Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Investigasi Tingkat Pencemaran Daerah Aliran Sungai Brantas akibat Aktivitas Agrikultur serta Perubahan Musim di Indonesia Sipahutar, Leandro; Tri Budi Prayogo; Emma Yuliani
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.01.039

Abstract

Daerah Aliran Sungai Brantas merupakan jantung kehidupan bagi masyarakat yang membutuhkan air untuk pemenuhan kehidupan sehari-hari. Sayangnya sampai hari ini sungai yang menjadi sumber pemenuhan kebutuhan hidup tersebut masih mengalami pencemaran yang di akibatkan oleh kegiatan manusia di darat, salah satunya adalah aktivitas agrikultur. Oleh sebab itu penelitian ini memfokuskan pengambilan sampel pada 142 titik yang tersebar pada lima daerah tangkapan dengan dua kali pengambilan pada musim kemarau dan musim hujan. Berdasarkan pengolahan data yang dilakukan, didapatkan adanya hubungan pencemaran akabat aktivitas agrikultur. Untuk melihat lebih jelas pencemaran apa saja yang terjadi, penting untuk adanya penambahan parameter uji pada penelitian lanjutan yang ingin di lakukan.
Analisis Kualitas Air Menggunakan Metode Indeks Pencemaran, CCME-WQI, dan Qual2Kw Pada Sungai Sungai Metro, Kabupaten Malang, Jawa Timur Fadhil, Rifqy; Emma Yuliani; Tri Budi Prayogo
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.01.005

Abstract

Pengaruh dari tata guna lahan pada suatu daerah tangkapan air sangat mempengaruhi peran dari kualitas air terutama air bersih. Maka dari itu diperlukan adanya penelitian pada Sungai Metro yang bertujuan untuk mengetahui apa saja yang menjadi penyebab pencemaran dengan menganalisis karakteristik dan status mutu air pada sungai menggunakan metode Indeks Pencemaran, CCME-WQI, dan Qual2Kw. Selain daripada itu, tujuan dari studi ini dilakukan adalah untuk memberikan sebuah gambaran bagaimana sebaran beban pencemaran dari titik bagian hulu penelitian sampai dengan titik hilir penelitian Sungai Metro. Keluaran dari penelitian ini memberikan hasil dimana pada bagian Hulu mendapatkan nilai 1,66 atau tercemar ringan dan pada Hilir mendapatkan nilai 2,07 atau tercemar sedang. Untuk analisis menggunakan metode CCME-WQI pada bagian hulu dikategorikan sebagai cemar sedang sedangkan atau kelas 4 dan pada hilir dikategorikan sebagai cemar buruk atau masuk pada kelas 5. Untuk hasil pemgrograman Qual2Kw pada bagian hulu maupun hilir yang di simulasikan pada empat parameter yaitu pH, TSS, BOD, dan COD mendapatkan keluaran berupa beban pencemar pada bagian hulu dan hilir melebihi tampungan dari sungai itu sendiri dengan nilai -2146,176; -2020,205; dan 149,299 pada setiap simulasi pada nitrat sedangkan pada BOD menghasilkan nilai -4394,995;-4236,365; dan -2956,124. Lalu untuk tata guna lahan dari setiap titik menghasilkan tata guna lahan yang mana penggunaan lahan terbanyak adalah untuk persawahan dengan persentase 32,35%, diikuti oleh pemukiman dengan persentase 27,65%, ladang dengan persentase 22,09%, campuran dengan persentase 31,81%, dan terakhir kebun dengan persentase 8,22%.
Analisis Kualitas Air Menggunakan Metode Indeks Pencemaran, CCME-WQI, dan Program QUAL2Kw Di Sungai Manten, Kabupaten Malang, Jawa Timur Cahya Putra, Halim; Emma Yuliani; Tri Budi Prayogo
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.01.010

Abstract

Meningkatnya kebutuhan akan air bersih, sanitasi, dan sumber daya lainnya telah mengakibatkan peningkatan volume limbah domestik dan industri yang masuk ke dalam sistem sungai. Analisis ada untuk mengetahui status mutu air Sungai Manten. Analisis yang dilakukan menggunakan metode Indeks Pencemaran (IP), CCME-WQI dan QUAL2Kw. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini antara lain BOD, COD, DO, suhu, pH, TSS, Nitrat (NO3-), Nitrit (NO2-), Phospat (PO43-), Ammonia dan TDS. Setelah memperoleh nilai status mutu air Sungai Manten, kemudian akan dilakukan simulasi dengan menggunakan data primer tersebut menggunakan QUAL2Kw. Hasil analisis dengan menggunakan metode Indeks Pencemaran mendapatkan hasil tercemar ringan pada titik hulu dan hilir yang diteliti. Berbeda dengan hasil metode CCME-WQI pada bagian hulu dan hilir yang diteliti mendapatkan nilai cukup dan sedang. Dari metode QUAL2Kw dapat dilihat hasil dari beban pencemar yang masuk ke Sungai Manten dan diketahui bahwa parameter BOD yang melewati batas kelas II.
Studi Optimasi Pemanfaatan Air Di Daerah Irigasi Mambal Kabupaten Badung Menggunakan Program Linier I Kadek Guntur Karra Kaniskha; Lily Montarcih Limantara; Tri Budi Prayogo
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.01.037

Abstract

Daerah Irigasi Mambal di Kabupaten Badung, Bali, memerlukan optimasi dalam penggunaan lahan irigasi dan pola tata tanam untuk meningkatkan hasil pertanian. Hal ini disebabkan karena masih kruang optimalnya penggunaan air pada Daerah irigasi Mambal sehingga membuat beberapa periode pertanian mengalami defisit karena kurang sesuainya luas lahan dan pola tata tanam yang digunakan. Oleh karena itu, studi ini bertujuan untuk menentukan luas lahan irigasi dan pola tata tanam optimal menggunakan metode program linier. Dengan data debit harian selama 10 tahun dari Sungai Ayung, penelitian ini mengevaluasi neraca air sebelum dan sesudah optimasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimasi menggunakan program linier dapat meningkatkan penggunaan lahan dari 3.032 Ha menjadi optimal sesuai debit air yang tersedia. Pola tata tanam alternatif memberikan intensitas tanam yang meningkat sebesar 30% dibandingkan kondisi eksisting. Keuntungan yang diperoleh dari pola tata tanam alternatif juga lebih tinggi. Kesimpulan dari studi ini adalah optimasi pola tata tanam dengan metode program linier dapat meningkatkan efisiensi penggunaan lahan dan air, serta menghasilkan keuntungan maksimum bagi petani. Manfaat dari studi ini adalah memberikan rekomendasi praktis bagi pengelola irigasi untuk meningkatkan produktivitas pertanian melalui penggunaan sumber daya air yang lebih efisien.
Studi Analisa Pola Operasi Embung G Wilayah KIPP Sebagai Upaya Percepatan Forest City Pada Ibu Kota Nusantara (IKN) Intan Khusniatul Hanifah; Ussy Andawayanti; Tri Budi Prayogo
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.01.041

Abstract

Kebutuhan air untuk tanaman meningkat secara signifikan karena tingkat penguapan yang tinggi dan kurangnya hujan saat musim kemarau. Salah satu kawasan yang memilki sedikitnya persediaan air adalah di Ibu Kota Nusantara (IKN), dan telah dilakukan perencanaan pembangunan Embung Studi ini bertujuan untuk menganalisis pola operasi embung G di Kawasan Inti Pusat Pemerintah (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai upaya percepatan pembangunan Forest City. Lokasi studi berada di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, dengan luas Daerah Tangkapan Air (DTA) sebesar 36 ha. Metode analisa hidrologi digunakan untuk memprediksi ketersediaan air di masa mendatang. Hasil analisa menunjukkan bahwa Embung G memiliki potensi besar dalam memenuhi kebutuhan air penyiraman tanaman sebesar 1,83 m3/hari, terutama pada musim kemarau. Perhitungan evapotranspirasi potensial menggunakan metode Penman Modifikasi dan analisis ketersediaan debit aliran menggunakan metode F.J Mock, dan pola operasi dengan rencana penyiraman selama 6jam/hari menunjukkan bahwa embung G dapat memenuhi kebutuhan air tanaman dengan efektif, dan Embung G dapat berperan penting dalam mempercepat pembangunan Forest City di IKN melalui pengelolaan air yang efektif.
Penilaian Indeks Kinerja Daerah Irigasi Kamal, Kabupaten Kediri Menggunakan Aplikasi Epaksi Purba, Yoan Aditya Pratama Purba; Hari Siswoyo; Tri Budi Prayogo
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.02.079

Abstract

Penurunan kualitas kondisi dan fungsi dari aset bangunan irigasi menyebabkan turunnya kinerja dari sistem irgasi itu sendiri. Hal yang harus dilakukan untuk mengatasi permasalahan ini maka diperlukannya suatu sistem manajemen aset yang mengatur dan mempermudah kegiatan pemeliharaan aset irigasi sehingga dapat mengoptimalkan fungsi dari aset irgasi. Manajemen aset ini di kembangkan dalam bentuk aplikasi yaitu Elektronok Pengelola Aset dan Kinerja Sistem Irigasi (e-PAKSI) yang dikembangkan oleh Kementrian PUPR. Studi ini meneliti kinerja aset di Daerah Irigasi Kamal menggunakan aplikasi EPAKSI untuk menilai aset secara fisik dan non-fisik. Penilaian aset di Daerah Irigasi Kamal mendapatkan persentase akhir sebesar 69,87% menggunakan aplikasi EPAKSI. Dengan rerata faktor (K) = 0,9, dan produktifitas padi sebesar 3,42 ton/Ha. Jika dibandingkan dengan produktifitas padi Nasional maka mendapatkan persentase 55,8 %.
Perencanaan Jaringan Drainase Di Perumahan Jedong Regency Berdasarkan Penerapan Konsep Low Impact Development (LID) Dengan Menggunakan Paket Program Swmm 5.2 -, Natasya Rizka Salsabilla; Linda Prasetyorini; Tri Budi Prayogo
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.02.127

Abstract

Peningkatan alih fungsi lahan akibat pembangunan permukiman di daerah topografi menurun seperti Perumahan Jedong Regency berpotensi menimbulkan genangan air, terutama saat musim hujan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan sistem drainase yang tidak hanya mampu mengalirkan air secara efektif, tetapi juga memperhatikan aspek konservasi air. Perencanaan ini bertujuan untuk merancang jaringan drainase berbasis konsep Low Impact Development (LID) dengan memanfaatkan fitur simulasi pada aplikasi SWMM 5.2. Jenis LID yang diterapkan meliputi sumur resapan, pemanenan air hujan, dan pemanenan air hujan terintegrasi dengan sumur resapan. Proses perencanaan dimulai dengan analisis hidrologi dan hidrolika untuk menentukan debit rencana dan dimensi saluran, dilanjutkan dengan simulasi pemodelan sistem drainase untuk menguji efektivitas konsep LID dalam mengurangi limpasan permukaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan LID mampu mengurangi volume genangan secara signifikan dan berkontribusi terhadap pengisian kembali air tanah. Estimasi rencana anggaran biaya juga disusun untuk mendukung implementasi sistem secara menyeluruh. Oleh karena itu, metode ini bisa dijadikan pilihan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan dalam mengelola sistem drainase di area permukiman.
PENDAMPINGAN DESAIN MASTER PLAN WISATA MANGROVE KALI MIRENG DESA MANYAR SIDOMUKTI KABUPATEN GRESIK Sholichin, Moh; Tri Budi Prayogo; Aris Subagyo; Wike Agustin Prima Dania; Onni Meirezaldi
Aptekmas Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 7 No 1 (2024): APTEKMAS Volume 7 Nomor 1 2024
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36257/apts.v7i1.8155

Abstract

The potential of Mangrove plants in Manyarsidomukti Village is an important thing that supports the continuity of environmental sustainability aspects and is very open to being managed to improve the village economy through tourism development. The presence of mangrove plants in Manyarsidomukti village is increasingly narrowing from year to year due to pressure for the development of industrial areas around it. The condition of the community resources in Manyarsidomukti Village is limited, where most of the residents are fishermen and traders with the educational level of most of the Senior High School (SMA). Therefore, the location of Manyarsidokukti Village is the right choice for community service activities by the Doktor Serving (DM) team to carry out assistance activities in planning the Mangrove Tourism area. Assistance activities are intended to encourage, assist, and facilitate Village Officials, Tourism Awareness Groups, and the Community in maintaining Mangrove areas and developing Mangrove Tourism so that it becomes a mainstay for Manyar Sidomukti Village. With the assistance activities, Manyarsidomukti Village has a well-planned Mireng River Mangrove Tourism Development Masterplan and can be used as a guideline in carrying out more concrete stages in the future in an effort to make it happen.
Daya Tampung Beban Pencemaran Nitrat dan Fosfat Sungai Brantas Ruas Sengkaling-Tlogomas, Kota Malang Wiratmojo, M. Adi; Tri Budi Prayogo; Emma Yuliani
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.2.018

Abstract

Abstrak: Sungai Brantas mengalir dan melintasi Kota Malang berpotensi mengalami degradasi kualitas air imbas dari transfigurasi tata guna lahan dan eskalasi penduduk di daerah Sub-Urban sepanjang sungai Ruas Sengkaling-Tlogomas, Kota Malang. Penelitian dilakukan pada bulan Februari-Maret-April tahun 2022 dengan sungai sepanjang ± 4,0 km. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi eksisting kualitas air Sungai Brantas untuk mengitung beban pencemar, serta daya tampung beban pencemar pada Sungai Brantas dengan Qual2Kw. Parameter pencemar yang diteliti adalah Nitrat dan Fosfat. Kegiatan dan masalah di sekitar Sungai Brantas yang menjadi potensi pencemaran sungai pada bagian hulu adalah pertanian, serta menuju bagian hilir adalah domestik warga. Hasil dari penelitian ini kadar nitrat berkisar antara 3,24-3,56 mg/l (tidak melampaui baku mutu kelas II). Demikian, sementara itu kadar fosfat berkisar antara 10,2-11.94 mg/l (melampaui baku mutu kelas II). Daya Tampung Beban Pencemar Nitrat 7,481 kg/hari dan Fosfat 1,359 kg/hari. Disimpulkan bahwa sungai masih mampu menampung beban pencemar harian Nitrat dan Fosfat. Abstract: The Brantas River flows and crosses Malang City which has the potential to experience water quality degradation as a result of land use transfiguration and population escalation in Sub-Urban areas along the Sengkaling-Tlogomas River Section, Malang City. The research was conducted in February-March-April 2022 with a ± 4.0 km long river. This study aims to identify the existing condition of the water quality of the Brantas River to calculate the pollutant load, as well as the carrying capacity of the pollutant load on the Brantas River with Qual2Kw. The pollutant parameters studied were Nitrate and Phosphate. Activities and problems around the Brantas River that are potential for river pollution in the upstream part are agriculture, and towards the downstream are domestic residents. The results of this study ranged from 3.24-3.56 mg/l of nitrate (not exceed quality standards class II). While the phosphate levels ranged from 10.2-11.94 mg/l (over quality standards class II). The carrying capacity of the Nitrate Contaminant Load is 7.481 kg/day and Phosphate is 1.359 kg/day. It was concluded that the river is still able to accommodate the daily pollutant load of Nitrate and Phosphate
Studi Pengaruh Tata Guna Lahan Daerah Urban Sungai Brantas Ruas Kota Malang Terhadap Nitrat dan Fosfat Nugroho, Satrio Dewanto; Tri Budi Prayogo; Emma Yuliani
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.02.020

Abstract

Sungai Brantas Daerah Urban Ruas Jembatan Saxophone Hingga Dam Kadalpang dengan parameter Nitrat dan Fosfat dapat dikatakan baik seacara fisik namun secara kualitas buruk dikarenakan berubahnya tata guna lahan dan peningkatan penduduk pada tiap tahunnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi eksisting dan status mutu kualitas air berdasarkan metode WQI untuk Tata Guna Lahan daerah urban. Hasil identifikasi data eksisting menunjukkan bahwa berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup pada titik 1 maupun titik 2 sebanyak 2 periode melebihi sebanyak 50% baku mutu air kelas 2, berdasarkan data Laboratorium Perum Jasa Tirta 1 titik 1 maupun titik 2 tepat 50% melebihi baku mutu air kelas II, sedangkan pada data pengambilan sample mandiri pada titik 1 maupun titik 2 sebanyak 66,67% berada diatas baku mutu air kelas II. Kemudian hasil penentuan index kualitas air dan juga status mutu air menggunakan metode WQI menunjukkan berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup pada titik 1 dan titik 2 sebanyak 60% tercemar dan 40% tidak tercemar, berdasarkan data Laboratorium Perum Jasa Tirta 1 kedua titik tercemar berat, dan berdasarkan data pengambilan sampel mandiri kedua titik tercemar berat dengan keterangan kotor. As an urban area, Brantas river Saxophone Bridge to Kadalpang Dam section of Malang City have a potency in decreasing water quality as the result of increasing population and changing in land use. Aims of this study to identify the existing condition and determine the water quality status using Water Quality Index (WQI). The results of identification of existing based on data from the Dinas Lingkungan Hidup at point 1 and point 2 for 2 periods it exceeds 50% of the class 2 water quality standard, based on data from the Perum Jasa Tirta Laboratory 1 point 1 and point 2 exactly 50% exceeds the class 2 water quality standard, in the independent sampling data at point 1 and point 2 as much as 66.67% are above class II water quality standards. Then the results of determining the water quality status using the WQI show that based on data from the Dinas Lingkungan Hidup at point 1 and point 2 60% is polluted and 40% is not polluted, based on Perum Jasa Tirta Laboratory 1 data both points are heavily polluted, and based on the independent sampling data of the two points is heavily polluted with dirty information