Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Pemanfaatan Media Sosial dalam Upaya Penanaman Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Pada Peserta Didik di SDN 3 Lemba Kabupaten Soppeng Dika Safitri; Muhammad Ardiansyah; Hasan Hasan
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The use of social media in education opens up new pedagogical spaces for content creator teachers in instilling character education values in students. This study uses a qualitative approach with a phenomenological design to understand the experiences of content creator teachers in utilizing social media at SD Negeri 3 Lemba, Soppeng Regency. Data were collected through in-depth interviews, observations, and analysis of school social media content documentation. Data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model, maintaining data validity through triangulation of sources and methods. The results show that social media is used consciously and deliberately as a medium for instilling character values through visual, participatory, and contextual content. Dominant character values include religiosity, discipline, cooperation, social care, national spirit and love of the homeland, good manners, and self-confidence, which are integrated into students' daily activities and the school's flagship programs. Despite facing internal and external challenges, content creator teachers demonstrate adaptive efforts in managing social media pedagogically. These findings confirm that the use of social media by content creator teachers plays a significant role in supporting the internalization of character education values and strengthening school culture in the digital era. Keywords: social media; content creator teacher; character education. Abstrak: Pemanfaatan media sosial dalam pendidikan membuka ruang pedagogis baru bagi guru konten kreator dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan karakter kepada peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi untuk memahami pengalaman guru konten kreator dalam memanfaatkan media sosial di SD Negeri 3 Lemba Kabupaten Soppeng. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumentasi konten media sosial sekolah, serta dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan menjaga keabsahan data melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial dimanfaatkan secara sadar dan terencana sebagai media penanaman nilai karakter melalui konten visual, partisipatif, dan kontekstual. Nilai karakter yang dominan meliputi religius, disiplin, kerja sama, peduli sosial, semangat kebangsaan dan cinta tanah air, adab sopan santun, serta percaya diri, yang diintegrasikan melalui aktivitas keseharian peserta didik dan program unggulan sekolah. Meskipun menghadapi tantangan internal dan eksternal, guru konten kreator menunjukkan upaya adaptif dalam mengelola media sosial secara pedagogis. Temuan ini menegaskan bahwa pemanfaatan media sosial oleh guru konten kreator berperan signifikan dalam mendukung internalisasi nilai pendidikan karakter dan penguatan budaya sekolah di era digital. Kata kunci: media sosial; guru konten kreator; pendidikan karakter.
Transformasi Digital Teaching Guru melalui Pelatihan Artificial Intelligence dalam Pengembangan Media Pembelajaran Hasan Hasan; Sri Hastuti; Ahlun Ansar; Sitti Habibah; Muh Rizah Putrawan
Jurnal Hasil-Hasil Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Volume 05 Nomor 02 (Mei-Juli 2026)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/frttee24

Abstract

Transformasi digital pendidikan menuntut guru untuk memiliki kompetensi digital teaching yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, khususnya dalam pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) pada proses pembelajaran. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa sebagian besar guru masih memiliki keterbatasan dalam penggunaan teknologi AI untuk pengembangan media pembelajaran digital. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi digital teaching guru melalui pelatihan Artificial Intelligence dalam pengembangan media pembelajaran. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Learning System (PALS) melalui tahapan sosialisasi dan analisis kebutuhan, pelatihan dan pendampingan, serta evaluasi dan tindak lanjut. Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan 20 guru sekolah menengah sebagai peserta utama. Hasil observasi awal dan pre-test menunjukkan bahwa sebagian besar peserta belum memahami penggunaan platform AI seperti ChatGPT, Canva AI, dan Gamma AI dalam pembelajaran. Setelah pelaksanaan pelatihan, terjadi peningkatan signifikan pada kompetensi peserta, di antaranya pemahaman AI dalam pendidikan meningkat dari 30% menjadi 90%, kemampuan penggunaan ChatGPT meningkat dari 20% menjadi 88%, pengembangan media melalui Canva AI meningkat dari 25% menjadi 90%, serta kemampuan penyusunan presentasi melalui Gamma AI meningkat dari 15% menjadi 85%. Selain itu, peserta berhasil menghasilkan berbagai produk media pembelajaran digital berupa modul ajar, presentasi interaktif, poster edukasi, infografis pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran berbasis AI. Pelatihan ini juga meningkatkan kreativitas, efisiensi kerja, dan kepercayaan diri guru dalam melaksanakan pembelajaran digital. Dengan demikian, pelatihan Artificial Intelligence terbukti efektif dalam mendukung transformasi digital teaching guru dan penguatan kompetensi profesional guru di era pendidikan modern.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) DAN PENGGUNAAN GAME EDUKASI BERBASIS AI TERHADAP MINAT BELAJAR MATEMATIKA SISWA MIS AL BASHIRAH Sahriani Saskia Malisa; Ansar; Hasan
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 02, Juni 2026 Produce
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.46837

Abstract

This research is an experimental study with a quantitative approach aimed at determining the influence of the Numbered Heads Together (NHT) cooperative learning model on students' interest in learning mathematics, the influence of using AI-based educational games on students' interest in learning mathematics, and the influence of the interaction between the Numbered Heads Together (NHT) cooperative learning model and the use of AI-based educational games on students' interest in learning mathematics at MIS Al Bashirah. The research design used is a 2x2 factorial design. The population in this study amounted to 520 students, with a sample of 93 students divided into 4 classes, namely; VA (23 students), VB (23 students), VC (23 students), and VD (24 students). Data collection techniques used questionnaires and observation. Data analysis employed descriptive statistical analysis and inferential statistical analysis. The results showed that; 1) there is a significant influence of the Numbered Heads Together (NHT) cooperative learning model on students' interest in learning mathematics, with a significance value of 0.000 < 0.05. 2) there is a significant influence of the use of AI-based educational games on students' interest in learning mathematics, with a significance value of 0.000 < 0.05. 3) there is a significant interaction between the Numbered Heads Together (NHT) cooperative learning model and the use of AI-based educational games on students' interest in learning mathematics, with a significance value of 0.046 < 0.05 at MIS Al Bashirah.
A, The Manajemen Layanan Tenaga Pendidik di SMP Negeri 36 Makassar Fadila Junilasari; Hasan; Ahmad Restani Syukron Thayyib
Irfani Vol. 22 No. 1 (2026): Irfani
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/irfani.v22i1.7284

Abstract

This study aims to describe the management of teacher services by education personnel at SMP Negeri 36 Makassar, as well as identify supporting and inhibiting factors in its implementation. The research method used is a descriptive qualitative approach. Data was collected through interviews, observations, and documentation with informants consisting of principals, teachers, and administrative staff. The data analysis applied the Miles and Huberman models, while the validity of the data was tested through triangulation of sources and techniques. The results of the study show that teacher service management includes three main aspects: attendance management, school Service Management, Teacher Services, Education Personnel.administration services, and lesson schedule preparation, which is implemented through planning, organizing, implementing, and evaluating functions. The main supporting factors include the commitment of the principal, collaboration between staff, and the adequacy of infrastructure. Meanwhile, the inhibiting factors are the limited quantity of staff, lack of training, the absence of standard Standard Operating Procedures (SOPs), and the operational system that is still manual. This study concludes that transformation towards digital-based management and strengthening the competence of human resources is indispensable to increase the effectiveness of education services.
IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI UPT SMA NEGERI 4 LUWU Doni; Hasan; Sri Hastuti
Bestari: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/dpkm.v5i2.4056

Abstract

Kurikulum Merdeka hadir sebagai respon terhadap kebutuhan pendidikan yang lebih fleksibel dan kontekstual. Penelitian ini dilakukan di UPT SMA Negeri 4 Luwu untuk mengkaji implementasi kurikulum tersebut serta faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan sumber data meliputi kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Kurikulum Merdeka dilakukan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi, meskipun masih menghadapi kendala seperti keterbatasan sumber daya manusia dan sarana prasarana. Dukungan dari pihak sekolah dan dinas pendidikan menjadi faktor pendorong utama. Implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah ini menunjukkan kemajuan yang positif, namun masih memerlukan perbaikan dalam beberapa aspek pendukung.  Kata kunci: Implementasi, Implementasi Kurikulum, Kurikulum Merdeka, Merdeka Belajar
Implementasi program ekstrakurikuler pandu digital di SMA Negeri 1 Soppeng MUH ADE WAHYUDI; Hasan; Sittihabibah
Bestari: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/dpkm.v5i2.4231

Abstract

Program Ekstrakurikuler Pandu Digital di SMA Negeri 1 Soppeng bertujuan meningkatkan kompetensi digital siswa. Penelitian ini mengkaji implementasi program tersebut serta faktor-faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan sumber data meliputi kepala sekolah, pembina, dan siswa. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Program Pandu Digital melibatkan peran aktif kepala sekolah, pembina, dan siswa dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan. Pendanaan diperoleh dari BOS, komite sekolah, dan sponsor, meskipun masih terbatas, namun dikelola secara transparan. Ketersediaan perangkat digital seperti komputer, kamera, dan internet mendukung kegiatan, walau belum sepenuhnya memadai. Faktor pendukung meliputi dukungan sekolah, keterlibatan mitra eksternal, serta antusiasme siswa. Sementara itu, hambatan utama adalah kurangnya pelatihan bagi pembina dan partisipasi siswa yang belum konsisten. Secara keseluruhan, implementasi program menunjukkan perkembangan positif, meskipun masih memerlukan beberapa perbaikan
Strategi Layanan Perpustakaan untuk Meningkatkan Minat Baca Siswa di Sekolah Dasar Santo Joseph Rajawali Makassar Damaris Laen Langi'; Syamsurijal Basri; Hasan
(JPAP) Jurnal Praktisi Administrasi Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI
Publisher : Postgraduate University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpap.v10i1.1311

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi layanan perpustakaan dalam meningkatkan minat baca siswa di Sekolah Dasar Santo Joseph Rajawali Makassar serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan sumber data terdiri atas kepala sekolah, pengelola perpustakaan, dan guru. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber dan metode serta analisis data dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) strategi layanan perpustakaan yang diterapkan di SD Santo Joseph Rajawali Makassar meliputi: (a) strategi promosi, belum dilakukan secara khusus tetapi melalui penataan ruang baca yang menarik dan penyediaan kutipan motivasi membaca serta pengintegrasian melalui program layanan; (b) strategi layanan luar biasa, berupa penerapan jadwal kunjungan perpustakaan setiap kelas serta penyediaan sudut baca di setiap ruang kelas; dan (c) strategi layanan pengguna, dengan memberikan pelayanan ramah, komunikatif, membantu siswa menemukan bacaan sesuai minat, serta mendorong keterlibatan guru dalam kegiatan literasi. (2) Faktor pendukung & Penghambat: (a) Faktor Pendukung strategi ini adalah dukungan kepala sekolah dan guru, adanya fasilitas baca yang memadai, serta kerjasama yang baik antara pustakawan dan tenaga pendidik. (b) Faktor penghambatnya meliputi keterbatasan koleksi buku, kurangnya promosi berbasis teknologi, serta keterbatasan kompetensi pustakawan.
Transformational Leadership Of Headmasters In Improving Teacher Professionalism Competence In Bone Regency Nurul Amalia Muin; Putri Nurjayana Muin; Ansar; Hasan
Journal of Education for Creativity and Innovation Vol. 2 No. 1 (2026): Agustus
Publisher : PT. Global Research Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66314/jeci.v2i1.608

Abstract

This study describes how the principals of SMKN 3 Bone and SMAN 11 Bone implement transformational leadership to improve teachers' professional competence. The research uses a qualitative, embedded multiple-case study design. Informants are selected through purposive and snowball sampling, and data are collected using triangulation. The selected resource persons were the principal of State Vocational School 3 Bone, the vice principal for academic affairs, a productive senior teacher majoring in Computer Engineering and Networks, a new teacher majoring in Office Management, the principal of SMAN 11 Bone, the vice principal for curriculum affairs, a senior teacher for Physics, and a new teacher for History. The data analysis technique used is the Qualitative Data Analysis Model of Miles, Huberman, and Saldana (2014), with the following stages: Data Collection, Data Condensation, Data Presentation, and Conclusion Drawing. Analysis shows that the implementation mechanism for transformational leadership (The Four I’s) is not uniform but rather tailored to the institution’s characteristics. At SMKN 3 Bone, the mechanism operates progressively and technically, with the principal translating the Intellectual Stimulation and Inspirational Motivation dimensions into concrete operational policies (research funding, industrial internships, and challenging work standards). This mechanism creates an innovation-oriented work culture. In contrast, at SMAN 11 Bone, the mechanism operates persuasively and administratively, with the principal predominantly using the Idealized Influence dimension through a personal approach and exemplary discipline to maintain stability. As a result, this mechanism appears to support teacher administrative compliance, but is not yet strong enough to drive a radical transformation in learning methods. This study provides context-specific qualitative evidence regarding differences in leadership implementation across two school settings, which can serve as a basis for more targeted leadership development and training policies for school principals.