Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Evaluasi dan Pengembangan Jaringan Distribusi Air Bersih di Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung Irfananto, Anas; Moch. Sholichin; Riyanto Haribowo
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.01.012

Abstract

Pulau Nusa Penida terdapat jaringan air bersih yang bersumber dari Mata Air Guyangan. Pada kondisi jaringan saat ini dapat dikatakan kurang dalam pendistribusian air bersih karena adanya berbagai masalah terkait dengan air bersih. Maka dari itu dibutuhkan komponen tambahan dalam sistem distribusi di Pulau Nusa Penida yang dapat menjawab permasalahan tersebut, dalam perencanaannya dibantu dengan Software WaterCAD V8i. Analisis akan dilakukan dengan melihat dari aspek hidraulik, kualitas air, dan ekonomi dalam satu jaringan yang terdiri dari 8 pompa dan 8 tandon. Hasil evaluasi mendapatkan lokasi yang memenuhi persyaratan dilakukannya pengembangan adalah tandon R-3, R-4, R-5, R-6, dan R-7. Hasil analisis kondisi pengembangan mendapatkan nilai kecepatan diantara 0,01 – 0,8 m/dt, nilai Headloss Gradient diantara 0,004 – 12,947 m/km, nilai tekanan diantara 0,9 – 7,9 atm, dan nilai residu klorin diantara 0,3 – 0,5 mg/l. Rencana Anggara Biaya (RAB) memperoleh harga sebesar Rp. 21.954.430.000,00. Pada analisa ekonomi mendapat kesimpulan pengembangan ini layak secara ekonomi untuk dilaksanakan.
Studi Perencanaan Jaringan Distribusi Utama Kota Pasuruan Kecamatan Purworejo dan Gadingrejo Menggunakan Software Watercad Thiffalny, Shiffa; Riyanto Haribowo; Moch. Sholichin
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.01.026

Abstract

Ketersediaan air bersih adalah keperluan dasar yang begitu krusial bagi masyarakat, khususnya di Kecamatan Purworejo dan Gadingrejo, Kota Pasuruan. Namun, peningkatan jumlah penduduk dan adanya intrusi air laut telah menyebabkan penurunan kualitas air tanah di wilayah tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merencanakan sistem jaringan distribusi utama yang menggunakan software WaterCAD. Metode penelitian yang digunakan meliputi pengumpulan data primer dan sekunder, analisis kebutuhan air, proyeksi jumlah penduduk, dan simulasi jaringan distribusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan air bersih di Kecamatan Purworejo dan Gadingrejo akan terus meningkat hingga tahun 2027. Proyeksi pertumbuhan penduduk di Kecamatan Purworejo dan Gadingrejo tingkat pelayanan 55.4 % jumlah warga periode 2027 sejumlah 29805 jiwa. Melalui keperluan air harian di tahun 2027 sebesar 112,08 lt/detik. Analisis total biaya pembangunan sistem jaringan pendistribusian air bersih ialah Rp. 16,525,716,000.
Studi Evaluasi Peningkatan Sistem Distribusi Air Bersih PDAM Sidoarjo Unit Kedunguling Menggunakan Software Watercad V8i Faris Budi Alifianto; Riyanto Haribowo; Moch. Sholichin
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.01.054

Abstract

Evaluasi peningkatan sistem distribusi air bersih bertujuan untuk mengetahui kebutuhan air bersih pada waktu yang akan datang. Evaluasi tersebut bertujuan untuk membuat rencana jaringan perpipaan untuk memenuhi kebutuhan air bersih pada layanan Unit Kedunguling tahun 2025, perencanaan tersebut meliputi proyeksi jumlah penduduk, jumlah kebutuhan air, tahapan dalam rencana pengembangan wilayah layanan, kondisi hidraulik, serta kualitas air yang didistribusikan. Perhitungan yang dilakukan yaitu proyeksi penduduk dengan metode aritmatik dan kebutuhan air berdasarkan Peraturan Menteri PU dan Peraturan Bupati Sidoarjo. berdasarkan perhitungan artimatik, pertumbuhan penduduk dari tahun 2020 sampai tahun 2025 di wilayah layanan PDAM Kabupaten Sidoarjo berada pada angka 31.411 jiwa menjadi 185.941 jiwa dengan kebutuhan air sebanyak 103 l/dt pada tahun 2020 dan 603 l/dt pada tahun 2025. Berdasarkan analisa pada software WaterCAD V8i, didapatkan tekanan 4 atm, kecepatan 0,000342 m/km dengan total panjang pipa 6790 m pada kondisi eksisting dan tekanan 4,5 atm, kecepatan 0,0000172 m/km dengan total panjang pipa 18.511.149 m pada kondisi pengembangan. Hasil kecepatan tersebut belum memenuhi syarat, untuk itu perlu menambah katup penguras agar tidak tejadi sedimentasi. Hasil sisa klorin berdasarkan simulasi pada kondisi eksisting yaitu 0,35 – 0,39 mg/l dan kondisi pengembangan yaitu 0,37 – 0,39 mg/l.
Analisa Pengembangan Distribusi Air Bersih Di Desa Karangsuko Kecamatan Pagelaran Kabupaten Malang Alfiko Rail Prameswara; Riyanto Haribowo; Evi Nur Cahya
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.2025.01.046

Abstract

Sistem penyediaan air bersih yang ada masih belum maksimal diakibatkan oleh beberapa hal antara lain dari sumber air yang sudah berkurang, kurangnya optimalnya sistem yang ada, serta meningkatnya kebutuhan masyarakat. Sehingga diperlukan analisa distribusi air bersih yang layak dan memenuhi ketentuan dari sisi teknis dan ekonomi. Pada analisa sistem penyediaan bersih ini dilakukan pada Desa Karangsuko Kecamatan Pagelaran Kabupaten Malang yang bertujuan untuk mengetahui hasil pemenuhan persyaratan jaringan yang akan dibuat serta mengetahui besaran harga air minimum yang akan ditetapkan pada jaringan distribusi air bersih di Desa Karangsuko. Langkah pertama yang dilakukan yaitu dengan menghitung proyeksi penduduk Desa Karangsuko selama 20 tahun kedepan dengan metode aritmatik, dikarenakan dari hasil uji kesesuaian data dipilih metode aritmatik. Setelah itu dilanjutkan dengan menghitung kebutuhan air bersih masyarakat. Dilanjutkan dengan perencanaan jaringan perpipaan menggunakan bantuan software WaterCAD V8i. Selanjutnya dengan perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dilanjutkan dengan analisa ekonomi menggunakan metode Benefit Cost Ratio, Net Present Value, Internal Rate Return, Payback Period dan analisa sensitivitas. Dari hasil perhitungan didapatkan harga jual air sebesar Rp. 6,806 serta perbandingan B/C sebesar 1,222 – 1,358 dengan kondisi B>C. Sedangkan untuk kondisi B=C didapatkan harga jual air sebesar Rp. 5,010 – Rp. 5,569.
Analisis Status Kualitas Air Metode STORET Saluran Irigasi di DI Mondoroko Petra Denindya, Zefanya Alovy; Riyanto Haribowo
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.20223.003.02.015

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada Saluran Irigasi Mondoroko yang terletak pada Daerah Irigasi Mondoroko, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang yang sampai sekarang masih aktif digunakan. Melihat keadaan tersebut penentuan kualitas air terkait kesesuaian kualitas air dengan peruntukannya untuk tanaman sehingga dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi pertanian perlu dilakukan. Berdasarkan hasil pengukuran kualitas air untuk beberapa parameter, rata-rata yang didapatkan, yaitu untuk suhu sebesar 26.5 °C, TDS sebesar 193 mg/L, Ph sebesar 8.41, dan untuk DO sebesar 3.98 mg/L. Dan dari hasil perhitungan yang diperoleh mutu air irigasi Saluran Irigasi Mondoroko yang dinilai menggunakan metode STORET didapatkan untuk mutu kelas I, II, III dan IV berturut-turut mempunyai skor -10; -8; 0 dan 0 sehingga kualifikasi mutu airnya dinyatakan untuk kelas I dan II adalah tercemar ringan, sedangkan untuk kelas III dan IV adalah memenuhi baku mutu. Melihat hasil tersebut, penggunaan air irigasi Mondoroko sudah sesuai dengan peruntukannya atau dengan kata lain air irigasi tersebut cocok untuk digunakan untuk pembudidayaan ikan air tawar, peternakan, air untuk mengairi pertanaman, dan atau peruntukan lain yang mempersyaratkan air yang sama dengan kegunaan.
Penentuan Status Mutu Air Drainase Kawasan Permukiman di Kelurahan Arjosari, Kota Malang Kristanti, Yunike Ayu; Riyanto Haribowo
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.02.017

Abstract

Kelurahan Arjosari merupakan daerah yang didominasi oleh kawasan permukiman sebesar 91,93% dari luas wilayahnya. Pertambahan penduduk daerah tersebut yang pesat menyebabkan pengaruh pada aktivitas rumah tangga terutama dalam pembuangan limbah domestik ke sungai melalui jalur jaringan drainase. Apalagi, limbah yang dibuang tanpa adanya pengelolahan terlebih dahulu sehingga dapat memungkinkan penurunan kualitas air pada drainase. Tujuan dari penelitian ini yaitu adalah untuk mengetahui kondisi kualitas air berdasarkan baku mutu yang telah ditetapkan sesuai peruntukannya dan menghitung status mutu air menggunakan metode STORET. Hasil pemantuan kualitas air dibandingkan dengan Peraturan Pemerintah No. 22 Tahun 2021 menunjukan bahwa parameter DO melebihi batas baku mutu kelas II dan III. Berdasarkan, perhitungan status mutu air menggunakan metode STORET pada kelas II dan kelas III termasuk dalam kategori tercemar ringan. Akan tetapi, pada kelas IV memenuhi baku mutu sehingga air drainase di Kelurahan Arjosari yang mengalir ke Sungai Bango dapat digunakan untuk mengairi pertanaman atau peruntukan lain yang sama dengan kegunaan tersebut. Penanggulangan terhadap pencemaran air limbah domestik dapat dilakukan dengan pengadaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sehingga air limbah dari rumah tangga dapat diolah terlebih dahulu sebelum dibuang pada saluran drainase dan dialirkan ke sungai.
Analisis Kualitas Air Saluran Drainase Kawasan Komersial Kecamatan Blimbing Kota Malang Dengan Menggunakan Metode STORET Rismiati, Wahyu; Riyanto Haribowo
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.02.016

Abstract

IPAL atau Instalasi Pengolahan Air Limbah adalah suatu struktur yang dirancang untuk memproses dan mengelola limbah cair sehingga dapat dibuang ke lingkungan dengan aman. Kawasan komersial merupakan salah satu penyumbang limbah cair pada lingkungan yang dihasilkan dari aktivitasnya, tetapi tidak semua bangunan komersial memiliki sistem pengolahan limbah. Hal ini mengakibatkan limbah yang dihasilkan akan langsung masuk ke dalam saluran drainase tanpa dilakukan pengolahan terlebih dahulu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas air pada saluran drainase kawasan komersial yang berada di Kecamatan Blimbing Kota Malang. Pengujian sampel air drainase dilakukan secara langsung di lapangan dengan menggunakan alat Horiba tipe U-50. Kemudian hasil dari pengujian tersebut dilanjutkan dengan penentuan status mutu air menggunakan metode STORET melalui parameter TDS (Total Dissolved Solid), suhu, pH, dan DO (Dissolved Oxygen). Penilaian dilakukan dengan baku mutu kelas II, kelas III, dan kelas IV menurut PP Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021. Pada baku mutu kelas II dan baku mutu kelas III menunjukkan hasil cemar ringan sedangkan pada kelas IV memenuhi baku mutu.
Studi Perbandingan Perhitungan Volume Galian dan Timbunan Menggunakan Data Total Station dan Drone (UAV) Ginting, Edoa Buahbaranta; Riyanto Haribowo; Andre Primantyo H
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.052

Abstract

Perencanaan infrastruktur umumnya dihadapkan dengan kondisi tanah yang tidak menentu. Walaupun berada pada lokasi yang sama sering juga mendapatkan bagian permukaan yang elevasi atau konturnya berbeda. Untuk memperbaiki permukaan lahan tersebut, salah satu metode pelaksanaan yang bisa digunakan adalah dengan melakukan proses penggalian tanah (cut) dan penimbunan tanah (fill). Galian dan timbunan bertujuan membuat permukaan tanah pada lokasi perencanaan konstruksi mempunyai kontur atau elevasi yang sama. Penelitian ini dilakukan pada proyek pembangunan gudang yang berlokasi di Jl. Danau Lamo, Maro Sebo, Muaro Jambi, Jambi dan memiliki luas tanah berkisar 12000 m2. Proyek pembangunan gudang ini terletak di lahan perkebunan sawit dan memiliki kontur tanah yang tidak terlalu rata serta vegetasi pohon sawit yang ada. Sebelum memulai proses pengerjaan perataan tanah harus dilakukan pengukuran dan perhitungan volume galian dan timbunan pada area rencana pembangunan. Volume galian dan timbunan didapat dari pengukuran topografi, pada penelitian ini pengukuran topografi dibantu dengan alat ukur Total Station dan Drone (UAV) serta Data DEMNAS sebagai acuan perbandingan perhitungan volume dari kedua alat yang digunakan. Sehingga didapat kelebihan dan kekurangan dari alat Total Station maupun Drone dengan melihat kondisi di lapangan.
Studi Evaluasi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal di RW 5 Kelurahan Tunggulwulung, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang Isnin Fajriati Septiana; Tri Budi Prayogo; Riyanto Haribowo
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.092

Abstract

Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal di RW 5 Kelurahan Tunggulwulung, Kota Malang telah beroperasi sejak akhir tahun 2019 dengan kapasitas sebanyak 59,86 m3dan HRT selama 29,1 jam. Seiring perkembangan, IPAL Komunal ini mengalami permasalahan baik dari segi teknis maupun non-teknis. Dari segi teknis, IPAL Komunal ini memiliki kapasitas yang cukup dan HRT yang cukup lama. Akan tetapi dengan kapasitas tersebut IPAL Komunal ini belum mampu mengolah air limbah sesuai baku mutu. Berdasarkan hasil analisis, IPAL Komunal tergolong pada kategori cukup baik dengan persentase kinerja sebesar 53,33%, dimana IPAL Komunal ini sudah berfungsi sesuai peruntukannya akan tetapi terdapat beberapa kekurangan dari segi pengelolaan, operasional dan perawatan. Berdasarkan uji kualitas air limbah pada inlet, bak penampung lumpur dan outlet dari 7 parameter yang diuji hanya terdapat 2 parameter yang memenuhi baku mutu sesuai Permen LH No. 68 Tahun 2016 yaitu pH dengan rentang nilai 6,52 - 6,94 dan kadar minyak & lemak pada rentang 2mg/l - 2,5mg/l. Tingkat efisiensi tertinggi adalah parameter TSS dan efisiensi terendah parameter Total Coliform. Dapat disimpulkan bahwa pengolahan limbah cukup efisien tetapi tidak efektif. Dilakukan analisis SWOT sebagai rekomendasi dari segi teknis dan non teknis agar IPAL Komunal yang sudah terbangun ini lebih berdaya fungsi maksimal.
Analisis Kualitas Air Menggunakan Metode Indeks Pencemaran, CCME-WQI, dan NSF-WQI di Sungai Wonokromo, Kota Surabaya, Jawa Timur Salsabila; Riyanto Haribowo; Emma Yuliani
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.073

Abstract

Sungai Wonokromo dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk kebutuhan sehari-hari dan letaknya yang berada di kawasan padat penduduk serta industri menyebabkan sungai menjadi tercemar. Studi ini bertujuan untuk menentukan pendekatan mana yang lebih baik menangkap kondisi awal kualitas air sungai dengan melacak dan menganalisis karakteristik kualitas air Sungai Wonokromo. Selain itu juga menggambarkan sebaran beban pencemaran untuk mengetahui kawasan yang menjadi sumber pencemar utama dari setiap titik pengambilan sampel air. Teknik Indeks Polusi (IP), CCME-WQI, dan NSF-WQI digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas air Sungai Wonokromo 83,33% Tercemar Ringan dan 16,67% Tercemar Sedang di lokasi hulu, tengah, dan hilir dari tahun 2016 hingga 2021 dengan menggunakan teknik IP. Metode CCME-WQI di titik hulu 50% kurang, 33,33% buruk dan 16,67% cukup; di titik tengah 83,33% kurang dan 16,67% buruk; di hilir 50% kurang dan 50% buruk. Metode NSF-WQI di titik hulu, tengah, dan hilir 100% buruk. Metode NSF-WQI merupakan metode yang mendekati representtasi kondisi asli Sungai Wonokromo. Berdasarkan gambaran hasil pemetaan sebaran pencemaran, didapati bahwa kualitas air di Sungai Wonokromo berbeda-beda yang disebabkan oleh banyak faktor seperti akumulasi sumber pencemar dari hulu ke hilir, adanya faktor eksternal serta faktor geografis letak sungai.