Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Evaluasi Jaringan Pipa Transmisi Tandon Simpar Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang -, Rizka Anindya Nurus Shobah; Riyanto Haribowo; Evi Nur Cahya
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.02.121

Abstract

Pipa transmisi adalah infrastruktur vital yang menjadi penghubung antara sumber air dengan area konsumen. Salah satu jaringan pipa transmisi yang menyalurkan air adalah pipa transmisi Tandon Simpar milik Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang. Pipa transmisi ini memiliki panjang 15 km dari Tandon Simpar Kecamatan Tumpang hingga Tandon Buring yang memanfaatkan Sumber Pitu sebagai sumber airnya, dengan diameter pipa sebesar 500 mm serta material pipa yang dipakai adalah HDPE dan GI. Permasalahan yang dialami berupa tekanan yang melebihi kriteria pada pipa transmisi karena perbedaan elevasi yang signifikan sehingga perlu dilakukan evaluasi. Pada penelitian ini dilakukan rencana pergantian dari pipa HDPE menjadi pipa GI pada sebagian jalur yang memiliki tekanan tinggi, selain itu pemilihan pipa GI sebagai pengganti karena pipa GI lebih kuat terhadap tekanan tinggi dan telah digunakan pada sebagian jalur transmisi Simpar.   Hasil analisis menunjukkan jumlah total penduduk pada daerah layanan pada tahun 2040 sebanyak 58683 jiwa dengan kebutuhan air rata – rata adalah 28,796 lt/dt. Dari hasil evaluasi, dilakukan rencana pergantian pipa HDPE menjadi pipa GI pada kilometer 4 – 7 sepanjang 3 km dan pada kilometer 10-13 sepanjang 1,1 km dan mengoptimalkan debit pengaliran. Sehingga Rencana Anggaran Biaya yang dibutuhkan untuk pergantian pipa ini adalah sebesar Rp. 20.817.488.884,75
Studi Perencanaan Jaringan Distribusi Air Bersih Desa Pojok Kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung Auliyah, Yurifa; Riyanto Haribowo; Dian Sisinggih
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.02.147

Abstract

Fenomena kekeringan kerap terjadi di Indonesia, salah satunya di Kabupaten Tulungagung. Desa Pojok menjadi salah satu daerah yang terdampak kekeringan. Warga Desa Pojok masih memanfaatkan sumber mata air untuk keperluan hidupnya. Selain itu, tidak banyak warga yang memiliki sumur di rumahnya. Sumber mata air yang tidak selalu tersedia setiap tahun dan ketidakmerataan distribusi air bersih menjadi masalah bagi warga Desa Pojok. Berdasarkan permasalahan tersebut, perlunya pembangunan jaringan distribusi air bersih. Perencanaan distribusi air bersih ini memanfaatkan sumber air tanah dengan bantuan Software WaterCAD v8i untuk pemodelannya. Hasil pendugaan potensi debit air tanah pada lokasi studi yaitu memiliki debit pemompaan sebesar 17,45 liter/detik. Sebelum melakukan pemodelan, dilakukan proyeksi kebutuhan air pada tahun 2041 sebesar 5,461 liter/detik. Hasil simulasi pipa dan junction pada pemodelan telah memenuhi Permen PU No. 18 Tahun 2018. Total rencana angaran biaya untuk pembangunan jaringan distribusi air bersih di Desa Pojok sebesar Rp 3,727,110,000.00.
Analisis Penurunan Tingkat Kehilangan Air Pada Sistem Jaringan Distribusi Zona Layanan PT Pinang Kota Tangreang Noer Badi Gustiningtyas, Noer Badi Gustiningtyas; Riyanto Haribowo; Linda Prasetyorini
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.02.154

Abstract

Kota Tangerang merupakan kota yang mengalami jumlah penduduk setiap tahun. Hal tersebut memiliki dampak yang signifikan bagi PT Pinang terhadap kebutuhan air minum pelanggan. Permasalahan yang terjadi adalah tingginya tingkat kehilangan air mencapai 58,58% dan sistem jaringan yang belum tertata dengan baik. Berdasarkan evaluasi kondisi eksisting pada jaringan pipa distribusi secara keseluruhan belum nilai tekanan saat jam minimum pukul 00.00 ada;ah 7,82 atm. Hasil evaluasi kehilangan air bulan Juli 2023 kehilangan air terjadi sebesar 7,07 lt dari total air terdistribusi 12,07 l/dt. Kehilangan air tersebut bisa disebabkan oleh kebocoran fisik dan non fisik. Upaya penurunan tingkat kehilangan air dilakukan dengan metode pressure management menggunakan alat PRV dan konsep pencarian kebocoran secara aktif menggunakan step test. Berdasarkan penerapan metode management pressure menggunakan alat PRV mampu menekan nilai tekanan saat jam minimum pemakaian pukul 00.00 dari 7,82 atm hingga 1,12 atm. Sehingga dapat disimpulkan alat PRV sebagai salah satu metode penurunan kebocoran mampu mengurangi kahilangan air di zona layanan PT Pinang.
Studi Erosi Akibat Variasi Intensitas Hujan dan Arah Angin dari Hulu Pada Alat Rainfall Simulator Normand Maulana Mashary; Lily Montarcih Limantara; Riyanto Haribowo
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.01.042

Abstract

Hujan memiliki peran yang penting dalam siklus hidrologi dan mampu memberikan dampak yang signifikan pada aliran permukaan, erosi tanah, dan keberlanjutan lingkungan. Dalam penelitian ini dilakukan pemodelan erosi sesuai dengan initial condition yang telah ditentukan pada percobaan. Perangkat rainfall simulator dalam penelitian ini digunakan untuk pemodelan erosi dengan simulasi hujan buatan menggunakan intensitas 1 liter/menit, 1,5 liter/menit, dan 2 liter/menit yang disertai dengan variabel angin konstan dari hulu berupa blower NRT-PRO, yang memungkinkan pengamatan langsung terhadap debit limpasan, durasi erosi, dan besaran limpasan sedimen pada percobaan. Pada penelitian ini dilakukan analisis perbandingan hasil laju erosi metode USLE (Universal Soil Loss Equation), laju erosi pada limpasan sedimen rainfall simulator, dan laju erosi hasil luasan grid model lahan rainfall simulator. Hasil dari masing masing pendekatan tersebut memperoleh estimasi besaran laju erosi. Dari analisis dan perhitungan menunjukkan nilai laju erosi menggunakan metode USLE, laju erosi pada limpasan sedimen rainfall simulator, dan laju erosi hasil luasan grid model lahan rainfall simulator memeroleh selisih nilai laju erosi yang relatif kecil.
Evaluasi dan Pengembangan Jaringan Distribusi Air Bersih di Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung Irfananto, Anas; Moch. Sholichin; Riyanto Haribowo
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.01.012

Abstract

Pulau Nusa Penida terdapat jaringan air bersih yang bersumber dari Mata Air Guyangan. Pada kondisi jaringan saat ini dapat dikatakan kurang dalam pendistribusian air bersih karena adanya berbagai masalah terkait dengan air bersih. Maka dari itu dibutuhkan komponen tambahan dalam sistem distribusi di Pulau Nusa Penida yang dapat menjawab permasalahan tersebut, dalam perencanaannya dibantu dengan Software WaterCAD V8i. Analisis akan dilakukan dengan melihat dari aspek hidraulik, kualitas air, dan ekonomi dalam satu jaringan yang terdiri dari 8 pompa dan 8 tandon. Hasil evaluasi mendapatkan lokasi yang memenuhi persyaratan dilakukannya pengembangan adalah tandon R-3, R-4, R-5, R-6, dan R-7. Hasil analisis kondisi pengembangan mendapatkan nilai kecepatan diantara 0,01 – 0,8 m/dt, nilai Headloss Gradient diantara 0,004 – 12,947 m/km, nilai tekanan diantara 0,9 – 7,9 atm, dan nilai residu klorin diantara 0,3 – 0,5 mg/l. Rencana Anggara Biaya (RAB) memperoleh harga sebesar Rp. 21.954.430.000,00. Pada analisa ekonomi mendapat kesimpulan pengembangan ini layak secara ekonomi untuk dilaksanakan.
Studi Perencanaan Jaringan Distribusi Utama Kota Pasuruan Kecamatan Purworejo dan Gadingrejo Menggunakan Software Watercad Thiffalny, Shiffa; Riyanto Haribowo; Moch. Sholichin
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.01.026

Abstract

Ketersediaan air bersih adalah keperluan dasar yang begitu krusial bagi masyarakat, khususnya di Kecamatan Purworejo dan Gadingrejo, Kota Pasuruan. Namun, peningkatan jumlah penduduk dan adanya intrusi air laut telah menyebabkan penurunan kualitas air tanah di wilayah tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merencanakan sistem jaringan distribusi utama yang menggunakan software WaterCAD. Metode penelitian yang digunakan meliputi pengumpulan data primer dan sekunder, analisis kebutuhan air, proyeksi jumlah penduduk, dan simulasi jaringan distribusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan air bersih di Kecamatan Purworejo dan Gadingrejo akan terus meningkat hingga tahun 2027. Proyeksi pertumbuhan penduduk di Kecamatan Purworejo dan Gadingrejo tingkat pelayanan 55.4 % jumlah warga periode 2027 sejumlah 29805 jiwa. Melalui keperluan air harian di tahun 2027 sebesar 112,08 lt/detik. Analisis total biaya pembangunan sistem jaringan pendistribusian air bersih ialah Rp. 16,525,716,000.
Studi Evaluasi Peningkatan Sistem Distribusi Air Bersih PDAM Sidoarjo Unit Kedunguling Menggunakan Software Watercad V8i Faris Budi Alifianto; Riyanto Haribowo; Moch. Sholichin
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.01.054

Abstract

Evaluasi peningkatan sistem distribusi air bersih bertujuan untuk mengetahui kebutuhan air bersih pada waktu yang akan datang. Evaluasi tersebut bertujuan untuk membuat rencana jaringan perpipaan untuk memenuhi kebutuhan air bersih pada layanan Unit Kedunguling tahun 2025, perencanaan tersebut meliputi proyeksi jumlah penduduk, jumlah kebutuhan air, tahapan dalam rencana pengembangan wilayah layanan, kondisi hidraulik, serta kualitas air yang didistribusikan. Perhitungan yang dilakukan yaitu proyeksi penduduk dengan metode aritmatik dan kebutuhan air berdasarkan Peraturan Menteri PU dan Peraturan Bupati Sidoarjo. berdasarkan perhitungan artimatik, pertumbuhan penduduk dari tahun 2020 sampai tahun 2025 di wilayah layanan PDAM Kabupaten Sidoarjo berada pada angka 31.411 jiwa menjadi 185.941 jiwa dengan kebutuhan air sebanyak 103 l/dt pada tahun 2020 dan 603 l/dt pada tahun 2025. Berdasarkan analisa pada software WaterCAD V8i, didapatkan tekanan 4 atm, kecepatan 0,000342 m/km dengan total panjang pipa 6790 m pada kondisi eksisting dan tekanan 4,5 atm, kecepatan 0,0000172 m/km dengan total panjang pipa 18.511.149 m pada kondisi pengembangan. Hasil kecepatan tersebut belum memenuhi syarat, untuk itu perlu menambah katup penguras agar tidak tejadi sedimentasi. Hasil sisa klorin berdasarkan simulasi pada kondisi eksisting yaitu 0,35 – 0,39 mg/l dan kondisi pengembangan yaitu 0,37 – 0,39 mg/l.
Analisa Pengembangan Distribusi Air Bersih Di Desa Karangsuko Kecamatan Pagelaran Kabupaten Malang Alfiko Rail Prameswara; Riyanto Haribowo; Evi Nur Cahya
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.2025.01.046

Abstract

Sistem penyediaan air bersih yang ada masih belum maksimal diakibatkan oleh beberapa hal antara lain dari sumber air yang sudah berkurang, kurangnya optimalnya sistem yang ada, serta meningkatnya kebutuhan masyarakat. Sehingga diperlukan analisa distribusi air bersih yang layak dan memenuhi ketentuan dari sisi teknis dan ekonomi. Pada analisa sistem penyediaan bersih ini dilakukan pada Desa Karangsuko Kecamatan Pagelaran Kabupaten Malang yang bertujuan untuk mengetahui hasil pemenuhan persyaratan jaringan yang akan dibuat serta mengetahui besaran harga air minimum yang akan ditetapkan pada jaringan distribusi air bersih di Desa Karangsuko. Langkah pertama yang dilakukan yaitu dengan menghitung proyeksi penduduk Desa Karangsuko selama 20 tahun kedepan dengan metode aritmatik, dikarenakan dari hasil uji kesesuaian data dipilih metode aritmatik. Setelah itu dilanjutkan dengan menghitung kebutuhan air bersih masyarakat. Dilanjutkan dengan perencanaan jaringan perpipaan menggunakan bantuan software WaterCAD V8i. Selanjutnya dengan perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dilanjutkan dengan analisa ekonomi menggunakan metode Benefit Cost Ratio, Net Present Value, Internal Rate Return, Payback Period dan analisa sensitivitas. Dari hasil perhitungan didapatkan harga jual air sebesar Rp. 6,806 serta perbandingan B/C sebesar 1,222 – 1,358 dengan kondisi B>C. Sedangkan untuk kondisi B=C didapatkan harga jual air sebesar Rp. 5,010 – Rp. 5,569.
Analisis Status Kualitas Air Metode STORET Saluran Irigasi di DI Mondoroko Petra Denindya, Zefanya Alovy; Riyanto Haribowo
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.20223.003.02.015

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada Saluran Irigasi Mondoroko yang terletak pada Daerah Irigasi Mondoroko, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang yang sampai sekarang masih aktif digunakan. Melihat keadaan tersebut penentuan kualitas air terkait kesesuaian kualitas air dengan peruntukannya untuk tanaman sehingga dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi pertanian perlu dilakukan. Berdasarkan hasil pengukuran kualitas air untuk beberapa parameter, rata-rata yang didapatkan, yaitu untuk suhu sebesar 26.5 °C, TDS sebesar 193 mg/L, Ph sebesar 8.41, dan untuk DO sebesar 3.98 mg/L. Dan dari hasil perhitungan yang diperoleh mutu air irigasi Saluran Irigasi Mondoroko yang dinilai menggunakan metode STORET didapatkan untuk mutu kelas I, II, III dan IV berturut-turut mempunyai skor -10; -8; 0 dan 0 sehingga kualifikasi mutu airnya dinyatakan untuk kelas I dan II adalah tercemar ringan, sedangkan untuk kelas III dan IV adalah memenuhi baku mutu. Melihat hasil tersebut, penggunaan air irigasi Mondoroko sudah sesuai dengan peruntukannya atau dengan kata lain air irigasi tersebut cocok untuk digunakan untuk pembudidayaan ikan air tawar, peternakan, air untuk mengairi pertanaman, dan atau peruntukan lain yang mempersyaratkan air yang sama dengan kegunaan.
Penentuan Status Mutu Air Drainase Kawasan Permukiman di Kelurahan Arjosari, Kota Malang Kristanti, Yunike Ayu; Riyanto Haribowo
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.02.017

Abstract

Kelurahan Arjosari merupakan daerah yang didominasi oleh kawasan permukiman sebesar 91,93% dari luas wilayahnya. Pertambahan penduduk daerah tersebut yang pesat menyebabkan pengaruh pada aktivitas rumah tangga terutama dalam pembuangan limbah domestik ke sungai melalui jalur jaringan drainase. Apalagi, limbah yang dibuang tanpa adanya pengelolahan terlebih dahulu sehingga dapat memungkinkan penurunan kualitas air pada drainase. Tujuan dari penelitian ini yaitu adalah untuk mengetahui kondisi kualitas air berdasarkan baku mutu yang telah ditetapkan sesuai peruntukannya dan menghitung status mutu air menggunakan metode STORET. Hasil pemantuan kualitas air dibandingkan dengan Peraturan Pemerintah No. 22 Tahun 2021 menunjukan bahwa parameter DO melebihi batas baku mutu kelas II dan III. Berdasarkan, perhitungan status mutu air menggunakan metode STORET pada kelas II dan kelas III termasuk dalam kategori tercemar ringan. Akan tetapi, pada kelas IV memenuhi baku mutu sehingga air drainase di Kelurahan Arjosari yang mengalir ke Sungai Bango dapat digunakan untuk mengairi pertanaman atau peruntukan lain yang sama dengan kegunaan tersebut. Penanggulangan terhadap pencemaran air limbah domestik dapat dilakukan dengan pengadaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sehingga air limbah dari rumah tangga dapat diolah terlebih dahulu sebelum dibuang pada saluran drainase dan dialirkan ke sungai.