Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Studi Analisa Pola Operasi Embung G Wilayah KIPP Sebagai Upaya Percepatan Forest City Pada Ibu Kota Nusantara (IKN) Intan Khusniatul Hanifah; Ussy Andawayanti; Tri Budi Prayogo
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.01.041

Abstract

Kebutuhan air untuk tanaman meningkat secara signifikan karena tingkat penguapan yang tinggi dan kurangnya hujan saat musim kemarau. Salah satu kawasan yang memilki sedikitnya persediaan air adalah di Ibu Kota Nusantara (IKN), dan telah dilakukan perencanaan pembangunan Embung Studi ini bertujuan untuk menganalisis pola operasi embung G di Kawasan Inti Pusat Pemerintah (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai upaya percepatan pembangunan Forest City. Lokasi studi berada di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, dengan luas Daerah Tangkapan Air (DTA) sebesar 36 ha. Metode analisa hidrologi digunakan untuk memprediksi ketersediaan air di masa mendatang. Hasil analisa menunjukkan bahwa Embung G memiliki potensi besar dalam memenuhi kebutuhan air penyiraman tanaman sebesar 1,83 m3/hari, terutama pada musim kemarau. Perhitungan evapotranspirasi potensial menggunakan metode Penman Modifikasi dan analisis ketersediaan debit aliran menggunakan metode F.J Mock, dan pola operasi dengan rencana penyiraman selama 6jam/hari menunjukkan bahwa embung G dapat memenuhi kebutuhan air tanaman dengan efektif, dan Embung G dapat berperan penting dalam mempercepat pembangunan Forest City di IKN melalui pengelolaan air yang efektif.
Penilaian Indeks Kinerja Daerah Irigasi Kamal, Kabupaten Kediri Menggunakan Aplikasi Epaksi Purba, Yoan Aditya Pratama Purba; Hari Siswoyo; Tri Budi Prayogo
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.02.079

Abstract

Penurunan kualitas kondisi dan fungsi dari aset bangunan irigasi menyebabkan turunnya kinerja dari sistem irgasi itu sendiri. Hal yang harus dilakukan untuk mengatasi permasalahan ini maka diperlukannya suatu sistem manajemen aset yang mengatur dan mempermudah kegiatan pemeliharaan aset irigasi sehingga dapat mengoptimalkan fungsi dari aset irgasi. Manajemen aset ini di kembangkan dalam bentuk aplikasi yaitu Elektronok Pengelola Aset dan Kinerja Sistem Irigasi (e-PAKSI) yang dikembangkan oleh Kementrian PUPR. Studi ini meneliti kinerja aset di Daerah Irigasi Kamal menggunakan aplikasi EPAKSI untuk menilai aset secara fisik dan non-fisik. Penilaian aset di Daerah Irigasi Kamal mendapatkan persentase akhir sebesar 69,87% menggunakan aplikasi EPAKSI. Dengan rerata faktor (K) = 0,9, dan produktifitas padi sebesar 3,42 ton/Ha. Jika dibandingkan dengan produktifitas padi Nasional maka mendapatkan persentase 55,8 %.
Perencanaan Jaringan Drainase Di Perumahan Jedong Regency Berdasarkan Penerapan Konsep Low Impact Development (LID) Dengan Menggunakan Paket Program Swmm 5.2 -, Natasya Rizka Salsabilla; Linda Prasetyorini; Tri Budi Prayogo
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.02.127

Abstract

Peningkatan alih fungsi lahan akibat pembangunan permukiman di daerah topografi menurun seperti Perumahan Jedong Regency berpotensi menimbulkan genangan air, terutama saat musim hujan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan sistem drainase yang tidak hanya mampu mengalirkan air secara efektif, tetapi juga memperhatikan aspek konservasi air. Perencanaan ini bertujuan untuk merancang jaringan drainase berbasis konsep Low Impact Development (LID) dengan memanfaatkan fitur simulasi pada aplikasi SWMM 5.2. Jenis LID yang diterapkan meliputi sumur resapan, pemanenan air hujan, dan pemanenan air hujan terintegrasi dengan sumur resapan. Proses perencanaan dimulai dengan analisis hidrologi dan hidrolika untuk menentukan debit rencana dan dimensi saluran, dilanjutkan dengan simulasi pemodelan sistem drainase untuk menguji efektivitas konsep LID dalam mengurangi limpasan permukaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan LID mampu mengurangi volume genangan secara signifikan dan berkontribusi terhadap pengisian kembali air tanah. Estimasi rencana anggaran biaya juga disusun untuk mendukung implementasi sistem secara menyeluruh. Oleh karena itu, metode ini bisa dijadikan pilihan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan dalam mengelola sistem drainase di area permukiman.
PENDAMPINGAN DESAIN MASTER PLAN WISATA MANGROVE KALI MIRENG DESA MANYAR SIDOMUKTI KABUPATEN GRESIK Sholichin, Moh; Tri Budi Prayogo; Aris Subagyo; Wike Agustin Prima Dania; Onni Meirezaldi
Aptekmas Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 7 No 1 (2024): APTEKMAS Volume 7 Nomor 1 2024
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36257/apts.v7i1.8155

Abstract

The potential of Mangrove plants in Manyarsidomukti Village is an important thing that supports the continuity of environmental sustainability aspects and is very open to being managed to improve the village economy through tourism development. The presence of mangrove plants in Manyarsidomukti village is increasingly narrowing from year to year due to pressure for the development of industrial areas around it. The condition of the community resources in Manyarsidomukti Village is limited, where most of the residents are fishermen and traders with the educational level of most of the Senior High School (SMA). Therefore, the location of Manyarsidokukti Village is the right choice for community service activities by the Doktor Serving (DM) team to carry out assistance activities in planning the Mangrove Tourism area. Assistance activities are intended to encourage, assist, and facilitate Village Officials, Tourism Awareness Groups, and the Community in maintaining Mangrove areas and developing Mangrove Tourism so that it becomes a mainstay for Manyar Sidomukti Village. With the assistance activities, Manyarsidomukti Village has a well-planned Mireng River Mangrove Tourism Development Masterplan and can be used as a guideline in carrying out more concrete stages in the future in an effort to make it happen.
Daya Tampung Beban Pencemaran Nitrat dan Fosfat Sungai Brantas Ruas Sengkaling-Tlogomas, Kota Malang Wiratmojo, M. Adi; Tri Budi Prayogo; Emma Yuliani
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.2.018

Abstract

Abstrak: Sungai Brantas mengalir dan melintasi Kota Malang berpotensi mengalami degradasi kualitas air imbas dari transfigurasi tata guna lahan dan eskalasi penduduk di daerah Sub-Urban sepanjang sungai Ruas Sengkaling-Tlogomas, Kota Malang. Penelitian dilakukan pada bulan Februari-Maret-April tahun 2022 dengan sungai sepanjang ± 4,0 km. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi eksisting kualitas air Sungai Brantas untuk mengitung beban pencemar, serta daya tampung beban pencemar pada Sungai Brantas dengan Qual2Kw. Parameter pencemar yang diteliti adalah Nitrat dan Fosfat. Kegiatan dan masalah di sekitar Sungai Brantas yang menjadi potensi pencemaran sungai pada bagian hulu adalah pertanian, serta menuju bagian hilir adalah domestik warga. Hasil dari penelitian ini kadar nitrat berkisar antara 3,24-3,56 mg/l (tidak melampaui baku mutu kelas II). Demikian, sementara itu kadar fosfat berkisar antara 10,2-11.94 mg/l (melampaui baku mutu kelas II). Daya Tampung Beban Pencemar Nitrat 7,481 kg/hari dan Fosfat 1,359 kg/hari. Disimpulkan bahwa sungai masih mampu menampung beban pencemar harian Nitrat dan Fosfat. Abstract: The Brantas River flows and crosses Malang City which has the potential to experience water quality degradation as a result of land use transfiguration and population escalation in Sub-Urban areas along the Sengkaling-Tlogomas River Section, Malang City. The research was conducted in February-March-April 2022 with a ± 4.0 km long river. This study aims to identify the existing condition of the water quality of the Brantas River to calculate the pollutant load, as well as the carrying capacity of the pollutant load on the Brantas River with Qual2Kw. The pollutant parameters studied were Nitrate and Phosphate. Activities and problems around the Brantas River that are potential for river pollution in the upstream part are agriculture, and towards the downstream are domestic residents. The results of this study ranged from 3.24-3.56 mg/l of nitrate (not exceed quality standards class II). While the phosphate levels ranged from 10.2-11.94 mg/l (over quality standards class II). The carrying capacity of the Nitrate Contaminant Load is 7.481 kg/day and Phosphate is 1.359 kg/day. It was concluded that the river is still able to accommodate the daily pollutant load of Nitrate and Phosphate
Studi Pengaruh Tata Guna Lahan Daerah Urban Sungai Brantas Ruas Kota Malang Terhadap Nitrat dan Fosfat Nugroho, Satrio Dewanto; Tri Budi Prayogo; Emma Yuliani
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.02.020

Abstract

Sungai Brantas Daerah Urban Ruas Jembatan Saxophone Hingga Dam Kadalpang dengan parameter Nitrat dan Fosfat dapat dikatakan baik seacara fisik namun secara kualitas buruk dikarenakan berubahnya tata guna lahan dan peningkatan penduduk pada tiap tahunnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi eksisting dan status mutu kualitas air berdasarkan metode WQI untuk Tata Guna Lahan daerah urban. Hasil identifikasi data eksisting menunjukkan bahwa berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup pada titik 1 maupun titik 2 sebanyak 2 periode melebihi sebanyak 50% baku mutu air kelas 2, berdasarkan data Laboratorium Perum Jasa Tirta 1 titik 1 maupun titik 2 tepat 50% melebihi baku mutu air kelas II, sedangkan pada data pengambilan sample mandiri pada titik 1 maupun titik 2 sebanyak 66,67% berada diatas baku mutu air kelas II. Kemudian hasil penentuan index kualitas air dan juga status mutu air menggunakan metode WQI menunjukkan berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup pada titik 1 dan titik 2 sebanyak 60% tercemar dan 40% tidak tercemar, berdasarkan data Laboratorium Perum Jasa Tirta 1 kedua titik tercemar berat, dan berdasarkan data pengambilan sampel mandiri kedua titik tercemar berat dengan keterangan kotor. As an urban area, Brantas river Saxophone Bridge to Kadalpang Dam section of Malang City have a potency in decreasing water quality as the result of increasing population and changing in land use. Aims of this study to identify the existing condition and determine the water quality status using Water Quality Index (WQI). The results of identification of existing based on data from the Dinas Lingkungan Hidup at point 1 and point 2 for 2 periods it exceeds 50% of the class 2 water quality standard, based on data from the Perum Jasa Tirta Laboratory 1 point 1 and point 2 exactly 50% exceeds the class 2 water quality standard, in the independent sampling data at point 1 and point 2 as much as 66.67% are above class II water quality standards. Then the results of determining the water quality status using the WQI show that based on data from the Dinas Lingkungan Hidup at point 1 and point 2 60% is polluted and 40% is not polluted, based on Perum Jasa Tirta Laboratory 1 data both points are heavily polluted, and based on the independent sampling data of the two points is heavily polluted with dirty information
Studi Evaluasi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal di RW 5 Kelurahan Tunggulwulung, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang Isnin Fajriati Septiana; Tri Budi Prayogo; Riyanto Haribowo
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.092

Abstract

Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal di RW 5 Kelurahan Tunggulwulung, Kota Malang telah beroperasi sejak akhir tahun 2019 dengan kapasitas sebanyak 59,86 m3dan HRT selama 29,1 jam. Seiring perkembangan, IPAL Komunal ini mengalami permasalahan baik dari segi teknis maupun non-teknis. Dari segi teknis, IPAL Komunal ini memiliki kapasitas yang cukup dan HRT yang cukup lama. Akan tetapi dengan kapasitas tersebut IPAL Komunal ini belum mampu mengolah air limbah sesuai baku mutu. Berdasarkan hasil analisis, IPAL Komunal tergolong pada kategori cukup baik dengan persentase kinerja sebesar 53,33%, dimana IPAL Komunal ini sudah berfungsi sesuai peruntukannya akan tetapi terdapat beberapa kekurangan dari segi pengelolaan, operasional dan perawatan. Berdasarkan uji kualitas air limbah pada inlet, bak penampung lumpur dan outlet dari 7 parameter yang diuji hanya terdapat 2 parameter yang memenuhi baku mutu sesuai Permen LH No. 68 Tahun 2016 yaitu pH dengan rentang nilai 6,52 - 6,94 dan kadar minyak & lemak pada rentang 2mg/l - 2,5mg/l. Tingkat efisiensi tertinggi adalah parameter TSS dan efisiensi terendah parameter Total Coliform. Dapat disimpulkan bahwa pengolahan limbah cukup efisien tetapi tidak efektif. Dilakukan analisis SWOT sebagai rekomendasi dari segi teknis dan non teknis agar IPAL Komunal yang sudah terbangun ini lebih berdaya fungsi maksimal.
Identifikasi Risiko Kegagalan Proses Produksi Ipam Karangpilang II Menggunakan Metode Failure Mode and Effect Analysis Firsta Endah; Emma Yuliani; Tri Budi Prayogo
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/Ub.Jtresda.2024.004.01.055

Abstract

PDAM Surya Sembada merupakan BUMD yang bekerja pada bidang distribusi air bersih dengan memanfaatkan Sungai Surabaya menjadi salah satu sumber air bakunya. IPAM Karangpilang II telah mengalami peningkatan kapasitas dua kali, dengan kapasitas terakhir sebesar 2.750 liter/detik. Adakalanya dapat terjadi kendala atau kegagalan pada proses produksinya. Studi ini menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk mengidentifikasi risiko kegagalan pada IPAM Karangpilang II. FMEA merupakan metode sistematis untuk mengetahui dan mencegah sebanyak mungkin failure mode. Pendekatan risiko yang dilakukan pada metode ini yakni dengan severity, occurrence, dan detection. Nilai-nilai kegagalan tersebut kemudian digunakan untuk mendapatkan nilai Risk Priority Number (RPN). Hasil RPN merupakan perhitungan matematis dari analisa yang telah dilakukan, yaitu hasil dari severity × occurrence × detection. Berdasarkan analisis menggunakan FMEA diperoleh nilai RPN yang tertinggi pada unit clearator yang terjadi pada gradient kecepatan, kecepatan aliran, dan bilangan reynold. Dimana masing-masing potensi memiliki nilai RPN sebesar 80. Perbaikan yang diusulkan yaitu dengan melakukan pengaturan dan pengecekan debit yang masuk secara berkala menggunakan alat flowmeter atau alat pengukur debit pada inlet bak.
Perbandingan Perencanaan Irigasi Pancar Dan Irigasi Tetes Pada Tanaman Jeruk Dan Alpukat Di Kebun Percobaan Mahmud Adibi; Moch. Sholichin; Tri Budi Prayogo
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.067

Abstract

Abstrak: Irigasi dilakukan dengan memberikan air langsung kebawah permukaan tanah, penggenangan disekitar area tanaman, atau dengan cara menyiram. Di Indonesia mayoritas masih menggunakan irigasi permukaan yang memiliki nilai kehiangan air yang cukup tinggi, dalam penelitian ini dilakukan analisa perencanaan jaringan irigasi tetes dan pancar guna mengetahui tingkat efektivitas dari kedua sistem jaringan tertutup tersebut. Hasil dari analisa perencanaan didapatkan kesimpulan dari kebun yang dilakukan penelitian dibagi menjadi 3 zona yaitu : zona 1dan zona 2 tanaman jeruk menggunakan irigasi tetes, dan zona 3 tanaman alpukat menggunakan irigasi pancar. zona 1 memiliki luas 1356,4 m2 dengan 108 tanaman jeruk membutuhkan 68 m pipa 2”, 267 m pipa 1 inc, 39 buah sambungan, dan 108 buah emiiter dengan kebutuhan air sebesar 1,07 lt/dt. Zona 2 memiliki luas 771,25 m2 dengan 71 tanaman jeruk membutuhkan 72 m pipa 2”, 174 m pipa 1”, 41 buah sambungan, dan 71 buah emitter dengan kebutuhan air sebesar 0,61 lt/dt. Zona 3 dengan luas 505,01 m2 dengan 49 tanaman alpukat membutuhkan 68 m pipa 2”, 150 m pipa 1”, 31 m pipa ½”, 45 buah sambungan dan 31 buah sprinkler dengan kebutuhan air sebesar 0,4 lt/dt. Total RAB yang dibutuhkan dalam prencanaan sebesar Rp 25.320.000,- dengan pembagian dari zona 1 sebesar Rp 7.184.941,- , zona 2 sebesar 5.991.819,- , zona 3 sebesar Rp 7.184.941,- dan rangkaian pompa dan saluran primer sebesar Rp 1.957.992,-. Dengan ditambah PPn sebesar 11% sehingga total RAB yang diperlukan sebesar Rp 25.320.000,-.
Penilaian Kinerja Jaringan Irigasi Air Tanah di Daerah Oncoran SDMJ 552 Desa Purwojati Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokero Grant Walsen; Tri Budi Prayogo; Hari Siswoyo
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.01.024

Abstract

Pada tahun 2012 Proyek Pengembangan Air Tanah (P2AT) Jawa Timur membangun sumur bor SDMJ 552 agar kebutuhan air irigasi di Desa Purwojati Kabupaten Mojokerto terpenuhi. Walaupun sudah dibangun sumur pompa seperti SDMJ 552, kurangnya sistem pengoperasian yang tepat menyebabkan sumur tersebut beroperasi kurang optimal, untuk menghindari mangkraknya SDMJ 552 pada studi ini akan dilakukan penilaian kinerja jaringan irigasi air tanah. Penilaian ini akan mencakup penilaian teknis dan non teknis berdasarkan parameter yang tercantum pada Permen PUPR No.12/PRT/M/2015. Aspek teknis yang dinilai meliputi kinerja pra sarana fisik dan sarana penunjang SDMJ 552, dimana dinilai dengan metode observasi/pengamatan di lapangan, mengukur efisiensi dari saluran irigasi, kemudian menilai produktivitas tanaman dengan menilai faktor K, realisasi luas tanam, pemenuhan kebutuhan air, produktivitas padi palawija dan nilai panen. Selain itu, wawancara akan dilakukan kepada petani terkait dengan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) untuk penilaian dari aspek sosial. Hasil penilaian indeks kinerja pada aspek teknis SDMJ 552 didapatkan nilai 87,78% untuk prasarana fisik yang termasuk dalam kategori baik dan dibutuhkan pemeliharaan secara berkala, sedangkan didapatkan nilai 40% untuk sarana penunjang dengan kategori buruk dan dibutuhkan perbaikan atau pengadaan komponen yang belum ada. Selain itu pada aspek ekonomi didapatkan nilai sebesar 89,6% untuk produktivitas tanaman dengan kategori sangat baik dan perlu dilakukan peningkatan sistem pemberian air agar produktivitas semakin optimal. Selanjutnya dari aspek sosial didapatkan nilai 49% dengan kategori buruk dan dibutuhkan upaya peningkatan kerjasama antar petani pemakai air dalam pengelolaan jaringan irigasi air tanah SDMJ 552.