Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Penentuan Prioritas Rehabilitasi Jaringan Irigasi MenggunakanMetode Analytic Hierarchy Process (AHP) pada Daerah IrigasiBayemgede dan Sidomukti Putri Dewi Puspitasari; Tri Budi Prayogo; Moh. Sholichin
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 1 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP)
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penurunan fungsi layanan akibat kerusakan infrastruktur jaringan irigasi berdampak langsung pada produktivitas pertanian. Keterbatasan anggaran pemerintah mengharuskan adanya alokasi penanganan yang tepat sasaran melalui penyusunan Angka Kebutuhan Nyata Operasi dan Pemeliharaan (AKNOP). Penelitian ini bertujuan menentukan skala prioritas rehabilitasi pada Daerah Irigasi (DI) Bayemgede dan DI Sidomukti di Kabupaten Bojonegoro. Analisis keputusan dilakukan dengan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) berdasarkan empat kriteria: Indeks Kinerja Sistem Irigasi (IKSI), Luas Daerah Irigasi, Kebutuhan Biaya (RAB), dan Sumber Pengambilan Air. Hasil pembobotan menunjukkan IKSI sebagai kriteria paling dominan (0,558) dalam menentukan urgensi perbaikan. Sintesis prioritas global menempatkan DI Sidomukti sebagai prioritas utama rehabilitasi (0,749), disusul DI Bayemgede (0,251). Kondisi fisik yang lebih kritis dan cakupan layanan yang luas menjadikan DI Sidomukti sangat mendesak untuk ditangani. Kajian ini diharapkan menjadi acuan objektif dalam optimalisasi anggaran rehabilitasi irigasi.
Prioritas Rehabilitasi Jaringan Irigasi Menggunakan MetodeAnalytic Hierarchy Process (AHP) Di Daerah Irigasi Wotan DanTeleng, Kabupaten Bojonegoro Faiq Izaaz Dhiyaul Haq; Tri Budi Prayogo; Moh. Sholichin
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 1 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP)
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterbatasan sumber daya rehabilitasi jaringan irigasi memerlukan penentuan prioritas berdasarkan tingkat urgensi penanganan. Penelitian ini bertujuan menentukan prioritas rehabilitasi pada Daerah Irigasi (DI) Wotan dan DI Teleng, Kabupaten Bojonegoro, menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP). Analisis dilakukan berdasarkan empat kriteria, yaitu Indeks Kinerja Sistem Irigasi (IKSI), luas daerah irigasi, sumber pengambilan air, dan kebutuhan biaya rehabilitasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa IKSI memiliki bobot tertinggi sebesar 0,558, diikuti kebutuhan biaya rehabilitasi sebesar 0,263, luas daerah irigasi sebesar 0,122, dan sumber pengambilan air sebesar 0,057. Berdasarkan sintesis bobot global, DI Wotan memperoleh nilai 0,538 dan menjadi prioritas pertama, sedangkan DI Teleng memperoleh nilai 0,462 dan menjadi prioritas kedua. Hasil ini menunjukkan DI Wotan lebih diprioritaskan untuk rehabilitasi.
Evaluasi Kinerja Kolam Retensi Ilham Maulana untuk Pengendalian Banjir Perkotaan di Sangatta Utara Devin Ardito Prastya; Lily Montarcih Limantara; Tri Budi Prayogo
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 1 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP)
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Sangatta Utara, ibu kota Kabupaten Kutai Timur, menghadapi masalah banjir berulang yang dipicu oleh pesatnya ekspansi perkotaan dan infrastruktur drainase yang kurang memadai. Kolam Retensi Ilham Maulana, yang dibangun pada tahun 2010 dengan luas lahan 28,43 ha, merupakan fasilitas utama mitigasi banjir di kawasan tersebut. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas kolam dalam mereduksi debit banjir, menilai kapasitas tampungannya, serta mengestimasi biaya rehabilitasi kolam. Analisis hidrologi dilakukan menggunakan distribusi Log Pearson Tipe III untuk kala ulang Q2 hingga Q50, didukung oleh pemodelan hidrolika menggunakan EPA SWMM 5.2. Hasil simulasi menunjukkan bahwa volume limpasan banjir rancangan mencapai 151.100 m³. Unit tampungan utama (Storage 46) mampu menampung 217.883 m³ pada kapasitas 80,1%, sementara Storage 47 dan Storage 48 masing-masing menampung 25.252 m³ (78,9%) dan 24.133 m³ (75,4%). Estimasi biaya operasi dan pemeliharaan (OP) untuk keperluan rehabilitasi adalah sebesar Rp205.740.700. Temuan ini mengonfirmasi bahwa Kolam Retensi Ilham Maulana secara efektif mampu menampung volume limpasan rancangan tanpa terjadi luapan, yang menegaskan peran krusialnya dalam sistem pengendalian banjir di wilayah tersebut.
Evaluasi Sistem Drainase Eksisting dan Perencanaan Kolam Retensi untuk Pengendalian Banjir di Sangatta Utara Alafta Ziven Singgih Attala; Lily Montarcih Limantara; Tri Budi Prayogo
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 1 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP)
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sangatta Utara masih mengalami banjir berulang meskipun Polder Ilham Maulana telah beroperasi. Penelitian ini mengevaluasi kapasitas saluran drainase eksisting, menentukan debit banjir rancangan, merencanakan dua kolam retensi, dan menghitung Rencana Anggaran Biaya. Analisis hidrologi dilakukan menggunakan data curah hujan tahun 2015-2024 dari Stasiun Spaso, Sangkulirang, dan Muara Ancalong melalui Uji Kualitas Data, Poligon Thiessen, Distribusi Log Pearson Tipe III, Uji Kesesuaian Distribusi, Metode Mononobe, Metode Rasional, dan SWMM 5.2. Debit banjir rancangan Q50 sebesar 0,87 m³/detik. Saluran eksisting menunjukkan kondisi surcharge dan flooding. Volume Kolam Retensi Teluk Ringga sebesar 45.967 m³ dan Kolam Retensi Family sebesar 1.057.785 m³. Kedua kolam tidak mengalami overtopping. Average Percent Full masing-masing sebesar 97% dan 31%. Total RAB sebesar Rp22.820.263.900 untuk Teluk Ringga dan Rp65.388.843.800 untuk Family. Kolam retensi dapat mengurangi beban limpasan, tetapi peningkatan kapasitas saluran tetap diperlukan.
Penentuan Skala Prioritas Rehabilitasi pada Daerah Irigasi Sumberejo dan Kemiri Kabupaten Bojonegoro Menggunakan Metode AHP Yuna Ulya Asyifa; Tri Budi Prayogo; Moh Sholichin
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 2 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP) In Press
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi jaringan irigasi yang mengalami kerusakan dapat menurunkan kinerja pelayanan air irigasi sehingga diperlukan penentuan prioritas rehabilitasi yang tepat. Penelitian ini bertujuan menentukan skala prioritas rehabilitasi pada Daerah Irigasi Sumberejo dan Daerah Irigasi Kemiri Kabupaten Bojonegoro menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Analisis dilakukan dengan mempertimbangkan empat kriteria, yaitu Indeks Kinerja Sistem Irigasi (IKSI), Rencana Anggaran Biaya (RAB), luas daerah layanan, dan kondisi sumber pengambilan air. Setiap kriteria dianalisis melalui perbandingan berpasangan untuk memperoleh bobot dan nilai prioritas masing-masing daerah irigasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa DI Kemiri memperoleh nilai prioritas sebesar 0,588, sedangkan DI Sumberejo sebesar 0,412. Berdasarkan hasil tersebut, DI Kemiri ditetapkan sebagai prioritas utama rehabilitasi, sedangkan DI Sumberejo menjadi prioritas berikutnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode AHP dapat digunakan untuk menentukan prioritas rehabilitasi jaringan irigasi dengan mempertimbangkan beberapa kriteria.
Penentuan Skala Prioritas Rehabilitasi Menggunakan Metode AHP pada Daerah Irigasi Ngujung dan Sudah Kabupaten Bojonegoro Zahra Syawa Pramia; Tri Budi Prayogo; Moh Sholichin
Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan Vol. 1 No. 2 (2026): Jurnal Mahasiswa Teknik Pengairan (JMTP) In Press
Publisher : Departemen Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerusakan jaringan irigasi pada setiap daerah irigasi memiliki tingkat dan kebutuhan penanganan yang berbeda, sehingga diperlukan penentuan skala prioritas untuk mendukung rehabilitasi secara efektif. Penelitian ini bertujuan menentukan skala prioritas rehabilitasi pada Daerah Irigasi Ngujung dan Sudah di Kabupaten Bojonegoro. Metode yang digunakan adalah Analytical Hierarchy Process (AHP) dengan empat kriteria, yaitu Indeks Kinerja Sistem Irigasi (IKSI), Rencana Anggaran Biaya (RAB), luas daerah irigasi, dan sumber pengambilan air. Data diperoleh dari hasil evaluasi kondisi jaringan, perencanaan rehabilitasi, dan data teknis masing-masing daerah irigasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa DI Sudah memperoleh bobot prioritas sebesar 0,705 atau 71%, sedangkan DI Ngujung sebesar 0,295 atau 29%. Berdasarkan hasil tersebut, DI Sudah menjadi prioritas utama rehabilitasi. Hasil penelitian dapat menjadi dasar penentuan urutan penanganan rehabilitasi dan pengalokasian sumber daya secara tepat sasaran.