Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN DIARE Rahayu Mokodongan, Shella; Indari
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 06 Juni (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Diare masih menjadi masalah kesehatan pada balita dan pencegahannya sangat dipengaruhi oleh pengetahuan ibu. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pengetahuan ibu dengan perilaku pencegahan diare. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional dilakukan pada 30 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan perilaku pencegahan diare, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Gamma dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil: Sebagian besar responden memiliki pengetahuan dan perilaku pencegahan diare yang baik. Uji Gamma menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,962 dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Pembahasan: Pengetahuan yang lebih baik cenderung meningkatkan perilaku pencegahan diare. Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan dengan kekuatan hubungan sangat kuat dan arah positif antara pengetahuan ibu dan perilaku pencegahan diare.
Hubungan Response Time Perawat Dengan Kepuasan Pasien di IGD RSUD Kota Kotamobagu Nur Idayati; Indari
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 07 Juli (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Response time perawat merupakan salah satu indikator mutu pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang berpengaruh terhadap kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan response time perawat dengan kepuasan pasien di IGD RSUD Kota Kotamobagu. Penelitian menggunakan desain deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 30 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar observasi response time perawat dan kuesioner kepuasan pasien. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher's Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar perawat memiliki response time cepat (66,7%) dan sebagian besar responden merasa puas terhadap pelayanan yang diterima (66,7%). Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara response time perawat dengan kepuasan pasien (p = 0,000). Semakin cepat response time perawat, semakin tinggi tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan di IGD.
Hubungan Loneliness dengan Stress Akademik pada Siswa Remaja yang Mengalami Broken Home Mutiara, Qurhoisya; Fahrul, Alfunnafi; Indari, Indari
Jurnal Pustaka Keperawatan (Pusat Akses kajian Keperawatan) Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Pustaka Keperawatan
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Loneliness and academic stress frequently emerge during adolescence, particularly among individuals raised in broken homes, where family disruption may influence emotional stability and adjustment to academic demands. This study aimed to examine the relationship between loneliness and academic stress among adolescents from broken homes. A quantitative correlational design with a cross-sectional approach was employed. The participants were 114 tenth-grade students from two vocational high schools selected through purposive sampling. Data were collected using the UCLA Loneliness Scale Version 3 and the Student-Life Stress Inventory, and analyzed using normality testing and Spearman Rho correlation. The findings revealed a significant positive relationship between loneliness and academic stress, indicating that higher levels of loneliness were associated with higher levels of perceived academic stress. These results highlight the importance of psychosocial support in schools and contribute to the conceptual understanding of social connectedness in adolescent academic stress.
Gambaran Tingkat Kecemasan Wanita Usia Subur yang Mengalami Keputihan Patologis Aprilina Sulistya Andari; Dian Pitaloka Priasmoro; Indari Indari
Nursing Information Journal Vol. 2 No. 2 (2023): Nursing Information Journal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/nij.v2i2.378

Abstract

Pendahuluan: Keputihan yang terjadi dapat menekan kejiwaan seseorang karena keputihan dapat kambuh dan muncul kembali sehingga dapat berpengaruh pada seseorang baik secara fisiologi maupun psikologis dan dapat menimbulkan kecemasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan wanita usia subur yang mengalami keputihan patologis. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini yaitu semua wanita usia subur yang mengalami keputihan di RW 08 Desa Mojosarirejo sebanyak 101 wanita. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan kriteria inklusi wanita usia subur usia 20-45 tahun yang bersedia menjadi responden dan masih mengalami menstruasi, wanita usia subur usia 20-45 tahun yang mengalami dan pernah mengalami keputihan patologis, dan wanita usia subur usia 20-45 tahun yang tidak buta huruf, jumlah sampel sebanyak 35 responden. Variabel yang diteliti adalah tingkat kecemasan Wanita Usia Subur yang mengalami keputihan patologis. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner DASS 42 yang terdiri dari 14 pernyataan tentang ansietas, yang mengevaluasi bagaimana perasaan responden, selanjutnya data yang yang terkumpul di analis dengan analisis Univariat dan di sajikan dalam bentuk persentase. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mengalami kecemasan ringan sebanyak 19 responden (54%), sebagian kecil mengalami kecemasan sedang sebanyak 11 responden (32%), dan sebagian kecil tidak mengalami kecemasan atau normal sebanyak 5 responden (14%). Kecemasan yang terjadi dimungkinkan karena beberapa faktor yaitu usia, pendidikan, dan pengetahuan yang kurang. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian diharapkan responden peduli akan kesehatannya dengan cara mencari informasi. Dengan mengetahui informasi penanganan penyakit maka akan membentuk mekanisme koping yang baik sehingga tidak salah persepsi dan menimbulkan kecemasan. Diharapkan hasil penelitian ini dapat berguna sebagai acuan pengembangan ilmu keperawatan dan perencanaan keperawatan melalui promosi kesehatan.
Gambaran Tingkat Kecemasan Tentang Karir pada Mahasiswa Tingkat Akhir Prodi D3 Keperawatan ITSK RS dr. Soepraoen Malang Ella Irnanda; Indari Indari; Tien Aminah
Nursing Information Journal Vol. 3 No. 1 (2023): Nursing Information Journal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/nij.v3i1.481

Abstract

Pendahuluan: Keterserapan tenaga perawat yang semakin sedikit berbanding terbalik dengan angka kelulusan mahasiswa perawat setiap tahun. Lapangan pekerjaan yang semakin sempit, tingkat pengangguran yang cukup tinggi dan persaingan dunia kerja yang ketat untuk memperoleh peluang kerja. Hal ini membuat keresahan bagi mahasiswa prodi D3 keperawatan untuk karirnya setelah menjadi sarjana. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi seluruh mahasiswa tingkat akhir prodi D3 Keperawatan ITSK RS dr. Soepraoen Malang. Sampel pada penelitian ini sebagian mahasiswa tingkat akhir Prodi D3 Keperawatan ITSK RS dr. Soepraoen Malang. Menggunakan teknik purposive sampling dengan 60 responden. Variabel penelitian tingkat kecemasan tentang karir pada mahasiswa Prodi D3 Keperawatan. Alat ukur menggunkan lembar kuesioner, kemudian di analisa data menggunakan editing, scoring, coding, tabulating, dan presentase, setelah itu dilakukan penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kecemasan karir pada mahasiswa, hampir setengah dari 19 responden (31,7%) dalam kategori panik, sangat sedikit 7 responden (11,7%) dalam kategori cemas ringan. Hasil penelitian tersebut bisa disebabkan karena beberapa faktor seperti usia, ekonomi, jenis kelamin, pengalaman kerja, serta pendapatan orang tua. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian diharapkan responden mampu untuk meningkatkan kemampuan kognitif, skill, dan memiliki efikasi diri serta perencanaan karir yang matang agar dapat mengurangi cemas yang akan berdampak pada hambatan dalam pemilihan serta kematangan karir.
INTERVENSI ORIENTASI REALITA PADA PASIEN SKIZOFRENIA DENGAN DIAGNOSIS KEPERAWATAN GANGGUAN PROSES PIKIR DI RUANG KAKA TUA RUMAH SAKIT JIWA DR. RADJIMAN WEDIODININGRAT LAWANG Nuzulul Rizqi Hamdani; Indari; Juliati Koesrini
Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi (Februari 2026)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/jurmie.v3i2.1662

Abstract

Schizophrenia is a severe mental disorder characterized by disturbances in thought processes, including grandiose delusions that affect social functioning and patient behavior. Reality Orientation Therapy (ROT) is a nursing intervention that helps patients recognize reality through therapeutic communication. This scientific paper aims to describe the implementation of Reality Orientation Therapy in patients with schizophrenia with the nursing diagnosis of disturbed thought processes: grandiose delusions in the Kaka Tua Ward of Dr. Radjiman Wediodiningrat Mental Hospital, Lawang. The study used a descriptive design with a case report approach involving two patients with schizophrenia. Data were collected through interviews, observation, mental status examinations, and medical record documentation. Interventions included orientation to person, place, and time, establishing a therapeutic relationship, medication adherence education, and family involvement. The results showed decreased delusional verbalization and improved reality orientation, communication, and concentration. Reality Orientation Therapy is effective in helping control disturbed thought processes in patients with schizophrenia experiencing grandiose delusions.