Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Studi Optimasi Pemanfaatan Air Irigasi Pada Daerah Irigasi Talang Kabupaten Jember Menggunakan Metode Program Linear M. Akif Eka Karunia; Lily Montarcih Limantara; Tri Budi Prayogo
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.02.116

Abstract

Daerah Irigasi Talang memiliki luas baku sebesar 8844 Ha yang terletak di Kabupaten Jember Provinsi Jawa Timur. Daerah Irigasi Talang memiliki kondisi neraca air yang tidak seimbang. Terdapat defisit pada beberapa periode tanam yang mengakibatkan berkurangnya produktivitas daerah irigasi. Oleh karena itu perlu dilakukan optimasi terhadap luas lahan dan pola tata tanam supaya dapat menunjang produktivitas pertanian guna mendapatkan keuntungan pertanian semaksimal mungkin. Optimasi dilakukan dengan cara membuat 4 PTT alternatif dan dioptimasi menggunakan bantuan solver pada Microsoft Excel. Kondisi neraca air keseluruhan PTT sebelum dioptimasi terdapat 20-45% defisit untuk dua kondisi debit andalan Q80% dan Q50%. Setelah dioptimasi tidak terdapat kondisi defisit dan mengalami peningkatan keuntungan hasil pertanian. Pola tata tanam terbaik dipilih berdasarkan keuntungan hasil pertanian yang paling besar, dimana PTT alternatif 4 menjadi yang terbaik dengan keuntungan sebesar Rp. 503,657,800,198 dengan intensitas tanam pada kondisi Q80% dan Rp. 546,180,464,710 pada kondisi Q50%.
Analisa Hidrolika Uji Model Test Pelimpah Bendungan Pelosika Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara Skala 1:50 Dalahmas, Diva; Tri Budi Prayogo; Dian Sisinggih
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.02.108

Abstract

Pembangunan Bendungan Pelosika yang berlokasi di sungai konaweha, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Selatan mempunyai fungsi utama sebagai bentuk upaya konservasi air dan pemanfaatan sumber air sebagai pengairan irigasi dan pembangkit tenaga listrik. Salah satu langkah dalam perencanaan pembangunan bendungan ini ialah melakukan uji model hidrolika. Dalam perencanaan pelimpah sesuai dengan standar Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, penting untuk memperhatikan prilaku aliran pelimpah pada debit debit yang direncanakan. Pada Bendungan Pelosika ini sendiri bagian bagian yang akan menjadikan fokus untuk uji model hidrolika antara lain adalah pelimpah, saluran transisi, saluran peluncur, dan peredam energi. Maka dari itu tujuan dari kajian ini adalah untuk mengetahui kondisi aliran pada bagian yang diinginkan berupa kedalaman aliran, kecepatan, bilangan forude, serta meninjau apakah ada bahaya kavitasi atau tidak. Hal ini dilakukan dengan membandingkan hasil pengukuran pada uji model hidrolika sebagai kontrol dengan hasil perhitungan teoritis. Sebagai hasil dari pengujian model hidrolika, pelimpah Bendungan Pelosika mampu mengalirkan aliran dengan debit Q100th, Q500th, dan QPMF tanpa menyebabkan overtopping. Hasil perhitungan teoritis terhadap profil muka air mendekati dengan hasil pengujian model hidrolika pada debit yang diinginkan. Bendungan Pelosika pada debit yang diujikan aman terhadap bahaya kavitasi baik dari hasil perhitungan maupun dari pengukuran pada bacaan piezometer model hidrolika.
Analisis Efisiensi Saluran Irigasi Pada Kejuron Kepanjen, Daerah Irigasi Molek, Kabupaten Malang Prasetyo, Argo Nugroho; Tri Budi Prayogo; Sri Wahyuni
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.02.120

Abstract

Daerah Irigasi Molek, Malang, Jawa Timur menjadi daerah irigasi kedua terluas di Malang dan memiliki tingkat produktifitas pertanian yang cukup tinggi dengan banyaknya saluran pembawa air irigasi. Air yang disalurkan dari hulu ke hilir berpotensi berubah, hal ini bisa saja disebabkan oleh kehilangan air karena evaporasi, rembesan, hingga pengambilan air secara ilegal. Studi ini dilakukan untuk mengetahui apakah Saluran Primer dan Saluran Sekunder C memiliki tingkat efisiensi yang tinggi dengan cara analisis debit inflow dan outflow. Serta mengetahui kinerja irigasi kedua saluran tersebut dengan melakukan penilaian bangunan dan saluran menggunakan Permen PU No.12/PRT/M/2015. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa efisiensi dan kinerja Saluran Primer sebesar 89,758% dan 87,375%. Sedangkan efisiensi serta kinerja saluran Sekunder adalah 94,411% dan 90,775%. Hanya efisiensi Saluran Primer yang belum memenuhi ketentuan Kriteria Perencanaan Irigasi 03. Disamping itu kinerja irigasi kedua saluran tersebut telah sesuai dengan ketentuan.
Analisis Pemetaan Daerah Rawan Banjir DAS Gembong Menggunakan Metode Weighted Overlay Delia Hazna Faradila; Moch. Sholichin; Tri Budi Prayogo
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.02.146

Abstract

DAS Gembong mempunyai peranan penting bagi masyarakat Kabupaten Pasuruan karena berpengaruh dalam ketersediaan air bersih dan suplai air irigasi, namun saat penghujan berpotensi banjir. Studi ini bertujuan untuk membuat peta kerawanan banjir pada DAS Gembong. Dalam studi dilakukan pemrograman menggunakan Weighted Overlay. Data yang digunakan berupa data batas DAS, data hujan, peta tutupan lahan, peta kedalaman tanah, data DEM, dan peta jenis tanah dalam menentukan besar nilai skor dan bobot kemudian dilakukan pengolahan data untuk parameter curah hujan, tata guna lahan, kemiringan tanah, jenis tanah, kedalaman tanah, dan zona buffer sungai. Pengolahan data menggunakan ArcGIS memperoleh hasil data curah hujan sebesar 43.958%, kemiringan tanah 45.317%, tata guna lahan 70.347%, jenis tanah 81.51%, kedalaman tanah 57.75%, dan jarak buffer sungai 20.685%. Pemetaan dengan metode Weighted Overlay diperoleh hasil tingkat kerawanan aman 0.236% seluas 0.141 km2, kurang aman 26.857% seluas 16.035 km2, rawan 67.769% seluas 40.461 km2, dan sangat rawan 5.137% seluas 3.067 km2.
Evaluasi Kinerja Perumda Tirta Kanjuruhan dalam Pemenuhan Kebutuhan Air Bersih Pelanggan Sumber Tlogo Jannah, Amelia Miftakhul; Hari Siswoyo; Tri Budi Prayogo
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.02.165

Abstract

Kabupaten Malang memiliki penyelenggara pengelolaan air minum yang bernama Perumda Tirta Kanjuruhan. Salah satu unit pelayanannya yakni Unit Singosari yang melayani wilayah Kecamatan Singosari dengan jumlah pelanggan 11.328 SR. Sumber Tlogo merupakan salah satu sumber dengan pelanggan terbanyak yakni sebanyak 4.432 SR dan melayani 5 desa. Beberapa pelanggan Unit Singosari yang mendapatkan air dari Sumber Tlogo hingga saat ini belum mendapatkan air secara kontinyu. Perumda Tirta Kanjuruhan bertanggung jawab untuk memberikan layanan penyediaan air bersih terbaik kepada masyarakat. Tujuan penelitian ini antara lain menyalakan kinerja Perumda Tirta dalam memenuhi kebutuhan air bersih pelanggan Sumber Tlogo, memformulasikan strategi dalam memasok kebutuhan air bersih, dan menentukan strategi alternatif dalam memenuhi kebutuhan air bersih yang berasal dari Sumber Tlogo. Berdasarkan hasil penilaian kinerja Perumda Tirta Kanjuruhan Unit Singosari diperoleh nilai total kinerja sebesar 3,243, yakni kategori sehat berdasarkan BPPSPAM. Hasil analisis SWOT diperoleh alternatif strategi SO yakni, memperluas wilayah pelayanan dan penambahan kapasitas produksi, mengganti ukuran pipa dan melaksanakan uji kualitas air rutin dan melakukan evaluasi, melakukan sosialisasi mengenai pentingnya air dan cara menjaga ketersediaan air bersih, meningkatkan kualitas pelayanan air minum. Berdasarkan hasil analisis QSPM diperoleh prioritas strategi berkoordinasi dengan pemangku kepentingan untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat dengan skor TAS sebesar 7,02.
Pemetaan Sebaran Kualitas Air Tanah Berdasarkan Indeks Kualitas Air Irigasi di Kecamatan Melaya Kabupaten Jembrana Vikramaditya, I Made Adhiaksa; Emma Yuliani; Tri Budi Prayogo
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.01.013

Abstract

Mayoritas penduduk di Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana bekerja pada sektor pertanian. Mayoritas menggunakan air tanah dari sumur produksi sebagai sumber air irigasi dengan biaya yang relatif mahal. Untuk mendapatkan keuntungan yang optimal, salah satunya adalah menentukan kesesuaian antara kualitas air tanah dengan tanaman pertanian menggunakan model Irrigation Water Quality Index (IWQI) dengan melihat tingkat salinitas tanah, resiko sodisitas, dan resiko toksisitas air untuk tanaman. Saat ini di lokasi tersebut tidak terdapat panduan tentang kesesuaian kualitas air tanah untuk irigasi tanaman pertanian. Berdasarkan hasil studi, mayoritas nilai indeks kualitas air tanah berada pada kondisi rendah dan sedang yang diperoleh dari tujuh titik lokasi penelitian. Pada kesesuaian antara tanah dan tanaman, diperoleh kondisi eksisting tanaman termasuk dalam kategori cukup sensitif dan berbeda dengan rekomendasi teoritis yang merekomendasikan menghindari tanaman sensitif terhadap garam. Nilai keuntungan tanaman yang lebih besar dari kondisi eksisting juga dapat diperoleh petani apabila diusahakan jenis tanaman yang telah direkomendasikan dalam studi ini.
Investigasi Tingkat Pencemaran Daerah Aliran Sungai Brantas akibat Aktivitas Agrikultur serta Perubahan Musim di Indonesia Sipahutar, Leandro; Tri Budi Prayogo; Emma Yuliani
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.01.039

Abstract

Daerah Aliran Sungai Brantas merupakan jantung kehidupan bagi masyarakat yang membutuhkan air untuk pemenuhan kehidupan sehari-hari. Sayangnya sampai hari ini sungai yang menjadi sumber pemenuhan kebutuhan hidup tersebut masih mengalami pencemaran yang di akibatkan oleh kegiatan manusia di darat, salah satunya adalah aktivitas agrikultur. Oleh sebab itu penelitian ini memfokuskan pengambilan sampel pada 142 titik yang tersebar pada lima daerah tangkapan dengan dua kali pengambilan pada musim kemarau dan musim hujan. Berdasarkan pengolahan data yang dilakukan, didapatkan adanya hubungan pencemaran akabat aktivitas agrikultur. Untuk melihat lebih jelas pencemaran apa saja yang terjadi, penting untuk adanya penambahan parameter uji pada penelitian lanjutan yang ingin di lakukan.
Analisis Kualitas Air Menggunakan Metode Indeks Pencemaran, CCME-WQI, dan Qual2Kw Pada Sungai Sungai Metro, Kabupaten Malang, Jawa Timur Fadhil, Rifqy; Emma Yuliani; Tri Budi Prayogo
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.01.005

Abstract

Pengaruh dari tata guna lahan pada suatu daerah tangkapan air sangat mempengaruhi peran dari kualitas air terutama air bersih. Maka dari itu diperlukan adanya penelitian pada Sungai Metro yang bertujuan untuk mengetahui apa saja yang menjadi penyebab pencemaran dengan menganalisis karakteristik dan status mutu air pada sungai menggunakan metode Indeks Pencemaran, CCME-WQI, dan Qual2Kw. Selain daripada itu, tujuan dari studi ini dilakukan adalah untuk memberikan sebuah gambaran bagaimana sebaran beban pencemaran dari titik bagian hulu penelitian sampai dengan titik hilir penelitian Sungai Metro. Keluaran dari penelitian ini memberikan hasil dimana pada bagian Hulu mendapatkan nilai 1,66 atau tercemar ringan dan pada Hilir mendapatkan nilai 2,07 atau tercemar sedang. Untuk analisis menggunakan metode CCME-WQI pada bagian hulu dikategorikan sebagai cemar sedang sedangkan atau kelas 4 dan pada hilir dikategorikan sebagai cemar buruk atau masuk pada kelas 5. Untuk hasil pemgrograman Qual2Kw pada bagian hulu maupun hilir yang di simulasikan pada empat parameter yaitu pH, TSS, BOD, dan COD mendapatkan keluaran berupa beban pencemar pada bagian hulu dan hilir melebihi tampungan dari sungai itu sendiri dengan nilai -2146,176; -2020,205; dan 149,299 pada setiap simulasi pada nitrat sedangkan pada BOD menghasilkan nilai -4394,995;-4236,365; dan -2956,124. Lalu untuk tata guna lahan dari setiap titik menghasilkan tata guna lahan yang mana penggunaan lahan terbanyak adalah untuk persawahan dengan persentase 32,35%, diikuti oleh pemukiman dengan persentase 27,65%, ladang dengan persentase 22,09%, campuran dengan persentase 31,81%, dan terakhir kebun dengan persentase 8,22%.
Analisis Kualitas Air Menggunakan Metode Indeks Pencemaran, CCME-WQI, dan Program QUAL2Kw Di Sungai Manten, Kabupaten Malang, Jawa Timur Cahya Putra, Halim; Emma Yuliani; Tri Budi Prayogo
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.01.010

Abstract

Meningkatnya kebutuhan akan air bersih, sanitasi, dan sumber daya lainnya telah mengakibatkan peningkatan volume limbah domestik dan industri yang masuk ke dalam sistem sungai. Analisis ada untuk mengetahui status mutu air Sungai Manten. Analisis yang dilakukan menggunakan metode Indeks Pencemaran (IP), CCME-WQI dan QUAL2Kw. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini antara lain BOD, COD, DO, suhu, pH, TSS, Nitrat (NO3-), Nitrit (NO2-), Phospat (PO43-), Ammonia dan TDS. Setelah memperoleh nilai status mutu air Sungai Manten, kemudian akan dilakukan simulasi dengan menggunakan data primer tersebut menggunakan QUAL2Kw. Hasil analisis dengan menggunakan metode Indeks Pencemaran mendapatkan hasil tercemar ringan pada titik hulu dan hilir yang diteliti. Berbeda dengan hasil metode CCME-WQI pada bagian hulu dan hilir yang diteliti mendapatkan nilai cukup dan sedang. Dari metode QUAL2Kw dapat dilihat hasil dari beban pencemar yang masuk ke Sungai Manten dan diketahui bahwa parameter BOD yang melewati batas kelas II.
Studi Optimasi Pemanfaatan Air Di Daerah Irigasi Mambal Kabupaten Badung Menggunakan Program Linier I Kadek Guntur Karra Kaniskha; Lily Montarcih Limantara; Tri Budi Prayogo
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2025.005.01.037

Abstract

Daerah Irigasi Mambal di Kabupaten Badung, Bali, memerlukan optimasi dalam penggunaan lahan irigasi dan pola tata tanam untuk meningkatkan hasil pertanian. Hal ini disebabkan karena masih kruang optimalnya penggunaan air pada Daerah irigasi Mambal sehingga membuat beberapa periode pertanian mengalami defisit karena kurang sesuainya luas lahan dan pola tata tanam yang digunakan. Oleh karena itu, studi ini bertujuan untuk menentukan luas lahan irigasi dan pola tata tanam optimal menggunakan metode program linier. Dengan data debit harian selama 10 tahun dari Sungai Ayung, penelitian ini mengevaluasi neraca air sebelum dan sesudah optimasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimasi menggunakan program linier dapat meningkatkan penggunaan lahan dari 3.032 Ha menjadi optimal sesuai debit air yang tersedia. Pola tata tanam alternatif memberikan intensitas tanam yang meningkat sebesar 30% dibandingkan kondisi eksisting. Keuntungan yang diperoleh dari pola tata tanam alternatif juga lebih tinggi. Kesimpulan dari studi ini adalah optimasi pola tata tanam dengan metode program linier dapat meningkatkan efisiensi penggunaan lahan dan air, serta menghasilkan keuntungan maksimum bagi petani. Manfaat dari studi ini adalah memberikan rekomendasi praktis bagi pengelola irigasi untuk meningkatkan produktivitas pertanian melalui penggunaan sumber daya air yang lebih efisien.