Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Analisis Kualitas Air Saluran Drainase Kawasan Komersial Kecamatan Blimbing Kota Malang Dengan Menggunakan Metode STORET Rismiati, Wahyu; Riyanto Haribowo
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.02.016

Abstract

IPAL atau Instalasi Pengolahan Air Limbah adalah suatu struktur yang dirancang untuk memproses dan mengelola limbah cair sehingga dapat dibuang ke lingkungan dengan aman. Kawasan komersial merupakan salah satu penyumbang limbah cair pada lingkungan yang dihasilkan dari aktivitasnya, tetapi tidak semua bangunan komersial memiliki sistem pengolahan limbah. Hal ini mengakibatkan limbah yang dihasilkan akan langsung masuk ke dalam saluran drainase tanpa dilakukan pengolahan terlebih dahulu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas air pada saluran drainase kawasan komersial yang berada di Kecamatan Blimbing Kota Malang. Pengujian sampel air drainase dilakukan secara langsung di lapangan dengan menggunakan alat Horiba tipe U-50. Kemudian hasil dari pengujian tersebut dilanjutkan dengan penentuan status mutu air menggunakan metode STORET melalui parameter TDS (Total Dissolved Solid), suhu, pH, dan DO (Dissolved Oxygen). Penilaian dilakukan dengan baku mutu kelas II, kelas III, dan kelas IV menurut PP Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021. Pada baku mutu kelas II dan baku mutu kelas III menunjukkan hasil cemar ringan sedangkan pada kelas IV memenuhi baku mutu.
Studi Perbandingan Perhitungan Volume Galian dan Timbunan Menggunakan Data Total Station dan Drone (UAV) Ginting, Edoa Buahbaranta; Riyanto Haribowo; Andre Primantyo H
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.052

Abstract

Perencanaan infrastruktur umumnya dihadapkan dengan kondisi tanah yang tidak menentu. Walaupun berada pada lokasi yang sama sering juga mendapatkan bagian permukaan yang elevasi atau konturnya berbeda. Untuk memperbaiki permukaan lahan tersebut, salah satu metode pelaksanaan yang bisa digunakan adalah dengan melakukan proses penggalian tanah (cut) dan penimbunan tanah (fill). Galian dan timbunan bertujuan membuat permukaan tanah pada lokasi perencanaan konstruksi mempunyai kontur atau elevasi yang sama. Penelitian ini dilakukan pada proyek pembangunan gudang yang berlokasi di Jl. Danau Lamo, Maro Sebo, Muaro Jambi, Jambi dan memiliki luas tanah berkisar 12000 m2. Proyek pembangunan gudang ini terletak di lahan perkebunan sawit dan memiliki kontur tanah yang tidak terlalu rata serta vegetasi pohon sawit yang ada. Sebelum memulai proses pengerjaan perataan tanah harus dilakukan pengukuran dan perhitungan volume galian dan timbunan pada area rencana pembangunan. Volume galian dan timbunan didapat dari pengukuran topografi, pada penelitian ini pengukuran topografi dibantu dengan alat ukur Total Station dan Drone (UAV) serta Data DEMNAS sebagai acuan perbandingan perhitungan volume dari kedua alat yang digunakan. Sehingga didapat kelebihan dan kekurangan dari alat Total Station maupun Drone dengan melihat kondisi di lapangan.
Studi Evaluasi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal di RW 5 Kelurahan Tunggulwulung, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang Isnin Fajriati Septiana; Tri Budi Prayogo; Riyanto Haribowo
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.092

Abstract

Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal di RW 5 Kelurahan Tunggulwulung, Kota Malang telah beroperasi sejak akhir tahun 2019 dengan kapasitas sebanyak 59,86 m3dan HRT selama 29,1 jam. Seiring perkembangan, IPAL Komunal ini mengalami permasalahan baik dari segi teknis maupun non-teknis. Dari segi teknis, IPAL Komunal ini memiliki kapasitas yang cukup dan HRT yang cukup lama. Akan tetapi dengan kapasitas tersebut IPAL Komunal ini belum mampu mengolah air limbah sesuai baku mutu. Berdasarkan hasil analisis, IPAL Komunal tergolong pada kategori cukup baik dengan persentase kinerja sebesar 53,33%, dimana IPAL Komunal ini sudah berfungsi sesuai peruntukannya akan tetapi terdapat beberapa kekurangan dari segi pengelolaan, operasional dan perawatan. Berdasarkan uji kualitas air limbah pada inlet, bak penampung lumpur dan outlet dari 7 parameter yang diuji hanya terdapat 2 parameter yang memenuhi baku mutu sesuai Permen LH No. 68 Tahun 2016 yaitu pH dengan rentang nilai 6,52 - 6,94 dan kadar minyak & lemak pada rentang 2mg/l - 2,5mg/l. Tingkat efisiensi tertinggi adalah parameter TSS dan efisiensi terendah parameter Total Coliform. Dapat disimpulkan bahwa pengolahan limbah cukup efisien tetapi tidak efektif. Dilakukan analisis SWOT sebagai rekomendasi dari segi teknis dan non teknis agar IPAL Komunal yang sudah terbangun ini lebih berdaya fungsi maksimal.
Analisis Kualitas Air Menggunakan Metode Indeks Pencemaran, CCME-WQI, dan NSF-WQI di Sungai Wonokromo, Kota Surabaya, Jawa Timur Salsabila; Riyanto Haribowo; Emma Yuliani
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.073

Abstract

Sungai Wonokromo dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk kebutuhan sehari-hari dan letaknya yang berada di kawasan padat penduduk serta industri menyebabkan sungai menjadi tercemar. Studi ini bertujuan untuk menentukan pendekatan mana yang lebih baik menangkap kondisi awal kualitas air sungai dengan melacak dan menganalisis karakteristik kualitas air Sungai Wonokromo. Selain itu juga menggambarkan sebaran beban pencemaran untuk mengetahui kawasan yang menjadi sumber pencemar utama dari setiap titik pengambilan sampel air. Teknik Indeks Polusi (IP), CCME-WQI, dan NSF-WQI digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas air Sungai Wonokromo 83,33% Tercemar Ringan dan 16,67% Tercemar Sedang di lokasi hulu, tengah, dan hilir dari tahun 2016 hingga 2021 dengan menggunakan teknik IP. Metode CCME-WQI di titik hulu 50% kurang, 33,33% buruk dan 16,67% cukup; di titik tengah 83,33% kurang dan 16,67% buruk; di hilir 50% kurang dan 50% buruk. Metode NSF-WQI di titik hulu, tengah, dan hilir 100% buruk. Metode NSF-WQI merupakan metode yang mendekati representtasi kondisi asli Sungai Wonokromo. Berdasarkan gambaran hasil pemetaan sebaran pencemaran, didapati bahwa kualitas air di Sungai Wonokromo berbeda-beda yang disebabkan oleh banyak faktor seperti akumulasi sumber pencemar dari hulu ke hilir, adanya faktor eksternal serta faktor geografis letak sungai.
Studi Perencanaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Industri Tahu Di Desa Poluju Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro Shakieb, Dwi Mufidatun Nisa; Emma Yuliani; Riyanto Haribowo
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.1.3

Abstract

Produksi tahu yang terus meningkat di Indonesia saat ini memiliki peranan penting bagi ekosistem lingkungan di sekitarnya, terutama pada badan air di sekitar lokasi pabrik tahu. Industri Tahu Poluju dengan kapasitas produksi 500 kg kedelai setiap hari memproduksi limbah cair sebanyak 32,256 m3/hari. Sebagian industri kecil atau rumahan yang masih menggunakan teknologi sederhana dalam proses produksinya, dapat menimbulkan pencemaran air akibat rendahnya kesadaran masyarakat tentang masalah pencemaran itu. Limbah cair yang dihasilkan dalam proses produksi tahu mencakup limbah dari pencucian kedelai sebelum diolah, sisa-perendaman kedelai, sisa setelah merebus kedelai, proses penggumpalan, dan berasal dari pencetakan tahu. Kualitas parameter pencemar yang awalnya tidak memenuhi standar yang ditetapkan, dapat berkurang dengan perencanaan ini sehingga sesuai dengan standar kualitas yang berlaku. Pada penelitian ini diterapkan kombinasi IPAL Anaerobik-Aerobik. Perhitungan Anggaran Biaya (RAB) dalam penelitian ini memerlukan biaya sekitar ± Rp 65.576.933.
Studi Perencanaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Pada Industri Tahu JNT Kecamatan Ngajum Kabupaten Malang: Studi Kasus di Kabupaten Malang Mufidah, Nurul; Emma Yuliani; Riyanto Haribowo
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.1.8

Abstract

Industri Tahu JNT yang berlokasi di Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), sehingga limbah cair hasil proses produksi dibuang langsung ke badan air tanpa melalui proses pengolahan terlebih dahulu. Kondisi ini berpotensi mencemari lingkungan sekitar. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kualitas limbah cair tahu, menghitung debit limbah, serta merencanakan IPAL yang sesuai dengan karakteristik limbah tersebut. Data diperoleh melalui pengujian kualitas limbah berdasarkan parameter BOD, COD, TSS dan pH, serta pengukuran debit selama tiga hari pada jam operasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh parameter melebihi baku mutu yang berlaku. Dengan perencanaan IPAL menggunakan sistem biofilter anaerobik-aerobik, kualitas effluent diperkirakan dapat memenuhi standar baku mutu yang berlaku. Perencanaan ini memerlukan biaya pembangunan IPAL sebesar ±Rp 124.300.000,00.
Studi Perencanaan Pengembangan Jaringan Distribusi Air Bersih Untuk Peningkatan Pelayanan Air Bersih Di Kelurahan Nunukan Barat Maulana, Arif; Riyanto Haribowo; Linda Prasetyorini
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.1.34

Abstract

Air bersih merupakan kebutuhan dasar untuk konsumsi, mandi, mencuci, serta aktivitas kebersihan lingkungan, sehingga memerlukan sistem penyediaan yang memadai dan efisien. Kelurahan Nunukan Barat saat ini dilayani jaringan distribusi dari IPA Sei Bilal berkapasitas 50 lt/dt, namun belum seluruh penduduk memperoleh layanan optimal akibat pertumbuhan penduduk dan kebocoran jaringan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kondisi eksisting dan merencanakan pengembangan jaringan air bersih di wilayah yang belum terlayani. Saat ini, IPA Sei Bilal melayani debit puncak sebesar 35,61 lt/dt untuk 3.574 sambungan rumah di empat kelurahan, dan hasil simulasi WaterCAD V8i menunjukkan masih ada pipa yang tidak memenuhi kriteria teknis. Berdasarkan proyeksi, kebutuhan air bersih di Kelurahan Nunukan Barat pada tahun 2044 diperkirakan mencapaii 61,11 lt/dt, sementara itu untuk 13 area pengembangan sebesar 5,32 lt/dt. Rencana pengembangan menghasilkan jaringan yang memenuhi kriteria teknis, dengan estimasi biaya pembangunan sebesar Rp 8.297.934.000,00.
Studi Perencanaan Jaringan Distribusi Air Baku di Desa Krucil Kecamatan Krucil Kabupaten Probolinggo Elfreda Almira Alodia; Sumiadi; Riyanto Haribowo
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.1.29

Abstract

Kecamatan Krucil terletak di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Daerah ini memiliki potensi sumber mata air yang besar karena berada di wilayah pegunungan. Di Kecamatan Krucil terdapat dua sumber airiiyang berasal dari Sumber Mata air Condong dan Sumber Mata Air Darungan dengan masing-masing debit sebesar, 103.9 liter/detik dan 86.25 liter/detik. Di wilayah ini juga telah tersedia jaringan pipa eksisting berupa jaringan transmisi, namun belum dilengkapi dengan sistem distribusi, sehingga pemanfaatan air baku belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan jaringan distribusi air baku di Desa Krucil dengan memperhitungkan proyeksi kebutuhan air hingga tahun 2043 sebesar 6.21 liter/detik untuk melayani 6484 jiwa. Perencanaan dilakukan melalui pemodelan sistem jaringan menggunakan Software WaterCAD V8i. Hasil simulasi menunjukkan bahwa tekanan pada jaringan transmisi berada pada kisaran 1.34–7.39 atm, kecepatan aliran 0.68–1.35 m/s, dan headloss gradient antara 0.914–6.87 m/km. Sementara itu, pada jaringan distribusi, tekanan berkisar antara 1.15–10.91 atm, kecepatan 0.3–1.18 m/s, headloss gradient 1.987–14.15 m/km, sertaiisisa klorin antara 0.265–0.294 mg/L. Perencanaan ini diharapkan dapat digunakan sebagai rujukan dalam pengembangan sistem distribusi air baku di wilayah terkait.
Evaluasi Sistem Jaringan Distribusi Air Bersih Daerah Layanan Tandon Istana Dieng PDAM Tugu Tirta Kota Malang Perdana, Bisma; Moch. Sholichin; Riyanto Haribowo
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 2 (2026): In Press
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.2.66

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk dan perkembangan wilayah perkotaan menyebabkan kebutuhan air bersih terus meningkat, sehingga diperlukan sistem distribusi yang andal dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja sistem jaringan distribusi air bersih serta merencanakan pengembangannya di daerah layanan Tandon Istana Dieng PDAM Tugu Tirta Kota Malang. Metode yang digunakan meliputi analisis kebutuhan air bersih pada kondisi eksisting tahun 2024, evaluasi hidrolik jaringan distribusi menggunakan perangkat lunak WaterCAD V8i, proyeksi kebutuhan air hingga tahun 2045, serta perhitungan rencana anggaran biaya (RAB). Hasil analisis menunjukkan bahwa kebutuhan air bersih pada kondisi eksisting sebesar 19,037 lt/dt dan meningkat menjadi 34,275 lt/dt pada jam puncak tahun 2045 seiring pertumbuhan penduduk hingga 11.962 jiwa. Simulasi hidrolik menunjukkan bahwa tekanan, kecepatan aliran, headloss gradient, dan sisa klor bebas pada kondisi eksisting maupun pengembangan umumnya telah memenuhi ketentuan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 18 Tahun 2007. Namun demikian, diperlukan perbesaran enam pipa distribusi eksisting untuk menunjang pemenuhan kebutuhan air secara optimal. Pengembangan jaringan direncanakan menggunakan pipa PVC dengan total panjang 932 m, sementara tandon dan pompa eksisting masih layak digunakan. Estimasi biaya pengembangan jaringan distribusi air bersih sebesar Rp2,55 miliar menunjukkan bahwa rencana pengembangan layak secara teknis dan ekonomis.
Evaluasi Sistem Jaringan Distribusi Air Bersih Pada Layanan SPAM Kebonsari PDAM Tugu Tirta Kota Malang Veto Hafiz Juliansyah; Linda Prasetyorini; Riyanto Haribowo
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 2 (2026): In Press
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.2.69

Abstract

Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi secara berkelanjutan. Peningkatan jumlah penduduk dan pelanggan menyebabkan sistem distribusi air bersih menghadapi permasalahan hidraulik dan keterbatasan infrastruktur. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja jaringan eksisting dan merencanakan pengembangan sistem distribusi air bersih SPAM Kebonsari PDAM Tugu Tirta Kota Malang hingga tahun 2045, menggunakan metode analisis proyeksi kebutuhan air dan simulasi hidraulik jaringan. Hasil menunjukkan bahwa pada kondisi eksisting masih terdapat pipa yang tidak memenuhi kriteria kecepatan aliran dan headloss gradient. Proyeksi kebutuhan air tahun 2045 sebesar 21,836 liter/detik dengan kebutuhan jam puncak 34,064 liter/detik masih dapat dipenuhi oleh sumber air. Pengembangan jaringan yang direncanakan terbukti mampu meningkatkan kinerja hidraulik hingga memenuhi seluruh standar pelayanan. Estimasi Rencana Anggaran Biaya pengembangan sistem jaringan distribusi SPAM Kebonsari sebesar Rp. 4.297.903.000. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rekomendasi teknis dalam pengembangan sistem distribusi air bersih yang andal, efisien, dan berkelanjutan di Kota Malang.