Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Studi Evaluasi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal di RW 5 Kelurahan Tunggulwulung, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang Isnin Fajriati Septiana; Tri Budi Prayogo; Riyanto Haribowo
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.092

Abstract

Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal di RW 5 Kelurahan Tunggulwulung, Kota Malang telah beroperasi sejak akhir tahun 2019 dengan kapasitas sebanyak 59,86 m3dan HRT selama 29,1 jam. Seiring perkembangan, IPAL Komunal ini mengalami permasalahan baik dari segi teknis maupun non-teknis. Dari segi teknis, IPAL Komunal ini memiliki kapasitas yang cukup dan HRT yang cukup lama. Akan tetapi dengan kapasitas tersebut IPAL Komunal ini belum mampu mengolah air limbah sesuai baku mutu. Berdasarkan hasil analisis, IPAL Komunal tergolong pada kategori cukup baik dengan persentase kinerja sebesar 53,33%, dimana IPAL Komunal ini sudah berfungsi sesuai peruntukannya akan tetapi terdapat beberapa kekurangan dari segi pengelolaan, operasional dan perawatan. Berdasarkan uji kualitas air limbah pada inlet, bak penampung lumpur dan outlet dari 7 parameter yang diuji hanya terdapat 2 parameter yang memenuhi baku mutu sesuai Permen LH No. 68 Tahun 2016 yaitu pH dengan rentang nilai 6,52 - 6,94 dan kadar minyak & lemak pada rentang 2mg/l - 2,5mg/l. Tingkat efisiensi tertinggi adalah parameter TSS dan efisiensi terendah parameter Total Coliform. Dapat disimpulkan bahwa pengolahan limbah cukup efisien tetapi tidak efektif. Dilakukan analisis SWOT sebagai rekomendasi dari segi teknis dan non teknis agar IPAL Komunal yang sudah terbangun ini lebih berdaya fungsi maksimal.
Identifikasi Risiko Kegagalan Proses Produksi Ipam Karangpilang II Menggunakan Metode Failure Mode and Effect Analysis Firsta Endah; Emma Yuliani; Tri Budi Prayogo
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/Ub.Jtresda.2024.004.01.055

Abstract

PDAM Surya Sembada merupakan BUMD yang bekerja pada bidang distribusi air bersih dengan memanfaatkan Sungai Surabaya menjadi salah satu sumber air bakunya. IPAM Karangpilang II telah mengalami peningkatan kapasitas dua kali, dengan kapasitas terakhir sebesar 2.750 liter/detik. Adakalanya dapat terjadi kendala atau kegagalan pada proses produksinya. Studi ini menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk mengidentifikasi risiko kegagalan pada IPAM Karangpilang II. FMEA merupakan metode sistematis untuk mengetahui dan mencegah sebanyak mungkin failure mode. Pendekatan risiko yang dilakukan pada metode ini yakni dengan severity, occurrence, dan detection. Nilai-nilai kegagalan tersebut kemudian digunakan untuk mendapatkan nilai Risk Priority Number (RPN). Hasil RPN merupakan perhitungan matematis dari analisa yang telah dilakukan, yaitu hasil dari severity × occurrence × detection. Berdasarkan analisis menggunakan FMEA diperoleh nilai RPN yang tertinggi pada unit clearator yang terjadi pada gradient kecepatan, kecepatan aliran, dan bilangan reynold. Dimana masing-masing potensi memiliki nilai RPN sebesar 80. Perbaikan yang diusulkan yaitu dengan melakukan pengaturan dan pengecekan debit yang masuk secara berkala menggunakan alat flowmeter atau alat pengukur debit pada inlet bak.
Perbandingan Perencanaan Irigasi Pancar Dan Irigasi Tetes Pada Tanaman Jeruk Dan Alpukat Di Kebun Percobaan Mahmud Adibi; Moch. Sholichin; Tri Budi Prayogo
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.067

Abstract

Abstrak: Irigasi dilakukan dengan memberikan air langsung kebawah permukaan tanah, penggenangan disekitar area tanaman, atau dengan cara menyiram. Di Indonesia mayoritas masih menggunakan irigasi permukaan yang memiliki nilai kehiangan air yang cukup tinggi, dalam penelitian ini dilakukan analisa perencanaan jaringan irigasi tetes dan pancar guna mengetahui tingkat efektivitas dari kedua sistem jaringan tertutup tersebut. Hasil dari analisa perencanaan didapatkan kesimpulan dari kebun yang dilakukan penelitian dibagi menjadi 3 zona yaitu : zona 1dan zona 2 tanaman jeruk menggunakan irigasi tetes, dan zona 3 tanaman alpukat menggunakan irigasi pancar. zona 1 memiliki luas 1356,4 m2 dengan 108 tanaman jeruk membutuhkan 68 m pipa 2”, 267 m pipa 1 inc, 39 buah sambungan, dan 108 buah emiiter dengan kebutuhan air sebesar 1,07 lt/dt. Zona 2 memiliki luas 771,25 m2 dengan 71 tanaman jeruk membutuhkan 72 m pipa 2”, 174 m pipa 1”, 41 buah sambungan, dan 71 buah emitter dengan kebutuhan air sebesar 0,61 lt/dt. Zona 3 dengan luas 505,01 m2 dengan 49 tanaman alpukat membutuhkan 68 m pipa 2”, 150 m pipa 1”, 31 m pipa ½”, 45 buah sambungan dan 31 buah sprinkler dengan kebutuhan air sebesar 0,4 lt/dt. Total RAB yang dibutuhkan dalam prencanaan sebesar Rp 25.320.000,- dengan pembagian dari zona 1 sebesar Rp 7.184.941,- , zona 2 sebesar 5.991.819,- , zona 3 sebesar Rp 7.184.941,- dan rangkaian pompa dan saluran primer sebesar Rp 1.957.992,-. Dengan ditambah PPn sebesar 11% sehingga total RAB yang diperlukan sebesar Rp 25.320.000,-.
Penilaian Kinerja Jaringan Irigasi Air Tanah di Daerah Oncoran SDMJ 552 Desa Purwojati Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokero Grant Walsen; Tri Budi Prayogo; Hari Siswoyo
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.01.024

Abstract

Pada tahun 2012 Proyek Pengembangan Air Tanah (P2AT) Jawa Timur membangun sumur bor SDMJ 552 agar kebutuhan air irigasi di Desa Purwojati Kabupaten Mojokerto terpenuhi. Walaupun sudah dibangun sumur pompa seperti SDMJ 552, kurangnya sistem pengoperasian yang tepat menyebabkan sumur tersebut beroperasi kurang optimal, untuk menghindari mangkraknya SDMJ 552 pada studi ini akan dilakukan penilaian kinerja jaringan irigasi air tanah. Penilaian ini akan mencakup penilaian teknis dan non teknis berdasarkan parameter yang tercantum pada Permen PUPR No.12/PRT/M/2015. Aspek teknis yang dinilai meliputi kinerja pra sarana fisik dan sarana penunjang SDMJ 552, dimana dinilai dengan metode observasi/pengamatan di lapangan, mengukur efisiensi dari saluran irigasi, kemudian menilai produktivitas tanaman dengan menilai faktor K, realisasi luas tanam, pemenuhan kebutuhan air, produktivitas padi palawija dan nilai panen. Selain itu, wawancara akan dilakukan kepada petani terkait dengan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) untuk penilaian dari aspek sosial. Hasil penilaian indeks kinerja pada aspek teknis SDMJ 552 didapatkan nilai 87,78% untuk prasarana fisik yang termasuk dalam kategori baik dan dibutuhkan pemeliharaan secara berkala, sedangkan didapatkan nilai 40% untuk sarana penunjang dengan kategori buruk dan dibutuhkan perbaikan atau pengadaan komponen yang belum ada. Selain itu pada aspek ekonomi didapatkan nilai sebesar 89,6% untuk produktivitas tanaman dengan kategori sangat baik dan perlu dilakukan peningkatan sistem pemberian air agar produktivitas semakin optimal. Selanjutnya dari aspek sosial didapatkan nilai 49% dengan kategori buruk dan dibutuhkan upaya peningkatan kerjasama antar petani pemakai air dalam pengelolaan jaringan irigasi air tanah SDMJ 552.