam didapatkan rata-rata tingkat kecukupan energi 60%, protein 126%, lemak 76% dan karbohidrat 46%. Hasil uji statistik menggunakan uji korelasi gamma diperoleh tingkat kecukupan energi dengan nilai (P-value=0,003 dan r=0,602) ), tingkat kecukupan protein (P-value=0,028 dan r=0,435), tingkat kecukupan lemak (P-value=0,002 dan r=0,489), tingkat kecukupan karbohidrat (P-value=0,021 dan r=0,681).Berdasarkan hasil uji korelasi gamma dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara tingkat kecukupan zat gizi makro dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan di Puskesmas Ketapang Kecamatan Sungkai Selatan Kabupaten Lampung Utara dengan nilai P-value (< 0,05). Diharapkan bagi ibu balita supaya menerapkan gizi seimbang sesuai dengan kebutuhan balita serta akses bahan makanan yang tepat, lebih memperhatikan mengenai tingkat kecukupan zat gizi energi dan karbohidrat pada balita, agar gizi balita dapat terpenuhi dan mencegah terjadinya kekurangan gizi kronis.
Hubungan Pengetahuan Gizi Dan Kepatuhan Diet Terhadap Kadar Kolesterol Total Pada Pasien CHF (Congestive Heart Failure) Di RS Harapan Bunda Bandar Jaya Sari, Vista Citra; Nurhayati, Aftulesi; Junita, Dera Elva; Akhriani, Mayesti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diet plays a significant role in improving heart function. Excess dietary cholesterol intake can elevate blood cholesterol level, which may lead to vascular narrowing, affect cardiac pumping capacity, and result in Congestive Heart Failure (CHF). Nutritional knowledge influences attitudes and behaviors in food selection, which subsequently affects an individual’s nutritional status. A lack of nutritional knowledge can negatively impact a patient’s compliance with dietary principles and meal planning. This study aimed to analyze the correlation between nutritional knowledge and dietary compliance toward total cholesterol level in CHF patients at Harapan Bunda Hospital of Bandar Jaya. This study employed a cross-sectional design. The population consisted of 180 CHF outpatients from the cardiology clinic, with a sample of 137 respondents determined using the Slovin formula. The research was conducted on November 26, 2024. Data on nutritional knowledge and dietary compliance were collected through questionnaires, while cholesterol level were measured using the Easy Touch GCU device. Data analysis utilized the Gamma correlation test. The study results showed that 58 respondents (42.3%) had moderate nutritional knowledge, 91 respondents (66.4%) adhered to their diets, and 101 respondents (73.7%) had normal cholesterol level. A significant negative correlation was found between nutritional knowledge and cholesterol level (p = 0.001, r = -0.834). Similarly, a significant negative correlation was found between dietary compliance and cholesterol level (p = 0.001, r = -0.938). This indicates that higher level of nutritional knowledge and dietary compliance are associated with lower, more normal cholesterol level.
Hubungan Pola Pemberian Makan Dan Riwayat Penyakit Infeksi Dengan Status Gizi Balita Usia 12-36 Bulan Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Ibu Dan Anak Puri Betik Hati Bandar Lampung Tahun 2024 Nilawati, Ayu Enggar; Lestari, Lara Ayu; Nurhayati, Aftulensi; Akhriani, Mayesti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wasting merupakan masalah status gizi dimana berat badan balita menurun drastis, atau bahkan berada di bawah rentang normal dimana berat badan balita tidak sesuai dengan tinggi badan. Wasting pada awal kehidupan anak terutama pada periode dua tahun pertama, dapat menyebabkan kerusakan yang permanen. Berdasarkan hasil riset Survei Kesehatan Indonesia tahun 2023, permasalahan wasting di Indonesia masih cukup tinggi yakni 8,5%. Prevalensi wasting di Provinsi Lampung mencapai 7%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola pemberian makan dan riwayat penyakit infeksi dengan status gizi balita di Rumah Sakit Ibu dan Anak Puri Betik Hati Bandar Lampung Bandar Lampung tahun 2024. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional yang dilaksanakan pada bulan Oktober-November 2024. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh pasien anak usia 12-36 bulan dalam kurun waktu bulan Mei-Juni yang berjumlah 75 balita dan sampel pada penelitian ini sebanyak 49 balita menggunakan teknik Purposive Sampling. Analisis data yang digunakan adalah korelasi gamma. Hasil penelitian menyatakan bahwa sebagian besar anak memiliki wasting yaitu 27 anak (51,9%), sebagian besar dengan pola pemberian makan tidak tepat yaitu 30 anak (57,7%), dan sebagian dengan riwayat penyakit infeksi dan tidak memiliki masing-masing 26 (50%). Ada hubungan yang signifikan antara pola pemberian makan dengan status gizi dengan p = 0,001 dan angka koefisien korelasi sebesar 0,492 atau cukup kuat. Ada hubungan yang signifikan riwayat penyakit infeksi dengan status gizi dengan p = 0,021 dan koefisien korelasi sebesar 0,320 atau lemah.