Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Fenomena Alih Kode dan Campur Kode dalam Komunikasi Digital: Studi Kasus Interaksi Mahasiswa Dwibahasawan di WhatsApp Cindy Adelia; Kristiani Purba; Randi Simarmata; Juprikhan Manca Nurrin; Ayu Nadira Wulandari
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/c33wvy44

Abstract

Penelitian ini menganalisis penggunaan alih kode dan campur kode dalam interaksi mahasiswa dwibahasawan di grup WhatsApp. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan data berupa tangkapan layar percakapan empat mahasiswa yang diperoleh melalui teknik simak dan catat, kemudian dianalisis berdasarkan bentuk serta fungsinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alih kode muncul karena pergeseran konteks komunikasi, khususnya dari situasi santai ke formal saat penyampaian informasi akademik. Sementara itu, campur kode lebih sering digunakan dalam situasi santai untuk mempererat hubungan, menunjukkan identitas sosial, dan menciptakan komunikasi yang lebih akrab. Fenomena ini menunjukkan bahwa penggunaan bahasa bersifat fleksibel dan adaptif dalam komunikasi digital.
Fenomena Campur Kode dalam Video TikTok: Representasi Identitas dan Dinamika Bahasa Generasi Muda Urban Dewi Indah Kuswara; Ezra Putri Gea; Lulu Akwila Silalahi; Maulidya Jasmine; Rania Syarihah; Samira Dea Sapana; Wahyu Mikradi; Ayu Nadira Wulandari
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/9fxtgn02

Abstract

Perkembangan media sosial, khususnya TikTok, telah membawa perubahan yang cukup signifikan dalam cara masyarakat berbahasa, salah satunya melalui munculnya fenomena campur kode antara bahasa Indonesia dan bahasa Inggris di kalangan generasi muda urban. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fenomena tersebut melalui analisis video TikTok berjudul “Ketika Anak Jaksel Speak Up soal Work Life Balance”, dengan menyoroti keterkaitannya dengan identitas sosial serta pengaruh globalisasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan analisis sosiolinguistik terhadap tuturan dalam video. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campur kode digunakan secara alami, dengan bahasa Indonesia sebagai bahasa utama dan bahasa Inggris sebagai sisipan, terutama pada istilah yang bernuansa modern dan profesional. Penggunaan ini tidak hanya berfungsi sebagai strategi komunikasi, tetapi juga merepresentasikan identitas kelompok muda urban yang dekat dengan budaya global. Fenomena tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti globalisasi, lingkungan sosial perkotaan, media digital, serta efisiensi makna. Di satu sisi, campur kode mencerminkan kemampuan bilingual dan memperkaya variasi ekspresi, namun di sisi lain berpotensi mengurangi kesadaran penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar jika digunakan secara berlebihan. Oleh karena itu, diperlukan keseimbangan dalam praktik berbahasa agar bahasa Indonesia tetap terjaga sebagai identitas nasional di tengah arus globalisasi.
Interaksi Akademik di Ruang Digital: Analisis Kontak Bahasa dalam Chat WhatsApp Mahasiswa Sastra Indonesia Universitas Negeri Medan Saibil Aprilia Putri; Zai Alpris Wulandari; Natal Fransiska Manalu; Ayu Nadira Wulandari
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/a1qddw78

Abstract

Studi ini menjelaskan kontak manifestasi bahasa dalam interaksi akademik yang dilakukan oleh mahasiswa Sastra Indonesia di Universitas Negeri Medan di ruang digital melalui chat WhatsApp. Dalam komunikasi digital, masalah seperti alih kode, campur kode, interferensi, dan integrasi leksikal adalah yang paling penting. Untuk mengumpulkan dan menganalisis tuturan korpus, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang menggunakan pendekatan simak dan ketat. Hasil analisis menunjukkan bahwa interaksi akademik menyebabkan ambiguitas register di ruang digital. Campur kode eksternal digunakan sebagai cara pragmatik untuk menegaskan, dan interferensi morfologis muncul sebagai akibat kuatnya pengaruh dialek lisan dalam konteks formal. Faktor penting adalah ketergantungan pada istilah teknologi dan proyeksi identitas intelektual. Meskipun kontak bahasa membuat komunikasi lebih fleksibel, penelitian ini menemukan bahwa tetap menggunakan bahasa Indonesia baku di lingkungan akademik virtual masih sangat penting.
PENGARUH PENGUASAAN BAHASA INDONESIA TERHADAP PRESTASI AKADEMIK DALAM MATA KULIAH AKUNTANSI PADA MAHASISWA JURUSAN AKUNTANSI UNIVERSITAS NEGERI MEDAN Brema Bastanta Perangin-angin; Cici Carnila Br Sitepu; Enita Catrine Br Sembiring; Goretti Lolina Pandiangan; Inda Helena Situmorang; Ayu Nadira Wulandari
JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KEBUDAYAAN DAN AGAMA Vol. 3 No. 1 (2025): Januari : Jurnal Ilmiah Pendidikan Kebudayaan dan Agama
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jipa.v3i1.987

Abstract

Indonesian language plays a crucial role in daily life and education, particularly at the higher education level. As the medium of instruction, proficiency in Indonesian significantly impacts students' academic achievement, including those in Accounting programs. This study aims to analyze the influence of Indonesian language proficiency on the understanding of course materials and the academic achievement of Accounting students at the State University of Medan. Employing a qualitative phenomenological approach, this research involved 36 student respondents currently taking Indonesian language courses. The findings indicate that strong Indonesian language skills are essential in helping students comprehend accounting concepts, read textbooks, and complete assignments and exams. The majority of respondents agreed that good Indonesian language skills support their academic success, especially in explaining exam answers and writing reports. Conversely, limited Indonesian language proficiency hinders students' ability to grasp complex accounting concepts. This study concludes that strong Indonesian language proficiency contributes significantly to improving students' academic achievement in accounting and provides recommendations for developing Indonesian language instruction that is more integrated with technical courses in the Accounting department.
DAMPAK KESALAHAN BERBAHASA INDONESIA DALAM LAPORAN AKUNTANSI TERHADAP PEMAHAMAN PENGGUNA LAPORAN KEUANGAN Fania Afrillia; Hafiz Hasibuan; Laura Jessica Napitupulu; Sri Muliani; Susi Bayu Br Batunanggar; Ayu Nadira Wulandari
JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN KEBUDAYAAN DAN AGAMA Vol. 3 No. 1 (2025): Januari : Jurnal Ilmiah Pendidikan Kebudayaan dan Agama
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jipa.v3i1.988

Abstract

This research aims to analyze the impact of Indonesian language errors in accounting reports on users' understanding of financial reports. Language errors, both in terms of grammar and use of terms, can affect the quality of understanding of the information conveyed in accounting reports. The sample for this research consisted of 50 students majoring in accounting at Medan State University (UNIMED). The method used is a qualitative approach with data collection techniques through questionnaires, where respondents are asked to provide responses to a number of statements related to the influence of language errors in accounting reports. This data collection focuses on aspects of errors in the use of accounting terms, grammar, clarity of sentences, and the influence of writing errors on the trustworthiness of information. Based on a survey involving 50 accounting students, the results showed that language errors, such as the use of inappropriate terms and ambiguous sentences, greatly impacted their understanding of the financial information presented. The majority of respondents (86.3%) agreed that they often encounter language errors in accounting reports and are a disturbing factor in the process of understanding financial data.
Analisi Campur Kode Dalm Percakapanpada Unggahan Tiktok @Hellorays_: Kajian Sosiolinguistik Ledy Novwanty Nainggolan; Tabita Simaremare; Mutiara Aprilia; Mannawa salwa; Delfira Almuharomah Lubis; Grace Evelyn Hutabarat; Ayu Nadira Wulandari
Jurnal Ilmu Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol. 2 No. 2 (2026): BASADYA - Juli
Publisher : CV. SINAR HOWUHOWU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70134/basadya.v2i2.1526

Abstract

This study aims to analyze the form, function, causal factors, and syntactic structure of code-mixing in conversations posted by the TikTok account @hellorays_. This study used a qualitative method with a descriptive sociolinguistic approach. Data in the form of utterances containing code-mixing were collected through documentation and note-taking techniques, then analyzed descriptively. The results indicate that the dominant code-mixing is intra- sentential code mixing, which involves the interpolation of English into Indonesian within a single sentence. Syntactically, code-mixing occurs at the word, phrase, and clause levels without disrupting the primary structure of Indonesian. The use of code-mixing serves as a means of expression, social identity formation, familiarity, and linguistic aesthetics. Contributing factors include digital globalization, lifestyle, communication efficiency, and emotional context. Thus, code-mixing on social media reflects linguistic creativity and communication strategies for constructing identity in the digital age.