Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Hubungan Intensitas Ekspresi Diri Dengan Tingkat Stres Dan Kepercayaan Diri Mahasiswa Sarjana Keperawatan ITSK RS. dr. Soepraoen Kesdam V/BRW Nihe, Ajrin Akbar Wijaya; Indari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.550

Abstract

Perkembangan media sosial di era digital telah memengaruhi cara mahasiswa mengekspresikan diri, khususnya melalui unggahan foto dan video. Intensitas ekspresi diri yang tinggi dapat berdampak pada kondisi psikologis, seperti tingkat stres dan kepercayaan diri, terutama pada mahasiswa keperawatan yang menghadapi tuntutan akademik dan klinik yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan intensitas ekspresi diri terhadap tingkat stres dan kepercayaan diri mahasiswa Program Studi Sarjana Keperawatan ITSK RS dr. Soepraoen Kesdam V/BRW Kota Malang. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 275 mahasiswa aktif semester I–VII yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Intensitas ekspresi diri diukur menggunakan Selfie Behaviour Scale (SBS), tingkat stres menggunakan Perceived Stress Scale-10 (PSS-10), dan kepercayaan diri menggunakan Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki Intensitas ekspresi diri kategori sedang (53,8%), diikuti kategori rendah (32,4%) dan tinggi (13,8%). Tingkat stres mayoritas berada pada kategori stres berat (53,5%) dan stres cukup berat (40,0%). Sebagian besar responden memiliki kepercayaan diri kategori sedang (83,0%). Uji korelasi menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara intensitas ekspresi diri dengan tingkat stres (r = −0,155; p = 0,010) dan kepercayaan diri (r = −0,284; p = 0,000). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa intensitas ekspresi diri berhubungan signifikan dengan tingkat stres dan kepercayaan diri mahasiswa keperawatan. 
Hubungan Pengetahuan Dengan Sikap Cuci Tangan Pakai Sabun Pada Anak Di MI Al Fattah Desa Banjar Rejo Kecamatan Pakis Kabupaten Malang Putri, Alya Dyah; Koesrini, Juliati; Indari, Indari; Rizal, Alfunnafi Fahrul
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.558

Abstract

Cuci tangan pakai sabun merupakan upaya pencegahan penyakit, seperti diare, kecacingan, infeksi mata, penyakit kulit dan sebagainya. Cuci tangan pakai sabun dilakukan dengan pembersihan tangan dan jari dengan air mengalir serta sabun agar bersih dan terhindar dari bakteri patogen, karena tangan merupakan bagian yang sering kali kontak langsung dengan orang, benda, binatang, kotoran atau cairan tubuh lain yang kemungkinan dapat terkontaminasi bakteri patogen apabila tidak dibilas dengan bersih. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan pada 10 siswa MI Al Fattah, diperoleh gambaran bahwa sebagian besar siswa belum menerapkan perilaku cuci tangan pakai sabun secara benar. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan sikap cuci tangan pakai sabun pada anak di MI Al Fattah Desa Banjar Rejo Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode cross sectional, teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan total sampling yaitu sebanyak 59 siswa MI Al Fattah Desa Banjar Rejo Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan bahwa mayoritas responden memiliki pemahaman yang berada dalam kategori baik. namun masih terdapat fluktuasi pada aspek afektif siswa. Hasil analisis hubungan antarvariabel menggunakan uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dan positif antara pengetahuan dengan sikap cuci tangan pakai sabun pada anak di MI Al-Fattah.
Hubungan Komunikasi Terapeutik Perawat terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan Pasien Pra Vaksinasi Meningitis di Rumah Sakit Umum Daerah Pambalah Batung Amuntai Radaina, Jannatul; Indari Indari
Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi Vol. 4 No. 2 (2026): April: Jurnal Ilmu Kesehatan dan Gizi
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jig.v4i2.8884

Abstract

Meningitis is a serious infectious disease that can be prevented through vaccination; however, the vaccination process often causes anxiety in patients, especially during the pre-procedure phase. Uncontrolled anxiety can affect patient readiness and comfort. Therapeutic communication by nurses is one intervention that has the potential to reduce this level of anxiety. This study aims to determine the relationship between nurses’ therapeutic communication and the anxiety levels of patients prior to meningitis vaccination at Pambalah Batung Amuntai Regional General Hospital. This study used a quantitative analytic design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 107 respondents selected using a convenience sampling technique. Data on therapeutic communication were collected using an observation sheet, while anxiety levels were measured using the DASS questionnaire (anxiety subscale). Data analysis was conducted using univariate and bivariate methods with the Chi-Square test at a significance level of 0.05. The results showed that most therapeutic communication was in the good category, and patient anxiety levels were predominantly in the normal category. Statistical test results indicated a significant relationship between nurses’ therapeutic communication and patient anxiety levels (p = 0.000 < 0.05). The better the therapeutic communication provided, the lower the patient’s anxiety level. In conclusion, nurses’ therapeutic communication plays an important role in reducing patient anxiety prior to meningitis vaccination and needs to be optimized in nursing practice.
The Correlation Between Self-Efficacy and Resilience Among Final-Year Students Working on Their Final Assignment Putri, Shinta Dewi Latifa Narzhammi; Hastuti, Apriyani Puji; Indari, Indari
Nursing Information Journal Vol. 5 No. 2 (2026): Nursing Information Journal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The increased academic demands faced by final-year students during the final assignment writing process have raised concerns about their psychological capacity, particularly self-efficacy and resilience. This study aims to analyze the correlation between self-efficacy and resilience among final-year nursing students at ITSK RS dr. Soepraoen in Malang. This study employed a quantitative correlational design with a cross-sectional approach. Data were collected using validated questionnaires, namely the General Self-Efficacy Scale (GSES) and the Resilience Questionnaire Test (RQ-Test), from 51 respondents using total sampling. The results indicated that the majority of respondents had low levels of self-efficacy and resilience. Statistical analysis using Spearman’s correlation test revealed a significant correlation between self-efficacy and resilience (p < 0.05) with a strong negative correlation coefficient (r = -0.814). This indicates that variations in self-efficacy scores are associated with variations in resilience levels among the respondents. However, because it used a cross-sectional design, this study cannot establish a causal correlation. The research findings should be interpreted with caution because this study did not directly measure other psychological factors such as stress or anxiety that may influence both variables. Therefore, the correlation found is likely influenced by other variables