Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

STUDI DESKRIPTIF KUALITATIF PENDERITA PRE EKLAMSI RINGAN DAN BERAT PADA IBU HAMIL DI RSUD R.A KARTINI JEPARA 2011 Irawati Indrianingrum
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 7, No 1 (2016): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penderita preeklamsi memiliki beberapa karakteristik yang berbeda-beda, diantaranya adalah umur, paritas, pendidikan dan status gizi yang berhubungan dengan kejadian pre eklamsi. Pre eklamsi merupakan penyebab utama kematian ibu dan bayi sehingga perlu penanganan segera untuk menangani kegawat daruratan obstetri baik dalam kehamilan, persalinan dan masa nifas. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penderita pre eklamsi ringan dan berat pada kehamilan.Desain penelitian ini adalah studi deskriptif kualitatif. metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah dimana peneliti adalah sebagai instrument kunci, pengambilan sampel sumber data dilakukan secara purposive dan snowball, teknik pengumpulan data dengan trianggulasi, analisis data bersifat induktif/kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar informan berusia 20-35 tahun, sebagain besar informan hamil pertama kali, sebagian besar informan berpendidikan SLTP dan sebagian informan berstatus gizi sedang.
RIWAYAT STATUS GIZI IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN STUNTING Dwi Astuti; Atun Wigati; Ana Zumratun Nisak; Noor Azizah; Irawati Indrianingrum
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 15, No 2 (2024): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v15i2.2435

Abstract

Background: The incidence of stunting in infants is currently quite high, the World Health Organization (WHO) estimates the prevalence of stunting worldwide at 22 percent or as many as 149.2 million in 2020. The prevalence of stunting in Indonesia is currently still at 24.4 percent or 5.33 million children under five. Objective: Analyze the relationship between maternal nutritional status during pregnancy to the incidence of stunting at the Pecangaan Health Center, Methods: correlation research with retrospective approach. Purposive sampling technique with 33 stunted mothers and toddlers 2-5 years old at the Pecangaan Health Center. Primary data collection was carried out by measuring the BB and TB of toddlers when checking with a checklist. Results: The incidence of stunting in toddlers is mostly short toddler conditions as much as 22 (66.7%). The nutritional status of mothers during pregnancy is mostly mild emaciation conditions as much as 18 (54.5%). The results of bivariate analysis of maternal nutritional status during pregnancy and the incidence of stunting in toddlers at the Pecangaan Health Center were obtained p (0.001). Conclusion: There is a relationship between the nutritional status of mothers during pregnancy and the incidence of stunting in toddlers at the Pecangaan Jepara. Pregnant women pay more attention to their pregnancy with good nutritional intake and routine pregnancy control
KETIDAKNYAMANAN KELUHAN PUSING PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GRIBIG KABUPATEN KUDUS indah puspitasari; Irawati Indrianingrum
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 11, No 2 (2020): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v11i2.844

Abstract

Kehamilan merupakan suatu anugerah yang didambakan semua wanita sebagai calon ibu. Fase awal kehamilan disebut trimester pertama yang dimulai dari konsepsi sampai minggu ke-12 kehamilan. Pada fase ini, umumnya terjadi pengaruh hormonal dan perubahan produksi, anatomi, dan fisiologi. Perubahan-perubahan ini mengakibatkan tubuh secara aktif melakukan penyesuian yang menimbulkan perubahan fisik maupun psikologis ibu. Ketidaknyamanan yang dialami wanita hamil muda akan merasa mual, muntah, pusing,  meriang dan lemas.Tujuan penelitian ini dilakukan untuk menggambarkan ketidaknyamanan keluhan pusing pada ibu hamil di Wilayah Puskesmas Gribig. Metode yang digunakan adalah desain studi deskriptif. Instrumen yang digunakan untuk mengukur pusing dengan cara skala Wong Baker FACE yaitu skala wajah mencantumkan skala angka dalam setiap ekspresi nyeri berkisar 0-10. Tehnik analisa data dengan data univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi terbanyak ibu hamil yang mengalami keluhan pusing pada kategori sedikit sakit (46,7%). Pusing (sakit kepala) adalah keluhan umum yag dialami oleh ibu hamil. Namun, sekitar 10% ada juga yang memburuk, sehingga diperlukan penanganan dan intervensi yang aman dan tepat/sesuai  dengan kebutuhan ibu hamil sebagai solusi untuk mengurangi keluhan pusing. Hal ini sebagai upaya memaksimalkan kesehatan ibu dan bayi yang dikandungnya.
FREKUENSI SEKSUAL DENGAN TINGKAT INFEKSI PASCA PEMASANGAN IUD PADA AKSEPTOR KB IUD DI KECAMATAN JEKULO KABUPATEN KUDUS Irawati Indrianingrum
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 9, No 1 (2018): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v9i1.402

Abstract

Latar Belakang : IUD  merupakan   alat   kontrasepsi  yang   terbuat   dari  bahan   plastik   yang   halus berbentuk spiral atau berbentuk lain yang dipasang di dalam rahim. IUD mempunyai efektivitas tinggi. Sangat efektif 0,6-0,8 kehamilan per 100 perempuan dalam 1 tahun pertama, akan tetapi IUD juga dapat mengakibatkan infeksi jika melakukan seksual berlebihan atau terlalu sering melakukan hubungan seksual. Tujuan penelitian ini untuk menganalisai frekuensi seksual dengan tingkat infeksi Pasca Pemasangan IUD pada akseptor KB IUD di Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus. Metode Penelitian : Jenis penelitian adalah analitik korelasi dengan pendekatan waktu cross sectional. Data yang dikumpulkan adalah data primer dan sekunder. Sampel dalam penelitian ini adalah 47 orang dari populasi dengan teknik total sampling. Analisa data yang digunakan analisa univariat dan bivariat menggunakan uji statistik kendall tau. Hasil Penelitian : Responden yang memiliki frekuensi seksual tidak baik sebanyak 21 (44,7%) dan responden yang mengalami infeksi berat sebanyak 20 (42,6%). Hasil uji statistik kendall tau, diperoleh ada hubungan antara frekuensi seksual dengan tingkat infeksi pada akseptor KB IUD pasca pemasangan di Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus (p value : 0,001 0,05) dengan nilai kendall tau 0,603. Kekuatan hubungannya adalah kuat. Kesimpulan : Ada hubungan antara frekuensi seksual dengan tingkat infeksi Pasca Pemasangan IUD pada akseptor KB IUD di Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus. Saran : Menyarankan ibu dan suami untuk bisa mengatur frekuensi seksual dan selalu menjaga kebersihan dan meningkatkan kesehatan agar mengurangi resiko terkena infeksi setelah melakukan pemasangan IUD.Kata kunci : frekuensi seksual, infeksi, KB IUD
PENGARUH PEMBERIAN AIR REBUSAN DAUN SELEDRI TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA Zaenal Fanani; Irawati Indrianingrum; Ari Simbara; Lailatul Farikhah; Dhanty Ayunita Mahadhany
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 9, No 1 (2024): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v9i1.2499

Abstract

Hipertensi sering terjadi pada lansia yang dikaitkan dengan proses penuaan. Seiring dengan bertambahnya usia, risiko seseorang untuk mengalami hipertensi semakin meningkat. Pengobatan hipertensi secara non farmakologi juga dapat diberikan melalui konsumsi seledri. Senyawa apiin dari daun seledri bersifat diuretik dan diduga mampu melebarkan pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian air rebusan daun seledri terhadap penurunan tekanan darah pada lansia. Jenis penelitian ini kuantitatif menggunakan metode quasi experimental design, dengan rancangan non equivalent control group design. Teknik sampling menggunakan stratified random sampling sampel, dengan jumlah responden 46 orang. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh pemberian rebusan daun seledri terhadap tekanan darah pada lansia kelompok intervensi, dengan nilai p-value kelompok intervensi 0,000. Dan tidak ada pengaruh pemberian rebusan daun seledri terhadap tekanan darah pada lansia kelompok kontrol, dengan nilai p-value 0,01. Kesimpulan penelitian ini yaitu, adanya pengaruh pemberian rebusan daun seledri terhadap penurunan tekanan darah pada lansia.
STUNTING DAN PENGARUHNYA TERHADAP PERKEMBANGAN ANAK USIA 24-59 BULAN Ummi Kulsum; Nurul Sa’diyah; Nor Asiyah; Anis Solikhah; Irawati Indrianingrum
Indonesia Jurnal Kebidanan Vol 7, No 2 (2023): INDONESIA JURNAL KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijb.v7i2.2309

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah gizi yang dihadapi di dunia, terutama di negara-negara miskin dan berkembang. Stunting menjadi masalah karena dikaitkan dengan peningkatan risiko nyeri dan kematian, perkembangan otak kurang optimal sehingga perkembangan motorik terlambat dan pertumbuhan mental terhambat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh stunting terhadap perkembangan anak usia 24-59 bulan di Wilayah Puskesmas Karanganyar 1 Kabupaten Demak. Jenis penelitian adalah analitik korelatif dimana pendekatan yang digunakan menggunakan cross sectional. Penelitian ini melibatkan 57 balita berusia antara 24 bulan hingga 59 bulan. Pengambilan sampel dengan cara random sampling. Pengambilan data dengan menggunakan alat ukur timbangan untuk data stunting, sedangkan alat ukur berupa DDST untuk mendapatkan data perkembangan balita. Uji statistik yang digunakan chi-kuadrat. Stunting dan perkembangan anak berdasarkan hasil uji chi-square diperoleh p-value = 0,001 (0,05), artinya ada pengaruh stunting terhadap perkembangan anak usia 24-59 bulan Wilayah Puskesmas Karanganyar 1 Kabupaten Demak tahun 2023.
KARAKTERISTIK IBU HAMIL YANG MENGALAMI HIPEREMESIS GARVIDARUM DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PURWOSARI KUDUS Indah Puspitasari; Irawati Indrianingrum
Indonesia Jurnal Kebidanan Vol 5, No 1 (2021): INDONESIA JURNAL KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijb.v5i1.985

Abstract

Kehamilan adalah suatu yang bersifat fisiologis dan dalam setiap perkembangan kehamilan normal, banyak keluhan yang dialami.  Keluhan yang paling umum dilaporkan ibu hamil pada trimester pertama adalah mual muntah (87,8%). Gejala mual muntah biasanya dimulai dari usia kehamilan 4 minggu sampai 7 minggu kehamilan dan hilang pada usia kehamilan 16 minggu yaitu sekitar 90%. Sebagian besar ibu hamil dengan mual muntah tidak memerlukan pengobatan. Namun, jika mual muntah bertambah parah dan persisten, kondisi dapat berkembang menjadi hiperemesis gravidarum. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk menggambarkan karakteristik ibu hamil yang mengalami hiperemesis gravidarum di Wilayah Kerja Puskesmas Gribig Kabupaten Kudus meliputi umur, pendidikan, pekerjaan, dan paritas.Metode yang digunakan adalah desain studi deskriptif. Sampel dalam penelitian ini yaitu berjumlah 30 ibu hamil yang mengalami hiperemesis gravidarum melalui pengukuran kuesioner PUQE. Tehnik analisa data dengan data univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan umur, sebagian besar responden berumur 20-34 tahun sebanyak 15 (50%) responden. Berdasarkan tingkat pendidikan didapatkan sebagian besar berpendidikan SLTA/sederajat sebanyak 20 (67%). Berdasarkan status pekerjaan didapatkan sebagian besar  bekerja sebanyak 25 (83%) responden. Berdasarkan paritas didapatkan sebagian besar multipara sebanyak 14 (47%) responden. Ibu hamil dengan resiko atau komplikasi hiperemesis gravidarum dapat mengakibatkan penyulit saat masa kehamilan dan dapat memberikan beban psikologis yang negatif seperti rasa takut akan masa depan kehamilannya, perasaan depresi dan kecemasan yang dapat berdampak buruk untuk perkembangan janin, sehingga penting bagi bidan maupun tenaga kesehatan lainnya untuk memberikan penanganan yang komprehensif bagi ibu hamil dengan hiperemesis gravidarum.
HUBUNGAN PEKERJAAN DAN PENDIDIKAN IBU HAMIL DENGAN ANGKA KEJADIAN ABORTUS Rosyida Khusna; Irawati Indrianingrum; Islami Islami
Indonesia Jurnal Kebidanan Vol 9, No 1 (2025): INDONESIA JURNAL KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijb.v9i1.3147

Abstract

Abortus masih menjadi penyebab tingginya angka kematian ibu di Indonesia. Peningkatan kasus perdarahan dan abortus di Jawa Tengah, termasuk di Kabupaten Jepara, menunjukkan perlunya perhatian khusus. Faktor pekerjaan dan pendidikan ibu diduga berperan penting terhadap kejadian abortus, namun penelitian terkait masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini penting dilakukan untuk memberikan dasar ilmiah dalam upaya pencegahan dan penurunan angka kematian ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pekerjaan dan pendidikan ibu dengan angka kejadian abortus di RS PKU Muhammadiyah Mayong Jepara. Studi ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik , dengan pengambilan sampel retrospektif melibatkan sampel ibu hamil yang mengalami abortus inkomplit di RS PKU Muhammadiyah Mayong Jepara tahun 2025 selama 2 bulan terakhir berjumlah 40 responden dengan tekhnik sampling Total Sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi, kriteria inklusi Bersedia menjadi responden Pasien abortus di RS PKU Muhammadiyah Mayong Jepara dan kriteria eksklusi Ibu hamil pekerja yang mengalami perdarahan dengan instrument ceklis menggunakan rekam medis pasien kejadian abortus serta pendidikan dan pekerjaan, untuk uji menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukan untuk pendidikan  p value = 0.014 , pekerjaan  p-value = 0.036. lebih kecil dari nilai tingkat kemaknaan ɑ 0,05. maka Ha diterima dan Ho ditolak . Hal ini dapat menunjukan bahwa ada Hubungan pendidikan dan pekerjaan ibu dengan kejadian abortus di RS PKU Muhammadiyah Mayong Jepara.
STIMULASI PIJAT DAPAT MENINGKATAN BERAT BADAN BAYI TAHUN 2020 Irawati Indrianingrum; Indah Puspitasari
Indonesia Jurnal Kebidanan Vol 4, No 2 (2020): INDONESIA JURNAL KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijb.v4i2.1010

Abstract

Latar Belakang: Masa tumbuh kembang bayi merupakan masa keemasan sekaligus masa kritis perkembangan seseorang yaitu pada usia 0-12 bulan. Dikatakan masa kritis karena pada masa ini bayi sangat peka terhadap lingkungan dan membutuhkan asupan gizi dan stimulasi yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Salah satu faktor yang mempengaruhi pertumbuhan adalah stimulasi. Beberapa pedoman untuk stimulasi bayi di antaranya stimulasi penglihatan, stimulasi pendengaran, stimulasi taktil atau perabaan, serta koordinasi visual dan gerak. Tujuan: Mengetahui pengaruh pijat bayi terhadap penigkatan berat badan bayi DiKlinik Norma Medika Mayong Tahun 2019 Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah quasy eksperiment dengan menggunakan pendekatan non equivalent control-group before-after design. Populasi dan sampel sebanyak 33 bayi di Klinik Norma Medika Mayong yang diambil dengan total sampling. Instrumen penelitian menggunakan observasi dan perlakuan secara langsung. Analisa data dilakukan secara univariant dan bivariant uji T Test berpasangan.Hasil Penelitian: Penelitian tentang peningkatan berat badan dengan pijat di Klinik Norma Medika Mayong Tahun 2019 didapatkan hasil (p value 0,000 0,05) penelitian yang diperoleh ada perbedaan peningkatan berat badan sebelum dan sesudah antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Kesimpulan: : Ada pengaruh antara pijat dengan peningkatan berat badan bayi Di Klinik Norma Medika Mayong Tahun 2019.
MEMILIH, MENGGUNAKAN DAN MENGOLAH OBAT TRADISIONAL DIKELURAHAN WERGU WETAN Irawati Indrianingrum; Muhammad Nurul Fadel; Muhammad Abdul Rozaq; Lailatul Farikah
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 4, No 2 (2022): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v4i2.1663

Abstract

Selama ini perkembangan pelayanan kesehatan tradisional dan alternative tampak semakin pesat, sekitar 32 % masyarakat kita memakai pengobatan dan obat tradisional ketika sakit. Tak bisa dipungkiri bahwa minat masyarakat dalam menggunakan obat herbal dan pengobatan tradisional dalam mencari kesembuhan akan penyakit semakin tinggi. Anggapan masyarakat obat herbal dan pengobatan tradisional lebih aman dan tidak menggunakan bahan kimia yang membahayakan kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan secara tatap muka atau luring di kelurahan wergu wetan untuk memberikan informasi tentang memilih, menggunakan serta mengolah obat tradisional. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi warga kelurahan wergu wetan untuk melakukan pengobatan sendiri sebelum datang ke petugas kesehatan.