Claim Missing Document
Check
Articles

Found 81 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Analisis Dan Perancangan Sistem Pemantauan Kinerja Perangkat Jaringan Menggunakan Snmp Dengan Metode Plan Do Check Act(pdca) Di Pt Len Industri (persero) Muhammad Firmansyah Dwi Putra; Irfan Darmawan; Umar Yunan Kurnia Septo Hediyanto
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dalam suatu proses bisnis yang berkaitan dengan jaringan komputer dalam melakukan pertukaran informasi, haruslah tetap belangsung, sehingga proses bisnis dapat terus belanjut, oleh karenanya untuk mencegah terjadinya insiden yang berkelanjutan maka dibutuhkannya penanganan masalah secepat mungkin, agar ketersediaan layanan jaringan dapat digunakan oleh karyawan. Ada beberapa factor yang tidak tersedianya layanan jaringan, diantaranya dari perangkat itu sendiri seperti perangkat mengalami kerusakan, usia perangkat sudah terlalu tua sehingga layanan yang diberikan tidak optimal, ada juga faktor lingkungan atau ekternal dari perangkat tersebut, seperti kabel yang longgar, atau putus, perangkat mengalami kerusakan akibat kesalahan dalam konfigurasi, dan lain sebagainya. untuk mencegah atau meminimalisir tidak tersedianya layanan jaringan ada beberapa cara yang dapat dilakukan diantaranya melakukan perawatan secara rutin dan berkala, sehingga kondisi perangkat dapat terus dijaga sehingga perangkat bisa berjalan dengan baik, ada pun dengan melakukan pengecekan ketersediaan internet melalui metode seperti melakukan pengiriman data dengan menggunakan ping atau pun dengen menambahkan agent pada perangkat, dan juga menggunakan SNMP. Untuk dapat mengawasi kondisi ketersediaan jaringan secara terus menerus maka peran SNMP sangat membantu karena proses pertukaran data yang berjalan antar jaringan komputer dapat dipantau secara terus menerus. Untuk dapat melakukan pemantauan pada SNMP maka dibutuhkan aplikasi pendukung yang dapat membaca setiap pertukaran data yang terjadi, maka dari itu digunakan network monitoring system, dengan digunakan network monitoring system akan memudahkan dalam membaca aktifitas dari SNMP atau memantau perangkat yang menggunakan protokol SNMP, dan dapat dipantau juga insiden yang muncul pada perangkat tersebut, jika terjadi maka network monitoring system akan memberikan pemberitahuan pada admin agar dapat segera melakukan proses penanganan dari insiden yang muncul Kata kunci : Network Monitoring System, Nagios,Plan Do Check Act Abstract In a business process related to a computer network in exchanging information, it must continue, so that the business process can continue, therefore to prevent the occurrence of ongoing incidents it is necessary to handle the problem as quickly as possible, so that the availability of network services can be used by employees. There are several factors that are not available for network services, including from the device itself such as the device is damaged, the age of the device is too old so that the services provided are not optimal, there are also environmental or external factors of the device, such as loose cables, or disconnects, devices damaged due to errors in configuration, and so on. To prevent or minimize the unavailability of network services, there are several ways that can be done, including routine and periodic maintenance, so that the condition of the device can be maintained so that the device can run properly, there is also checking the availability of the internet through methods such as sending data using ping or even add an agent to the device, and also use SNMP. To be able to monitor the condition of network availability continuously, the role of SNMP is very helpful because the data ISSN : 2355-9365 e-Proceeding of Engineering : Vol.5, No.3 Desember 2018 | Page 7162 exchange process that runs between computer networks can be monitored continuously. To be able to monitor the SNMP, it is necessary to have a support application that can read every data exchange that occurs, therefore network monitoring system is used, using network monitoring systems will facilitate reading SNMP activities or monitoring devices that use SNMP protocols, and can be monitored also the incident that appears on the device, if it happens then the network monitoring system will give a notification to the admin in order to immediately carry out the handling process of the incident that appears. Keywords: Network Monitoring System, Nagios,Plan Do Check Act
Perancangan E-commerce Bearpath Dengan Customized Product Menggunakan Metode Waterfall Elang Maulana Jauhari; Irfan Darmawan; Rachmadita Andreswari
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan internet di era globalisasi saat ini telah berkembang pesat, dalam lingkungan bisnis, penggunaan internet untuk kegiatan pemasaran, promosi dan penjualan menjadi poin penting.. Peluang bisnis tidak hanya dapat dimanfaatkan oleh perusahaan besar, tetapi juga salah satunya unit mikro, kecil dan menengah (UKM) untuk mengembangkan usahaanya. Bearpath adalah UKM yang bergerak dibidang penjualan sandal, untuk menghadapi permasalahan yang ada pada UKM, pada penelitian Tugas Akhir ini akan dirancang e-commerce Bearpath dengan fitur customized product. Untuk membantu mengatasi kendala pada proses pendistribusian, pemasaran dan promosi, serta terdapat fitur Customized Product yang memungkinkan pelanggan melakukan kustomisasi pada produk yang disediakan. Fitur Customized product memungkinkan customer untuk melakukan kustomisasi model tali, model sol, dan warna pada produk sesuai pilihan yang disediakan. Customized product merupakan salah satu strategi untuk menambah tingkat kepuasan pelanggan dan memenuhi permintaan pasar. Perancangan e-commerce Bearpath ini menggunakan metode Waterfall. Pemilihan metode waterfall pada pada perancangan e-commerce Bearpath karena requirement jelas dan didefinisikan di awal. Hasil dari penelitian ini adalah aplikasi website Bearpath yang diharapkan mampu mengatasi kendala umum yang dihadapi oleh UKM dan mengembangkan bisnis yang dijalankan oleh Bearpath. Kata kunci : e-commerce, UKM , customized Product , Waterfall Internet growth in this era of globalization has been growing rapidly, in the business environment, the use of the Internet for activities, promotions and sales.. Business opportunities can not only be used by large companies, but also one of the micro, small and medium enterprises (UMKM) to develop their business. Bearpath is UMKM who sell slippers, to deal with problems that exist in UMKM, in this Final Project will be designed e-commerce Bearpath with customized product features. To help complete the distribution, and promotion process, as well as to provide Customized Product features that customize the products they provide. Customized Product features allow customers to customize the model of the rope, model of soles, and colors of the product according to the choices provided. Customized products are one of the strategies to increase the level of customer satisfaction and to catch up with demand market. The design of e-commerce Bearpath uses Waterfall method. The selection of waterfall methods on the e-commerce acceleration Bearpath because of the clear requirements and defined at the beginning. The result of this research is the Bearpath website application which is expected to solve the problems faced by UMKM and develop the business run by Bearpath. Keywords : e-commerce , UMKM, Waterfall , Customized product
Pemodelan Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Bidang Peminatan Menggunakan Metode Simple Additive Weighting Studi Kasus: Program Studi Sistem Informasi Universitas Telkom Ayu Cahyani Febryanti; Irfan Darmawan; Rachmadita Andreswari
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak— Untuk menghasilkan lulusan berkualitas tinggi, berkompetensi, dan memilki keahlian khusus di bidang Sistem Informasi, Program Studi Sistem Informasi Universitas Telkom menyediakan kelompok keahlian yang terdiri atas beberapa bidang peminatan. Pemilihan bidang peminatan akan berpengaruh terhadap penentuan topik tugas akhir, kurangnya pemahaman dan informasi mengenai bidang peminatan berdampak pada kualitas dan pemahaman pemilhan topik tugas akhir yang tentunya juga akan berpengaruh terhadap tingkat kelulusan. Dalam memilih bidang peminatan mahasiswa dihadapkan pada permasalahan dimana mereka tidak dapat menentukan bidang peminatan yang sesuai dengan potensi diri. Memilih karena teman, merasa cocok dengan bidang tersebut, atau keinginan untuk belajar tanpa mempertimbangkan kemampuan diri kerap kali menjadi alasan utama dalam menentukan bidang peminatan. Untuk membantu mahasiswa dalam menentukan bidang peminatan sesuai dengan kemampuan diri penulis melakukan penelitian guna merancang sistem pendukung keputusan pemilihan bidang peminatan dengan kritreria pendukung keputusan nilai mata kuliah dan potensi kecenderungan. Sistem pendukung keputusan merupakan sebuah sistem yang dibangun dengan tujuan membantu pengambilan keputusan. Algoritma yang digunakan dalam perancangan sistem pendukung keputusan ini adalah Simple Additive Weighting (SAW) yang menggunakan pembobotan setiap alternatif berdasarkan rating kinerjanya. Untuk menentukan bobot kriteria menggunakan perbandingan matriks berpasangan dari algoritma AHP. Hasil pengujian perancangan sistem pendukung keputusan menggunakan algoritma SAW menunjukkan bahwa kriteria nilai mata kuliah dan potensi kecenderungan berpengaruh terhadap kesesuaian pilihan bidang peminatan dengan kemampuan diri mahasiswa. Kata kunci: bidang peminatan, sistem pendukung keputusan, simple additive weighting
Analisis Dan Perancangan Enterprise Architecture Pada Bidang Konservasi Dan Pengendalian Perubahan Iklim Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat Menggunakan Togaf Adm Amar Maulana; Irfan Darmawan; Putra Fajar Alam
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dinas Lingkungan Hidup mempunyai tugas pokok yaitu menyelenggarakan urusan pemerintahan daerah bidang pengelolaan lingkungan hidup, namun proses bisnis yang ada dalam instansi tersebut belum berjalan dengan baik seperti belum dapat memaksimalkan pengunaan teknologi informasi yang ada. Permasalahan yang terjadi juga dikarenakan belum adanya suatu standar untuk menjalankan proses bisnis dengan penggunaan teknologi informasi yang optimal. Solusi untuk menjawab permasalahan tersebut yaitu dibutuhkannya suatu standar ataupun pedoman dalam pelaksanaan proses bisnis agar selaras dengan strategi teknologi informasi yang ada. Enterpise Architecture merupakan suatu metode yang akan dirancang dengan dukungan TOGAF (The Open Group Architecture Framework) dan framework ADM (Architecture Development Method) akan menjadi komponen dalam TOGAF yang akan menjadi metodologi perancangannya. Berawal dari fase preliminary sampai fase migration planning. Hasil dari perancangan EA ini yaitu artifak dan architecture roadmap. Blueprint dari arsitektur tersebut akan digunakan instansi sebagai pedoman untuk melaksanakan proses bisnis dan pengambilan keputusan untuk menerapkan teknologi informasi yang akan digunakan. Kata Kunci: Enterprise Architecture, TOGAF, Instansi, Teknologi Informasi Abstract Dinas Lingkungan Hidup has the main duty of organizing regional government affairs in the field of environmental management, but the business processes that exist in these agencies have not run well as yet can maximize the use of existing information technology. Problems that occur also due to the absence of a standard to run business processes with the use of optimal information technology. The solution to answer the problem is the need for a standard or guidance in the implementation of business processes to align with the existing information technology strategy. Enterpise Architecture is a method that will be designed with the TOGAF (The Open Group Architecture Framework) and ADM framework (Architecture Development Method) to be a component in TOGAF which will be the design methodology. Starting from the preliminary phase to the migration planning phase. The result of this EA design is artifact and architecture roadmap. Blueprint of the architecture will be used by agencies as a guide to carry out business processes and decision-making to apply information technology to be used. Keywords: Enterprise Architecture, TOGAF, Agencies, Information Technology
Enterprise Architecture Diskominfo Jabar Pada Fungsi Informasi dan Komunikasi Publik Menggunakan Togaf ADM Apridho Darani; Irfan Darmawan; Ridha Hanaf
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dinas Komunikasi dan Informatika (DISKOMINFO) merupakan instansi pemerintahan yang bertugas membantu kinerja gubernur Jawa Barat dalam melaksanakan urusan pemerintahan daerah dalam hal komunikasi dan informatika. Diskominfo Jabar juga berkaitan tugasnya dengan Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dalam mendukung program kerja dari Kementrian Kominfo disetiap daerah indonesia khususnya dalam wilayah Jawa Barat. Permasalahan yang ada pada fungsi Pengelolaan Komunikasi dan Informasi Publik yaitu, telah mengimplementasikan teknologi IT dalam melakukan aktifitasnya, tetapi belum optimal dalam penggunaan teknologi yang ada serta belum terintegrasi antar divisi yang ada pada diskominfo Jabar. Selain itu diperlukan perencanaan teknologi dalam pelaksanaan dan pengendalian yang selaras dengan strategi bisnis. Dengan adanya EA dapat meningkatkan efisiensi teknologi informasi dan menyelaraskannya dengan proses bisnis organisasi serta mengembangkannya. Sebelum melakukan implementasi EA, sebaiknya organisasi menggunakan framework. Dengan adanya framework diharapkan dapat mengelola sistem atau teknologi yang komplek dan menyelaraskannya dengan proses bisnis teknologi informasi serta menginvestasikannya (Kourdi, 2007). Framework enterprise architecture yang paling terkenal adalah The Open Group Architecture Framework (TOGAF) (Open Group, 2003). TOGAF merupakan framework yang melakukan pendekatan untuk merancang EA. Kata Kunci: Enterprise Architecture, DISKOMINFO, Framework, TOGAF, TOGAF ADM Abstract Department of communication and Informatics (DISKOMINFO) is a government agency tasked with assisting the performance of the governor of West Java in carrying out local government affairs in terms of communication and informatics. Diskominfo Jabar also related duties with the Ministry of Communications and Informatics (Kominfo) in support of work programs from the Ministry of Communications and Informatics in every region of Indonesia, especially in the area of West Java. Problems that exist in the function of Communication and Public Information Management that is, have implemented IT technology in performing its activities, but not optimal in the use of existing technology and not yet integrated among divisions in discominfo Jabar. In addition, technology planning is required in the implementation and control in line with business strategy. With the EA can improve the efficiency of information technology and harmonize with organizational business processes and develop it. Before implementing an EA, we recommend using the framework. With the framework is expected to manage complex systems or technologies and align them with information technology business processes and invest it (Kourdi, 2007). The most famous enterprise architecture framework is The Open Group Architecture Framework (TOGAF) (Open Group, 2003). TOGAF is a framework that approaches to design EA. Keywords : Enterprise Architecture, DISKOMINFO, Framework, TOGAF, TOGAF ADM
Perancangan Dan Pembangunan E-commerce Studiospace Menggunakan Framework Codeigniter Dengan Metode Iterative Incremental Datuk Arief Vikry; Irfan Darmawan; Nia Ambarsari
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Fotografi merupakan seni yang mempunyai banyak sekali peminat dari berbagai lapisan masyarakat. Dunia fotografi semakin berkembang termasuk juga kepada sektor bisnis, dimana banyak sekali penyedia jasa foto studio menawarkan paket-paket jasa fotografi yang mereka miliki. Seiring berkembangnya teknologi informasi khususnya internet mampu mengubah gaya hidup sebagian orang di Indonesia, salah satu pemanfaatan teknologi internet adalah aplikasi electronic commerce atau sering disebut ecommerce. Dengan adanya e-commerce perusahaan dapat menjalin hubungan bisnis dengan rekan bisnis atau konsumennya dengan lebih efisien Tujuan dari penelitian ini adalah menciptakan aplikasi e-commerce Studiospace yang dapat membantu para penyedia jasa foto studio untuk mempublikasikan paket-paket jasa fotografi dan mempermudah para pelanggan mendapatkan informasi tentang paket-paket jasa fotografi serta juga kemudahan bertransaksi atas pesanan paket jasa fotografi. Kata Kunci — electronic commerce, teknologi informasi, fotografi, foto studio Abstract Photography is an art that has a lot of enthusiasts from various layers of society. The world of photography is growing including the business sector, in which many service providers of photography offering packages that they have. As the development of information technology, especially the Internet can change the lifestyle most people in Indonesia, one of the applications of internet technology is often called electronic commerce or ecommerce. With the advent of e-commerce companies can establish business relationships with business associates or customers with more efficient. The aim of this study is to create an e-commerce application named Studiospace that can help service providers of photography to publish their packages and make it easier for customers to get information about the packages of photographic services as well as the ease of transaction-to-order photography service packages. Keywords — electronic commerce, information technology, photography, studio photo
Analisis Dan Perancangan Enterprise Architecture Balai Penyedia Dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi Dan Informatika (bp3ti) Pada Fungsi Pengelolaan Pendapatan Dan Pembiayaan Menggunakan Togaf Adm Danu Ridwanto; Irfan Darmawan; Ridha Hanafi
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI) adalah sebuah lembaga yang dibentuk oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) pada tahun 2010 berdasar Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor:18/PER/M/KOMINFO/11/2010. Fungsi dari BP3TI adalah sebagai lembaga pelaksana program pemerintah Republik Indonesia di bidang telekomunikasi dan informasi. Program tersebut adalah Kewajiban Pelayanan Universal (KPU), sebuah program dengan tujuan meningkatkan kualitas dan aksesibilitas teknologi informasi di daerah-daerah tertentu di Indonesia. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut harus memperhatikan keseimbangan antara aspek bisnis dengan aspek teknologi informasi, maka dibuat perancangan enterprise architecture dengan metode TOGAF ADM framework. TOGAF ADM terdiri dari beberapa fase yang dijadikan guidelines dalam melakukan perancangan enterprise architecture. TOGAF ADM sendiri memiliki beberapa fase seperti : Preliminary Phase, Architecture Vision, Business Architecture, Information System Architecture, Technology Architecture, Opportunities and Solution, dan Migration planning. Dalam penelitian ini akan dibahas strategi bisnis dan infrastruktur BP3TI khususnya fungsi pengelolaan pendapatan dan pembiayaan. Dengan menggunakan framework TOGAF ADM dapat menghasilkan architecture blueprint sebagai bahan untuk menyusun IT roadmap BP3TI. Kata kunci : BP3TI, enterprise architecture, blueprint, TOGAF ADM, IT roadmap, informasi Abstract The Center for Provision and Financing Management of Telecommunications and Informatics (BP3TI) is an institution established by the Ministry of Communication and Informatics (Kominfo) in 2010 based on Regulation of the Minister of Communication and Information Technology Number 18 / PER / M / KOMINFO / 11/2010. The function of BP3TI is as the implementing agency of the government of the Republic of Indonesia in the field of telecommunications and information. The program is a Universal Service Obligation (KPU), a program with the aim of improving the quality and accessibility of information technology in certain areas of Indonesia. To meet these needs must pay attention to the balance between business aspects with aspects of information technology, then created the design of enterprise architecture with TOGAF ADM framework method. The Open Group Architecture Framework (TOGAF) consists of several phases that are used as guidelines for designing enterprise architecture. In this research will discuss business strategy and infrastructure of BP3TI especially function of management of income and financing. TOGAF ADM itself has several phases such as Preliminary Phase, Architecture Vision, Business Architecture, Information System Architecture, Technologi Architecture, Opportunities and Solution, dan Migration planning. Using TOGAF ADM framework can produce blueprint architecture as material for preparing IT master plan BP3TI. Keywords: BP3TI, enterprise architecture, blueprint, TOGAF ADM, IT roadmap, informaton
Perancangan Tata Kelola Teknologi Informasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik Domain Edm Dan Mea Cobit 5 (studi Kasus : Dinas Komunikasi, Informatika Dan Statistik Kabupaten Bandung Barat) Widi Setia Cahyani; Irfan Darmawan; Rahmat Mulyana
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pengembangan sistem informasi yang dilakukan dalam pemerintahan sebagian masih berupa sistem sektoral yang khusus sehingga tidak dapat digunakan secara bersama. Hal ini menyebabkan ketidakefektivan dalam pelaksanaan pemerintahan. Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah berinisiatif mengembangkan sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) yang menyediakan keterpaduan penyelenggaraan pemerintahan. SPBE juga diimplementasikan di Kabupaten Bandung Barat (KBB) sebagai salah satu pemerintah kabupaten/kota. Namun demikian, KBB perlu melakukan pembenahan terhadap SPBE agar implementasi SPBE dapat dinilai matang dalam penilaian indeks SPBE. Untuk itu penyusunan tata kelola teknologi informasi pada Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Kabupaten Bandung Barat selaku pelaksana SPBE perlu dilakukan agar SPBE yang diimplementasikan dapat memenuhi target nilai indeks SPBE yang ditetapkan oleh Pemerintah . Penyusunan tata kelola TI yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan COBIT 5 sebagai kerangka kerja acuan. Tata kelola TI yang akan disusun hanya berfokus proses yang bersangkutan dengan domain Evaluate-Direct-Monitor (EDM) dan Monitor-Evaluate-Assess (MEA) pada COBIT 5 Kata Kunci : Tata Kelola Teknologi Informasi, Indeks SPBE, SPBE, COBIT 5, EDM. Abstract The development of information systems carried out in government is still a sectoral system so that it cannot be used together by other governmental organization. This causes ineffectiveness in the administration of government. To overcome this problem, the government took the initiative to develop an electronic-based government system (SPBE) that provides integrated governance. SPBE is also implemented in Kabupaten Bandung Barat (KBB) as one of the regency / city governments. However, KBB needs to reform the SPBE so that it can be considered as mature in its implementation based on SPBE index evaluation. For this reason, the information technology governance in Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Kabupaten Bandung Barat as the SPBE implementer needs to be done in order to improve SPBE index. The IT governance design carried out in this study uses COBIT 5 as a reference framework. The IT governance that will be compiled only focuses on the process concerned with the Evaluate-Direct-Monitor (EDM). Keywords: IT Governance, SPBE index, e-Government, COBIT 5, EDM.
Perancangan Tata Kelola Keamanan Informasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik Menggunakan Standar Iso 27001:2013 (studi Kasus: Diskominfotik Kabupaten Bandung Barat) Hikam Haikal Radya Hans Ananza; Irfan Darmawan; Rahmat Mulyana
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pemerintah telah menjalankan program dalam skala nasional untuk menyelenggarakan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). SPBE berjalan dengan beberapa lingkup, salah satunya adalah lingkup pemerintah daerah. Pemerintah Kabupaten Bandung Barat juga merupakan penyelenggara dari SPBE. Pemerintah Kabupaten Bandung Barat memiliki pelaksana teknis untuk menyelenggarakan SPBE. Pelaksana tersebut adalah Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik. Mengingat ketergantungan penyelenggaraan SPBE pada penggunaan teknologi yang tinggi, peraturan perundang-undangan yang berlaku mengenai SPBE dan keamanan informasi, dan risiko yang berhubungan dengan keamanan informasi, maka perlu diperhatikan kondisi keamanan informasi organisasi terkait. Untuk itu, diperlukan evaluasi agar dapat mengetahui kondisi tata kelola keamanan informasi pada saat ini dan merekomendasikan pengelolaan tata kelola keamanan informasi agar dapat menjadi lebih baik. Alat yang digunakan untuk mengevaluasi dan merekomendasikan adalah standar ISO 27001:2013. Proses yang dilakukan adalah menganalisis kesenjangan terhadap ISO 27001:2013, memetakan kesenjangan tersebut kepada risiko, menganalisis risiko tersebut, memprioritaskan risiko, dan memberikan rekomendasi sesuai dengan risiko terkait. Rekomendasi yang dihasilkan berupa kontrol personel, kontrol proses, dan kontrol teknologi. Kontrol personel akan menghasilkan pembagian tugas, fungsi, dan kompetensi. Kontrol proses menghasilkan kebijakan keamanan informasi dan Standard Operating Procedure (SOP). Kontrol teknologi menghasilkan penggunaan aplikasi untuk mempermudah pekerjaan yang sudah ada. Ketiga control tersebut disusun untuk menangani risiko keamanan informasi dan meningkatkan kualitas tata kelola keamanan informasi. Kata kunci : Tata Kelola Keamanan Informasi, SPBE, Evaluasi, Analisis Risiko, Kepatuhan. Abstract Government has decided to execute a nation-wide program to work on Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). SPBE works in several scope, one of the scopes is in region/city scope. West Bandung Regency is one of the executors of SPBE. Within the SPBE execution of West Bandung Regency there is a technical implementer. That technical implementer named as Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik. Reckoning that there is a high dependency of SPBE towards information technology, the needs to comply with regulations about SPBE and Information Security, and risks about information security, thus there is a need to concern about organization’s information security state. Therefore, an evaluation is necessary to discover the current state of information security governance and to recommend a set of information security governance management to make a better information security governance. The tools that is used to evaluate and to recommend is ISO 27001:2013 standard. The processes are to analise the conformity towards ISO 27001:2013, mapping gaps toward risk, risk analysis, risk prioritization, and give a set of recommendation correspond with the risks. The forms of recommendation will be control of people, process, and technology. People control produces a set of job description and competencies. Process control produces information security policy and Standard Operating Procedure (SOP). Technology control produces application usage to ease the work. These controls are built to mitigate risks of information security and improve the quality of information security governance. Keywords: Information Security Governance, SPBE, Evaluation, Risk Analysis, Conformity.
nalisis Dan Perancangan Arsitektur Satu Data Pada Fungsi Umum Menggunakan Togaf Adm Di Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat Nur Fitriyani; Irfan Darmawan; Ridha Hanafi
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Satu Data digunakan untuk mendorong pengambilan kebijakakn berdasarkan data. Di era globalisasi sekarang ini, sebuah organisasi harus mampu menyesuaikan diri terhadap perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat, sudah merupakan hal yang sangat lumrah karena dengan menggunakan teknologi informasi dapat membantu menunjang aktivitas bisnis pada instansi. Dalam menjalankan aktivitas bisnisnya, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat sedang melakukan pembangunan terhadap sistem satu data. .Dibutuhkan perancangan EA dengan menggunakan motede TOGAF ADM framework sebagai panduan untuk pembuatan perancangan. Enterprise Architecture dimulai dari fase preliminary hingga fase technology. Hasil dari penelitian berupa artefak dari rancangan arsitektur bisnis sampai teknologi informasi saat ini beserta usulan untuk melakukan perbaikan terutama pada fungsi umum. Kata kunci : Enterprise Architecture, TOGAF ADM, Satu Data, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat Abstract One Data is to encourage policy making base on the data. In the globalization era nowadays, company should be able to adapt towards fast information technology evolution, has been being common things because using information technology could support the company’s business activities. In running the business activities, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat are doing development of the One System. EA design is needed by using the motive TOGAF ADM framework as a guide for designing. Enterprise Architecture starts from the preliminary phase until the technology phase. The results of the research are in the form of a artifact from the design of business architecture to current information technology along with proposals to make improvements, especially in the common function. Keywords: One Data, Enterprise Architecture (EA), TOGAF ADM
Co-Authors Adinda Inez Sang Adnyana, I Gusti Ngurah Bagus Putra Agung Budi Prasetyo Agung Sutrisno Ajeng Citra Rizkyanur Aji Rahmat Muhajir Akbar Adriansyah Alam Rahmatulloh Albi Fitransyah Alifia Indra Damarani Alifia Indra Damarani Alifia Indra Damarani, Alifia Indra Alloysius Vendhi Prasmoro, Alloysius Vendhi Alvi Syahrina Alvi Syahrina Alyasyifa, Salma Amar Maulana Amelia Kurniawati Anjar Ginanjar Anshari, Faishal Mufied Al Anshary, Faishal Mufied Al Anwar Sadat Apridho Darani Aretha Fatharani Asilah Salma Asti Amalia Nur Fajrillah ATIK NOVIANTI Atika Elysia Axel Devino Aipassa Ayu Cahyani Febryanti Ayu Cahyani Febryanti Ayu Cahyani Febryanti, Ayu Cahyani Ayu Priyambodo Bala Putra Dewa BASUKI RAHMAD Bayu Pradana Bregas Aria Wicaksana Brian Argya Respati Christine Purnama Sari Sibarani Dallan, Subagja Eric Danu Ridwanto Datuk Arief Vikry Davis Rapala Tanjung Deandra, Valen Defri Hidayat Devita Ayu Wulandari Dharmayanti, Indriyani Dita Pramesti Ekky Novriza Alam Elang Maulana Jauhari Elviera Mahayati Haris Faisal Mufied Al Anshary Faisal Mufied Al-Anshary Faishal Mufied Al Anshary Faqih Hamami Fasya Dzul Fikri Akbar Fauzi, Rokhman Ferdy Sibuea Firdaus Adi Nugroho Firmansyah Maulana S. N. Fitri, Aisyah Gunawan, Rohmat Haerani, Erna Hanid, Wihda Sifwi Hernawan, Alsha Nabilla Hikam Haikal Radya Hans Ananza Hilman Fauzi, Hilman Hir Nanda Putri Ian Yosep M.E Ibnu Muhlisin Indah Nur Fitri Astuti Irena Arsyka Dewi Irvan Gunawan Iskandar Zulkarnaen Ivana Tyora Oktavian Kasparov, Michael Christensen Bonar KUSPRIYANTO Lolly Asri Widyastri Lubis, Taufiqurrahman M.Zahid Syafnel Mentari Mahardina Mia Meilani Mohamad Iqbal Mohammad Fadhel Irawan Muhamad Alshofien Gautama Muhamad Maulana Muhammad Azani Hasibuan Muhammad Edwin Baihaqi Muhammad Firmansyah Dwi Putra Muhammad Ramadhan, Galih Muhammad Saiful Anwar Muhammad Tsany Malik Atha Nur Muhammad Umar Neng Ika Kurniati Nia Ambarsari Nur Fitriyani Nur Intan Paramanisa Nur Intan Sari Nur Widiyasono Nur Widiyasono, Nur Oktafiani, Venia Oktariani Nurul Pratiwi Panuntun istyarso Pradika Adhea Gevani Laksana Pradito Setiadi Prasetyo, Hernanda Eka Pratiwi Galuh Putri Puruhita, Maretha Fitrie Putra Fajar Alam Putri Myke Wahyuni R. Wahjoe Wicaksono R. Wahjoe Witjaksono Rachmadista Andreswari Rachmadita Andreswari Rahmania Arina Alkha Saputri Rahmat Fauzi Rahmat Moelyana Rahmat Mulyana Randi Rizal Ridha Hanaf Ridha Hanafi Rini Setyaningsih Rini Setyaningsih Rini Setyaningsih Rizki Ananda Rizqi, Muhammad Afif Rohmat Gunawan Rohmat Gunawan Rohmat Gunawan Rully Septiaria Ryanda Argantara Sabilla Nadine Ayudya Saleh, Rayhan Zahwan Salim, La Ode Agus Septian Eka Anggraeni Siti Hartina Sonya Christina Sri Haryani Br. Manjuntak Sulastri, Heni Surya Fransiska Sutoyo, Edi Syahrina, Alvi Talisman, Bryan Ronald Taufik Nur Adi Triyadi Yanuar Umar Yunan Kurnia Septo Hediyanto Vany Octaviany Visi Tinta Manik WAHYUDI Warih Puspitasari Widi Setia Cahyani Yanti, Suci Dwi Yoga Priyana Yoga Priyana Yoga Samudro Utomo Yoga Yuniadi Yudha Arif Budiman Yuli Adam Prasetyo Yunita, Kurnia Sri Yurifatul Iswara ZK Abdurahman Baizal